Logo
Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda
Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda

Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda

44 Bab
Tamat
Dalam Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda, Adelia harus menggantikan kakaknya menikahi Darren Aditya, putra billionaire yang dingin. Terjebak dalam takdir rumit, ia mengungkap sisi lain sang suami. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah cinta dalam modern novel yang penuh misteri.
Bab 1 dari Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda

Matahari sore menembus celah-celah awan, menciptakan jalur cahaya keemasan yang terpantul di lantai marmer yang dingin. Adelia berdiri di depan cermin besar di kamar pengantin, melihat refleksi dirinya yang tak lebih dari bayangan seorang wanita yang terperangkap dalam takdir yang tak ia pilih. Gaun putih panjang yang dihiasi renda perak menempel erat di tubuhnya, seakan memperingatkan betapa mustahilnya dia untuk melarikan diri. Ada ratusan bunga yang teratur di sekitar ruangan, aroma melati dan mawar mengisi udara, tetapi bagi Adelia, semua itu hanya membebani napasnya yang sudah terengah-engah.

Ia menutup mata, mencoba menenangkan pikirannya. "Ini hanya sementara. Setelah ini, aku bisa kembali ke kehidupan normal," katanya dalam hati, meski suaranya terdengar rapuh, seperti bisikan yang tak cukup kuat untuk menenangkan kegelisahan yang menguasai tubuhnya.

"Aku berharap semua ini hanya mimpi," Adelia bergumam, merasakan embusan angin dari luar yang menyapu rambutnya. Tetapi kenyataan tak pernah bisa digantikan dengan angan-angan. Ini adalah hidupnya sekarang, hidup yang harus ia jalani tanpa ada jalan lain. Suara langkah kaki yang berat membuatnya terkejut, jantungnya berpacu lebih cepat, seakan ingin melompat keluar dari dada.

Pintu kamar terbuka perlahan, dan seorang pria berdiri di sana, tubuhnya tegap dengan aura yang sulit untuk dijelaskan. Darren Aditya. Wajahnya yang tertutup kain hitam hanya menampilkan mata tajam yang penuh misteri, seolah menyimpan kebijaksanaan dan kepedihan yang tak bisa ditangkap oleh mata biasa. Di tangannya, tongkat hitam yang terbuat dari kayu keras menggantung, seakan menjadi simbol dari kekuatan dan penderitaan yang ia miliki.

Adelia menelan ludah. Suasana menjadi sunyi, hanya suara desahannya yang memenuhi ruangan, mencampur dengan detak jantung yang seakan membanjiri telinga. Darren tidak segera berbicara. Ia hanya memandang Adelia dengan ekspresi yang sulit diartikan-seseorang yang seolah sudah lelah dengan semua yang terjadi, tapi masih berusaha untuk bertahan.

"Adelia," suara Darren memecah keheningan, berat dan dalam, seakan berasal dari dasar lautan. "Sudah waktunya."

Adelia mengangguk, mencoba meraih keberanian yang sudah lama hilang. Matanya yang besar menatap pria itu, mencoba menemukan sesuatu di balik topeng yang selalu menutupi wajahnya. Mungkin ini saatnya ia menemukan jawabannya, mungkin ini saatnya kebenaran tentang pria ini terungkap.

"Apakah... kau tahu apa yang aku rasakan?" Adelia bertanya, suaranya gemetar, seakan takut akan jawaban yang mungkin muncul.

Darren menghela napas, dan sebuah kerutan muncul di dahi yang tertutup kain itu. "Kau tidak perlu memahaminya sekarang, Adelia. Tapi aku ingin kau tahu, aku tidak memilih ini. Aku tidak memilih untuk hidup seperti ini. Dan aku juga tidak memilih untuk membuatmu terjebak dalam permainan ini."

Adelia memandangnya, matanya mulai basah. Ada kejujuran dalam suara Darren yang membuat hatinya terasa terhimpit. Di balik segala keangkuhan dan misteri, ada kepedihan yang begitu nyata. Dan itu membuatnya bertanya-tanya, apakah mungkin pria ini hanya sekadar korban dari sebuah takdir yang kejam, seperti dirinya?

"Kenapa?" Adelia bertanya, suaranya penuh harapan yang dipenuhi rasa takut. "Kenapa aku harus menjadi bagian dari semua ini?"

Darren mengalihkan pandangannya ke arah jendela besar yang menghadap ke taman. Taman itu, dengan bunga-bunga berwarna cerah dan air mancur yang gemericik, tampak sangat kontras dengan suasana hatinya. Seolah, di luar sana, dunia berjalan seperti biasa, tetapi di dalam ruangan ini, segala sesuatu sedang berguncang.

"Karena ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar kita berdua," Darren berkata, nadanya mulai melembut. "Ada sesuatu yang mengikat kita, Adelia. Dan aku takut, kau akan mengerti betapa besar pengorbanan yang harus kita lakukan. Bukan hanya untuk aku, tapi untuk semua orang di sekitar kita."

Adelia mendekat, merasakan jarak antara mereka yang semakin dekat. "Aku ingin tahu, Darren. Aku ingin tahu kebenaran, meski itu menyakitkan."

Darren menatapnya, seolah mencari sesuatu di dalam mata Adelia, sesuatu yang bisa membantunya membuat keputusan. Beberapa saat hening mengisi ruang di antara mereka, sebelum akhirnya ia mengangguk. "Baiklah, Adelia. Jika itu yang kau inginkan, aku akan memberitahumu segala sesuatu. Tapi kau harus siap. Kebenaran ini mungkin akan menghancurkanmu."

Adelia menatap pria itu, matanya berbinar dengan tekad yang baru lahir. "Aku siap, Darren. Aku harus siap."

Darren menghela napas, seolah baru saja melepaskan beban besar. Ia melangkah maju, mendekatkan wajahnya pada Adelia hingga jarak di antara mereka hanya beberapa inci. Ia mengangkat tangannya, merasakan getaran di dalam dirinya yang selama ini terkunci rapat. "Jika kau benar-benar siap, Adelia, maka aku akan memulai dengan satu hal: Aku bukan hanya seorang pria yang lemah, cacat, dan terkutuk. Aku adalah orang yang dihukum oleh kesalahan yang bukan milikku."

Adelia membeku, merasakan kata-kata itu menggema di seluruh tubuhnya. Kebenaran ini lebih berat dari yang dia kira, lebih gelap dari kegelapan malam. Namun di dalam hati kecilnya, ia tahu bahwa saat-saat ini adalah awal dari perjalanan yang akan mengubah hidupnya selamanya.**Bab 1: Takdir yang Tak Terelakkan**

Matahari sore menembus celah-celah awan, menciptakan jalur cahaya keemasan yang terpantul di lantai marmer yang dingin. Adelia berdiri di depan cermin besar di kamar pengantin, melihat refleksi dirinya yang tak lebih dari bayangan seorang wanita yang terperangkap dalam takdir yang tak ia pilih. Gaun putih panjang yang dihiasi renda perak menempel erat di tubuhnya, seakan memperingatkan betapa mustahilnya dia untuk melarikan diri. Ada ratusan bunga yang teratur di sekitar ruangan, aroma melati dan mawar mengisi udara, tetapi bagi Adelia, semua itu hanya membebani napasnya yang sudah terengah-engah.

Ia menutup mata, mencoba menenangkan pikirannya. "Ini hanya sementara. Setelah ini, aku bisa kembali ke kehidupan normal," katanya dalam hati, meski suaranya terdengar rapuh, seperti bisikan yang tak cukup kuat untuk menenangkan kegelisahan yang menguasai tubuhnya.

"Aku berharap semua ini hanya mimpi," Adelia bergumam, merasakan embusan angin dari luar yang menyapu rambutnya. Tetapi kenyataan tak pernah bisa digantikan dengan angan-angan. Ini adalah hidupnya sekarang, hidup yang harus ia jalani tanpa ada jalan lain. Suara langkah kaki yang berat membuatnya terkejut, jantungnya berpacu lebih cepat, seakan ingin melompat keluar dari dada.

Pintu kamar terbuka perlahan, dan seorang pria berdiri di sana, tubuhnya tegap dengan aura yang sulit untuk dijelaskan. Darren Aditya. Wajahnya yang tertutup kain hitam hanya menampilkan mata tajam yang penuh misteri, seolah menyimpan kebijaksanaan dan kepedihan yang tak bisa ditangkap oleh mata biasa. Di tangannya, tongkat hitam yang terbuat dari kayu keras menggantung, seakan menjadi simbol dari kekuatan dan penderitaan yang ia miliki.

Adelia menelan ludah. Suasana menjadi sunyi, hanya suara desahannya yang memenuhi ruangan, mencampur dengan detak jantung yang seakan membanjiri telinga. Darren tidak segera berbicara. Ia hanya memandang Adelia dengan ekspresi yang sulit diartikan-seseorang yang seolah sudah lelah dengan semua yang terjadi, tapi masih berusaha untuk bertahan.

"Adelia," suara Darren memecah keheningan, berat dan dalam, seakan berasal dari dasar lautan. "Sudah waktunya."

Adelia mengangguk, mencoba meraih keberanian yang sudah lama hilang. Matanya yang besar menatap pria itu, mencoba menemukan sesuatu di balik topeng yang selalu menutupi wajahnya. Mungkin ini saatnya ia menemukan jawabannya, mungkin ini saatnya kebenaran tentang pria ini terungkap.

"Apakah... kau tahu apa yang aku rasakan?" Adelia bertanya, suaranya gemetar, seakan takut akan jawaban yang mungkin muncul.

Darren menghela napas, dan sebuah kerutan muncul di dahi yang tertutup kain itu. "Kau tidak perlu memahaminya sekarang, Adelia. Tapi aku ingin kau tahu, aku tidak memilih ini. Aku tidak memilih untuk hidup seperti ini. Dan aku juga tidak memilih untuk membuatmu terjebak dalam permainan ini."

Adelia memandangnya, matanya mulai basah. Ada kejujuran dalam suara Darren yang membuat hatinya terasa terhimpit. Di balik segala keangkuhan dan misteri, ada kepedihan yang begitu nyata. Dan itu membuatnya bertanya-tanya, apakah mungkin pria ini hanya sekadar korban dari sebuah takdir yang kejam, seperti dirinya?

"Kenapa?" Adelia bertanya, suaranya penuh harapan yang dipenuhi rasa takut. "Kenapa aku harus menjadi bagian dari semua ini?"

Darren mengalihkan pandangannya ke arah jendela besar yang menghadap ke taman. Taman itu, dengan bunga-bunga berwarna cerah dan air mancur yang gemericik, tampak sangat kontras dengan suasana hatinya. Seolah, di luar sana, dunia berjalan seperti biasa, tetapi di dalam ruangan ini, segala sesuatu sedang berguncang.

"Karena ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar kita berdua," Darren berkata, nadanya mulai melembut. "Ada sesuatu yang mengikat kita, Adelia. Dan aku takut, kau akan mengerti betapa besar pengorbanan yang harus kita lakukan. Bukan hanya untuk aku, tapi untuk semua orang di sekitar kita."

Adelia mendekat, merasakan jarak antara mereka yang semakin dekat. "Aku ingin tahu, Darren. Aku ingin tahu kebenaran, meski itu menyakitkan."

Darren menatapnya, seolah mencari sesuatu di dalam mata Adelia, sesuatu yang bisa membantunya membuat keputusan. Beberapa saat hening mengisi ruang di antara mereka, sebelum akhirnya ia mengangguk. "Baiklah, Adelia. Jika itu yang kau inginkan, aku akan memberitahumu segala sesuatu. Tapi kau harus siap. Kebenaran ini mungkin akan menghancurkanmu."

Adelia menatap pria itu, matanya berbinar dengan tekad yang baru lahir. "Aku siap, Darren. Aku harus siap."

Darren menghela napas, seolah baru saja melepaskan beban besar. Ia melangkah maju, mendekatkan wajahnya pada Adelia hingga jarak di antara mereka hanya beberapa inci. Ia mengangkat tangannya, merasakan getaran di dalam dirinya yang selama ini terkunci rapat. "Jika kau benar-benar siap, Adelia, maka aku akan memulai dengan satu hal: Aku bukan hanya seorang pria yang lemah, cacat, dan terkutuk. Aku adalah orang yang dihukum oleh kesalahan yang bukan milikku."

Adelia membeku, merasakan kata-kata itu menggema di seluruh tubuhnya. Kebenaran ini lebih berat dari yang dia kira, lebih gelap dari kegelapan malam. Namun di dalam hati kecilnya, ia tahu bahwa saat-saat ini adalah awal dari perjalanan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
Dalam Bukan Menantu Idaman Mama, seorang pewaris billionaire harus memilih antara loyalitas keluarga atau cintanya pada Alya. Konflik pecah saat ia menentang rencana bisnis ibunya demi pernikahan impian. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka di platform web novel kami.
Dipaksa Menikahi CEO Kejam
Dipaksa Menikahi CEO Kejam
Dalam novel Dipaksa Menikahi CEO Kejam, Fallen harus menghadapi kebencian ayahnya dan terikat pernikahan dengan pengusaha dingin. Temukan misteri kecelakaan masa lalu dalam romance novel ini. Baca billionaire romance books penuh intrik dan pengkhianatan hanya di platform kami.
Hanya Pria Tak Berguna
Hanya Pria Tak Berguna
Dalam novel romantis Hanya Pria Tak Berguna, pernikahan lima tahun hancur setelah Vincent Amjaya membawa selingkuhannya yang hamil ke rumah. Tak sudi ditindas oleh suami parasit yang menumpang di rumahnya, sang istri memutuskan memotong dukungan finansial dan meminta cerai. Baca novel online gratis ini.
Hati Yang Tersakiti
Hati Yang Tersakiti
Dalam novel romantis Hati Yang Tersakiti, Linda mengira ia menemukan cinta sejati bersama Fendi, seorang miliarder mafia. Namun, rahasia gelap terungkap saat ia hamil: Fendi menikahinya demi menyelamatkan kakaknya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah pelarian Linda.
ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
Pasca pengkhianatan suaminya, Jessica terjebak dalam malam tak terduga dengan pria asing yang menolongnya. ISTRI KESAYANGAN PRESDIR menyajikan kisah billionaire romance novels penuh pilihan sulit. Simak kelanjutannya di web novel modern ini tentang konsekuensi dari sebuah pelarian.
Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
Dalam Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder, Raina memilih pergi saat Felix mencampakkannya demi cinta lama. Kini, ia kembali sebagai wanita mandiri. Felix yang cemburu berusaha mengejarnya di antara antrean pria lain. Baca billionaire romance novels ini di platform web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Akhir Kata Takdir
Akhir Kata Takdir
Sera dan Marson menikah enam tahun namun bagai orang asing, bahkan putri mereka, Yani, memanggilnya “paman”. Saat cinta lama Marson, Cika, kembali dengan putrinya, dia berjanji akan menjadi ayah yang baik. Sera ingin pergi, tapi Yani memberi ayahnya tiga kesempatan. Sayang, hasilnya tetap tidak sesuai harapan
⁠Disakiti Berakhir Dicintai
⁠Disakiti Berakhir Dicintai
Ranti Gunawan yang terkenal sebagai siswi pintar harus merelakan kuota beasiswa kuliah di bidang hukum untuk pujaan hatinya, dia pun menikah dengan pujaan hatinya, yang bernama Jimmy Mence. Akan tetapi, setelah 4 tahun lamanya menikah, Jimmy malah selingkuh darinya. Maka dari itu Ranti menceraikannya dan memulai lembaran baru dalam hidupnya, tidak hanya menemukan cinta yang baru tapi juga kehidupan kerja yang baru dia rasakan.
Jatuh Cinta pada Ayah Mafia Mantan Pacarku
Jatuh Cinta pada Ayah Mafia Mantan Pacarku
Feny memergoki pacarnya, Daniel, berselingkuh dan langsung memutuskan hubungan. Tak disangka, ia justru bertemu dengan ayah Daniel—Kent Lufti, Sang Raja Mafia. Kent menemukan bahwa Feny adalah putri kandung Don Aldi, rival lamanya. Kent menawarkan pernikahan antara Feny dan Daniel. Sebagai imbalan, Kent akan melindungi keluarga Feny dari bahaya. Feny menyetujui perjanjian itu, sementara Daniel menerimanya dengan senang hati—demi menyembunyikan identitas aslinya sebagai seorang gay dari sang ayah. Namun, hidup di dunia mafia bukan hal mudah bagi Feny. Ia tidak bisa menolak pesona Kent, dan kedekatan mereka berkembang menjadi hubungan rahasia yang panas dan penuh risiko. Sementara itu, Don Aldi merancang siasat untuk menggunakan Feny demi membentuk aliansi kuat dengan pemimpin sindikat Rusia, Ivan Korda. Saat Kent dijebloskan ke penjara akibat jebakan Don Aldi dan Ivan, Feny baru menyadari segalanya. Apalagi setelah mengetahui bahwa dirinya mengandung anak Kent. Demi menyelamatkan ayah dari bayinya, Feny bekerja sama dengan Daniel untuk menyingkirkan Don Aldi dan memaksa Ivan membersihkan nama Kent. Akankah cinta Feny dan Kent bertahan di tengah konspirasi, pengkhianatan, dan hasrat tersembunyi?
Nyonya Swan, Ajari Aku Cinta
Nyonya Swan, Ajari Aku Cinta
Charlotte Swan melupakan masa lalunya untuk fokus pada pekerjaan barunya di Akademi St. James yang bergengsi. Segalanya berubah ketika Timothy Wolfe, raja sekolah memutuskan bahwa dia menginginkan DIA. Itu dilarang, itu tabu, tapi terlebih lagi... Charlotte mempunyai rahasia kelam yang bisa menghancurkan mereka berdua.
Hero Ayahku yang Misterius
Hero Ayahku yang Misterius
Tujuh tahun lalu, dia adalah anak yatim piatu yang hancur-habis, dan dia adalah CEO wanita. Demi cinta, dia menyerah segalanya untuk melarikan diri dengannya. Tujuh tahun kemudian, dia kembali sebagai kaya raya dan berpengaruh usahawan, kaya hingga dapat bersaing dengan negara. Berusaha untuk mengganti kelewatannya masa lalunya dan melindungi dia, dia memastikan keamanan dan kenyamanannya.
Setelah Undurkan Diri, Bos Langsung Panik
Setelah Undurkan Diri, Bos Langsung Panik
Bella Lingga telah menjadi sekretaris CEO kejam Hans Halim selama 6 tahun. Karena sudah muak dengan penindasan sang CEO dan berhasil melunasi hipotek, dia pun adakan pesta dengan sahabat hingga mabuk. Tidak disangka, dia malah tidur dengan CEO kejam itu. Demi menutupi kehamilan, dia memutuskan lekas undur diri agar tidak menjadi pengganggu hubungan akibat salah paham dia sendiri. Namun, sang CEO yang mulai menyadari perasaannya terhadap sekretarisnya pun menjadi gusar dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya kembali, meski Bella menurutnya bukanlah gadis masa kecilnya.