Logo
Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu
Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu

Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu

57 Bab
Tamat
Dalam Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu, Alya harus bertahan hidup setelah diusir oleh keluarga angkatnya. Kini sebagai ibu tunggal, ia menghadapi Revan yang ingin menebus dosa masa lalu. Ikuti kisah billionaire romance ini dalam web novel penuh perjuangan dan pilihan sulit.
Bab 1 dari Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu

Hujan baru saja berhenti sore itu ketika seorang anak perempuan kecil berdiri di depan gerbang besar rumah keluarga Haris. Bajunya lusuh, rambutnya lepek karena air hujan, dan matanya memancarkan rasa takut bercampur harap. Di tangan mungilnya, ia menggenggam boneka beruang kecil dengan salah satu matanya hilang.

"Namamu siapa, Nak?" tanya seorang wanita paruh baya yang membuka pagar. Suaranya lembut, tapi sorot matanya penuh selidik.

"A-Alya," jawab gadis itu pelan, suaranya bergetar.

Wanita itu menatapnya lama, lalu tersenyum samar. "Mulai hari ini, kamu tinggal di sini, ya. Aku Ratna, dan nanti kamu panggil aku Ibu."

Alya mengangguk ragu. Ia tak tahu bahwa langkah kecilnya memasuki rumah besar itu akan menjadi awal dari kisah panjang hidupnya - kisah tentang cinta, luka, dan kehilangan.

Tahun-tahun pertama berjalan penuh kebahagiaan. Alya tumbuh sebagai anak yang lembut dan penurut. Ratna benar-benar memperlakukannya seperti anak kandung sendiri, bahkan lebih lembut dibanding pada Revan, anak laki-lakinya yang berjiwa bebas dan sulit diatur.

Revan saat itu baru berusia sembilan tahun. Ia awalnya kesal harus berbagi kasih sayang dengan anak asing yang tiba-tiba datang. Tapi seiring waktu, hatinya luluh.

"Jangan nangis, nanti Ibu marah sama aku lagi," kata Revan suatu kali ketika Alya menangis karena dijahili teman sekolah. Ia menyodorkan permen karet sambil mengacak rambut Alya. "Udah, senyum. Kamu kan kuat."

Alya yang waktu itu masih kecil menatapnya dengan mata berkaca. "Kamu jahat tadi, ninggalin aku sendirian."

Revan terkekeh kecil. "Maaf, tadi aku cuma ambil air. Tapi tenang aja, mulai sekarang aku jagain kamu."

Janji polos seorang anak laki-laki yang seolah sederhana - tapi bagi Alya, janji itu berarti dunia. Ia mulai percaya, bahwa rumah itu benar-benar miliknya. Bahwa keluarga itu adalah tempat ia pulang.

Namun waktu berjalan. Revan tumbuh menjadi remaja yang keras kepala. Ia lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah, nongkrong dengan teman-teman, pulang larut malam, bahkan kadang mabuk. Haris sering menegur, tapi Ratna selalu memaafkan.

Sementara itu, Alya tumbuh menjadi gadis yang tenang dan rajin. Ia pandai memasak, sopan, dan selalu menjaga sikap. Tak jarang, Ratna memujinya di depan tamu-tamu mereka.

"Kalau semua anak perempuan seperti Alya, dunia pasti damai," ujar Ratna suatu malam.

Revan yang mendengar dari tangga hanya mendengus. "Iya, iya, si malaikat kecil," gumamnya sinis, lalu naik ke kamarnya tanpa bicara.

Sejak saat itu, hubungan mereka mulai renggang. Alya mencoba bersikap baik seperti biasa, tapi Revan semakin dingin. Kadang ia sengaja mengacuhkan Alya, kadang bersikap kasar tanpa alasan.

Alya tak mengerti kenapa Revan berubah. Ia hanya tahu, setiap kali Revan pulang dalam keadaan mabuk, matanya selalu tampak kosong.

Suatu malam, hujan turun deras. Petir menyambar, dan listrik di rumah padam. Ratna dan Haris sedang menghadiri acara bisnis di luar kota, meninggalkan rumah hanya dengan dua penjaga dan pembantu. Alya baru saja beranjak tidur ketika mendengar pintu depan dibuka dengan keras.

"Revan?" panggilnya pelan.

Langkah kaki berat terdengar menaiki tangga. Bau alkohol tercium kuat.

"Revan, kamu mabuk lagi, ya?" tanyanya dari balik pintu kamarnya. Ia khawatir, tapi juga takut.

Tak ada jawaban. Hanya suara langkah yang semakin dekat.

Ketika pintu terbuka, Revan berdiri di sana dengan pandangan gelap. Wajahnya merah, napasnya berat, dan matanya tak seperti biasanya. Alya mundur selangkah, jantungnya berdegup cepat.

"Kenapa kamu selalu pura-pura suci di depan mereka, ha?" suaranya berat, seperti menahan amarah dan emosi yang bercampur.

"Aku... aku nggak ngerti maksud kamu apa," jawab Alya gemetar.

Revan mendekat, membuat Alya terdesak ke dinding. "Kamu pikir aku nggak tahu semua orang lebih sayang kamu? Bahkan Ibu... Ibu lebih bangga sama kamu daripada aku sendiri."

"Revan, kamu mabuk. Tolong keluar," katanya sambil menahan tangis.

Tapi Revan tak bergerak. Malam itu, dalam gelap, sesuatu terjadi - sesuatu yang tak pernah seharusnya terjadi antara mereka.

Dan dunia Alya hancur.

Pagi harinya, Alya duduk di lantai kamar, memeluk lututnya sambil menatap kosong. Tubuhnya gemetar, matanya bengkak. Ia tak bisa berhenti menangis.

Ketika Revan sadar dari mabuknya, ia sendiri ketakutan. Ia mencoba meminta maaf, tapi setiap kata yang keluar terdengar seperti racun bagi Alya.

"Aku nggak sengaja... aku nggak tahu apa yang aku lakukan semalam..."

"Pergi," bisik Alya pelan tapi tegas. "Aku nggak mau lihat kamu lagi."

Sejak hari itu, dunia mereka berubah total. Alya tak pernah bicara lagi dengan Revan. Ia menghindar sebisa mungkin, sementara Revan memilih bersembunyi dalam rasa bersalahnya sendiri.

Namun kebohongan tak bisa bertahan selamanya. Dua bulan kemudian, Alya mulai sering mual dan pingsan. Saat Ratna membawanya ke dokter, rahasia itu terbongkar.

"Alya mengandung, Bu," kata dokter dengan wajah canggung.

Ratna membeku. Dunia seolah berhenti berputar. "A... apa?"

Dan ketika Alya akhirnya mengaku siapa ayah dari bayi itu, Ratna menamparnya tanpa ampun.

"Kau memalukan! Bagaimana bisa kau menuduh kakakmu sendiri melakukan hal sekeji itu?! Apa kamu gila?"

Alya hanya diam. Air matanya mengalir tanpa suara. Ia tak lagi punya tenaga untuk menjelaskan.

Sementara Revan berdiri di balik pintu ruang tamu, mendengar semua itu dengan wajah pucat. Tapi ia tetap diam - terlalu pengecut untuk mengaku.

Hari itu juga, Ratna memintanya pergi.

"Keluar dari rumah ini, Alya. Aku tak mau menanggung malu!"

Dengan tas kecil dan beberapa helai baju, Alya melangkah keluar dari rumah yang dulu ia sebut rumah. Hujan kembali turun, sama seperti hari ketika ia pertama kali datang ke sana.

Malam-malam setelahnya adalah neraka. Alya tinggal di rumah sewa kecil di pinggiran kota, bekerja di warung makan siang malam untuk membayar sewa dan kebutuhan harian. Tubuhnya lemah karena hamil, tapi ia tak menyerah.

Dalam kesunyian, ia sering memeluk perutnya dan berbicara pelan.

"Nak, kamu kuat ya. Mama janji, Mama nggak akan biarin kamu sendirian. Kita cuma punya satu sama lain."

Setiap kali rasa sakit datang, Alya menggigit bibirnya, menahan tangis. Dunia menolaknya, tapi ia tetap bertahan.

Hingga malam itu, saat kontraksi pertama datang, ia sendirian di rumah. Ia berjuang melahirkan di rumah bidan dengan uang seadanya. Tangis bayi laki-laki itu pecah di udara dingin dini hari, menjadi suara paling indah yang pernah ia dengar.

"Namanya Rayan," bisik Alya lemah. "Artinya cahaya."

Tangannya gemetar saat menyentuh pipi mungil bayinya. Dalam benaknya, ia berjanji - masa lalu akan berhenti di sini. Anak itu tak akan tahu tentang luka ibunya.

Tahun-tahun berlalu, Alya membesarkan Rayan dengan penuh kasih. Ia membuka usaha kecil menjahit, hidup sederhana tapi bahagia. Setiap pagi Rayan memeluknya sebelum berangkat sekolah.

"Ma, nanti aku bawa nilai bagus ya!" katanya ceria.

Alya tersenyum lembut. "Mama nggak butuh nilai bagus, Mama cuma mau kamu bahagia."

Kadang ia teringat masa lalunya, tapi ia belajar memaafkan takdir, walau belum bisa memaafkan pelakunya.

Hingga suatu hari, saat ia menjemput Rayan di sekolah, seseorang berdiri di dekat gerbang.

Seorang pria dengan kemeja rapi, wajahnya tampak dewasa, tapi sorot matanya tak asing. Revan.

Waktu seolah berhenti. Alya terpaku, napasnya tercekat. Revan melangkah mendekat, suaranya pelan tapi jelas.

"Alya..."

Ia menunduk menatap anak kecil di sampingnya - Rayan. Mata keduanya sama, begitu mirip.

"Dia... anakku?" suara Revan bergetar.

Alya memeluk Rayan erat, seolah takut anaknya diambil. "Jangan berani-berani mendekat. Semua sudah berakhir, Revan."

Tapi Revan tak pergi. Ia menatap Alya lama, dengan penyesalan yang begitu dalam. "Aku cuma mau minta maaf. Sekali ini aja."

Air mata yang selama bertahun-tahun Alya tahan akhirnya jatuh.

"Maafmu nggak akan bisa ngapus apa yang kamu lakuin."

Dan di tengah jalan sekolah yang ramai, dua jiwa yang dulu terikat oleh kesalahan kembali dipertemukan - bukan untuk mengulang, tapi mungkin untuk menebus.

Namun bagi Alya, maaf bukan hal mudah. Luka itu masih berdarah, meski waktu telah berlalu.

Di hatinya hanya ada satu doa kecil setiap malam -

Aku ingin kuat. Demi anakku. Bukan demi masa lalu.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bertemu Karena Jodoh
Bertemu Karena Jodoh
Dalam novel modern Bertemu Karena Jodoh, Nasyira harus menghadapi kebangkrutan keluarga setelah pengkhianatan sang paman. Di tengah perjuangan mengembalikan martabatnya, takdir mempertemukannya dengan seorang konglomerat dalam kisah billionaire romance novels yang penuh pilihan sulit.
Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
Dalam Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero), Pamela harus memilih antara Tirta atau Zero yang kembali membawa obsesi gelapnya. Ikuti kisah romance novel ini saat kebebasan Pamela terancam oleh kuasa billionaire yang posesif. Baca selengkapnya di web novel modern yang penuh intrik ini.
Istri Dadakan Tuan Kejam
Istri Dadakan Tuan Kejam
Dalam Istri Dadakan Tuan Kejam, seorang billionaire dingin terobsesi membalas dendam atas kematian kekasihnya melalui pernikahan paksa. Namun, misi penghancuran dalam romance novel ini goyah saat ia mulai tersentuh oleh korbannya. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini.
Karma Untuk Istri Durhaka
Karma Untuk Istri Durhaka
Dalam novel romantis modern Karma Untuk Istri Durhaka, Edwin dikhianati oleh istrinya, Melissa, yang pulang membawa kehamilan dari klien utama demi sebuah proyek. Edwin harus memilih antara mempertahankan bisnisnya atau harga dirinya saat diminta bercerai. Baca novel online seru ini sekarang.
Pengasih Kesayangan CEO
Pengasih Kesayangan CEO
Dalam novel romance Pengasih Kesayangan CEO, Maya yang diusir keluarga harus bertahan hidup di kota. Ia menjadi pengasuh kakek kaya dan bertemu Jonatan. Meski terhalang restu, kisah billionaire romance novels ini mengikuti perjuangan mereka mengatasi konflik status sosial dan pengkhianatan.
PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
Dalam PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU, Elena mengungkap motif gelap Samuel, sang CEO hotel. Di balik kesempurnaan billionaire romance ini, tersimpan manipulasi besar yang mengancam keluarga. Baca kisah modern novel ini tentang pengkhianatan dan kebenaran pahit di webnovel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pernikahan 30 Hari Setelah Berhubungan Seks
Pernikahan 30 Hari Setelah Berhubungan Seks
Saat dia bersiap untuk memulai pekerjaan yang menguntungkan, dia secara tak terduga bertemu dengan CEO misterius dari sebuah perusahaan besar. Setelah kesalahpahaman menyebabkan pernikahan kilat menjadi sorotan publik, mereka mengajukan gugatan cerai pada hari mereka memperoleh surat nikah. Hanya saja mana mungkin pernikahan ini berjalan lancar. Bisa dibilang, mereka menggunakan waktu sebulan menjalin hidup rumit, bahkan kesulitan dalam memilih cinta dan ambisi?
Balas Budi si Anak Durhaka
Balas Budi si Anak Durhaka
Diah dan suaminya membesarkan putra mereka, Ismail, dengan susah payah. Namun, mereka justru dieksploitasi oleh Ismail dan menantunya. Suami Diah meninggal dunia dengan penuh kekecewaan. Setelah terlahir kembali, Diah tersadar dan bangkit. Dia teguh mempertahankan prinsipnya dan melawan balik. Diah mengambil kembali hartanya, membongkar kebenaran kepada publik, dan akhirnya memutuskan hubungan dengan anak durhaka itu. Seluruh hartanya dia wakafkan untuk amal, mengajarkan makna sejati dari """"dari semua kebajikan, bakti kepada orang tua adalah yang utama
Cinta Tanpa Jawab, Tak Mau Lagi
Cinta Tanpa Jawab, Tak Mau Lagi
Dulu, Ayah dan Ibu sempat memanjakan aku kayak putri. Beli rumah mewah, beli kue di tengah hujan, album fotonya penuh senyumanku sebelum 5 tahun. Setelah adikku lahir, aku cuma menurunkan suhu AC 1 derajat biar adik nggak kepanasan. Ibu malah tampar aku dan kurung aku dalam kulkas, lalu berkata, "Pikir baik-baik baru keluar." Mereka lupa bahwa kulkas itu dipasang gembok kuat. Aku yang berusia 5 tahun nggak bisa keluar. Nggak bisa keluar dari kulkas dan nggak bisa keluar dari ingatan mereka yang melupakanku. Ibunya Tasya dan petugas gedung menyelamatkanku. Ayah dan Ibuku kirain aku sudah mati. Melihatku kembali, mereka menangis dan meminta ampun. Aku hanya geleng. Dinginnya masa kecil telah membeku dan menjadi tembok.
Maaf, Nelson—Kamu Bukan Pilihanku Lagi!
Maaf, Nelson—Kamu Bukan Pilihanku Lagi!
Dua belas tahun lalu, Yeni baru saja ditemukan oleh Keluarga Ultara dan dibawa pulang sebagai nona asli keluarga tersebut. Nelson pun jatuh cinta pada pandangan pertama saat mereka bertemu dan dirinya ingin mengejar Yeni. Namun, Yeni menolaknya karena latar belakang pria tersebut berasal dari desa.
Jangan Cari Masalah Sama Putri Ahli Waris
Jangan Cari Masalah Sama Putri Ahli Waris
Sierra Lane mengira hidupnya akan normal setelah dibebaskan dari LPKA, tapi dia terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah ahli waris Keluarga Lancaster yang hilang. Saat kembali ke sekolah, dia menemukan pacarnya, Jeke, berpacaran dengan sahabatnya, Fallon. Fallon kemudian menyebarkan gosip yang mengancam posisi Sierra di sekolah. Sierra harus berjuang melawan gosip dan sabotase, sambil membuktikan identitasnya sebelum Fallon menghancurkan reputasinya.
[Versi suara dubbing] Cinta di Balik Topeng
[Versi suara dubbing] Cinta di Balik Topeng
Anak perempuan seorang pekerja, yang tidak bisa mendapatkan ganti rugi untuk ayahnya, bertemu dengan seorang pria yang menyelidiki eksploitasi kerja. Mereka pura-pura menikah demi ayahnya, dengan rahasia dan kesalahpahaman di antaranya.