Logo
Menantu Yang Tak Diinginkan
Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan

92 Bab
Tamat
Dalam Menantu Yang Tak Diinginkan, Anara menghadapi realita pahit di malam pertama saat suaminya pergi. Menghadapi mertua cerewet dan dugaan perselingkuhan, ia bertekad mengubah hidupnya. Simak kisah romance novel ini di webnovel, salah satu fiction books yang penuh konflik keluarga.
Bab 1 dari Menantu Yang Tak Diinginkan

Aku mendesah frustasi, saat tak menemukan namaku di daftar pemenang. Sesulit itukah? Atau diriku yang tak tahu membuat cerita menarik? Sehingga karyaku tak pernah dilirik oleh editor. 

Sangat sulit bagiku untuk mendapat info lebih tentang cara menulis, membaca artikel saja tak cukup. Sehingga aku mengunduh hampir semua platform novel online, agar aku membaca banyak cerita yang berbeda. 

Kadang aku merasa iri dengan orang-orang yang dengan gampang masuk  list pemenang lomba. Aku hanya bisa menghibur diri dengan kalimat, "Jangan berkecil hati, mungkin saja mereka juga pernah melalui apa yang kau lalui, ini hanya masalah jam terbang".

Aku sudah mencoba segala pekerjaan yang bisa menghasilkan uang, mulai dari membuat kanal Youtube, mengupload video original di salah satu aplikasi kumpulan video pendek, bahkan aku juga menjual jasa melukis henna craft. Namun, lagi-lagi tak ada yang berhasil. Sesial ini kah diriku?  Apakah Tuhan lupa, membuat naskah tentang kebahagiaan untukku? Ataukah malaikat melewatkan namaku saat pembagian rezeki?

Memiliki kepribadian Introvert menjadi penghalang, circle pertemanan terbatas, sehingga sulit untukku mencari bahan untuk dijadikan sebuah cerita. Rasa malu dan tak enak hati akan melanda saat ingin menggali ide dari teman atau keluarga.

Pernah sekali, aku mencoba bertanya pada kerabat yang berprofesi sebagai prajurit bela negara. Akan tetapi, ia menolak dengan alasan ‘rahasia negara’, padahal tak ada yang salah dengan isi pertanyaanku. Setelah itu, dia membicarakanku dan membuat cerita di story Instagramnya, menjelekkanku karena berani mengorek tentang sebuah rahasia negara. Sementara, aku hanya bertanya tentang pangkat dan syarat menikah bagi seorang prajurit.

Seberapa banyak naskah yang kukirim, selalu ditolak dengan kalimat, "cerita sudah bagus dan gaya penulisan yang rapi. Namun, cerita Anda tak sesuai dengan gaya platform kami". Pertama kali mendapatkan penolakan, membuatku tak pantang menyerah, aku kembali merevisi dan membuat naskah baru. Akan tetapi, berita yang tak menyenangkan itu terus berdatangan membuatku kerap berputus asa.

Aku hanya bisa menangis di pojokan saat kekecewaan lagi-lagi menyerangku. Tak hanya mengirim naskah, aku juga mengikuti beberapa kompetisi di media sosial, tapi lagi-lagi tak ada harapan untuk penulis pemula sepertiku. 

Saat mereka bertanya mengapa aku ingin menulis, jawabanku pasti hanya satu, karena aku ingin mencari uang dan pengakuan dari orang-orang yang meremehkanku. Hanya ini yang bisa kulakukan, duduk berdiam di depan laptop jadulku. 

Aku tak pandai bersosialisasi, sehingga aku tak suka bekerja di toko atau terjun ke pekerjaan yang sering orang-orang sebut ‘Multilevel Marketing’, yang mengharuskan untuk lihai berbicara di depan banyak orang. Kuliahku masih stay di semester akhir, sehingga aku tak bisa mencari pekerjaan kantoran. Dan aku tak punya keterampilan tangan seperti kakakku, yang pandai menjahit dan mendesain pakaian.

Aku hanya bisa menciptakan karangan yang ayahku saja menganggapnya sampah. Ia selalu merendahkan keputusanku, mengatakan bahwa aku tak berguna. Beliau selalu membandingkan dengan kakakku yang memiliki banyak penghasilan.

Bukan hanya beliau, mertua dan iparku juga ikut memojokkanku. Mereka akan berteriak jika aku berdiam diri di kamar. Sehingga menyulitkanku untuk berkonsentrasi. 

Bukan mauku untuk menikah di usia muda, perjodohanlah yang menjadi penyebab statusku harus berubah. Aku pernah berpikir, kemungkinan orang tuaku punya utang yang tak sanggup mereka bayar, sehingga akulah yang dijadikan jaminan. Namun, aku sadar hidupku bukanlah cerita sinetron.

Hidup di keluarga suami yang memiliki perekonomian memadai, menjadi sebuah bumerang bagiku. Mereka sering menganggapku beban hidup bagi suami. Bukankah tugas suami untuk menafkahi istrinya? Lantas, mengapa mereka yang sibuk mengurusi keuanganku?

Suamiku sebenarnya baik, tetapi karena terlalu patuh kepada ibunya, ia juga ikut-ikutan keras padaku. Menomor satukan orang tua memang tak masalah. Namun, kebahagiaan istri juga sangatlah penting dan menjadi patokan kesuksesan seorang suami. 

Pernah sekali, suamiku meminta izin untuk pindah ke rumahnya saja—rumah yang ia beli saat masih bujang—mengikuti kemauanku. Namun, mertuaku melarang dengan alasan adik perempuan suamiku juga sering berkunjung ke rumah mertuanya, sehingga tak ada yang menemani dan mengurusnya di rumah. Lagi-lagi aku mengalah, bukan karena takut kepada mertua, tapi aku menghargai dan menghormati keputusan suamiku. 

“Tak usah banyak kerja, kau istirahat saja. Jangan memaksakan diri, aku tidak akan marah jika kamu tidak membersihkan dalam sehari.” Perkataannya saat itu membuatku sedikit lega, karena aku mengira, bahwa mertuaku adalah orang yang pengertian. Namun, ternyata aku salah. Saat itulah awal cerita, bagaimana mereka menyebarkan berita yang tak benar tentangku.

***

Anara Alfathunnisa Zayba—itu namaku. Indah bukan? Tapi tak seindah kehidupanku. Semenjak pindah ke rumah mertua, aku tak pernah tertawa, tak pernah bercanda, apalagi bercengkrama bersama keluarga dari pihak suami.

Karena itulah, aku sering berbohong agar bisa keluar dari rumah yang mirip penjara. Ralat, sepertinya penjara akan lebih nyaman dibanding rumah mertua. 

“Nara! Di mana baju gamis biru yang kau cuci tempo hari?” teriakan mertuaku menghentikan aktivitasku. Sejak menjadi menantu, semua pekerjaan rumah dialihkan padaku. Ibu mertua sengaja tak melanjutkan kontrak pembantu sebelumnya, sebab aku sudah ada di rumah itu. Terkadang, aku merasa menjadi pembantu berkedok menantu. 

“Di lemari, rak kedua sebelah kiri, Bu,” sahutku yang masih berada di dapur, menggoreng ikan asin kesukaannya.

“Kau menyuruh Ibu mengambilnya sendiri, menantu macam apa kau ini? Dasar pemalas!” gerutu Mira—adik suamiku. 

Mira memiliki usia yang terpaut dua tahun di atasku, membuatnya tak ingin menghormatiku, padahal aku adalah istri kakaknya. Secara terang-terangan ia telah mengibarkan bendera perang padaku.

“Aku sedang memasak, mengapa bukan kau saja yang membantunya?” Aku meliriknya sekilas. Kulihat ia membulatkan mata terkejut mendengar ucapanku. Sebelumnya, aku tak pernah membantah ucapan Mira dan ibu, tetapi kali ini, aku tak ingin terus menerus direndahkan. 

Semakin aku diam, semakin mereka menginjakku. Selama ini aku tak takut. Namun, aku memilih untuk diam karena tak ingin mencari masalah. Akan tetapi, kesabaranku sepertinya sudah menipis. 

Gelar menantu pembangkang dan pemalas sudah tertanam di pikiran orang-orang yang tak tahu menahu kebenaran. Mereka seakan terlalu asyik bercerita tentang orang lain, tanpa harus bertanya tentang kebenarannya. Mengapa? Karena bergosip adalah kesenangan bagi orang-orang yang tak memiliki pekerjaan, bagi mereka kebenaran tidaklah penting.

“Kau sudah berani membantah? Siapa yang mengajarimu? Kau harusnya tahu diri, tugas menantu memang seperti itu, bukan?” Mira mendekap kedua lengannya dan memberiku tatapan merendahkan. 

Aku segera mematikan api kompor. “Apakah kau juga dijadikan pembantu di rumah mertuamu?” 

“Jelas tidak! Mengapa aku harus repot mengotori tanganku untuk memberi mereka makan?” 

Aku tersenyum miring menanggapi ucapannya, untung saja suara dengusanku tak terdengar. Ia tak ingin mengotori tangannya di rumah mertua, tetapi menyuruhku mengotori tanganku di rumahnya. Sungguh egois, hanya memikirkan diri sendiri.

Aku segera meninggalkan Mira yang masih saja bercerita tentang kelebihannya di antara para saudara suaminya. Terlahir dari keluarga yang mampu, membuatnya buta akan kekurangan diri sendiri. 

Segera kuhampiri ibu mertuaku yang terlihat kesulitan mencari baju di lemari yang menurutku sangat besar. Apakah ia ingin menyaingi lemari selebriti kelas atas? Baju yang begitu banyak, apakah terpakai di kondisinya yang sudah menua? Sering kali diriku tersenyum kecut melihat mereka menghamburkan uang demi sehelai baju yang hanya terpakai beberapa kali saja. 

“Jika kau ingin ke suatu tempat, pakai saja baju Mira, tak usah beli lagi. Jangan menghamburkan uang,” petuahnya yang kubalas anggukan.

Lebih baik aku memakai baju lamaku daripada harus memakai baju Mira, dan berisiko menjadi bahan ejekan para tetangga. Sudah dipastikan, bahwa Mira akan menceritakan hal itu pada tetangga dan memberinya bumbu sambal pedas mercon,  agar ceritanya terdengar dramatis. Seperti yang sudah lalu. Dia yang menawarkan, tapi dia pula yang menyebarkan berita palsu bahwa aku iri dengan kehidupannya. Sampai baju pun aku memaksa agar ia meminjamkan padaku. 

“Kau juga harus berpenampilan menarik, jangan hanya memakai baju yang itu-itu saja,” omelnya yang lagi-lagi kutanggapi dengan senyuman.

Padahal, dia yang melarangku untuk membeli baju baru, tetapi dia juga yang menyuruhku untuk berpenampilan layaknya orang kaya. Orang berkelas tidak dilihat dari seberapa mahal baju yang ia kenakan atau seberapa terkenal brand yang menempel di tubuhnya. Melainkan dari isi kepala, attitude, manner dan karaktermu sendiri.

“Apakah novelmu sudah selesai? Katanya menjadi penulis punya banyak uang, bukan? Lantas mengapa kau masih bergantung pada kakakku?” Lagi-lagi si Nenek Lampir itu kembali menghampiriku.

Untuk apa kakaknya menikah denganku jika kebutuhan hidup pun harus aku yang mencari?

“Bukankah tugas suami untuk memberi nafkah kepada istri. Kau juga seperti itu, kan?” tanyaku dengan nada mengejek. “Oh iya. Meski sudah menikah kau masih bergantung pada orang tua, bukan?” lanjutku sambil menutup mulut berpura-pura syok akan kenyataan itu.

 Plak!

“Beraninya kau!” teriakan beserta tamparan mendarat tepat di pipi kiriku. “Dia anakku, wajar jika aku membantunya. Daripada kau, tak memiliki ibu sehingga tak ada yang menjadi sandaranmu.”

Sakit? Tidak! Aku sudah kebal dengan segala bentuk pukulan fisik. Justru ucapannyalah yang membuatku kesakitan. Bukan mauku tak memiliki ibu, bukan kehendakku sehingga ibu pergi meninggalkanku. Aku juga merindukan sosoknya, tapi Tuhan sepertinya lebih menyayangi beliau. Ibu sudah tenang di sana, ia tak merasa kesakitan lagi.

“Ingat, Nara! Kau hanya benalu di rumah ini, seandainya Lidya saja yang menjadi menantuku,” harapnya yang kuaminkan dalam hati.

“Jika Lidya yang menjadi menantu perempuan di rumah ini, Ibu harus mempekerjakan asisten rumah tangga. Karena ia tak akan mau mengerjakan semua pekerjaan rumah dan mengotori tangan cantiknya,” balasku dengan suara yang meninggi.

“Kau ... masih saja membantah. Dasar! Wanita tak tahu diri!”

Ya, sebut saja aku seperti itu. Hanya aku yang hina, hanya aku yang tak pantas berada di keluarga ini. Keluarga toxic yang tidak ingin menghargai orang lain. Bagi mereka harta adalah segala-galanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

ALFARO | Berandal gilaku
ALFARO | Berandal gilaku
Keenan Alfaro seorang anak yatim piatu yang hidup sendiri sejak usia 9 tahun. Bukan hal yang mudah untuknya bisa bertahan sampai usianya menginjak 18 tahun dan duduk dibangku SMA. "BERANI, LAWAN!! GAK BERANI, PULANG!! COWO JANGAN NANGIS!!" Kalimat satu-satunya yang terlontar dari mulut papanya yang membuatnya bertahan menghadapi kerasnya hidup. Tumbuh dengan tanpa pengawasan orang tua menjadikannya pribadi yang urakan dan playboy. Tak takut kepada siapapun dan tak takut menghadapi apapun. Tak pernah menangis hanya karena tubuhnya terluka dan berdarah. Pengecualian yang membuatnya menitikan air mata. Cewe! Mutiara namanya. Murid terpintar seangkatannya yang duduk dibangku kelas 11. Satu-satunya cewe yang meluluhkan hati Keenan diantara ribuan cewe yang ada di jagat raya ini. Keenan, murid beasiswa ini kembali harus duduk di kelas 12 karena satu hal dan menjadi saingan Mutia. --‐‐----------------------------------------------------------------- "Berat?" Tanya Keenan tepat di depan wajah Mutia saat tubuhnya menindih tubuh mungil cewenya ini. Nafasnya menguar mengeluarkan wangi mint yang khas. Mutia menggeleng "Yang berat itu jadi pacar kamu" Bagaimana tidak, seumur hidupnya tak pernah menyangka jika dirinya akan berakhir mendapatkan pembulian di kelas 12 setelah dirinya meminta Keenan untuk mempublikasikan statusnya. --------------------------------------------------------------------- Keenan Alfaro si kere ini memanfaatkan wajah tampannya juga kepintarannya untuk memeras para cewe-cewe kaya di sekolahnya. Rayuan gombalnya membuat mereka tak pernah merasa dimanfaatkan. Tak terima dengan pengakuan yang Keenan buat, para cewe itu mengamuk dan berakhir membuli Mutia. Bukan hanya dari kalangan para cewe, para cowo pun ikut membuli Mutia karena dari mereka banyak yang menjadi sasaran empuk kepalan tangan Keenan. Cowo itu tak terkalahkan dalam hal apapun termasuk adu jotos. Si BERANDAL GILA, itulah sebutannya. Mutia kini menjadi sasaran balas dendam mereka. Akankah Mutia bertahan? Atau malah menyerah??
Chef Galak Itu Mantan Pacarku
Chef Galak Itu Mantan Pacarku
Dalam Chef Galak Itu Mantan Pacarku, Mita harus mengelola Gun Saliba, chef rewel yang juga mantan kekasihnya. Di tengah permusuhan dan rahasia masa lalu, mampukah ia bertahan? Baca romance novel ini di platform webnovel terbaik untuk mengikuti kisah modern novel yang penuh intrik.
Cinta Terhalang Restu Abi
Cinta Terhalang Restu Abi
Dalam novel modern Cinta Terhalang Restu Abi, Aisyah harus menghadapi kembalinya Malik, mantan kekasih yang ia putuskan demi perintah sang ayah. Melalui tasbih misterius, kisah romance novel ini menguji kepatuhan Aisyah saat masa lalu menuntut pilihan sulit antara cinta atau bakti.
Cintaku Bersemi Di Sekolah
Cintaku Bersemi Di Sekolah
Dalam novel modern Cintaku Bersemi Di Sekolah, Dodo bertekad mengejar cinta Mitha di tengah persaingan dengan Donnie. Simak perjuangan remaja asal Garut ini membangun kenangan indah masa muda lewat romance stories yang penuh tekad dan tantangan unik di web novel ini.
Dokter Ajaib Primadona Desa
Dokter Ajaib Primadona Desa
Dalam novel fantasi Dokter Ajaib Primadona Desa, Tirta Hadiraja mendapat kekuatan mata tembus pandang setelah memakan ular putih. Demi memajukan kliniknya, ia memanfaatkan kemampuan ini, sementara para wanita berebut menikahinya. Baca novel online gratis yang seru ini.
Gadis Kesayangan Tuan Denish
Gadis Kesayangan Tuan Denish
Dalam Gadis Kesayangan Tuan Denish, mahasiswi ini terjebak situasi berbahaya setelah menyaksikan skandal panas dosennya, Heruon Danish. Romance novel modern ini mengupas konsekuensi pilihan sulit dan ambisi tersembunyi di kampus. Baca webnovel ini untuk mengungkap misteri hubungan mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Darah dan Pengakuan
Darah dan Pengakuan
Alina, sang Ketua Grup Singh, mengalami duka mendalam saat kehilangan putra kandungnya, Erik, yang masih belia. Bersama suaminya, mereka memindahkan seluruh kasih sayang kepada anak angkat, Alec. Bahkan setelah Erik akhirnya ditemukan, Alina tetap memanjakan Alec dan mempersiapkannya sebagai penerus bisnis keluarga. Namun ironi takdir terjadi - justru Alec, yang khawatir akan tergeser kedudukannya, merencanakan pembunuhan keji terhadap Alina. Di detik-detik terakhir hidupnya, Alina baru menyadari sifat sejati Alec yang serigala berbulu domba. Dengan hati yang hancur, dia bertekad bahwa jika ada kehidupan selanjutnya, dia akan tebus semua kesalahannya pada Erik!
Bangkit Demi Anakku
Bangkit Demi Anakku
Di kehidupan sebelumnya, putra Olivia sakit. Olivia sudah mencari pengobatan ke mana-mana tapi tidak membuahkan hasil. Ia menelepon suaminya untuk minta dia menghubungi dokter. Tetapi sang suami malah mengatakan anak sahabatnya juga sedang sakit, dan dokter tersebut sedang merawat anak sahabatnya. Akhirnya, anak Olivia tewas dengan tragis karena keterlambatan penanganan. Olivia mengalami luka dalam atas kematian anaknya, hingga akhirnya meninggal karena depresi. Ketika terlahir kembali, tepat sebelum anaknya jatuh sakit, hal pertama yang ingin ia lakukan adalah ceraikan Jansen.
Cinta Palsu Jadi Nyata
Cinta Palsu Jadi Nyata
Ketika Dedi Kangean mengantarkan makanan ke sebuah kawasan villa, ia bertemu dengan Rina Fadli yang sedang merayakan ritual untuk mendiang suaminya dan terganggu oleh konflik internal Grup Kangean. Saat Dedi masuk, Rina terkejut menemukan bahwa penampilannya persis sama dengan almarhum suaminya. Rina kemudian memutuskan untuk menyuruh Dedi berpura-pura menjadi suaminya guna melindungi kekayaan Keluarga Kangean.
Dari Bayi, Jadi Kekasih
Dari Bayi, Jadi Kekasih
Setelah kabur dari si genit yang mau beli keperawanannya, Julia mencium seorang asing tak dikenalnya. Di sisi lain, Stephen adalah seorang miliuner yang alergi pada wanita. Bertahun-tahun setelah hubungan satu malam mereka, Julia kembali dengan anaknya. Tapi dia tidak tahu bahwa Stephen selalu mencarinya selama ini, mencari satu-satunya wanita yang bisa dia dekati tanpa merasakan alergi, dan tentu saja beserta anaknya.
Dewa Perang Palsu Atau Tidak?
Dewa Perang Palsu Atau Tidak?
Seorang pekerja kantor biasa didatangi oleh seorang pejuang cantik yang memintanya menyamar sebagai komandan yang gugur karena wajah mereka mirip. Saat ia menjalani peran berbahaya ini, ia harus menghadapi orang-orang yang ingin membongkarnya dan yang ingin memanfaatkan identitas barunya. Ia segera menyadari bahwa berpura-pura menjadi komandan membawa risiko dan biaya besar.
Cinta Setelah Kebohongan
Cinta Setelah Kebohongan
Pernikahan penuh tipu daya menyulut obsesi berbahaya. Terjebak dalam pengabdian buta dan kebohongan manis yang menyayat, ia akhirnya pergi, dan barulah pria itu sadar akan kebenarannya. Saat wanita pujaan hatinya masih bisa ia raih, bisakah kepercayaan yang hancur pulih kembali?