Logo
KIRANI SI WANITA MALAM
KIRANI SI WANITA MALAM

KIRANI SI WANITA MALAM

98 Bab
Tamat
Dalam KIRANI SI WANITA MALAM, seorang istri terjebak pilihan sulit demi menopang ekonomi keluarga suaminya. Telusuri perjuangan hidup Kirani dalam romance novel ini, sebuah modern novel yang mengungkap pengorbanan di balik dunia malam dan rahasia rumah tangga yang penuh tekanan.
Bab 1 dari KIRANI SI WANITA MALAM

"Ini kuncinya Tuan," ucap Tina, salah satu pekerja yang bertugas di bagian resepsionis sambil melirik ke arah wanita muda yang berdiri di sebelah Prasna, anak pemilik hotel di mana Tina bekerja.

Prasna mengambil kunci tersebut tanpa bersuara, lalu menarik pelan tangan Kirani, wanita muda yang bersamanya.

"Wajah sih polos dan lugu, tapi bawah salome, idih amit-amit," cebik Nita sambil mengikuti langkah Prasna dan Kirani dengan ekor matanya.

"Kalau Non Nelsa tahu, pasti perang dunia ke empat."  Sambil mengunyah permen karet mata Nita terus mengikuti ke mana anak pemilik hotel tadi membawa Kirani.

"Sstt ... ada Non Nelsa, diam! Pura-pura nggak tahu!" bisik Wanda, tangannya menyiku lengan Nita.

Mendengar ucapan Wanda, bergegas Nita mengambil tong sampah kecil dan pura-pura ke belakang untuk membuang sampah.

"Hai, kenapa diam saja?" tanya Prasna, pria tampan yang membawanya dari warung remang-remang tadi.

"Engg-enggak apa-apa Om, eh Tuan," Kirani menjawab dengan gugup, dia ingat tadi saat Nita memanggil pria itu dengan sebutan Tuan.

"Namamu siapa?" tanya Prasna sambil mengangkat dagu Kirani dengan tangan gemetar.

"Kir-Kir...."

"Kikir? Ha ha ha, nama yang unik!" Prasna tertawa untuk menutupi perasaan groginya.

"Ma-maaf Tuan, sebelum jam sembilan saya harus pulang," ucap Kirani pelan, Prasna mengerutkan dahinya heran, lalu matanya beralih ke pergelangan tangannya. Dua puluh delapan menit lagi tepat jam sembilan.

"Cepat lakukan sekarang Tuan!" Lirih, Kirani berucap, tangannya mulai melepas kancing bajunya.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Prasna sambil menarik tangan Kirani.

"Sudah nggak ada waktu lagi Tuan, lakukan sekarang!" Kirani mendesak Prasna dengan suara lirih dan dengan nafas yang memburu.

Prasna menelisik wajah Kirani, dalam hatinya merasa heran dan aneh dengan sikap wanita yang berada di depannya.

Ingatan Prasna melayang pada kejadian sekitar satu jam yang lalu. Pikirannya sedang kacau karena habis bertengkar dengan tunangannya yang bernama Nelsa.

Prasna tak mau mengemudi dalam keadaan pikiran kacau, dan dia menghentikan mobilnya di depan sebuah warung.

Niat Prasna untuk membeli air mineral di sebuah warung berubah ketika melihat Kirani yang sedang duduk dengan gelisah, dan ketika pemilik warung itu membisikkan sesuatu di telinganya, tanpa berpikir panjang Prasna mengangguk dan langsung mengulurkan beberapa lembar uang merah kepada pemilik warung tersebut.

Kirani beranjak dan mengikuti langkah Prasna setelah pemilik warung itu mencolek bahunya, sambil menunjuk ke arah mobil Prasna.

"Tu-Tuan, hampir jam sembilan," Ucapan Kirani membuyarkan lamunan Prasna.

"Memang kenapa kalau jam sembilan, terserah saya mau pakai kamu sampai jam berapa!" jawab Prasna santai dan tanpa ekspresi.

"Nggak bisa Tuan, saya harus sampai rumah sebelum jam sepuluh, kalau tidak..."

"Kalau tidak kenapa?" tanya Prasna memotong ucapan Kirani, dia penasaran dan ingin tahu apa alasannya.

"Atau kamu punya janji dengan orang lain?" tanya Prasna lagi sambil menatap Kirani dengan tatapan tajam.

"Enggak ada Tuan, cepat lakukan sekarang, saya harus pulang dan harus membawa uang untuk kebutuhan keluarga saya!" jawab Kirani dengan cepat, lalu dengan cepat pula wanita itu membuka kancing-kancing bajunya.

"Jangan, bukan itu yang saya inginkan!" Prasna mengambil bantal untuk menutupi tubuh Kirani yang setengah terbuka.

"Lalu apa maksud Tuan membawa saya ke sini? Tuan sudah membuang waktu saya!" ucap Kirani dengan emosi yang ditahan, terbayang wajah suami dan ibu mertuanya kalau nanti pulang tanpa membawa uang sepeserpun.

Prasna tersentak mendengar ucapan Kirani. Rasa penasarannya semakin kuat terhadap wanita yang berwajah teduh dan polos itu. Ada gurat kesedihan yang terlihat oleh Prasna dalam tatapan Kirani.

"Tunggu! Jangan pergi!" Prasna berseru memanggil Kirani yang sudah siap membuka pintu.

Kirani menoleh dan menatap Prasna dengan tatapan sengit.

"Apa lagi yang Tuan inginkan? Mau mempermainkan saya?" setelah berkata seperti itu Kirani langsung pergi dengan membanting pintu kamar dengan keras.

Prasna terperanjat, bergegas dia lari mengejar Kirani. Timbul rasa sesal dan bersalah di hatinya.

"Sayang, apa yang kau lakukan dengan perempuan tadi?" Langkah Prasna terhenti karena dicegat oleh Nelsa yang dari tadi mencarinya di sekitar hotel tersebut.

"Bukan urusanmu!" sentak Prasna sambil menepis tangan Nelsa. Prasna terus berlari dan mencari Kirani, tapi lelaki itu harus menelan kekecewaan saat melihat Kirani masuk ke dalam sebuah taksi, Prasna hanya bisa pasrah saat taksi itu bergerak pergi.

Di sebuah lorong sempit, Kirani melangkah dengan gontai, jantungnya berdegup kencang membayangkan apa yang bakal terjadi sebentar lagi.

Tok tok tok!

Kirani mengetuk pintu rumahnya pelan, dia pasrah walau apa pun yang akan dilakukan oleh keluarga suaminya.

"Nah, itu yang kita tunggu pulang!" ucap Bu Uli sambil beranjak bangun untuk membukakan pintu. Hani, kakak ipar Kirani menyambut ucapan ibunya dengan senyum sumringah, terbayang uang yang akan didapat dari Kirani.

"Vin, Davin, istrimu pulang!" Hani memanggil Davin, adiknya yang sedang menikmati makan malamnya.

Mendengar suara kakaknya, Davin meninggalkan makanannya yang masih banyak tersisa.

"Hhmmmm, istri cantikku sudah pulang rupanya!" ucap Davin sambil merangkul Kirani yang berniat masuk ke kamarnya.

"Saya capek Bang, mau istirahat dulu," balas Kirani dengan suara lirih, badannya terasa lemas karena perutnya hanya terisi sepotong roti tadi pagi ketika bekerja di pasar.

Ya, dari pagi sampai menjelang sore Kirani bekerja di sebuah pasar besar. Bersama para pejuang keluarga yang lain, demi mendapatkan uang Kirani menawarkan jasa tenaganya membantu pengunjung pasar untuk mengangkat barang-barang, atau lebih tepatnya Kirani bekerja sebagai kuli angkut barang.

Membawa hasil yang tak seberapa akan menjadi malapetaka bagi Kirani, suami dan ibu mertuanya pasti akan menghadiahi lebam dan lukisan luka di sekujur badannya, dan karena tak mau itu terjadi Kirani mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang, yaitu menjadi penjaja cinta di warung remang-remang setiap habis pekerjaannya di pasar besar.

"Oh ... nggak masalah Sayang, istirahatlah, tapi ... itunya jangan dibawa dooong!" ucap Davin sambil menunjuk tas kulit yang tersangkut di badan Kirani.

Kirani hanya diam dan membiarkan ketika Davin menarik tas kulitnya dengan kasar, dia hanya melirik sekilas saat suaminya melonjak gembira dan berlari ke arah ibu dan kakaknya.

"Cihuuiiiyyy, kita pesta malam ini," Davin sambil membuka tas itu dan mengobrak-abrik isi di dalamnya.

Merasa tak puas karena tak mendapat apa yang dicarinya, Davin menumpahkan seluruh isi tas tersebut, Bu Uli dan Hani dengan antusias ikut mencari dan memporak porandakan isi tas milik Kirani.

Darah Davin mendidih, hanya uang recehan dan kertas-kertas lusuh yang berada di dalam tas Kinanti. Bu Uli dan Hani saling bertukar pandang, wajah mereka terlihat bengis karena marah.

"Kiraniiiiiii!"

Suara Davin menggelegar, di dalam kamarnya yang sempit Kirani bersiap-siap, dia pasrah memasang badannya, mau dihajar atau dibunuh sekali pun.

"Sini kau sialan! Aku bilang mau uang malam ini, tapi apa yang kau bawa, hah!" Davin menyeret Kirani dan mendorongnya keras, hingga istrinya itu jatuh terduduk tepat di kaki Bu Uli yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang.

"Heh mantu sialan, sudah ku bilang besok waktunya arisan, mau ditaruh mana mukaku ini kalau nggak ada uang!" pekik Bu Uli sambil menjambak rambut panjang  Kirani.

"Dan aku besok mau ke salon, mau ketemu mas Feri, pokoknya aku nggak mau tahu, malam ini harus ada uang!" Hani tak mau ketinggalan, dia mengikuti jejak ibunya menjambak rambut Kirani.

"Cepat berikan uang itu sekarang! Pasti kau sembunyikan!" hardik Davin sambil menendang punggung Kirani.

"Nggak ada Bang, sumpah saya nggak dapat uang hari ini," ucap Kirani sambil menahan sakit. Tak ada tangisan atau air mata Kirani.

Plak!

Plak!

"Aku nggak mau tahu, aku mau uang malam ini juga!" hardik Hani dengan keras, dia memukul wajah Kirani dengan remot TV secara membabi buta.

"Cukup! Hentikan!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
Dalam Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku, Davina mengungkap perselingkuhan Fathan melalui buku harian Lulu yang tewas terbunuh. Ikuti misteri pembunuhan dan konflik rumah tangga ini di web novel genre modern novel yang penuh teka-teki. Temukan kebenaran dalam kisah romance novel yang mencekam ini.
Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
Dalam romance novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong, Damien terabaikan oleh istrinya, Nadine. Keadaan memanas saat Nadine membawa asisten misterius ke rumah. Ikuti misteri rumah tangga ini di web novel yang penuh rahasia dan pilihan sulit dalam sebuah modern novel yang mendalam.
Jerat Cinta Saudara Tiri
Jerat Cinta Saudara Tiri
Dalam Jerat Cinta Saudara Tiri, Arjun dan Gea terjebak persaingan sengit sebagai saudara tiri yang keras kepala. Namun, kebencian berubah menjadi rasa saat mereka mulai jatuh cinta. Temukan kisah modern novel ini di platform web novel terbaik untuk melihat perjuangan cinta mereka.
KUTANG GANTUNG
KUTANG GANTUNG
Dalam KUTANG GANTUNG, Dara (18) harus menghadapi kenyataan pahit setelah dikhianati ayah dan kakaknya sendiri. Mystery story ini mengikuti misi pembalasan dendam Dara demi menuntut keadilan atas kehancuran keluarganya. Simak kisah modern novel yang penuh intrik dan perjuangan ini.
Mendapatkan Cinta Suamiku
Mendapatkan Cinta Suamiku
Dalam web novel Mendapatkan Cinta Suamiku, Shirley bertekad memenangkan hati Charles meski dituduh hanya mengincar harta. Di tengah konflik modern novel ini, ia berjuang membuktikan ketulusannya. Akankah ia berhasil mengubah kebencian menjadi cinta? Baca romance stories ini selengkapnya.
One Night Stand
One Night Stand
Dalam novel modern One Night Stand, liburan Seo Inha di Bali berakhir dengan kehamilan tak terduga bersama pewaris kaya Lee Yeon. Terjebak kawin kontrak di tengah kembalinya sang mantan, ikuti kisah billionaire romance novels ini tentang pilihan sulit antara tanggung jawab dan masa lalu.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jangan Sentuh Ayahku yang Bawa Pistol!
Jangan Sentuh Ayahku yang Bawa Pistol!
Peter Rogers, seorang agen rahasia yang memiliki banyak medali kehormatan, pensiun dari militer demi putrinya. Secara kebetulan, Peter bertemu dengan Sydney Greenfield, seorang CEO yang mengiranya sebagai pasangan kencan butanya, dan menikah dengannya. Saat mendengar Peter dihina oleh orang-orang yang tidak mengetahui identitas asli Peter, Sydney pun mengumumkan bahwa Peter adalah suaminya.
Dari Bidak ke Predator
Dari Bidak ke Predator
Kbar Suryono adalah anak haram Richard Yudhistira yang tidak diakui. Untuk mendapatkan biaya operasi bagi ibunya yang menderita penyakit kritis, Akbar menerima tugas yang diajukan Richard dan nekat menembus sarang bahaya. Tanpa dia ketahui, semua ini hanyalah bagian dari rencana Richard. Akbar hanyalah bidak yang bisa dibuang.
Sang Pendiri Kekaisaran (Sulih Suara)
Sang Pendiri Kekaisaran (Sulih Suara)
Dafa Tanata, perdana menteri setia yang dibebani amanat mendiang kaisar, terus mengabdi meski diperlakukan tidak adil oleh kaisar baru, Kira Sanur. Setelah janji toleransi seratus kali hampir habis, Dafa bersiap meninggalkan istana dan jabatannya untuk selamanya.
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Erik, putra Keluarga Seno yang telah lama hilang, kembali ditemukan oleh Keluarga Seno. Namun, putra angkat Keluarga Seno, Edy, karena takut Erik mencuri kasih sayangnya, Edy terus menjebaknya, membuat anggota Keluarga Seno membencinya. Erik akhirnya dibakar hidup-hidup oleh kakaknya sendiri. Anehnya, Erik terlahir kembali lima tahun sebelumnya pada hari Keluarga Seno mengirimnya ke desa. Dalam kehidupan keduanya ini, Erik memutuskan untuk putus semua hubungan dengan Keluarga Seno dan bertani di desa. Dia tanpa sengaja menemukan sumur ajaib. Erik menggunakan sumur tersebut untuk menanam buah-buahan, sayuran, dan herbal berkualitas tinggi, mencapai kebangkitan dan kesuksesan besar dalam pertanian. Pada sebuah lelang, Erik secara terang-terangan mempermalukan dan memutuskan hubungan dengan Keluarga Seno, mengungkap konspirasi putra angkatnya. Akhirnya, sumur ajaib itu menyatu dengan dirinya sendiri, membawanya sukses dalam karier dan cinta. Sementara Keluarga Seno, yang pernah menindasnya, hancur lebur karena perselisihan internal.
Kehidupan Ini Lebih Bahagia
Kehidupan Ini Lebih Bahagia
Gini Leo menikahi Reza Tom yang berkhianat, dan Rini Leo menikahi pelajar miskin yang akhirnya jadi Perdana Menteri. Akhirnya Gini diasingkan, sementara Rini dapat gelar bangsawan. Mereka tewas saling bunuh. Kini Rini terlahir kembali, memperbaiki kesalahan, dan kembali dapat gelar.
Misi Cinta Dokter Forensik
Misi Cinta Dokter Forensik
Yuna, dokter forensik modern, melintas sebagai istri Raka, pangeran ketujuh Dinasti Daksa yang kejam dan terkutuk. Berbekal sistem inventori, dia harus meningkatkan kedekatan dengan Raka dan mengungkap ketidakadilan masa lalu untuk kembali ke dunia modern.