Logo
Persona
Persona

Persona

74 Bab
Tamat
Dalam novel Persona, Safira menjalin kasih dengan Gilang yang tampak sempurna. Namun, ia harus menghadapi sisi gelap sang kekasih yang mengancam hubungan mereka. Simak kisah romance novel ini di web novel kami, sebuah modern novel tentang pilihan sulit dan perubahan karakter.

Ringkasan Persona

Gilang Angkasa adalah sosok pria idaman dengan kepribadian sempurna dan paras menawan yang dikagumi banyak wanita. Safira Riana, seorang gadis polos, turut terpikat hingga akhirnya mereka resmi menjalin kasih. Namun, di balik citra idealnya, Gilang menyimpan kebiasaan buruk yang tersembunyi dari publik. Rahasia kelam ini menjadi ujian berat bagi hubungan mereka. Di tengah berbagai godaan, mampukah Safira mengubah tabiat Gilang dan mempertahankan cinta mereka agar tetap bertahan?
Selengkapnya

Bab 1 dari Persona

SMA Tunas Bangsa adalah salah satu SMA swasta terbaik di Jakarta. Sistem pembelajaran yang sangat baik, murid-murid yang terkenal cerdas dan selalu memenangkan berbagai lomba akademi maupun non akademi di setiap tahunnya, para guru yang tangguh dan profesional, serta gedungnya yang megah dan fasilitas yang lengkap. Setiap tahun ada ribuan siswa SMP yang mendaftar di sana. Namun, tak sedikit siswa yang ditolak karena keterbatasan lokal dan tak memenuhi standar yang telah ditetapkan SMA Tunas Bangsa.

Hari ini adalah hari terakhir Masa Orientasi Siswa bagi peserta didik baru di SMA Tunas Bangsa. Hari pengenalan ekstrakurikuler SMA Tunas Bangsa. Para senior yang memiliki tanggung jawab atas ekstrakurikuler-nya sibuk memperkenalkan ekstrakurikuler pada para peserta didik baru.

Di SMA Tunas Bangsa ada ekstrakurikuler Pramuka, Drumband, Paskibra, Sispala, Voli, Basket, Futsal, Sepak Bola dan Rohani Islami. 

Sudah ada beberapa ekskul yang dipromosikan. Dan sekarang giliran promosi ekskul Pramuka.

Ribut suara bercakap-cakap terdengar menggema di ruangan itu tatkala para senior ekstrakurikuler Pramuka memasuki ruangan tersebut. Para peserta didik baru duduk di kursi besi yang berbaris rapi.

"Perkenalkan nama abang Tristan Bimantara, ketua pramuka SMA Tunas Bangsa," ucap lelaki bertubuh tinggi dan kurus itu, selaku ketua ekskul, memperkenalkan dirinya di depan para peserta didik baru yang sontak mengalihkan perhatian padanya.

"Tentu kalian udah nggak asing lagi, ya, dengan nama pramuka?" Restu, selaku wakil Tristan ikut bertanya. Beberapa dari mereka terlihat mengangguk, tanda mereka sudah tidak asing lagi dengan ekstrakurikuler populer yang satu ini. Beberapa ada yang hanya diam. Beberapa pula ada yang terlihat mengobrol dengan temannya.

"Siapa yang suka ekskul pramuka? Siapa yang masa SMP nya suka ikut pramuka?" lanjut Tristan dengan pertanyaan. Sebagian besar peserta didik baru mengangkat tangannya. Tristan dan Restu bergantian menjelaskan sedikit perihal ekstrakurikuler pramuka yang sebenarnya sudah diketahui oleh mereka. Tristan juga mengenalkan para anggotanya yang lain yang berdiri di sampingnya.

"Ini Bang Restu, wakil abang," ucap Tristan memperkenalkan wakilnya. "Yang di sana ada Kak Syifa, halo, Kak Syifa," tegur Tristan sambil melambaikan tangannya ke arah siswi itu. Siswi yang dipanggil 'Kak Syifa' itu tersenyum sambil melambaikan tangannya ke adik kelasnya. "Ada juga Kak Nana, halo Kak," sapa Tristan lagi pada siswi yang berdiri di dekat pintu. Siswi itu tersenyum ramah. 

"Kalau kalian gabung pramuka kalian bisa mengenal kakak-kakak dan abang-abang lebih dekat," jelas Tristan. "Yang mau daftar pramuka siapa? Waahh rame banget, ya," ucap Tristan tatkala melihat banyak siswa yang mengangkat tangan. Tristan membagikan beberapa selebaran pada dua temannya untuk dibagikan ke adik kelas yang berminat. Lalu lelaki bertubuh tinggi itu berbalik badan menghadap papan tulis yang mana di sana telah terpampang beberapa nomor telepon yang baru saja ditulis oleh wakilnya.

"Kalian boleh isi formulirnya atau hubungi nomor abang atau teman-teman abang untuk informasi lebih lanjut," sambungnya. Ketua ekskul itu terus mengoceh menjelaskan perihal ekskul tersebut.

Sementara di luar ruangan, di tengah koridor yang ramai, seorang gadis tampak resah, celingukkan memperhatikan area sekitarnya, sesekali dia melongokkan kepala ke ruang MOS. Di tangannya terdapat setumpuk selebaran formulir pendaftaran ektrakurikuler Olahraga Basket.

"Riri kemana, sih? Katanya pergi bentar tapi nggak balik-balik. Pake nitipin ini ke gue lagi," gumamnya. "Kayaknya ekskul Pramuka udah mau selesai, tuh." Gadis pemilik nametag Safira Riana itu berbalik badan dan kembali berjalan di koridor yang ramai, hendak mencari keberadaan temannya di kantin. Namun, dari arah yang berlawanan, seseorang menabrak bahunya membuatnya sontak memegangi bahunya yang terasa nyilu.

"M-maaf, Kak, nggak sengaja," ucap siswi yang menabraknya itu. Safira memandang ke arah siswi itu yang kini tertunduk.

Safira tersenyum, "nggak apa-apa, santai aja." Matanya tertuju pada nametag siswi itu yang bertuliskan Ristyana Putri.

Siswi berseragam putih biru itu mengangkat kepalanya, menatap Safira. "Kalau gitu aku duluan, ya, Kak," pamitnya sambil tersenyum kaku. Safira mengangguk sambil tersenyum juga. Siswi itu pun berlalu dari hadapannya. Safira menatap punggung siswi itu hingga dia menghilang di balik keramaian.

Satu kata yang terlintas di benak Safira saat melihat wajah siswi bernama Ristyana Putri itu. Cantik. Siswi itu bahkan sangat cantik. Safira yakin siapa pun yang melihatnya akan berpikiran sama dengannya.

Safira termangu merenungkan gadis itu hingga akhirnya dia tersadar karena bahunya terasa di tepuk dari belakang. Safira terkejut dan menoleh. Riri menatapnya heran.

Safira menimpuk Riri dengan selebaran di tangannya. "Dari mana, aja, sih, lo?"

Gadis bernama Riri itu terkekeh. "Kenapa? Lama, ya, nunggunya?"

"Bukan apa-apa. Di dalam ekskul pramuka kayaknya udah mau selesai. Gue panik lah nyariin lo. Masak gue gitu yang gantiin lo promosi?"

Riri langsung mengambil alih kertas-kertas itu dari tangan Safira. "Makasih, ya?"

Safira mengangguk.

Lalu gadis yang merupakan senior basket itu mendatangi teman-temannya selaku anggota ekstrakurikuler basket untuk berunding.

Sementara Safira duduk di kursi panjang depan koridor. Sesekali dia melempar pandang ke siswa yang berlalu-lalang di koridor itu. Safira menghela napas saat dilihatnya Evan yang berjalan ke mari dan di kerubungi cewek-cewek yang merupakan adik kelasnya.

"Bang foto dulu, dong," salah satu siswi itu mengeluarkan ponsel. "Boleh, ya?"

Evan hanya mengangguk pasrah. Siswi itu meminta temannya untuk memotokannya dengan Evan. Beberapa teman siswi itu juga ada yang minta foto bersama Evan.

Safira tersenyum geli saat melihat Evan terlihat risi di dekati para cewek, tapi diturutinya juga kemauan cewek-cewek itu untuk selfie bersama.

"Makasih, ya, Bang," ucap cewek-cewek itu tampak kesenangan.

"Oke," jawab Evan.

Satu-satunya lelaki yang dekat dengan Safira itu berjalan mendatangi Safira di bangku panjang.

Ketika Evan mendekat, Safira tertawa. "Enak, ya, di kejar cewek-cewek setiap hari? Menang banyak," celetuk Safira sambil terkikik.

Sementara Evan malah bergidik geli. Lelaki itu duduk di samping Safira. "Seandainya di kasi kesempatan buat tukaran sama cowok yang biasa aja, yang nggak di kejar-kejar cewek, mau gue, beneran. Pusing tauk." Evan memijit pelipisnya.

Safira hanya tertawa.

"Nungguin apaan?" Evan mengalihkan topik pembicaraan.

"Tuh, Riri." Safira menatap Riri dari kejauhan yang terlihat sibuk dengan teman satu ekskulnya.

Evan kemudian mengangguk-angguk. Evan kembali mengajak Safira bicara, Safira menanggapi semuanya. Sampai akhirnya, giliran ekskul basket untuk promosi ke ruang MOS.

***

Beberapa hari setelah Masa Orientasi Siswa terlewati. Kegiatan belajar mengajar di SMA Tunas Bangsa kembali di mulai.

Bel tanda masuk baru saja berbunyi beberapa menit lalu. Ribut tawa dan suara bercakap-cakap terdengar dari setiap kelas yang belum dihadiri guru. Tak terkecuali kelas XII IPS 2.

Seorang guru masuk ke kelas XII IPS 2, membuat seisi kelas itu yang tadinya ribut seketika senyap. Hanya sesekali terdengar bisikan. Beliau ternyata tidak sendiri. Dia bersama seorang siswa asing yang berjalan di belakangnya. Menciptakan tanya di benak para siswa XII IPS 2. 

Siapakah dia? Demikian tatapan para siswa yang memandangnya seolah bertanya. Beberapa dari mereka saling pandang sebelum akhirnya Bu Nurma menjawab pertanyaan itu.

"Selamat pagi anak-anak. Sekolah kita kedatangan murid baru. Dia pindahan dari SMA Negeri 2 Bandung," jelas Bu Nurma, guru Sosiologi yang akan mengajar hari ini sekaligus wali kelas mereka. Para siswa di kelas itu ber 'oh' ria sambil matanya tak lepas dari menatap siswa baru itu. Bu Nurma menoleh. "Gilang, perkenalkan lagi dirimu pada teman-temanmu dan hal-hal lain yang perlu temanmu ketahui." Bu Nurma mempersilakan.

Gilang mengangguk, lalu menatap ke depan, memandangi para siswa di kelas itu secara keseluruhan. "Perkenalkan nama saya Gilang Angkasa. Kalian bisa panggil saya Gilang. Saya pindahan dari Bandung. Usia saya 17 tahun. Hobi saya traveling. Oh, iya, saya masih single," jelas Gilang dengan intonasi yang cepat dan fasih.

Kalimat terakhir yang Gilang ucapkan membuat beberapa siswi di kelasnya tertawa, entah karena apa. Tapi Gilang tampak tak peduli. Dia justru membalasnya dengan tersenyum tipis.

Gilang rasa hanya itu yang perlu dia sampaikan. Dia menoleh ke Bu Nurma. "Sudah, Bu," katanya.

"Silakan duduk di bangku kamu, cari tempat yang kosong. Di sini masih ada bangku kosong ... " Bu Nurma mengedarkan pandangan, mencari kursi kosong yang ternyata ada di pojok belakang. "Di sana." Bu Nurma menunjuk pojok tersebut.

Gilang pun mengangguk. Kaki panjangnya melangkah cepat menuju bangkunya bersamaan dengan para siswa yang terus memandangi. Dia duduk, melepaskan tas ranselnya, lalu mengeluarkan buku tulis kosong. Dia mulai mengikuti pelajaran Sosiologi yang akan di mulai.

Beberapa siswa yang duduk tak jauh darinya memandang ke arahnya. Gilang membalas pandangan itu dengan tersenyum ramah. Gilang tidak masalah jika dia harus duduk sendiri. Toh, ini memang kesenangannya. Menyendiri.

"Baik anak-anak, mohon perhatiannya, buka halaman 5 di buku paket kalian," perintah Bu Nurma. "Gilang, kamu yang belum punya buku paket boleh numpang sama temanmu. Gio, Farhan, bagi buku kalian dengan Gilang, ya," tegur Bu Nurma pada dua siswa yang duduk di depan Gilang. 

"Iya, Bu," sahut lelaki bernama Gio. Dia pun menoleh ke belakang. Gilang justru menggeleng, mengisyaratkan bahwa dia tak perlu dibagi buku. Gio dan Farhan saling pandang. Lalu menoleh lagi ke arah Gilang.

"Kenalkan nama gue Gio, dia Farhan," ucap Gio pada Gilang sambil mengulurkan tangannya.

Gilang menjabat tangan Gio, "gue Gilang. Bukunya kalian pakai aja, gue nggak pake buku nggak masalah, jangan bilang ke Bu Nurma," jelasnya pada dua teman barunya itu.

Farhan hanya mengangguk, "okey kalau gitu."

Keduanya lalu berbalik badan, mendengarkan penjelasan Bu Nurma dengan saksama.

Ya, Gilang tidak butuh buku. Dia cukup mendengarkan apa yang Bu Nurma jelaskan. Kecuali Bu Nurma memberi tugas. Tapi sampai sejauh ini sepertinya Bu Nurma tidak memberi tugas.

Tanpa Gilang sadari, ada seorang siswi yang sejak tadi memperhatikannya. Siswi itu tersenyum dalam diam.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

BURONAN
BURONAN
Dalam BURONAN, Sammy, mantan militer yang difitnah, melarikan diri dari penjara demi mencari adiknya. Kini menjadi pembunuh bayaran, ia terjebak dilema saat targetnya adalah orang terdekat Rheyna. Simak adventure story penuh aksi ini dalam action romance modern novel yang mendebarkan.
CEO with Pole Dancer
CEO with Pole Dancer
Dalam CEO with Pole Dancer, Zia Zovanka menjadi incaran Sagara Pratama setelah sebuah insiden tak terduga. Sagara yang terobsesi akhirnya menemukan Zia di klub malam. Ikuti kisah billionaire romance ini dalam web novel yang penuh ketegangan dan pilihan hidup yang sulit.
Dirka & Viona
Dirka & Viona
Dalam Dirka & Viona, pewaris kaya yang kesepian ini harus menyelamatkan seorang gadis misterius dari tindakan nekat. Pertemuan tak terduga dalam romance novel ini memaksa Dirka menghadapi masa lalu kelam demi melindungi masa depannya. Baca kisah modern novel ini sekarang di web novel.
KIRANI SI WANITA MALAM
KIRANI SI WANITA MALAM
Dalam KIRANI SI WANITA MALAM, seorang istri terjebak pilihan sulit demi menopang ekonomi keluarga suaminya. Telusuri perjuangan hidup Kirani dalam romance novel ini, sebuah modern novel yang mengungkap pengorbanan di balik dunia malam dan rahasia rumah tangga yang penuh tekanan.
Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
Dalam Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar, Galang menghadapi dilema besar saat rumah sempitnya kedatangan ibu dan adik ipar. Romance novel ini mengupas perjuangan Galang menjaga keutuhan keluarga di tengah konflik ruang dan ego. Baca kisah modern novel ini untuk melihat batas kesabaran seorang pria.
Selamat Tinggal, Cintaku yang Ceroboh
Selamat Tinggal, Cintaku yang Ceroboh
Dalam romance novel Selamat Tinggal, Cintaku yang Ceroboh, Verena terjebak hubungan tanpa ikatan dengan Jeffrey. Saat cinta mulai tumbuh, masa lalu Jeffrey menghancurkan segalanya. Baca web novel modern ini untuk melihat perjuangan Jeffrey merebut kembali Verena yang kini milik orang lain.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pertemuan yang Ditakdirkan
Pertemuan yang Ditakdirkan
Ayahnya memaksa sang putrinya untuk mewakili saudara tirinya menikah dengan pria tua, jelek dan kaya itu, kalau tidak ayahnya tidak mau membayar biaya medis ibunya. Disaat semua orang mengira sang wanita itu akan menikah dengan pria tua yang jelek, tapi kaya, mereka tak menyadari kalau pria itu sangatlah ganteng, bahkan diam-diam membantu sang wanita. Tapi dalam perjalanan cinta ini, sang wanita akan memilih apa?
Balas Dendam Elegan
Balas Dendam Elegan
Suami Adeline memalsukan kematiannya untuk bersama selingkuhannya, namun Adeline membalikkan keadaan. Dia membatalkan status hukum suaminya, menyita seluruh asetnya, dan mengumumkan acara pemakaman. Ketika sang suami muncul kembali untuk membuktikan dirinya masih hidup, Adeline dengan dingin memintanya membuktikan identitas. Setelah keluarga suaminya menjadi penjamin, Adeline membongkar perselingkuhan suaminya, bersekutu dengan pria yang lama menaruh hati padanya, dan meninggalkan suaminya tanpa sisa. Akhirnya dia meraih cinta dan kesuksesan bisnis sekaligus.
Cinta Kedua, Janji Sejati
Cinta Kedua, Janji Sejati
Ibu tunggal Nisa salah kira Ardi saat kencan, lalu nikah kilat. Lewat salah paham dan ujian, dengan bantuan putrinya mereka rujuk, rahasia anak terungkap, akhirnya bersama.
Cinta Pertama yang Hilang
Cinta Pertama yang Hilang
Mutia kaget saat tahu Rizal, pacarnya yang miskin, diam-diam pakai mobil dan jam tangannya untuk sok kaya, dan malah ngejelekin Mutia sebagai wanita tua yang susah nikah. Mutia cuma tersenyum dingin dan tarik semua bantuannya. Rizal tetap nggak sadar, masih mengandalkan cintanya, padahal sebentar lagi bakal jadi bahan tertawaan.
Raja Naga
Raja Naga
Seribu tahun yang lalu, seorang pemuda yang terluka parah secara tidak sengaja diselamatkan oleh nenek moyang dari sembilan keluarga besar.Melihat bahwa mereka semua adalah orang-orang miskin, pemuda tersebut memberikan kepala naga dari sembilan urat naga untuk membalas kebaikannya.
Kelahiran Kembali: Balas Dendam pada Keluargaku
Kelahiran Kembali: Balas Dendam pada Keluargaku
Di kehidupan sebelumnya, keluarganya hanya peduli pada anak angkatnya dan mengabaikannya, anak kandungnya. Setelah terlahir kembali, dia bersumpah akan membuat mereka menyesalinya.