Logo
Pembalasan Dendam Istri TKI
Pembalasan Dendam Istri TKI

Pembalasan Dendam Istri TKI

45 Bab
Tamat
Dalam Pembalasan Dendam Istri TKI, Mutia kembali ke Indonesia untuk menuntut keadilan setelah suaminya berkhianat dan putrinya dianiaya. Ikuti aksi penuh misi di modern novel ini, sebuah romance novel dengan ketegangan tinggi yang bisa Anda baca sebagai pilihan fiction books terbaik.

Ringkasan Pembalasan Dendam Istri TKI

Mutia menghabiskan bertahun-tahun bekerja keras di luar negeri demi masa depan keluarga. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan menyakitkan saat sang suami memutuskan untuk menikah lagi secara diam-diam. Penderitaannya kian memuncak ketika ia mengetahui putri tercintanya menjadi korban penganiayaan. Didorong rasa amarah dan luka yang mendalam, Mutia akhirnya kembali ke Indonesia. Ia kini bertekad untuk menuntut keadilan dan melancarkan aksi balas dendam yang setimpal.
Selengkapnya

Bab 1 dari Pembalasan Dendam Istri TKI

“Dasar anak tidak berguna. Cuiih.” Teriak Saka untuk yang terakhir kalinya lalu masuk ke dalam rumah. Mutia hampir saja melepaskan ponsel dari genggaman karena tubuhnya yang terus bergetar. Mutia berjalan mendekati rumah mertuanya saat memastikan pintu telah tertutup rapat.

“Ibuuu. Sakit." RIntihan Tiara, anak Mutia, yang tengah meringkuk di depan pintu membuat Mutia berjalan dengan cepat. Ia menahan isak tangisnya saat melihat tubuh sang putri yang terlihat babak belur.

“Ibuuu.” Rintih Tiara lagi. Mutia menganggukan kepalanya dengan cepat saat Tiara menyentuh wajahnya.

“Iya. Ini Ibu sayang. Ayo kita pergi sekarang.” Dengan susah payah, Mutia menaikan Tiara ke punggungnya. Walaupun langkahnya tertatih, Mutia berusaha berjalan dengan cepat menuju taksi.

Sopir taksi langsung membukakan pintu belakang saat melihat Mutia sudah datang. Mutia lalu membaringkan tubuh Tiara. Ia masuk lewat pintu lain dan memangku kepala Tiara.

“Ibu, aku lagi nggak mimpi kan?” Mutia menggelengkan kepalanya. Isak tangisnya pecah sudah melihat keadaan sang putri.

“Nggak sayang. Ini benar-benar Ibu.” Mutia tergugu sambil membungkuk untuk memeluk Tiara. Ibu dan anak itu menangis bersama.

Setelah lima tahun berpisah karena Mutia pergi ke Jepang untuk menjadi TKI, akhirnya Mutia bisa bersua lagi dengan sang anak yang kini sudah menjadi gadis cantik. Walaupun penampilan Tiara tampak sangat kusam dengan bekas luka di sekujur tubuhnya.

“Saya bawa anaknya ke klinik saja ya Bu.”

“Iya Pak, hiks. Terima kasih. Nanti saya bayar double.”

“Iya sama-sama Bu.”

Mutia mengusap kepala Tiara yang kini sudah jatuh tertidur. Sejak lima belas bulan setelah Mutia menjadi TKW di Jepang, ia sudah tahu tentang kelakuan suaminya. Tapi, Mutia tidak bisa langsung pulang karena terikat kontrak. Ia lalu menyusun rencana agar Saka tidak bisa menguasai hartanya.

Drrttt… drrttt…. drtttt…

Mutia mendengus saat nama Saka terpampang di layar ponselnya. Dengan enggan, wanita itu mengangkat telpon dari sang suami.

“Halo sayang. Lagi ngapain sekarang?” Suara Saka terdengar sepuluh kali lipat lebih memuakan dari biasanya. Apalagi saat ia melihat penyiksaan sang putri di depan matanya langsung.

“Lagi di perjalanan ke rumah sakit mas. Nenek Honda lagi nggak enak badan. Tiara mana mas? Aku pengen banget video call sama putri kita.”

“Emmm. Tiara udah tidur sayang. Tadi kecapekan setelah seharian bermain bersama teman-temannya.” Mutia mendengus kesal. Pintar sekali Saka membuat alasan. Pria itu tidak tahu saja bahwa ia kini sudah membawa Tiara pergi.

“Oh gitu. Ya udah aku tutup dulu telponnya ya mas.”

“Tunggu Mut. Jangan di tutup dulu telponnya. Bulan ini kamu belum kirim uang lagi sayang. Aku lagi butuh untuk keperluan rumah dan bayar biaya sekolah pendaftaran Tiara. Sebentar lagi kan Tiara masuk SMP.” Mutia memang sengaja tidak mengirim uang bulan ini pada Saka. Toh, ia sudah pulang ke Indonesia. Apalagi,kepulangannya tidak di ketahui oleh sang suami.

“Maaf ya mas. Aku belum bisa kirim. Anaknya Nenek Honda lagi pergi ke Korea untuk bekerja selama dua bulan. Karena terlalu sibuk, dia jadi nggak sempat transfer gajiku.”

“Kalau begitu jangan lupa di ingatkan sayang. Soalnya gaji kamu itu kan hak kamu juga. Lagian majikan kamu itu pelit banget. Buat biaya hidup di sana aja kamu harus cari makan dan bayar aparteman murah juga.” Mutia mengangkat tangannya saat sopir taksi hendak bicara. Sopir itu hanya menganggukan kepalanya lalu memarkirkan mobil di depan klinik yang berada di Kecamatan.

“Iya mas. Nanti kalau Nyonya muda telpon, aku minta gajiku. Udah dulu ya mas. Kita sudah sampai di rumah sakit.”

“Iya sayang. Jangan lupa kirim uangnya ya. Kan untuk anak kita juga.” Rasanya Mutia ingin muntah mendengar dusta yang keluar dari mulut Saka.

“Iya mas. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Sopir yang sudah lebih dulu turun lalu menggendong Tiara masuk ke dalam klinik.

***

“Gimana Ka? Mutia udah kirim uangnya?” Saka menggelengkan kepala dengan lesu. Wajah Bu Jarmi, Ibu Saka, seketika cemberut.

"Besok jangan lupa hubungi Mutia lagi. Kita harus bayar cicilan mobil bulan ini. Udah nunggak gara-gara kamu lebih memilih untuk membelikan Sekar perhiasan.

“Iya Bu.” Sungut Saka sebal. Pria itu lalu beranjak ke depan untuk memeriksa Tiara. Ia ingin memasitkanTiara tidak kabur ke rumah orang tua Mutia seperti yang sering putrinya itu lakukan dulu.

Mata Saka membulat saat tidak menemukan Tiara di teras. Dengan langkah berderap, Saka mendatangi rumah tetangganya yang sering menolong Tiara. Dari jendela ruang keluarga, Saka dapat meilhat keluarga itu tengah asyik menonton TV. Karena tidak melihat keberadaan putrinya, Saka kembali ke rumah. Ia masuk ke dalam kamar hendak mengambil kunci mobil.

“Kamu mau kemana mas?” Tanya Mutia istri keduanya yang tengah berbaring di atas tempat tidur dengan bermain ponsel. Rasya, putra mereka yang baru berusia tiga tahun juga tampak anteng dengan ponsel di tangan.

“Mau ke rumah orang tuanya Mutia. Tiara pasti kabur lagi kesana.”

“Kamu sih nggak mukul kakinya Tiara tadi. Besok aja kesananya. Biarin Tiara ngisi perut di sana. Aku nggak mau anak kamu itu mati di sini.” Saka menyugar rambutnya kesal. Tapi, ucapan Sekar ada benarnya juga. Ia melatakan kembali kuncinya di atas nakas lalu berbaring di sebelah Saka.

Cklek

“Bapak, aku minta tas baru. Tadi temanku ada yang beli tas barbie bagus banget.” Seru Dini, anak Sekar dari pernikahan pertamanya.

“Bapak lagi nggak ada uang Din. Kamu pakai yang ada saja dulu. Tas kamu masih bagus kok.” Sekar menurunkan ponselnya saat mendenagr penolakan Saka.

“Kasih aja uang kamu sih mas. Uang kiriman dari Mutia kan masih ada.”

“Ibu benar. Bapak kok jadi pelit sih?” Seru Dini sebal lalu keluar dari kamar orang tuanya.

“Aku memang lagi nggak ada uang Kar. Uang kiriman dari Mutia bulan lalu kan buat bayar biaya kuliahnya Ana.” Bibir Sekar mencebik sebal.

“Lagian gaya banget mau kuliah segala. Udah tahu keuangan kita sulit sejak gajinya Mutia di pangkas. Suruh adik kamu kerja buat bayar biaya kuliahnya sendiri dong mas.”

“Sudahlah Sekar. Hanya bulan ini saja. Lagipula aku selalu mengutamakan Dini daripada Tiara, anak kandungku sendiri.”

“Oh, jadi kamu mulai perhitungan sama aku. Sejak kamu menikah denganku, kamu memang harus mendahulukan kebutuhan Dini darpada Tiara. Karena aku yang melayani kebutuhan kamu. Bukan Mutia.” Cekcok malam itu tidak terhindarkan lagi. Hingga membuat Rasya menangis.

Sementara itu di klinik, Dokter baru saja selesai memeriksa Tiara. Tampak selang infus yang terhubung dengan tangan kiri gadis remaja itu.

“Untuk sementara ini, Tiara sama sekali tidak mengalami luka dalam Bu. Selain itu, luka memarnya masih dapat di sembuhkan dengan salep.” Mutia menghela nafas lega.

“Terima kash Dok. Kapan hasil rontgennya keluar?”

“Besok pagi sudah keluar. Bu Mutia bisa tidur di bankar sebelah untuk menemani Tiara. Jika ada keperluan, silahkan panggil perawat yang berjaga.”

“Terima kasih dok.” Mutia menaikan selimut Tiara. Ia lalu mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Zaki, adiknya.

‘Mbak dan Tiara nggak jadi pulang. Tiara lagi di rawat di klinik setelah di siksa sama Mas Saka.’

Drrtt…

Balasan pesan dari Zaki masuk tidak lama kemudian. ‘Ya udah mbak. Nanti aku bilang ke Ibu. Besok pagi biar aku yang jemput ke klinik.’

‘Iya Ki. Salam buat Ibu.’

Mutia memandang Tiara yang masih terlelap tidur. Raut wajah Tiara kadang ketakutan. Mutia lalu mengusap pucuk kepala putrinya hingga Tiara merasa tenang kembali.

‘Kamu tenang saja sayang. Ibu akan membalas perbuatan keluarga Bapak kamu. Mereka pasti akan menyesal karena kejutan dari Ibu.’

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bersama Kita Bangkit Dari Abu
Bersama Kita Bangkit Dari Abu
Dalam Bersama Kita Bangkit Dari Abu, pengkhianatan Kian merenggut nyawa calon anak dan karier kakakku. Kini, misi balas dendam dimulai di modern novel penuh intrik ini. Baca romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap konsekuensi pengkhianatan dalam salah satu web novel terbaik.
Gairah Cinta Mr. Luca
Gairah Cinta Mr. Luca
Dalam mafia novel Gairah Cinta Mr. Luca, Luca terjebak konspirasi kekuasaan hingga tak sengaja menodai Sarah akibat salah suntikan. Saat saksi harus dilenyapkan, Sarah dibuang ke jurang. Baca kelanjutan romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap nasib mereka di web novel kami.
Influencer Licik Berkedok Pembantu
Influencer Licik Berkedok Pembantu
Dalam novel modern misteri Influencer Licik Berkedok Pembantu, seorang istri dikhianati asisten rumah tangganya yang mencuri dan meracuninya demi konten media sosial. Setelah mendapat kesempatan kedua, ia bertekad mengungkap kebohongan sang influencer. Baca novel online gratis ini sekarang.
Istri Dekilku Anak Sultan
Istri Dekilku Anak Sultan
Dalam novel romantis miliarder Istri Dekilku Anak Sultan, Alif menyesal menceraikan Shinta yang ternyata pewaris tunggal perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya, Shinta berjuang bertahan bersama Raka. Baca novel online gratis ini sekarang.
Ketika Dendam Berbicara
Ketika Dendam Berbicara
Dalam novel modern Ketika Dendam Berbicara, seorang suami yang berniat mengantarkan obat khusus untuk istrinya malah dipermalukan oleh sang sekretaris di kantor. Kesalahpahaman fatal ini memicu konflik besar. Baca Novel Online ini untuk mengungkap kelanjutan kisah penuh aksi dan misteri.
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
Dalam novel fantasi romantis Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran, Anggi terlahir kembali di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Bertekad membalas pengabaian keluarganya, dia menggunakan strategi militer dan medis untuk bangkit. Baca novel online gratis ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Azab dari Dewi Pena
Azab dari Dewi Pena
Dewi Pena, yang berinkarnasi sebagai mahasiswa, menjalani ujian hidup. Teman sekamar, Rosita Yongki, diam-diam menyembah Dewi Pena untuk mendapatkan kekayaan dan kecantikan, terdorong oleh keserakahan untuk merencanakan hal jahat terhadap Stella Guhara. Stella menampakkan wujud aslinya untuk menghukum, sementara Rosita menyesal di usia senja dan menjalani sisa hidup berbuat baik untuk menebus dosa. Jalan pintas adalah jalan sesat, sedangkan kebaikan adalah jalan yang benar.
[Versi suara dubbing] Dosa Seorang Saudara Laki-Laki
[Versi suara dubbing] Dosa Seorang Saudara Laki-Laki
Seorang pasangan dewasa madya berjuang untuk memiliki anak. Istrinya diperdayakan oleh ipar laki-lakinya—seorang pengusaha gagal—dengan ramuan tradisional, dan dia mencoba diam-diam untuk hamil tanpa diketahui oleh suaminya...
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
Pada hari pernikahan mereka, orang tua salah satu pasangan membunuh orang tua pasangan lainnya dalam kecelakaan lalu lintas akibat mengemudi mabuk. Yang pertama tinggal untuk menebus dosa selama lima tahun tetapi diperlakukan dengan TORTUR, akhirnya meninggal, membuat yang kedua penuh dengan penyesalan.
Hati Dimas yang Tersimpan
Hati Dimas yang Tersimpan
Yuni Kusuma salah menganggap Yudi Halim sebagai penyelamatnya, lalu menandatangani pernikahan kontrak selama tiga tahun dengannya. Selama masa itu, ia mengalami kekerasan diam dan hasutan. Setelah kontrak berakhir, Yuni melihat sikap mesra Yudi Halim dan memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka. Dimas Halim (penyelamat sebenarnya) melindungi dan membimbingnya merintis usaha. Yudi Halim mengatur skema untuk membongkar kebenaran, namun Dimas Halim berhasil menghalau semua rintangan. Hubungan mereka akhirnya mendapat pengakuan, Dimas Halim pun melamar, dan Yuni Kusuma menyambut kehidupan barunya.
Lamaran Beracun
Lamaran Beracun
Saat tunangannya gagal membuktikan cintanya dalam permainan hidup dan mati, sang pengantin diculik oleh seorang pedagang senjata yang kejam. Namun, tak disangka, hatinya mulai goyah di balik upayanya melarikan diri. Tetap setia pada prinsip atau menyerah pada daya tarik pria berbahaya yang rela melakukan apa pun demi memilikinya?
Ibu Mertuaku Memohon Maaf
Ibu Mertuaku Memohon Maaf
Her mother-in-law always mistreated her and never believed a word she said. But after being diagnosed with a terminal illness, her mother-in-law finally realized her goodness and begged for her forgiveness.