Logo
Saat Dia Menang, Aku Hilang
Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

65 Bab
Tamat
Dalam novel romantis Saat Dia Menang, Aku Hilang, sepuluh tahun pengabdian sia-sia setelah Julian, sang grandmaster catur, menolak pernikahan demi karier. Saat Julian berlaga di Kejuaraan Dunia, pasangannya yang sekarat diam-diam menandatangani surat kematian. Baca novel modern ini di novel web.

Ringkasan Saat Dia Menang, Aku Hilang

Sepuluh tahun dihabiskan mendampingi Julian Jovan, grandmaster catur jenius dari Benua Nathan, ternyata tidak cukup bagi sang protagonis untuk mendapatkan kepastian pernikahan. Julian memilih fokus pada ambisi kariernya dan menolak komitmen jangka panjang, bahkan setelah memenangkan Grand Slam. Tanpa perdebatan, ia melepas Julian pergi ke Kejuaraan Dunia. Namun, di balik kemenangan besar Julian di panggung dunia, ada rahasia tragis yang disembunyikan: pasangannya yang sekarat sedang menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.
Selengkapnya

Bab 1 dari Saat Dia Menang, Aku Hilang

Pacarku, Julian Jovan adalah grandmaster catur yang jenius.

Waktu umurnya 16 tahun, dia jadi grandmaster termuda yang pernah ada di Benua Nathan.

Aku habiskan 10 tahun hidupku untuknya, tapi dia nggak pernah ungkit soal pernikahan.

Tapi, pas dia mencapai puncak karier dan memenangkan Grand Slam, dia tetap menolak ingkar janji yang dulu dia buat sama keluarganya soal karier.

“Dalam rencanaku, nggak ada pernikahan atau komitmen jangka panjang lainnya sebelum semua targetku tercapai.”

Mendengar ini, aku nggak debat dengannya.

Aku diam-diam kemas kopernya untuk Kejuaraan Dunia dan doakan yang terbaik untuknya.

Julian nggak tahu, saat dia mengangkat piala kejuaraan di hadapan dunia, aku dengan tubuhku yang sekarat sedang menandatangani surat persetujuan kematianku sendiri.

Sebelum setiap turnamen, Julian selalu mengacak-acak ruang kerjanya. Dia orangnya suka lupa segalanya kalau sudah fokus main catur.

Dia pakai jaket, tapi lupa pakai jam tangan. Atau dia pakai baju, tapi lupa mengancingnya.

Lupa makan dan minum bahkan lebih sering terjadi.

Akulah yang selalu mengikutinya dari belakang, merapikan kekacauan yang dia tinggalkan.

Pesawatnya hari ini dijadwalkan terbang jam 4 sore.

Setelah beres barang-barang penting Julian, aku pakai sisa waktuku untuk menata ulang buku-buku catur dan bahan panduan turnamen yang berantakan di rak bukunya.

Rak paling atas sudah penuh dengan debu tebal.

Saat aku pelan-pelan usap debunya dengan kemoceng, sebuah map coklat tua nggak sengaja jatuh dari rak.

Sebelumnya aku nggak pernah lihat ini.

Aku tahu Julian orangnya sangat pelupa. Aku khawatir map itu isinya penting yang mungkin dia salah taruh. Alih-alih menaruhnya kembali, aku memilih untuk membukanya. Akhirnya, aku pun beneran membukanya.

Di dalamnya ada selembar kertas yang terlipat rapi, tebalnya setipis laporan medis yang kusimpan di saku.

Keluarga Julian adalah keluarga besar pecatur yang nggak akan membiarkan hubungan pribadi mengganggu karier seorang pemain.

Yang aku pegang waktu itu adalah surat perjanjian yang ditulis Julian untuk keluarganya 7 tahun lalu.

Kalau semua targetnya tercapai, barulah dia bisa menetap dan berkeluarga sesuai harapan kedua orang tuanya.

Kalau targetnya belum tercapai, dia janji dia nggak akan terganggu oleh hubungan cinta.

Julian adalah kebanggaan terbesar keluarganya dan harus menanggung beban nama besar mereka.

Aku tiba-tiba paham kenapa setelah 10 tahun bersamanya sejak aku berumur 18 tahun, aku nggak pernah dapat janji pernikahan darinya.

Dulu aku pikir, kalau aku bisa memahami dan mendalami dunia caturnya yang rumit itu, aku bakal bisa memahami dirinya.

Sayangnya, bakatku terbatas. Meskipun sudah berkali-kali aku ulangi permainannya sampai tengah malam, aku tetap nggak bisa memahami kejeniusan strateginya.

Tapi sekarang, melihat surat perjanjian yang sudah mulai menguning, aku sadar bahwa semua usahaku selama ini sia-sia.

Julian selalu membuat catatan teliti di setiap dokumen penting.

Di halaman terakhir perjanjian itu, semua rencana hidupnya tertulis dengan jelas dan terperinci.

Semuanya nggak ada yang berkaitan dengan aku.

Tanggal dia tanda tangan perjanjian karier itu ternyata pas saat kami pertama kali ketemu.

Ternyata, janji yang kutunggu selama 10 tahun itu sejak awal nggak pernah masuk dalam rencana hidupnya.

Sekarang, aku sedang sekarat.

Aku sudah nggak peduli lagi soal janji nikah atau status jadi istrinya.

Jawabannya pun sekarang sudah nggak berarti lagi.

Aku tersenyum pada diriku sendiri, lalu berdiri dan bersiap-siap menuju bandara.

Saat aku tiba di ruang tunggu keberangkatan, Julian duduk sendiri di sofa sambil membaca buku kumpulan permainan catur.

Dia sama sekali nggak sadar dengan kehadiranku.

Pemandangan seperti ini sudah kulihat entah berapa kali selama 10 tahun terakhir.

Aku selalu hanya diam dan melihatnya tenggelam dalam dunia bidak-bidak caturnya.

Dia bisa tetap fokus bahkan di tempat ramai dan berisik.

Biasanya, Julian akan menulis catatan padat di pinggir halaman bukunya.

Setiap kali melihat wajahnya yang fokus gitu, aku langsung tahu.

Bahwa hari ini pun, aku nggak bisa ungkapkan isi hatiku.

Menahan diri agar nggak mengganggunya sudah menjadi kebiasaan dalam hubungan kami.

Aku berjalan pelan ke arahnya, lalu duduk di sampingnya.

Aku menaruh penyangga pergelangan tangan yang sudah terbuka di sisi kirinya dan sebatang biskuit di sisi kanannya.

Pas dia melihatku, aku langsung merapikan kerah bajunya dan berkata, “Udara di sana lebih kering dari sini. Kulitmu sensitif, jadi jangan lupa nyalakan pelembap udara setiap malam.”

“Dan jangan lupa makan. Lambungmu lemah, jangan sampai kelaparan …”

Akhirnya dia menatapku dari keheningannya dan memotong ucapanku, “Kau kok tiba-tiba jadi cerewet sekali?”

Aku mengelak tatapannya dan menjawab, “Biar kau nggak telepon aku tengah malam cuman karena nggak bisa ketemu barangmu.”

“Aku sudah daftar retret kesehatan. Jadi mungkin bakal nggak di rumah selama beberapa hari.”

Tentu saja, itu bohong.

Kali ini, aku nggak yakin apa aku masih bisa angkat teleponnya nanti.

Kemarin, rumah sakit beri aku rencana perawatan terakhir.

Ada 2 pilihan.

Satu, menjalani operasi dan hidup pakai alat bantu napas selamanya.

Kedua, yaitu eutanasia.

Pada saat itu, aku diam-diam bersyukur atas sifat Julian.

Dia tipe orang yang nggak bakal tanya macam-macam asalkan aku beri dia alasan.

Julian ambil kopernya dan berjalan menuju gerbang keberangkatan.

Sosoknya makin lama makin jauh dan mengecil sampai hampir nggak kelihatan.

Aku nggak bisa menahan diri untuk berlari mengejarnya.

Lewat dinding kaca bening, aku bertanya pada Julian, “Julian, ada yang ingin kau katakan padaku?”

Dia membeku selama beberapa saat, lalu menjawab, “Apa yang mau kau dengar?”

Aku melambaikan tanganku dengan lemah, lalu memaksakan sebuah senyuman dan berkata, “Nggak ada. Aku akan merindukanmu.”

“Semoga kau beruntung di turnamennya.”

Julian menatapku sedikit lama dari biasanya. Wajahnya tampak bingung, tapi suaranya tetap datar seperti biasanya.

“Eva Castina, hari ini kau agak aneh deh,” ucap Julian.

Mendengar ini, aku mengepalkan tanganku dengan kuat dan nggak menjawabnya.

Kayaknya ini akan jadi terakhir kalinya aku melihat Julian.

Tapi aku tetap nggak berkata apa-apa dan nggak mendengar apa-apa.

Aku membalas pesan dokter.

[Aku sudah buat keputusan, eutanasia.]

Aku pilih tanggalnya tepat pada hari final pertandingan Julian.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Kamu Mungkin Juga Suka

Bayiku Bukan Untukmu
Bayiku Bukan Untukmu
Dalam Bayiku Bukan Untukmu, Nayla harus menyamar sebagai istri Arkan demi melindungi bayi yang ia selamatkan. Terjebak kontrak satu miliar, asisten rumah tangga ini menghadapi rahasia besar keluarga billionaire. Baca kisah romance modern penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
Dalam Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku, Iris harus memilih antara miliuner dingin Vincent atau pengacara baru. Temukan kisah billionaire romance novels ini dalam billionaire romance books paling emosional di web novel modern tentang pengkhianatan dan cinta.
Dendam Mengubur Cinta
Dendam Mengubur Cinta
Dalam novel romantis Dendam Mengubur Cinta, Deon memaksa mantan kekasihnya menikahinya sebagai pembalasan atas pengkhianatan masa lalu. Namun, ia tidak tahu istrinya rela menyusup ke markas mafia demi membersihkan namanya. Baca buku online gratis yang penuh misteri dan intrik ini sekarang.
Dikhianati di Ranjang Pengantin
Dikhianati di Ranjang Pengantin
Dalam Dikhianati di Ranjang Pengantin, Aurora kembali untuk menuntut keadilan setelah dijebak saudari tirinya. Sebagai modern novel penuh intrik, ia harus membongkar misteri ayah dari anak kembarnya. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini untuk mengungkap kebenaran yang terkubur.
Hari Pamermu, Hari Kematianku
Hari Pamermu, Hari Kematianku
Dalam novel modern Hari Pamermu, Hari Kematianku, seorang wanita meninggalkan kekasihnya yang bangkrut demi pria kaya. Enam tahun kemudian, sang mantan kembali sebagai miliarder untuk membalas dendam, tanpa tahu rahasia tragis yang menantinya. Baca buku online gratis kisah penuh misteri ini.
Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
Rina, guru sejarah berusia 30 tahun yang bercerai, diam-diam menyimpan hasrat terlarang pada muridnya, Anto. Ketika Anto dihukum datang ke rumahnya, godaan guru dan murid ini berubah menjadi malam penuh nafsu yang tak akan terlupakan. Dark romance yang menegangkan, baca gratis di MiniShort!

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kegilaan Pernikahan Kilat Sang CEO
Kegilaan Pernikahan Kilat Sang CEO
Dikhianati oleh pacar dan sahabatnya, gadis ini akhirnya menikah secara kilat dengan seorang pedagang kaki lima. Siapa sangka pedagang kaki lima tersebut ternyata adalah seorang CEO yang kaya dan tampan!
[Versi suara dubbing] Lahir kembali: Perkawinan membalas dendam
[Versi suara dubbing] Lahir kembali: Perkawinan membalas dendam
Dia terlahir kembali sepuluh tahun yang lalu, bersatu dengan pasangan baru, membalas setelah dihina oleh kenalan lama, dan menyebabkan keruntuhan kekuatan lawan!
Mantan Suami, Pergi dari Hidupku
Mantan Suami, Pergi dari Hidupku
Setelah dikhianati suami dan direndahkan keluarganya, Trina memilih pergi. Tanpa cinta, tanpa penyesalan, dia memulai hitung mundur menuju hidup barunya.
Sang Bos dan Tumbal Cintanya
Sang Bos dan Tumbal Cintanya
Nolan, bos dunia hitam, bersumpah untuk menikahi wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya. Namun, sebuah ramalan menyatakan dia ditakdirkan kehilangan istri dan anaknya. Untuk melawan takdir itu, dia memilih Allison, gadis berhati lembut, sebagai tumbal. Ironisnya, Nolan justru jatuh cinta pada Allison, tapi perasaan itu terpaksa disangkalnya. Tragedi pun tak terelakkan: Allison tewas saat melahirkan. Nolan hancur, dan lukanya bertambah dalam saat dia tahu bahwa Allison adalah sang penyelamat yang sesungguhnya. Bertahun-tahun berlalu. Sebuah pertemuan tak terduga mengungkap kebenaran yang mengguncang. Allison ternyata masih hidup. Kini, dengan tekad membara, Nolan bersumpah tak akan kehilangan wanita ini untuk kedua kalinya.
Saya Menikah dengan Orang Lain, Pak CEO
Saya Menikah dengan Orang Lain, Pak CEO
Dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengejar pria yang dicintainya, tetapi pada akhirnya, pria itu justru menyakitinya! Namun, dia tidak pernah menyesal mencintainya, bahkan di saat-saat terakhirnya.
Tujuh Tahun Jadi Pengganti
Tujuh Tahun Jadi Pengganti
Semua orang mengira Bella mencintai Alec dengan tulus karena dia sering melindunginya dari bahaya dan rela menjadi sekretaris setianya. Namun, Bella hanya mendekatinya dengan menganggapnya sebagai pengganti Dean, kekasihnya yang telah tiada, dan untuk menepati wasiat terakhir Dean: merawat Alec selama tujuh tahun. Selama bertahun-tahun itu, Alec hanya diam saat Emma tanpa henti mempermalukan dan menyakiti Bella. Bella berulang kali mempertaruhkan nyawanya demi Alec dari balapan maut hingga lompatan parasut. Namun, saat Alec akhirnya menyadari perasaannya, Bella sudah lama lelah karena kecewa dan bertekad untuk pergi.