Logo
Suamiku Menghamili Sahabatku
Suamiku Menghamili Sahabatku

Suamiku Menghamili Sahabatku

67 Bab
Tamat
Dalam novel Suamiku Menghamili Sahabatku, Kara terjebak misi dari Nadia untuk mendekati Ryan demi uang. Namun, intrik dalam romance novel ini berubah rumit saat perasaan nyata muncul. Temukan kisah pengkhianatan dan ambisi dalam modern novel ini di platform read novels online kami.

Ringkasan Suamiku Menghamili Sahabatku

Terdesak himpitan ekonomi, Kara menerima tawaran berisiko dari sahabatnya, Nadia. Ia diminta mendekati Ryan, ayah Nadia yang duda, demi menggagalkan rencana pernikahannya dengan wanita materialistis. Bagi Kara, ini adalah jalan keluar finansial, sementara bagi Nadia, inilah cara menjaga keutuhan keluarga. Namun, skenario ini berubah rumit saat benih cinta tulus mulai tumbuh di antara Kara dan Ryan. Kini, persahabatan mereka di ambang kehancuran akibat benturan ambisi dan perasaan.
Selengkapnya

Bab 1 dari Suamiku Menghamili Sahabatku

Kara menatap langit senja dari jendela sempit apartemennya. Sinar oranye kemerahan menembus celah-celah gorden lusuh, menyinari wajahnya yang letih. Hari itu, seperti hari-hari sebelumnya, penuh dengan perjuangan. Pekerjaan paruh waktunya di kafe tidak cukup untuk menutupi tagihan bulanan, apalagi kebutuhan sehari-hari. Dompetnya tipis, dan kantong-kantongnya kosong. Namun, yang paling menyakitkan adalah rasa putus asa yang terus menghantuinya; rasa bahwa hidup ini seolah-olah menolak memberinya jalan keluar.

Di atas meja, tergeletak secarik kertas yang baru saja diterimanya dari sahabatnya, Nadia. Pesan itu sederhana tapi penuh maksud: "Aku punya rencana, tapi aku butuh kamu. Bisa nggak kamu bantu aku?" Kara menghela napas panjang. Sejujurnya, dia tahu rencana Nadia tidak akan sederhana. Tapi saat melihat angka-angka di rekeningnya yang terus menipis, pilihan itu seolah-olah tidak ada.

Nadia, sahabatnya sejak kecil, selalu punya rencana-selalu percaya bahwa ada cara untuk menyelesaikan masalah, meskipun caranya terkadang kontroversial. Kali ini, rencananya lebih berani daripada sebelumnya. Nadia ingin menjaga keluarganya tetap utuh. Ayahnya, Ryan, yang sudah bercerai dari ibu Nadia bertahun-tahun lalu, hendak menikah lagi dengan seorang wanita muda yang dikenal matrealistis, penuh ambisi, dan-katanya-tidak benar-benar mencintai Ryan.

"Dia harus dihentikan sebelum terlambat," kata Nadia saat mereka bertemu di sebuah kafe yang ramai beberapa hari lalu. Matanya bersinar dengan tekad yang sama seperti ketika mereka masih remaja, berencana "menyelamatkan" dunia mereka sendiri dari ketidakadilan kecil.

Kara menunduk saat Nadia menyodorkan tawaran itu: membantu memikat Ryan, mendekatinya, dan membuatnya ragu terhadap calon istrinya. Imbalannya? Uang yang cukup besar untuk menutup semua hutang Kara dan memberinya sedikit kebebasan dari kehidupan yang serba kekurangan.

Awalnya, Kara menolak. Bagaimana mungkin dia tega bermain dengan hati seseorang, apalagi ayah sahabatnya sendiri? Tapi, saat pulang dan melihat tagihan listrik yang menumpuk, telepon yang terus berdering tanpa jawaban, dan perutnya yang lapar, tawaran itu mulai terdengar... masuk akal.

"Aku nggak punya pilihan lain, Nadia," gumam Kara pada dirinya sendiri di malam itu. "Ini... satu-satunya cara."

Keesokan harinya, Kara bertemu Ryan di sebuah taman kota, tempat Nadia sengaja memilih agar suasana lebih santai. Ryan, pria paruh baya yang tampan dengan aura tenang dan penuh wibawa, sedang duduk di bangku sambil membaca koran. Rambutnya sedikit beruban di pelipis, wajahnya tegas namun lembut. Kara merasa jantungnya berdegup kencang saat pertama kali melihatnya dari dekat.

"Pak Ryan?" Kara memulai dengan suara sedikit gemetar.

Ryan menoleh, menatapnya dengan mata cokelat hangat. "Ya, kamu siapa?" tanyanya ramah tapi waspada.

Kara mengulurkan tangan, mencoba tersenyum sehangat mungkin. "Nama saya Kara. Saya... teman Nadia."

Senyuman tipis muncul di wajah Ryan. "Oh, Nadia. Aku dengar tentangmu. Duduklah."

Kara duduk, berusaha menenangkan pikirannya. Setiap kata yang ia ucapkan kini penuh dengan maksud tersembunyi, tapi dia harus terlihat alami, tak menimbulkan kecurigaan. Mereka berbicara tentang hal-hal ringan-cuaca, taman, bahkan kopi yang baru dibeli Kara di kafe terdekat. Namun, di balik kata-kata itu, Kara berusaha memahami Ryan: apa yang membuatnya tersenyum, apa yang membuatnya marah, apa yang paling ia hargai dalam hidup. Semua ini bagian dari rencana Nadia.

Hari-hari berikutnya, Kara sering berada di dekat Ryan, baik secara kebetulan maupun sengaja, menyapanya di kafe, menemani saat dia berolahraga, atau sekadar berbincang di taman. Setiap interaksi kecil diperhitungkan, setiap senyum atau tawa dimanfaatkan untuk membangun kedekatan. Kara mulai merasakan sesuatu yang aneh-bukan hanya rasa bersalah karena bermain-main dengan hati Ryan, tapi juga perasaan hangat yang mulai muncul di dalam dirinya sendiri.

Sementara itu, Nadia terus memantau dari jauh. Kadang-kadang telepon Kara berbunyi, dan di ujung sana terdengar suara sahabatnya yang tegas: "Ingat tujuan kita, Kara. Jangan terjebak. Fokus pada rencana."

Namun, fokus itu semakin sulit dijaga. Kara melihat sisi lain Ryan-lembut, perhatian, bahkan humoris. Cara dia tertawa ketika melihat anak-anak bermain di taman, atau cara dia memperhatikan orang-orang di sekitarnya dengan penuh kepedulian, membuat Kara merasa terpesona. Hal-hal yang seharusnya hanya strategi kini mulai membuat hatinya terjerat.

Suatu sore, ketika hujan gerimis turun, Kara berteduh di bawah atap sebuah kafe kecil bersama Ryan. Suara tetesan hujan membentuk irama yang menenangkan, sementara percakapan mereka semakin pribadi. Ryan bercerita tentang masa lalunya, tentang perceraian yang menyakitkan, tentang rasa sepi yang ia rasakan meski dikelilingi orang. Kara mendengarkan dengan penuh empati, tapi hatinya berdebar kencang karena setiap kata yang keluar dari mulut Ryan menembus pertahanan dirinya sendiri.

"Aku selalu berpikir... cinta itu harus sederhana," kata Ryan dengan suara rendah, seolah berbicara pada dirinya sendiri. "Tapi hidup ini... kadang terlalu rumit."

Kara tersenyum, hatinya menjerit dalam diam. Ia tahu kata-kata Ryan itu bisa saja digunakan sebagai alat dalam rencananya, tapi rasanya mustahil untuk berpura-pura acuh saat melihat kesedihan yang tulus di mata pria itu.

Malam itu, Kara pulang dengan pikiran yang kacau. Di satu sisi, ada rasa bersalah yang mendalam karena merencanakan manipulasi. Di sisi lain, ada rasa tak terduga yang tumbuh: kekaguman, kehangatan, bahkan... ketertarikan.

Hari demi hari, rencana Nadia berjalan. Ryan mulai menunjukkan tanda-tanda keraguannya terhadap calon istrinya. Ia lebih sering menelepon Kara, bertanya pendapatnya, bahkan meminta saran tentang hal-hal pribadi. Kara merasa berada di posisi yang berbahaya. Setiap senyum Ryan, setiap perhatian yang ia berikan, semakin menjerat hati Kara, membuatnya sulit kembali ke kenyataan bahwa ini hanyalah permainan.

Di sisi lain, Nadia mulai merasakan kegelisahan yang sama. Ia tahu Kara mulai berubah; dia bisa merasakan ketidakstabilan sahabatnya melalui pesan-pesan singkat yang tidak seperti biasanya. Suatu malam, Nadia mengirim pesan pendek: "Kara... jangan sampai ini merusak semuanya. Aku butuh kamu fokus. Jangan biarkan hati mengambil alih."

Kara menatap layar telepon, jantungnya berdegup kencang. Ia tahu ini peringatan terakhir dari Nadia, tapi rasanya mustahil. Hatinya sudah terlalu terlibat.

Pertemuan berikutnya dengan Ryan terjadi di rumahnya. Ryan mengundang Kara untuk membantu memilih buku-buku yang akan diberikan kepada seorang anak yatim piatu yang dekat dengannya. Saat berada di ruang tamu yang luas, Kara menyadari sesuatu: kedekatan mereka sudah melampaui sekadar "strategi". Sentuhan tangan mereka saat menyerahkan buku terasa begitu nyata. Tatapan mata mereka saling bertemu lebih lama dari yang seharusnya. Hati Kara berdetak cepat.

"Kara... aku senang kamu ada di sini," kata Ryan tiba-tiba, suaranya lembut namun penuh makna.

Kara tersenyum tipis, berusaha menutupi perasaan yang mulai sulit ia kendalikan. "Aku juga... senang bisa membantu."

Namun, saat itulah Kara sadar: rencana yang awalnya tampak sederhana, kini telah berubah. Simbiosis mutualisme antara dirinya dan Nadia tidak lagi jelas. Perasaan yang seharusnya tertahan kini mulai menuntut perhatian. Persahabatan dan rencana Nadia berada di ambang kehancuran. Dan yang paling menakutkan, hati Kara sendiri sudah terjerat dalam permainan berbahaya yang bahkan ia tidak tahu bagaimana akhirnya.

Di luar jendela, hujan mulai reda, meninggalkan aroma tanah basah dan ketenangan yang palsu. Di dalam hati Kara, badai baru justru mulai terbentuk. Sebuah badai yang akan menguji batasan moral, persahabatan, dan cinta-sebuah badai yang mungkin akan menghancurkan semuanya jika tidak dijinakkan dengan hati-hati.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
Dalam HASRAT MEMBARA CEO PERKASA, Joseph, pemimpin JM Corp, menjebak Mary menjadi sekretaris pribadinya demi menuntaskan masa lalu. Romance novel ini mengisahkan ambisi sang billionaire mengklaim kembali cinta lamanya. Baca kisah selengkapnya di web novel modern yang penuh intrik ini.
Kodrat (Menjadi Wanita)
Kodrat (Menjadi Wanita)
Dalam novel romance Kodrat (Menjadi Wanita), Reyna terpaksa menjadi istri kedua secara rahasia demi sahabatnya. Sebagai modern novel yang penuh konflik, ia harus memilih antara loyalitas atau identitasnya. Baca kisah lengkapnya di platform online novel ini sekarang.
Saat Hati Menyesal
Saat Hati Menyesal
Dalam novel romantis miliarder Saat Hati Menyesal, seorang istri kehilangan bayinya akibat kelalaian suaminya, Richard, yang berselingkuh. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya bangkit sebagai pemilik perusahaan sukses dan membalas pengkhianatan sang mantan.
Suami Adikku Mantanku
Suami Adikku Mantanku
Dalam Suami Adikku Mantanku, seorang wanita menghadapi dilema saat mantan kekasihnya kembali sebagai suami adiknya. Kisah romance modern ini mengeksplorasi pilihan sulit dan konsekuensi masa lalu. Baca romance stories ini untuk melihat bagaimana ia menjaga rahasia di tengah konflik keluarga.
Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama
Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama
Dalam novel modern misteri Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama, seorang istri dikhianati hingga tewas setelah dimanfaatkan untuk melunasi utang suami yang memalsukan kematiannya. Baca novel online gratis ini untuk menyaksikan misinya membalas dendam setelah kembali ke masa lalu.
Suamiku Konglomerat Bangkrut
Suamiku Konglomerat Bangkrut
Dalam Suamiku Konglomerat Bangkrut, Ayu harus menghadapi realita pahit saat keluarga suaminya jatuh miskin. Di tengah krisis finansial dan tekanan sosial, billionaire romance ini menguji kesetiaan Ayu saat seorang pria misterius datang menawarkan jalan keluar yang terlarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takdirku Terikat Musuh Serigala
Takdirku Terikat Musuh Serigala
Maeve, putri alfa yang memasuki akademi perang brutal Luperiom, tak pernah menyangka akan terikat takdir dengan Saxon Blackmoor, musuh klannya. Di tengah kebencian turun-temurun dan ancaman perang, ketertarikan terlarang mereka tumbuh, menjadi satu-satunya kekuatan yang mungkin menyelamatkan mereka berdua.
Pisau Dapur, Pisau Balas Dendam
Pisau Dapur, Pisau Balas Dendam
Seorang “Raja Memasak” Leon Kennedy, hancur berantakan setelah istrinya meninggal di kecelakaan mobil. Depresinya yang dalam membuatnya kehilangan semuanya termasuk rumah, hanya bersisakan anjingya, Dante. Hingga seorang pemilik restoran memperkerjakan dia, namun di dapur dia menerima banyak hinaan dari seorang asisten koki eksekutif bernama Bryan. Leon tetap berusaha untuk merendah sampai akhirnya seorang pebisnis licik bernama William mengancam restoran itu dan Leon akhirnya mengeluarkan keahlian dan seni memasaknya. Sayangnya, kejayaan itu nggak bertahan lama. Bryant yang iri memfitnahnya, dan William yang penuh dendam tega membunuh Dante. Setelah mengalami kehilangan lagi, Leon yang penuh luka akhirnya mengangkat pisaunya, haus akan balas dendam.
Saya Tidak Sengaja Menyewa Suami Miliarder
Saya Tidak Sengaja Menyewa Suami Miliarder
Dalam nasib yang berbeda, Emma, ​​​​seorang wanita yang sedang berjuang, mempekerjakan Oliver, seorang miliarder, untuk menyamar sebagai suaminya. Apa yang dimulai sebagai hubungan pura-pura dengan cepat berubah menjadi romansa nyata saat Oliver jatuh cinta pada Emma. Namun, Emma dikutuk dan tidak bisa jatuh cinta, dihantui oleh pria misterius dalam mimpinya. Saat cinta mereka semakin dalam, rahasia Oliver mengancam untuk menghancurkan hubungan mereka, dan Emma bertanya-tanya: siapakah pria yang menghantui mimpinya, dan bisakah mereka mengatasi rintangan untuk bisa bersama?
Permainan Naik Pangkat
Permainan Naik Pangkat
Setelah sembuh, Nina pura-pura buta ingin melamar, tapi pacarnya selingkuh dengan sahabatnya. Dengan marah, ia malah mencium sahabat sang pacar, tidak sangka pria itu diam-diam mencintainya.