Logo
KIBAS DASTER BUNDA
KIBAS DASTER BUNDA

KIBAS DASTER BUNDA

84 Bab
Tamat
Dalam KIBAS DASTER BUNDA, Dona menghadapi konflik keluarga saat anaknya jengah melihat penampilannya. Modern novel ini mengisahkan perjuangan ibu rumah tangga melawan masalah finansial dan tuntutan sosial. Baca kisah inspiratif ini dalam koleksi romance stories kami di web novel sekarang.
Bab 1 dari KIBAS DASTER BUNDA

"Dicukupin, Bun." Mario memberikan bukti transfer uang gajinya kepada Dona - Istrinya - yang selalu mengangguk dan tersenyum mendapat uang masuk setiap bulannya.

"Ok, Yah," ia mengambil ponsel miliknya dan mengecek melalui m-banking.

"Kacau, Bun. Nggak ada naik gaji tahun ini!"

"Nggak pa-pa, sabar, yang penting uang sekolah anak-anak bisa kebayar, 'kan?" Dona beranjak menyiapkan makan malam suaminya.

Ketiga anaknya sibuk di kamar masing-masing, yang tertua bernama Sakura, yang kedua Dimas dan yang ketiga Akasia.

Anak pertama dan terakhir punya nama pohon. Terdengar aneh, tapi punya arti bagus. Dona yang ngotot memberi nama itu. Suaminya ambil andil saat kelahiran Dimas. Akasia paling kecil, sekolah dasar kelas dua beranjak kelas tiga, yang tertua enam belas mau tujuh belas tahun, yang kedua lima belas tahun. Semua lahir secara normal dan bukan di rumah sakit. Tapi di bidan. Bidan turun temurun keluarga Dona alias ibundanya sendiri. Nenek dari ketiga putra putrinya. Selain Gratis, Dona juga mendapat fasilitas mewah di klinik milik ibundanya itu. Jelas, dong.

"Masak apa kamu, Bun?" tanya Mario saat menuju ke meja makan.

"Ayam penyet, Yah. Anak-anak udah makan kok, aku juga udah."

"Bener kamu udah?" tatapan Mario penuh telisik. Dona mengangguk sambil tersenyum.

Flashback dua jam sebelum.

"Punya Akas itu ayam pahanya, Abang ...!" rengek Akasia kepada Dimas yang tak sengaja mengambil ayam bagian paha bawah. Dimas memindahkan ayam itu ke atas piring Akas. Ia mengganti dengan mengambil ayam bagian paha atas.

"Kalau Abang makan ini, boleh?" tunjuk Dimas ke ayam yang sudah ia pegang. Akasia mengangguk. Dimas melirik ke piring kakak perempuannya.

"Diet lo. Makan nasi segitu, sama sayur doang. Udah kurus juga!" tegur Dimas sewot.

"Berisik!" jawab Sakura cuek.

Dona membawa satu mangkuk sop sayur dan ia letakan di tengah meja makan.

"Sayurnya di makan, yes ...." ucap Dona. Sakura mengambil sendok dan memasukan tiga sendok makan sop sayur itu ke piringnya. Berganti Dimas dan terakhir Akasia yang cuma mau makan wortel dan kuah saja.

"Bunda nggak makan?" tanya Sakura.

"Udah tadi. Makan ya kalian. Terus kerjain PRnya, ada 'kan?" Dona menatap satu persatu anak-anaknya. Dua anaknya mengangguk, kecuali si bungsu yang diam.

"Akas," tanya Dona.

"Udah selesai, Bun. Tadi dikerjain pas Bunda lagi ke rumah depan," jawab Akasia. Dona terkekeh dan mengusap rambut putra kecilnya itu.

Dona tersenyum melihat ketiga anaknya makan dengan lahap. Ia melirik ke satu potong ayam bagian dada yang besar. Hanya itu yang tersisa. Ia meneguk ludah dan menyingkirkan piring berisi ayam.

"Ini buat Ayah ya, kalian udah, 'kan?" Dona beranjak dan memasukan piring berisi ayam ke dalam lemari penyimpan makanan. Anak-anaknya mengangguk. Tak lama Akasia menyandarkan punggungnya. Ia melirik ke Dona.

"Kenyang?" tanya Dona sambil menyodorkan gelas berisi air putih untuk Akasia.

"Habisin Akas!" tegur Sakura. Akasia menggeleng.

"Udah ... Bunda aja yang habisin nanti." Dona tersenyum. Akasia beranjak untuk mencuci tangan. Sementara Dona menunggu kedua anaknya yang lain selesai makan.

"Sayur sopnya udah, nih?" lirik Dona. Dimas dan Sakura mengangguk.

"Oke. Buat bunda juga, ya." Dona menggeser mangkuk sop sayur yang hanya tersisa beberapa potongan wortel.

"Kita ke kamar ya, Bun .... " Dimas memeluk leher Dona lalu berganti Sakura yang juga memeluk bundanya itu.

"Oke. PR kerjain ya!" Dona kembali mengingatkan.

"Ya ...." jawab Sakura santai. Dona menatap piring bekas makan Sakura dan Dimas. Ia terkekeh. Dimas mirip dirinya, makan tak bersisa dan rapi. Hanya tulang ayam yang tak mungkin di telan. Sedangkan Sakura mirip suaminya, suka menyisakan makanan.

"Hajarrr ...." lirih Dona sambil memakan sisa makanan anak-anaknya.

Flash back end.

Dona duduk menatap suaminya yang makan dengan lahap juga. Setelah selesai, ia mencuci piring dan mengelap meja makan. Ia berjalan ke kulkas dan menyiapkan bahan makanan untuk esok sarapan pagi.

***

Dona membaca grup sekolah anak terakhir. Kehebohan terjadi karena membahas study tour. Hasil keputusan sekolah, mereka akan berkunjung ke taman binatang terbesar di puncak. Dan masing-masing anak membayar tujuh ratus enam puluh lima ribu. Belum dengan pendamping.

Keributan di grup kembali terjadi karena membahas tentang seragam anak dan pendamping juga. Jika Dona mentotal semuanya berjumlah satu juta dua ratus sekian ... sekian ... sekian.

Ia melihat tanggal terakhir pembayaran jika Akasia harus ikut. Dua bulan lagi. Dona lalu menghitung pengeluaran keluarganya dalam sebulan. Ia mendengkus. Tak ada sisa untuk ditabung khusus uang kegiatan Akasia. Ia melirik suaminya yang sudah tidur pulas. Jam menunjukan pukul sebelas malam.

Kamarnya di ketuk. Dona berjalan dan membuka pintu. Tampak Sakura berdiri dengan wajah cemberut.

"Lho, Kakak kok belum tidur?" Dona menatap Sakura lekat.

"Bunda, aku boleh minta uang jajan lebih nggak buat besok?"

"Berapa?"

"Seratus lima puluh ribu?"

"Eeehhh ...," Dona mengusap tengkuknya. "Buat apa cantik?" lanjut Dona.

"Mau nonton sama temen-temen. Besok kan jumat, mau nonton yang jam tiga sore," jawab Sakura.

"Emang berapa harga tiketnya, bukannya cuma empat puluh ribu?" Dona mencecar dengan cara halus.

"Iya. Tapi Kakak mau ada pegangan lebih Bun, takut temen ngajak jalan lagi atau jajan-jajan. Bisa nggak?" Sakura merengek. Pipinya gembung menunggu jawaban bundanya.

"Seratus ribu cukup?" Dona bernegosiasi.

"Yah Bundaaa .... " Sakura menunduk.

"Hmh ... yaudah, besok pagi ya, sekarang tidur."

"Iya. Makasih Bunda," Sakura berjalan kembali ke kamarnya. Dona menutup pintu. Ia berjalan ke lemari pakaiannya dan membuka dompet bermotif bunga.

Dompet itu khusus ia isi dengan uang untuk kesehatan. Karena mereka tak pakai asuransi jika sakit. Jadi Dona selalu menyisihkan uang setiap bulannya.

***

Pagi menjelang. Dona sudah sibuk di dapur. Ia membuat nasi kuning, kering tempe dan telur dadar yang ia iris tipis.

Suami dan ketiga anaknya menatap Dona.

"Why oh why, sayangku semua?" Dona tersenyum.

"Nasi kuning lagi, Bun? Udah empat hari berturut-turut, lho," tegur Mario.

"Makan aja Ayah. Bersyukur masih bisa sarapan," celetuk Dimas yang beranjak mengambil piring untuk ia dan Akasia. Dimas juga mengambilkan nasi kuning untuk Akas.

"Makan yang cepet, Kas, Abang ada piket pagi." Dimas mengambilkan lauk juga. Dimas dan akan berangkat bersama, dimas selalu mengantar hingga masuk ke kelas. Mereka berjalan kaki karena sekolah Akasia masih di dalam komplek. Setelahnya, baru Dimas berangkat bersama Fadil, teman sekelas sekaligus sahabat sejak kelas dua SMP.

"Bunda nggak sarapan?" tanya Sakura.

"Udah tadi. Nih, lagi ngeteh santai," sahut Dona. Padahal, ia belum sarapan. Seperti biasa, menunggu semua warganya makan dan berangkat beraktifitas, baru ia yang makan.

Dona memberikan uang permintaan Sakura. Putrinya itu tersenyum.

"Kak, Bunda dapat surat dari sekolah, besok rapatnya. Bunda boleh datang?" Sakura diam. Lalu menggeleng.

"Ayah aja ya, Bun. Rapat kenaikan kelas doang kok, Sakura masuk IPA, kemarin pengumumannya. Bunda nggak usah hadir."

"Kenapa? Bunda pingin lho, Kak lihat sekolah Kakak yang selesai renovasi, terakhir bunda ke sekolah kamu pas kamu kelas tiga SMP."

Sakura lagi-lagi diam.

"Ayah aja ya, Bunda, Bunda di rumah aja. Kakak berangkat ya, bye, Bunda!" Sakura mencium punggung tangan bunda dan menuju ke mobil temannya yang sudah menunggu di depan pagar rumah mereka.

Dimas dan Akasia pamit kemudian, terakhir, suaminya sambil melambaikan tangan dari dalam mobil.

Dona berjalan ke dalam rumah dan menatap hidangan yang berformasi seperti biasa. Ia menghabiskan sisa sarapan Sakura dan Mario. Sedangkan Akasia tumben menghabiskan sarapannya.

'Sakura kenapa ya, masa Bundanya nggak boleh ke sekolah.'

Dona berpikir sendiri. Ia akan coba mencari tau jawabannya pelan-pelan.

Bersambung,

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ann The Innocent
Ann The Innocent
Dalam Ann The Innocent, Ann berjuang menghapus label anak pembunuh sambil mengungkap rahasia keluarga. Petualangan gadis lugu ini berubah drastis saat bertemu keturunan mafia dan bergabung dengan ilmuwan untuk memecah kode penting. Sebuah mystery story dan sci fi novels yang penuh intrik.
Bukan Istri Yang Lemah
Bukan Istri Yang Lemah
Dalam Bukan Istri Yang Lemah, Elara berjuang mempertahankan statusnya di tengah skema cerai Vesper. Perebutan harta dan kekuasaan dalam billionaire romance novel ini menguji ambisi mereka. Baca kisah pengkhianatan di modern novel ini melalui platform web novel favorit Anda.
Di Atas Ranjang Tuan Nick
Di Atas Ranjang Tuan Nick
Dalam novel romance Di Atas Ranjang Tuan Nick, Keyla diculik oleh Nick, seorang CEO yang ingin membalas dendam. Setelah pertunangannya hancur, Keyla terjebak menjadi tawanan sekaligus istri sang billionaire. Simak kisah lengkapnya di web novel ini sebagai pilihan read novels online terbaik.
Dream come true
Dream come true
Dalam novel Dream come true, Zefanya berjuang mencari keluarga tulus usai dikhianati Andrew. Kini Andrew, sang miliarder, terjebak rasa bersalah selama sedekade. Baca romance novel ini tentang penebusan dosa di modern novel yang penuh konflik emosional dan pencarian maaf yang sulit.
Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
Dalam Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku, Kirana terjebak kebohongan amnesia Bima demi wanita lain. Romance novel ini mengisahkan misi Kirana membalas pengkhianatan dan mencari kebebasan. Baca online novel penuh intrik ini sekarang di platform web novel.
Gairah Duda Keren
Gairah Duda Keren
Dalam romance novel Gairah Duda Keren, Moreno yang dingin terjebak satu malam dengan Cecil, gadis yang mirip mendiang istrinya. Moreno menuntut pernikahan demi tanggung jawab. Ikuti perjalanan cinta penuh rahasia ini dalam webnovel modern yang bisa Anda baca sebagai free book online.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takdirku Terikat Musuh Serigala
Takdirku Terikat Musuh Serigala
Maeve, putri alfa yang memasuki akademi perang brutal Luperiom, tak pernah menyangka akan terikat takdir dengan Saxon Blackmoor, musuh klannya. Di tengah kebencian turun-temurun dan ancaman perang, ketertarikan terlarang mereka tumbuh, menjadi satu-satunya kekuatan yang mungkin menyelamatkan mereka berdua.
Cinta di Balik Fitnah
Cinta di Balik Fitnah
Putri Keluarga Jiran, Lia Jiran, awalnya adalah teman masa kecil Eron Wadi. Namun, setelah Lia ketahuan sebagai putri palsu dan diusir dari rumah, Eron segera memilih bertunangan dengan putri kandung Keluarga Jiran. Tepat ketika seluruh warganet menyerang Lia, Rex Tyron yang diam-diam mencintainya selama bertahun-tahun segera kembali ke tanah air untuk menemaninya, bahkan memanfaatkan situasi dan mengajukan pernikahan kilat.
Dendam Hati yang Tersakiti (Sulih Suara)
Dendam Hati yang Tersakiti (Sulih Suara)
Alessia pulang ke rumah setelah bertahun-tahun di luar negeri untuk menghadiri pesta pertunangan Lorenzo, adiknya. Kedatangan Alessia yang sedang hamil dan disambut Lorenzo terlihat oleh calon mertua Lorenzo yang melaporkannya pada Sophie, tunangannya. Sophie yang menyangka Alessia selingkuhan Lorenzo melabrak Alessia dan menyeretnya ke pesta pertunangan untuk dipermalukan. Situasi semakin tak terkendali hingga akhirnya Lorenzo datang dan mengungkap kebenarannya.
Pelindung Cilik? Bukan, Dia Bos Besarku!
Pelindung Cilik? Bukan, Dia Bos Besarku!
CEO berhati dingin Chris Preston terancam bahaya akibat persaingan bisnis. Putus asa, ia diperkenalkan pada master legendaris, yang ternyata adalah gadis enam tahun bernama Momo yang butuh pelukan dan es krim. Tingginya tak lebih dari lutut dan memegang boneka usang, Momo tampak tak meyakinkan. Namun, saat ia dengan mudah melumpuhkan pembunuh bayaran terbaik dengan lolipop dan boneka kelincinya, Chris terpaksa menerima kenyataan absurd ini...
Mama Jangan Menangis, Papa Maaf
Mama Jangan Menangis, Papa Maaf
Saat istrinya, Sisil meninggal di rumah sakit jiwa, Wilson tertipu oleh kelicikan Alice dan membawa pulang putri yang salah. Tanpa dia ketahui, istrinya masih hidup, terlahir kembali sebagai pribadi baru yang kejam, Skylar. Dengan tekad membara, Skylar berusaha mengungkap skema pengkhianatan Alice dan melakukan pembalasan dendam atas nama putrinya.
Perpisahan yang Pilu
Perpisahan yang Pilu
Akibat kebakaran besar, Risa (ibu tiri) meninggal saat menyelamatkan Lusi (anak tiri). Jaden (suami) tidak tahu istrinya sudah meninggal, sehingga menimbulkan berbagai kesalahpahaman. Saat kebenaran terungkap, Jaden merasa sangat menyesal.