Logo
Siapa Takut Pengkhianat Cinta
Siapa Takut Pengkhianat Cinta

Siapa Takut Pengkhianat Cinta

70 Bab
Tamat
Dalam Siapa Takut Pengkhianat Cinta, Andini menghadapi pengkhianatan sepupunya sendiri. Di tengah konflik modern novel ini, ia berusaha bangkit bersama Irvan. Namun, Carvian menolak melepaskannya, memicu persaingan dalam romance novel penuh intrik dan perjuangan mencari cinta sejati.
Bab 1 dari Siapa Takut Pengkhianat Cinta

“Gue suka sama lo. Gue mau lo jadi cewek gue!”

Cewek di hadapan Irvan saat ini hanya menatapnya datar. Benar-benar tidak ada ekspresi yang terlihat dari wajah cantiknya, juga kedua mata hitam pekatnya. Irvan sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana sekarang. Dia sudah memerhatikan cewek ini sejak tahun pertama mereka bersekolah, dan sampai sekarang, ketika mereka sudah duduk di bangku kelas tiga dan sebentar lagi akan menjadi siswa SMA, Irvan baru mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaannya.

“Sorry, gue nggak tertarik untuk jadi cewek lo karena gue nggak suka sama lo.”

Jawaban itu membuat Irvan terpaku. Kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Kepalanya tertunduk. Matanya menatap tajam aspal di bawahnya. Sesekali, peluh itu mengalir di pelipis menuju rahangnya. Dadanya bergemuruh. Ralat, sejak awal dadanya memang bergemuruh. Hanya saja, di awal tadi karena gugup, tapi kali ini karena malu dan sedikit kesal akibat ditolak.

Sialan!

Irvan mengutuk cewek itu di dalam hati. Apa yang salah padanya? Tidak, tidak ada yang salah pada dirinya. He’s a good looking guy, he’s a smart guy, he’s a popular guy! There’s nothing wrong with him. It should be... her! Yang salah adalah... cewek itu. Cewek itu menolak pernyataan cintanya? Pernyataan cinta seorang Irvan? Irvan yang selalu dikejar-kejar oleh para cewek?!

This is bullshit! This is nonsense!

Setelah mengatakan jawabannya, cewek berkepang setengah ke belakang itu membungkuk sedikit dan pergi dari hadapan Irvan. Irvan sendiri tidak berusaha mencegah. Rahang cowok itu mengeras dan kepalan tangannya semakin menguat hingga buku-buku tangannya memutih. Bahkan, tanpa Irvan sadari, telapak tangannya mulai sedikit mengeluarkan darah akibat tertancap kuku tangannya.

“Cewek sialan,” bisik Irvan tajam. Kepalanya kini terangkat. Matanya menatap dingin punggung cewek yang sudah menolaknya barusan. Cewek itu kini terlihat berbicara dengan seorang cowok dan keduanya pergi mengendarai sebuah motor. “Cewek sialan!”

Dalam hati, Irvan bersumpah. Dia akan menunjukkan pada cewek itu bahwa keputusannya untuk menolak pernyataan cintanya barusan adalah kesalahan terbesar. Irvan akan membuktikan pada cewek itu bahwa dia sudah kehilangan sebuah kesempatan besar untuk menjalin sebuah hubungan dengan seorang cowok populer seperti dirinya.

“You’ll regret this, you silly girl!”

###

Present, 2018

“Korban ke berapa barusan?”

Irvan menoleh dan tertawa. Cowok itu mengibaskan sebelah tangan dan kembali menyesap kopi susunya.

“Dua puluh lima dalam sebulan ini.”

Carvian menatap Irvan ngeri dan menggeleng. “Nggak takut karma?”

“Why should i? Cewek-cewek itu yang mau sama gue, kok. Mereka yang dekatin gue, nyatain cinta ke gue, dan gue hanya memberikan persyaratan.”

“What? You have some condition for them?”

Irvan menjentikkan jari dan mengangguk mantap. “Jelas! Lo pikir, gue nggak tau kemauan mereka apa?”

“Siapa tau ada cewek yang benar-benar tulus sayang sama lo, Van,” sahut Carvian kalem. “Nggak semua cewek sama.”

“Yang jelas, cewek-cewek itu punya tujuan yang sama. Mereka dekatin gue karena gue ini tampan, karena gue ini berduit. Intinya, buat dipamerin. Terus, kalau gue lengah, mereka bakal bikin kecelakaan. Ujung-ujungnya, gue bakalan terpaksa nikahin mereka, karena mereka cuma mau ngejar uang gue doang.”

Carvian mendesah panjang dan memijat pelipisnya. Cowok itu hanya tersenyum simpul dan menepuk pundak Irvan beberapa kali.

“Look,” kata Carvian dengan nada simpatik. “Gue tau sejarah lo jadi kayak gini. Tapi, cewek yang nolak lo dulu di zaman SMP bukan cewek matre. Jadi, lo nggak punya hak dan alasan untuk judge semua cewek di luar sana hanya menginginkan cowok yang tampan dan berduit doang. Cewek yang nolak lo dulu sama semua mantan lo ini bahkan nggak punya kemiripan sama sekali dari sisi sifat.”

“But still, gue nggak percaya sama yang namanya cewek! Gue mendekati dan memacari semua cewek-cewek itu hanya untuk membuktikan ke cewek sialan yang udah nolak gue itu, bahwa dia udah bikin kesalahan besar dengan menolak pernyataan cinta gue! Bahwa gue ini bisa mendapatkan cewek mana pun yang gue mau dan bisa membuang mereka kapan pun gue inginkan! Dan karena beberapa mantan gue terbukti hanya mengejar uang gue aja, maka gue yakin semua cewek sama aja!”

Carvian lagi-lagi mendesah dan mengangkat bahu tak acuh. Cowok itu mengambil ponsel dan membaca entah apa. Kemudian, senyumnya merekah. Dia menjentikkan jari di depan wajah Irvan, menarik perhatian sahabatnya itu.

“What?”

“Andini ngajak main nanti sepulang kantor. Ikut?”

Irvan nampak berpikir dan akhirnya mengangguk. “Boleh. Cewek lo suka ngambekkan kalau nggak diikutin kemauannya. Gue ogah jadi sasaran ceramahnya dia.”

Carvian hanya menanggapinya dengan tawa.

###

“Lo sayang beneran sama Carvian, Din?”

Pertanyaan Irvan itu membuat Andini menoleh dan mengerutkan kening. Dia mengambil sebuah kentang goreng, mengolesinya dengan saus sambal, lalu menyuapi kentang goreng itu ke mulut Irvan. Carvian sendiri sedang mengantri untuk membeli es krim atas perintah Andini.

“Pertanyaan bodoh macam apaan, tuh? Apa perlu lo tanya lagi?”

Irvan mengangkat bahu tak acuh sambil mengunyah kentang goreng yang baru saja disuapi oleh Andini. “Siapa tau gitu, lo hanya manfaatin Carvian karena dia ganteng dan mapan.”

Andini tertawa dan menggeleng. Dia meminum es lemonnya dan menopang dagu dengan sebelah tangan. “Kenapa? Lo mikirnya semua cewek itu matre dan hanya mengutamakan tampang?”

“Who knows,” jawab Irvan kalem, tapi sanggup membuat Andini berdecak bete dan menyentil kening sahabatnya tersebut.

Sejak pertama mengenal Irvan, Andini tahu kalau Irvan tidak benar-benar ingin mempermainkan hati para cewek yang mendekatinya. Dia tahu sejarah Irvan menjadi seorang playboy dari Carvian, sang pacar. Carvian dan Irvan sudah saling mengenal sejak tahun pertama kuliah dan bersahabat, karena itu, Carvian menceritakan semua hal mengenai Irvan pada Andini, saat keduanya resmi berpacaran dan atas persetujuan Irvan sendiri.

Kalau boleh berkata jujur, Irvan adalah salah satu sahabat terbaik yang Andini kenal. Cowok itu baik hati, tidak pelit, perhatian, peduli pada teman-temannya. Bahkan menurut pengakuan Carvian dan Irvan sendiri, Andini adalah satu-satunya teman cewek Irvan yang sangat dijaga oleh cowok itu. Irvan tidak akan membiarkan orang lain mengganggu Andini. Dan Carvian bersyukur karena Irvan tidak menyamakan Andini dengan cewek-cewek lain yang Irvan anggap matre dan tidak tahu diri.

“Udah saatnya lo berdamai sama masa lalu lo sendiri, Van,” kata Andini. Cewek itu lantas tersenyum lebar saat Carvian kembali membawakan es krim vanilla kesukaannya. Carvian mengusap kepala Andini lembut dan kembali menyantap makanannya sendiri. “Gue rasa, ada alasan dibalik penolakan cewek di zaman SMP lo itu.”

“Alasan? Mungkin karena cowok yang jalan sama dia waktu itu lebih tampan dibanding gue! Juga, karena cowok itu naik motor sport, makanya tuh cewek lebih memilih dia. Tipe cewek matre dan hanya mengandalkan tampang, isn’t she?”

Andini menarik napas panjang dan menjambak rambut Irvan, hingga cowok itu mengaduh dan membalas Andini dengan cara mencubit pipinya.

“Apa yang lo liat, belum tentu itu kebenarannya. Semua hal selalu memiliki kebenaran yang tersembunyi, loh.” Andini menyuapi Carvian dan Irvan dengan es krim miliknya. “For example... siapa tau, dia nolak lo karena sahabatnya ternyata naksir sama lo?”

“Hah?”

Carvian mengacungkan sendok di tangannya ke udara dan sambil mengunyah, dia berkata, “Bisa jadi! Kenapa gue nggak kepikiran, ya?”

“Cewek itu ada dua tipe. Ada yang memendam, ada yang maju tanpa mikirin malu. Nah, mungkin sahabat cewek yang nolak lo itu tipe pemalu. Dia hanya bisa menyukai lo dari jauh, cerita ke si cewek yang nolak lo ini dan akhirnya mutusin untuk nggak menerima pernyataan cinta lo, karena nggak mau sahabatnya bersedih.”

“Kenapa juga dia harus repot-repot ngelakuin hal itu? Yang gue suka itu dia, bukan sahabatnya. Terserah gue mau jadian sama siapa. Seandainya asumsi lo benar, seharusnya sahabatnya tuh cewek bisa menerima dengan hati lapang kalau tuh cewek jadian sama gue.”

“Mungkin cewek itu termasuk tipe orang yang memikirkan dan mementingkan perasaan orang lain ketimbang dirinya sendiri,” sahut Carvian kalem. “By the way, gue bahkan nggak pernah tau siapa nama nih cewek. Lo hanya bercerita tanpa menyebutkan nama.”

“Am i?” tanya Irvan ragu. Carvian dan Andini mengangguk sebagai jawaban. “Hmm... namanya Aulia Serenity.”

“Hah?!”

Carvian dan Irvan sama-sama menoleh saat mendengar seruan Andini. Cewek itu mengerjap dan membiarkan sendok es krimnya mengudara tanpa sempat dia masukkan ke dalam mulut. Wajah dan tatapan kaget Andini membuat Irvan mengangkat satu alis dan bersedekap.

“Kenapa lo, Din?”

“Siapa namanya tadi? Aulia... Serenity?”

Irvan mengangguk, sementara Andini meringis aneh.

“Mmm... gue nggak tau apa ini bisa disebut kebetulan atau emang takdir. Salah satu tujuan gue ngajakin lo berdua makan bareng saat ini adalah, untuk memperkenalkan salah satu sepupu gue yang baru pindah lagi ke kota ini untuk membuka cabang usaha kue dia. Dan... namanya Aulia Serenity.”

Irvan terpaku. Jantungnya kini berdetak kencang. Entah kenapa, wajah Aulia kini mampir di benaknya. Baru saja dia ingin menanyakan maksud ucapan Andini barusan, sebuah suara yang masih sangat Irvan hafal sejak dulu, terdengar. Andini dan Carvian menoleh, pun dengan Irvan.

Lalu, Irvan berdiri begitu saja dari kursinya, ketika seorang cewek dengan rambut pendek sebahu muncul di sampingnya. Keduanya saling tatap. Jantung Irvan semakin berdetak tidak karuan. Kenangan demi kenangan masa SMP nya kini menyeruak ke permukaan. Termasuk penolakan dari cewek di hadapannya saat ini.

“Ah... lo yang dulu gue tolak di halaman samping sekolah. Apa kabar? Lo teman Andini?”

Dia, Aulia Serenity. Masa lalu Irvan.

###

Suasana mendadak canggung.

Andini menarik napas panjang sambil menopang dagu dengan sebelah tangan. Matanya melirik Irvan yang duduk di sampingnya dan Aulia yang duduk di hadapan Irvan. Carvian sendiri duduk di samping Aulia, atas permintaan Irvan. Cowok itu menolak duduk berdampingan dengan Aulia dan Carvian tahu, saat ini suasana hati Irvan sangat buruk. Cowok itu nampak bete dan hanya menatap ke keramaian di sekitarnya tanpa mau menatap ke arahnya, Andini maupun Aulia.

“So, kalian rupanya saling mengenal,” kata Andini, memecah kesunyian.

Aulia, saudara sepupu Andini mengangguk. Cewek itu tersenyum tipis dan menunjuk Irvan. Yang ditunjuk hanya melirik sekilas dan mendengus.

“Dia teman SMP gue, Din.”

“Oh. Gue nggak nyangka, dunia ternyata sesempit ini.” Andini mengangguk dan menarik lengan Irvan, hingga cowok itu bergeser ke arahnya. Andini memeluk lengan Irvan, mendekatkan wajah mereka dan berbisik, “Bisa nggak, sikap lo nggak childish begitu? Nggak banget, sumpah!”

“Ck! What do you expect? What am i supposed to do? Lo juga bakalan bersikap kayak gue, seandainya lo ketemu lagi sama masa lalu lo yang lo anggap menyakitkan, kan?”

“Biasa aja, tuh,” balas Andini dengan nada datar dan menjauhkan Irvan darinya. Cewek itu mendengus dan memerhatikan Aulia yang kini mengobrol dengan Carvian. Aulia nampak santai dan sesekali tertawa dengan topik yang dibawakan oleh Carvian. Keduanya nampak dekat, seperti sepasang sahabat lama yang baru dipertemukan kembali.

Gue nggak tau kalau Aulia bisa ngobrol seriang ini, batin Andini. Cewek itu mengerutkan kening dan berdeham pelan. Entah kenapa, perasaannya sedikit, well, terusik dengan kedekatan Aulia dan Carvian.

Irvan juga rupanya sedang memerhatikan Aulia. Cowok itu menatap wajah Aulia. Wajah yang masih membayanginya selama sepuluh tahun terakhir ini, meskipun dia senang bergonta-ganti pasangan. Entah kenapa, sejak dulu hanya Aulia yang ada di dalam hatinya.

Ah, ralat. Ada seorang cewek lagi yang berhasil menyusup masuk ke dalam hatinya, hanya saja Irvan tidak ingin membiarkan nama cewek itu terlalu menempati ruang di dalam hatinya tersebut. Karena, hal itu sangat tidak etis.

Diam-diam, lirikan Irvan berganti dari Aulia ke arah cewek di sampingnya. Ke arah Andini yang menopang dagu dengan sebelah tangan dan sedang sibuk mengamati ponselnya dengan sebelah tangan yang bebas. Kemudian, bibir cewek itu mengembang, membentuk seulas senyum manis. Irvan berani bertaruh, anime kesukaan Andini sudah update dan cewek itu sedang memikirkan kapan dia bisa segera menyaksikannya.

Ya, selain Aulia, Andini pernah menempati ruang khusus di dalam hatinya. Hanya saja, Irvan tidak akan pernah mengatakan hal itu pada Andini. Di samping mereka bersahabat dan Irvan tidak mau merusak persahabatan mereka, Andini juga sudah memiliki Carvian.

Lalu, kalau Andini tidak bersama dengan Carvian, apa yang akan lo lakuin? Lo akan maju dan memenangkan hatinya? Lo mau Andini jadi milik lo, kan?

Bisikan setan sialan dalam hatinya membuat kening Irvan mengerut. Cowok itu mengusap tengkuknya dan menelan ludah susah payah. Jantungnya berdetak liar lagi dan dia kembali melirik Andini juga Aulia secara bergantian.

Nggak mungkin, lah! Gue anggap Andini sebagai sahabat. Lagian, gue masih suka sama Aulia kalau gue boleh jujur. Dan juga, Andini punya Carvian.

Yakin, lo masih suka sama Aulia? Yakin, lo cuma menganggap Andini sebagai sahabat? Kalau Andini dan Carvian putus, lo senang, kan?

Nggak! Dari dulu, gue masih suka sama Aulia! Bahkan saat gue pacarin mantan-mantan gue, di hati dan pikiran gue masih ada Aulia!

Masih suka atau hanya penasaran?

“DIAM!”

Sambil berseru tegas, Irvan menggebrak meja. Hal itu membuat Carvian dan Aulia serta pengunjung lainnya serempak menoleh ke arah Irvan. Cowok itu berdeham dan menatap sekeliling. Dia memaki dalam hati karena sekarang menjadi pusat perhatian orang lain, akibat perdebatan setan dan malaikat di dalam hatinya.

“Sehat, Van?”

Pertanyaan bernada bete itu membuat Irvan menoleh ke samping. Andini memberinya tatapan super bete sambil mengusap dadanya berulang kali. Irvan sadar, efek dari seruan dan gebrakan mejanya barusan paling berpengaruh kepada Andini, karena cewek itu berada tepat di sampingnya.

“Maaf, Din... gue nggak sengaja.”

Mendengus, Andini kembali fokus pada ponselnya. Cewek itu kemudian melirik Carvian dan Aulia yang kembali berbincang sambil tertawa, seolah-olah hanya ada mereka berdua di tempat ini.

Melihat keterdiaman Andini, Irvan ikut melirik Carvian dan Aulia. Cowok itu mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, hingga buku tangannya memutih. Irvan merasa kesal bukan main sekarang, entah kenapa.

Lo kesal karena cemburu Aulia dekat dengan Carvian, atau karena lo nggak suka ngeliat Andini sedih akibat pemandangan di hadapan kalian saat ini?

Lagi, Irvan mengerutkan kening. Cowok itu melirik Andini lagi dan sahabatnya itu kini bersandar sambil bersedekap. Dia bahkan tersenyum tipis, tapi Irvan yakin itu bukanlah senyuman tulus. Irvan terlalu mengenal Andini untuk tahu bahwa ada sisi-sisi tersembunyi pada diri Andini, yang tidak diperlihatkan cewek itu.

“Wow, kalian akrab banget untuk ukuran orang yang baru saling mengenal. Right, Irvan?”

Irvan hanya diam. Matanya bertemu dengan mata Andini. Itu bukanlah tatapan ramah seperti biasa. Itu tatapan dingin dan sakit yang berbaur menjadi satu. Di sisi lain, Carvian hanya tertawa dan berkata bahwa Aulia adalah pribadi yang asyik dan supel. Mendengar itu, Andini hanya diam dan kembali fokus pada ponselnya, membuat Irvan berdeham keras dan dia berhasil mendapatkan perhatian Carvian.

“Oh, gue nggak tau kalau bersahabat dengan gue bikin lo berada dalam satu kasta dengan gue, Carv.”

Nada dingin Irvan membuat Carvian mengerutkan kening, sementara Aulia hanya menatap datar cowok itu. Kemudian, Aulia menatap Andini yang masih sibuk dengan ponselnya.

“Din, kenapa diam aja?” tanya Aulia bingung. Andini mengangkat wajahnya dari ponsel dan tersenyum.

“Nggak kenapa-napa,” jawabnya singkat.

“Iya, Din. Tumben kamu diam. Biasanya cerewet,” timpal Carvian. “Kebanyakan makan es krim, Din? Apa perut kamu sakit, sekarang? Mau pulang?”

Andini menarik napas panjang dan memijat pelipisnya. Sungguh, dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang. Cewek itu menatap Carvian yang kini berdiri. Pacarnya tersebut mengulurkan tangan kanan sambil tersenyum. Andini diam sejenak dan balas tersenyum. Ini adalah Carviannya. Cowok itu miliknya.

Mendadak, Aulia juga berdiri sambil memegang lengan Carvian. Cowok itu menoleh, membuat senyuman Andini menghilang. Uluran tangan Carvian masih terlihat, tapi Andini tahu bahwa perhatian Carvian kini mengarah pada Aulia.

Lalu, Andini mengerjap saat uluran tangan Carvian ditepis oleh Irvan yang juga berdiri. Ketiganya serempak menatap Irvan yang kini menatap datar Carvian.

“Van? Lo kenapa?” tanya Carvian bingung.

“Andini biar gue yang antar karena gue ada sedikit urusan sama dia. Kenapa lo nggak mengantar Aulia aja?”

Kalimat Irvan itu membuat Andini mengerutkan kening, Carvian menatap Irvan dengan tatapan tidak terbaca, sementara Aulia menunduk.

Situasi mendadak memanas dan semakin canggung.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Benci Membawa Cinta
Benci Membawa Cinta
Dalam novel modern Benci Membawa Cinta, Eleonore Duvall berusaha mengungkap misteri kematian keluarganya yang melibatkan suaminya, Kaelan Ravenswood. Di tengah obsesi dan rahasia masa lalu, ia harus memilih antara dendam atau perasaan. Baca kisah lengkapnya di web novel ini.
Istri Memalukan
Istri Memalukan
Dalam romance novel Istri Memalukan, Yudha menuntut Yasmin tampil sempurna demi status manajernya. Namun, sebuah pengkhianatan muncul saat Yudha tergoda wanita lain. Ikuti kisah modern novel ini tentang pilihan sulit dan harga diri di platform online novel kami.
ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)
ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)
Dalam romance modern ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM), Isabell kehilangan identitas akibat pengkhianatan dan menjadi penari erotis. Damian, sang billionaire, terus mencarinya hingga ke New York. Ikuti perjuangan mereka dalam billionaire romance novels ini untuk mengungkap kebenaran.
Kenikmatan Bercinta
Kenikmatan Bercinta
Dalam Kenikmatan Bercinta, seorang sopir tampan terjebak dalam dinamika rumit antara majikan dan anaknya. Ikuti kisah romance modern ini melalui intrik dan pilihan sulit di web novel yang penuh ketegangan. Sebuah online novel yang mengeksplorasi hasrat dan konsekuensi hubungan terlarang.
KIBAS DASTER BUNDA
KIBAS DASTER BUNDA
Dalam KIBAS DASTER BUNDA, Dona menghadapi konflik keluarga saat anaknya jengah melihat penampilannya. Modern novel ini mengisahkan perjuangan ibu rumah tangga melawan masalah finansial dan tuntutan sosial. Baca kisah inspiratif ini dalam koleksi romance stories kami di web novel sekarang.
Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
Dalam romance novel Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri, Linar memilih bercerai setelah pengkhianatan Dean. Namun, kehamilan tak terduga memaksa Linar mengambil kendali atas takdirnya. Baca web novel ini untuk mengikuti perjuangan Linar menentukan jalan hidup di tengah konflik modern novel yang pelik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Diambil oleh Alpha yang Kubenci
Diambil oleh Alpha yang Kubenci
Sepanjang hidupnya, Desi Sutara tidak pernah tahu apa yang salah pada dirinya. Mengapa dia tidak bisa berubah? Mengapa dia tidak menjadi serigala? Meskipun dia dibenci oleh seluruh kawanannya, Desi setidaknya merasa memiliki pasangan, yaitu sang Alfa... Namun, sang Alfa malah berselingkuh dan memutuskan ikatan pasangan mereka pada ulang tahunnya yang kedelapan belas, bahkan menjadikan musuh terbesarnya sebagai Luna yang baru. Desi pun lari dari rumah sambil menangis. Namun, hanya enam bulan kemudian, ibunya meninggal secara misterius, dan dia diperintahkan untuk kembali oleh Alfa yang baru, yang juga orang yang dia salahkan atas kematian ibunya, yaitu Norman Fendana. Desi bersumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu atas semua yang telah dilakukannya. Namun... Desi merasakan tarikan yang tidak wajar ini pada diri Norman si Alfa itu. Entah bagaimana, Norman juga merasakan hal yang sama. Dia tidak dapat memiliki ikatan pasangan lagi, bukan? Apalagi bersama pria yang paling dia benci?
Setelah Keguguran, Aku Ditinggalkan
Setelah Keguguran, Aku Ditinggalkan
Saat pesta ulang tahun pernikahan Eric dan Grace, tiba-tiba adik tiri Grace, Amanda, mengejutkan semua orang atas tuntutannya agar Grace mengembalikan Eric padanya. Amanda sengaja menyusun rencana untuk mencelakai Grace hingga keguguran. Alih-alih merawat Grace, sang suami justru pergi ke pelukan Amanda. Grace yang akhirnya tertampar realita pun memutuskan untuk menceraikan Eric.
Musang Berbulu Ayam
Musang Berbulu Ayam
Dia dengan baik hati meminjamkan mobilnya selama Tahun Baru Imlek, tetapi dituduh melakukan tabrak lari dan dibacok hingga tewas berdasarkan bukti kuat dari rekaman kamera pengawas. Setelah terlahir kembali, dia berencana untuk menangkap si pembunuh, dan dalangnya muncul kembali sebelum kecelakaan mobil!
Cinta Ini Telah Habis
Cinta Ini Telah Habis
Suaminya mengirimnya ke akademi "kebajikan wanita" ilegal demi selingkuhannya.
Perjalanan Dia Menuju Puncak
Perjalanan Dia Menuju Puncak
Sang tokoh utama melintasi waktu dan masuk ke dalam tubuh Zandi. Saat terbangun, dia mendapati bahwa Zandi sedang dimarahi oleh saudaranya karena gagal lulus ujian sarjana. Namun, dia sama sekali tidak peduli dengan gelar itu, lalu pergi begitu saja. Setelah meninggalkan rumah, Zandi menyelamatkan putri dari Negeri Liando yang terkena serbuk pembius. Semalam setelah kejadian itu, sang putri pergi meninggalkan Zandi, hanya sebuah kantong uang yang ditinggalkannya di sana.
Pilihan Takdir
Pilihan Takdir
Setelah Ibu Yuni meninggal, ayahnya menikah lagi. Sang Nenek meminta untuk membawa Yuni dan adiknya, Leni, untuk diasuh. Demi menjaga citranya, sang Ayah Cuma izinkan satu anak untuk dibawa. Di kehidupan sebelumnya, Leni pilih ikut sang Nenek, tapi dia menjalani kehidupan sederhana. Akhirnya, rasa iri menguasai Leni, membuatnya coba membunuh Yuni, sebelum dia membunuh sendiri. Tapi, mereka berdua terlahir kembali. Kali ini, Leni memilih untuk tetap tinggal bersama Ayahnya...