Logo
Menantu Yang Tak Diinginkan
Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan

92 Bab
Tamat
Dalam Menantu Yang Tak Diinginkan, Anara menghadapi realita pahit di malam pertama saat suaminya pergi. Menghadapi mertua cerewet dan dugaan perselingkuhan, ia bertekad mengubah hidupnya. Simak kisah romance novel ini di webnovel, salah satu fiction books yang penuh konflik keluarga.

Ringkasan Menantu Yang Tak Diinginkan

Anara Alfhatunnisa Zayba terikat pernikahan dengan pria tampan yang sangat gila kerja. Nasib malang menimpanya saat sang suami justru meninggalkannya sendirian di malam pertama demi alasan pekerjaan yang tidak masuk akal. Realita rumah tangganya jauh dari kata indah karena ia harus menghadapi mertua yang cerewet serta ipar yang egois. Ditambah lagi, sang suami diduga memiliki selingkuhan. Merasa frustrasi, Anara pun bertekad kuat untuk mengubah arah hidupnya.
Selengkapnya

Bab 1 dari Menantu Yang Tak Diinginkan

Aku mendesah frustasi, saat tak menemukan namaku di daftar pemenang. Sesulit itukah? Atau diriku yang tak tahu membuat cerita menarik? Sehingga karyaku tak pernah dilirik oleh editor. 

Sangat sulit bagiku untuk mendapat info lebih tentang cara menulis, membaca artikel saja tak cukup. Sehingga aku mengunduh hampir semua platform novel online, agar aku membaca banyak cerita yang berbeda. 

Kadang aku merasa iri dengan orang-orang yang dengan gampang masuk  list pemenang lomba. Aku hanya bisa menghibur diri dengan kalimat, "Jangan berkecil hati, mungkin saja mereka juga pernah melalui apa yang kau lalui, ini hanya masalah jam terbang".

Aku sudah mencoba segala pekerjaan yang bisa menghasilkan uang, mulai dari membuat kanal Youtube, mengupload video original di salah satu aplikasi kumpulan video pendek, bahkan aku juga menjual jasa melukis henna craft. Namun, lagi-lagi tak ada yang berhasil. Sesial ini kah diriku?  Apakah Tuhan lupa, membuat naskah tentang kebahagiaan untukku? Ataukah malaikat melewatkan namaku saat pembagian rezeki?

Memiliki kepribadian Introvert menjadi penghalang, circle pertemanan terbatas, sehingga sulit untukku mencari bahan untuk dijadikan sebuah cerita. Rasa malu dan tak enak hati akan melanda saat ingin menggali ide dari teman atau keluarga.

Pernah sekali, aku mencoba bertanya pada kerabat yang berprofesi sebagai prajurit bela negara. Akan tetapi, ia menolak dengan alasan ‘rahasia negara’, padahal tak ada yang salah dengan isi pertanyaanku. Setelah itu, dia membicarakanku dan membuat cerita di story Instagramnya, menjelekkanku karena berani mengorek tentang sebuah rahasia negara. Sementara, aku hanya bertanya tentang pangkat dan syarat menikah bagi seorang prajurit.

Seberapa banyak naskah yang kukirim, selalu ditolak dengan kalimat, "cerita sudah bagus dan gaya penulisan yang rapi. Namun, cerita Anda tak sesuai dengan gaya platform kami". Pertama kali mendapatkan penolakan, membuatku tak pantang menyerah, aku kembali merevisi dan membuat naskah baru. Akan tetapi, berita yang tak menyenangkan itu terus berdatangan membuatku kerap berputus asa.

Aku hanya bisa menangis di pojokan saat kekecewaan lagi-lagi menyerangku. Tak hanya mengirim naskah, aku juga mengikuti beberapa kompetisi di media sosial, tapi lagi-lagi tak ada harapan untuk penulis pemula sepertiku. 

Saat mereka bertanya mengapa aku ingin menulis, jawabanku pasti hanya satu, karena aku ingin mencari uang dan pengakuan dari orang-orang yang meremehkanku. Hanya ini yang bisa kulakukan, duduk berdiam di depan laptop jadulku. 

Aku tak pandai bersosialisasi, sehingga aku tak suka bekerja di toko atau terjun ke pekerjaan yang sering orang-orang sebut ‘Multilevel Marketing’, yang mengharuskan untuk lihai berbicara di depan banyak orang. Kuliahku masih stay di semester akhir, sehingga aku tak bisa mencari pekerjaan kantoran. Dan aku tak punya keterampilan tangan seperti kakakku, yang pandai menjahit dan mendesain pakaian.

Aku hanya bisa menciptakan karangan yang ayahku saja menganggapnya sampah. Ia selalu merendahkan keputusanku, mengatakan bahwa aku tak berguna. Beliau selalu membandingkan dengan kakakku yang memiliki banyak penghasilan.

Bukan hanya beliau, mertua dan iparku juga ikut memojokkanku. Mereka akan berteriak jika aku berdiam diri di kamar. Sehingga menyulitkanku untuk berkonsentrasi. 

Bukan mauku untuk menikah di usia muda, perjodohanlah yang menjadi penyebab statusku harus berubah. Aku pernah berpikir, kemungkinan orang tuaku punya utang yang tak sanggup mereka bayar, sehingga akulah yang dijadikan jaminan. Namun, aku sadar hidupku bukanlah cerita sinetron.

Hidup di keluarga suami yang memiliki perekonomian memadai, menjadi sebuah bumerang bagiku. Mereka sering menganggapku beban hidup bagi suami. Bukankah tugas suami untuk menafkahi istrinya? Lantas, mengapa mereka yang sibuk mengurusi keuanganku?

Suamiku sebenarnya baik, tetapi karena terlalu patuh kepada ibunya, ia juga ikut-ikutan keras padaku. Menomor satukan orang tua memang tak masalah. Namun, kebahagiaan istri juga sangatlah penting dan menjadi patokan kesuksesan seorang suami. 

Pernah sekali, suamiku meminta izin untuk pindah ke rumahnya saja—rumah yang ia beli saat masih bujang—mengikuti kemauanku. Namun, mertuaku melarang dengan alasan adik perempuan suamiku juga sering berkunjung ke rumah mertuanya, sehingga tak ada yang menemani dan mengurusnya di rumah. Lagi-lagi aku mengalah, bukan karena takut kepada mertua, tapi aku menghargai dan menghormati keputusan suamiku. 

“Tak usah banyak kerja, kau istirahat saja. Jangan memaksakan diri, aku tidak akan marah jika kamu tidak membersihkan dalam sehari.” Perkataannya saat itu membuatku sedikit lega, karena aku mengira, bahwa mertuaku adalah orang yang pengertian. Namun, ternyata aku salah. Saat itulah awal cerita, bagaimana mereka menyebarkan berita yang tak benar tentangku.

***

Anara Alfathunnisa Zayba—itu namaku. Indah bukan? Tapi tak seindah kehidupanku. Semenjak pindah ke rumah mertua, aku tak pernah tertawa, tak pernah bercanda, apalagi bercengkrama bersama keluarga dari pihak suami.

Karena itulah, aku sering berbohong agar bisa keluar dari rumah yang mirip penjara. Ralat, sepertinya penjara akan lebih nyaman dibanding rumah mertua. 

“Nara! Di mana baju gamis biru yang kau cuci tempo hari?” teriakan mertuaku menghentikan aktivitasku. Sejak menjadi menantu, semua pekerjaan rumah dialihkan padaku. Ibu mertua sengaja tak melanjutkan kontrak pembantu sebelumnya, sebab aku sudah ada di rumah itu. Terkadang, aku merasa menjadi pembantu berkedok menantu. 

“Di lemari, rak kedua sebelah kiri, Bu,” sahutku yang masih berada di dapur, menggoreng ikan asin kesukaannya.

“Kau menyuruh Ibu mengambilnya sendiri, menantu macam apa kau ini? Dasar pemalas!” gerutu Mira—adik suamiku. 

Mira memiliki usia yang terpaut dua tahun di atasku, membuatnya tak ingin menghormatiku, padahal aku adalah istri kakaknya. Secara terang-terangan ia telah mengibarkan bendera perang padaku.

“Aku sedang memasak, mengapa bukan kau saja yang membantunya?” Aku meliriknya sekilas. Kulihat ia membulatkan mata terkejut mendengar ucapanku. Sebelumnya, aku tak pernah membantah ucapan Mira dan ibu, tetapi kali ini, aku tak ingin terus menerus direndahkan. 

Semakin aku diam, semakin mereka menginjakku. Selama ini aku tak takut. Namun, aku memilih untuk diam karena tak ingin mencari masalah. Akan tetapi, kesabaranku sepertinya sudah menipis. 

Gelar menantu pembangkang dan pemalas sudah tertanam di pikiran orang-orang yang tak tahu menahu kebenaran. Mereka seakan terlalu asyik bercerita tentang orang lain, tanpa harus bertanya tentang kebenarannya. Mengapa? Karena bergosip adalah kesenangan bagi orang-orang yang tak memiliki pekerjaan, bagi mereka kebenaran tidaklah penting.

“Kau sudah berani membantah? Siapa yang mengajarimu? Kau harusnya tahu diri, tugas menantu memang seperti itu, bukan?” Mira mendekap kedua lengannya dan memberiku tatapan merendahkan. 

Aku segera mematikan api kompor. “Apakah kau juga dijadikan pembantu di rumah mertuamu?” 

“Jelas tidak! Mengapa aku harus repot mengotori tanganku untuk memberi mereka makan?” 

Aku tersenyum miring menanggapi ucapannya, untung saja suara dengusanku tak terdengar. Ia tak ingin mengotori tangannya di rumah mertua, tetapi menyuruhku mengotori tanganku di rumahnya. Sungguh egois, hanya memikirkan diri sendiri.

Aku segera meninggalkan Mira yang masih saja bercerita tentang kelebihannya di antara para saudara suaminya. Terlahir dari keluarga yang mampu, membuatnya buta akan kekurangan diri sendiri. 

Segera kuhampiri ibu mertuaku yang terlihat kesulitan mencari baju di lemari yang menurutku sangat besar. Apakah ia ingin menyaingi lemari selebriti kelas atas? Baju yang begitu banyak, apakah terpakai di kondisinya yang sudah menua? Sering kali diriku tersenyum kecut melihat mereka menghamburkan uang demi sehelai baju yang hanya terpakai beberapa kali saja. 

“Jika kau ingin ke suatu tempat, pakai saja baju Mira, tak usah beli lagi. Jangan menghamburkan uang,” petuahnya yang kubalas anggukan.

Lebih baik aku memakai baju lamaku daripada harus memakai baju Mira, dan berisiko menjadi bahan ejekan para tetangga. Sudah dipastikan, bahwa Mira akan menceritakan hal itu pada tetangga dan memberinya bumbu sambal pedas mercon,  agar ceritanya terdengar dramatis. Seperti yang sudah lalu. Dia yang menawarkan, tapi dia pula yang menyebarkan berita palsu bahwa aku iri dengan kehidupannya. Sampai baju pun aku memaksa agar ia meminjamkan padaku. 

“Kau juga harus berpenampilan menarik, jangan hanya memakai baju yang itu-itu saja,” omelnya yang lagi-lagi kutanggapi dengan senyuman.

Padahal, dia yang melarangku untuk membeli baju baru, tetapi dia juga yang menyuruhku untuk berpenampilan layaknya orang kaya. Orang berkelas tidak dilihat dari seberapa mahal baju yang ia kenakan atau seberapa terkenal brand yang menempel di tubuhnya. Melainkan dari isi kepala, attitude, manner dan karaktermu sendiri.

“Apakah novelmu sudah selesai? Katanya menjadi penulis punya banyak uang, bukan? Lantas mengapa kau masih bergantung pada kakakku?” Lagi-lagi si Nenek Lampir itu kembali menghampiriku.

Untuk apa kakaknya menikah denganku jika kebutuhan hidup pun harus aku yang mencari?

“Bukankah tugas suami untuk memberi nafkah kepada istri. Kau juga seperti itu, kan?” tanyaku dengan nada mengejek. “Oh iya. Meski sudah menikah kau masih bergantung pada orang tua, bukan?” lanjutku sambil menutup mulut berpura-pura syok akan kenyataan itu.

 Plak!

“Beraninya kau!” teriakan beserta tamparan mendarat tepat di pipi kiriku. “Dia anakku, wajar jika aku membantunya. Daripada kau, tak memiliki ibu sehingga tak ada yang menjadi sandaranmu.”

Sakit? Tidak! Aku sudah kebal dengan segala bentuk pukulan fisik. Justru ucapannyalah yang membuatku kesakitan. Bukan mauku tak memiliki ibu, bukan kehendakku sehingga ibu pergi meninggalkanku. Aku juga merindukan sosoknya, tapi Tuhan sepertinya lebih menyayangi beliau. Ibu sudah tenang di sana, ia tak merasa kesakitan lagi.

“Ingat, Nara! Kau hanya benalu di rumah ini, seandainya Lidya saja yang menjadi menantuku,” harapnya yang kuaminkan dalam hati.

“Jika Lidya yang menjadi menantu perempuan di rumah ini, Ibu harus mempekerjakan asisten rumah tangga. Karena ia tak akan mau mengerjakan semua pekerjaan rumah dan mengotori tangan cantiknya,” balasku dengan suara yang meninggi.

“Kau ... masih saja membantah. Dasar! Wanita tak tahu diri!”

Ya, sebut saja aku seperti itu. Hanya aku yang hina, hanya aku yang tak pantas berada di keluarga ini. Keluarga toxic yang tidak ingin menghargai orang lain. Bagi mereka harta adalah segala-galanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Om Duda I Love You
Om Duda I Love You
Dalam Om Duda I Love You, Baby berusaha mengejar cinta Rega meski terhalang perbedaan usia dan status sekolah. Novel modern ini menyajikan romance stories yang penuh ambisi remaja. Ikuti perjalanan Baby meyakinkan Rega dalam romance novel yang menantang batas kedewasaan ini.
RAHASIA DI BALIK CINCIN
RAHASIA DI BALIK CINCIN
Dalam RAHASIA DI BALIK CINCIN, Sari menghadapi dilema besar saat perselingkuhan suaminya terbongkar di tengah perasaannya pada Fajar. Romance novel ini menyajikan misteri rumah tangga dan pilihan sulit dalam modern novel yang penuh intrik. Akankah ia bertahan atau memilih bahagia?
Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua
Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua
Dalam Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua, Jihan harus bertahan saat jatah bulanannya dirampas ibu mertuanya. Di tengah lemahnya sikap Rizal, ia berjualan seblak demi bertahan hidup. Ikuti perjuangan kemandirian Jihan dalam romance novel ini, salah satu modern novel penuh konflik keluarga.
Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri
Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri
Winona, 15 tahun, terpaksa tinggal serumah dengan Arthur, kakak tiri tampan yang memandang rendah keluarganya. Namun tatapan penuh hasrat Arthur setelah kecelakaan mengubah segalanya. Akankah ia menolak pesona sang Casanova atau tenggelam dalam gairah terlarang? Baca dark romance novel ini gratis di MiniShort!
Terjerat Pesona Dokter Tampan
Terjerat Pesona Dokter Tampan
Dalam novel Terjerat Pesona Dokter Tampan, Bimo Aryo Sadewo berjuang memenangkan hati Azkia Khairani Alfarizi melalui perjodohan. Meski Kia bersikap dingin akibat pengkhianatan masa lalu, Bimo tetap bertahan. Simak romance novel ini di platform read novels online pilihan Anda.
TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU
TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU
Dalam TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU, Dion menjalankan misi balas dendam dengan menghancurkan bisnis ayah Ziva demi sebuah pernikahan paksa. Romance novel ini mengungkap pengkhianatan dan perselingkuhan yang menguji kesetiaan. Baca web novel penuh intrik ini di platform online novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Balas Dendam di Balik Oplas
Balas Dendam di Balik Oplas
Cerita ini dimulai dari seorang wanita yang tidak puas dengan akhir dari novel online dan berharap akhir kisah itu bisa lebih realitis. Setelah menyampaikan pendapatnya, dia malah masuk ke dalam novel itu sebagai tunangan dari karakter pertama yang akan mati. Demi bisa bertahan hidup, dia memutuskan untuk menjadi pasangan pemeran antagonis utama, sang tiran. Dia bahkan mengusulkan untuk nikah kontrak dengannya.
Ganti Takhta, Ganti Hati
Ganti Takhta, Ganti Hati
Setelah membantu Leo merebut takhta, pengorbanan Emily justru dibalaskan dengan pengkhianatan paling kejam. Orang tuanya dihukum mati, dan nyawanya sendiri turut direnggut, membongkar permainan hati Leo yang tak berperasaan. Terlahir kembali tepat sebelum penobatannya, kali ini Emily tak lagi naif. Dengan cepat dia menarik kembali semua bantuan untuk Leo, lalu bersekutu dengan Dominic, pria yang selama ini diam-diam mencintainya. Saat Leo berkomplot untuk menghancurkannya, Emily tak hanya membongkar konspirasi itu, tapi juga dengan cerdik memutarbalikkan situasi. Akhirnya segala kecurangan penjahat terungkap di depan mata seluruh kerajaan, dan mereka pun menuai apa yang mereka tabur.
Memamerkan Cintanya yang Manis
Memamerkan Cintanya yang Manis
Untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan ayahnya, Gillian mengadakan pernikahan palsu dengan Emilio. Namun, saat sandiwara mereka berlanjut, Gillian tiba-tiba jatuh cinta pada Emilio. Sedikit yang dia tahu bahwa playboy terkenal itu telah menyimpan rahasia dan cinta tak berbalas untuknya selama bertahun-tahun.
Si Dingin Dengar Pikiranku
Si Dingin Dengar Pikiranku
Kaisar Gelap Raya Rio, karena membawa kutukan besar, diatur oleh gurunya untuk menjadi menantu di keluarga Raline agar kutukannya teratasi. Namun, Rio tidak mau menjadi pria yang ""masuk"" ke keluarga istri, dan bersikeras membatalkan pertunangan dengan Raline, seorang Direktur wanita. Tak disangka, Raline ternyata bisa mendengar isi hatinya. Jadilah mereka sepasang pasangan yang lucu dan menggemaskan.
Menantu dari Kelas Bawah
Menantu dari Kelas Bawah
Meski berasal dari latar belakang sederhana, Albert sangat kompeten. Setelah menikah masuk keluarga kaya, dia dimanipulasi secara emosional oleh istrinya untuk mengurus perusahaan keluarga dengan patuh. Namun, saat dia meminta izin untuk mengunjungi orang tuanya, istrinya tak hanya menolak tapi juga membatasi kebebasannya. Tragisnya, orang tua Albert tewas dalam kecelakaan mobil saat terburu-buru ingin menemuinya. Setelah menyiapkan hidangan tahun baru, Albert mendapat kabar menghancurkan itu. Dia membalikkan meja jamuan sambil bersumpah takkan lagi menahan ketidakadilan ini.
Penebusan Istri yang Terlahir Kembali
Penebusan Istri yang Terlahir Kembali
Setelah menyadari bahwa dia telah membenci pria yang salah sepanjang hidupnya, Elena meninggal dalam pelukan suaminya Marcus. Dalam twist nasib, Elena dibawa kembali ke masa lalu. Belum terlambat, dia masih punya waktu untuk mengubah segalanya. Dalam kehidupan ini, dia tidak akan membenci suaminya ... dia akan melindunginya dengan cara apa pun.