Logo
PANTHER & DEA
PANTHER & DEA

PANTHER & DEA

58 Bab
Tamat
Dalam mafia novel PANTHER & DEA, Panther mencoba pensiun sebagai pembunuh bayaran setelah uangnya dicuri. Namun, pengkhianatan Sophie memaksanya menyandera Natalia demi tebusan. Bersama Dea, ia memulai adventure penuh aksi untuk mencari kebebasan dalam kisah romance fiction books ini.
Bab 1 dari PANTHER & DEA

Di dalam salah satu gerbong kereta api, terlihat para penumpang duduk berjejer memenuhi kedua sisi tempat duduk. Dua orang wanita terlihat sedang berbicara sambil memamerkan cincin dan gelang indah mereka. Beberapa pria dan wanita tampak berpakaian kerja yang rapi. Seorang pria kaya mendengus sombong sambil memperlihatkan rantai emas tebal yang menggantung di lehernya dan beberapa penumpang lainnya terlihat sibuk dengan telepon genggam atau sekedar diam sambil mengantuk.

Dua orang pria dari tempat duduk yang berseberangan terlihat saling bertatapan sejenak. Mata mereka menyorotkan sebuah arti. Tak lama, terlihat seorang dari mereka memberi isyarat dengan menganggukkan kepala. Secara bersamaan, keduanya langsung berdiri. Seseorang bergerak menghadap ke arah kanan dan lainnya menghadap ke arah kiri. Tangan mereka mengeluarkan senjata api berwarna hitam yang segera ditodongkan pada semua orang di kedua sisi gerbong kereta api.

“Jangan bergerak,” teriak seorang di antara mereka. “Serahkan semua dompet, telepon genggam dan barang berharga kalian.”

Para penumpang dalam gerbong terkejut mendengar teriakan itu dan kemudian melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan penasaran. Setelah menatap senjata api yang digenggam oleh kedua pria itu, desah nafas tertahan para penumpang segera terdengar dari seluruh penjuru dalam gerbong kereta. Raut wajah ketakutan dan tidak percaya menghiasi wajah-wajah para penumpang.

Kedua perampok terlihat menurunkan tas ransel mereka masing-masing, membukanya dan mengarahkan mulut tas yang terbuka ke satu per satu penumpang. Di hadapan senjata api, beberapa penumpang yang ketakutan terlihat buru-buru mengeluarkan dompet mereka dan melemparkannya ke dalam tas ransel perampok. Wajah pria yang memakai gelang emas segera berubah menjadi pucat.

“Telepon genggam, jam tangan, dompet dan juga cincin,” teriak seorang perampok sambil menggerak-gerakkan ujung senjata apinya pada seorang penumpang di depannya. Tanpa daya semua benda-benda itu segera berpindah tangan.

Seorang penumpang muda dengan rambut dicat berwarna merah dan bergaris kuning, terlihat marah dan menolak untuk memberikan apa pun juga pada perampok itu. “Aku tidak memiliki apa pun. Tembak saja aku kalau kamu berani,” tantang pemuda itu. “Aku bertaruh, senjata apimu itu palsu. Ayo semuanya ikut melawan. Jangan takut.”

Perampok itu tersenyum mengejek. Tanpa ragu, ia mengarahkan senjata apinya pada paha pemuda itu dan menembaknya. Senjata api tersebut terdengar berbunyi sayup saat pelurunya muntah melalui sebuah lubang peredam suara yang terpasang pada ujung senjata api. Raut wajah pemuda yang marah segera berubah terkejut dan berikutnya berubah menjadi wajah yang meringis kesakitan. Teriakan dan rintihan keluar dari mulutnya, terdengar penuh penderitaan. Ia menekuk tubuhnya dan kedua tangannya menggenggam pahanya yang kini sudah berlubang dan mengalirkan darah segar.

“Kamu yang memintanya kawan. Jangan salahkan aku,” kata perampok berwajah bengis itu dengan enteng dan tersenyum mengejek.

Sebelah tangan perampok itu bergerak kembali untuk memukul pemuda yang kesakitan itu tepat di kepalanya dengan menggunakan gagang senjata api. “Hayo siapa lagi yang mau bertindak sebagai jagoan?” kata perampok itu terlihat senang.

Seketika semua penumpang menjadi ketakutan dan buru-buru mengeluarkan dompet mereka bahkan sebelum tas perampok itu mendekati mereka. Saat yang lainnya sibuk mengeluarkan harta mereka, seorang pria yang memakai jaket kulit berwarna hitam, masih terlihat duduk dengan santai sambil mengeluarkan dua buah sarung tangan kulit berwarna hitam dan memakainya dengan tenang. Pria itu memakai sebuah topi polos berwarna biru yang menyembunyikan sebagian wajahnya.

“Serahkan dompetmu,” sahut seorang perampok yang sudah tiba di depan pria itu, sambil mengacungkan senjata apinya pada wajah yang tertutup topi.

Kepala pria itu bergerak sedikit dan matanya menatap tajam pada perampok tersebut. Di dalam bola matanya tidak terlihat sepercik pun ketakutan. Mendadak, kedua tangannya bergerak sangat cepat menangkap senjata api perampok di depannya. Dalam satu gerakan tangan yang cepat, arah senjata api tersebut sudah berbalik pada perampok tersebut. Dengan sedikit dorongan dari lengannya ke depan, moncong senjata api langsung melekat pada bahu perampok tersebut. Wajah perampok tersebut terlihat terkejut dan terpana sesaat karena kecepatan dari gerakan yang terjadi. Tangannya sendiri masih memegang senjata api, meski ikut digenggam oleh tangan pria itu juga.

“Syutt...Syutt....Syuttt...”

Senjata api itu mengeluarkan suara tembakan halus tiga kali dan punggung belakang perampok itu bergetar ke belakang beberapa kali terkena hentakan peluru. Hanya terdengar suara desahan tertahan dari mulut pria itu dan matanya yang menatap tidak percaya. Tubuhnya kemudian terjatuh di atas lantai kereta api masih dengan sebelah tangannya tergenggam oleh pria bertopi biru. Pria itu segera berdiri dari tempat duduknya dan menarik senjata api dari tangan perampok.

“Hei, perampok,” panggilnya pada perampok lain di sudut gerbong yang masih mengumpulkan bagiannya. Perampok yang dipanggil segera berbalik. Ia melihat seorang pria yang berdiri dengan senjata api mengarah padanya dan temannya yang terjatuh di lorong kereta api.

Detik berikutnya, ia segera mengangkat senjata api di tangannya dengan cepat. Namun, sebuah sengatan peluru panas segera menyengat jari tangannya dan membuatnya berteriak kesakitan. Senjata api ditangannya terlempar jatuh dari genggamannya dan mendarat di atas lantai kereta api. Tidak berhenti sampai di sana, sebuah tembakan mengenai senjata api itu dan membuatnya meluncur berputar ke sudut gerbong kereta api, memasuki bagian bawah kursi penumpang.

Perampok tersebut berteriak kesakitan. Ia menatap pada tangannya yang sudah berlumuran darah dan jari tengahnya sudah terkoyak hingga terlihat tulang putihnya. Jari telunjuknya kini tergantung pada sedikit daging yang tersisa. Sebuah rasa panas mendadak menyengat pahanya. Membuatnya terjatuh sambil berteriak kesakitan.

Semua penumpang di sana hanya dapat terdiam melihat hal yang berlangsung begitu cepat. Pria bertopi biru berjalan tiga langkah dan menghadap pada seorang penumpang, pria berumur lima puluhan. Ia mengacungkan senjata api pada dahi penumpang itu.

“Keluarkan senjata apimu dengan dua jari.”

“Aku... aku tidak mengerti...” kata pria tua itu terlihat ketakutan.

Pria bertopi biru menatapnya dan mengarahkan senjata api pada paha pria itu lalu menembaknya.

“Baiklah, baiklah!!!” teriak pria itu mengeluarkan sebuah senjata api yang terselip di belakang punggungnya sambil meringis kesakitan.

Ia segera menyambut senjata api tersebut dan membuangnya sejauh mungkin ke ujung gerbong kereta api.

“Pegang lututmu,” perintahnya.

Tanpa daya, pria setengah baya itu menurutinya.

Pria itu segera melayangkan tangannya yang memegang bagian bawah senjata api pada siku pria setengah baya dari arah berlawanan. Teriakan keras dari pria itu segera terdengar menyayat hati. Para penumpang wanita menutup mata ketakutan. Lengan pria tersebut dalam sekejap sudah menggantung, mengarah ke arah yang tidak semestinya. Tampak bagian sikunya telah patah atau terlepas dari sendi siku.

Jari-jari tangan pria bertopi biru segera menyentuh senjata api ditangannya dan dengan gerakan cepat, bagian-bagian senjata api tersebut berlepasan satu per satu dan jatuh berserakan ke atas lantai kereta api.

Selesai membuat senjata api itu menjadi rangkaian-rangkaian kecil, ia bergerak ke dekat pintu keluar kereta api. Melipat tangannya dan bersandar dengan tenang sambil melihat pemandangan di luar kereta api yang sedang bergerak. Para penumpang masih terdiam, hanya menyisakan suara erangan kesakitan dari ketiga perampok itu dan seorang pemuda berambut merah yang melawan tadi.

Mendadak, terdengar sebuah lagu My Heart Will Go On yang di bawakan Celine Dion dari dalam tas ransel perampok yang terjatuh di atas lantai kereta. Pemuda bertopi biru melihat sekeliling dan menatap pada seorang pria berbadan besar dengan wajah brewokan dan tubuh bertato yang terlihat mencoba menghindari tatapannya.

“Kupikir, itu bunyi telepon genggammu,” sahut pria itu ringan. “Sebaiknya kamu mengangkatnya.”

“Iya, iya...” jawab pria berbadan besar yang segera membungkuk dan berjalan ke arah tas ransel.

Ia buru-buru merogoh ke dalam tas tansel dan mengeluarkan sebuah telepon genggamnya yang sedang berbunyi. Pria itu kembali melayangkan pandangannya keluar dari kaca jendela pintu kereta api, terlihat tidak peduli. Para penumpang terlihat bergerak perlahan-lahan setengah ketakutan sambil mengoper tas ransel perampok itu di antara mereka dan mengeluarkan kembali dompet serta harta benda mereka.

Tepat saat kereta api berhenti dan pintu keluarnya terbuka, pria itu telah lenyap.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Beautiful ESCAPE
Beautiful ESCAPE
Dalam novel Beautiful ESCAPE, Louisa Gonzales terjebak di Sisilia bersama pimpinan mafia Dominic Theodoretti. Sebagai mantan hacker, ia harus bertahan hidup dari ancaman kejam. Baca romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap rahasia identitas dan takdir mereka di platform webnovel.
Cinta Dalam Hati
Cinta Dalam Hati
Dalam novel Cinta Dalam Hati, Tania, pengacara berani, terjebak perjodohan dengan musuh masa kecilnya, Yudi. Di tengah konflik asmara modern novel ini, Tania harus mempertaruhkan nyawa melawan sindikat trafficking. Simak aksi dan romance stories penuh intrik ini sekarang.
Disangka miskin diperantauan
Disangka miskin diperantauan
Dalam novel modern Disangka miskin diperantauan, Sisil bertekad membalas dendam pada keluarga besar yang mengucilkannya. Ia berjuang mengangkat derajat orang tuanya di tengah konflik action dan intrik romance fiction books untuk membuktikan kesuksesannya sebagai sosok yang tak lagi bisa diremehkan.
Hidden Tea
Hidden Tea
Dalam Hidden Tea, Putri Mahkota Manggalya harus menghadapi pergolakan takhta setelah kematian ayahnya. Saat Pangeran Rahagi memimpin dengan agresif, sang putri memulai fantasy novel penuh aksi ini demi menyelamatkan negerinya. Sebuah adventure story tentang kekuasaan dan pilihan sulit.
Jahatnya Pacar Kakakku
Jahatnya Pacar Kakakku
Dalam novel misteri Jahatnya Pacar Kakakku, rencana seorang gadis hancur saat kekasih kakaknya menyekap dan menyiksanya secara brutal karena salah paham. Baca buku online gratis ini untuk mengetahui bagaimana korban bertahan dari kekejaman yang mengubah hidupnya akibat tuduhan tak berdasar.
Menghadapi Kematian di Depan Mata
Menghadapi Kematian di Depan Mata
Dalam novel modern misteri Menghadapi Kematian di Depan Mata, seorang wanita terjebak ancaman pria mabuk di rumahnya. Mengingat pengkhianatan saudara-saudaranya di masa lalu, ia memilih melapor polisi demi bertahan hidup. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap rahasia dendam keluarga.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kecanduan oleh Kecantikannya
Kecanduan oleh Kecantikannya
Setelah dipaksa menikah menggantikan kakak perempuannya, Noemi secara tidak sengaja dikirim ke kamar tidur suami nominalnya, Niko. Niko menderita insomnia tetapi mengalami tidur malam yang damai dengan keberadaan Noemi. Penasaran dengan hasil yang tidak terduga ini, Niko menyewa Noemi untuk membantunya mengatasi insomnianya. Ketika mereka menghabiskan waktu bersama, Niko mengembangkan perasaan untuk Noemi, tidak menyadari identitas aslinya sebagai istrinya, dan tidak menyadari masa lalu mereka bersama.
CEO, Magang Itu Sebenarnya Istrimu
CEO, Magang Itu Sebenarnya Istrimu
Yogi Humar terpaksa menikahi wanita yang tidak dia kenal karena tekanan dari kakeknya. Pada saat yang sama, seorang gadis bernama Zahra Fira sedang membutuhkan uang untuk operasi neneknya. Kedua orang itu bertemu dan mengira bahwa mereka adalah pasangan pernikahan kontrak. Setahun kemudian, ketika mereka hendak bercerai, perceraian tidak berjalan dengan mulus. Apa mereka akan bercerai?
Kode Kematian
Kode Kematian
Sebagai karyawan biasa di perusahaan ternama, hidupnya berubah drastis ketika suatu malam dia tiba-tiba mendapatkan kemampuan untuk melihat "waktu kematian" dan "penyebab kematian" setiap orang di sekitarnya.<br>Bayangan ajal terus menghantuinya. Berulang kali dia berusaha menyelamatkan nyawa, tapi takdir selalu menang. Puncaknya, perusahaan tempatnya bekerja dilanda rangkaian kecelakaan misterius, dan semua mengarah pada sebuah ledakan dahsyat yang akan memusnahkan seluruh gedung.<br>Tanpa dukungan siapa pun, dia menyelidiki kebenaran mengerikan ini seorang diri. Kini, demi keluarga, rekan kerja, dan keyakinannya bahwa nasib bisa diubah, dia bersumpah menghentikan malapetaka itu ....
Deterjen dan Cerai
Deterjen dan Cerai
Selama 30 tahun Yuni berkorban tanpa mengeluh, di Hari Perempuan hanya dapat deterjen promo. Ia rindu seikat bunga, tapi suaminya Andi memberi gelang emas untuk ibunya, kalung emas untuk menantu, skincare untuk anak perempuan, dan hanya deterjen serta sarung tangan untuknya. Anak perempuannya mengamuk, lalu ibu-anak ini bertaruh dan pergi. Dengan royalti 10 miliar, Yuni bangkit, meraih kembali mimpinya di dunia sastra, memenangkan penghargaan, dan menemukan cinta baru.
Misi Penyelamatan sang Polisi
Misi Penyelamatan sang Polisi
Menceritakan kisah Maya, seorang lulusan akademi kepolisian, yang secara sukarela menjadi "Gadis Mekar" dan menyusup ke dalam gua untuk mengungkap penipuan "Pernikahan Dewa" di Desa Mekar. Ia berhadapan dengan beberapa anggota geng kriminal, dan akhirnya berhasil membongkar kejahatan Kepala Desa Mekar dan kelompoknya yang menculik serta menjual wanita. Maya pun berhasil menyelamatkan kakaknya, Wulan, dan para wanita lain yang terjebak.
Istri Bertopengku
Istri Bertopengku
Kiki yang sering disiksa oleh suaminya karena melampiaskan kematian orang tuanya padanya. Bagas, suami Kiki pun akhirnya sering turun tangan dan melakukan kekerasan pada Kiki. Nggak hanya itu, ia juga dekat dengan seorang wanita yang dibelakang sering menindas Kiki juga. Namun Bagas yang tidak tahu tetap menyalahkan Kiki. Suatu hari, Kiki dibunuh oleh Miya, wanita yang menyukai Bagas. Bagas yang kehilangan Kiki akhirnya sadar kalau ia cinta padanya. Ia yang nggak percaya Kiki telah mati, tetap mencari keberadaan Kiki selama lima tahun. Hingga akhirnya ia melihat wanita yang sangat mirip dengan Kiki!