Logo
Pemuas Menantu dan Besan
Pemuas Menantu dan Besan

Pemuas Menantu dan Besan

80 Bab
Tamat
Dalam Pemuas Menantu dan Besan, dinamika keluarga modern penuh rahasia terungkap. Kisah romance novel ini menelusuri pilihan sulit antara kesetiaan dan hasrat terlarang. Temukan kejutan tak terduga dalam web novel ini bagi Anda yang mencari cerita fiksi dewasa yang realistis dan berani.
Bab 1 dari Pemuas Menantu dan Besan

Bagaskara Dharma, pria gagah berusia 59 tahun, biasa disapa Pak Bagas atau Mayor Bagas, melangkah keluar dari rumahnya, menghirup udara yang masih segar. Embun sudah tidak ada yang menempel di dedaunan. Di tangannya, sebuah senapan angin tergenggam santai, bukan untuk berburu sungguhan, hanya untuk mengisi waktu dengan sedikit keisengan.

Ia berjalan pelan, matanya menyapu ke sekeliling. Pepohonan rindang berdiri kokoh, suara burung-burung bernyanyi di antara dahan-dahan tinggi. Cahaya matahari menembus sela-sela daun, menciptakan pola bayangan yang bergerak pelan di tanah.

Pak Bagas mengangkat senapannya, membidik sebuah ranting kering di kejauhan. Ia menarik napas, menahan selama beberapa detik, lalu menarik pelatuk.

Pletak!

Ranting itu patah dan jatuh ke tanah. Ia menyeringai kecil, menikmati kepuasan sederhana dari tembakannya yang tepat sasaran.

Ia melanjutkan langkahnya, melihat seekor tupai kecil di cabang pohon, ekornya bergerak-gerak, sontak matanya menatapnya penuh waspada. Pak Bagas tersenyum, menurunkan senapannya. Ia bukan pemburu, dan pagi ini ia pergi bukan untuk membunuh.

Angin berembus pelan, membawa aroma rumput dan dedaunan. Pak Bagas terus berjalan, menikmati ketenangan limgkungannya, di antara alam yang hanya membalas keisengannya dengan bisikan lembut pepohonan.

Pak Bagas melangkah lebih jauh hingga tiba di tepian sungai kecil yang membelah hutan. Airnya jernih, mengalir tenang dengan suara gemericik yang menenangkan. Ia baru saja hendak duduk di atas batu besar, menikmati hari yang damai, ketika matanya menangkap sesuatu di seberang.

Seketika, tubuhnya menegang.

Di bawah rimbunnya dedaunan, tersembunyi dari jalur utama, ada sepasang manusia yang sedang melakukan sesuatu yang sangat mencurigan. Bersetubuh. Gerakan mereka begitu alami, liar namun intim, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Kulit mereka berkilau oleh pantulan cahaya matahari yang menyelinap di antara ranting-ranting.

Gelombang kecil di permukaan air menunjukkan bahwa mereka mungkin sempat bermain di sungai sebelum semuanya berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mendebarkan.

Pak Bagas tetap diam, bukan karena takut ketahuan, tapi lebih karena pemandangan ini begitu mengejutkan dan tak terduga. Ia bahkan tidak tahu siapa mereka, dari mana mereka datang. Apakah sepasang kekasih yang sengaja mencari ketenangan di alam? Atau mungkin pasangan terlarang yang memanfaatkan kesunyian tempat ini untuk melampiaskan hasrat?

Ia menelan ludah, tiba-tiba merasa seperti penyusup di sebuah adegan yang seharusnya bukan untuk matanya. Jari-jarinya menggenggam senapan angin lebih erat, bukan karena gelisah, tapi lebih karena dorongan naluriah sebagai Purnawirawan TNI alias Pensiunan Tentara untuk tetap siaga.

Pak Bagas menahan napas sejenak, lalu melangkah lebih dekat, berusaha tidak menimbulkan suara di antara semak-semak. Daun-daun kering di bawah kakinya sedikit berdesir, tapi suara gemericik air dan desahan halus dari pasangan di seberang tampaknya lebih mendominasi.

Dari celah dedaunan, ia mengintip, mencoba mengenali wajah mereka. Namun, masih belum terlihat jelas wajahnya.

Lelakinya tampak kekar, dengan rambut sedikit gondrong yang tergerai di bahunya, sementara perempuan itu memiliki tubuh ramping dengan kulit kecokelatan yang berkilau oleh sinar matahari. Sepertinya mereka bukan orang-orang yang pernah ia temui di kota sekitar.

Jantung Pak Bagas berdetak lebih cepat, bukan karena terangsang, tapi karena perasaan aneh yang menyusup dalam dirinya. Ada sesuatu yang begitu liar dan primitif dalam cara mereka bersetubuh, seakan mereka bagian dari alam itu sendiri, tanpa beban, tanpa peduli apakah ada orang lain yang akan melihat segala tindakan tak pantasnya.

Pak Bagas bisa saja berbalik pergi, meninggalkan mereka dengan privasi yang seharusnya tetap terjaga. Tapi nalurinya berkata lain. Entah mengapa, ia tetap berdiri di sana, mengamati dalam diam.

Pak Bagas masih berdiri di balik semak-semak, napasnya tertahan saat menyaksikan bagaimana pasangan itu larut dalam dunianya sendiri. Ada sesuatu yang ganjil dalam perasaannya, bukan sekadar rasa bersalah karena mengintip, melainkan sesuatu yang lebih primitif.

Matanya mengikuti gerakan mereka. Cara lelaki itu menyusuri lekuk tubuh pasangannya dengan penuh penghayatan, sementara perempuan itu menengadah, seolah menyerahkan diri sepenuhnya. Mereka begitu alami, seakan alam ini memang milik mereka. Pak Bagas berusaha memperhatikan wajah mereka, namun masih belum jelas.

Namun, tiba-tiba, sesuatu membuat bulu kuduk Pak Bagas meremang. Dari balik punggung lelaki itu, ia melihat sekelebat bayangan bergerak di antara pepohonan. Seperti mata yang mengintai. Sepertinya bukan hanya dia yang menyaksikan adegan ini. Ada orang lain di luar sana.

Pak Bagas segera merapatkan tubuhnya ke batang pohon, matanya menyipit, mencoba menelusuri siapa atau apa yang mengawasi dari kejauhan. Sensasi mencekam mengusik gairah yang sempat hadir, dan kini, ia lebih fokus pada satu hal-apakah pasangan itu dalam bahaya? Ataukah justru dirinya yang harus bersiap menghadapi sesuatu?

Pak Bagas masih menempel di batang pohon, napasnya berusaha dikendalikan. Dari celah dedaunan, ia kembali mengintip ke arah pasangan paruh baya yang masih tenggelam dalam pusaran gairah. Sang wanita menggeliat dalam pelukan pasangannya, jemarinya mencengkeram rerumputan, sementara bibirnya merekah, mengerang dalam kenikmatan yang semakin memuncak.

"Mas Badriiiii... ahh... Mas Badriii..."

Jantung Pak Bagas berdegup keras. Tubuhnya menegang seketika.

Nama itu menggema di udara, menyusup ke dalam kepalanya seperti sesuatu yang tak terduga. Matanya menatap lekat wajah perempuan itu, bukan nama yang dia ingat namun samar-samar, merasa sangat familiar dengan suara itu. Namun, dalam keadaan seperti ini, sulit baginya untuk memastikan.

Setelah sekian menit, pasangan itu akhirnya mencapai puncak. Napas mereka tersengal, gerakan mulai melambat, dan setelah beberapa saat, mereka pun mulai berbenah. Dengan gerakan santai, pria itu menarik celananya, sementara sang wanita merapikan rambut dan mengenakan pakaiannya kembali, lengkap dengan kerudungnya.

Namun, rasa penasaran Pak Bagas terlalu kuat.

Ia melangkah keluar dari persembunyiannya.

Ranting kering yang terinjak di bawah kakinya berbunyi nyaring. Pasangan itu sontak menoleh, mata mereka membelalak begitu melihat sosok pria yang tiba-tiba muncul dari balik pepohonan-dengan senapan angin di tangannya.

"W-Who the hell-" si pria terkejut, langkahnya mundur waspada.

Sang wanita juga terdiam, wajahnya memucat saat mengenali siapa yang berdiri di hadapannya.

Pak Bagas tidak langsung bicara. Tatapannya menelusuri wajah si wanita itu yang kini kembali telah tertutup semua auratnya. Dengan jarak yang lebih dekat, semuanya menjadi jelas. Dan itu membuat dada Pak Bagas semakin bergemuruh.

Sang Komandan masih berdiri tegak, menahan denyut yang menggedor dadanya. Matanya menyipit, menelisik wanita yang kini berdiri kaku di hadapannya. Wajahnya tampak pucat, seperti orang yang tertangkap basah mencuri sekaleng cat di toko bangunan.

"Bu Hajah..." Suara Pak Bagas serak, menghambur bersama angin sore.

Wanita berusia 40 tahun itu menelan ludah, matanya berkedip cepat, seolah mencari cara untuk menghindari situasi ini. Sementara itu, pria di sampingnya-yang diperkirakan berusia 30 tahun, memperkenalkan diri sebagai Badri dengan penuh percaya diri. Malah menyeringai kecil, ekspresinya tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun.

"Kenapa? Lihat-lihat begitu? Kau kenal dia?" Badri bertanya santai, melirik wanita itu dengan nada bangga.

Pak Bagas mengabaikannya, fokusnya hanya pada wanita itu. Kini ia semakin yakin, wanita itu adalah Bu Hajah Soraya, istri kedua Pak Haji Fuadi-pemilik toko bangunan sekaligus besannya, atau mertua Niken, anak sulungnya selama lebih dari 15 tahun.

Meski begitu, Pak Bagas memang belum terlalu akrab dengan Bu Soraya. Ia lebih sering berurusan dengan Bu Hajah Linda, istri pertama Pak Fuadi, karena memang Bu Hajah Linda lah ibu dari Zaki, suaminya Niken, alias menantunya. Hanya pernah beberapa kali ia bertemu Bu Soraya di toko matrialnya yang baru.

"Bu Hajah istrinya Pak Haji Fuadi, kan?" Pak Bagas akhirnya membuka suara, untuk memastikan. Nadanya lebih rendah, hampir tak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan.

Bu Soraya tersentak. Bibirnya terbuka seolah ingin membantah, tapi tak ada kata-kata yang keluar.

Badri terkekeh, melipat tangan di depan dada. "Wah, terkenal juga ya Bu Hajah? Dengar, Bung," katanya dengan nada meremehkan, "kami hanya bersenang-senang. Tidak ada yang perlu diributkan."

Pak Bagas mengencangkan rahangnya. "Dan kamu... Badri. Saya pernah dengar namamu. Preman parkiran di kecamatan sebelah, kan?"

Badri mendengus, matanya menyipit menilai Pak Bagas dari atas ke bawah. "Ya, jadi mau sok jadi pahlawan di sini?"

Pak Bagas mengabaikan sindiran itu. Matanya masih tertuju pada Bu Soraya, yang kini menunduk, menggigit bibirnya sendiri. Ada ketakutan di wajahnya, atau mungkin rasa bersalah?

"Kamu tinggal di mana?" Pak Bagas bertanya lagi, kali ini suaranya lebih dingin.

Badri mengangkat dagu ke arah pepohonan di seberang sungai. "Rumah gue di atas sana. Kami hanya menghabiskan waktu bersama di sini. Lu ini siapa, sih? Sok kenal, sok ngatur? Tentara atau Polisi?"

Pak Bagas tidak segera menjawab. Pikirannya masih berputar, mencoba memahami situasi ini. Bagaimana bisa istri kedua besannya yang dalam kesehariannya sangat naggun dan syar'i, bersama seorang tukang parkir atau mungkin preman lokal yang jauh dari kata tampan?

Ada sesuatu yang tidak beres.

Pak Bagas masih berdiri di sana, senapan angin tergenggam erat di tangannya. Bu Soraya masih menunduk, jilbabnya acak-acakan menutupi sebagian wajahnya yang memerah karena malu dan panik. Sementara Badri, pria dengan rahang kasar dan mata penuh curiga, berdiri tegak, seolah siap menghadapi ancaman apa pun.

Suara angin berbisik di sela dedaunan, menggiring keheningan yang semakin menekan. Hanya suara napas mereka yang terdengar berat dan tertahan.

"Saya cuma lewat," suara Pak Bagas akhirnya terdengar, tenang namun dingin.

Bu Soraya mendongak, sorot matanya memohon. Badri mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya.

Pak Bagas menatap mereka bergantian, membiarkan kesunyian berbicara lebih lama. Ada kekuatan dalam diam, dan dia menikmatinya. Dia bisa saja bicara banyak, bisa saja menghakimi, atau bahkan melontarkan ancaman serta menyeret mereka ke pihak berwajib. Tapi tidak.

Ia hanya membiarkan dua insan mesum itu tenggelam dalam ketakutan mereka sendiri.

"Lain kali, pilih tempat yang lebih aman, Bu Hajah." Itu saja kalimat terakhirnya, kemudian berbalik dan melangkah pergi, membiarkan tanah basah di bawah sepatunya mengisyaratkan keberadaannya yang perlahan menjauh.

Pak Bagas tiba di rumahnya, melemparkan senapan angin ke atas meja kayu di teras, lalu melepas kaos dan celana panjangnya yang sudah basah oleh keringat dan embun pagi. Napasnya masih sedikit berat, bukan karena lelah, tapi pikirannya terus berputar.

Apa yang membuat Bu Soraya memilih pria seperti itu untuk berselingkuh?

Sudah habiskah pria yang lebih tampan?

Mengapa harus melakukannya di semak belukar yang bersiko tinggi?

Bagaimana kalau ada ular berbisa?

"Dunia ini benar-benar penuh misteri."

^*^

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Baca romance novel penuh haru ini untuk melihat bagaimana kebenaran mengubah segalanya di web novel modern ini.
Bodyguard Seksi
Bodyguard Seksi
Asalina terjebak kontrak menjadi pengawal CEO arogan setelah sebuah insiden tak terduga. Dalam novel Bodyguard Seksi ini, dia harus menghadapi tantangan pekerjaan di dunia billionaire romance novels. Baca kisah lengkapnya dalam modern novel ini yang penuh risiko dan pilihan sulit.
Cinta Rumit Tiga Sekawan
Cinta Rumit Tiga Sekawan
Dalam novel romantis modern Cinta Rumit Tiga Sekawan, Wenny Sanjaya akhirnya setuju pulang ke Kota Jintara untuk memenuhi perjodohan masa kecilnya setelah pulih dari sakit. Sebelum menikah, ia meminta waktu dua minggu di Kota Hanis. Baca novel online ini untuk mengikuti keputusan hidupnya.
Gairah Baby Maker
Gairah Baby Maker
Dalam novel Gairah Baby Maker, godaan tak terduga dari Aida memicu ketegangan yang sulit dikendalikan. Ikuti kisah romance modern ini saat hasrat dan batas kesetiaan diuji. Temukan dinamika hubungan yang intens dalam web novel pilihan ini, tersedia bagi Anda yang suka read novels online.
Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
Dalam novel romantis miliarder Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi, Natasha bertekad mengakhiri kontrak pernikahan sepuluh tahunnya dengan Varo melalui rencana kematian palsu. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya lepas dari belenggu Keluarga Andara.
Malam Panas Bersama Mafia Dingin
Malam Panas Bersama Mafia Dingin
Dalam Malam Panas Bersama Mafia Dingin, Amora terpaksa menjual dirinya demi biaya rumah sakit sang ayah. Romance novel ini mengisahkan pengorbanan Amora menghadapi mafia kejam dalam dunia modern. Simak kisah penuh risiko ini di platform online novel kami sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Anggaplah Ini Lagu Perpisahan Kita
Anggaplah Ini Lagu Perpisahan Kita
Nancy Merlin, putri Keluarga Merlin yang tinggal di Kota Cingkawi, bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah demi merawat kekasihnya, Howard Sukri yang menjadi tuli dan bisu akibat kecelakaan mobil. Dia berpura-pura tuli dan bisu untuk bersama Howard selama tiga tahun, selama waktu itu dia bekerja keras untuk mendapatkan biaya pengobatan Howard. Setelah Howard sembuh, dia merasa muak dengan kehidupan bersama Nancy dan merasa malu memiliki pacar yang tuli dan bisu. Lalu dia dekat dengan Sonya Ongko yang jahat, dia mengabaikan dan menyakiti Nancy. Akhirnya Nancy patah hati dan memutuskan untuk putus dengan Howard. Dia pergi ke luar negeri sesuai permintaan keluarganya, bersama Mike Yasin, dan kembali ke kehidupan yang benar-benar bahagia sebagai gadis kaya.
Dendam Hati yang Tersakiti 2
Dendam Hati yang Tersakiti 2
Tina dan Alan diadopsi secara terpisah oleh dua keluarga saat masih kecil. Tapi beberapa tahun kemudian, saat mereka bertemu kembali, beberapa orang malah cemburu. Seiring dengan perlawanannya, berbagai rahasia terbongkar. Apakah pertemuan mereka ini menjadi hal yang bahagia?
[Versi suara dubbing] Kembali dengan Topeng
[Versi suara dubbing] Kembali dengan Topeng
Penyanyi bertopeng itu pensiun untuk kekasihnya yang buta. Setelah dia mendapatkan kembali penglihatannya, dia diperdayakan, putus asa, cerai, dan kembali ke panggung, membuatnya penuh dengan penyesalan...
Cintaku Melintas Waktu
Cintaku Melintas Waktu
Cakra Liyadi yang pada mulanya bertarung dengan para pengawal yang ingin menghentikannya pergi ke Kota Jimba, tanpa terduga malah terjadi perjalanan waktu ke modern. Kemudian dia bertemu dengan seorang wanita pemilik Toko Antik Jaya, Sherly Wangsa. Cakra pun akhirnya menjadi pengawal di sisi Sherly yang selalu ditindas oleh kakak sepupunya, Yulia Wangsa. Dia pun memulai kehidupannya barunya di dunia modern.
Mata Surgawi Terbuka! Tak Ada Lawan
Mata Surgawi Terbuka! Tak Ada Lawan
Louis Wandi, murid Sekte Kekacauan bertubuh Suci, memperoleh Mata Surgawi saat membaca teks klasik, menjadikannya orang ketiga yang memilikinya. Ia diberi setengah giok ilahi dan petunjuk tentang tunangan masa kecilnya yang memegang giok iblis. Demi bebas dari belenggu, mereka harus berkultivasi bersama. Turun gunung, Louis bertemu tunangan di hotel dan insiden pot bunga berujung ciuman tak sengaja. Disalahpahami, ia bertekad bangkit, berkuasa, dan hidup bebas.
Perjuangan Seorang Ibu yang Difitnah
Perjuangan Seorang Ibu yang Difitnah
Enam tahun setelah putrinya dicuri, Kelly Meadows, seorang ibu tunggal, menemukan putrinya tinggal di rumah mewah Jennifer Shaw, influencer sekaligus istri wali kota. Ketika Kelly mencoba menemui putrinya, Jennifer menguncinya, menyiarkan "bukti palsu" secara langsung, dan memfitnah Kelly sebagai penyusup berbahaya. Kini, Kelly harus berjuang keras untuk melindungi putranya, menyelamatkan putrinya yang dicuri, dan meloloskan diri dari Jennifer, wanita yang tega menghancurkan siapa pun yang mengancam kehidupan sempurnanya.