Logo
Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

43 Bab
Tamat
Dalam Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu, Niar berjuang melawan tekanan mertua yang merampas uang belanjanya. Deni berusaha menyelamatkan istrinya dari depresi dalam romance novel ini. Temukan kisah perjuangan istri di modern novel ini, salah satu fiction books yang penuh konflik keluarga.
Bab 1 dari Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Bab 1

"Niar, cepat bersihkan bekas ompol anakmu ini. Bau banget kalau nggak buru-buru!" Suara Ibu terdengar sedang marah-marah pada Istriku.

Aku sengaja diam dulu di balik pintu, sebelum masuk rumah. Mereka sepertinya tak menyadari kalau aku sudah datang.

Diam adalah cara terbaik untukku saat ini. Aku ingin menyelidiki keadaan di sekitar rumah.

"Ba-baik, Bu. Sebentar aku ambil pel-nya dulu," timpal Niar.

"Kamu ini anakmu dikasih diaper napa? Bocor Mulu tuh. Rumah Ibu nanti bau semua!"

Istriku hanya diam saat dimarahi seperti itu. Lalu dia ke belakang, mungkin mencari alat pel.

"Kamu ini, dikasih tau malah nyelonong aja!" balas ibu tanpa adanya sahutan dari Niar.

Aku tak tahan mendengar Ibu memarahi Niar --- Istriku. Mendengarkannya saja hatiku terasa sakit. Mengapa Ibu tega bersikap kasar seperti itu pada Niar? Apa karena aku tak ada di rumah? Baiklah, lebih baik aku buktikan sendiri.

"Assalamualaikum. Niar, Abang udah pulang nih!" Aku memasuki rumah, lalu mencium tangan Ibu.

Ibu agak panik dan takut. Matanya melebar, Ibu menghela napas kasar.

"Kenapa, Bu?" tanyaku seolah aku tak tau apa yang sedang terjadi.

"Eh, anu. Nggak ada apa-apa, kok!" Ibu gugup menjawab.

Tak lama Niar muncul dengan alat pel di tangannya. Aku memandangi dan tersenyum padanya.

"Niar, kamu sedang apa? Abang dah pulang nih!" Aku membentangkan tanganku ingin dipeluk olehnya. Tapi, dia hanya menoleh saja. Lalu melanjutkan pekerjaannya.

"Niar kenapa, Bu?" Aku menanyai Ibu.

"Nggak tau, nggak ada apa-apa kok. Dia cuma sedang bersihin bekas ompol Farhan. Tadi anakmu ngompol sembarangan di situ." Ibu menjelaskan padaku.

Niar hanya diam, fokus pada pekerjaannya mengepel lantai. Setelah selesai, dia ke belakang. Ia tak menggubrisku sama sekali. Aku bagai angin yang lalu baginya.

Aku duduk di ruang tamu. Ibu masih gugup, lalu ia menawariku minum.

"Minum apa Den?" tanya Ibu.

"Aku minum kopi aja, Bu. Niar juga udah tau," kataku.

Lalu Ibu ke belakang, tak lama Niar membawakanku kopi di cangkir. Tak ada senyum di wajahnya. Aku menangkap gurat kesedihan di matanya. Ia juga tak mau menatap mataku, pandangannya selalu ia alihkan dariku.

"Niar, kamu nggak cium tangan suamimu?" tanya Ibu.

Dia pun melangkah, tapi tanpa tersenyum sedikitpun saat mencium tanganku. Aku memegang kedua lengannya.

"Kamu kenapa, sih?" Ku guncang-guncang tubuh Istriku.

Dia hanya menggeleng. Lalu berontak, ingin keluar dari cengkramanku. Niar malah kembali ke belakang. Aku bagai seorang pendosa baginya yang tak ia pedulikan.

"Bu, coba jelaskan ada apa ini?" Aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang terjadi pada Niar.

"Nggak ada apa-apa, Den! Istrimu sendiri yang tak sopan. Masa sama suami melengos aja. Bener-bener ini!" Ibu kesal dengan kelakuan menantunya.

"Masa sikapnya jadi seperti itu padaku, Bu? Kalo nggak ada apa-apa, nggak mungkin Niar seperti itu," desakku pada Ibu. Aku berusaha meminta penjelasan pada Ibu.

Ibu tak mau menjelaskan apapun, malah mengangkat bokongnya dari sofa.

"Makanya kamu, Den. Nggak usah kamu manjain perempuan itu. Yang ada dia ngelunjak, Den!" Ibu berkata sembari membulatkan kedua matanya. Setelah itu, beliau masuk ke kamarnya.

***

Di rumah ini ada tiga keluarga, keluargaku, kakakku, dan orang tuaku. Aku bekerja di luar kota pulang sepekan sekali. Makanya aku menitipkan Istriku pada Ibu.

Aku memberi Istriku uang belanja sebulan tujuh juta rupiah. Aku pegang uang cuma dua juta saja. Ibu juga aku beri tiga juta rupiah untuk uang belanjanya. Dan untuk Kakakku aku beri satu juta, karena gaji suaminya masih kecil katanya. Makanya Ibu menyuruhku memberinya tambahan uang belanja.

Jadi, kalau permasalahan di uang, sangat tidak mungkin. Karena aku sudah memberinya lebih. Masa untuk beli diaper aja nggak ada? Sampai rumah Ibu penuh ompol.

Setelah menghabiskan kopi, aku masuk ke kamar. Lampunya mati saat aku masuk. Lalu kunyalakan lampunya.

"Jangan dinyalakan, Bang! Aku nggak mau kena masalah lagi," kata Niar.

Aku bingung. Masa menyalakan lampu jadi masalah. Masalah di sebelah mananya?

"Nggak masalah, Dek! Kamu kegelapan nyusuin Farhan. Kasian dia juga, gelap!" Aku mencoba menjawab dengan versiku.

"Pokoknya, matikan!" Niar malah berteriak padaku.

"Iya, iya, Dek. Abang matikan ya!" Aku ketakutan melihat sorot mata Niar, lalu mematikan lampu kamar.

Niar tetap menyusui Farhan.

"Icha mana Niar?"

"Icha? Oh, dia sedang senang-senang dengan Ibu."

Aku tak mengerti maksud Niar, kalau Icha sedang senang-senang sama Ibu.

"Maksudnya apa?"

"Iya, Icha sedang jajan."

"Kenapa minta sama Ibu? Kan kamu udah dikasih jatah sama aku buat jajan Icha."

Niar diam lagi. Mungkin dia takut salah jawab. Atau uang yang kuberikan sudah habis olehnya?

"Jawab Niar!"

"Habis."

"Tuh kan, bener kata Ibu. Kamu nggak bisa megang uang. Sampai-sampai beli diaper aja kamu nggak bisa. Udah, mulai bulan depan, uangnya Abang titip ke Ibu. Biar Icha jajan sama Ibu juga. Nanti buat belanja kamu minta aja sama Ibu!"

Niar menghela napas kasar. Tiba-tiba dia menangis, Farhan meronta-ronta di pangkuan Niar ingin menyusu. Tapi Niar malah menangis semakin kencang dan tak mau menyusuinya.

"Dek! Cukup, nggak usah lebay. Kamu itu harus bisa nabung. Uang yang Abang kasih pasti nggak ada sepeserpun kamu tabung. Abang nggak habis pikir sama kamu, memangnya gampang cari duit?"

Tiba-tiba tangis Istriku berhenti. Dia bangkit dari sisi ranjang, dan membanting Farhan ke tengah ranjang.

"Dek, masa kamu menidurkan Farhan dengan dibanting seperti itu? Kalau Farhan kenapa-napa gimana coba?" Aku menghampiri anak keduaku. Ia juga menangis setelah dibanting ibunya.

"Aku ... Aku ... "

Gawaiku berbunyi.

"Sebentar, Niar!"

Aku keluar untuk mengangkat telepon yang ternyata dari Bosku.

Selesai mengangkat telepon, aku berniat kembali ke kamar, tapi aku melihat mobil kakakku dan suaminya baru datang.

Mereka membawa banyak barang bawaan.

"Waah, habis belanja nih kayaknya."

"Iya dong. Karena kita baru dapat cuan. Eh kapan kamu datang, Den?" tanya Kakakku -- Ayu.

"Tadi sore, Kak," jawabku. "Hei, Bang Aldo!" Aku menyapa Kakak Iparku.

"Apa kabar, Bro!"

"Baik, Bang! Abang gimana?"

"Sangat baik, Den! Yuk, masuk!"

Kami berbincang hingga larut, aku sampai lupa kalau harus bicara dengan Niar. Setelah jam sepuluh malam aku baru masuk ke kamarku.

Tiba-tiba aku melihat Istriku tertidur di samping Farhan. Tapi ... Aku melihat ada obat yang sudah terbuka telah di minum Istriku sepertinya. Tapi kan dia tak boleh sembarang minum obat karena sedang menyusui.

Aku mencari spesifikasi obat yang diminum Istriku. Ketika ku lihat, ternyata itu adalah obat penenang.

'Ya Allah, untuk apa Niar meminum obat ini?' gumamku.

Bersambung,

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1
CH. 2
CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Air Mata Kerinduan
Air Mata Kerinduan
Dalam novel romantis Air Mata Kerinduan, seorang istri merasa tidak nyaman dengan terapis laktasi pria pilihan suaminya. Alih-alih didengar, ia justru dimarahi. Saat sang suami pergi dinas, terapis tersebut mulai melewati batas. Baca novel online modern ini untuk mengungkap kisahnya.
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Dalam Balas Dendam Kejam Sang Mantan, pengusaha wanita dikhianati kekasihnya demi anak magang. Ia melawan balik dengan memegang hak paten algoritma inti perusahaan. Billionaire romance novel ini mengisahkan perebutan kekuasaan dan kerja sama dengan rival demi membalas pengkhianatan.
Beautiful Hurt
Beautiful Hurt
Dalam romance novel Beautiful Hurt, Marilyn terjebak fitnah sebagai pelakor hingga dipaksa menikah dengan Christian. Sang billionaire ini bertekad membalas dendam lewat pernikahan yang penuh kebencian. Baca kisah perjuangan Marilyn menghadapi tuduhan palsu di webnovel modern ini.
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
Dalam novel romantis aksi Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO, Xion, sang jagoan yang baru kembali, memilih menjadi pelindung bagi seorang CEO cantik. Bertekad membalas budi dan menuntaskan dendam masa lalu, ia menghadapi berbagai rintangan modern. Baca novel online seru ini sekarang.
Dinara - Ganti Suami
Dinara - Ganti Suami
Dalam novel modern Dinara - Ganti Suami, Dinara nekat mengajak pria asing menikah setelah calon pasangan mereka sama-sama kabur. Demi menyelamatkan pesta, ia memilih solusi ekstrem ini. Ikuti kisah romance novel unik tentang keputusan impulsif dan konsekuensi pernikahan tak terduga ini.
Maafkan Aku Mam
Maafkan Aku Mam
Dalam novel Maafkan Aku Mam, hasrat terlarang muncul saat seorang wanita terjebak dalam godaan Andre. Cerita modern novel ini mengeksplorasi pilihan sulit dan konsekuensi hubungan rahasia. Baca romance novel ini untuk mengikuti petualangan cinta yang penuh ketegangan dan ambisi pribadi.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dari Penjara ke Meja Judi
Dari Penjara ke Meja Judi
Nick dijadikan kambing hitam oleh keluarganya sendiri dalam sebuah konspirasi, yang berujung pada hukuman penjara sepuluh tahun baginya. Di balik jeruji, dia bertemu dengan Shawn, seorang master judi, dan menjadi muridnya. Setelah bebas, Nick membalas dendam pada keluarga munafiknya, menyelamatkan sahabat masa kecilnya dari panti asuhan, dan akhirnya menyerahkan para penjahat kepada pihak yang berwajib.
Mantan Istri Mawar Hitam
Mantan Istri Mawar Hitam
Lvy melepas seragam militernya dan menjalani rutinitas domestik, berkontribusi dengan rajin di perusahaannya. Namun yang dia terima hanyalah kata-kata meremehkan dari suaminya dan cemoohan dari teman-temannya. Mereka tidak tahu bahwa dia pernah menjadi anggota pasukan khusus elit, menerbangkan jet tempur dalam misi setiap hari. Fasih dalam lima bahasa, dia pernah menjadi lulusan terbaik akademi sains ternama dan memimpin tim peretas tingkat atas. Kecewa dan patah hati, dia dengan teguh mengajukan perceraian, membawa abu orang tuanya saat menuju bandara.
Janji Masa Kecil
Janji Masa Kecil
Dia kehilangan pendengarannya karena dia, tetapi dia tidak tahu yang sebenarnya.
[Versi Dub] Melahirkan Hari Ini, Cerai Hari Ini!
[Versi Dub] Melahirkan Hari Ini, Cerai Hari Ini!
Celine Wijaya adalah putri dari keluarga terkaya, namun ia memilih melawan ayahnya demi menikah dengan Peter, pria miskin yang akhirnya menunjukkan sifat tidak bertanggung jawab. Terus-menerus meminta uang dari Celine untuk kepuasan pribadi, Peter akhirnya membuat Celine tak tahan dan memutuskan untuk bercerai. Baru setelah itu, Peter menyesali perbuatannya, namun penyesalan terlambat karena tindakan salahnya membawanya ke penjara.
 Suami Kontrak, Cinta Tanpa Syarat
Suami Kontrak, Cinta Tanpa Syarat
Intan, presdir Grup Suarta, tidak mau kekuasaan perusahaannya jatuh ke tangan ibu tirinya. Demi mendapatkan 10% saham warisan kakek untuk calon suaminya, dia memilih Roy, pria paling tampan dan miskin untuk dinikahi. Roy selalu bilang dirinya sangat miskin, tetapi Intan malah mendengar semua orang diam-diam memanggilnya "Tuan Roy "…
Cinta Sejati dan Cinta Materi
Cinta Sejati dan Cinta Materi
Kisah ini bermula dari perpisahan Ryan dan Madison. Setelah dikhianati, Ryan bangkit dengan luar biasa. Eleanor menunjukkan kearifan dan keteguhannya, sementara materialisme Madison berujung pada kejatuhannya. Pada akhirnya, Ryan meraih kesuksesan profesional yang gemilang dan menikahi Eleanor.