Logo
Beautiful Hurt
Beautiful Hurt

Beautiful Hurt

77 Bab
Tamat
Dalam romance novel Beautiful Hurt, Marilyn terjebak fitnah sebagai pelakor hingga dipaksa menikah dengan Christian. Sang billionaire ini bertekad membalas dendam lewat pernikahan yang penuh kebencian. Baca kisah perjuangan Marilyn menghadapi tuduhan palsu di webnovel modern ini.
Bab 1 dari Beautiful Hurt

Namaku Marilyn. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara, yang kesemuanya adalah perempuan. Madeline adalah kakak sulungku. Orang-orang menjulukinya Miss Perfect. Karena menurut orang-orang, kakakku itu sempurna dan maha segala. Maddie, begitu biasanya kakakku disapa, sangat cerdas, teliti dan cekatan dalam segala hal. Ditambah dengan kecantikannya yang bersinar terang bagai cahaya mercusuar, tidak ada satu laki-laki pun yang sanggup menolak pesonanya. Dalam keluarga kami, Maddie adalah seorang ratu. Segala titahnya adalah mutlak dan wajib untuk dilaksanakan.

Maureen adalah adik bungsuku. Kami sekeluarga sepakat menjulukinya Miss Glow In The Dark. Reen, biasanya adikku ini disapa, memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dengan IQ yang nyaris mendekati sempurna, Reen menonjol di antara gadis-gadis lainnya. Jika para wanita kebanyakan menonjol karena kecantikan ataupun keseksian mereka, Reen berbeda. Adikku ini mempesona dengan kecerdasan dan kepercayaan dirinya. Kelebihannya ini sangat mendukung karirnya sebagai seorang pengacara muda yang bertalenta. Dengan tatapan khasnya yang sangat intimidatif, Reen sukses setiap kali membantai musuh-musuhnya di pengadilan.

Dan di antara bersinarnya mereka berdua, aku bagaikan sebatang korek api basah nan redup. Aku tidak memiliki kelebihan apapun di antara kedua saudariku, selain kecantikanku yang di atas rata-rata.

Tetapi menurut kedua saudariku, kecantikanku itu bukanlah suatu hal yang perlu dibanggakan. Karena kecantikanku itu kebetulan diturunkan secara genetika oleh kedua orang tuaku. Bukan karena kerja keras apalagi prestasi. Aku tidak perlu melakukan apapun untuk meraihnya. Jadi apa hebatnya? Kecantikan hibahan tanpa perlu kerja keras adalah istilah favorit mereka berdua.

Sedari kecil, ibuku sangat bangga dengan semua talenta yang dimiliki oleh kakak dan adikku. Sampai-sampai ibuku lupa bahwa dia juga memiliki aku sebagai anak kandungnya.

Masih begitu terpatri dalam ingatkanku, kejadian-kejadian sewaktu kami semua masih di Sekolah Dasar. Saat itu kami menghadari acara ulang tahun salah seorang rekan kerja ayahku, di salah satu hotel megah dan mewah. Karena ayahku saat itu mempunyai keperluan lain, ayah berangkat ke acara terlebih dahulu.

Ayah berpesan pada ibu, agar kami semua menyusul saja ke tempat acara. Ayah akan menunggu kami di sana. Dan sepanjang hari itu, aku dan kedua saudariku sangat gembira. Jarang-jarang kami mendapat undangan di tempat mewah seperti acara ini. Dalam benak kami, akan ada kue-kue cantik yang lezat, namun sayang untuk dimakan. Kami bertiga memang cenderung tidak tega memakan kue yang bentuknya indah-indah. Kasihan kuenya bukan?

Waktu yang dinanti akhirnya tiba juga. Dengan memakai pakaian-pakaian terbaik yang kami miliki, ibu membawa kami bertiga ke tempat acara. Maddie memakai gaun princess berwarna merah muda yang cantik. Rok tulenya yang mengembang sempurna, membuat kakakku itu bagaikan seorang putri. Begitu juga dengan Reen. Gaun biru muda melambainya, membuat adikku itu seperti Cinderella. Gaun Cinderella berwarna biru bukan?

Sementara aku menggunakan gaun yang entah apa sebutan warnanya. Kalau disebut putih, tidak juga karena ada kuning-kuningnya. Tapi kalau disebut kuning, ya tidak bisa juga. Karena dasarnya gaun ini berwarna putih. Namun karena kelamaan disimpan di lemari gaun ini berubah warna menjadi kekuningan. Ya, gaunku adalah gaun bekas Maddie yang sudah tidak muat lagi. Sudah menggantung sebetis jika dikenakan olehnya. Makanya gaun ini diberikan kepadaku. Sebenarnya aku sedikit sesak napas juga mengenakan gaun ini karena kesempitan. Tetapi karena hanya tersisa satu gaun itu yang layak pakai, makanya aku memaksakan diri memakainya. Karena aku sangat ingin ikut ke acara.

Ketika kami tiba di lokasi acara, ibu menggandeng tangan Maddie dan Reen di sepanjang koridor hotel, menuju aula tempat acara diadakan. Dan seperti biasa, aku tetap berjalan dalam diam, di belakang mereka bertiga. Sebenarnya aku merasa iri dan ingin digandeng juga. Tetapi tangan ibu hanya dua. Jadi pasti tidak cukup untuk menggandengku juga.

Di sepanjang koridor hotel aku mendengar celotehan riang kakak dan adikku. Mereka menanyakan hal ini dan itu, sembari menunjuk segala dekorasi di sepanjang koridor hotel. Ibuku dengan sabar menjawab pertanyaan mereka satu persatu. Sesekali ibuku tertawa bila pertanyaan kakak dan adikku terasa lucu olehnya. Pemandangan ini sudah biasa aku saksikan setiap hari. Ibuku sangat menyayangi kakak dan adikku.

Ketika aku ikut menanyakan mengapa karpet yang lalui sepanjang jalan berwarna merah, ibu mengabaikannya. Ibu seolah-olah tidak mendengar pertanyaanku. Padahal suaraku sudah cukup keras. Tidak puas, aku menarik tangan ibuku. Mencoba meraih perhatiannya. Ibu malah menepis tanganku dan memarahiku. Ibu mengatakan agar aku jangan banyak bertanya dan jangan nakal. Padahal aku hanya bertanya satu kali. Sementara kakak dan adikku memborong semua pertanyaan. Dengan apa boleh buat, aku kembali diam dan mengikuti langkah mereka bertiga dari belakang.

Sembari berjalan, aku memperhatikan gerak-gerik anggun ibuku. Ibuku, adalah ibu yang paling sempurna di dunia. Ibu itu cantik, lembut, pintar sekaligus sangat cekatan. Untuk kategori seorang ibu idaman, mungkin ibuku adalah juaranya. Ibuku adalah ibu impian bagi semua anak, kecuali bagiku. Untukku, ibu rasanya begitu sulit untuk kugapai. Aku sendiri bingung. Mengapa rasa-rasanya ibu sangat tidak mencintaiku.

Sesampai di aula, ruangan telah ramai oleh tamu-tamu yang sebagian besar pernah kulihat. Mereka adalah rekan-rekan kerja ayah. Beberapa di antara bapak-bapak dan ibu-ibu berpakaian bagus itu, sebagian besar pernah datang ke rumah menjumpai ayah. Makanya aku mengenali beberapa di antaranya.

Di saat kami semua sedang mengagumi meriahnya acara, seorang ibu-ibu cantik berkebaya merah muda menghampiri kami bertiga.

"Lho, istri Pak Teddy ini ya?" tanya ibu-ibu cantik itu pada ibu. Sepertinya ibu itu mengenal ayahku. Ibu segera menyalami ibu-ibu cantik itu sembari tersenyum ramah.

"Benar, Bu. Kenalkan, saya Marissa. Seperti yang Ibu katakan tadi, saya adalah istri Pak Teddy," tukas ibuku ramah.

"Saya, Hera. Rekan kerja Pak Teddy," Bu Hera menyambut uluran tangan ibuku.

"Oh iya, ngomong-ngomong dari mana Bu Hera tahu kalau saya adalah istri Pak Teddy?" tanya ibuku.

"Oh, saya pernah melihat photo Bu Rissa dan anak-anak Ibu di ruangan Pak Teddy. Ngomong-ngomong panggil saja saya Hera. Dipanggil Ibu, kok saya jadi mendadak merasa tua," imbuh Bu Hera sembari tertawa.

"Oh begitu toh. Baiklah, kita saling memanggil nama saja ya, biar kita sama-sama merasa muda?" Ibuku tertawa. Dengarlah tawa renyah ibuku. Sangat enak didengar bukan? Renyah dan lembut.

"Oh ya, Hera. Kenalkan ini anak-anakku. Madeline, Marilyn dan Maureen. Ayo anak-anak, salim dulu pada Bu Hera," ucap ibuku ramah.

Dengan patuh kami bertiga menyalami Bu Hera. Saat kakak dan adikku berbisik dan mengatakan kalau Bu Hera cantik seperti artis, aku menggeleng keras. Aku tidak setuju dengan pendapat mereka berdua. Bagiku, ibu tetap yang paling cantik. Titik.

"Anak-anakmu cantik-cantik semua ya, Riss? Kamu ngidam apa sih pas hamilnya? Ngemilin photo artis-artis cantik ya? Hehehe."

Ibu cantik yang bernama Hera itu menjawil pipi Maddie dan Reen dengan gemas. Aku tidak kebagian dijawil, karena aku sudah berdiri di samping ibu. Jarang-jarang aku bisa berdekatan seperti ini pada ibu. Karena biasanya, sisi kanan dan kiri ibu selalu dihuni oleh kakak dan adikku.

"Ah, biasa sajalah, Ra. Kamu terlalu berlebihan," bantah ibu. Namun aku melihat ibu memandang kakak dan adikku dengan tatapan bangga. Sesungguhnya ibuku setuju dengan kalimat Bu Hera.

"Ngomong-ngomong anak-anakmu sekolah di mana, Riss? Mereka berani dan cerdas. Khas anak-anak yang diedukasi dengan baik," puji Bu Hera lagi. Senyum ibu kembali mengembang mendengar pujian dari Bu Hera.

"Di Sutomo, Her. Biar dekat dari rumah."

"Duh, sekolah di sana mahal banget ya, Riss? Mana tempat anak-anak orang kaya semua lagi. Banyak anak-anak pejabat yang bersekolah di sana ya?" imbuh Bu Hera.

"Mahal banget, Ra. Kalau harus membayar penuh juga kayaknya kami tidak mampu. Untungnya Maddie dan Reen bea siswa," tukas ibu bangga.

"Maddie juga aktif ikut olimpiade matematika dan Maureen rajin ikut pentas seni siswa. Piala dan trophy-trophy mereka berjejer di rumah."

Ibu tampak sangat antusias saat menceritakan tentang prestasi Maddie dan Reen. Sedari tadi ibu sedikitpun tidak menyinggung, apalagi menyertakan tentang kegiatanku di sekolah. Selalu begitu. Di mata ibu, aku ini hanyalah seorang anak yang tidak kasat mata. Mungkin karena aku adalah anak yang biasa-biasa saja. Tidak ada satu hal pun didiriku, yang pantas untuk ibuku banggakan.

Pembicaraan selanjutnya tentu saja tentang segudang prestasi-prestasi kakak dan adikku yang lain. Yang ditimpali oleh Bu Hera dengan menceritakan tentang prestasi anak-anaknya juga.

Perlahan aku menyingkir ke sudut ruangan. Aku duduk diam dan memperhatikan kakak dan adikku yang berlarian ke sana ke mari dengan anak-anak yang lain. Kedua saudariku itu memang pandai sekali bersosialisasi. Tidak minderan sepertiku. Sejurus kemudian, ibuku memanggil kami bertiga. Obrolan ibu dengan Bu Hera telah usai.

Ibu menghela lengan kakak dan adikku kembali menuju meja prasmanan. Sementara aku dengan setia mengekor di belakang. Dengan perasaan cemburu aku memandangi langkah kakak dan adikku yang digandeng oleh ibu. Aku sedih. Entah kapan aku bisa menggantikan posisi kakak atau adikku, agar bisa digandeng oleh ibu.

Dulu, aku pernah protes pada ibu. Aku mengatakan bahwa aku juga ingin di gandeng saat berjalan, seperti ibu yang selalu menggandeng tangan kakak dan adikku. Dan ibu menjawab kalau tangan ibu itu cuma dua. Satu dipakai untuk menggandeng kakakku dan yang satu lagi untuk menggandeng adikku. Jadi bagaimana ibu bisa menggandengku juga? Setelah mengatakan hal itu, ibuku berlalu begitu saja sembari menggandeng kakak dan adikku.

Aku yang bersedih, biasanya akan langsung berlari mencari ayah. Karena ayah selalu bilang, kalau ibu sedang sibuk mengurus kedua saudaramu, datanglah pada ayah. Ayah akan mengajakmu bermain seharian, bahkan sampai mataharinya tidur.

Seperti biasa juga, aku pasti akan mengangguk dan menyembunyikan tangis di dada ayah. Karena walau bagaimanapun, sesungguhnya aku juga ingin disayang oleh ibu. Aku ingin bermanja-manja pada ibu seperti kedua saudariku. Terlepas dari semua itu, aku ingin dicintai oleh Ibu seperti halnya dengan dua saudariku yang lain. Aku bukan iri pada saudara sendiri. Aku hanya ingin diperlakukan sama. 'Kan aku juga anak kandungnya?

Walaupun waktu itu usiaku masih delapan tahun, tapi aku bisa melihat tatapan kesedihan dan rasa bersalah di mata ayah, setiap kali ia menatapku. Hanya saja aku tidak tahu, apa penyebab ayah selalu terlihat begitu sedih setiap kali aku mengadu.

Tapi satu yang pasti, ayahku adalah segalanya bagiku. Walaupun ibu tidak begitu mengganggap keberadaanku, tetapi ayahku selalu menjadikanku sebagai pusat dunianya. Kata ayah, aku adalah mataharinya dan sumber segala kebahagiannya. Ayahku bilang, apapun yang membuatku bahagia, maka ayah sepuluh kali lebih bahagia. Sepuluh kali! Sepuluh kali itu banyak sekali bukan? Itulah hal yang menjadikanku kuat dari hari ke hari. Ayahku mencintaiku. Titik.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Rahasia Sang Pewaris
Cinta Rahasia Sang Pewaris
Dalam Cinta Rahasia Sang Pewaris, Ananda menyamar jadi karyawan biasa demi warisan. Namun, ia harus memenangkan hati Erika yang terjebak masa lalu. Ikuti kisah billionaire romance ini di web novel kami, pilihan terbaik bagi pembaca yang mencari romance stories penuh perjuangan dan ambisi.
Di Hari Nikah, Aku Pergi
Di Hari Nikah, Aku Pergi
Dalam novel romantis misteri Di Hari Nikah, Aku Pergi, Liana Tandra merencanakan pelarian ekstrem dari pernikahannya dengan miliarder Hansen Gunadi. Menggunakan mayat palsu, ia bersiap memalsukan kematiannya. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap rahasianya.
Ditinggal Nikah Dengan Adikku
Ditinggal Nikah Dengan Adikku
Dalam novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku, Lysandra harus menghadapi pengkhianatan saat mantan kekasihnya melamar adiknya sendiri. Demi status, ia menikahi Arthur Sterling, seorang billionaire misterius. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Lysandra mempertahankan martabatnya.
Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
Dalam Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku, seorang gadis polos terpaksa mengabdi pada CEO demi ayahnya. Billionaire romance novels ini mengisahkan misi mengandung ahli waris di tengah rahasia kelam. Baca web novel ini untuk melihat pilihan sulit antara harga diri dan cinta.
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
Dalam novel modern Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda, Lunara bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang kini menjadi bos miliarder, Kayden. Demi melindungi rahasia sang anak, Lunara harus menghadapi rencana balas dendam Kayden di tengah intrik tempat kerja yang rumit.
Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
Dikhianati Hardian hingga kehilangan bayinya, sang istri menggandeng Baskara untuk menghancurkan kerajaan suaminya. Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar adalah billionaire romance novel tentang perebutan kekuasaan dan keadilan. Baca kisah modern novel penuh intrik ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sebelum Kita Jadi Kekasih
Sebelum Kita Jadi Kekasih
Setelah kehilangan keluarga secara mendadak, Emma diangkat oleh keluarga Price. Cole, yang sebaya dengannya, awalnya menganggap kehadiran Emma sebagai pengganggu, karena luka masa kecil akibat perceraian orang tuanya membuatnya takut menjalin kedekatan dengan siapa pun. Tak disangka, ketegangan di antara mereka berubah menjadi rasa tertarik yang terlarang. Namun justru saat benih cinta mulai merekah, Emma mengajukan permintaan yang mengubah segalanya...
Perselingkuhan Mematikan dengan Kakak Ipar Saya
Perselingkuhan Mematikan dengan Kakak Ipar Saya
Setelah dipaksa melakukan pertunangan tanpa cinta, Aurora mendapati dirinya terlibat dalam perselingkuhan yang beracun dan membuat ketagihan dengan saudara laki-laki tunangannya, Noah Hayes. Sementara itu, masa lalu yang ia tinggalkan mengancam akan menyusulnya.
Dendam yang Terkubur
Dendam yang Terkubur
Pernikahan Niki dan Sugi yang bahagia membuat Siska cemburu dan gelap mata. Siska menculik Niki yang sedang hamil dan menguburnya hidup-hidup, lalu mengoperasi wajahnya agar menyerupai Niki dan mengambil alih hidupnya. Sang mertua yang mengetahui kebenaran memilih diam demi rencana balas dendam. Sepuluh tahun kemudian, rahasia kelam itu terbongkar, dan keadilan untuk Niki pun ditegakkan.
Tanda Tangan Tanpa Cinta
Tanda Tangan Tanpa Cinta
Dirampas hartanya dan terpuruk dalam skandal, Allison kembali dengan putranya untuk merebut warisan ibunya, tapi yang dia dapat malah utang 40 triliun! Di titik terendah, dia bertemu Grayson, miliarder misterius yang mengaku sebagai kreditur. Masing-masing menyembunyikan motif, mereka pun menjalani pernikahan kontrak. Allison terus melawan ayah licik, ibu tiri, dan mertua pendendam. Perlahan, adu gengsi di antara mereka berubah menjadi ikatan tulus. Namun saat rahasia kelam Grayson terbongkar, Allison dihadapkan pada pilihan yang akan menghancurkan atau menyatukan mereka selamanya...
Ibu Tiri, Kau Sungguh Menggoda
Ibu Tiri, Kau Sungguh Menggoda
Ibu angkat Christina memberikannya dua pilihan yang kejam: menyerahkan keperawanannya pada pria berusia 70-an tahun, atau melihat adiknya dibunuh. Dia memilih pilihan pertama, tapi rencananya hancur saat si pria tua itu malah memilih meniduri cewek lain. Tapi tidak disangka, putra tirinya, Logan, akhirnya menjadi takdirnya. "Tidur denganku sekarang juga!" Kata Christina sambil memohon.
Cahaya Takdir
Cahaya Takdir
Setelah dituduh salah dan menyimpan dendam yang mendalam, dia terlahir kembali ke kehidupan baru hanya untuk menemukan dirinya berada di posisi terbawah sebagai pembantu rumah tangga seorang tuan tanah. Namun, melalui kecerdasan dan ketekunannya, dia berhasil naik pangkat menjadi anak angkat tuan tanah tersebut. Kembali ke tempat di mana dia pernah dirugikan, dia bertemu dengan tuan tanah yang lurus hati, dan bersama-sama, mereka memulai perjalanan terlarang yang penuh rahasia di rumah baru mereka. Mereka akan mengungkap korupsi dan melawan para tiran dalam sebuah kisah keadilan dan intrik.