Logo
Sekretaris Sang Presdir
Sekretaris Sang Presdir

Sekretaris Sang Presdir

77 Bab
Tamat
Dalam Sekretaris Sang Presdir, Pijar terjebak di sisi Elang Bamantara meski menganggapnya petaka. Di tengah pengkhianatan masa lalu, rahasia besar mengikat mereka dalam komplikasi hidup. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti pilihan sulit Pijar dalam web novel modern yang penuh intrik.
Bab 1 dari Sekretaris Sang Presdir

"Argh, sial! Aku kesiangan!"

Pijar, wanita yang tengah tergopoh-gopoh bersiap menuju kantor itu mengumpat. Dia kesiangan, di saat hari pertama kedatangan presdir baru di kantornya. Padahal, sebagai seorang sekretaris pribadi, dia seharusnya telah tiba lebih dulu untuk mempersiapkan segala hal untuk bosnya.

"Semua ini gara-gara pria brengsek itu!" umpatnya lagi, merujuk pada mantan kekasihnya yang kemarin baru saja mengakhiri hubungan mereka.

Setahun menjalin kasih, Pijar tak tahu jika orang tua mantannya tak pernah sekalipun memberikan restu. Kemudian, alih-alih berkata jujur dan mengajak untuk berjuang bersama, pria itu bersikap pecundang dengan memilih lari dengan wanita lain yang diinginkan orangtuanya.

Sekarang, dia hanya berharap bos barunya bisa memaklumi dan memaafkan keterlambatannya kali ini.

Jam telah menunjukkan pukul 9 pagi lebih sedikit. Dengan napas yang masih tersengal karena berlarian mengejar waktu, Pijar mengatur napas dan membenahi penampilannya sebelum akhirnya memasuki ruangan besar milik sang bos.

"Permisi, Pak."

Pijar bisa melihat sosok tinggi berdiri membelakanginya dengan angkuh. Kedua tangannya dijejalkan ke dalam saku celananya, rambutnya disisir rapi ke belakang. Aura dinginnya terasa membekukan.

Ucapan Pijar seolah hanyalah angin lalu. Lelaki itu tetap pada posisinya berdiri, tampak tidak tertarik dengan kedatangan sang sekretaris pribadi. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Lelaki itu pastilah menilai dirinya tidak kompeten karena keterlambatannya. Pijar meremas kedua tangannya, mencari ide untuk bisa menarik perhatian sang bos. Setidaknya agar dia tidak diabaikan.

Pijar melangkah dengan jantung bertalu keras. "Maaf atas keterlambatan saya. Perkenalkan, saya Pijar, sekretaris pribadi Bapak–" Lelaki itu berbalik dan menatapnya dengan dingin. Untuk beberapa saat, tubuh Pijar terpaku, kalimatnya bahkan menggantung begitu melihat sosok lelaki yang akan menjadi bosnya ini. "Elang," ujarnya lirih.

'Kenapa dia? Apa yang harus aku lakukan?'

Elang bukanlah sosok asing di hidup Pijar. Mereka pernah menghabiskan waktu yang cukup lama menjalin kasih. Sayang, karena masalah besar yang menimpa keluarganya, gadis itu menyerah dan merasa rendah diri untuk terus berada di sisi lelaki itu.

Kesalahpahaman kemudian semakin merembet, kala Elang menemukan alibi lain di balik keputusan Pijar untuk mengakhiri hubungan mereka, berbekal sebuah foto dirinya bersama seorang lelaki lain yang entah bagaimana bisa sampai di tangan lelaki itu.

Waktu itu, Pijar tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan. Kala itu, dia terlalu sibuk mengurus hidupnya yang seketika berubah drastis karena masalah yang tengah dihadapi. Dan rupanya, ketika kembali dipertemukan ... lelaki itu masih menaruh dendam padanya.

Berdiri di hadapan Elang bukan perkara mudah. Ada rasa takut dari trauma masa lalu yang kembali terbayang. Namun, Pijar sadar ... jika kali ini hubungan mereka hanyalah sekretaris dan atasan. Untuk itu, dia mencoba bersikap profesional.

"Pak, saya minta maaf atas keterlambatan saya. Saya ...." Pijar tidak melanjutkan ucapannya ketika lelaki itu kembali menatapnya dengan sinis dari balik singgasana.

"Keluar!" katanya dengan dingin. Suara baritonnya itu seolah mengaung di seluruh ruangan.

Wajah Pijar memerah. Delapan tahun bekerja di perusahaan ini, baru kali ini dia mendapat bentakan keras dari atasan karena keterlambatannya datang.

"Saya benar-benar minta maaf, Pak. Saya janji–"

"Kamu tidak dengar saya? Keluar!" usir lelaki itu sekali lagi.

Pijar mengangguk kaku setelah itu. Dia tidak ingin mendebat lagi lelaki yang berstatus sebagai bosnya tersebut.

Dia pikir, mungkin Elang butuh sedikit waktu untuk meredakan emosiya, tapi ketika dia hampir keluar, suara bosnya kembali terdengar membuat Pijar mengeratkan rahangnya kuat. "Kamu dipecat!"

"Dipecat?" Pijar mengulang kembali perkataan bosnya.

Awalnya, Pijar berpikir rasional, tidak mungkin sang atasan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Namun, melihat bagaimana Elang dengan enteng mengucapkan kata-kata barusan, Pijar jadi sanksi kalau lelaki itu mampu bersikap profesional.

Alih-alih keluar dari ruangan bosnya, Pijar justru membalikkan tubuhnya menatap Elang yang kini juga tengah menatapnya.

"Apa ini ada kaitannya dengan masa lalu?" Sejujurnya, ada perasaan takut yang dia rasakan ketika menatap netra tajam Elang. Lelaki itu benar-benar terlihat muak dan begitu siap melenyapkannya hanya dari tatapan.

Sayangnya, Elang menutup mulutnya rapat-rapat. Lelaki itu tidak memberikan reaksi apa pun pada kalimat yang Pijar ucapakan selain wajahnya yang datar.

Pijar menghela napas panjang, lalu kembali berujar, "Kalau ini tentang keterlambatan saya, saya minta maaf. Saya berjanji, ini yang terakhir."

Lelaki yang dulu pernah memberikan tatapan lembut itu kini mendengus. Tatapannya kini tidak lagi memancarkan cinta, tetapi dendam yang membara.

"Saya tidak bekerja dengan pengkhianat. Selagi saya masih berbaik hati, maka pergilah. Sebelum hidupmu hancur di sini."

Wajah Pijar memerah sepenuhnya. Dari ucapan Elang, kebencian lelaki itu sepertinya sudah tidak tertolong lagi.

Kendati demikian, Pijar bukanlah perempuan yang akan merengek dengan keadaan. Kalimat hidupnya akan hancur yang dikatakan Elang justru membuat dia penasaran, apa yang akan dilakukan Elang untuk menghancurkannya?

"Saya bukan pengkhianat. Dan saya tidak pernah berkhianat." Pijar mengepalkan dua tangannya di sisi tubuh, guna menghalau emosinya yang siap meledak.

"Bahkan saya memiliki bukti kalau kamu berkhianat," ujar lelaki itu dengan dingin.

Tatapan Elang kembali mengintimidasinya. Pijar tahu, Elang mencoba mengungkit masa lalu mereka yang berakhir buruk. Namun, kini mereka berada di kantor. Hubungan mereka pun bukan lagi sekadar pasangan kekasih, melainkan bos dan sekretaris pribadi.

Untuk itu, Pijar tidak ingin terpancing. "Apa Bapak punya bukti jika saya pernah membocorkan rahasia perusahaan? Jika tidak, Bapak tidak berhak menilai saya sebagai pengkhianat!" ujarnya dengan lantang.

"Saya tidak peduli. Di mata saya, kamu tetaplah pengkhianat, dan saya berhak memutuskan kerja sama dengan pengkhianat sepertimu." Elang lalu menelepon seseorang setelah mengatakan itu.

Tak lama, seorang lelaki yang merupakan seorang manajer HRD datang. "Bapak membutuhkan sesuatu?" tanyanya pada Elang.

"Saya membutuhkan sekretaris."

Kalimat itu membuat manajer tersebut kebingungan. Lelaki itu menoleh ke arah Pijar dengan tatapan penuh tanya. "Tapi, Mbak Pijar adalah sekretaris Bapak," tegas Manajer.

"Saya membutuhkan sekretaris yang kompeten."

Pijar seketika menatap tajam ke arah Elang. Bagaimana mungkin ucapan itu keluar dari mulut Elang ketika Pijar bahkan belum menunjukkan kinerjanya di depan lelaki itu? Beruntung untuk Pijar, Manajer itu mengatakan hal yang membuat Elang menutup mulutnya dengan rahang mengerat.

"Maafkan saya, Pak. Tanpa mengurangi rasa hormat saya, Bapak tidak diizinkan mengganti sekretaris Bapak." Manajer HRD tersebut berkata lugas, seolah tidak terpengaruh oleh tatapan mengintimidasi yang diberika oleh Elang. "Pak Gema sudah mengaturnya dan mempercayakan Mbak Pijar untuk mendampingi Bapak."

'T-tunggu! Jadi, Pak Gema dan Elang... mereka....'

Manajer HRD kembali undur diri. Dalam waktu beberapa detik, tatapan Elang dan Pijar saling beradu.

Pijar dengan tatapan terkejutnya, sementara Elang dengan kilatan amarah.

"Saya telah memberikan kamu pilihan untuk pergi. Sekarang, lihatlah ... seberapa kuat kamu akan bertahan di neraka yang akan saya ciptakan, Pijar Kemuning!"

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Duet Maut Janda dan CEO Badass
Duet Maut Janda dan CEO Badass
Dalam Duet Maut Janda dan CEO Badass, Vina bertekad membalas dendam pada mantan suaminya. Ia menjalin kolaborasi berbahaya dengan Eros, seorang billionaire dari perusahaan teknologi. Kisah romance modern ini membawa mereka ke dalam intrik kekuasaan dan pengkhianatan di web novel ini.
Harga Diriku 10 Juta Per Malam
Harga Diriku 10 Juta Per Malam
Dalam Harga Diriku 10 Juta Per Malam, Arabella terpaksa menjadi wanita penghibur demi melunasi utang miliaran. Takdir mempertemukannya dengan CEO Arkan Stevanno dalam billionaire romance novels ini. Akankah kisah ini menyelamatkannya? Baca selengkapnya di web novel modern ini.
Jangan Lari Sayangku
Jangan Lari Sayangku
Dalam novel romance modern Jangan Lari Sayangku, Sanny Chandra terjebak kontrak pernikahan dengan billionaire Jordan Wijaya. Meski awalnya sepakat bercerai, Jordan justru merobek kontrak dan menuntut pewaris. Baca web novel ini untuk melihat perjuangan Sanny menghadapi obsesi sang suami.
Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
Dalam Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam, Danielle bangkit dari kematian untuk menghancurkan musuhnya. Dengan kecerdasan dan perlindungan suaminya, ia menguasai dunia billionaire romance novels. Baca web novel modern novel seru ini tentang kekuasaan dan pengkhianatan.
Pernikahan Luka
Pernikahan Luka
Dalam Pernikahan Luka, rumah tangga miliarder Aji Pangestu hancur karena pengkhianatan. Saat Aji terjebak perselingkuhan istri barunya, Dewi menemukan kembali cinta masa lalunya bersama Andika. Simak kerumitan takdir mereka dalam romance novel ini di layanan web novel kami.
PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!
PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!
Dalam PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!, Melodi terjebak obsesi Cleon, pewaris tunggal berhati dingin. Billionaire romance ini mengikuti konflik antara benci dan cinta saat Melodi melawan klaim sepihak sang pria. Baca online novel penuh gairah ini hanya di web novel favorit Anda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Akhir Kata Takdir
Akhir Kata Takdir
Sera dan Marson menikah enam tahun namun bagai orang asing, bahkan putri mereka, Yani, memanggilnya “paman”. Saat cinta lama Marson, Cika, kembali dengan putrinya, dia berjanji akan menjadi ayah yang baik. Sera ingin pergi, tapi Yani memberi ayahnya tiga kesempatan. Sayang, hasilnya tetap tidak sesuai harapan
Jadi Tuan Muda dalam Semalam (Sulih Suara)
Jadi Tuan Muda dalam Semalam (Sulih Suara)
Emir Feris tinggal bersama ibunya di kawasan kumuh selama 22 tahun. Lantaran tidak mampu memenuhi gaya hidup mewah pacarnya, Emir pun diputuskan secara sepihak.Namun, siapa sangka, di malam yang sama, kakek Emir yang merupakan orang terkaya di daerah tersebut datang mencari Emir?
Istri Keduaku Memang Manja
Istri Keduaku Memang Manja
Lima tahun lalu, May dan Theo yang diberi obat tidak sengaja tidur bersama dan hal itu membuat May hamil. Setelah itu, May dikeluarkan dari sekolah dan terpaksa bekerja berjualan baju di pinggir jalan untuk menghidupi ibu dan anaknya. Suatu hari, ibunya mengatur kencan buta untuknya dengan harapan May bisa bertemu dengan pria yang tepat dan tidak perlu bekerja keras lagi. Terjadi hal tidak terduga di tempat kencan buta, menyebabkan May dan Theo tidak sengaja saling berkenalan.
[Versi suara dubbing] Suara hissing di luar pintu
[Versi suara dubbing] Suara hissing di luar pintu
Seseorang melihat seekor ular piton memakan orang di tempat mandi umum. Ketika memperingatkan orang lain, dia diragukan. Tindakan bodoh membuat ular itu keluar, dan yang kedua bersembunyi saat perangkap dipasang.
[Versi Dub] Hidupmu Dulu, Sekarang Milikku!
[Versi Dub] Hidupmu Dulu, Sekarang Milikku!
Briana dan Nayla memilih keluarga angkat di hari yang sama. Nayla masuk ke keluarga kaya Gultom, sementara Briana memilih keluarga sederhana. Setelah bereinkarnasi, peran mereka bertukar. Tapi… apakah akhir ceritanya juga ikut berubah?
Baru Kusadari, Dia yang Kucintai
Baru Kusadari, Dia yang Kucintai
Di kehidupan lampau, suami Laura, yaitu Leon, diam-diam mencelakai Laura hingga membuatnya keguguran dan mengalami pendarahan hebat. Laura akhirnya meninggal bersama bayi di perutnya. Setelah meninggal, barulah Laura tahu bahwa pria yang selama ini dia cintai, ternyata sudah lama berselingkuh dengan adik perempuannya sendiri, Yana. Sementara itu, orang yang benar-benar mencintai Laura ternyata adalah adiknya Leon, yaitu Karlo, yang kemudian membalas dendam untuk Laura dengan menjebloskan si cowok berengsek itu ke penjara. Setelah bereinkarnasi, Laura kembali ke hari di mana kakeknya Leon, yang juga sahabat kakeknya Laura di masa perang, meminta Laura memilih calon suami dari antara cucu-cucunya. Siapa pun yang dipilih Laura untuk menjadi suaminya, dialah yang akan mewarisi seluruh harta Keluarga Luganto.