Logo
Rahasia di Balik Cinta Kita
Rahasia di Balik Cinta Kita

Rahasia di Balik Cinta Kita

52 Bab
Tamat
Dalam Rahasia di Balik Cinta Kita, Aruna menghadapi misteri di balik hidup sempurnanya. Saat pesan anonim mengungkap masa lalu berdarah Rayhan, ia terjebak dalam pengkhianatan dan ilusi. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangannya dalam mystery story yang penuh teka-teki.
Bab 1 dari Rahasia di Balik Cinta Kita

Langit sore merona jingga, membalut halaman rumah kecil bercat putih itu dengan cahaya hangat. Aroma ayam bakar yang baru matang menyelinap ke udara, berpadu dengan wangi bunga melati dari pot di teras. Dari luar, rumah itu tampak seperti potret sempurna sebuah keluarga bahagia-rapi, hangat, dan penuh tawa.

Di ruang makan, Aruna sedang menata piring di atas meja. Rambut hitamnya diikat sederhana, beberapa helai jatuh di sisi wajahnya. Ada kelembutan dalam setiap gerakannya-seperti seseorang yang terbiasa merawat, memberi, dan menjaga.

"Bunda! Ayamnya sudah boleh dimakan belum?" suara riang Aila, putri kecilnya yang baru berusia lima tahun, terdengar dari ruang tengah.

Aruna tersenyum. "Tunggu Ayah pulang dulu, sayang. Lagi di jalan kok."

Seolah menjawab, suara pagar berderit. Langkah tergesa terdengar di teras. Rayhan muncul dengan setelan kerja yang masih rapi, dasinya sedikit longgar, senyum hangatnya seperti cahaya kecil di penghujung hari.

"Ayah!" Aila berlari menghampiri dan memeluk kakinya.

Rayhan jongkok, mengangkat putrinya. "Aila cantik nungguin Ayah, ya?" tanyanya sambil mencium pipi kecil itu.

"Iya! Bunda nggak mau makan sebelum Ayah pulang!" ujar Aila, pipinya menggembung lucu.

Rayhan melirik istrinya. "Aturan Bunda memang keras, ya," candanya.

Aruna tersenyum samar, tapi matanya memperhatikan wajah Rayhan lebih lama dari biasanya. Ada gurat lelah di sudut matanya. "Kamu capek? Meeting lagi?" tanyanya lembut.

Rayhan menaruh Aila, lalu duduk di kursi makan. "Iya, lumayan. Tapi lihat kalian berdua, rasanya capek hilang semua." Ia mengecup kening Aruna.

Mereka makan malam bersama, berbincang ringan tentang rencana akhir pekan, tentang Aila yang ingin ke taman bermain, dan tetangga baru di ujung jalan. Suasana itu hangat-nyaman. Seperti potongan kecil kebahagiaan yang membuat Aruna sering berpikir: hidupnya sudah lengkap. Namun, kebahagiaan kadang terlalu indah... sehingga menakutkan.

Setelah makan, Rayhan mengajak Aila bermain di ruang tengah. Aruna membereskan piring, mendengar tawa mereka dari dapur. Sesekali ia melirik: Rayhan menggendong Aila, memutar-mutar hingga tawa anak kecil itu memenuhi ruangan.

Pemandangan itu menghangatkan hatinya-namun juga menorehkan rasa aneh. Bukan karena ia tak bahagia, tetapi karena belakangan ini, ia sering menangkap Rayhan menatap kosong ke luar jendela, atau memandangi ponselnya terlalu lama. Kadang, teleponnya berdering lama... dan Rayhan memilih menjawab di luar rumah.

Malamnya Aila sudah terlelap di kamarnya. Aruna keluar ke teras dengan secangkir teh hangat. Udara malam membawa aroma tanah basah setelah hujan sore tadi. Lampu jalan memantulkan cahaya kuning di aspal yang masih lembap.

Rayhan menyusul, duduk di kursi rotan sebelahnya. "Teh malam-malam? Tumben."

"Biar hangat." Aruna menyerahkan satu cangkir padanya. "Kamu kelihatan makin sibuk akhir-akhir ini. Ada proyek baru?"

Rayhan menyeruput pelan. "Iya, ada beberapa. Deadline-nya mepet." Jawabannya sederhana, tapi nadanya hati-hati. Seolah setiap kata harus disaring dulu sebelum keluar.

Aruna menatap cangkirnya. "Kalau ada yang bikin kamu capek... atau gelisah, kamu cerita ya. Jangan simpan sendiri."

Rayhan tersenyum tipis, matanya menerawang. "Aku nggak nyimpen apa-apa kok, Sayang. Semua baik-baik aja."

Ia menggenggam tangan Aruna. Hangatnya menenangkan, tapi entah kenapa, Aruna merasa ada sesuatu di balik genggaman itu-sesuatu yang tak diucapkan.

Malam semakin larut. Aruna berbaring di tempat tidur, memandangi langit-langit. Rayhan sudah terlelap di sebelahnya. Tapi matanya tak kunjung terpejam.

Tiba-tiba, ponsel Rayhan di meja samping bergetar pelan. Sekali. Dua kali. Layar menyala, menampilkan nama yang tak ia kenal "Maya."

Dada Aruna menegang. Tangannya terhenti di udara, ragu antara membiarkannya atau mengambilnya. Ia menoleh ke arah Rayhan-suaminya tetap tidur, napasnya teratur. Ponsel bergetar sekali lagi. Kali ini muncul pesan singkat:

"Kita harus bicara. Ini penting."

Aruna menarik napas panjang, memejamkan mata. Mungkin itu urusan kantor, mungkin. Ia memutuskan tak menyentuh ponsel itu. Tapi hatinya tahu-sejak malam itu, ada sesuatu yang berubah.

---

Keesokan paginya, matahari menembus tirai, menyapu lembut kamar. Aruna bangun lebih awal, menyiapkan sarapan. Rayhan sudah berpakaian rapi, dasinya terikat sempurna.

"Kamu ada meeting pagi-pagi banget?" tanya Aruna sambil menuang teh.

Rayhan mengangguk cepat, meraih roti panggang. "Iya, mendadak. Nanti aku pulang agak malam. Kamu sama Aila makan dulu aja."

"Meeting di kantor?" tanya Aruna, nada suaranya berusaha terdengar ringan.

Rayhan terhenti sejenak. "Iya, di kantor." Ia tersenyum-senyum manis yang kini terasa seperti tirai tipis menutupi sesuatu.

"Aku pergi dulu, ya." Ia mengecup pipi Aruna, lalu menunduk mencium kening Aila yang baru keluar dari kamar.

Saat Rayhan melangkah keluar rumah, Aruna berdiri di ambang pintu, melihat punggung suaminya menjauh. Aila menarik ujung bajunya.

"Bunda, kenapa liatin Ayah terus?" tanya gadis kecil itu polos.

Aruna tersenyum, mengusap rambut putrinya. "Nggak apa-apa, sayang. Bunda cuma senang lihat Ayah."

Namun dalam hati, ia bertanya-apakah benar itu alasannya? Atau ia sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa senyum Rayhan yang ia lihat setiap hari... masih jujur?

---

Hari itu berjalan seperti biasa. Aruna menyapu, menjemur pakaian, lalu menemani Aila menggambar di ruang tamu. Namun pikirannya terus melayang pada nama yang muncul semalam. Maya. Ia mencoba menepis, tapi rasa penasaran itu tumbuh liar seperti benih yang tak sengaja tertanam.

Menjelang sore, saat Aila tidur siang, Aruna duduk di teras, menatap jalan kosong di depan rumah. Ia mencoba mengingat setiap percakapan terakhir mereka-nada suara Rayhan, tatapan matanya, caranya tertawa. Ada hal kecil yang dulu terasa alami, kini terasa... dibuat-buat.

Ia meneguk teh dingin di tangannya. Dalam diam, Aruna tahu kadang, perubahan tak datang dengan ledakan besar, melainkan dengan hal-hal kecil-sebuah senyum yang tak lagi hangat, pelukan yang terasa ringan, atau pesan dari nama yang asing.

Matahari mulai turun, meninggalkan langit berwarna oranye keemasan. Di dapur, Aruna menyiapkan makan malam, sendirian. Suara jam dinding berdetak pelan, mengisi ruang kosong yang biasanya dipenuhi tawa.

Ketika malam turun dan jam menunjukkan pukul delapan, Rayhan belum juga pulang. Aruna menatap layar ponselnya, mempertimbangkan untuk menelepon, tapi mengurungkan niat. Ia tahu jawaban yang akan didengar "Masih di kantor, Sayang."

Dan malam itu, saat ia menatap meja makan yang sudah tertata rapi namun kosong di hadapannya, Aruna sadar satu hal-kadang, sesuatu yang tampak sempurna... hanya bertahan sampai seseorang berhenti jujur.

Ia menatap foto keluarga mereka di dinding-tiga wajah tersenyum di bawah langit biru. Lalu berbisik pelan, hampir tak terdengar:

"Kalau cinta ini menyimpan rahasia... aku siap mendengarnya. Tapi jangan buat aku menebak sendirian."

Di luar, angin malam berhembus pelan, menggoyangkan tirai. Seolah rumah kecil bercat putih itu ikut menyimpan sesuatu-rahasia yang baru saja mulai terungkap.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas Dendam Lima Anak Kembar
Balas Dendam Lima Anak Kembar
Dalam novel Balas Dendam Lima Anak Kembar, Isabella kembali sebagai wanita sukses demi membalas Rafael Damar, seorang billionaire sekaligus pemimpin mafia. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangan lima anak jenius menuntut keadilan. Baca selengkapnya di web novel penuh intrik ini.
Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan
Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan
Dalam novel romantis modern Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan, Dian menghadapi kenyataan pahit saat suami dan putranya terus mengabaikannya demi merawat sahabat lama yang sakit parah. Merasa tidak lagi dihargai di rumahnya sendiri, Dian memilih pergi. Baca novel online ini sekarang.
Cinta Yang Suci
Cinta Yang Suci
Dalam romance novel Cinta Yang Suci, Corinna memilih pergi setelah bertahun-tahun terluka oleh cibiran Brenden menghancurkan hatinya. Kini, Brenden terjebak penyesalan mendalam di kisah modern novel ini, berusaha mencari kembali kehangatan yang hilang. Baca buku online ini sekarang.
Godaan Cinta Sejati
Godaan Cinta Sejati
Dalam Godaan Cinta Sejati, Yulia terjebak pernikahan paksa dengan Billy Jayendra yang amnesia. Meski terancam cerai, kehamilan Yulia mengubah segalanya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti konflik rumah tangga penuh drama dalam modern novel yang emosional ini.
ISTRI ORANG
ISTRI ORANG
Dalam novel ISTRI ORANG, Ayana terjebak hubungan terlarang dengan Javier, bosnya yang penuh rahasia. Di balik genre billionaire romance ini, Javier ternyata hanya memanfaatkan Ayana demi balas dendam pada suaminya. Temukan kisah pengkhianatan dan intrik dalam web novel populer ini.
Ketika Hati Mulai Mendua
Ketika Hati Mulai Mendua
Dalam novel modern Ketika Hati Mulai Mendua, keharmonisan rumah tangga Affandy hancur saat pesona sang mantan kembali menguji logikanya. Anis harus bangkit demi anak-anaknya di tengah pengkhianatan ini. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan seorang istri menghadapi masa lalu.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Antara Dusta dan Hasrat
Antara Dusta dan Hasrat
Mantan pengacara top yang jatuh dari jayanya × Pewaris buangan keluarga kaya yang berani berbuat apa pun. Yang satu butuh uang demi menyelamatkan nyawa, yang satunya lagi haus kekuasaan mencari jalan untuk naik posisi. Dino Naro setuju membayar Sisil Marta dengan jumlah besar, dengan satu syarat: Sisil harus ikut terseret ke dalam pusaran konflik keluarga, jadi mata-mata bisnis sekaligus kekasih bayangan. Sebuah kesepakatan dengan empat misi: menyusup, meracuni, menggoda, mengakhiri cinta dengan adik ketiga, Danu Naro. Dua orang yang seharusnya nggak saling jatuh cinta, bertemu di waktu yang salah, dengan orang yang salah . Saat semua pilihan adalah kesalahan, cinta dan benci terjalin erat. Apakah semuanya bisa memadamkan api dendam dan kejahatan?
Takdir di Pelukan Pangeran
Takdir di Pelukan Pangeran
Siska mengorbankan hartanya demi Putra Mahkota Jino, tapi malah dikhianati. Gelar dan kedudukannya diberikan pada adik tirinya. Waktu tersadar, dia bangkit, memutus hubungan dengan Jino, lalu menikah dengan Pangeran Yanto. Dengan kekuatan berbisnisnya, dia bertekad membuat semua pengkhianat itu menyesal.
[Versi suara dubbing] Cinta di Balik Topeng
[Versi suara dubbing] Cinta di Balik Topeng
Anak perempuan seorang pekerja, yang tidak bisa mendapatkan ganti rugi untuk ayahnya, bertemu dengan seorang pria yang menyelidiki eksploitasi kerja. Mereka pura-pura menikah demi ayahnya, dengan rahasia dan kesalahpahaman di antaranya.
Sang Bos dan Tumbal Cintanya
Sang Bos dan Tumbal Cintanya
Nolan, bos dunia hitam, bersumpah untuk menikahi wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya. Namun, sebuah ramalan menyatakan dia ditakdirkan kehilangan istri dan anaknya. Untuk melawan takdir itu, dia memilih Allison, gadis berhati lembut, sebagai tumbal. Ironisnya, Nolan justru jatuh cinta pada Allison, tapi perasaan itu terpaksa disangkalnya. Tragedi pun tak terelakkan: Allison tewas saat melahirkan. Nolan hancur, dan lukanya bertambah dalam saat dia tahu bahwa Allison adalah sang penyelamat yang sesungguhnya. Bertahun-tahun berlalu. Sebuah pertemuan tak terduga mengungkap kebenaran yang mengguncang. Allison ternyata masih hidup. Kini, dengan tekad membara, Nolan bersumpah tak akan kehilangan wanita ini untuk kedua kalinya.
Hati Sang Pahlawan (Sulih Suara)
Hati Sang Pahlawan (Sulih Suara)
Denis dipaksa orang tuanya dan Mila yang dicintainya untuk melepaskan masa depannya yang cerah ke Hanif demi balas budi. Denis yang sakit hati memutuskan untuk meninggalkan rumah. Setelah kepergiannya, Mila barulah menyadari kebenaran dari Hanif. Ia sangat menyesal dan gila-gilaan mencari Denis, namun di saat itu Denis sudah bersama orang lain.
Ratu Penjara
Ratu Penjara
Wanita itu dikirim ke penjara dengan keamanan maksimum oleh orang tua angkatnya, karena manipulasi saudara tirinya yang disukai. Setelah tiga tahun, dia berencana untuk melarikan diri dan membalas dendam, tetapi pengaturan penjara yang unik membuatnya tidak berdaya. Seorang pria tiba di penjara mencari pengganti saudara perempuannya dan menyelamatkannya setelah dia terluka selama upaya melarikan diri. Pria itu membawanya ke kediamannya, di mana dia belajar tentang kepribadiannya, mendorongnya untuk mencoba melarikan diri lagi. Hampir tertangkap, dia menemukan dirinya dalam situasi ambigu dengan pria itu. Saat mereka tidur bersama, dia terpikat oleh wajahnya yang polos dan ingin membuatnya tetap dekat. Kemudian, dia melarikan diri saat pria itu tidur, menyusup ke keluarganya untuk membalas dendamnya. Dia meninggalkan tulisan dan jejak kaki berdarah, membuat mereka percaya hantunya telah kembali untuk membalas dendam. Mereka mencari pengusir setan untuk menghilangkan roh. Sementara itu, pria itu mengenalinya ketika melihatnya memanggang tusuk sate di pasar malam. Menyadari wanita itu tidak terganggu, dia tetap diam. Kemudian, dia menemukan wanita itu bersembunyi di bagasi mobilnya dan dengan sengaja memberi tahu asistennya bahwa dia menginginkannya, semakin memperumit hubungan mereka.