Logo
Promise
Promise

Promise

36 Bab
Tamat
Dalam novel modern Promise, Elphia mengasingkan diri ke desa terpencil akibat konflik keluarga. Di sana, ia fokus melukis hingga bertemu pria misterius yang mengubah hidupnya. Saat pria itu pergi, Elphia harus menghadapi kenyataan pahit. Baca romance novel ini untuk mengikuti kisahnya.

Ringkasan Promise

Elphia memutuskan menjauh dari konflik keluarga dengan mengasingkan diri ke sebuah desa terpencil. Di sana, ia menenangkan diri melalui hobi melukis hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda misterius. Kehadiran pria itu perlahan mengisi hari-hari Elphia yang sepi. Namun, kebahagiaan tersebut seketika sirna saat sang pria memilih pergi meninggalkannya sendirian. Akankah garis takdir kembali mempertemukan mereka di masa depan nanti?
Selengkapnya

Bab 1 dari Promise

Aku merasa asing di tempat ini, tempat yang berbeda dari tempat tinggalku yang dulu. Aku merindukan sesuatu, sangat rindu. Tapi aku sendiri tidak tahu apa itu. Aku sering sekali mendapati perasaan seperti ini. Kini, pikiranku kembali pada tempat pengasingan ini. Tempat yang berada di pantai, pantai yang sangat sepi. Yang terdengar hanyalah suara ombak yang memecah kesunyian. Di belakang rumahku terdapat beberapa bukit dan gunung yang tinggi. Aku mulai membereskan barang-barangku yang tidak terlalu banyak. Tiba-tiba saja mataku tertuju pada peralatan lukisku, dan hal ini juga yang menyebabkan aku berada di tempat ini. Tapi aku tidak peduli, asalkan aku bisa terus melukis, bagiku itu sudah cukup. Aku tidak peduli walaupun aku diasingkan oleh keluargaku sendiri. Jika mereka saja tidak peduli padaku, lalu untuk apa aku mempedulikan mereka? Walaupun aku adalah anak tunggal mereka.

Aku pasang lukisan kelinciku di dinding yang catnya telah kusam, dan kupandangi lukisan itu lekat-lekat. Aku menghela nafas panjang lalu mengelap lukisan itu dengan perlahan. Lukisan itu mempunyai arti yang dalam bagiku, selain karena lukisan pertamaku, juga karena alasan aku melukisnya.

♡♡♡

Udara pagi hari di sini sangat sejuk. Sepanjang pagi aku hanya melihat laut dan mendengarkan suara gelombang. Ternyata, tempat pengasingan ini lebih menyenangkan dari tempat manapun. Aku terus berjalan, mengikuti arah pantai dan akhirnya tiba di kaki bukit. Aku biarkan kaki melangkah menaiki bukit itu. Terus mendaki dan mendaki, sampai akhirnya aku menyadari bahwa kini aku berada di tengah hutan dengan pohon-pohon tua dan semak-semak berduri. Aku terus berpikir, arah mana yang harus aku lalui, dan pada akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti arah ranting yang baru saja aku jatuhkan. Jalan setapak ini mempertemukan aku pada anak sungai dengan batu-batu yang besar. Rasa haus memerintahkan aku untuk meminum air itu.

Aku terus berjalan, berjalan dan berjalan, mengikuti anak sungai itu, yang kemudian mengarah pada suatu perkampungan. Aku bersyukur, karena aku tidak bertemu dengan hewan-hewan yang membahayakan. Aku segera turun dengan tergesa-gesa. Aku tidak tahu di desa apa kini aku berada.

“Maaf!” ucap seorang pria yang baru saja menabrakku. Dia terlihat sangat tergesa-gesa dengan membawa tas gunung yang sangat besar dan terlihat berat. Dia mengenakan baju kaos hitam kusam dengan celana denim sobek dan topi hitam. Walaupun berpenampilan demikian, tetapi dia seperti seorang yang terpelajar. Mungkin usianya sekitar dua tahun lebih tua dariku.

♡♡♡

Hampir sembilan bulan aku berada di sini, dan hanya satu orang yang sering datang ke rumah ini, atau aku yang ke rumahnya. Dia seperti nenekku sendiri. Walaupun rumahku ini jauh dari perkampungan, tetapi aku tidak pernah merasa kesepian.

“Assalamualaikum, Phia!” aku mendengar suara seorang pria yang sedang mengetuk pintu rumahku, langsung saja aku membukakan pintu.

Aku melihat seorang pria yang berwajah tampan. Kulitnya putih bersih, alisnya tebal, hidungnya mancung, bentuk rahangnya juga tegas. Aku yakin banyak wanita yang terpesona dengannya. Apakah termasuk aku?

Sorotan matanya tajam, membuat setiap orang yang ditatapnya akan merasa segan.

Meskipun ditutupi oleh kaos yang dipakainya, aku yakin dia memiliki lengan yang kekar.

Penampilannya tidak terlalu menonjol, terlihat biasa-biasa saja, namun aku tahu dia bukan orang sembarangan.

Suaranya juga tegas namun menenangkan. Aku yakin, jika dia menjadi dokter atau psikolog, maka para pasiennya rela bolak-balik hanya untuk sekedar konsultasi dengannya.

Tunggu, ada apa dengan diriku? Sejak kapan aku mengamati penampilan seseorang? Apakah tinggal di desa terpencil membuatku hobi mengamati segala sesuatu yang ada di sekitarku?

Aku merasa seperti pernah melihatnya, tapi tidak tahu dimana. Beberapa saat kemudian baru kusadari ternyata orang itu adalah pria yang pernah menabrakku di desa sembilan bulan yang lalu. Tapi siapa dia? Aku tidak pernah mengenalnya sama sekali. Lalu bagaimana dia bisa tahu nama dan tempat tinggalku?

“Jadi, kamu yang namanya Phia?” ucap pria itu sambil tersenyum.

Pertanyaan pria itu menyadarkan aku dari lamunanku.

“Aku Aisar. Kamu pasti kenal nenekku! Nenek memintaku mengantarkan ini.”

Pria yang bernama Aisar itu menyodorkan sebuah bungkusan. Aku menyuruhnya masuk tanpa berbicara sepatah katapun.

“Jadi, kamu seorang pelukis ya?” tanyanya tanpa mengharapkan jawaban.

Dia duduk di bangku reot tang ada di depan rumahku. Aku menyuguhkan teh hangat tanpa cemilan. Aku duduk di sebelahnya.

Semilir angin laut membuat teh itu cepat dingin. Pria itu menyeruput teh yang aku buat itu dengan perlahan, seolah menikmati rasa teh yang aku yakin rasanya biasa-biasa saja.

Aroma parfumnya tercium di indra penciumanku. Aroma maskulin yang menenangkan.

Sebanarnya siapa dia? Semua yang ada pada dirinya membuatku penasaran, setidaknya hingga saat ini. Di hari pertama pertemuan aku dengannya.

Kami saling menatap, dia tersenyum menampilkan wajah tampan, yang sekali lagi, aku yakin akan banyak wanita yang bersyukur akan anugerah yang ada di hadapan mereka. Apakah aku salah satunya?

Lagi-lagi dia membuatku penasaran. Dia memiliki daya tarik tanpa harus melakukan ini itu. Entah apapun pekerjaan pria ini, sekali lagi, dia akan membuat orang-orang di sekitarnya merasa kagum.

♡♡♡

Setiap hari Aisar ke rumahku. Aku tidak tahu kenapa, mungkin karena disuruh oleh neneknya, untuk menemani hari-hariku yang sepi tanpa sanak saudara yang memang tidak pernah peduli padaku.

“Kamu mau ke rumah nenek, Phi? Sudah tidak usah, hari ini nenek pergi ke rumah nek Santi.”

Kami duduk di tepi pantai. Aku juga sering melukis dan dia selalu melihatnya. Di sini, tidak ada seorang pun yang dapat melarangku melukis. Aisar sering menceritakan tentang dirinya.

“Aku ke sini saat liburan semester.”

Aku tidak mengerti mengapa dia seperti itu. Dia menceritakan seluruh riwayat hidupnya dan keluarganya. Dia juga tidak pernah terbebani oleh apapun.

“Ah, maaf!”

Aisar menumpahkan catku. Raut wajahnya menunjukkan rasa bersalah yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.

“Jangan katakan maaf, karena itu tidak perlu dipermasalahkan. Kehilangan cat segini tidak masalah untukku. Dulu, alat-alat lukisku sering dibuang oleh mereka.”

Perkataanku yang tiba-tiba sepertinya mengagetkan dia. Tentu saja, karena selama aku berada di tempat pengasingan ini, aku tidak pernah berbicara pada siapapun. Untuk membeli sesuatu, aku hanya menunjuk, mengangguk, menggeleng, semua hanya dengan gerakan tubuh. Orang-orang pasti menganggapku bisu, termasuk nenek.

“Loh, jadi kamu bisa bicara, Phi?” tanyanya bingung sekaligus senang.

“Kenapa sih selama ini kamu tidak pernah bicara?” dia menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan sikapku selama ini.

Nenek senang sekali saat mengetahui bahwa aku dapat berbicara.

“Kamu seperti adikku,” ucap Aisar tiba-tiba. Kata-katanya terdengar aneh.

“Benar, aku mungkin seperti adikmu, tetapi kamu tidak seperti kakakku. Hanya nenek, yang seperti nenek kandungku.”

Dua bulan sudah kami bersama dan aku selalu mendengarkan cerita-ceritanya.

“Kamu pendengar yang baik.” Aisar mengusap-usap kepalaku.

“Tidak! Aku bukanlah seorang pendengar yang baik. Baik untukmu, nenek, atau siapapun. Pendengar yang baik untuk diri kita adalah Allah dan diri kita sendiri. Bahkan, aku sendiri tidak tahu apakah aku dapat memahami diriku sendiri atau tidak.”

♡♡♡

“Phi, Phi! Ayo cepat, nenek memanggilmu,” kata Aisar terburu-buru.

“Ada apa, nenek sakit, ya?”

Aku melihat Aisar mengangguk.

“Phia, ini! Simpanlah leontin ini, jangan sampai hilang. Apapun yang terjadi, leontin ini harus selalu bersamamu.”

Sementara aku dan nenek berbicara berdua, Aisar berada di luar menunggu kedatangan dokter.

Wajah nenek semakin pucat dan aku tidak dapat membendung rasa sedihku.

Setiap hari aku merawat nenek, sampai akhirnya keadaan nenek semakin membaik.

“Phi, aku harus kembali ke Jakarta dan aku tidak tahu kapan akan kembali lagi ke sini.”

“Tapi ... bagaimana dengan nenek? Apa kamu akan meninggalkannya? Aku tidak keberatan merawatnya, tapi dia juga membutuhkanmu,” kata-kataku mungkin saja membuatnya terbebani, dan aku tidak menginginkan hal ini.

“Apa nenek sudah tahu?” tanyaku buru-buru untuk memecahkan keheningan.

“Ya,” katanya dengan suara sedikit tertahan.

Walaupun sangat sedih, tetapi nenek merelakan Aisar kembali ke Jakarta. Hari ini Aisar memakai pakaian yang sama seperti pertama kali aku bertemu dengannya. Terukir kembali di benakku saat-saat itu. Saat-saat yang tidak terduga.

“Sar, berjanjilah padaku kamu akan pulang. Aku ingin saat aku membuka pintu, ada kamu yang sedang menungguku. Aku tunggu kamu di pantai ini, aku tunggu kamu di rumah ini. Aku tunggu, selalu kutunggu sampai kamu kembali, dan satu hal lagi yang tidak boleh kamu lupakan, kamu harus menggunakan baju dan topi yang sama!”

“Aku janji. Tunggulah aku di pantai ini. Pada saat itu, aku pasti akan memakai segala sesuatu yang sama.”

Hari ini telah memisahkan Aisar dari nenek dan aku.

♡♡♡

“Ada apa?”

Tidak seperti biasanya rumah nenek banyak orang.

“Tiba-tiba saja penyakit nenek bertambah parah.”

Agar bisa selalu menjaga nenek, akhirnya aku tinggal di rumah nenek. Setiap hari penyakit nenek semakin bertambah parah.

“Nenek, ayo minum obat dulu, baru nanti tidur lagi. Nenek, nenek!” kataku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.

Beberapa waktu kemudian

“Nenek, sekarang aku sendiri. Aku merasa kesepian, sangat kesepian. Mengapa nenek tidak menunggu Aisar. Dia berjanji akan pulang. Benar kan, nek?” tanyaku di depan kuburan nenek.

Rasa kesepian kembali menyelimuti hatiku sejak kepergian nenek untuk selamanya. Nenek memang bukan nenek kandungku, tapi kasih sayang dan perhatiannya melebihi keluarga kandungku sendiri.

Aku memegang leontin pemberian nenek. Aku rasa leontin ini sangat berharga buat nenek. Aisar bahkan tidak tahu kalau nenek memberikan leontin ini padaku. Kenapa nenenek memberikannya padaku?

Yang datang akan pergi. Jadi jangan berharap mereka akan selalu berada di sisiku.

Nenek pergi, untuk selamanya dan tidak akan kembali.

Aisar pergi, entah untuk berapa lama. Apakah dia akan kembali untuk menepati janjinya? Atau kami akan saling melupakan pertemuan yang singkat itu.

Pertemuan singkat yang menyisakan ruang kosong di hati. Memberikan rasa sepi yang bahkan lebih dalam dari sebelumnya, saat pertama kali aku ke tempat ini.

Setiap pagi, saat aku membuka pintu, dengan keyakinan dia akan datang. Setiap hari selama satu tahun ini aku selalu menunggunya, dan kapankah dia akan pulang. Kutatap, selalu kutatap pantai ini dan mendengarkan suara ombaknya yang bagaikan nyanyian menyayat hati dalam penantian panjang yang tak berujung. Aku memegang erat-erat leontin pemberian yang ada di leherku, dan sekali lagi aku membuka pintu yang menghadap pantai ini.

Biarkan sesuatu menjadi milikku

Hari ini, esok dan selamanya

Bisakah itu terjadi?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Supir Biasa
Bukan Supir Biasa
Dalam web novel Bukan Supir Biasa, seorang perantau mengadu nasib sebagai driver di Bali. Menghadapi kerasnya hidup modern, ia berjuang mengejar ambisi dan cinta di tengah rintangan tak terduga. Ikuti adventure penuh pilihan sulit dalam romance stories yang terinspirasi kisah nyata ini.
Cinta Setelah Menikah
Cinta Setelah Menikah
Dalam novel Cinta Setelah Menikah, Bunga harus menghadapi kenyataan saat dinikahi Rio Xen Zhin, seorang CEO dingin yang mirip mantan tunangannya. Billionaire romance novels ini mengisahkan perjuangan Bunga lepas dari masa lalu di tengah pernikahan balas jasa. Baca online novel seru ini.
Dear Ex and Mistakes
Dear Ex and Mistakes
Dalam romance novel Dear Ex and Mistakes, pengkhianatan menghancurkan pernikahan yang dulu penuh cinta. Enam tahun menghilang, takdir mempertemukan kembali sang protagonis dengan mantan suaminya. Kini ia harus memilih antara luka masa lalu atau tawaran masa depan dalam modern novel ini.
Ijinkan Aku Mencintaimu
Ijinkan Aku Mencintaimu
Dalam novel Ijinkan Aku Mencintaimu, Sheeree mempertaruhkan segalanya lewat kesepakatan satu bulan demi mengejar cinta Arvid sebelum kontrak berakhir. Romance novel ini menyajikan perjuangan penuh rahasia yang bisa Anda nikmati saat read novels online secara gratis.
MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
Dalam MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN, Lavendra terjebak pernikahan demi warisan. Sebagai romance novel dengan sentuhan billionaire romance books, ia harus bersaing dengan masa lalu suaminya demi kebahagiaan, meski pengorbanannya diuji oleh keputusasaan yang mendalam.
Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami
Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami
Membaca novel romantis miliarder Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami. Felisha menghadapi kenyataan pahit saat Zarend menyodorkan surat cerai di hari ulang tahunnya demi wanita lain. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam novel web emosional ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tak Sengaja Menggoda Pewaris Miliarder
Tak Sengaja Menggoda Pewaris Miliarder
Dia dikhianati oleh suaminya, bahkan tidak bertemu selama tiga tahun. Tapi selama tiga tahun ini, dia tahu kalau suaminya selingkuh, dia juga ada dekat dengan seorang pria, hanya saja dia tidak tahu kalau pria itu miliader.
[Versi suara dubbing] Ikatan Terkutuk, Cinta yang Patah
[Versi suara dubbing] Ikatan Terkutuk, Cinta yang Patah
Tujuh tahun yang lalu, seorang damsel surgawi jatuh cinta pada seorang manusia biasa yang sial, membantunya menjadi jenderal tetapi ditinggalkan. Setelah meneteskan air mata yang menyakitkan hati, dia melenyapkan mantra dan kembali ke surga...
[Versi suara dubbing]Harga dari Kesombongan
[Versi suara dubbing]Harga dari Kesombongan
Setelah enam tahun berperang, dia menjadi kaisar dan menerima istri pertamanya. Dengan menyelamatkan seorang tukang cuci, wanita itu berani masuk ke istana dengan sombong, membunuh istri kaisar, dan akhirnya membayar konsekuensinya...
Siapa Kau?
Siapa Kau?
Chris Norhan, merupakan konglomerat tersembunyi yang mengendalikan perekonomian negara, diam-diam menikahinya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Namun dia diceraikan sebelum ia sempat mengungkapkan jati dirinya…
Lamaran Beracun
Lamaran Beracun
Saat tunangannya gagal membuktikan cintanya dalam permainan hidup dan mati, sang pengantin diculik oleh seorang pedagang senjata yang kejam. Namun, tak disangka, hatinya mulai goyah di balik upayanya melarikan diri. Tetap setia pada prinsip atau menyerah pada daya tarik pria berbahaya yang rela melakukan apa pun demi memilikinya?
Kini Ku Tak Menunggumu Lagi
Kini Ku Tak Menunggumu Lagi
Karena sudah bertunangan di kehidupan sebelumnya, tokoh utama wanita menikah dengan pria brengsek. Kuota masuk universitasnya akhirnya dicuri oleh pria itu dan diberikan pada wanita lain. Selama 50 tahun pernikahan, pria itu bahkan selalu diam-diam memberikan setengah gajinya untuk cinta pertamanya itu. Sementara itu, sang tokoh utama wanita bekerja demi keluarga dan mengurus rumah tangga sampai disebut istri teladan oleh tetangganya. Namun, setelah cinta pertama pria itu meninggal, pria itu langsung bunuh diri. Dia meninggalkan surat wasiat untuk dimakamkan bersama cinta pertamanya, dan semua hartanya diwariskan pada anak perempuan cinta pertamanya. Di kehidupan ini, tokoh utama wanita diam-diam menerima surat penerimaan universitas. Menjelang hari pernikahan, ia justru hanya fokus mempersiapkan masuk kuliah karena dia mau membatalkan pernikahannya, meninggalkan pria itu, dan menyambut hidup barunya di hari pernikahan itu.