Logo
Siapa Yang Menghamili Istriku?
Siapa Yang Menghamili Istriku?

Siapa Yang Menghamili Istriku?

55 Bab
Tamat
Dalam novel Siapa Yang Menghamili Istriku?, seorang suami terjebak dalam misteri kelam saat mencari kebenaran di balik pengkhianatan pasangannya. Telusuri kisah romance modern penuh intrik ini melalui webnovel yang mengungkap rahasia terlarang dan konsekuensi dari sebuah pilihan sulit.
Bab 1 dari Siapa Yang Menghamili Istriku?

"Kalian masih belum dapat kabar baik, ya? Padahal sudah lima tahun, lho."

Suara Bu Elsa terdengar ringan-nyaris seperti basa-basi, tapi ucapannya menancap tepat di dada Zahra.

Zahra menelan ludah, mencoba mempertahankan senyumnya.

"Iya, Ma. Kami masih berusaha..." jawabnya pelan.

Belum sempat suasana reda, Ferlin, adik ipar Zahra, menyambar, nada geli terdengar jelas.

"Di keluarga kita sih nggak ada yang susah punya anak. Aku aja, begitu nikah langsung hamil. Mungkin Ferdi juga, kalau nggak dicegah, istrinya udah hamil juga tuh."

Zahra meremas jemarinya di pangkuan. Napasnya mulai terasa berat, tapi ia tetap berusaha tenang. Ruang tamu yang harusnya terasa hangat, kini berubah menjadi medan tekanan. Sunyi tapi menyesakkan.

"Iya, mungkin kamu perlu diperiksa lebih lanjut, Ra," Bu Elsa menambahkan, sambil tertawa kecil. Tatapannya tajam tapi terselubung manis. "Siapa tahu ada yang perlu diperbaiki."

Zahra melirik ke arah Fadlan. Harapannya sederhana: suaminya membela. Tapi Fadlan sibuk mengobrol dengan Pak Arya, pura-pura tidak mendengar. Seolah dirinya tak sedang duduk di tengah serangan pasif-agresif.

Dengan napas tertahan, Zahra tetap tersenyum. Tapi kali ini, senyumnya getir.

"Kami sudah periksa, Ma. Dan hasilnya... yang perlu lebih berusaha sebenarnya Mas Fadlan."

Ruangan langsung senyap beberapa detik. Bu Elsa terkekeh, tapi wajahnya tampak terganggu.

"Ah, masa? Dokter bisa salah, lho. Fadlan itu sehat dari kecil. Nggak pernah sakit parah."

"Iya, Ma, tapi yang diperiksa bukan soal itu," jawab Zahra tenang namun tegas. "Dokter bilang, kualitas benih juga pengaruh besar pada peluang kehamilan."

Ferlin menyela dengan tawa kering, mencoba mencairkan suasana.

"Mungkin Mas Fadlan cuma kurang makan yang sehat dan bergizi aja, kali..."

Dan lalu hening. Hening yang berat dan tajam.

Bu Elsa dan Ferlin saling melirik. Fadlan, yang tadi masih santai menyeruput teh, tiba-tiba terbatuk kecil.

Tatapannya mengarah ke Zahra-tatapan peringatan. Tapi Zahra sudah muak. Sudah terlalu lama ia menanggung semua komentar dan tekanan sendiri.

Zahra tak bergeming. Kali ini, biarlah suaminya ikut merasa sedikit saja apa yang ia rasakan.

Pak Arya akhirnya ikut bicara, suaranya tenang tapi tegas.

"Ma, jodoh, pati, dan anak itu rezeki dari Allah. Kita nggak bisa terlalu jauh ikut campur. Yang penting usaha dan tawakal."

"Iya, Yah. Tapi Mama kan cuma nyaranin Zahra untuk usaha lebih keras lagi," Bu Elsa bersikeras, nada suaranya mulai naik sedikit.

Pak Arya tetap kalem.

"Ayah percaya Zahra dan Fadlan sudah berusaha keras. Kalau Allah belum izinkan, ya kita tinggal bersabar, Ma."

Tiba-tiba, pintu depan terbuka. Bude Anin, kakak Pak Arya, masuk begitu saja.

"Lho, kok tegang gini? Lagi ngomongin apa?" tanyanya sambil duduk santai di samping Bu Elsa, adik iparnya.

"Ini lho, ngomongin Zahra dan Fadlan yang belum juga dikasih momongan," sahut Bu Elsa, dengan tawa yang dipaksakan.

Bude Anin tertawa lebar.

"Kenapa nggak bilang dari awal? Di kampung sebelah ada Gus Bokis. Banyak yang berhasil. Ada yang divonis mandul aja bisa langsung hamil, lho."

Zahra menoleh ke Fadlan, berharap kali ini ia akan menolak dengan tegas. Tapi seperti biasa, Fadlan diam. Pandangannya kosong, seolah semua ini bukan urusannya.

Akhirnya, Zahra bicara. Suaranya tenang tapi tajam.

"Maaf, Bude. Saya dan Mas Fadlan lebih memilih pengobatan medis. Kami sudah tahu apa yang perlu dilakukan."

Bude Anin mencibir pelan.

"Jangan sombong, Neng. Usaha itu bisa lewat mana aja. Rezeki itu perlu dikejar, gak bisa nunggu datang sambil duduk termangu. Kalau diam aja itu sama aja dengan menolak rizki. Nanti kalau udah lewat baru nyesel."

"Iya, kenapa nggak dicoba dulu, Ra? Jangan terlalu kaku," sambung Bu Elsa.

Zahra menggigit bibir, jari-jarinya mencengkeram rok. Tapi sebelum ia sempat bicara lagi, Fadlan akhirnya angkat suara.

"Kami akan tetap jalani pengobatan sesuai rekomendasi dokter, Bude. Terima kasih atas sarannya."

Zahra menoleh cepat, agak terkejut. Tapi ada sedikit kelegaan-meski hanya sebentar.

Namun Bude Anin belum selesai.

"Ya udah. Kalau nggak mau dikasih tahu sama orang tua. Anak-anak sekarang memang susah nurut. Semoga aja kalian nggak sampai nyesel nantinya."

Suasana menjadi benar-benar canggung. Tak ada yang bicara. Bahkan Pak Arya hanya menunduk, entah malas terlibat atau terlalu letih dengan drama rumah tangga anaknya.

Tak lama, Fadlan berdiri dan berkata pelan, "Ayo, Ra. Kita pulang."

Zahra mengangguk, tak bicara. Ia berdiri, mengangkat tas kecilnya, lalu berjalan bersama suaminya meninggalkan ruang tamu yang mendadak terasa seperti ruang interogasi.

Dalam perjalanan pulang dengan motor, Zahra duduk diam. Tangannya tak melingkar di pinggang suaminya seperti biasa. Angin malam menerpa wajahnya, tapi tak cukup dingin untuk meredakan panas di dalam dadanya. Ia menatap lurus ke samping, seolah mencoba menahan lautan emosi yang siap meledak. Fadlan bisa merasakan perubahan sikap istrinya. Tapi seperti biasa, ia memilih diam.

Sesampainya di rumah, Zahra langsung turun tanpa sepatah kata pun. Langkahnya cepat masuk ke dalam rumah, membiarkan pintu terbuka begitu saja. Fadlan menghela napas berat, lalu memarkir motor dengan perasaan tak menentu.

Di ruang tengah, Zahra berdiri dengan tangan gemetar, melepaskan kerudungnya dengan kasar. Wajah dan matanya memerah, bukan karena ingin menangis, tapi karena marah yang sudah mencapai puncaknya.

"Kenapa tadi kamu diam aja, Mas?" protes Zahra. Suaranya pelan, tapi tajam seperti pisau yang menyayat.

Fadlan menutup pintu perlahan dan menguncinya. "Aku nggak mau ribut sama Mama, Ra."

Zahra tertawa pendek, getir. "Oh, jadi biar kamu tetap kelihatan anak baik. Dan aku yang harus terus-terusan dijadikan sasaran? Kamu denger sendiri kan tadi mereka bilang apa? Seolah-olah aku ini... mandul, kan?"

Fadlan mengusap wajah. "Aku cuma nggak pengin ada keributan di rumah orang tua sendiri, Ra."

Zahra mendekat, matanya menyala. "Tapi kamu tega membiarkan aku dilecehkan begitu, Mas? Lima tahun. Lima tahun aku disindir, dibanding-bandingkan. Dan kamu selalu... DIAM!" Zahra tak kuasa lagi menahan gejolak dalam dadanya,

"Aku capek, RA," jawab Fadlan, nada suaranya mulai meninggi. "Kamu pikir aku nggak ngerasa bersalah? Aku juga malu, Zahra!"

"Kalau kamu malu, kenapa kamu membiarkan aku terus yang dihina dan salahkan, Fadaln?" Suara Zahra mulai bergetar karena kemarahan yang tak lagi bisa ditahan. "Aku ini istri kamu, Fadlan. Tapi aku merasa seperti orang asing di keluargamu sendiri!"

Fadlan menunduk. "Aku nggak tahu harus gimana..."

"Kamu tinggal ngomong! Satu kalimat, 'Tolong jangan salahin Zahra, ini bukan salah dia.' Sesederhana itu, Fadlan! Tapi kamu nggak pernah punya nyali!" Suara Zahra makin meninggi, dadanya naik-turun.

Fadlan terpaku. Suara Zahra menggema di antara dinding rumah yang dingin.

"Setiap pulang dari rumah orang tuamu, aku selalu merasa kecil dan terhina. Tapi kamu... kamu selalu bilang 'biarin aja,' 'nggak usah dipikirin'. Apa kamu pikir aku ini batu? Aku ini manusia yang punya perasaan? Coba kalau kamu dihina dan direndahkan oleh keluargaku, terus aku diam saja, kamu mau gimana, Fadlan?" Zahra benar-benar lepas kontrol.

Fadlan menggigit bibirnya. "Aku cuma... bingung harus gimana menghadapi mereka."

"Kamu itu keluarga mereka, masa malah bingung?" Zahra makin kesal. Lalu menatap suaminya lekat-lekat. "Kamu itu laki-laki, Mas. Kamu cuma takut jadi anak durhaka. Tapi kamu nggak pernah takut kehilangan aku, istrimu."

Fadlan menegang. Tidak ada bantahan.

Zahra menarik napas panjang, suaranya melemah, tapi lebih dalam. "Aku butuh suami yang berdiri di sampingku, bukan di belakang ibunya. Bagaimana kalu hinaan itu datang dari orang lain, apakah kamu juga akan membiarkannya?"

Zahra berbalik, melangkah ke kamar, meninggalkan Fadlan yang berdiri membeku, diliputi rasa bersalah dan kekosongan yang menggigit.

Ketika Fadlan mengetuk pintu kamar, Zahra justru memberikan ultimatum,

"Kalau kamu belum siap jadi suami, sebaiknya kita tidak perlu tidur bareng, Mas!"

"Zahra...."

"Aku ingin sendirian dulu, Mas!" potong Zahra tegas.

Fadlan hanya bisa pasrah.

Fadlan terlentang di sofa ruang tamu. Lampu sudah dimatikan, tapi pikirannya tetap menyala, penuh sesal dan kekosongan. Di balik pintu kamar yang tertutup, Zahra duduk memeluk lutut di sudut ranjang, matanya kosong menatap gelap. Bukan karena dia ingin menyerah, tapi karena sudah kehabisan tenaga untuk terus berjuang sendirian.

^*^

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Anak Rahasia Sang Presdir
Anak Rahasia Sang Presdir
Dalam Anak Rahasia Sang Presdir, Ariana terjebak menjadi rahim sewaan demi melunasi utang. Setelah bayinya dirampas paksa oleh sang miliarder, ia harus berjuang dalam konflik pengabdian dan perasaan. Baca romance novel ini untuk melihat takdir mereka di web novel modern ini.
Balas dendam
Balas dendam
Dalam novel Balas dendam, Jenni bertransformasi menjadi wanita kuat untuk menghancurkan pengkhianat masa lalunya. Didukung sahabat setianya, ia menjalankan misi pembalasan dalam modern romance penuh aksi ini. Baca kisah selengkapnya di webnovel ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Cinta Romantis Bagaikan Buih
Cinta Romantis Bagaikan Buih
Dalam novel modern Cinta Romantis Bagaikan Buih, Chinta Luna mengambil keputusan besar untuk mengubah namanya menjadi Cahya Arjuna demi memulai hidup baru. Baca novel online romantis ini untuk mengikuti kisah perjuangan dan pencarian cahayanya di tengah rumitnya birokrasi dan perubahan hidup.
Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus
Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus
Dalam novel romantis Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus, seorang gadis sengaja memancing putra tetangga yang suka mengintipnya. Namun, sesi les privat yang menegangkan di kamar berubah menjadi kekacauan saat kakak laki-laki pemuda itu tiba-tiba menerobos masuk. Baca novel online ini sekarang.
I Love You Om
I Love You Om
Dalam novel I Love You Om, Tania mencari cinta pertamanya, Rian, setelah 10 tahun. Namun, Rian tak mengenalinya. Rahasia terungkap saat ia bertemu Bian, sosok yang menyimpan luka masa lalu dan identitas asli yang mengejutkan. Baca romance novel penuh misteri ini di web novel kami.
KIBAS DASTER BUNDA
KIBAS DASTER BUNDA
Dalam KIBAS DASTER BUNDA, Dona menghadapi konflik keluarga saat anaknya jengah melihat penampilannya. Modern novel ini mengisahkan perjuangan ibu rumah tangga melawan masalah finansial dan tuntutan sosial. Baca kisah inspiratif ini dalam koleksi romance stories kami di web novel sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Bersemi Dalam Pelukan Paman
Cinta Bersemi Dalam Pelukan Paman
Pekerja kantoran biasa, Lily Basuki, terbangun di dalam novel melodrama yang baru dibacanya sebagai tokoh utama perempuan. Dia harus menghadapi ketidakpedulian suami, adik angkat bermuka dua, dan keluarga yang tak berpihak padanya. Akhirnya dia memilih melawan dan membongkar kepalsuan mereka. Namun kekuasaan besar sang tokoh utama pria segera mendorongnya ke jalan buntu.
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Cinta dan Kebencian dalam Takdir
Cinta dan Kebencian dalam Takdir
Sebuah insiden merenggutkan cinta Beth dan Eric sebelum pernikahan mereka. Dibutakan oleh hasutan ibunya, Eric yakin Beth telah meninggalkannya, dan benih kebencian pun tertanam dalam hatinya. Enam tahun berlalu, saat Beth kembali ke tanah air dengan putri mereka, Nina, untuk sebuah pengobatan, takdir mempertemukan mereka kembali. Di tengah pusaran konflik dan gejolak cinta yang tak padam, akankah mereka menyembuhkan luka lama, menemukan kembali perasaan sejati, dan menemukan jalan kembali ke pelukan satu sama lain?
Pewaris yang Hilang: Mukjizat Natal
Pewaris yang Hilang: Mukjizat Natal
Dua puluh tahun lalu, Logan kehilangan putranya Troy, dan sejak saat itu tak pernah berhenti untuk mencarinya. Kini Logan yang telah menjadi seorang pengusaha miliarder mendapat kabar keberadaan Troy dan bertekad akan membawanya pulang untuk merayakan Natal bersama. Namun hal itu tidaklah mudah karena Logan harus melewati hadangan orang-orang yang licik, tamak dan haus akan kekuasaan.
Bosku, Ayah Bayiku
Bosku, Ayah Bayiku
Pada malam pertunangannya, Sella Limas melarikan diri dari keluarganya yang memanfaatkannya bertahun-tahun, dan secara tak terduga hamil dengan anak dari Farid Candra, orang terkaya di kota Latfi. Hotel tempat Sella Limas bekerja juga diakuisisi oleh Farid Candra, yang terus mengejarnya. Walau, dia hanya ingin bekerja keras untuk membuktikan kemampuannya, namun dengan kegigihan Farid Candra untuk memenangkan hatinya, Sella Limas akhirnya menyerahkan hatinya. Pada akhirnya, tidak hanya sukses di hotel melalui kerja kerasnya sendiri, ia juga memiliki suami yang memanjakannya tanpa batas.
Tujuh Hari untuk Melupakanmu
Tujuh Hari untuk Melupakanmu
Lima tahun silam, Waylon yang tengah terlunta-lunta ditampung oleh Rita. Demi wanita itu, dia rela melepas hak warisnya yang senilai miliaran dolar. Tanpa sepengetahuan siapa pun, selama lima tahun dia membimbing keluarga Quinn meraih status elit. Ironisnya, di hari pernikahan mereka, Rita justru kabur bersama Xander, saudara angkatnya. Dalam keputusasaan mengejar mobil Rita, Waylon mengalami kecelakaan parah dan berjuang antara hidup dan mati. Sementara Rita sengaja mematikan ponselnya hingga tak bisa dihubungi. Setelah pulih, Waylon menepati janji lama pada kakeknya dengan menikahi Rosie, pewaris sebuah konglomerat ternama, hanya dalam tujuh hari. Pada pesta pernikahan itu, Rita tiba-tiba muncul dan berusaha mendekatinya kembali. Tapi Waylon hanya dengan tenang mendoakan keluarga Quinn kebahagiaan seumur hidup sebelum berbalik pergi untuk selamanya.