Logo
Suamiku Dingin, Hatinya Beku
Suamiku Dingin, Hatinya Beku

Suamiku Dingin, Hatinya Beku

74 Bab
Tamat
Dalam novel Suamiku Dingin, Hatinya Beku, Aurora terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Adam, seorang pengusaha yang menutup diri. Di tengah sikap dingin suaminya, kehadiran pria lain menguji kesetiaan Aurora. Baca kisah billionaire romance novels ini di platform web novel kami.
Bab 1 dari Suamiku Dingin, Hatinya Beku

Adam berdiri di ambang altar, setelan jas hitamnya membalut tubuh tegapnya dengan sempurna. Lampu kristal memancarkan cahaya keemasan, memantul pada ornamen-ornamen mewah di seluruh aula resepsi hotel bintang lima itu. Gemuruh obrolan para tamu, dentingan sendok pada piring porselen, dan alunan musik klasik yang lembut, semuanya seharusnya menciptakan suasana kebahagiaan. Namun, bagi Adam, semua itu terasa seperti simfoni neraka yang mengiringi upacara pengorbanan dirinya. Matanya lurus ke depan, kosong, tak sedikit pun berpaling pada Aurora, sosok anggun di sampingnya yang kini resmi menyandang nama belakangnya.

Aurora. Gadis itu mengenakan gaun putih bak putri di dongeng, kain brokatnya menjuntai anggun hingga menyapu lantai, detail payet dan mutiara menghiasinya dengan indah. Rambut hitamnya digelung rapi, menyisakan beberapa helai ikal lembut membingkai wajahnya yang dipulas riasan tipis, menonjolkan mata indahnya yang kini memancarkan keraguan sekaligus harapan. Ia mencoba tersenyum, berulang kali melirik Adam, berharap secercah kehangatan, atau bahkan sekadar pengakuan akan keberadaannya. Namun, Adam tetap diam, seolah Aurora hanyalah patung porselen tak bernyawa di sampingnya.

Bagi Adam, pernikahan ini adalah penutup paksa dari babak hidupnya yang penuh warna, diisi dengan ambisi dan pengejaran karier tanpa henti. Usianya baru 32 tahun, puncak kejayaan sebagai seorang arsitek muda yang karyanya mulai diperhitungkan. Ia seharusnya merayakan setiap proyek besar yang ia selesaikan, menikmati kebebasan yang ia genggam erat setelah bertahun-tahun berjuang. Namun, kebebasan itu kini terenggut. Terenggut oleh sebuah janji yang pernah diucapkan ayahnya di masa lalu, sebuah ikatan bisnis yang disepakati sebagai "perjodohan" bagi anak-anak mereka. Dan sialnya, ia adalah satu-satunya putra yang harus menanggung konsekuensinya.

"Adam, ini demi kebaikan kita semua. Perusahaan membutuhkan stabilitas," suara berat ayahnya, Pak Dirgantara, masih terngiang jelas di telinganya. Kalimat itu diucapkan dengan nada otoriter, tak terbantahkan, seolah nasib Adam hanyalah bidak catur dalam permainan bisnisnya. "Aurora itu gadis baik-baik, anak Pak Wijaya. Keluarganya terpandang, silsilahnya jelas. Apa lagi yang kau harapkan?"

Apa lagi yang ia harapkan? Adam mendengus dalam hati. Ia berharap cinta. Harapan yang dulu pernah ia miliki, dan kini hancur berkeping-keping. Nama Clara muncul dalam benaknya, memicu rasa sakit yang familiar. Clara, cinta pertamanya, belahan jiwanya, wanita yang dulu ia kira akan menemaninya hingga tua. Kenangan tentang tawa Clara yang renyah, sentuhan tangannya yang lembut, janji-janji masa depan yang mereka rajut bersama. Semua lenyap dalam semalam, saat Adam menemukan Clara di pelukan pria lain, di apartemen mereka sendiri. Pengkhianatan itu merobek-robek jiwanya, meninggalkan luka menganga yang tak pernah sembuh sempurna. Sejak itu, Adam bersumpah, tidak akan pernah lagi membuka hatinya. Ia tak akan membiarkan dirinya rapuh, tak akan membiarkan orang lain memiliki kekuatan untuk menghancurkannya lagi. Cinta itu hanya ilusi, jebakan yang mematikan.

Karena itulah, ketika ayahnya menyebutkan perjodohan, Adam menolak keras. Ia tak butuh wanita. Ia tak butuh cinta. Ia hanya butuh pekerjaannya, kesibukan yang membuatnya lupa akan sakit hati, lupa akan kehampaan. Namun, Pak Dirgantara tidak pernah menerima penolakan. Pria tua itu menggunakan segala cara, bahkan ancaman untuk mencabut semua akses Adam ke proyek-proyek penting, hingga memblokir aset-asetnya. Adam, yang selama ini selalu patuh, akhirnya menyerah. Lebih karena lelah berdebat daripada setuju.

Dan di sinilah ia sekarang, berdiri di altar ini, mengenakan cincin di jari manisnya, berpasangan dengan wanita yang tak dikenalnya, tak dicintainya. Sebuah lelucon pahit yang harus ia telan.

Aurora di sampingnya merasakan aura dingin yang memancar dari Adam. Hatinya mencelos. Sejak awal pertemuan mereka yang canggung, ia sudah bisa merasakan penolakan itu. Adam tak pernah menatapnya lama, tak pernah berbicara lebih dari sepatah dua patah kata, selalu menjaga jarak. Aurora tahu ini perjodohan. Ia juga tahu Adam dipaksa. Ia bahkan sempat mencoba untuk menolak.

"Maaf, Ayah, tapi aku tidak bisa menikah dengan orang yang bahkan tidak mengenalku," Aurora memberanikan diri suatu malam, setelah makan malam formal dengan keluarga Adam yang terasa mencekam. "Aku ingin menikah karena cinta, karena pilihan."

Ayahnya, Pak Wijaya, yang dikenal sebagai pengusaha baja yang disegani, hanya menghela napas. "Aurora, ini bukan tentang cinta semata. Ini tentang stabilitas bisnis, tentang masa depan kita. Keluarga Dirgantara adalah mitra penting kita. Kau tahu, Ayah tidak bisa menolak permintaan Pak Dirgantara."

Aurora tahu betul. Ia adalah putri tunggal, dan satu-satunya yang diharapkan bisa meneruskan kejayaan keluarga Wijaya. Ayahnya selalu mendidiknya untuk bertanggung jawab, untuk selalu memikirkan kepentingan keluarga di atas segalanya. Dan perjodohan ini, meski menyakitkan, dianggap sebagai bagian dari tanggung jawab itu. Aurora yang lembut, yang selalu patuh, akhirnya tak punya pilihan. Ia hanya bisa berdoa. Berdoa agar Adam, sang suami paksa, suatu hari bisa melihatnya, menerimanya, bahkan mungkin... mencintainya. Ia tahu itu adalah harapan yang sangat tipis, tapi setidaknya, ia ingin membangun rumah tangga ini perlahan, setapak demi setapak.

Namun, harapan itu langsung runtuh bahkan di hari suci ini. Sepanjang upacara, Adam tak sekalipun menatapnya. Tak ada senyum simpul, tak ada genggaman tangan hangat, tak ada bisikan manis seperti yang ia lihat di film-film romantis. Saat ijab kabul diucapkan, suaranya datar, tanpa emosi. Saat tiba waktunya bertukar cincin, tangannya bergerak cepat, seolah ingin segera menyelesaikan formalitas yang menyebalkan ini. Dan kini, saat mereka berdiri di depan ratusan pasang mata, Adam masih tak peduli.

Aurora merasa seperti boneka yang dipajang, hanya objek tanpa perasaan. Rasa malu dan sakit hati menusuk-nusuk dadanya. Ia ingin menangis, berteriak, lari dari semua ini. Tapi ia tahu ia tidak bisa. Ia harus tetap tersenyum, berpose untuk foto-foto yang akan mengisi album kenangan yang ia tahu takkan pernah mereka buka bersama.

Pesta usai menjelang tengah malam. Kaki Aurora terasa pegal, senyumnya kaku, dan hatinya terasa hampa. Adam tak pernah meninggalkannya sendirian di panggung, itu saja satu-satunya hal yang bisa ia syukuri. Tapi interaksi mereka nol. Ia hanya berdiri di sana, seperti penjaga, bukan seorang suami.

Ketika mereka akhirnya tiba di suite pengantin yang mewah, suasana canggung itu semakin pekat. Ruangan itu disulap romantis dengan kelopak mawar di lantai, lilin beraroma, dan sebotol sampanye dingin di atas meja. Ini seharusnya menjadi malam yang indah, malam pertama bagi sepasang suami istri yang baru saja mengikat janji. Tapi yang ada hanyalah kebisuan yang memekakkan telinga.

Aurora melepas tiara dari kepalanya, membiarkan rambutnya tergerai. Gaun pengantinnya yang berat terasa menyesakkan. Ia melirik Adam, yang sudah melepas jasnya dan melonggarkan dasinya, berdiri di dekat jendela, menatap ke luar kota yang berkilauan. Punggungnya tegap, seolah ada dinding tak terlihat yang melindunginya dari sentuhan dunia luar.

"Aku... aku akan membersihkan diri," Aurora memecah keheningan, suaranya sedikit bergetar. Ia menunggu reaksi Adam, berharap ada respons, anggukan, atau bahkan pandangan singkat. Tapi tidak ada. Adam tetap diam, tak bergerak sedikit pun.

Dengan hati-hati, Aurora melangkah menuju kamar mandi, membawa tas kecil berisi perlengkapan pribadinya. Ia membasuh wajahnya, membiarkan air mata yang tertahan sejak tadi mengalir bebas. Di cermin, ia melihat pantulan dirinya yang rapuh. Ini bukan pernikahan yang ia impikan. Jauh dari kata romantis, jauh dari kata bahagia. Ia sudah menikah, tapi merasa lebih kesepian dari sebelumnya.

Ketika ia kembali ke kamar, mengenakan piyama sutra sederhana, Adam masih di posisi yang sama. Ia tidak bergerak, tidak melirik. Aurora menarik napas dalam, memberanikan diri mendekat.

"Adam...?" panggilnya pelan.

Adam akhirnya berbalik. Tatapannya dingin, tak terbaca. Ada sesuatu yang keras, tak berperasaan, di kedalaman matanya yang gelap.

"Kau tidur di sofa malam ini," katanya, suaranya datar, tanpa intonasi.

Jantung Aurora serasa dihantam palu. Ia menegang. "Apa...?"

"Aku bilang, kau tidur di sofa," ulang Adam, nada suaranya sedikit lebih tajam. "Aku tidak akan berbagi ranjang denganmu."

Mata Aurora memanas. Seluruh tubuhnya gemetar. Ia tahu Adam tak menginginkannya, tapi ia tak menyangka penolakan itu akan sekejam ini. Di malam pernikahan mereka, sang suami menyuruhnya tidur di sofa? Ini lebih buruk dari yang ia bayangkan.

"Tapi... ini kan kamar pengantin..." Aurora mencoba memprotes, suaranya tercekat.

Adam melangkah mendekat, matanya menyorot tajam. "Dengar, Aurora. Pernikahan ini hanya formalitas. Kau tahu itu, aku tahu itu. Jangan berharap lebih. Aku tidak akan pernah menyentuhmu. Aku tidak akan pernah mencintaimu. Jadi, jangan coba-coba memaksakan hal-hal yang tidak ada."

Kata-kata itu bagai belati yang menusuk langsung ke jantung Aurora. Air mata yang sudah ia tahan mati-matian akhirnya tumpah ruah. Ia ingin membantah, ingin berteriak bahwa ia tidak pernah memaksakan apa pun, bahwa ia hanya ingin mencoba. Tapi kata-kata itu tercekat di tenggorokannya. Ia terlalu sakit. Terlalu hancur.

Adam tidak menunggu jawabannya. Ia berbalik, melangkah menuju pintu kamar tidur, membuka kuncinya, lalu masuk dan membantingnya tertutup, meninggalkan suara "klik" kunci yang memekakkan telinga di kesunyian suite mewah itu. Ia mengunci diri, mengurung dirinya dari Aurora, dari "istrinya".

Aurora terdiam, berdiri di tengah ruangan, dikelilingi oleh sisa-sisa dekorasi romantis yang kini terasa bagai ejekan. Kelopak mawar di lantai, lilin yang menyala redup, semuanya menjadi saksi bisu kehancuran hatinya. Rasa dingin merayap ke seluruh tubuhnya, bukan karena suhu ruangan, melainkan karena kesepian yang menusuk tulang. Ia melihat sofa panjang di sudut ruangan, sofa yang akan menjadi tempat tidurnya malam ini. Sofa yang menjadi simbol nyata dari pernikahan tanpa cinta ini.

Dengan langkah gontai, ia mendekati sofa, membaringkan tubuhnya yang lelah di sana. Piyama sutra yang lembut terasa dingin di kulitnya. Ia memeluk dirinya sendiri, berusaha mencari kehangatan yang tak ia dapatkan dari sang suami. Air mata terus mengalir, membasahi bantal sofa. Ia terisak tanpa suara, mencoba meredam tangisnya agar tidak terdengar hingga ke balik pintu kamar yang terkunci rapat itu.

Malam itu, di malam pernikahan Adam dan Aurora, bukan janji-janji manis atau sentuhan kasih yang mengisi udara, melainkan kebisuan, air mata, dan rasa sakit yang mendalam. Sebuah awal dari babak baru yang entah akan membawa mereka ke mana.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Gadis Simpanan
Bukan Gadis Simpanan
Dalam romance modern Bukan Gadis Simpanan, Samantha Walker terjebak obsesi masa kecil milyuner Carl Davidson. Berusaha lepas dari stigma negatif, ia berjuang mengubah statusnya dari sekadar simpanan menjadi istri sah. Baca kisah lengkapnya di billionaire romance novels ini.
Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
Dalam Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero), Pamela harus memilih antara Tirta atau Zero yang kembali membawa obsesi gelapnya. Ikuti kisah romance novel ini saat kebebasan Pamela terancam oleh kuasa billionaire yang posesif. Baca selengkapnya di web novel modern yang penuh intrik ini.
Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
Dalam billionaire romance Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati, Kusuma Hadi tak menyadari identitas asli istrinya, Dewi Nayaka. Setelah hampir mengusirnya, kebenaran terungkap dan mengubah sikapnya. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan cinta mereka di tengah risiko perceraian.
Jebakan Ibu Susu Bayiku
Jebakan Ibu Susu Bayiku
Dalam Jebakan Ibu Susu Bayiku, Elara terjebak intrik Viktor Laxmere demi biaya medis ibunya. Romance novel ini menyajikan perjuangan Elara mengungkap rahasia sang konglomerat di tengah manipulasi. Baca kisah billionaire romance books ini untuk melihat bagaimana ia bertahan dari pengkhianatan.
Mengandung Anak Boss
Mengandung Anak Boss
Siska melamar sebagai sekretaris di perusahaan mewah milik Arga. Namun, dalam billionaire romance novels ini, Arga menawarkan kontrak tak lazim demi menyembuhkan kelainan medisnya. Siska harus memilih antara karier atau tuntutan unik sang bos dalam web novel Mengandung Anak Boss ini.
Nirmala Cinta
Nirmala Cinta
Dalam Nirmala Cinta, Aulia memilih cerai demi menghindari poligami. Kini ia mandiri, namun kehadiran Candra dengan tawaran fantastis mengusik ketenangannya. Aulia harus memilih antara pernikahan baru atau gangguan mantan suami dalam romance novel modern ini, salah satu billionaire romance books terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cium Mawar
Cium Mawar
Enam tahun lalu, Yohan Hutomo pura-pura mengkhianati untuk melindungi masa depan Nelia Wijaya dan pergi. Enam tahun kemudian, Yohan jadi bos gangster, Nelia jadi pengacara top. Karena kasus lama, mereka bertemu lagi. Yohan mengejar istrinya dengan penuh penyesalan. Saat kebenaran terungkap, mereka pun sulit bersatu kembali.
Bahasa Cintaku
Bahasa Cintaku
Sadie terikat secara tak terduga dengan kekuatan mistis yang memberinya kelahiran berulang, namun setiap kebangkitannya menguras energi yang sangat besar. Dia mencintai Nicholas begitu dalam dan rela melindunginya dari bahaya lagi dan lagi. Akan tetapi, Nicholas justru menjadi acuh dan kebal terhadap kematiannya karena kemampuan kebangkitannya. Bahkan, dia membiarkan Sadie menerima ancaman mematikan yang seharusnya ditujukan pada cinta pertamanya. Dengan hati hancur, Sadie menyetujuinya, tapi Nicholas tidak menyadari bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya untuk hidup. Baru setelah Sadie menghilang untuk selamanya, Nicholas diliputi penyesalan yang amat sangat.
Saat Neraka Memanggil
Saat Neraka Memanggil
Setelah terjebak dalam reinkarnasi selama 3.000 tahun, Raja Neraka meninggalkan dunia bawah dalam kekacauan, dengan para pejabat hantu tertidur lelap. Dalam reinkarnasi terakhirnya, dia hidup sebagai seorang pengantar makanan yang berjuang keras, dibebani oleh kemiskinan dan penyakit ibunya. Menyusul serangan jantung fatal yang disebabkan oleh pelanggan yang jahat, dia dibawa kembali ke dunia bawah oleh utusan hantu, di mana dia mendapatkan kembali ingatan dan kekuatannya sebagai Raja Neraka. Hanya saja dia akan tetap di alam bawah atau kembali?
Kembali dari Neraka
Kembali dari Neraka
Dia bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, tapi dia dikhianati oleh istrinya dan dijebak oleh saingannya. Dia tidak hanya dipenjara, juga dijual ke pasar gelap. Saat menghadapi ancaman kematian, dia tiba-tiba menerima warisan misterius...
Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Dorothy, putri kesayangan keluarga Gordon, hidupnya berubah total saat Elissa muncul dengan laporan DNA yang mengklaimnya sebagai pewaris sah. Dorothy difitnah dan dikirim ke lembaga pemasyarakatan hingga cacat. Untuk kepentingan keluarga, dia kemudian dinikahkan dengan Johnny, putra keluarga Ford yang disebut-sebut tunagrahita. Namun, Dorothy terkejut menemukan suaminya sama sekali tidak cacat, melainkan pewaris cerdas Grup Ford. Dengan dukungan dan cinta suaminya, Dorothy bangkit dari penderitaan, mengungkap semua kebohongan, dan setiap pengkhianat akhirnya mendapat hukuman yang setimpal.
Istri yang Terbuang
Istri yang Terbuang
Setelah dikhianati dan dibunuh oleh suaminya sendiri, Harsa Widayo, Nala Yashin terlahir kembali pada usia 18 tahun dengan satu tujuan: mengubah nasibnya. Ia menggunakan kesempatan kedua ini untuk menggantikan Mandra Yashin, menyelamatkan Raja Surya dari konspirasi, dan memanfaatkan restu Kaisar untuk melawan Keluarga Yashin dan Widayo yang dulu menyakitinya. Saat Harsa Widayo dan Raya Yashin malah menjadi bahan tertawaan, Nala bekerja sama dengan Raja Surya di tengah kekacauan politik, pembunuhan, dan kudeta. Berkat kecerdikan mereka, krisis berhasil diatasi, kebenaran terungkap, dan mereka akhirnya bersatu sebagai pasangan.