Logo
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

85 Bab
Tamat
Dalam Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent, Sofia bangkit dari pengkhianatan sebagai White Wolf langka. Setelah dipenjara secara kejam, ia menolak ikatan Mate dan memulai adventure baru. Baca werewolf romance novels ini untuk mengikuti takdirnya di web novel penuh fantasi.
Bab 1 dari Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Ayahku menjualku kepada Alpha Vincent sebagai "Kontrak Disiplin", menjadikan aku bukan sebagai Mate yang dihormati, melainkan tawanan yang disembunyikan di gudang berdebu.

Namun, neraka yang sesungguhnya dimulai saat Isabel, wanita licik yang ia puja, datang menginvasi hidupku.

Isabel memalsukan penyerangan dan menuduhku sebagai pelakunya. Tanpa mendengar penjelasanku, Vincent menyeretku ke penjara bawah tanah dan merantaiku dengan perak murni—racun paling mematikan bagi kaum kami.

Saat kulitku melepuh dan mendesis terbakar oleh lilitan rantai, Vincent justru melakukan hal yang paling kejam. Dia melelang kalung peninggalan almarhum ibuku tepat di depan mataku.

"Vincent, belikan itu untukku," rengek Isabel manja. "Anjingku butuh kalung baru."

Tanpa menatapku, Vincent memberikannya.

"Terjual untuk Isabel."

Hancur. Bukan hanya tubuhku, tapi juga jiwaku. Mereka menertawakanku, menyebutku jalang yang tidak berguna, sementara aku menahan rasa sakit dari *Silver* yang menggerogoti tulangku.

Vincent tidak tahu satu hal. Darah yang ia tumpahkan malam ini bukanlah darah Omega lemah.

Itu adalah darah *White Wolf*, serigala paling langka dan suci yang memiliki kekuatan penyembuh mutlak.

Di ambang kematian, aku mendongak, menatap mata pria yang dulu kucintai itu dengan tatapan kosong.

"Saya, Sofia Permana..."

Vincent tertegun, matanya membelalak melihat aura putih menyilaukan yang tiba-tiba meledak dari tubuhku, melelehkan rantai besi itu.

"...menolakmu, Vincent Dirgantara, sebagai Mate-ku."

Malam itu, saat dia meraung kesakitan karena putusnya ikatan jiwa kami, aku bangkit dari abu, membakar penjara itu, dan berlari menuju takdirku sebagai Luna di Pack lain yang jauh lebih kuat.

Bab 1

Sofia POV:

Di sudut paling terpencil di perpustakaan kediaman Dirgantara, aku melakukan ritual kecilku.

Jemariku sama sekali tidak gemetar. Napasku berhembus stabil, berirama dengan detak jantung yang perlahan mengeras.

Satu per satu, aku merobek lembaran kulit domba tua itu.

*Krak. Krak.*

Bunyi kertas tebal yang terkoyak terdengar begitu memuaskan—renyah dan tajam, seolah aku sedang mendengarkan patahnya tulang-belulang belenggu yang selama ini menjeratku.

Ini adalah "Kontrak Disiplin"—sebuah penghinaan tertulis yang dikirimkan oleh ayahku sendiri, Hendra, sebagai persembahan untuk Alpha Vincent. Sebuah dokumen yang menyatakan bahwa aku, putrinya, hanyalah properti cacat yang perlu dididik ulang.

Sekarang, dokumen itu hanya menjadi serpihan sampah di atas meja mahoni yang dingin.

Aku menatap tumpukan sobekan itu. Anehnya, tidak ada amarah yang membakar di dadaku. Yang ada hanyalah ketenangan yang absolut, dingin dan jernih seperti permukaan danau beku di musim dingin.

Ini bukan sekadar merusak dokumen. Ini adalah pemutusan hubungan.

Dari kejauhan, aku bisa mendengar hiruk-pikuk pelayan yang sedang mempersiapkan makan malam di aula utama. Suara tawa, denting gelas kristal, dan aroma daging panggang yang samar menyelusup masuk melalui celah pintu.

Duniaku dan dunia mereka terpisah oleh dinding tebal dan status sosial yang tak terlihat namun mencekik.

Di sini, di antara rak-rak berdebu ini, aku hanyalah hantu. Seorang Omega yang tidak diinginkan.

Keheningan itu pecah seketika. Pintu perpustakaan didorong terbuka kasar, tanpa didahului ketukan sopan santun.

Isabel melangkah masuk.

Dia mengenakan gaun sutra berwarna merah muda yang mencolok, wajahnya dihiasi senyum polos yang terlalu lebar untuk menjadi tulus. Di tangannya, dia membawa seikat mawar merah segar.

Dia berjalan melewaticu seolah aku adalah perabot usang, langkah kakinya berisik saat ia menuju vas bunga di meja tulis Alpha.

Aroma parfum sintesis yang menyengat langsung memenuhi ruangan, menampar indra penciumanku.

Baunya menusuk, campuran menjijikkan antara gula hangus dan esens bunga kimiawi, begitu kuat hingga mencekik aroma alami kayu tua dan buku-buku yang menenangkan.

Di dunia kami, *Scent* atau aroma tubuh adalah identitas jiwa. Tapi Isabel selalu menutupi ketiadaan aroma *Wolf*-nya dengan parfum mahal ini.

Baunya seperti invasi. Dia sedang menandai wilayahnya dengan cara yang paling artifisial.

"Oh, sayang sekali," gumam Isabel, mengatur bunga-bunga itu dengan gerakan yang dilebih-lebihkan.

Dari jendela yang setengah terbuka, suara tawa berat seorang pria terdengar.

Vincent.

Jantungku tersentak, sebuah respons terkondisi yang aku benci setengah mati.

"Vincent, kau nakal sekali!" pekik Isabel, tawanya melengking sengaja agar menembus dinding perpustakaan, memastikan aku mendengarnya.

Kemudian, dia berbalik menatapku. Senyumnya berubah, matanya menyipit dengan kilatan tajam yang merendahkan.

"Sofia, tolong bereskan vas bunga yang lama. Airnya sudah bau," katanya dengan nada manis yang menjijikkan.

Itu bukan permintaan. Itu adalah perintah dari seseorang yang merasa dirinya adalah calon Luna.

Perutku terasa mulas. Insting *Omega* dalam diriku ingin menunduk, ingin patuh pada siapa pun yang memiliki status lebih tinggi.

Tapi aku menelan rasa mual itu. Jemariku mengepal di balik rok gaunku yang lusuh hingga kuku-kukuku menancap di telapak tangan.

Pintu terbuka lebih lebar, dan Vincent melangkah masuk.

Aura Alpha-nya langsung mendominasi ruangan seperti badai yang tiba-tiba menerjang. Udara terasa lebih berat, seolah oksigen disedot keluar oleh kehadirannya yang mengintimidasi.

Dia bahkan tidak menatapku.

Matanya menyapu meja tulis, melewati tumpukan kertas kontrak yang baru saja kurobek, seolah itu tidak ada artinya. Seolah usahaku untuk memberontak hanyalah lelucon anak kecil yang tidak lucu.

"Vincent," Isabel merengek, segera menghambur dan memeluk lengan kekar pria itu seperti lintah. "Lihat, Sofia sepertinya tidak senang dengan kontrak dari ayahnya. Dia merobeknya. Mungkin dia merasa tidak pantas menerima 'didikan' darimu?"

Kata-kata itu berbisa, dirancang untuk merendahkan dan memprovokasi.

Vincent menoleh padaku. Tatapannya dingin, kosong, seperti melihat serangga yang mengganggu di ujung sepatunya.

Aku menahan napas. Tanganku yang terkepal memutih.

Bekas gigitan di leherku berdenyut nyeri, mengingatkanku pada kesalahan fatal tiga tahun lalu.

Saat itu, aku bodoh. Aku mencoba memberinya obat tidur agar bisa kabur dari perjodohan gila ini. Tapi takdir mempermainkanku. Obat itu memicu *Heat* pertamaku.

Dan malam itu, Vincent mencium *Scent*-ku.

Hukum alam mengambil alih. Biologi kami berteriak. Kami bersatu dalam kegilaan *Mate*. Dia meninggalkan gigitan di leherku—tapi bukan *Marking* yang sempurna. Hanya gigitan kepemilikan tanpa pengakuan jiwa.

Selama dua tahun, dia menggunakan *Alpha's Command* untuk membungkamku, menyembunyikan hubungan kami, sementara aku dengan naifnya berpikir *Mind-Link* tipis di antara kami adalah tanda cinta yang belum mekar.

Tapi Isabel datang. Sang "penyelamat" palsu.

"Biarkan saja," suara Vincent terdengar datar, tanpa emosi. "Dia hanya sedang mencari perhatian. Seperti biasa."

Kalimat itu menghantamku lebih keras daripada tamparan fisik.

Isabel tertawa kecil, kemenangan terpancar jelas di wajahnya yang berlapis riasan tebal.

Aku menarik napas dalam-dalam, menekan *Inner Wolf*-ku yang melolong sedih di sudut pikiranku. Tidak. Tidak ada lagi air mata.

Cukup.

Saat mereka berbalik untuk meninggalkan ruangan, aku membungkuk perlahan. Bukan untuk menghormati mereka, tapi untuk memungut serpihan kertas di lantai.

Setiap sobekan adalah harga diriku yang pernah diinjak, dan kini kumpulkan kembali.

Setelah pintu tertutup dan langkah kaki mereka menjauh, aku merogoh saku tersembunyi di balik lapisan rokku.

Aku mengeluarkan secarik kertas kecil yang kusut.

Di sana tertera koordinat perbatasan dan frekuensi *Mind-Link* darurat untuk Pack Yarunica.

"Vincent Dirgantara," bisikku pada kesunyian ruangan, suaraku bergetar bukan karena takut, tapi karena adrenalin. "Kau pikir aku hanya Omega-mu? Kau salah."

Aku menatap ke luar jendela, ke arah hutan gelap di kejauhan yang bermandikan cahaya bulan pucat.

"Mulai hari ini, kau bukan hanya kehilangan Mate yang kau buang," ikraku pada malam. "Tapi kau kehilangan jiwa yang tidak akan pernah bisa kau kendalikan lagi."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO LEBAY
CEO LEBAY
Dalam novel fantasy modern CEO LEBAY, Richard bangkit dari kematian dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Ia memulai adventure story untuk mengumpulkan harta tersembunyi demi memenangkan hati Claudia. Temukan kisah seru ini di web novel yang penuh keajaiban dan keterampilan unik.
Comeback With You
Comeback With You
Dalam novel Comeback With You, Laluna berjuang bertahan hidup di Nepal sebagai pencuri demi menyelamatkan teman-temannya. Pertemuannya dengan tentara Indonesia dalam misi rahasia memicu adventure penuh aksi. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka melawan perdagangan manusia.
Gigolo
Gigolo
Dalam novel Gigolo, Frans terpaksa meninggalkan kuliah demi menghidupi adiknya. Perjalanan hidup membawanya menjadi pria penghibur di modern novel ini. Terjebak antara cinta Fira dan pernikahan dengan Anjani, saksikan kisah penuh pilihan sulit dalam romance stories yang emosional ini.
Jangan Pernah Mengkhianatiku
Jangan Pernah Mengkhianatiku
Dalam novel Jangan Pernah Mengkhianatiku, Arvella melarikan diri dari suaminya menuju hutan liar. Bersama Kael, ia bertahan hidup dan mengungkap konspirasi kematian orang tuanya. Ikuti kisah romance dan adventure ini di webnovel untuk melihat perjuangan Arvella membalas dendam pada musuhnya.
Moonlight and Mr. CEO
Moonlight and Mr. CEO
Dalam Moonlight and Mr. CEO, hidup Nicholas berubah saat kucing titipan sahabatnya bertransformasi menjadi gadis misterius di bawah bulan purnama. Ikuti adventure penuh rahasia dalam werewolf romance novels ini, sebuah modern novel unik tentang takdir dan perubahan hidup sang CEO.
Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
Dalam novel romance Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha, Alpha Kaelan mengkhianati janji setianya demi Lila. Setelah difitnah dan disiksa, sang Omega melarikan diri ke kawanan saingan untuk menemui pasangan takdir kesempatan keduanya. Baca werewolf romance novels ini di platform web novel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Mekar di Musim Semi
Cinta Mekar di Musim Semi
Mina hidup kembali untuk membalas dendam keluarga suaminya yang melenyapkannya dan merampas harta keluarganya. Ia berselingkuh dengan Sian, Pemangku Raja yang menyamar, demi mendapatkan anak pewaris. Namun, Sian jatuh cinta dan membantunya diam-diam. Saat rahasia terbongkar, bisakah Mina menerima cinta di hati yang sudah beku?
[Versi Dub] Kembar Imut Satukan Keluarga!
[Versi Dub] Kembar Imut Satukan Keluarga!
Tanpa diduga, Nina menikah kilat dengan Yundo, orang berkuasa di Kota Jingga. Nina juga langsung menjadi ibu tiri bagi kedua anaknya Yundo. Seiring berjalannya waktu, di antara mereka berdua tumbuh rasa cinta. Hingga akhirnya Nina menyadari fakta mengejutkan, yaitu dua anaknya Yundo itu ternyata adalah anak kandungnya sendiri! Rahasia yang tersembunyi lima tahun lalu pun terbongkar. Pada akhirnya, Nina dan Yundo hidup bahagia bersama dua anak mereka, melewati hari-hari penuh kasih sayang.
Takdir di Pelukan Pangeran
Takdir di Pelukan Pangeran
Siska mengorbankan hartanya demi Putra Mahkota Jino, tapi malah dikhianati. Gelar dan kedudukannya diberikan pada adik tirinya. Waktu tersadar, dia bangkit, memutus hubungan dengan Jino, lalu menikah dengan Pangeran Yanto. Dengan kekuatan berbisnisnya, dia bertekad membuat semua pengkhianat itu menyesal.
Sebelum Hati Ini Beku
Sebelum Hati Ini Beku
Setelah kedua orang tuanya meninggal, Vano diadopsi oleh Keluarga Ludo. Dia dijodohkan dengan ketiga putri Keluarga Ludo, dengan kesepakatan akan menikahi salah satu dari mereka saat berusia 22 tahun. Namun, karena kemunculan Axel, Vano dicampakkan oleh ketiga saudari Ludo. Dalam keputusasaan, dia menikah kilat dengan Gwen, yang telah lama memendam cinta padanya. Ketiga saudari itu tidak percaya Vano menikahi orang lain, mengira dia hanya berakting...
Raih Puncak Kehidupan
Raih Puncak Kehidupan
Edi, yang awalnya adalah sopir pribadi Grup Soekotjo Airani, dipromosikan menjadi sekretaris direktur setelah terlibat hubungan intim di dalam mobil usai menyelamatkan nyawa Airani. Ia kemudian terseret dalam sengketa kemitraan antara perusahaannya dengan Grup Kusuma. Saat menemukan alat pelacak dan berusaha mengungkap dalang di baliknya, Edi terus melindungi Airani meski menghadapi keraguan dan ujian dari sekitar. Nasib malang menghampiri saat pacarnya, Citra, menghina dan meninggalkannya akibat ketidakmampuannya memenuhi mas kawin. Di titik terendah ini, Airani hadir membelanya.
Sang Veteran
Sang Veteran
Untuk mengobati penyakit suaminya, Dewi Larasati dan suaminya, Budi Santoso, bekerja selama tiga tahun di Asia Tenggara dan berhasil mengumpulkan tabungan sebanyak 400 juta. Namun, tepat sebelum mereka pulang ke kampung halaman, Budi dijebak dan ditipu habis-habisan dalam sebuah perkumpulan sesama teman sekampung, hingga semua tabungan mereka habis. Dalam keputusasaan, Dewi yang selama ini menyembunyikan identitasnya sebagai seorang ahli, membawa suaminya kembali ke "perjamuan berbahaya" itu untuk melancarkan pertarungan tanpa asap mesiu.