Logo
Senyum Itu Luka
Senyum Itu Luka

Senyum Itu Luka

35 Bab
Tamat
Dalam romance modern Senyum Itu Luka, Kamila bangkit dari depresi melalui dunia baking setelah diselamatkan Arga. Dua tahun berlalu, semesta mempertemukan mereka kembali dalam situasi memalukan. Simak kisah haru ini di webnovel yang menjadi salah satu fiction books pilihan pembaca.
Bab 1 dari Senyum Itu Luka

“Dasar anak tidak berguna!” Sebuah cambukkan mengenai punggung Kamila.

“Cari uang yang banyak, bukannya main!”

Lagi-lagi cambukkan itu Kamila rasakan dari tangan seorang lelaki berstatus Ayah Kandung.

“Maaf, Yah,” ujar Kamila dengan wajah tertunduk dan duduk lesu di atas lantai.

Pak Angga –Ayah Kandung Nina—mengangkat wajah anaknya. Mencekik dengan kencang, sehingga sang Anak sulit mengambil napas. “Lo, itu dilahirkan buat cari uang! Bukan buat main-main nggak jelas!”

Bu Lesti menangis di atas kursi roda. Tak bisa berbuat apa-apa saat anak semata wayangnya disiksa sang Suami.

“I-iya, Ayah.” Kamila hampir kehilangan napas. Cekikan ini terasa kuat untuknya. Untung saja sang Ayah hanya melakukan penyiksaan itu sebentar. Begitu terlepas, ia langsung menghirup udara dengan rakus.

Telunjuk kanan Pak Angga menuding. "Awas, kalau gue lihat lo lagi main! Jangan harap gue lepasin, lo!"

Kamila mengangguk pelan. "Baik, Ayah."

"Mana duit? Gue butuh buat minum malam ini."

"Aku nggak ada uang, Yah."

"Halah, bohong!" Pak Angga merogoh saku baju anaknya. Menemukan selembar uang pecahan lima puluh ribu. "Katanya nggak ada uang! Ini apa? Daun!"

Kamila tersentak. Berusaha merebut uang sisa yang dimilikinya. "Jangan, Yah. Itu buat beli obat Ibu hari ini." Tangannya berusaha menggapai. Akan tetapi, karena tenaganya tak bagus. Ia kalah.

Pak Angga kembali mencambuk punggung Kamila, lalu pergi dengan membawa uang yang didapatkannya.

Tangis Kamila pecah disaksikan sang Ibu Kandung yang duduk di kursi roda karena lumpuh. Ia berusaha kuat. Menahan semua tekanan batin ini asalkan ayahnya tidak menyiksa sang Ibu.

"Sayang, maafin Ayahmu," kata Bu Lesti. Setetes air mata yang keluar dari netra Bu Lesti berubah menjadi deras. Setiap hari penyiksaan ini berlangsung dan sudah hampir setahun. "Kamu yang kuat, Nak."

Dada Kamila sesak. Rasa sakit di punggung sudah bukan hal luar biasa. Bahkan seluruh badannya pun dipenuhi luka.

Bu Lesti mendorong kursi rodanya. Menghampiri Kamila dan menyentuh pucuk kepala sang Anak. "Nak, kalau kamu nggak kuat. Tinggalkan Ibu aja. Ibu, in syaa Allah bisa bertahan."

Kamila menggelengkan kepala. Ia tak boleh menyerah. Gadis itu mengangkat kepala, menatap netra ibunya yang basah karena air mata. "Aku nggak mungkin tinggalin, Ibu. Sampai kapan pun, aku bakal ada di sisi Ibu. Maaf, belum bisa bawa Ibu pergi dari sini. Kerja sampinganku cuma cukup untuk bayar kuliah dan biaya obat."

Hati Ibu mana yang tak teriris tipis menyaksikan anaknya sendiri terluka dan berjuang sendiri. Lelahnya bekerja dan belajar tidak dapat sambutan baik di rumah. Kamila justru disuguhkan penyiksaan yang luar biasa.

Bu Lesti memegang kedua tangan anaknya. Menyatukannya dengan lembut. "Ibu, berdoa semoga hidupmu kelak bahagia. Bisa bertemu laki-laki baik yang menjagamu. Jaga diri baik-baik, Sayang. Kamu wanita berharga."

Kamila mengangguk pelan. Ia menyembunyikan wajah sendunya di pangkuan sang Ibu. Melepas jerit tangis dan meluapkan sakit di sekujur tubuhnya.

Hari-hari berlalu dilewati Kamila seperti biasa. Kuliah, bekerja di minimarket sampai jam delapan malam, dan pulang dengan perasaan was-was.

Tak jarang ia pun harus sarapan dengan pukulan dari sang Ayah yang baru saja pulang minum dengan teman-temannya.

"Mana makanannya?" Pak Angga melempar tudung saji yang berada di meja. Pasalnya, ia tidak melihat satu butir nasi pun di meja itu. "Kamila!"

Teriakan itu membuat Kamila yang sedang mengganti pakaian Bu Lesti terpaksa harus berhenti. Ia keluar kamar, mengayunkan langkah ke arah dapur dan melihat sang Ayah yang tak bisa mengendalikan emos

"Ayah," kata Kamila.

Gadis itu hendak mengambil tudung saji, tetapi ayahnya lebih dahulu menangkap tangan kanannya. Mencengkram kencang.

"Di mana makanannya? Lo, ngapain aja di rumah?" tanya Si Ayah. Sorot matanya tajam dan penuh kemarahan. "Dasar, Anak Nggak Becus!" Pak Angga menghempaskan tubuh Kamila ke tembok.

"Aw, sakit!" Kamila merasakan kepalanya membentur tembok. Rasa pusing pun mulai terasa.

Dengan berjalan sempoyongan Pak Angga mendekati Kamila. Menarik kembali lengan kiri anak gadisnya itu, dan berkata, "Kerjaan Lo apa di rumah ini?"

Kamila ketakutan. Rasanya sulit sekali mengambil napas.

"Ma-maaf, Yah," jawab Kamila.

Pak Angga kali ini membenturkan kening Kamila ke tembok. Mengamuk tak jelas. Pergi keluar dengan keadaan mabuk.

Setiap hari fase ini yang selalu dilewati. Dinikmati Kamila sebagai sarapan maupun makan malam. Menyedihkan bukan?

Kamila menguatkan diri. Balik ke kamar untuk menyelesaikan kegiatannya sebelum pergi bekerja ke minimarket.

Semua selesai. Kamila mendudukan ibunya di kursi roda. Memandangi wajah Beliau dengan sangat lekat. "Bu, Kamila berangkat kerja dulu, ya. Ibu, jaga diri. Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam. Hati-hati di jalan, Nak."

Dengan restu sang Ibu, Kamila pun berangkat bekerja. Upahnya memang tidak seberapa. Hanya saja saat ini pekerjaan tersebut yang bisa ia lakukan. Terkadang ia pun membawa gosokan tetangga ke rumah. Lumayan.

Kamila berjalan kaki dari rumah yang kecil itu. Menapaki jalanan kampung. Ya, dia hanya gadis kampung yang tidak jauh dari hiruk pikuk kota.

Untuk menuju jalan raya, ia perlu berjalan kaki sekitar delapan menit saja. Dari sanalah ia akan menaiki angkutan umum agar bisa sampai ke toko tempatnya bekerja.

Cuaca pagi hari ini terbilang cukup cerah. Kamila berjalan dengan tenang ke arah jalan raya. Hanya tinggal setengah kilo meter lagi. Sebentar. Tidak akan terasa.

Begitu sampai di dekat jalan raya. Kamila juga perlu menunggu kembali dengan sabar. Angkutan umum biasanya sangat penuh di pagi hari. Wajar saja.

"Semoga aja nggak telat," gumam Kamila.

Tiba-tiba sebuah motor hilang kendali menuju ke arah Kamila. Beruntung netra Kamila melihat, ia mundur cepat ke belakang untuk menghindari tabrakan. Lalu, pengendara motor itu terjatuh bersamaan dengan kendaraannya.

Kamila terkejut sekaligus histeris. Ia berlarian menghampiri. Melihat keadaan si Pengendara yang tergeletak.

"Mas, mas, bangun!" ujar Kamila mencoba menyadarkan. Tak ada reaksi. Kamila melihar sekitar. "Tolong! Ada kecelakaan, Tolong!"

Tidak berapa lama ada sebuah angkutan umum yang lewat. Supirnya berhenti dan keluar.

"Tolong, Pak. Mas-nya nggak sadar," kata Nina dengan khawatir.

"Bawa ke rumah sakit aja, Mbak. Saya yang antar," ujar si Supir.

Kamila setuju. Mereka menggotong tubuh lelaki muda itu ke dalam angkutan umum yang ternyata ada dua orang.

Singkat cerita, Kamila ikut ke rumah sakit. Ia tak mengenal siapa lelaki ini. Namun, rasa kemanusiaannya tentu berfungsi dengan baik.

Lima belas menit kemudian, mereka sampai di rumah sakit terdekat. Supir tadi pamit. Kamila tak mungkin meninggalkannya begitu saja. Sebab, pihak rumah sakit belum mengetahui keluarga korban. Terpaksalah ia menunggu. Sebelum itu, ia mengirimkan pesan pada rekan kerjanya.

Si lelaki mendapatkan perawatan di ruangan Unit Gawat Darurat. Sudah sadar juga dan bisa diajak komunikasi. Kamila lega.

"Kamu yang antar aku ke sini? Terima kasih," kata si Lelaki.

Kamila mengangguk pelan. "Iya, Mas. Sama-sama."

Pandangan si Lelaki tidak beranjak satu detik pun dari Kamila. Wajah Kamila memikatnya pada pandangan pertama. "Apa boleh minta nomor ponselnya? Kalau boleh."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
Dalam Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku, Adara harus menghadapi syarat rumit dari Rian, seorang pengusaha dalam billionaire romance novels ini. Demi nyawa suaminya, ia terjebak dilema besar. Baca romance novel ini untuk melihat pertaruhan kesetiaan di tengah konflik modern novel.
Deviant Love
Deviant Love
Dalam Deviant Love, Windy terjebak rangkaian pembunuhan misterius pasca kematian Jimmy. Ia harus menghadapi teror tak dikenal dan tuduhan kejam di tengah ketegangan mystery story ini. Baca selengkapnya dalam modern novel yang mencekam ini sebagai salah satu fiction books pilihan Anda.
Dia Canduku
Dia Canduku
Dalam novel Dia Canduku, Amira dikhianati suaminya dan dijual kepada Raka, seorang pengusaha kaya. Setelah malam tak terduga itu, sang penguasa bisnis terobsesi hingga mereka bertemu kembali. Baca romance novel bertema billionaire romance novels ini untuk mengungkap konsekuensi dari pertemuan mereka.
Gairang seorang pembantu penggoda
Gairang seorang pembantu penggoda
Dalam novel Gairang seorang pembantu penggoda, Hana nekat menggoda majikan triliunernya demi uang. Terjebak dalam nafsu di mansion mewah, ia kini harus memilih antara kekayaan atau berhenti menjadi pemuas. Baca kisah modern novel ini di platform webnovel dan nikmati billionaire romance novels terbaik.
Istriku Janda Kaya
Istriku Janda Kaya
Diceraikan karena miskin, Dimas mendadak menikahi Luna, seorang miliarder, lewat perjanjian rahasia. Namun, kebahagiaan mereka terancam saat sang mantan istri kembali untuk menghancurkan rumah tangganya. Baca Istriku Janda Kaya, pilihan billionaire romance novels terbaik di webnovel.
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
Dalam Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang, Astri dan Ruslan menyembunyikan kekayaan demi menghadapi ketidakadilan keluarga. Lelah tertindas, mereka merancang rencana besar. Baca romance novel ini untuk melihat aksi mereka dalam modern novel penuh intrik dan pembuktian diri.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bayangan yang Selalu Kau Cari
Bayangan yang Selalu Kau Cari
Gavin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Liora dan bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Liora. Suatu malam, setelah Liora mabuk, mereka tanpa sengaja tidur bersama. Maka dimulailah empat tahun kehidupan Gavin. Sekretaris di siang hari, kekasih di malam hari. Sampai akhirnya cinta pertama Liora, Rafael, kembali ke negara itu. Gavin akhirnya menyadari sepenuhnya bahwa Liora tidak pernah mencintainya. Setelah kepergian Gavin, Liora sangat menyesali perbuatannya.
Keluarga Adalah Kelemahannya
Keluarga Adalah Kelemahannya
Wyatt, yang dulu dikenal sebagai Hades, penakluk Penjara Tanpa Celah, kembali untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan keluarganya. Didukung tujuh saudari angkat hebat dari berbagai bidang kekuasaan, ia menghancurkan kerajaan kriminal, menumpas musuh lama, dan melindungi miliknya. Saat dunia kriminal hancur lebur, Wyatt kian dekat dengan kebenaran masa lalunya dan pembalasan yang menanti.
Penyelamat Rahasia
Penyelamat Rahasia
Memi jatuh koma setelah mengalami kecelakaan mobil, tapi jiwanya terbangun dan menyaksikan seorang pengasuh diam-diam menukar bayi laki-lakinya yang baru lahir. Memi tidak berdaya melihat putra kandungnya, Nick, mengalami berbagai penyiksaan selama tujuh tahun. Keajaiban pun datang tepat ketika pengasuh itu berencana mengambil korneanya untuk menutupi kebenaran, Memi terbangun dan bergegas menyelamatkan putranya.
Jangan Macam-Macam, Patih Licik!
Jangan Macam-Macam, Patih Licik!
Di kehidupan sebelumnya, Nadira hanyalah gadis manja yang hidup bahagia. Namun sebuah fitnah khianat menghancurkan segalanya—keluarganya dibantai, dan nyawanya sendiri pun direnggut.
Mawar Tersembunyi
Mawar Tersembunyi
Sari, mahasiswi luar negeri, jadi selingkuhan Ardi selama tiga tahun. Saat lulus kuliah, ia tegas pergi. Ardi itu goyah, kira Sari bakal kembali, tapi justru dia sendiri yang tertinggal jadi budak.
Raja yang Kembali ke Takhtanya
Raja yang Kembali ke Takhtanya
Ketika Keluarga Laguna akhirnya menemukan kembali tuan muda asli yang hilang selama 20 tahun, mereka mengira menyambut kembali seorang orang yang menyedihkan yang bisa mereka kendalikan sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa dia adalah seorang pembalas dendam yang merangkak kembali dari neraka. Anak angkat memandangnya sebagai ancaman, kakak perempuannya mencaci makinya sebagai orang rendahan, dan orang tuanya membelenggunya dengan rasa bersalah. Dia membalasnya dengan senyum dingin, sambil diam-diam menyusun rencana, "Aku akan mengambil barangku kembali satu per satu dengan tanganku sendiri, termasuk Grup Laguna yang paling kalian hargai."