Logo
Namaku Kamilia, Tuan
Namaku Kamilia, Tuan

Namaku Kamilia, Tuan

79 Bab
Tamat
Dalam romance novel Namaku Kamilia, Tuan, Kartika terpaksa menjadi penebus utang ayahnya dan menjadi simpanan Heru yang kejam. Ia berjuang melarikan diri dari dunia hitam demi kembali pada Saiful. Simak kisah modern novel ini dalam koleksi fiction books menarik kami.

Ringkasan Namaku Kamilia, Tuan

Demi melunasi utang sang bapak, Kartika terpaksa mengubah identitasnya menjadi Kamilia dan meninggalkan Saiful, lelaki yang dicintainya. Ia dijual kepada pria kota bernama Heru dengan harga puluhan juta rupiah. Statusnya berubah menjadi wanita simpanan yang kerap menerima perlakuan kasar. Tak tahan dengan penderitaan itu, Kamilia memilih melawan dan melarikan diri. Di tengah peliknya dunia hitam, ia berjuang untuk bebas dan kembali merajut asmara dengan Saiful.
Selengkapnya

Bab 1 dari Namaku Kamilia, Tuan

"Tika, Kartika kau harus cepat pulang," kata Ida. Dia datang dengan tergopoh-gopoh menjemput Kartika di kali.

Kartika yang sedang menanjak di jalan setapak tertegun sejenak. Memandang heran kepada Ida. Dia membetulkan ember cucian yang digendongnya.

"Ada apa?" tanya Kartika dengan napas memburu.

"Bapakmu ... bapakmu digebukin orang!"

"Apa!?"

Gadis itu berlari cepat meninggalkan Ida. Hatinya begitu tersentak mendengar bapaknya digebukin orang. Bapaknya memang sering mabuk, tetapi tidak pernah berkelahi, apalagi sampai dihajar orang.

"Ada persoalan apakah gerangan? Sehingga Bapak seperti itu?" batinnya. Berjuta tanya berkecamuk dalam hati Kartika. Gadis itu terus berlari, dia meninggalkan sandal jepitnya yang terputus di tengah jalan.

Namun, gadis itu mematung saat tiba di depan rumahnya. Tampak bapaknya babak belur dihajar seorang lelaki kekar. Ia berdiri di depan bapaknya dengan kesombongannya.

"Bayar hutangmu!" bentak lelaki itu.

Kartika melihat bapaknya hanya terdiam, sembari menyeka lelehan darah di sudut bibirnya. Mukanya biru lebam bekas tonjokan, tetapi bapaknya diam tidak melawan.

Gadis itu tidak tahan, dia tidak mempedulikan bajunya yang basah. Dia juga tidak mempedulikan badannya tercetak jelas pada pakaiannya tersebut, gadis itu ingin melawan.

Ingin sekali rasanya menendang mulut yang sudah meludahi muka bapaknya. Mempraktikkan ilmu silat yang diajarkan ustadz selepas ngaji. Walau tidak mungkin menang, tetapi setidaknya dia sudah membela bapaknya.

"Hentikan!" jerit Kartika.

Orang asing itu membalikkan badan, matanya membola melihat tubuh Kartika yang seolah-olah telanjang. Ia menelan ludahnya yang seketika memenuhi mulutnya. Jakunnya turun naik. Tiba-tiba ia merasa sesak di bagian bawah celananya.

"Harso!" teriak bapaknya.

Orang yang dipanggil Harso itu tetap memandang Kartika. Napasnya seketika terasa megap-megap melihat pemandangan di depan matanya.

Ibunya Kartika tergopoh-gopoh datang dengan menggendong adiknya. Secepatnya menyeret tangan Kartika dan membawanya masuk.

"Aku ingin melawan dia, Mak," sungut Kartika. Hatinya kesal karena niatnya tidak kesampaian.

"Sudahlah, gak usah ikut campur, ganti bajumu!" suruh ibunya.

Kartika masih sempat mengintip keluar, dia melihat Harso dan bapaknya tidak lagi berkelahi. Bapaknya sudah berdiri dan terlibat pembicaraan serius. Beberapa kali bapaknya menggelengkan kepalanya.

******

Kartika berganti pakaian dengan hati penuh tanda tanya. Mengapa secepat itu bapaknya dengan Harso berbaikan. Sungguh tidak masuk di akal. Mereka kini berbicara di ruang tamu rumahnya. Obrolan tentang juta-juta terdengar samar sampai ke telinganya. Kartika menduga, mungkin mereka sedang menghitung utang bapaknya.

Kartika masih ingat pandangan Harso padanya tadi. Bagaikan seorang musafir yang kehausan di tengah padang pasir, kemudian melihat sumur dengan airnya yang jernih. Dia seakan-akan hendak menelannya bulat-bulat. Bulu kuduknya meremang seketika.

Kartika memandang ke luar lewat jendela. Kemarau sedang memperlihatkan keperkasaannya. Daun-daun merangkul dahannya dengan erat. Mereka tidak mau terpisah karena kekeringan, layu dan lepas tertiup angin.

Ibunya masuk dengan wajah masygul. Raut wajahnya kusut seperti cucian yang belum disetrika. Dia duduk di pinggir tempat tidur milik Kartika. Wajahnya pucat, membisu tak mampu bicara.

"Mak." Kartika menegur. Ibunya bergeming, seperti tidak mendengar suara Kartika.

Kartika turut diam, menunggu perkataan keluar dari mulut ibunya. Gadis lugu itu memperhatikan kucing yang bergelung di kakinya. Menguap dan menggesek-gesekkan bulunya yang lembut.

"Tika ... kau harus berbenah!" suruh ibunya lirih.

"Apakah laki-laki itu mengusir kita, Mak?" tanya Kartika.

Ibunya menggeleng lemah, bulir air mata yang sejak tadi ditahannya meluncur juga di pipinya. Kantung matanya seperti tak kering-kering sebab air itu tidak berhenti menetes.

"Lalu?"

"Dia menginginkanmu sebagai pelunasan utang Bapakmu," jawab ibunya.

"Maksudnya?" Kartika masih tidak mengerti.

"Kau harus bekerja padanya."

"Aku bersedia, Mak," jawab Kartika.

Meledak tangis ibunya di pundak Kartika. Menangisi kepolosan anaknya yang belum genap berusia dua puluh tahun. Dia tidak tahu pekerjaan macam apa yang akan dijalaninya nanti. Sebagai seorang ibu, perasaannya begitu hancur.

Kartika berpikir, dia hanya akan menjadi pembantu rumah tangga. Tidak apa-apa, dia rela. Asalkan ibu dan bapaknya serta adiknya hidup tentram tanpa ada yang mengganggu.

Kartika berkemas, memasukkan sebagian baju lusuhnya ke tas besar. Ibunya memandang dengan hati yang terluka.

"Emak tidak usah menangis, aku memang harus bekerja kan, Mak? Sekolahku sudah selesai," hibur Kartika.

****

"Besok aku datang lagi, menyerahkan sisa uangmu!" teriak Harso kepada bapaknya Kartika.

Lelaki itu tertawa penuh kepuasan melihat Kartika ikut dirinya. Tadi dia sudah menyelesaikan pembicaraan dengan temannya dari kota. Ada sebuah harga yang disebutkan yang membuat dirinya begitu bersemangat. Lima puluh juta, dia bisa ambil empat puluh juta, sisanya buat bapak Kartika. Meski utang bapak Kartika itu hanya beberapa juta saja.

Kartika pergi diiringi tangisan ibu dan adiknya. Bapaknya hanya duduk mematung di kursi reyot ruang tamunya. Mukanya merah, menahan perasaan haru serta bekas pukulan Harso tadi. Biarpun bapaknya seorang laki-laki brengsek, tetap saja hati kecilnya tidak rela Kartika pergi. Namun, lelaki miskin seperti dia, tidak mempunyai banyak pilihan.

"Nanti pulang lagi ke desa, bajumu akan bagus-bagus seperti artis," kata Harso di bis.

Kartika diam saja, mencoba menikmati perjalanannya dengan melihat ke luar. Pikirannya berkelana, teringat ibunya, adiknya, bapaknya juga ... Saiful. Lelaki itu selalu mampu membuat Kartika menyembunyikan senyum saat sedang mengaji. Tatapannya teduh membuat murid-muridnya selalu betah belajar dengannya.

"Sudah sampai," kata Harso. "Ayo!"

Lelaki itu menuntun Kartika menuju suatu tempat. Di sana sudah menunggu seorang lelaki berkacamata hitam. Dari penampilan serta mobilnya yang mengkilap, sudah bisa ditebak kalau ia orang kaya.

Harso bersama orang kaya itu berjalan menjauhi Kartika. Sebuah amplop coklat cukup tebal berpindah tangan. Kartika berdiri sambil menjinjing tasnya, tidak berani mendekat hanya memperhatikan dari kejauhan.

Harso mendekati Kartika, menyelipkan sesuatu di tangan gadis itu. Entah senyum atau seringai yang lelaki itu pamerkan. Dia berkata,"Ikutlah dengan Tuan Heru."

Kartika tidak menjawab, dia sudah pasrah dengan takdirnya. Dia sudah mengikhlaskan dirinya untuk menjadi pembantu rumah tangga. Nilai-nilai bagus di ijazahnya tidak berguna kini.

Tuan Heru membawa Kartika ke sebuah rumah kecil yang asri. Kartika suka melihatnya, dia akan betah tinggal di sini. Tuan Heru tidak banyak berbicara, lelaki ganteng itu hanya diam ketika menyetir mobilnya tadi.

"Siapa namamu?" tanya Tuan Heru.

"Kartika, Tuan," jawab Kartika.

Sejenak Tuan Heru seperti berpikir, entahlah, Kartika tidak tahu isi pikirannya. Lelaki itu melihatnya tanpa kedip, seperti hendak menelanjangi gadis cantik itu.

"Sekarang namamu, Kamilia," ujar Tuan Heru.

"Ka ... Ka ... Kamilia, Tuan?" tanya Kartika terbata-bata.

"Ya, persiapkan dirimu, nanti malam aku ke sini," jawabnya tanpa ekspresi. "Kamu boleh memakan apa pun yang ada di sini."

Setelah Tuan Heru pergi, tinggal Kartika yang tetap berdiri. Hatinya bertanya-tanya, "Pekerjaan apa sebenarnya yang harus aku lakukan?"

"Namaku Kamilia ... Kamilia." Berulang kali Kartika mengeja nama tersebut.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
Dalam novel romantis 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu, Vincent melamar 66 kali hingga diterima. Namun, pernikahan mereka diuji oleh 66 kartu permintaan maaf yang habis karena teman masa kecilnya. Baca novel online gratis ini untuk mengetahui kelanjutan hubungan mereka.
Belenggu Mantan
Belenggu Mantan
Dalam Belenggu Mantan, Diandra harus menghadapi kerumitan pasca perceraian dengan pewaris Aerles Corporation, Dave Airlangga. Romance novel ini mengungkap perjuangan memperbaiki hubungan yang hancur akibat salah paham dalam dunia billionaire romance books yang penuh tekanan.
Bukan Pelayan Biasa
Bukan Pelayan Biasa
Pasca kehilangan orang tua, Amanda Felicia harus bertahan hidup dengan bekerja di rumah Alexander Mattew. Dalam romance novel ini, sang billionaire sengaja menyulitkan posisinya. Simak perjuangan Amanda menghadapi tekanan majikannya di web novel Bukan Pelayan Biasa yang penuh intrik modern.
Dendam Menantu Miskin
Dendam Menantu Miskin
Dalam Dendam Menantu Miskin, Rendra terpaksa bercerai karena status sosialnya. Kini, buruh pabrik ini bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali istri dan anaknya. Ikuti kisah perjuangan penuh aksi dalam modern novel ini, pilihan terbaik bagi pembaca romance stories.
Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
Dalam novel modern Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan, Kiana dikhianati suaminya, Yovan, setelah tahu pernikahan mereka palsu. Untuk membalas dendam, ia menikahi tuan muda kaya raya demi merebut kembali haknya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah romantis Kiana.
Gadis 100 juta (fatamorgana)
Gadis 100 juta (fatamorgana)
Dalam romance novel Gadis 100 juta (fatamorgana), Daiva terpaksa menjual kehormatannya kepada Keyko demi menyelamatkan adiknya. Namun, pertemuannya dengan Damian menciptakan persaingan cinta yang rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel modern ini untuk mengikuti pilihan sulit Daiva.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Mempercepat Cinta
Mempercepat Cinta
Lily seorang gadis biasa yang mengalami pengkhianatan dan memilukan saat dia memergoki pacarnya selingkuh dengan sahabatnya di pernikahannya. Pada masa yang putus asa, dia bertekad buktikan kemampuannya dan menggandeng tangan tukang mekanik berantakan secara impulsif yang berdiri di sampingnya saat itu terjadi. Alih-alih jadi beban, pernikahan mereka justru berkembang seiring mereka melewati serangkaian kenangan manis yang nggak terduga dan bersama-sama atasi tantangan. Yang mengejutkan Lily, Lukas bukan tukang mekanik yang biasa. Diam-diam dia seorang Haris, CEO triliunan dan pembalap mobil legendaris. Apa yang dimulai dari pernikahan palsu berubah jadi cinta sejati. Saksikan mereka berdua bekerja sama untuk menulis kisah cinta yang luar biasa!
Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Putri Jillian, Stella, meninggal dalam insiden runtuhnya taman kanak-kanak. Suaminya, Nicholas, bergegas menyelamatkan, tetapi sibuk menyelamatkan putri Irene, wanita yang dicintainya. Sebelum meninggal, Stella bertanya kepada Jillian mengapa ayahnya tidak datang untuk menyelamatkannya, membuat Jillian putus asa. Nicholas tidak muncul di pemakaman Stella, karena dia sibuk merawat Irene dan putrinya di rumah sakit. Dia baru mengetahui kematian putrinya ketika saudaranya menemukannya. Kesal dengan ketidakhadiran Nicholas di pemakaman, Jillian menuntut cerai. Setelah diselidiki oleh Aydan, Jillian mendapati Nicholas membeli properti untuk Irene, mendorong keputusannya untuk membalas dendam.
Benih Cinta Petani Miliarder
Benih Cinta Petani Miliarder
Demi membiayai pengobatan ayah angkatnya, Louise setuju menggantikan saudari angkatnya Christina untuk dinikahkan dengan Troy, seorang petani. Diluar dugaan, Troy ternyata seorang miliarder tersembunyi. Namun saat hubungan mereka yang pada awalnya kaku perlahan menjadi cinta, Christina yang menyadari kesalahannya menolak Troy berusaha merebut Troy dari Louise dengan segala cara!
Dia Murni Bagaikan Malaikat
Dia Murni Bagaikan Malaikat
Zia Seruya mengetahui bahwa suaminya, Marsel Lesmana, yang berhati dingin, memelihara Maya Sanjaya, seorang gadis yang dianggap murni bagaikan malaikat. Protes Zia pada acara keluarga hanya dibalas dengan surat cerai. Ketika ia menolak menandatangani, tekanan dari Marsel meningkat hingga menyebabkan kematian orang tua Zia. Zia kemudian terlahir kembali, tepat pada hari ia menemukan keberadaan Maya. Ia segera mengamankan orang tuanya, menyiapkan dokumen perceraian, dan kini didorong oleh satu rasa penasaran: ingin melihat langsung seperti apakah "malaikat" yang bernama Maya itu.
Kembali Bersama CEO Wanitaku
Kembali Bersama CEO Wanitaku
Setelah si genius terkuat dikhianati dan dibunuh oleh seorang sahabat karib selama perburuan harta karun, dia terlahir kembali ke 500 tahun lalu. Sekarang, dia mendapati dirinya di penjara demi istrinya. Setelah dibebaskan, istrinya mengajukan gugatan cerai. Namun, kekuatannya yang luar biasa segera menarik perhatian ratu bisnis.
Harap Kau Selamanya Begitu
Harap Kau Selamanya Begitu
Dua tahun lalu, ayah Max meninggal dunia karena serangan jantung dan menuduh orang tua Sella yang menjadi penyebabnya karena sudah mengkhianati ayahnya. Oleh karena itu, Max membuat Sella menebus semua dosa orang tuanya. Namun, ada yang Max tidak tahu. Ternyata yang mengkhianati ayahnya adalah Dhani, ayah Becky, wanita yang akan menjadi tunangan Max. Apa yang akan Max lakukan? Apa Max dan Sella akan bersama kembali?