Logo
Pelakor XXL
Pelakor XXL

Pelakor XXL

68 Bab
Tamat
Dalam romance novel Pelakor XXL, Reya terjebak menjadi simpanan Juniar demi kemudahan hidup. Kini ia bertekad mandiri dan lepas dari bayang-bayang pria itu meski menghadapi penolakan keras. Simak perjuangan transformasinya di webnovel modern novel ini sekarang.
Bab 1 dari Pelakor XXL

Seorang gadis bertubuh gemuk terbangun seraya menutupi tubuhnya dengan selimut. Itu adalah Reya Yasmitha, 22 tahun pemilik tubuh gempal dan tinggi seberapa. Bukan tipe ideal untuk seorang pelakor. Jika kalian membaca pelakor, itu benar. Dua tahun belakangan ia sibuk menjadi simpanan Juniar Adi Pranaja, pria berusia 42 tahun yang mungkin lebih pantas dikatakan ayahnya sendiri.

Juniar seorang pengusaha sukses, Adidaya Raja Tekstil adalah perusahaan turun menurun milik keluarganya yang kini menjadi tanggung jawabnya. Jangan tanya tentang kekayaan, ia juga memiliki banyak usaha lainnya termasuk kerjasama dibidang resor juga dunia hiburan.

Reya membuka matanya menatap pria di sampingnya yang kini terpejam. Om Jun, begitu Reya memanggil kekasihnya, ungkapan sayang dari gadis itu. Katakan saja Reya gila, tapi Jun punya sejuta pesona yang ia punya selain uang yang memang jangan ditanya jumlahnya berapa. Tatapannya mengintimidasi, rahang tegas, tubuh yang paripurna, terlebih perhatiannya. Boleh dikatakan kalau Jun punya pesonanya sendiri, lesung pipi saat tersenyum punya magnet luar biasa. Oke baiklah, tampan itu relatif. Namun, Jun memang sesempurna itu di mata Reya. Kini segalanya tentang Jun itu luar biasa.

Gadis bertubuh tambun itu baru saja akan bangkit dari rebah setelah lelahnya pergumulan yang ia lakukan. Tangan Jun menahan meski matanya terpejam.

"Istirahat dulu," kata Jun.

"Katanya, Om mau aku masakin makan siang?" tanya Reya. Saat datang tadi, Jun mengatakan ia ingin makan siang. Menyantap masakan yang dimasak langsung oleh Reya.

Jun membuka mata, tersenyum kemudian. "Saya mau makan nanti. Mana tega saya biarin kamu capek-capek masak setelah saya buat kamu capek. Hmm? Istirahat dulu ya, sayang."

Reya mengambil selimut dan melilitkan ke tubuhnya, lalu melangkah ke kamar mandi. "Om tidur aja, aku tetap mau masak."

Jun hela napas. Memang susah bicara dengan si keras kepala satu ini, batinnya. "Ya udah terserah kamu." Ia kemudian kembali merebahkan tubuh dan memejamkan mata.

Reya memakai pakaian dan kini berjalan ke dapur di apartemen mereka. Jun suka masakan rumahan sederhana. Dulu mendiang ibunya suka membuatkan masakan rumahan. Ketika ia mencicipi masakan Reya ia ingat masakan sang ibu. Bukan berarti ia tak menyantap masakan rumahan di rumah utamanya. Hanya saja, ia merasa rasanya berbeda ketika Reya yang membuat. Ya, bisa saja itu hanya rayuan gombal si Om, tapi sepertinya Reya jadi sedikit besar kepala dengan pujian Juniar.

Aroma masakan menyeruak, terutama saat kini Reya menumis sambal sebagai langkah akhir dari kegiatannya memuaskan kekasihnya. Dari dalam kamar terdengar suara bersin yang buat gadis itu terkekeh geli.

Tak lama Jun berjalan ke luar dari kamar lalu menghampiri Reya. Berdiri tepat di samping gadis itu, lalu menyibak poni Reya menunjukkan kening lebar kekasihnya dan segera ia kecup. Sementara Reya dengan segera menutup kembali poni yang menutupi aibnya.

Reya tak suka poninya disibak menunjukkan kening lebarnya dan itu buat ia membecik, menggemaskan. "Om ih, kebiasaan."

"Kenapa sih? Selalu bermasalah sama jidat? Jenong gitu, saya kan tetap sayang sama kamu," kekeh Jun sambil mencubit bibir Reya.

"Enggak jenong ya Om. Cuma lebar."

"Lalu apa bedanya?"

"Jenong itu menonjol ke depan. Jidat aku enggak," protes Reya dengan tatapan kesal hingga buat keningnya bertaut.

Juna tertawa geli sendiri melihat kelakuan Reya. Reya menggerakkan matanya seolah meminta pria itu duduk di meja makan. Jun menurut dan ia kini berjalan, lalu duduk di kursi menunggu Reya menyajikan makan siang.

Reya segera membawa sajian terakhir menuju meja makan. tadi ia sudah selesai membuat sup ayam, pergedel, dan telur dadar. Tak membuat masakan yang sulit karena ia tak sempat berbelanja. Lalu dengan telaten, ia menyajikan ke atas piring. Sudah hapal betul porsi maan kekasihnya.

"Ini," katanya kemudian meletakkan piring ke hadapan Jun. "Ah, lupa minum. Tunggu sebentar Om."

"Biar saya yang ambil," kata pria itu, kemudian berjalan ke dapur untuk mengambil air putih dalam botol dan juga gelas yang sudah disiapkan Reya kemudian dengan segera berjalan kembali ke meja makan.

"Terima kasih Om sayang," ucap Reya.

Jun mengacak rambut Reya kemudian kembali duduk. Ia kemudian menyantap makan siang yang tersaji.

"Ibu Indi sehat kan?"

Jun menatap, tak suka. "Saya lagi makan lho ini."

"Om aku kan cuma tanya," rengek Reya.

"Baik," jawab Jun kemudian.

Reya melanjutkan kegiatan makan mereka meski ia ingin bertanya lebih lanjut. "Om enggak ada masalah kan?"

Jun gelengkan kepalanya. "Enggak, memang kenapa kamu mikir gitu?"

Reya menatap pada pria di hadapannya, mencoba cari jawaban dari tatapan Jun. "Soalnya waktu datang tadi muka Om kusut banget."

Jun tersenyum di sudut bibirnya. Reya memang pandai membaca situasi dan apa yang terjadi dalam dirinya. "Ada sedikit masalah di kantor, tapi bukan masalah besar. Jangan khawatir," jawabnya sambil mengusap bahu Reya.

"Syukurlah." Reya menyahut kemudian terdiam. "Om," sapanya.

"Hmm?" tanya Jun seraya mengusap bibirnya dengan tisu setelah selesai makan,

"Aku .., Aku kayaknya mau cari kerja." Reya katakan itu takut-takut.

Jun terhenti, meletakan tangannya ke atas meja sebagai penopang wajahnya, kemudian menatap Reya dengan tatapan kesal. "Uang dari saya enggak cukup buat kamu?"

Reya menggelengkan kepala. "Kadang ibu tanya kenapa aku sering ke Bandung. yang ibu tau kan aku kasih workshop kepenulisan. Ya, kadang ibu tanya mana foto-fotonya. Aku enggak pernah kasih karena memang enggak ada kegiatan itu."

"Kalau kamu kerja malah kamu enggak ada waktu ketemu saya. Gitu mau kamu?"

"Enggak gitu Om."

"Gini aja, kamu bilang kerja di mana gitu. Saya sewakan apartemen di Jakarta. Kamu bisa di sana, pura-pura kerja, Kalau saya ke Jakarta juga kita bisa bertemu di sana."

Reya menatap Jun, ia ingat dulu Jun yang meminta untuk tak saling bertemu di Jakarta karena takut jika tanpa sengaja bertemu dengan orang yang mungkin mereka kenal.

"Sesekali, kita ketemu," kata Jun lagi. "lagian kalau kamu kerja, siapa yang jagain ibu kamu? Arka? Kamu bilang adik kamu enggak bisa jagain ibu."

"Iya sih, cuma kemarin ada teman yang ngajakin aku kerja." Reya masih kekeh dengan keinginannya.

Jun hela napas, ia tak ingin terlalu kesal pada wanitanya. "Siapa? Kamu niat kerja gini emang mau cari apa?"

"Cari uang sih Om. Aku kan enggak mungkin nyusahin Om terus."

"Siapa bilang kamu nyusahin saya? Saya kirim bulanan itu kurang buat kamu? sama biaya berobat ibu ity kurang? Saya tambah kalau memang kurang. Enggak usah macem-macem lah. Saat saya butuh nanti kamu harus ada. Kalau kamu kerja, nanti kamu alasan a,b,c lah. Saya enggak kasih ijin." Jun katakan itu tegas.

Lagi Reya selalu kalah jika meminta ijin untuk bekerja. Ya, meskipun salah satu tujuan berkencan dengan Om Jun adalah utuk membantu finansialnya, tapi entah mengapa setelah ia memiliki rasa pada Juniar. Reya malah merasa tak enak hati dan merasa selalu merepotkan.

****

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

After a Breakup
After a Breakup
Dalam After a Breakup, Alisha berusaha lari dari pengkhianatan Arya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali di tengah rahasia kelam keluarga yang menghantui. Simak kisah romance novel penuh misteri ini di webnovel, sebuah modern novel tentang kesempatan kedua dan asa yang terikat kuat.
Bercinta dengan Playboy
Bercinta dengan Playboy
Dalam web novel Bercinta dengan Playboy, Risa membalas perselingkuhan Alan dengan mengencani Alva, sepupu tunangannya sendiri. Pilihan berisiko ini membawa konsekuensi besar dalam romance stories modern yang penuh intrik. Temukan kelanjutan kisahnya saat membaca online novel ini.
Bu Claire
Bu Claire
Dalam romance novel Bu Claire, seorang istri terjebak rutinitas monoton hingga terjerat perselingkuhan dengan Ridho. Saat Pak Budi mulai curiga, rahasia besar terkuak. Simak perjuangan mereka memperbaiki kepercayaan dan komitmen dalam modern novel yang penuh tantangan emosional ini.
(Bukan) Pembawa Sial
(Bukan) Pembawa Sial
Dalam novel modern (Bukan) Pembawa Sial, Revan harus menghadapi stigma sebagai pembawa nasib buruk karena kemiripan wajah dengan ayahnya. Demi melindungi keluarganya, ia memilih menjauh. Temukan perjuangan hidupnya dalam young adult fiction romance books yang penuh pilihan sulit ini.
HATRED
HATRED
Dalam modern novel HATRED, seorang pemuda diasingkan setelah difitnah melukai saudaranya. Ia memulai adventure story penuh amarah untuk bertahan hidup di luar rumah. Saksikan perjuangannya mengungkap kebenaran dan konsekuensi bagi keluarga yang mengkhianatinya di web novel penuh aksi ini.
Istri Dadakan Tuan Kejam
Istri Dadakan Tuan Kejam
Dalam Istri Dadakan Tuan Kejam, seorang billionaire dingin terobsesi membalas dendam atas kematian kekasihnya melalui pernikahan paksa. Namun, misi penghancuran dalam romance novel ini goyah saat ia mulai tersentuh oleh korbannya. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Dari Ayah Mantanku
Cinta Dari Ayah Mantanku
Hana tanpa sengaja menghabiskan malam bersama Joko. Saat dirinya masih diliputi rasa bersalah karena merasa telah mengkhianati pacarnya, tak disangka pacarnya malah lebih dulu berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Setelah mengetahui kebenaran itu, Hana pun menikah dengan Joko, karena marah dan kecewa. Tak disangka, ternyata pria itu adalah...
Saat Neraka Memanggil
Saat Neraka Memanggil
Setelah terjebak dalam reinkarnasi selama 3.000 tahun, Raja Neraka meninggalkan dunia bawah dalam kekacauan, dengan para pejabat hantu tertidur lelap. Dalam reinkarnasi terakhirnya, dia hidup sebagai seorang pengantar makanan yang berjuang keras, dibebani oleh kemiskinan dan penyakit ibunya. Menyusul serangan jantung fatal yang disebabkan oleh pelanggan yang jahat, dia dibawa kembali ke dunia bawah oleh utusan hantu, di mana dia mendapatkan kembali ingatan dan kekuatannya sebagai Raja Neraka. Hanya saja dia akan tetap di alam bawah atau kembali?
Sahabat Palsu? Kali Ini Aku Balas Dendam!
Sahabat Palsu? Kali Ini Aku Balas Dendam!
Charlotte berulang kali menolong "sahabat baik"-nya, Jasmine, bahkan sampai tewas saat menyelamatkannya. Setelah terlahir kembali, ia sudah muak jadi martir. Kali ini, ia akan berdiri memandang dari jauh sementara Jasmine dan pacar psikonya tenggelam dalam neraka yang mereka ciptakan sendiri.
Murid Miskin Sekolah Elite Mencari Cuan
Murid Miskin Sekolah Elite Mencari Cuan
Sejak kecil, Yuli tahu uang bukan segalanya. Tapi, hidup tanpa uang sangat sulit. Dengan kemampuan dan pengetahuannya, dia selalu memanfaatkan peluang untuk maju. Kehidupan sekolahnya yang tenang berubah sejak kedatangan murid beasiswa baru. Orang yang dia anggap sekutu seperti menargetkannya.
Pengawal Titipan Dunia
Pengawal Titipan Dunia
Titipan Terhebat di Kolong Langit menerima tugas berbahaya: mengawal penjahat besar Rizal Surya ke ibu kota untuk dipenggal. Karena Geng Aditya mengancam akan merampas titipan, perjalanan ini sangat mematikan. Para pengawal titipan bersumpah dengan nyawa untuk melindungi titipan, bertekad menegakkan keadilan. Kepala pengawal Rudianto Utami mengetahui rahasia Ismail - penyuruh yang ternyata adalah Pendekar Pedang yang sudah pensiun. Ia pun mendorong Ismail melindungi perjalanan secara diam-diam. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Geng Aditya.
Kau Adalah Masa Depanku
Kau Adalah Masa Depanku
Dibully dan dipaksa putus dengan cinta pertamanya, dia terjerumus dalam kesakitan, berakhir di rumah sakit jiwa di mana dia melahirkan seorang putri. Lima tahun kemudian, berjuang untuk bertahan hidup dengan putrinya, orang-orang yang dulu menyiksanya kembali. Setelah meninggalkannya, cinta pertamanya menjadi pengacara terkenal. Ketika mereka bertemu secara tidak sengaja di jalan, bisakah mereka menghidupkan kembali cinta yang hilang?