Logo
Pendekar Kembara Semesta Seri 2
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

45 Bab
Tamat
Dalam Pendekar Kembara Semesta Seri 2, Suro Joyo terjebak pemberontakan Kerajaan Karangtirta dan ancaman bajak laut. Fantasy novel ini mengisahkan misinya melawan Jurus Ular Api Neraka milik Sanggariwut. Baca adventure story seru ini di webnovel untuk mengikuti aksi sang pendekar.
Bab 1 dari Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Suro Joyo menyusuri perbukitan dengan langkah pasti. Baru saja dia menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ayahandanya untuk menumpas Riris Manik. Ayahandanya, Agung Paramarta, penguasa di Kerajaan Krendobumi. Riris Manik pernah melakukan perbuatan yang meresahkan Kerajaan Krendobumi, sehingga Agung Paramarta menugaskan Suro Joyo agar menangkap dan membawanya ke Istana Krendobumi untuk diadili.

Namun Riris Manik malah melarikan diri dan bersembunyi di Pesanggrahan Alas Waru milik Keksi Anjani. Suro Joyo melacak buron sampai ke pesanggrahan milik Keksi Anjani. Dalam upaya menangkap Riris Manik, Suro Joyo bertarung habis-habisan melawan Keksi Anjani dan anak buahnya.

Saat bertarung, Suro Joyo hampir tewas di tangan lawan. Banaswarih, putra mahkota Kerajaan Karangtirta menyelamatkan nyawa Suro Joyo. Kebaikan hati Banaswarih kini akan dia balas dengan kebaikan pula. Suro Joyo yang kini mengenakan pakaian berwarna serba kuning berjalan tegap menuju Karangtirta.

“Aku ingin balas budi pada Pangeran Banaswarih,” gumam Suro Joyo dalam perjalanannya melewati bukit bebatuan. “Kemarin, sebelum kami berpisah, Pangeran Banaswarih minta diriku untuk datang ke Kerajaan Karangtirta. Sepertinya ada bahaya tersembunyi yang mengancam Karangtirta.”

Dugaan Suro Joyo memang tepat. Saat ini kerajaan yang dipimpin Raja Tiyasa sedang berada dalam masa kelam. Masa kelam bukan karena ketidakmampuan sang raja menyejahterakan rakyatnya, tapi karena adanya desas-desus yang membuat rasa cemas.

Rakyat Kerajaan Karangtirta dirundung kecemasan. Kabar tentang pergerakan bawah tanah yang dilakukan orang-orang yang ingin melakuan pemberontakan, membuat rakyat semakin cemas. Para telik sandi, prajurit rahasia Kerajaan Karangtirta telah mengendus adanya pemberontak yang semakin banyak jumlahnya mulai melakukan gerakan-gerakan yang lebih berani. Ada yang berani memaksa penduduk perbatasan mengikuti mereka. Kalau tidak mau mengikuti, dibunuh atau dibantai secara keji!

“Putraku Banaswarih, lakukan apa saja yang perlu kamu lakukan untuk meredam gerak para pemberontak yang mulai berani ngelunjak!” perintah Raja Tiyasa suatu malam. “Kamu ambil tindakan yang tegas. Kalau perlu keras! Siapa saja yang ketahuan mendukung atau malah menjadi pelaku pemberontakan, habisi tanpa perlu diadili!”

“Siap, Ayahanda!” kata Banaswarih.

Malam makin larut. Hanya ada anak dan bapak di pendapa kerajaan yang semakin lengang.

“Bawalah Soka Pratanda ini!” kata Tiyasa sambil menyerahkan logam berbentuk segi empat bergambar simbol Kerajaan Karangtirta. “Simpanlah dengan rapat! Gunakan kalau benar-benar dibutuhkan.”

Banaswarih menerima Soka Pratanda dari Tiyasa. Pemegang logam segi empat itu mendapatkan kepercayaan mutlak dari sang raja. Soka Pratanda hanya satu. Benda berfungsi sebagai ‘pengganti raja’ itu hanya diberikan kepada orang yang dipercaya ketika situasi benar-benar darurat!

“Ayahanda,” kata Banaswarih, “Ananda ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuat Ayahanda lebih tenang menghadapi situasi sekarang ini.”

“Tentang apa, Banaswarih?” tanya Tiyasa dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Ananda telah menyampaikan permintaan bantuan kepada Pangeran Suro Joyo dari Krendobumi. Semoga Pangeran Suro Joyo bisa membantu kita menyelesaikan kemelut yang terjadi di Karangtirta.”

***

Senapati Tunggulsaka bersama puluhan prajuritnya menyusuri perbatasan wilayah Kerajaan Karangtirta dengan Kerajaan Parangbawana. Mereka berjalan dari arah selatan menuju ke utara. Menjelang matahari tegak di atas kepala, Senapati dan para prajurit tersebut sampai di pantai utara.

Menurut kabar dari beberapa telik sandi atau prajurit rahasia yang ditugaskan Tunggulsaka ke seluruh wilayah Karangtirta, ada gerombolan perampok yang bersarang di perbatasan. Gerombolan itu dipimpin Olengpati. Cukup lama mereka bersarang di perbatasan Karangtirta dengan Parangbawana. Kerajaan Karangtirta dan Parangbawana bertetangga baik sejak lama, sejak ratusan tahu silam. Dua kerajaan yang saling membantu bila satu dari keduanya membutuhkan bantuan.

“Apa benar kabar dari telik sandi itu, Senapati?” tanya seorang prajurit kepada Tunggulsaka. Karangtirta

“Aku yakin, benar,” jawab Tunggulsaka yakin. “Memangnya kenapa? Kamu tidak yakin bahwa laporan telik sandi itu benar?”

“Bukan begitu, Senapati. Bisa saja telik sandi salah menyerap kabar, sehingga kurang tepat ketika memberikan laporan.”

Benar juga ya kata prajuritku ini. Kata Tunggulsaka dalam hati. Namanya saja manusia, bisa saja dia salah dalam menyerap warta yang beredar di masyarakat. Wah, kalau prajurit telik sandi salah memberikan laporan, bisa membahayakan Karangtirta.”

Saat ini Tunggulsaka dan para prajuritnya merasakan bahwa keadaan tenang. Kawasan Hutan Ugeran termasuk wilayah Kerajaan Karangtirta dan Hutan Rukem kelihatannya aman-aman saja. Tak ada sesuatu yang mencurigakan. Senapati andalan Karangtirta itu sejenak bertanya-tanya dalam hati. Salahkah berita yang disampaikan para para telik sandi itu? Semoga laporan mereka tidak ada yang salah.

Selama ini para prajurit telik sandi selalu memberikan kabar yang tepat. Mereka memberi laporan padanya setelah melakukan penyelidikan secara sungguh-sungguh. Dalam laporan itu disebutkan bahwa mereka mengetahui tentang kebeadaan gerombolan perampok pimpinan Olengpati bersembunyi di Hutan Rukem, wilayah Parangbawana, dekat perbatasan dengan wilayah Karangtirta.

“Para perampok pimpinan Olengpati itu diduga kuat ada hubugan erat dengan pemberontak yang saat ini sedang menyusun kekuatan. Mereka menyusun kekuatan fisik berupa jumlah pasukan. Mereka juga mengumpulkan uang dan harta untuk membiayai para pemberontak,” kata Tunggulsaka.

“Dengar-dengar, ada anggota pemberontak berani mengancam penduduk perbatasan sini,” kata seorang prajurit yang lain. “Apa benar, Senapati?”

“Ehm…, ya, begitulah laporan yang kuterima. Sebentar…, sebenarnya mereka belum bisa disebut pemberontak,” Tunggulsaka meluruskan kata-kata anak buahnya. “Mereka sekumpulan orang yang sedang menggalang kekuatan. Mereka diduga kuat akan melakukan pemberontakan. Kapan melakukan pemberontakan? Kita tidak tahu.”

“Walau mereka belum melakukan pemberontakan, mereka sudah layak disebut pemberontak. Mereka suka membangkang terhadap semua peraturan yang ada di Kerajaan Karangtirta. Masyarakat Karangtirta yang tidak suka pada kelakuan mereka, sampai ada yang beramai-ramai mengusir orang-orang yang mendukung pemberontak.”

“Mengapa sampai bertindak sepertti itu?”

“Mereka kesal, Senapati. Masyarakat yang tidak suka kepada pendukung pemberontak itu punya alasan yang masuk akal, Senapati.”

“Apa alasannya?”

“Alasannya, para pendukung pemberontak itu cari makan dan menikmati segala hal diberikan pihak Kerajaan Karangtirta, tapi malah suka menjelek-jelekkan Raja Tiyasa dengan alasan ngawur. Alasan yang tidak masuk akal. Mereka hanya asal mangap saja. Asal membuka mulut, tanpa menggunakan otaknya.”

Senapati Tunggulsaka bisa memahami perkataan anak buahnya. Gerombolan Olengpati yang dicurigai ada hubungan dengan para pemberontak bawah tanah, sering membuat keonaran. Mereka membuat keonaran di desa-desa wilayah Karangtirta. Akibat ulah Olengpati dan anak buahnya, desa-desa tersebut tidak aman.

Penduduknya sering berjaga siang malam. Mereka berjaga-jaga dari segala kemungkinan yang bisa menimpa penduduk desa. Para penduduk sering berjaga semalam suntuk, sehingga paginya mengantuk. Akibatnya mereka bekerja secara malas-malasan pada siang harinya. Hal ini menimbulkan perasaan penduduk tidak tenang, penghasilan mereka dalam bertani juga berkurang.

“Agaknya itulah tujuan Olengpati dan gerombolannya,” kata Tunggulsaka. “Mereka menebar keonaran yang membuat penduduk desa di seluruh wilayah Kerajaan Karangtirta resah. Karena resah, para penduduk menjadi lemah. Baik lemah badannya, juga lemah semangat hidupnya. Hal ini tidak akan kubiarkan terjadi berlarut-larut. Maka aku segera mengambil tidakan. Aku ingin segera menumpas Olengpati dan gerombolannya. Tentu saja yang kulakukan ini atas sepengetahuan Paduka Raja Tiyasa.”

Tunggulsaka tidak ingin penduduk desa atau rakyat jelata dalam keadaan tidak tentram, rasah, dan selalu khawatir sepanjang masa. Kalau rakyat dalam keadaan tidak aman, maka akan meruntuhkan kewibawan Karangtirta.

Maka dari itu, Tunggulsaka mohon ijin Raja Tiyasa yang menjadi orang paling berkuasa di Karangtirta. Tunggulsaka minta ijin untuk menumpas gerombolan Olengpati. Raja Tiyasa mengijinkan. Sehingga saat ini Tunggulsaka dan empat puluhan prajuritnya telah berada di perbatasan.

”Prajurit, berhenti di sini!” kata Tunggulsaka. ”Kita istirahat sebentar.”

”Baiklah, Senapati...,” sahut para prajurit serentak.

Para prajurit segera duduk-duduk di berbagai tempat. Ada yang duduk di bawah pohon besar, ada pula yang duduk di balik batu besar. Mereka duduk sambil menikmati bekal yang mereka bawa dari kerajaan.

”Lunjak, apa pendapatmu tentang situasi di perbatasan ini?” tanya Tunggulsaka setelah makan siang.

“Maaf, Senapati, saya belum punya pendapat,” kata Lunjak.

”Kalau kamu bagaimana, Bandem?” Tunggulsaka bertanya kepada Bandem.

”Menurut saya, ini barangkali cuma jebakan, Senapati,” jawab Bandem.

”Maksudmu?”

”Maksudnya begini, Senapati, Olengpati membuat daerah perbatasan ini seolah-olah aman. Padahal siapa tahu dia dan anak buahnya bersembunyi di sekitar sini. Pada saat rakyat lengah, dia keluar dari persembunyiannya. Mereka lalu merampok harta rakyat secara tiba-tiba dan tak terduga.”

”Ya..., aku juga berpikiran demikian. Cuma sekarang kita bingung mau bertindak apa? Karena kita belum menemukan persis di mana persembunyian mereka.” kata Tunggulsaka sambil menghela napas.

Ketika Tunggulsaka dan kedua anak buahnya sedang bercakap-cakap, tiba-tiba terdengar teriak kematian dari seorang prajurit yang sedang duduk di bawah pohon besar. Leher prajurit itu tertembus anak panah!

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CAUGHT IN A BAD CHARACTER
CAUGHT IN A BAD CHARACTER
Terjebak dalam CAUGHT IN A BAD CHARACTER, Juwita Chou merasuki Sallyana, antagonis yang ditakdirkan mati muda. Dalam web novel bergenre fantasy romance ini, ia harus melawan lima tokoh utama dan mengungkap takdir tersembunyi demi bertahan hidup di petualangan LitRPG yang penuh aksi.
Comeback With You
Comeback With You
Dalam novel Comeback With You, Laluna berjuang bertahan hidup di Nepal sebagai pencuri demi menyelamatkan teman-temannya. Pertemuannya dengan tentara Indonesia dalam misi rahasia memicu adventure penuh aksi. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka melawan perdagangan manusia.
Danny Hatta
Danny Hatta
Dalam novel action Danny Hatta, seorang pria mengungkap konspirasi kematian ayahnya di Swiss. Kini ia menjadi buronan atas tuduhan pembunuhan aparat. Bersama Sarah, ia menelusuri mystery story ini demi keadilan. Baca adventure story menegangkan ini di webnovel kami sekarang.
Dewa Perang Terbaik
Dewa Perang Terbaik
Dalam Dewa Perang Terbaik, Daniel kembali ke kota untuk membalas budi masa lalu. Sang Dewa Perang harus melindungi seorang gadis dari berbagai ancaman besar. Nikmati kisah action dan adventure penuh intrik ini dalam web novel terbaru bagi Anda yang suka read novels online secara gratis.
Gadis Milik Tentara Arogan
Gadis Milik Tentara Arogan
Dalam Gadis Milik Tentara Arogan, Amore Acresia terlibat insiden fatal yang menghancurkan ponsel Alexander Yudha saat bertugas. Menghadapi tuntutan sang tentara, Acre terjebak dalam tanggung jawab tak terduga. Ikuti romance novel penuh aksi ini di antara deretan fiction books terbaru.
Gairah Liar sang Mafia
Gairah Liar sang Mafia
Dalam mafia novel Gairah Liar sang Mafia, Arnius Nagendra menyamar demi membalas dendam pada sindikat perdagangan manusia. Dibantu seorang guru TK, ia mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini. Baca kisah penuh aksi ini di webnovel kami sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Setelah Ditinggal, Si CEO Cantik Melamarku
Setelah Ditinggal, Si CEO Cantik Melamarku
Seorang pria yang dibesarkan di pedesaan di hari pernikahannya tahu bahwa tunangannya tengah mengandung anak dari pria lain dan berusaha menipunya agar mau menikah. Dia yang marah pun pergi ke kota. Setelah ke kota, bakatnya segera menarik perhatian seorang CEO wanita kaya dan dalam waktu tiga tahun, mereka meraih kesuksesan besar. Secara kebetulan, dia ditugaskan untuk mengerjakan proyek pembangunan besar di kota kelahirannya dan kembali ke kampung halaman sebagai pria yang sangat sukses dan hal ini tidak akan pernah dibayangkan oleh siapa pun.
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Jessie meniduri bos CEO nya setelah mabuk. Dia kabur setelah bangun tapi malah menjatuhkan resume sahabatnya, Sinta di dalam kamar. Salah paham pun mulai terjadi, Sinta menjadi wanita CEO sampai suatu hari kebenaran terungkap. Jessie dan Tyaga kembali bersatu.
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Yuli Wulandari, yang sedang hamil 3 bulan, menemukan suaminya Endang Ramadhan (28 tahun) berselingkuh dengan Lina Nuraini (48 tahun). Diam-diam, Yuli mengganti minyak pijat dengan lem super, berpura-pura pergi dinas, dan memasang kamera tersembunyi. Ketika Endang dan Lina sedang bermesraan, mereka terjebak melekat oleh lem super. Yuli lalu memanggil anak dan menantu Lina, serta kerabat dekat, untuk menyaksikan aib kedua pengkhianat itu.
Alpha yang Diinginkannya
Alpha yang Diinginkannya
Kekuatan gelap Marabella menjadikannya incaran kelompoknya setelah dia secara tidak sengaja membunuh ayah Kyan. Tidak ada yang memahaminya kecuali Jonah, pacarnya dan calon Alpha. Ketika Dewi Bulan memasangkannya dengan Kyan, satu-satunya harapannya hancur. Akankah ikatan pasangan ini menjadi berkah, atau kutukan lain?
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Erik, putra Keluarga Seno yang telah lama hilang, kembali ditemukan oleh Keluarga Seno. Namun, putra angkat Keluarga Seno, Edy, karena takut Erik mencuri kasih sayangnya, Edy terus menjebaknya, membuat anggota Keluarga Seno membencinya. Erik akhirnya dibakar hidup-hidup oleh kakaknya sendiri. Anehnya, Erik terlahir kembali lima tahun sebelumnya pada hari Keluarga Seno mengirimnya ke desa. Dalam kehidupan keduanya ini, Erik memutuskan untuk putus semua hubungan dengan Keluarga Seno dan bertani di desa. Dia tanpa sengaja menemukan sumur ajaib. Erik menggunakan sumur tersebut untuk menanam buah-buahan, sayuran, dan herbal berkualitas tinggi, mencapai kebangkitan dan kesuksesan besar dalam pertanian. Pada sebuah lelang, Erik secara terang-terangan mempermalukan dan memutuskan hubungan dengan Keluarga Seno, mengungkap konspirasi putra angkatnya. Akhirnya, sumur ajaib itu menyatu dengan dirinya sendiri, membawanya sukses dalam karier dan cinta. Sementara Keluarga Seno, yang pernah menindasnya, hancur lebur karena perselisihan internal.
Setelah Undurkan Diri, Bos Langsung Panik
Setelah Undurkan Diri, Bos Langsung Panik
Bella Lingga telah menjadi sekretaris CEO kejam Hans Halim selama 6 tahun. Karena sudah muak dengan penindasan sang CEO dan berhasil melunasi hipotek, dia pun adakan pesta dengan sahabat hingga mabuk. Tidak disangka, dia malah tidur dengan CEO kejam itu. Demi menutupi kehamilan, dia memutuskan lekas undur diri agar tidak menjadi pengganggu hubungan akibat salah paham dia sendiri. Namun, sang CEO yang mulai menyadari perasaannya terhadap sekretarisnya pun menjadi gusar dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya kembali, meski Bella menurutnya bukanlah gadis masa kecilnya.