Logo
Simply, you
Simply, you

Simply, you

30 Bab
Tamat
Dalam Simply, you, Nadyne menjadi pengacara spesialis perceraian demi membalas dendam pada perusak keluarganya. Terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Daniel dari Classic Group, ia memanfaatkan harta suaminya di billionaire romance novels ini untuk menuntaskan misi di tengah skandal besar.
Bab 1 dari Simply, you

Percaya dan takut muncul secara simultan. Nadyne berusaha menghela napas panjang, memberhentikan isakan tangis yang sudah saatnya bermuara. Si tangan kanan dan kiri bergantian mengusap pelupuk. Memberantas segenap kesedihan yang tengah merajai. Bertekad mengakhiri sandiwara rumah tangga, dengan segera memalingkan pandangan pada suaminya.

“Mari bercerai,” tutur wanita itu santai. Wajah sedih hanyut dalam tangis itu sirna, berubah menjadi tajam.

Terperangah. Lawan bicara yang dimaksud sampai mengerutkan dahi. “Apa kau gila?”

Bercerai adalah satu kata yang berbahaya dalam kehidupan berumah tangga. Roh jahat mana yang hinggap di tubuh istrinya.

"Apa aku perlu berteriak agar semua orang dengar?" Kalimat itu membuat Daniel menatap sengit istrinya.

Rika baru saja dimasukkan ke liang lahat. Para tukang gali kubur bahkan masih merapikan tanah untuk menutupi mayat mantan pensiunan guru tersebut. Tanah coklat khas kuburan berceceran hingga mengenai kaki mulus wanita yang barusan mengajak suaminya berpisah. Situasi haru dan tangis yang mengisi area pemakaman, tidak lain bagai abu beterbangan, tak berarti.

"Apa kepergian ibu membuat kamu kehilangan kesadaran?" Tukas suaminya.

Tidak ada kecelakaan yang membuat saraf Nadyne bermasalah kan? Dia begitu berani untuk ukuran seseorang yang baru saja ditinggal ibunya sendiri. Mengajak bercerai tepat di depan pemakaman ibunya yang masih sangat baru.

"Aku, ingatkan. Kita di depan pemakaman ibu, Nadyne Aleena!"

Mertuanya baru saja diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir, tapi istrinya justru asal bicara. Pernyataan anak kurang ajar seketika tersemat dalam diri Nadyne. Tidak beradab dihari penuh duka lara. Meski di titik nadir paling getir, bagi wanita itu di atas awan.

Membisu. Mematung. Tidak muncul reaksi apapun, hanya konsisten menatap suaminya penuh kebencian. Geram.

Dibiarkan tanpa tindakan, suatu jalan yang buruk. Masalah rumah tangga ini dapat menjalar dan menghebohkan area pemakaman yang ramai. Sebelum badai itu menerpa, menerjang rumah tangganya, meluluhlantakkan hubungan diantara mereka, Daniel segera mengalihkan pandangan pada bawahannya.

“Johan, bawa istri saya pergi dari sini!”

“Baik tuan.”

Spontan lelaki bertubuh kekar itu berjalan mendekati istri majikannya. Dengan sigap, Johan memegang tangan wanita itu tanpa ragu. Berniat menggiring nyonya bos.

Usai mendengar ucapan Daniel, tatapan maut itu belum kunjung surut. Sepatah kata juga tidak mewakili perasaan Nadyne. Dia, kehabisan kata dititik terberatnya.

"Cepat pergi!" Titah Daniel, lagi.

Daniel takut pertengkaran diantara mereka memuncak. Ditengah hiruk-pikuknya area pemakaman yang pilu, jangan sampai terjadi keributan. Pertikaian mereka dapat di cap durhaka dan tidak menghormati kepergian almarhumah.

Saat lelaki itu menyuruh pergi untuk yang kedua kali, sudah cukup membuat Nadyne mengalah. Egonya bisa menyetir dia untuk memberontak. Menguak fakta di depan khalayak umum perihal deritanya. Namun, pikiran jernihnya masih tersisa. Bukan karena tidak mampu, sisi kedewasaan patut hadir meski menjerit menahan sakit.

“Lepaskan! saya bisa jalan sendiri,” ungkap Nadyne, sadar adanya tangan yang berniat menuntun.

Johan segera menurunkan kedua tangannya.

Terasa kentara luka di depan mata, menyaksikan surganya telah tiada. Detik ini juga, Nadyne mesti dibawa pergi dari area pemakaman. Sebuah potongan kata dan frasa tidak terlontar secercah pun dari mulut dia. Nyaris semua mata memandang almarhumah ibunya, hanya Nadyne dan Daniel yang saling menautkan tatapan mengerikan.

******

Tarikan napas terakhir mu, adalah kehancuran duniaku.

Sunyi, sepi, senyap. Aroma lavender khas kamar ini tercium pekat. Pemiliknya rutin menambah pengharum ruangan meski masih ada seperempat. Buku-buku dari mulai pendidikan sampai sastra klasik tersusun rapi di rak kayu. Berprofesi sebagai guru, menjadikan Rika sebagai sosok kutu buku. Jika hari libur tiba, ia bisa menghabiskan berjam-jam di dalam kamar untuk membaca buku.

“Aku... benar-benar sendiri,” lirih seorang gadis di atas ranjang berselimut duka.

Nazhira berbaring menghadap ke kanan, dia dapati gorden putih yang menerawang. Menatap haru benda mati dengan pikiran melayang. Berteman dengan luka, gadis itu tampak lemah di atas kasur.

"Semuanya pergi saat aku belum siap dengan kehilangan."

Tangannya memegang erat selimut yang menutupi badan. Rasa sakit kehilangan sosok ibu begitu menyakitkan. Takdir yang tidak bisa siapapun lari darinya, kini harus menimpanya. Jantung hatinya kembali pada pangkuan Ilahi, dia menangis diambang pintu kesakitan.

"Kenapa harus ibu yang pergi?" Lirihnya lagi. Fakta people come and go, sungguh menyayat hati.

Kenapa harus ada datang dan pergi. Kenapa perpisahan begitu menyesakkan dada. Kenapa tetesan air dari telaga mata kian melumuri. Kenapa batin ini terasa disiksa. Kenapa Tuhan mentakdirkan perpisahan. Dan, kenapa harus ibu.

Mereka berpikiran sempit ketika ujian menyapa. Mereka egois, enggan berkaca. Ya, mereka manusia dengan sepaket kekurangan. Kekurangan yang mewujudkan rasa ingin segalanya. Kekurangan yang melupakan filosofi diri mereka sebagai hamba. Mereka, begitu.

Hakikat kehidupan yang fana seperti bualan. Mereka merasa memiliki hingga sulit melepaskan. Pada akhirnya, mereka terluka karena dirinya sendiri.

“Kakak, akan selalu bersamamu,” respon Nadyne.

Dibalik badan adiknya, dia berdiri menyaksikan adegan saat ini. Derasnya air mata terlihat jelas membasahi bantal. Adiknya membanjiri bantal mendiang sang ibu dengan buliran bening yang tak kunjung putus.

“Aku tidak percaya lagi ucapan manusia. Mereka selalu berkata begitu, pada akhirnya meninggalkanku juga."

Rasa sakitnya luar biasa menyebar, ucapan kakaknya bak buih dilautan. Ibu seminggu yang lalu pun berucap demikian, pada ujungnya pergi tanpa pamit. Bagi Nazhira, kalimat tersebut hanya omong kosong. Lagi-lagi, dia harus sendiri. Sendiri menjalani sisa hidup tanpa ibu, yang tak terganti.

"Ra, kamu tidak bisa terus seperti ini."

“Ayo keluar, ada banyak orang ingin bertemu."

Menjengkelkan. Nazhira merasa kakaknya keterlaluan. Seolah Nadyne tidak memberi ruang untuk dirinya yang tengah larut dalam duka. Menyuruh keluar dari kamar dan bertemu orang-orang yang pasti akan menjadi support system dalam sekejap. Menonton peran para manusia yang tiba-tiba ikut berkabung dan meneteskan air mata. Nazhira enggan bersandiwara di depan mereka.

“Tinggalkan aku sendiri. Kakak hanya peduli pada kedatangan mereka yang seakan merasakan kehilangan ini. Mereka tidak lain hanya berpura-pura.” Bukan Nazhira namanya jika tidak bermulut pedas.

Meski kesedihan melanda, masih sempatnya gadis itu berprasangka negatif pada orang lain. Sehebat apapun rasa sakit yang meruntuhkannya kini, tetap tidak layak bibir manisnya berbicara buruk.

“Kamu selalu pandai menilai orang lain, Ra. Sayangnya, kamu tidak mampu berkaca.”

******

“Hari ini kita pulang,” ucap Daniel dari balik cermin. Pria bertubuh kekar dengan tinggi ideal sibuk memasangkan dasi.

Tangan Nadyne yang telaten merapikan tempat tidur terjeda seketika. Jalan pikir wanita itu spontan berkeliaran. Penuturan kata suaminya sukses menampilkan sisi jahat manusia. Baru sehari mereka tinggal di rumah mendiang Rika, namun Daniel telah mengajak istrinya kembali ke rumah mereka. Tidak ada yang lebih kejam dari pria seperti Daniel, itulah sebutan dari istrinya sekarang.

“Pulanglah sendiri, aku akan tinggal di sini.” Intonasi datar terdengar sempurna.

Nadyne enggan menjawab dengan nada tinggi, meski dia mampu. Energinya telah terkuras habis.

Jawaban yang enggan didengar. Daniel spontan menghentikan aktivitasnya, dia berbalik badan dan langsung berjalan cepat menuju sumber suara. Derap langkahnya terdengar kesal ketika menghentakkan lantai. Pria bersetelan kemeja putih tersebut terus berjalan hingga tepat di samping istrinya.

“Kalau aku bilang pulang, ya pulang!” Tegas Daniel. Kedua bola matanya tidak pernah menatap teduh sang istri.

Wanita berambut panjang itu tidak menggubris, dia hanya membereskan tempat tidur yang berantakan bak ditimpa gempa. Mengusap lembut tiap bagian seprei agar terlihat rapi walau nantinya berantakan lagi. Mata Daniel mengikuti tiap gerakan sang istri, membisu untuk waktu yang lama. Padahal, pria itu sudah berada di sampingnya dengan menegaskan satu kalimat. Lantas, reaksi lawan tidak berubah.

“Apa kamu tidak mendengarkanku?”

Nadyne tetap menyelesaikan tugas. Masih berporos pada satu set ranjang dengan kasur berukuran sedang.

“Nadyne Aleena!” Teriak Daniel.

Telinga wanita itu sempat berdenging. Hampir saja gendang telinganya rusak karena suara keras dan jarak mereka cukup dekat. Dengan segera, Nadyne pun mengalihkan pandangan pada tersangka yang nyaris merusak titipan Tuhan.

“Banyak orang di rumah ini. Kamu mau buat keributan?”

Sanak keluarga Rika menginap di rumahnya. Begitu banyak keluarga yang masih larut dalam duka, sulit melepaskan almarhumah. Setidaknya, mereka ingin menemani penghuni rumah meski sebentar. Menjadi pelipur hati, walau tak akan pernah terganti.

Teriakan seorang suami dari dalam kamar akan memancing asumsi. Beberapa argumen negatif bisa mencuat, karena pasangan suami istri berdiam di dalamnya. Nadyne takut keluarganya khawatir tentang rumah tangga yang baru jalan setengah tahun. Takut mereka mengetahui fakta dibalik serasinya mereka di depan umum. Takut, sebuah rahasia terbongkar. Takut sekali.

“Seharusnya kamu jawab, agar aku tidak berteriak.”

Memejamkan mata sejenak, lalu menatap suaminya dengan seksama. “Aku sudah bilang akan tetap di sini.”

“Kita, punya rumah Nadyne.”

“Ibu baru meninggal kemarin.” Nadyne mengingatkan. Jangan sampai suaminya amnesia mendadak.

“Kamu bisa berkunjung lagi nanti.”

"Cepat bereskan. Kita bersiap pulang!"

Berusaha sekuat tenaga menetralkan gemuruh di dada. Biasanya wanita itu tidak banyak bicara, tapi kondisi sekarang memaksa. Mencoba menyadarkan Daniel, sosok keras kepala yang tiada tanding. Di pagi buta bersetelan baju tidur, dia harus berseteru dengan manusia yang ibunya jodohkan enam bulan lalu. Alur yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, kini justru sedang dirasakan. Menuangkan simpati sedikit saja, sesulit itukah bagi Daniel.

“Kita memang tidak cocok dari awal,” ungkap Nadyne seraya menggelengkan kepala.

“Lihatlah, kamu sudah berpakaian rapi hendak ke kantor. Padahal, mertua kamu baru berpulang kemarin.” Menilik pakaian khas kantoran menempel sempurna pada tubuh pria itu.

“Tidah usah terlalu jauh memikirkan apa kata orang, anak kecil pun akan heran atas perilaku kamu.” Hebatnya Nadyne masih konsisten berbicara dengan nada santai, tanpa volume keras.

Diam tidak berkutik, Daniel pun sadar betul kelakuannya. Namun, dia percaya diri mempertahankan pandangannya tanpa merasa bersalah. Menyimak hingga akhir akan bermuara ke mana keluh kesah istrinya.

"Apa kamu sebut diri kamu manusia?"

Deg. Daniel tersinggung dianggap tidak memiliki hati nurani. "Nad...."

Tangan Nadyne mengisyaratkan suaminya agar diam. Menarik napas dalam-dalam, menghembuskannya perlahan. Merasakan setiap hembusan yang kian sesak. Mata berkaca-kaca, memberi sinyal tentang lelahnya diri. Tatapan penuh makna tersirat di sana.

“Daniel, mari bercerai."

Denganmu, hanya mengukir luka tanpa jeda- Nadyne.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Belenggu Cinta
Belenggu Cinta
Dalam novel romantis Belenggu Cinta, seorang istri memutuskan untuk melakukan aborsi dan mengakhiri pernikahan dinginnya dengan miliarder Yohan Suharso setelah memergokinya bersama wanita lain. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangannya lepas dari utang budi sepuluh tahun.
BENIH PRESDIR LUMPUH
BENIH PRESDIR LUMPUH
Dalam novel BENIH PRESDIR LUMPUH, Fiona terjebak pernikahan paksa dengan pria difabel. Sebagai anggota geng, ia menyusun rencana licik demi perceraian. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform webnovel kami, pilihan tepat bagi pencinta romance stories yang penuh intrik.
CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
Temukan kelanjutan novel romantis CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu. Renee yang tunarungu memutuskan pergi setelah tiga tahun diabaikan oleh suaminya, Arvin. Namun, sang miliarder menolak bercerai sebelum Renee melahirkan anak kedua. Baca novel online ini untuk mengikuti konflik mereka.
Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
Dalam Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi, Cathryn menceraikan suaminya yang selingkuh demi memulai hidup baru. Billionaire romance novel ini mengisahkan perjuangan Cathryn melepaskan masa lalu saat seorang taipan melindunginya, menjadikannya salah satu fiction books yang penuh intrik.
Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
Dalam Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru, Indri terlahir kembali untuk membalas pengkhianatan Galvin. Ia setuju bercerai demi menyelamatkan reputasi selingkuhan suaminya, namun dengan syarat menguasai seluruh aset. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti misi balas dendam di web novel terbaru.
Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
Dalam Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah, Zahara dikhianati hingga tewas. Kini ia terlahir kembali sebagai putri konglomerat untuk membalas dendam. Baca romance novel penuh intrik ini sebagai salah satu fiction books pilihan yang mengungkap kekejaman dunia billionaire.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Begitu Pergi dari Rumah, Dia Berubah
Begitu Pergi dari Rumah, Dia Berubah
Di kehidupan sebelumnya, Sindy memberikan segalanya untuk pastikan masa depan ayah dan ketiga kakak laki-lakinya cerah. Waktu keluarga itu akhirnya sukses, kakak perempuan Sindy kembali dan merebut kasih sayang mereka semua. Saat membuka matanya lagi, Sindy kembali ke waktu orang tuanya baru saja bercerai. Di kehidupan ini, dia memilih untuk ikut ibunya yang menikah lagi dan pindah ke Keluarga Surya.
Daisy Tucker dan Pria Kota
Daisy Tucker dan Pria Kota
Setelah pernikahan mendadak, gadis desa bernama Daisy mendapati dirinya menikah dengan bos barunya, Hamilton Smith, pemilik Smith Media. Namun, kesalahpahaman dan intrik dari wakil presdir jahat Hamilton, Bianca, mengancam untuk menghancurkan hubungan mereka sebelum mereka sempat saling mengungkapkan cinta mereka.
Sebagai Ayah, Sebagai Jenderal
Sebagai Ayah, Sebagai Jenderal
Setelah sepuluh tahun berperang, Henry sang jenderal kembali dengan kemenangan. Namun, yang disambutnya justru pengkhianatan terkeji: putri kandungnya ditukar dan difitnah oleh anak angkatnya sendiri, hingga terkapar sekarat di rumah bordil. Murka yang membara mendorongnya menuntut balas. Dimulai dari pembersihan di dalam rumah tangganya sendiri, kemudian mengguncang istana, dia berhasil mengungkap pengkhianatan kaisar yang menjadi dalang di balik semua rencana jahat itu. Badai balas dendam seorang ayah pun melanda, merambat dari kediamannya menuju istana, dan akhirnya menyapu seluruh negeri.
Cinta Ini Telah Habis
Cinta Ini Telah Habis
Suaminya mengirimnya ke akademi "kebajikan wanita" ilegal demi selingkuhannya.
Ayahku Adalah Pahlawan Besar
Ayahku Adalah Pahlawan Besar
Jevan yang sebenarnya berkuasa tidak memamerkan kuasanya pada keluarganya selama ini. Dia hanya ingin mewujudkan mimpi ibunya agar keluarga mereka bisa sukses. Jevan yang sudah sukses dibaliknya, membiarkan adik tirinya Leo untuk dinobatkan sebagai orang yang sukses. Namun adik tirinya dan keluarganya mengucilkan dan menghinanya. Jevan pun akhirnya mencabut kembali penobatannya dan memutuskan hubungan dengan keluarganya. Di sisi lain, ia yang telah punya anak yang dia besarkan sendiri, akhirnya bertemu dengan ibu anak itu setelah 5 tahun tidak bertemu. Namun, wanita yang dicarinya selama ini juga mengalami penderitaan dan beradu paham dengan keluarganya mengenai pernikahan, pekerjaan, tahta, integritas dan juga jabatan. Jevan yang melihat itu mencoba membantu menyelesaikan masalah Riana, ibu bela dan mencoba mendapatkannya kembali.
Saat Genting, Kamu Pilih Dia!
Saat Genting, Kamu Pilih Dia!
Rosa Kartono, demi punya anak dari suami Kamal Setyo, tetap jalani operasi meski ada risiko jantung, tanpa tahu Kamal sudah selingkuh dengan Kayla Kumar, praktikan anestesi. Saat operasi, Kayla sengaja pakai obat anestesi salah, Kamal melihatnya dan berhenti menyelamatkan, ingin lepas tanggung jawab. Di saat kritis, mantan pacar Rosa, ahli jantung Jefri Hutomo, pulang tepat waktu dan menyelamatkan Rosa. Rahasia terbongkar, Kamal ketahuan egois dan penuh intrik, kena boikot industri medis, lalu bercerai dari Rosa. Setelah sembuh, Rosa menerima lamaran Jefri, hidup bahagia dan baru.