Logo
Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok

Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok

30 Bab
Tamat
Dalam Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok, Gala dan Lingga terjebak kolaborasi munafik yang penuh ancaman demi kebahagiaan semu. Baca lgbt book ini sebagai romance novel unik yang mengungkap sisi gelap hasrat dan kekuasaan dalam sebuah modern novel yang provokatif.
Bab 1 dari Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok

Tut tut tut... juuu jesssss... juuuuu jessss...

Pung pung pung... Dedeg Dedeg Dedeg... pung...

Suara klakson kereta api berbunyi, mengingatkan orang yang sedang berbaring di tengah-tengah rel kereta api.

"Datang!!!"

Seorang pria muda berbaring terlentang di tengah rel kereta api yang sangat sepi dari manusia.

Sebenarnya, aku berniat bunuh diri. Hidup selalu menguras tenaga dan otak.

Pemuda itu mendengarnya. Suara kereta api semakin mendekat.

Dedeg... Dedeg... pung pung pung...

Klakson kereta api itu begitu nyaring, membuat pemuda itu sedikit bergetar.

"Tenang, Gala. Nggak perlu takut. Rasa sakitnya cuma sebentar, jangan panik. Ayolah, Gala... nggak perlu takut untuk bunuh diri. Penderitaanmu cuma sebentar."

Pemuda itu sudah memposisikan dirinya agar, jika kereta lewat, kepala dan tubuhnya berpisah.Dia melakukan ini agar tidak perlu merenggang nyawa terlalu lama.Tapi tetap saja menakutkan... terlindas kereta api.

Pung pung... Dedeg Dedeg pung...

"Sampai jumpa, dunia!!"

Ia memejamkan mata, sambil berbaring, memangku kedua tangan di atas dadanya. Kepalanya tepat di atas rel kereta api. Ia menunggu keajaiban, meski ia sendiri tidak mengerti, keajaiban apa yang ia maksud.

Sebelum sempat terlindas, aku merasakan ada seseorang...

Mungkin...

Aku juga tidak tahu siapa yang menarik kakiku.

"Ughhh..."

Dedeg Dedeg Dedeg Dedeg... pungggggg... pung...

Angin kencang berhembus sangat keras.

Kereta api itu melewati pemuda yang jatuh di pinggiran rel kereta api yang tidak sempat terlindas.

Bukannya berterima kasih karena sudah diselamatkan, pemuda itu malah mengumpat dengan keras dan tidak senang.

"Jalang! Oh... sakit. Siapa yang menarik kakiku?!"

Kepalaku sakit. Apa aku terbentur besi tadi?

"Ikut aku."

Ucapan itu keluar dari seseorang yang menyelamatkan pemuda itu.

Lalu, ia menampar dengan keras pemuda yang akan bunuh diri tadi.

Aku yang merasa tertampar pun hanya diam saja, mencoba mencerna ucapan dan maksud pria keajaiban itu.

Kalau dilihat-lihat, wajahnya tampan walaupun sedikit tertutup debu.

Ya, sebagai sesama pria aku akui, pria itu cukup tampan... tidak, aku lebih tampan darinya.

Kuikuti dia sampai ke sebuah perkampungan. Aku juga tidak yakin apakah ini bisa disebut perkampungan.

Malam harinya, di rumah penyelamatku, aku disuruh menginap di rumah penyelamatku itu.

Dia bilang begini padaku:

"Hari ini kamu menginap di sini!" Penyelamatku itu menunjuk ruang tidur. Tidak disebut kamar tidur pun rasanya masih agak canggung, karena tempat tidur itu hanya terlihat sangat kecil dan kusut dibanding kemewahan rumahku.

"Besok kamu boleh pergi! Oh ya, juga jangan bunuh diri di hadapanku!"

"Begitu, ya? Apa kau tak tertarik kenapa aku bunuh diri?!" Kudekati pria itu sambil mencondongkan badanku ke arahnya.

"Tidak sama sekali, tidak!"

Pria itu mendorongku ke kamar dengan paksa, lalu menguncinya dari luar.

Aku mencoba segala cara agar pintu itu bisa terbuka. Tapi sayangnya, hasilnya nihil tidak bisa dibuka sama sekali. Aku hanya bisa menyerah, lalu berteriak dengan keras:

"Woi... setidaknya kasih tahu namamu? Aku Tegek Gala!"

Setelah hening beberapa menit, dari balik pintu aku mendengar penyelamatku menyebutkan namanya:

"Sono Kelingga, itu namaku."

Setelah itu, aku mencoba segala cara agar bisa bercakap-cakap dengannya, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Hanya keheningan sepi. Walaupun aku memancing percakapan dengan segala cara, dia tetap bungkam.

..........

Kukuruyuk... Kukuruyuk...

Kukuruyuk...

Lingga langsung bangun ketika mendengar suara ayam berkokok. Lalu, dirinya bersiap untuk salat sunnah dua rakaat di malam hari.

Lingga berjalan ke arah kamar mandi tepat pukul 01.05 dini hari untuk mandi, agar pikirannya jernih, dan mengambil air wudhu. Selanjutnya, ia langsung salat Tahajud dan Witir sambil menahan pegal di tubuhnya. Pegal ini disebabkan karena tidur hanya memakai alas karpet. Mau bagaimana lagi? Kamar tidurnya sedang dihuni oleh tamu yang berniat bunuh diri itu.

Lingga mengangkat tangannya berdoa setelah menyebut Asmaul Husna, istighfar, lalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian, ia memanjatkan doanya:

"Ya Allah, berikanlah hidayah dan petunjuk pada saudaraku yang berniat bunuh diri. Ya Allah, semoga Engkau menunjukkan jalan yang benar. Allahumma sholli 'ala Muhammad."

Setelah itu, Lingga kembali rebahan di karpet sambil beristighfar 100 kali dan menyebut tasbih, sampai tidak terasa dirinya tertidur lelap.

Gala, yang memperhatikannya, pun terheran-heran.

Apa sebegitu seriusnya sampai dia tidak menyadari kalau aku sejak tadi memperhatikannya, ya?

Benar. Dari tadi, sejak suara berisik di kamar mandi, aku sudah bangun. Hanya saja, aku tetap diam di depan pintu, melihat bagaimana orang yang menggagalkan niat bunuh diriku itu sedang beribadah.

Ya, aku hanya diam di depan pintu. Mengawasi apa yang dilakukan pria ini, sehingga tubuhku sakit karena duduk bersandar di sana cukup lama. Aku cukup kagum padanya, yang bisa beribadah dengan keadaan seperti itu.

Apa ini rupa "penggagal bunuh diriku."

Atau hanya pikiranku saja? Kenapa wajahnya terlihat berkilau, seakan mempunyai cahayanya sendiri?

Aku mendekati pria yang tertidur saat bertasbih dan beristighfar. Aku tahu dia masih mempunyai sedikit kesadaran, jadi aku meninggalkan pesan padanya:

"Aku pergi. Terima kasih atas tumpanganmu malam ini."

Aku tahu pasti, dia yang tertidur itu pasti mendengarnya. Bukannya sombong, tapi terlihat dari kesehariannya, dia tipe pria yang tidak bisa tidur nyenyak.

Berhenti sejenak di depan pintu keluar, aku berucap lagi pada pria yang tertidur itu:

"Aku tidak akan berterima kasih karena kau telah menyelamatkanku. Bagiku, itu adalah sebuah kejahatan yang sangat besar... karena menggagalkan bunuh diriku."

Sekarang, tekad untuk bunuh diriku sudah melemah.

Membuka pintu pelan-pelan, lalu aku pergi dari rumah itu. Bagiku, pertemuan dengan Lingga adalah sebuah episode yang tidak terlalu penting dalam keseharian hidupnya.

Aku pergi dari rumah itu dengan keadaan bingung, tepat mendekati azan Subuh. Aku mendengarnya di masjid sudah ada tadarusan. Aku tidak tahu arah di daerah desa ini.

"Di desa mana aku sekarang? Oh, aku harus bagaimana sekarang?! Ini di mana?! Apa yang harus kulakukan?"

Dalam kebingungan yang tak kunjung selesai itu, aku memutuskan untuk mendekati suara tadarusan di masjid itu.

Semakin dekat dengan suara azan, aku merasakan langkah kakiku semakin berat.

"Itu bukan tempat untukku..."

Hal itu yang terlintas dalam benakku.

Akhirnya, aku paksa diriku untuk membuka pintu masjid itu. Pelan-pelan, tapi kubuka dengan penuh keyakinan.

Saat kubuka masjid itu, seseorang tersenyum kepadaku, seolah dia tahu apa yang akan kulakukan.

"Nak, kamu mau salat Tahajud?"

"Siapa, Paman? Aku baru pertama kali di sini!"

"Oh, pelancong tersesat, ya?"

Tersesat.

Bahaya dong kalau benar-benar tersesat...

"Nih, apa kamu mau Paman pinjamkan ponsel?" Ucap paman itu sambil mengangkat ponselnya.

"Tidak perlu."

Dengan terburu-buru aku menghentikan uluran tangan yang memegang ponsel itu. Aku harus cepat-cepat pergi...

"Pemuda sekarang aneh-aneh," Paman itu menggelengkan kepala.

Bernapas dengan berat lalu mengeluarkannya perlahan. Setelah berhasil lolos dari bapak itu, aku duduk bersandar ke tembok, di saf barisan pertama dalam masjid. Saat pertama menghadapi paman itu, batinku berkecamuk.

Aku berpikir dengan gelisah, gila-gilaan memeras otak.

Tatapan ramah paman itu... menakutkan.

Gala mengelus dadanya, tersengal-sengal.

Detak jantungnya berpacu sangat cepat... sampai berkeringat dingin.

Dia terus berkeringat dingin didalam hati.

Dari luar tidak terlihat sama sekali keadaan janggal-nya. Siapapun yang melihatnya hanya akan mengira dia pria cuek yang memegangi dadanya sambil berdiam diri.

Aku memegang dadaku sampai merasa rileks, mencoba menenangkan pikiran gila-gilaan itu.

"Ya Allah, sebenarnya aku sangat takut dengan manusia. Kenapa mereka selalu memandangku saat berbicara? Ya Allah, Engkau tahu segala yang ada di dada manusia. Aku takut tatapan mereka yang selalu menghakimiku..."

Gala terisak dalam diam, air matanya terus mengucur tanpa bisa dibendung.

"Ya Allah Yang Maha Berbalas Kasih, maafkanlah hamba-Mu yang fasik ini dan kufur nikmat, ya Allah."

"Engkau sangat baik, ya Allah. Sedangkan diriku yang hina ini sangat takut untuk melanjutkan hidup. Aku pikir, hidup selama 19 tahun ini hanya membebani orang lain."

Sejujurnya...kemarin saat akan bunuh diri aku hanya berpikir, menjelang detik-detik terakhir sebelum terlindas kereta api aku akan bersyahadat. Dalam hadis, begitu yang aku baca syahadat pasti membuka pintu surga. Aku dengar, orang yang menjelang matinya mengucapkan syahadat, pasti masuk surga.

Tapi entah kenapa, hati kecilku berbicara lain... Seakan ini salah dan pernyataan ini tidak memiliki argumen kuat, ini membuatku tidak pernah berhenti untuk berpikiran buruk.

Apa aku akan disucikan dulu dari dosaku di neraka?

Berapa tahun kan itu?!

Setiap yang bertobat pasti diampuni, aku pikir juga begitu. Aku memang mempercayainya. Aku mempercayai itu dan yakin tentangnya. Hanya saja aku malu dengan noda dosa itu. Yah, walaupun diampuni... tapi masih berbekas.

Menakutkan membayangkannya.

Itu saja sudah menakutkan.

Membayangkannya saja menakutkan.

Membuatku khawatir... jika dosa-dosa kecil dan besar menumpuk. Tapi yang lebih menakutkan adalah...

Aku khawatir, jika dosa-dosa itu, tanpa aku sadari... menjerumuskanku.

Hal-hal menakutkan itu juga salah satu penyebab keinginan untuk bunuh diri.

"Ya Allah, semoga Engkau menutup aibku di dunia dan akhirat. Ya Allah, Engkau mengetahui apa yang otak dangkal ini telah rusak dan perbuat."

Pikiran-pikiran itu ada dan terlintas dalam hati kecilku. Dalam kenyataan hidupku di dunia, aku tetap menjadi orang fasik, yang bodoh, yang suka berpura-pura.

"Semoga aku menjadi apa yang baik di sisi-Mu, ya Allah."

Aamiin.

Berbekal naluri manusia yang tidak ingin hidup susah dan sengsara, aku berhasil dengan selamat pulang ke rumah yang paling aku takuti, yang paling enggan untuk kudatangi, dan juga tempat... yang paling kurindukan.

Tok tok tok.

"Assalamu'alaikum."

Ketukan pintu itu berlangsung lama, tapi tidak ada yang menjawab. Baru setelah yang ketiga kali, ada yang menjawabnya.

Bukannya disambut dengan ekspresi bahagia dari kedua orang tuaku... aku malah disuguhi penampakan muram dari ibuku.

"Habis dari mana?! Begadang di rumah siapa?! Kamu kenapa pulang setiap hari hanya saat mau berangkat sekolah?!"

Adikku yang ikut berdiri di samping ibuku ikut berbicara dengan nada sarkasme:

"Biasa, Bu. Anak cowok, main mulu..."

Ucap adik perempuanku, sinis. Aku tak membalas ucapan mereka. Aku langsung ke kamar, mengunci pintu, rebahan... tak bernyawa.

"Mereka tidak mengerti... tapi aku juga tidak memberitahu keluhanku."

Gala begitu tersayat hatinya, putus asa untuk hidup.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Altair Onder de
Altair Onder de
Dalam Altair Onder de, Altair terjebak dalam pertukaran tubuh akibat takdir dewa. Novel fantasy ini mengisahkan perjuangan Altair menguasai mana dan identitas baru. Temukan kisah lgbt unik di web novel ini saat mereka merelakan hidup lama demi masa depan di adventure story yang penuh rahasia.
Baby Han - (Gx G)
Baby Han - (Gx G)
Dalam novel Baby Han - (Gx G), Mikaela memulai hidup baru di Seoul sebagai desainer J.H Fashion. Namun, statusnya sebagai ibu hamil menarik perhatian Judith Han. Kisah romance modern ini membawa pembaca ke dalam dinamika lgbt book yang penuh ketegangan antara ambisi dan ketertarikan terlarang.
Beyond the Song
Beyond the Song
Dalam Beyond the Song, seorang monster bersembunyi di balik tubuh manusia hingga Siren menebar kematian. Bersama Kenneth, ia terjebak konspirasi dunia supernatural. Baca fantasy novel ini untuk mengikuti misi sang Siren dan kisah lgbt romance novel yang penuh misteri serta bahaya.
Cinta Sang Ladyboy
Cinta Sang Ladyboy
Dalam Cinta Sang Ladyboy, Vanya terjebak obsesi miliarder Peter Hallmark dan mafia Italia saat berkarier sebagai MUA. Petualangan romance modern ini membawanya menghadapi human trafficking demi bertahan hidup. Temukan kisah lgbt book ini di antara pilihan fiction books terbaik.
Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
Dalam novel romance Dikhianati oleh Orang yang Dicintai, Lana terjebak pernikahan palsu saat suaminya berselingkuh dengan pria. Di tengah pengkhianatan modern novel ini, ia justru mencari perlindungan pada ayah mertuanya, memicu hubungan terlarang. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini.
En-PD161
En-PD161
Dalam En-PD161, sebuah romance novel modern, seorang pria terjebak pernikahan penuh dendam. Saat sang istri menyiksanya demi masa lalu, ia memilih mengakhiri penderitaan ini. Simak kisah lgbt book ini di web novel kami tentang perjuangan melepaskan diri dari cinta yang beracun.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tiba-Tiba Cinta Datang
Tiba-Tiba Cinta Datang
Abby sedang mengantar makanan ketika tanpa sengaja bertabrakan dengan Saul, putra taipan terkaya di daerah itu. Dalam upaya mengumpulkan uang untuk penelitian pacarnya, Abby dengan gugup menjual motor listriknya yang harganya sedikit di atas seribu dolar kepada Saul dengan harga lima ribu dolar. Hal ini membuat Saul salah paham dan mengira Abby adalah pemburu harta. Mereka mengira tak akan bertemu lagi, tetapi takdir berkata lain ketika wasiat ayah Saul mengharuskannya menikahi putri dari cinta pertama ayahnya untuk mewarisi kekayaan besar. Yang mengejutkan, ternyata putri itu adalah Abby sendiri. Untuk mendapatkan warisan, Saul merencanakan cara memisahkan Abby dari pacarnya dan membuatnya jatuh cinta padanya. Namun, di tengah rencananya yang matang, Saul justru jatuh cinta pada Abby...
Deterjen dan Cerai
Deterjen dan Cerai
Selama 30 tahun Yuni berkorban tanpa mengeluh, di Hari Perempuan hanya dapat deterjen promo. Ia rindu seikat bunga, tapi suaminya Andi memberi gelang emas untuk ibunya, kalung emas untuk menantu, skincare untuk anak perempuan, dan hanya deterjen serta sarung tangan untuknya. Anak perempuannya mengamuk, lalu ibu-anak ini bertaruh dan pergi. Dengan royalti 10 miliar, Yuni bangkit, meraih kembali mimpinya di dunia sastra, memenangkan penghargaan, dan menemukan cinta baru.
[Versi suara dubbing] Pengantin Wanita Tak Terduga
[Versi suara dubbing] Pengantin Wanita Tak Terduga
Seorang pengantar barang dan seorang pewaris keluarga kaya berkonflik setelah kecelakaan lalu lintas, kemudian terjerat oleh wasiat yang mensyaratkan mereka menikah. Dia pertama kali jatuh cinta saat mengejarnya...
Menemani Pewaris
Menemani Pewaris
Setelah tunangan Serena Monroe mencampakkannya, sahabatnya memanggilnya pendamping. Namun, seperti sudah ditakdirkan, Serena masuk ke ruangan yang salah dan menghabiskan malam bersama Jesse Ross – seorang CEO miliarder menawan yang diam-diam jatuh cinta padanya.
Aku Menyewa Miliarder Jadi Pacar
Aku Menyewa Miliarder Jadi Pacar
Kyla menyelamatkan seorang pria tak dikenal yang terluka, karena mengira dialah yang menyebabkan lukanya. Saat dijodohkan paksa oleh bibinya, satu-satunya jalan adalah membujuk pria itu jadi pacar palsu. Tak disangka, pria itu ternyata adalah sang pewaris tunggal kerajaan bisnis dengan kekuatan tak terhingga! Namun saat dia sadar, sudah terlambat untuk kabur. Jebakan sang taipan telah mengurungnya sempurna dalam dunia yang tak pernah dia impikan.
Istri Kontrakku adalah Sang Legenda
Istri Kontrakku adalah Sang Legenda
Natalie menemukan Dominic terluka parah di sebuah desa terpencil. Setelah menyelamatkannya melalui operasi darurat, dia menghilang tanpa jejak. Kemudian, sebuah perjanjian keluarga memaksa mereka menikah selama 100 hari. Dominic terus mencari penyelamatnya, sementara perasaannya pada Natalie tumbuh tak terelakkan. Namun, kecurigaannya mulai muncul ketika identitas rahasia Natalie satu per satu terungkap: dia adalah seorang ahli bedah jenius, profesor ternama di dunia medis, sekaligus CEO dari perusahaan yang berpengaruh. Setiap kali rahasia itu terbuka, Dominic semakin terpesona oleh wanita di hadapannya.