Logo
SANG PEMUAS BIRAHI
SANG PEMUAS BIRAHI

SANG PEMUAS BIRAHI

32 Bab
Tamat
SANG PEMUAS BIRAHI menyajikan kumpulan romance stories lintas profesi, mulai dari CEO hingga pengusaha. Jelajahi ambisi dan pertemuan tak terduga dalam modern novel ini yang memuaskan imajinasi pembaca. Nikmati narasi dewasa yang berani dalam pilihan billionaire romance novels terbaik.

Ringkasan SANG PEMUAS BIRAHI

Sang Pemuas Birahi menyajikan antologi cerita pendek dewasa 21+ yang mengeksplorasi beragam fantasi romantis penuh gairah. Pembaca akan dibawa menyelami berbagai skenario intim dengan latar belakang profesi yang bervariasi, mulai dari kehidupan mewah seorang CEO dan pengusaha, hingga dinamika hubungan antara mertua, menantu, janda, maupun duda. Kisah-kisah ini juga melibatkan karakter seperti tentara, dokter, hingga satpam, memberikan alur yang provokatif dan memuaskan bagi pembacanya.
Selengkapnya

Bab 1 dari SANG PEMUAS BIRAHI

Sekitar pukul dua pagi, Ningsih melihat Mirna dan seorang pria paruh baya berjalan menuju sebuah lorong. Ningsih penasaran, ia mengikuti mereka dari belakang. Ia melihat Mirna dan pria itu masuk ke sebuah kamar. Pintu kamar itu tidak tertutup rapat, hanya menyisakan celah kecil. Jantung Ningsih berdetak kencang, ia tak bisa menahan diri untuk tidak mengintip.

Di dalam kamar yang remang-remang, Ningsih melihat adegan yang membuat darahnya berdesir. Mirna duduk di pangkuan pria itu. Gaun merahnya sudah terlepas dari pundak. Pria itu mencium leher Mirna, sementara tangan Mirna mengusap rambut pria itu. Suara kecupan dan desahan menggema di kamar itu. Ningsih menutup mulutnya, menahan napas. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mirna yang ia kenal di desa, yang pendiam dan pemalu, kini berubah menjadi sosok yang binal, melayani birahi pria-pria hidung belang.

Pemandangan itu membuat Ningsih merasa jijik. Ia langsung berbalik, berlari keluar dari lorong itu. Air matanya menetes. Ia tidak bisa membayangkan dirinya berada di posisi Mirna. Ia tidak mau mengorbankan kehormatan demi uang.

***

Di bawah bayang-bayang Gunung Salak yang menjulang, hidup Ningsih, seorang gadis desa berwajah manis dengan senyum yang selalu merekah. Usianya baru 21 tahun dan ia baru saja lulus dari SMK di desanya yang tenang di kawasan Bogor. Namun, ketenangan itu tidak sebanding dengan beban di pundaknya. Ayah dan ibunya bekerja keras membanting tulang di sawah, tetapi penghasilan mereka hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sementara itu, kedua adiknya masih kecil-kecil, membutuhkan biaya sekolah dan kehidupan yang lebih baik.

Ningsih, sebagai anak sulung, merasa terpanggil untuk membantu. Ia ingin mengubah nasib keluarganya. Berbekal tekad dan keberanian, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Ibunya memeluknya erat-erat sebelum ia berangkat, matanya berkaca-kaca. "Hati-hati, Nak. Jangan lupa sholat dan jaga diri baik-baik," pesan ibunya dengan suara bergetar.

"Iya, Bu. Ningsih janji. Ningsih akan cari kerja yang halal buat bantu keluarga kita," jawab Ningsih mantap, meskipun hatinya diliputi keraguan.

Satu-satunya harapannya adalah Mirna, sepupunya yang berusia 23 tahun yang sudah dua tahun merantau di Jakarta. Mirna sudah berjanji akan membantu Ningsih mencarikan pekerjaan. Ningsih membayangkan pekerjaan di kota besar pasti bergengsi, seperti karyawan kantor atau pelayan restoran. Ia hanya ingin bekerja keras dan mengumpulkan uang agar bisa kembali ke desanya dengan sukses.

Setibanya di Jakarta, Ningsih langsung disambut oleh Mirna. Penampilan Mirna sangat jauh berbeda dari yang ia kenal di desa. Rambutnya diwarnai merah menyala, bibirnya dipoles lipstik merah pekat, dan ia mengenakan celana jeans ketat dengan atasan crop top yang memperlihatkan perutnya.

"Ningsih, aduh, kangen banget!" seru Mirna sambil memeluk Ningsih. "Kamu makin cantik aja, ya. Sini, aku ajak ke kontrakan. Nanti malam kita langsung wawancara kerja."

Mata Ningsih membulat. "Wawancara? Secepat ini?"

"Iya dong, selagi ada kesempatan. Kebetulan tempat kerjaku lagi butuh banyak karyawan," jelas Mirna sambil tersenyum misterius.

Malam harinya, Mirna mengajak Ningsih ke sebuah klub malam yang gemerlap dengan lampu-lampu neon. Dentuman musik menggetarkan dada, dan aroma alkohol bercampur dengan keringat. Ningsih merasa asing. Ia tak pernah membayangkan tempat seperti ini.

"Mir, ini... tempat apa?" tanya Ningsih ragu.

"Ini tempatku kerja. Ini namanya **karaoke club**," jawab Mirna santai. "Kerjaan kita gampang kok, cuma nemenin tamu nyanyi, minum, sama ngobrol-ngobrol aja."

Ningsih mengangguk, mencoba menenangkan dirinya. Ia pikir pekerjaannya hanya sebatas pelayan, seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Namun, pemandangan di depannya membuatnya terkejut. Ia melihat Mirna, yang baru beberapa menit lalu masih bersikap ramah, kini berubah menjadi sosok yang jauh lebih berani. Mirna mengenakan gaun mini ketat berwarna merah yang memamerkan lekuk tubuhnya. Ia duduk di pangkuan seorang pria paruh baya, tertawa genit sambil menyuapkan anggur ke mulut pria itu. Pria itu sesekali mencium pipi Mirna, dan Mirna hanya membalasnya dengan senyum.

Melihat pemandangan itu, Ningsih merasa perutnya mual. Ia tidak menyangka pekerjaan Mirna seburuk ini. Bahkan, ia melihat beberapa wanita lain yang bekerja di sana terlihat sangat akrab dengan tamu-tamu mereka. Ada yang berpelukan, berciuman, bahkan berbisik-bisik mesra.

"Ningsih, kok diam aja? Ayo, kita ke bos. Kamu harus kenalan dulu sama dia," ajak Mirna sambil menarik tangannya.

"Mir... aku... aku nggak mau kerja di sini," bisik Ningsih.

"Lho, kenapa? Udah jauh-jauh dari desa masa langsung menyerah?" jawab Mirna. "Bosnya baik kok, nanti gajinya lumayan. Banyak bonus juga."

Ningsih menggeleng. Ia tidak peduli seberapa besar gajinya. Ia hanya ingin pekerjaan yang jujur dan halal. Tapi Mirna tak mau tahu. Ia langsung membawa Ningsih ke ruangan bos. Setelah berbincang singkat, bos itu menyetujui Ningsih untuk mencoba bekerja di sana.

Pulang dari klub malam, Ningsih dan Mirna kembali ke kontrakan mereka di sebuah gang sempit yang kumuh. Aroma sampah dan selokan menyengat hidung. Kontrakan mereka hanya sebuah kamar kecil dengan kasur tipis dan lemari usang. Ningsih duduk di sudut ruangan, memeluk lututnya.

"Mir, aku... aku nggak bisa kerja di tempat kayak gitu. Aku mau pulang aja," kata Ningsih dengan suara serak.

Mirna menatapnya dengan tatapan tajam. "Pulang? Kamu pikir cari kerja di Jakarta gampang, Ningsih? Di sana gajinya sebulan bisa dapat lebih dari 10 juta, belum lagi bonus-bonusnya. Kamu pikir di desa kerja apa bisa dapat uang sebanyak itu?"

"Aku nggak peduli. Aku nggak mau kayak kamu," jawab Ningsih tegas.

Mirna menghela napas. "Kamu nggak ngerti. Aku kayak gini juga demi uang. Di sini, para pria hidung belang itu yang kasih kita uang. Mereka rela kasih uang banyak cuma buat ditemenin minum. Kalau kita mau tambah, ya kita tinggal kasih *service* lebih," ucap Mirna.

"Servis? Maksudmu... masuk kamar sama mereka?" tanya Ningsih, matanya memanas.

Mirna tidak menjawab, tapi senyumnya memudar. "Dengerin aku, Ningsih. Aku tahu ini berat buat kamu. Tapi kalau kamu mau cepat kaya dan bantu orang tua, ya ini jalannya. Di sini kita cuma akting. Kamu nggak perlu benar-benar suka sama mereka. Anggap aja ini kerjaan, seperti artis," ujar Mirna mencoba meyakinkan Ningsih.

Ningsih menggeleng. "Aku nggak bisa, Mir. Aku malu. Gimana kalau orang tua tahu?"

"Mereka nggak akan tahu kalau kamu nggak bilang. Kan kamu bilang mau kerja di Jakarta. Lagipula, aku nggak pernah bilang ke orang tua kalau kerjaanku kayak gini. Aku cuma bilang aku kerja di perusahaan hiburan," kata Mirna.

Ningsih terdiam. Pikirannya kalut. Ia ingin pulang, kembali ke desanya, kembali ke keluarganya. Ia tidak ingin mengorbankan kehormatan demi uang.

"Mir, aku... aku mau pulang besok," kata Ningsih.

Mirna terkejut. "Kamu serius? Setelah semua ini?"

"Iya. Aku nggak sanggup, Mir," jawab Ningsih. "Aku lebih baik kerja di sawah daripada harus kerja seperti itu."

Mirna menghela napas panjang. "Baiklah. Tapi jangan langsung pulang. Kamu pikirin dulu. Nanti aku bilang ke bos kalau kamu masih perlu waktu. Anggap aja ini kesempatan buat kamu lihat-lihat dulu."

Ningsih tak bergeming. Ia tahu keputusannya sudah bulat. Ia tidak akan pernah mau mengorbankan dirinya demi uang. Ia hanya bisa berharap, jalan pulang menuju desanya, tidak sesulit yang ia bayangkan. Namun, Mirna tidak menyerah. Ia tahu, Ningsih adalah kunci baginya untuk mendapatkan uang lebih dari bosnya, dan ia akan melakukan apa saja untuk mempertahankan Ningsih di sisinya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO & Sekretaris
CEO & Sekretaris
Dalam novel CEO & Sekretaris, Tasya mengadu nasib di perusahaan Adityaswara demi mendapat pekerjaan. Kisah romance modern ini mengikuti perjuangannya menjadi sekretaris di tengah dunia billionaire yang penuh tantangan. Baca selengkapnya dalam web novel ini untuk melihat babak baru hidupnya.
Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
Dalam Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku, Daniela membatalkan pernikahan demi membalas pengkhianatan Yosua. Didampingi tiga saudara Stewart, ia menghadapi keluarga Clark dalam billionaire romance novel yang penuh intrik dan aksi balas dendam.
Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
Dalam novel modern Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri, Corinna terjebak tipu muslihat keluarga hingga menyelamatkan Andres, pewaris kaya di Kota Driyver. Hubungan timbal balik ini menjadi romance novel yang tak terduga saat sang billionaire berubah demi melindungi Corinna dari ancaman.
Invisible Rich Man
Invisible Rich Man
Dalam novel Invisible Rich Man, Davin menyamar jadi cleaning service demi mencari cinta sejati. Setelah bertemu Vania yang tulus, ia harus menghadapi tentangan keluarga besarnya. Ikuti kisah billionaire romance ini di platform web novel kami untuk melihat perjuangan cinta mereka.
Mami, Papi Memintamu Kembali
Mami, Papi Memintamu Kembali
Dalam novel romance Mami, Papi Memintamu Kembali, Binar meninggalkan Barra yang sombong. Enam tahun kemudian, sang dokter berbakat kembali membawa anak kembarnya. Kini sang billionaire menyesal dan mengejarnya. Simak kisah seru ini di web novel pilihan Anda.
Michael Obsession
Michael Obsession
Michael Obsession mengisahkan Michael yang memanfaatkan krisis perusahaan Casandra demi memilikinya. Casandra terpaksa meninggalkan kekasihnya demi tuntutan pernikahan ini. Simak kelanjutan billionaire romance novels ini dalam webnovel modern novel yang penuh dengan ambisi dan kuasa.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cahaya Putri Sejati
Cahaya Putri Sejati
Yuna Yasin, putri sulung Keluarga Yasin awalnya merupakan seorang fisikawan sukses. Namun, ia dipaksa menggantikan adik perempuannya, Belinda Yasin, yang membunuh orang, sehingga harus menjalani hukuman penjara. Setelah bebas, keluarganya memperlakukan Yuna dengan dingin. Bahkan, Belinda juga merebut kekasih Yuna, Rudi Pandana. Dalam keputusasaan, Yuna mengabdikan dirinya pada penelitian fisika. Seiring terungkapnya kebenaran, ternyata yang menyelamatkan Rudi dahulu adalah Yuna, bukan Belinda. Setelah mengetahui bahwa Belinda telah melakukan banyak hal yang menyakiti Yuna, Rudi pun sangat menyesal...
Cinta dan Derita Istana
Cinta dan Derita Istana
Dia adalah seorang pangeran, dan dia adalah seorang budak di istana. Dalam kudeta istana, dia didorong naik takhta, tapi dia menghilang. Sepuluh tahun kemudian, dia menyamar sebagai putri perdana menteri dan memasuki istana untuk pemilihan selir, untuk memberikan dukungan kepada saudara perempuannya.
Sosialita Mematikan
Sosialita Mematikan
Geng Elia, organisasi pembunuh bayaran paling legendaris di dunia, dipimpin oleh Eliana yang suatu hari menemukan kenyataan bahwa dirinya adalah putri hilang keluarga Morrison. Dia pun kembali ke keluarganya dengan menyamar sebagai wanita lemah dan penurut, menerima perlindungan dan kasih sayang mereka. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Aiden, yang haus kekuasaan, bersekongkol dengan geng kriminal untuk mengungkap identitas Eliana dan menghancurkan keluarga Morrison. Dalam situasi berbahaya ini, Eliana justru menemukan sekutu yang tak terduga. Sadie, saudara angkatnya yang awalnya merupakan rival, akhirnya berdiri di pihaknya. Begitu pula Matthew, yang selama ini dikenal sebagai playboy, ternyata adalah pemimpin dari Geng Vlesver yang disegani. Bersama mereka, Eliana berhasil menggagalkan semua konspirasi jahat yang mengancam, dan membuktikan kapabilitasnya sebagai pemimpin yang disegani.
Mawar Layu Miliknya
Mawar Layu Miliknya
Adik perempuan Thea bunuh diri setelah dianiaya oleh tiga penerus usaha kaya, sementara ibunya dipukul hingga dalam kondisi vegetatif. Sejak saat itu, Thea memutuskan keluar dari sekolah dan mulai bekerja di sebuah klub. Dengan tekad membalaskan dendam keluarganya, dia berusaha mendekati Rory, penguasa Osasa. Dalam usahanya yang penuh perhitungan, Thea membangun citra dirinya sebagai gadis rapuh dan merancang setiap langkah dengan cermat. Namun, di balik semua rencananya, dia tidak pernah menyangka akan benar-benar jatuh cinta pada Rory yang sangat memanjakannya.
Kapsul Waktu Penyesalan
Kapsul Waktu Penyesalan
Arka, yang dulu dianggap anak angkat Keluarga Surya, pernah merasakan kasih sayang penuh hingga kedatangan Rivan, putra kandung mereka, yang mengubah segalanya. Bertahun-tahun kemudian, kebenaran terungkap bahwa Arka sebenarnya darah daging mereka. Penyesalan pun datang terlambat, 30 tahun penantian di depan pintu laboratorium berujung pada penolakan Arka untuk pulang …
Sampai Jumpa Selamanya
Sampai Jumpa Selamanya
Erika Raka, doktor lulusan Universitas Matar yang dibesarkan di panti asuhan, menikahi Charles Setyo demi membalas budi Keluarga Setyo dan melahirkan anaknya. Namun, Charles selalu mencintai adik angkatnya. Setelah kecelakaan membuka matanya, Erika memilih bercerai dan meninggalkan pernikahan tanpa cinta demi memulai hidup baru.