Logo
Seputih Mawar
Seputih Mawar

Seputih Mawar

86 Bab
Tamat
Dalam novel Seputih Mawar, Dinda terpaksa mengungkap perasaannya saat Shalu melakukan aksi nekat. Meski terhalang realita dalam genre lgbt ini, mereka tetap berbagi cerita di tengah konflik modern. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana mereka mempertahankan rasa meski tanpa kepastian.
Bab 1 dari Seputih Mawar

1. The Tittle    : Seputih Mawar.

  Adinda tak pernah menyangka kalau hatinya yang sedang rapuh akan terbelah oleh kehadiran Shalu. Duda tampan dari negeri seberang yang gigih menunjukkan rasa sukanya tanpa peduli Dinda akan terima atau tidak. Sudah berulang kali Dinda mencoba menjauh namun pada akhirnya menyerah saat tanpa sengaja melihat Shalu kumat penyakit jantungnya, semua karena ucapannya. Dan ketika Shalu menodongkan senjata di kepalanya sendiri, tanpa sengaja isi hati Dinda terungkap.

  Pagi yang dingin karena embun baru saja turun membuat Dinda malas melakukan pekerjaan rumahnya. Dia lebih memilih kembali ke tempat tidur dan masuk dalam selimut bermaksud kembali melanjutkan memejamkan mata. Namun karena tak jua terlelap akhirnya jemari tangannya meraih gawai yang ada di meja kecil samping tempat tidur.

" lt's you!"

Entah kenapa tangannya mengetik kalimat itu pada foto yang di unggah Shalu,tanpa peduli akan di balas atau tidak.Namun hati Dinda merasa ada sesuatu yang membuatnya ingin bertanya.

" Yes."

  Tak di duganya kalau Shalu akan membalas komentarnya.Karena sejak inbox yang pertama kali, Shalu tak pernah lagi lagi membalas inbox dari Dinda.

" Good morning!" sapa Dinda yang mengira kalau di negaranya Shalu saat itu juga sudah pagi.

" Very very morning this time," sahut Shalu. Membaca balasan dari Shalu yang bilang masih terlalu dini untuk di bilang pagi membuat Dinda sadar, kalau ada perbedaan waktu antara dua negara meskipun masih satu benua.

"How time in your place?" tanya Shalu kemudian.

"04.30 am ," jawab Dinda, ada sedikit rasa penasaran di hati nya jam berapa di sana. "And your time?"

" 03.00, and night coming in 20.00 pm," papar Shalu yang memberi tahu kalau waktu malam di mulai jam delapan.Itu berarti jam sembilan lewat tiga puluh menit.

" Sorry!" Dinda mengirim pesan permintaan maaf saat sadar kalau di tempat Shalu bahkan belum tengah malam.

"Why sorry?" tanya Shalu yang heran kenapa Dinda minta maaf.

" Disturb your rest time," jujur Dinda menjawab kalau sudah mengganggu waktu istirahat Shalu.

" Its ok," jawaban pesan dari Shalu,lalu kembali datang pesan selanjutnya, "No problem!"

"Realy?" tanya Dinda tak yakin .

"Yes!" jawaban dari pesan yang di terimanya membuat hatinya lega. Setidaknya Dia tak mengganggu waktu istirahat dari Shalu yang mungkin ingin memejamkan mata.

" Thank you!" pesan yang kembali datang membuat keningnya berkerut. Akhirnya Dinda mengetik pesan dan bertanya, "For?"

" Your messege!" jawaban dari Shalu justru dirasa aneh olehnya, "Bagaimana bisa berterima kasih hanya karena di kirim pesan," batinnya.

" Will you become my friend?" Datang lagi pesannya yang menurut Dinda terasa aneh. Bukankah mereka sudah berteman, tapi kenapa juga Shalu bertanya apa dirinya bersedia berteman.

"Why you asking? We friend in fb?" jawabnya bingung, bukan karena pertanyaan dari Shalu tapi lebih bingung bagaimana nanti melanjutkan obrolan mereka. Sudah tak banyak lagi kosakata bahasa Inggris yang di ingatnya.

"Yes, you are right!" jawab Shalu membenarkan Dinda kalau mereka sudah berteman di Fb. "Send me your WA !"

"Apa! Kasih no WA gimana nanti kalau dia minta ngobrol di sana?" pikirnya. Tapi bagaimana menolaknya dengan halus, kembali Dinda berpikir keras berusaha mengingat kata apa yang harus di katakan. Tidak etis kan tadi Dia yang ngajak ngobrol duluan langsung bilang no.

Akhirnya Dinda bisa bernapas lega saat ingat dua kata yang di rasa tepat untuk membalas pesan Shalu, segera jemarinya mengetikkan kata, "Next time," segera pesannya terkirim dan tak menunggu lama centang biru terlihat.

"Oky," jawaban dari Shalu segera datang.Dinda merasa kalau Shalu orang yang baik, tak mau memaksakan kehendaknya.

"Where your husband?" tanya Shalu yang membuatnya sedikit terkejut. Setelah satu dua kali inboxnya tak di balas oleh Shalu tentu saja Dinda pikir kalau Shalu pasti cuek dan lupa dengannya, apalagi menanyakan keberadaan suaminya.

  " Go to his office," jawab Dinda jujur. Karena memang Bayu suaminya baru saja berangkat ke tempatnya bekerja.

" Whats your job?" tanya Shalu menanyakan profesi Dinda sekarang, tentu saja Dia senang karena ada teman berbalas pesan.

"Sewing at home!" Dinda menjawab dengan jujur kalau Dia hanya penjahit rumahan. Tapi dalam hatinya ada sedikit rasa takut kalau Shalu bertanya lagi mungkin tak akan bisa menjawab. Bahasa lnggris yang di kuasainya cuma ada beberapa kata yang masih dia ingat.

" And you?" tanya balik Dinda pada Shalu.

" Just shopkeeper!" jawab shalu. Entah apakah Dia jujur atau tidak Dinda tak berani bertanya meski sedikit tak percaya. "Bagaimana mungkin seorang pramuniaga bajunya bagus semua," batinnya dalam hati.

" You not shy?" pesan dari Shalu yang menanyakan apa dia tidak malu membuat kening Dinda berkerut. Sambil berpikir dia lalu  menjawab pesan itu dan bertanya, "Why?"

" Your friend just shopkeeper," terang Shalu kembali menegaskan kalau dirinya hanya seorang pramuniaga. Dan kembali datang pesannya yang seperti sebuah keluhan, "l am not rich man!"

  Membaca pesan yang baru saja datang dari Shalu yang mengatakan kalau dirinya bukan orang kaya membuat Dinda paham maksud pertanyaan dari Shalu. "We same," hanya itu balasnya, karena nggak tahu gimana ngomongnya kalau dirinya juga bukan orang yang banyak duit. Bahkan terkadang Dinda tak pegang uang sama sekali, untung semua anaknya udah ngerti jadi mereka nggak minta uang jajan sama sekali.

"Realy! You not shy?" tegas Shalu seakan tak percaya kalau Dinda tak malu berteman dengannya.

" Yes!" jawab Dinda cepat.

" Thank you," kata Shalu berterimakasih membuat Dinda merasa heran lantas cepat bertanya, " Thanks for?"

" Your friendship!" katanya, Dia berterimakasih atas pertemanan dari Dinda, membacanya membuat senyum samar terbit di bibir Dinda.

" You are wellcome," balas Dinda, sambil melihat ke arah jendela nampak kalau gelap sudah pergi. Akhirnya Dia mengirim pesan serta berpamitan pada Shalu, "Sorry!"

" Why?" balas Shalu cepat.

" l am must doing my home work!" ujarnya di sertai rasa sedikit bingung, bener tidak ya susunan kalimatnya.

" Ok!" jawab Shalu.

Tanpa membuang waktu lagi bergegas Dinda bangkit dan merapikan tempat tidur. Mulai pagi ini sengaja Dia tidak memasak, "Biar nanti Amel serta kedua adiknya belajar memasak sayur," ujarnya dalam hati.

Yah pengalamannya kemarin saat virus cikungunya menyerang tubuh Dinda, membuatnya berpikir keras bagaimana caranya agar semua putrinya mau belajar memasak di dapur. Apalagi mengingat mereka sudah tumbuh remaja, sudah waktunya belajar memasak.

Dan entah kenapa tiba-tiba dia berpikir kalau besok Dia akan menyuruh Amel serta adiknya untuk belajar bicara bahasa bule langsung dengan Shalu. "Bagaimana nanti kalau Ayah mereka tahu ya?" pikirnya kembali.

"Ah sudahlah, belum tentu juga mereka mau kan?" lanjut pikirnya sambil menyapu lantai .

Sambil meneruskan semua pekerjaan rumah kembali Dinda mengingat saat pertama kalinya    berbalas pesan dengan Shalu. Begitu dirinya mengkonfirmasi permintaan pertemanannya.

"Hello!" sapa Shalu pertama kali.

"Hi" balasnya agak ragu, jujur di hatinya bingung bagaimana nanti lanjut ngobrolnya.

"How r u," kembali pesan datang dari Shalu. Karena yakin Shalu orang lndia di pikirnya itu bahasa lndia. Jadilah dengan penuh percaya diri membalas dengan kata, "Engglish please!"

"Ok, How are you!" Membaca jawaban pesan yang datang membuat Dinda menepuk keningnya keras dan sedikit mengeluh dalam hati, "Gapteknya aku! Itukan tadi singkatan."

"I am fine, and you?" balasnya setelah sadar kalau itu bukan bahasa lndia.

"Good, l am fine," sahut Shalu.

"You married?" lanjutnya lagi.

"Yes, i have three daughter," jawab Dinda jujur, kalau memang sudah memiliki tiga buah hati. Baginya tak ada masalah jika teman yang baru di kenalnya tahu status yang sebenarnya. Untuk beberapa saat tak ada lagi pesan datang dari Shalu.

Tingg!

Terdengar ada pesan datang saat Dinda baru saja meletakkan gawai di meja. Di bukanya pesan yang baru saja di terimanya, seketika matanya terbuka lebar melihat isi pesan itu. Satu buket besar penuh dengan bunga mawar dan satunya lagi setangkai mawar merah di vas terlihat sangat anggun sekali.

"Hmm apa maksudnya ya?" batinnya berkecamuk rasa heran.

"Take one pict!" Datang lagi pesan dari Shalu menyuruhnya agar memilih satu gambar.

"What means?" tanya Dinda kebingungan apa maksud dari permintaan Shalu.

"Nothing, but please tell me your choice!" pinta Shalu lewat pesannya. Akhirnya Dinda pun menuruti permintaannya, dan  segera menimbang gambar mana yang akan di pilihnya.

"This one," jawab Dinda dengan mengirim gambar mawar merah yang ada dalam vas bunga.

"Ok, you good women," sahut Shalu.

"Thank you," balasnya berterima kasih atas pujian yang di terimanya.

"You are wellcome!" jawab Shalu.

"Bu! Bu! Ambilkan air minum!" Terdengar suara Mas Bayu dari depan rumah memanggilnya agar mengambilkan air minum.

"Ya bentar!" sahut Dinda. Bergegas meletakkan  gawai di atas meja dan segera ke dapur mengambil air minum untuk Bayu suaminya. Segera di sodorkan air minum yang di bawanya pada sang suami yang baru saja selesai mencuci motor di depan rumah.

Saat itu entah kenapa netranya tertuju pada gawai baru suaminya ada sedikit heran dalam hati, sebab tak pernah sekalipun dirinya di telpon atau di kirim pesan dengan gawai baru itu.

"Mas berapa nomornya yang baru?" tanya Dinda memberanikan diri bertanya meski sedikit ada rasa takut di hatinya.

"Emang kenapa?" ketus Bayu membuat Dinda menghela napas yang terasa sedikit sesak.

"Nggak apa-apa," sahutnya pelan karena terselip sedikit kepiluan dalam hatinya. Seakan tanggap dengan suasana hati Dinda suaminya segera menoleh dan sedikit gusar berkata, "Nggak ada apa-apa di sana! Nggak perlu curiga!"

Tak mau memperpanjang masalah, Dinda kembali duduk di kursi ruang tamu dan meraih gawai yang tadi di tinggalkannya di meja. Kembali membuka inbox yang tadi di tinggalkannya begitu saja

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Altair Onder de
Altair Onder de
Dalam Altair Onder de, Altair terjebak dalam pertukaran tubuh akibat takdir dewa. Novel fantasy ini mengisahkan perjuangan Altair menguasai mana dan identitas baru. Temukan kisah lgbt unik di web novel ini saat mereka merelakan hidup lama demi masa depan di adventure story yang penuh rahasia.
Be Your Pet
Be Your Pet
Demi membiayai pengobatan ibunya, Erick terpaksa menjadi peliharaan Jason dalam web novel Be Your Pet. Terjebak dalam gaya hidup BDSM yang keras, Erick harus bertahan menghadapi tantangan dalam kisah lgbt dan romance novel yang penuh dengan risiko serta pilihan sulit di dunia modern.
Bukan Sugar Baby
Bukan Sugar Baby
Dalam novel romance Bukan Sugar Baby, Tachi Gumama, seorang mucikari, meragukan kesetiaan billionaire Padrone Ricco pada istrinya. Saat tawarannya ditolak, rahasia tentang gadis simpanan mulai terkuak. Baca kisah modern novel ini untuk mengungkap kebenaran di balik kesetiaan sang tuan.
Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
Dalam Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega, pengkhianatan Baskara memaksa seorang Omega menelan ramuan terlarang demi membalas dendam. Baca werewolf romance novels ini untuk mengikuti misi balas dendam di tengah konspirasi web novel yang penuh dengan rahasia gelap dan kehancuran.
Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
Dalam Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega, seorang Omega mengungkap pengkhianatan pasangannya. Menghadapi konspirasi politik dalam werewolf romance novels ini, ia meluncurkan misi balas dendam melalui kristal data rahasia. Baca kisah fantasy novel penuh intrik ini sekarang.
Mantan Gay Kaum Pelangi
Mantan Gay Kaum Pelangi
Dalam novel Mantan Gay Kaum Pelangi, Leo berjuang lepas dari trauma masa lalu dan cinta terlarang. Di tengah proses hijrah ini, ia menghadapi godaan berat demi memulai hidup baru. Simak kisah lgbt book ini di webnovel untuk melihat perjuangannya menjadi pria normal melalui romance novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Ditindas dan dipaksa berpisah dengan cinta pertamanya, dia terpuruk dalam kesakitan hingga akhirnya masuk rumah sakit jiwa dan melahirkan seorang putri. 5 tahun kemudian, ketika dia berjuang untuk bertahan hidup bersama putrinya, cinta pertamanya yang telah menjadi pengacara terkenal kembali lagi. Takdir membuat mereka bertemu kembali, tapi masa lalunya yang kelam masih menghantuinya...
Dendam Sang Putri: Kembali untuk Merebut Segalanya
Dendam Sang Putri: Kembali untuk Merebut Segalanya
Eliana kembali kepada orang tua kandungnya dan berusaha memenangkan hati mereka, tapi mereka lebih memilih anak angkatnya, mempercayai kebohongannya, hingga mendorong Eliana menuju kematian. Setelah terlahir kembali, Eliana melepas ikatan keluarga dan bersumpah merebut kembali segala yang hak miliknya. Dalam perjalanan balas dendam, hubungannya dengan Liam berkembang dari sekutu menjadi kekasih. Dendamnya terbalaskan, dan mereka meraih kebahagiaan bersama.
Tak Mau, ya Tunggu Bangkrut!
Tak Mau, ya Tunggu Bangkrut!
Ketua Karawan yang bernama Andre Lukman terluka parah dalam perampokan, untungnya dia diselamatkan oleh kepala Keluarga Tanadi. Demi membalas budi, Andre memutuskan untuk mengobati Febri selaku nona Keluarga Tanadi, bahkan membawa kejayaan besar bagi Grup Tanadi. Hanya saja, Febri tidak tahu berterima kasih, dia terus mempersulit Andre sampai Andre memutuskan kembali ke Karawan dan tidak lagi mengobati Febri. Setelah tidak mendapatkan pengobatan, Febri hanya bisa mencari cara lain dan memohon pada Karawan, hanya saja dia tidak tahu bahwa Andre ternyata...
Jodohku Sang Komandan Kejam
Jodohku Sang Komandan Kejam
Tessa tiba-tiba terlempar ke dunia novel yang pernah dibacanya. Di sana kakaknya yang mengatur paksa pernikahannya, menjodohkannya dengan Josh, komandan muda yang ditakuti karena kecerdikannya yang tak kenal ampun. Namun, berbekal pengetahuan akan cerita asli dan kepintarannya, Tessa tak hanya bertahan, bahkan bersinar. Dia berani melawan Josh, lalu perlahan meluluhkan hati sang komandan dingin. Bersama, mereka menghancurkan konspirasi jahat musuh, menyelamatkan orang-orang tercinta dan masa depan negara.
Aku yang Nggak Disayangi
Aku yang Nggak Disayangi
Dituduh mendorong neneknya, Wilona Joly dikucilkan keluarganya. Ia menikah dengan Ethan Fauzi, yang dikiranya cintanya tulus. Saat hamil, Wilona tahu Ethan hanya memanfaatkannya sebagai bank darah untuk adik angkatnya, Sofia. Hancur, Wilona gugurkan kandungannya, jadi biksuni, dan tinggalkan tiga 'hadiah' untuk Sofia. Ethan menyesal, kakinya lumpuh akibat usahanya mengejar Wilona. Ia beri semua hartanya, tapi Wilona donasikan dan buka kedai teh, hidup tenang jauh dari dunia.
Bunga Mekar dari Air Mata (Sulih Suara)
Bunga Mekar dari Air Mata (Sulih Suara)
Tujuh tahun lalu, Elara melahirkan anak kembar untuk Keluarga Clarke, namun darahnya diambil untuk menyelamatkan Nathan, cucu tertua mereka. Suaminya, Adrian, hanya menemukan jenazah Elara. Kini, Elara yang kehilangan ingatan dan bisu, membesarkan putrinya, Gia, sebagai pemulung. Takdir mempertemukan Gia dengan Nathan. Sebuah karangan "Ibuku" memicu konflik, dan Gia memohon pada Adrian, "Paman, selamatkan ibuku."