Logo
Melepas dengan Ikhlas
Melepas dengan Ikhlas

Melepas dengan Ikhlas

41 Bab
Tamat
Dalam novel Melepas dengan Ikhlas, Mutia menghadapi fitnah kejam akibat keserakahan ibu mertua. Setelah diusir dan dikhianati suaminya, ia memilih pergi selamanya. Simak perjuangan hidupnya dalam modern romance novel ini, salah satu fiction books yang penuh dengan pilihan sulit.
Bab 1 dari Melepas dengan Ikhlas

Menantu yang Sengaja Dibuang

Part 1

"Lihat kakak iparmu, Wid. Sebentar lagi lemak di perutnya mungkin sudah berlipat hingga sepuluh lipatan. Gimana tidak, kerjaannya makan aja dari tadi."

Aku menelan salivaku, perut ini mendadak tidak berselera untuk memasukkan makanan bahkan minuman sekalipun.

'Astaghfirullah, entah ini sudah ke berapa kalinya ibu mertua bilang seperti itu.'

Kukemas piring di atas meja, lalu berlalu menuju dapur.

"Kalau dibilangin, selalu aja gitu, menghindar. Kok bisa ya, masmu suka sama wanita seperti dia. Sudah tidak hamil-hamil, kerjaannya makaan aja terus. Gak kasihan apa sama suaminya yang kerja di luar kota demi menghidupi keluarganya."

Jika telinga ini buatan manusia, mungkin sudah hangus dibakar perkataan ibu. Jika hati ini buatan manusia, mungkin sudah hancur berkeping-keping tiada bersisa.

"Pasang aja kedunguannya. Lama-lama kelamaan ibu yakin, masmu pasti akan sadar seperti apa wanita yang telah dipilihnya."

Aku menjawab tentu berada di posisi salah, diam pun juga salah.

"Sudah lah, Buk. Dia tidak akan dengerin kita. Sudah putus kali urat malunya. Coba saja mas dulu mau nikah sama temen aku, pasti hidupnya saat ini enak. Penghasilannya jelas."

"Iya, betul, Wid. Ibuk ngelus dada kalau sama masmu. Kenapa dia segitu tidak pedulinya sama saran ibu untuk tidak menikahi wanita miskin, yatim piatu ini."

Dengan samar aku menghapus air kata yang tidak bisa kubendung lagi. Air mata itu tumpah.

"Seandainya ibuk masih ada, aku pasti tidak akan seperti ini. Hiks."

Aku merapatkan bibirku untuk menyembunyikan sesenggukan dari dua wanita di belakangku. Namun, ternyata menghinaku saja itu tidak membuat mereka jadi puas.

"Awh, sakit, Buk. Sakit. Lepasin rambut aku, Buk," rintihku. Ibu menjambakku dengan sangat kuat, lalu menyeretku untuk duduk di kursi ruang tamu. Aku dihempas dengan kasar.

"Kamu punya telinga enggak sih? Saya ini dari tadi bicara, kamu diam saja. Apa kamu sekarang jadi bisu? Ha?"

Aku menggeleng dengan mata sudah mengucurkan air mata dengan derasnya.

Satu wanita yang tadi turut mencaciku kini tidak ada, di mana dia. Di sini hanya ada ibu mertuaku yang terus saja mengeluarkan uneg-uneg di hadapanku. Entah apa yang membuat mereka kesal padaku, jika karena harta, semua kiriman suamiku telah diambil oleh ibu mertuaku. Apa lagi?

"Wid, lama banget sih. Ngapain aja?" pekik ibu mertua memanggil adik iparku.

"Iya, Buk. Sebentar."

Gret

"Nih, Buk. Sudah siap."

Koper? Untuk apa? Siapa yang mau pergi. Apa aku diminta untuk menyusul suamiku karena mereka tidak betah hidup bareng aku.

"Sekarang kamu pergi, kami tidak mau menampung wanita seperti kamu. Rumah ini bukan panti asuhan, dan ... masalah suami kamu, anggap saja kamu tidak pernah menikah dengannya. Kamu bukan lagi istrinya."

"Tapi, Buk. Mutia kan masih istri Mas Agha, Mas Agha belum menceraikan Mutia, kenapa ibu bicara seperti itu."

"Denger, ya. Agha itu anak saya, dan saya yang berhak atasnya. Saat saya minta dia menceraikan kamu, pasti dia tidak akan menolak. Jadi, jangan banyak drama lagi, kamu harus pergi sekarang juga dari rumah ini."

"Tapi, Buk."

"Tidak ada tapi-tapian. Kamu pikir di sini tempat penginapan? Ngasih cucu aja gak bisa, gimana mau jadi istri dari Agha. Masalah Agha tidak perlu kamu khawatirkan, sebentar lagi dia akan saya nikahkan dengan wanita kaya raya, bukan yatim piatu, dan juga memiliki rahim subur. Tidak seperti kamu, paham."

"Sudah lah, Mutia, jangan bikin ibu aku jadi tambah marah-marah deh. Mending kamu pergi. Aku tidak mau, ya. Darah tinggi ibuk hanya karena wanita sampah seperti kamu. Keluar!"

Astaghfirullah, aku mau ke mana. Mas Agha, dia memintaku untuk tidak pergi. Namun, apa dayaku.

"Maaf, Buk. Mutia mau ambil ponsel Mutia dulu di kamar."

"Tidak ada, semua fasilitas yang pernah dibelikan Agha kami sita. Kamu keluar dari sini tidak akan membawa apa-apa, paham! Sudah deh, mending kamu pergi. Kami sudah muak sama drama air mata buaya kamu."

Aku menatap lekat wajah dua wanita di hadapanku, wajahnya tampak merah padam, walau buram tetapi tetap jelas bahwa mereka tidak akan pernah suka dengan keberadaanku. Biar lah, Mas Agha pasti akan mencariku jika tahu aku tidak ada di rumah.

"Tidak usah nangis-nangis, gak akan ada yang percaya sama raut kepura-puraanmu. Tidak akan ada yang kasihan sama kamu."

Hatiku terenyuh, entah benih isu apa lagi yang telah disebar ibu mertua dan adik iparku pada tetangga. Tak jarang, saat aku keluar, banyak tetangga yang menatapku dengan tatapan tidak suka, lalu berbisik satu sama lain.

Saat aku melewati pintu, terdengar suara tawa puas dua wanita dari dalam rumah. Entah sudah berapa lama mereka menginginkan kepergianku.

Aku berjalan tak tentu arah labuhan, entah ke mana lagi aku akan pergi. Kaki ini merasa sangat letih, mungkin karena faktor U, juga jarak tempuh yang kulalui sudah cukup jauh.

"Huft, letih juga, ya. Ini sih juga karena aku tak pernah berolah raga."

Aku mengusap peluh yang hampir saja mentes melewati pelipis.

"Ya Allah, ke mana lagi hamba-Mu ini akan berjalan."

Tiba-tiba ada seseorang mendekat, aku pun berdiri menyambutnya.

"Mbak mau cari kontrakan?"

Aku mengernyitkan dahi, dari mana wanita ini tahu. Tidak membuang kesempatan lagi, aku mengangguk. Di sakuku, aku masih punya uang simpanan yang berhasil kuselamatkan dari jarahan ibu mertuaku.

"Iya, Buk."

Aku pun ikut bersama wanita baik hati ini, usianya sekitar tiga puluh tahunan. Tempat yang kutemui ini ternyata rapih, siap huni.

"Alhamdulillah, jadi tidak perlu bersih-bersih. Tinggal istirahat."

Saat hendak merebahkan badan, aku dikagetkan oleh bingkisan berwarna cokelat. Apa ini? Sebelum terlambat, aku bertanya pada pemilik rumah kontrakan tersebut, beliau tidak tau. Dan saat kubalik barangnya, terdapat tulisan. "Untuk Mutia Zahira."

Ini untukku? Kok bisa kebetulan. "Dari Al-Faqir."

Rasa penasaranku semakin meningkat, apa isinya? Kenapa alfaqir ini bisa tahu kalau aku akan mengontrak di rumah ini. Apa jangan-jangan.

"Allahu Rabbi."

Aku terbelalak melihat isi bingkisan tersebut, bergepok-gepok uang lembaran berwarna merah. Sekalipun aku menikah dengan orang yang dibilang tajir, aku belum pernah memegang uang sebanyak ini.

'Jangan ragu untuk menggunakan uang ini, ini hak kamu. 100% halal, dan benar-benar hak kamu. Jika kamu penasaran bagaimana penjelasan dari semua ini, silakan hubungi nomor 0822********'

Dadaku bergemuruh, siapa alfaqir ini, dan bagaimana bisa dia bilang kalau uang sebanyak ini adalah hakku. Bagaimana bisa dia berkata demikian. Aku sebaiknya hubungi nomor ini. Ah, aku lupa, ponselku disita ibu mertua dan adik iparku.

"Aku harus beli ponsel, tapi bagaimana. Uangku habis kubuat bayar uang kontrakan ini, sekarang sisa sedikit hanya untuk makan. Apa iya aku harus menggunakan uang ini, jika nanti aku punya uang, mungkin dari hasil bekerja, aku bisa ganti dan kembalikan lagi pada alfaqir ini."

"Apa ini jawaban dari kesedihanku selama ini? Tidak, ini uang bukan uangku, bukan hakku. Aku harus menyimpannya, aku harus cari tahu pada si alfaqir ini."

Bersambung...

Selamat menunggu part selanjutnya :)

Be happy

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

 Birahi Janda Binal
Birahi Janda Binal
Dalam novel romance modern Birahi Janda Binal, Widya Ayu Ningrum berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya wafat. Sebagai janda muda di usia 24 tahun, ia menghadapi tantangan hidup yang berat. Baca web novel ini untuk mengikuti kisah perjuangan dan pilihan hidupnya yang penuh lika-liku.
Bukan Rahim Istriku
Bukan Rahim Istriku
Dalam novel romance modern Bukan Rahim Istriku, Aryo nekat memindahkan janin selingkuhannya ke rahim sang istri demi menutupi pengkhianatan. Keputusan berunsur fantasy ini memicu konflik besar yang mengancam pernikahan mereka. Baca web novel ini untuk mengikuti konsekuensi pilihannya.
Dilahirkan Sebagai Ancaman
Dilahirkan Sebagai Ancaman
Dalam novel modern Dilahirkan Sebagai Ancaman, Zaira menghadapi kebencian ibunya karena rahasia kelahirannya. Sebagai mystery story yang kelam, ia harus memilih antara terus patuh atau melawan takdir keluarga. Temukan kebenaran di webnovel ini bagi pencinta young adult fiction romance books.
Dream come true
Dream come true
Dalam novel Dream come true, Zefanya berjuang mencari keluarga tulus usai dikhianati Andrew. Kini Andrew, sang miliarder, terjebak rasa bersalah selama sedekade. Baca romance novel ini tentang penebusan dosa di modern novel yang penuh konflik emosional dan pencarian maaf yang sulit.
Gadis Kecil itu Istriku
Gadis Kecil itu Istriku
Dalam Gadis Kecil itu Istriku, seorang murid SMK menghadapi konsekuensi besar setelah kehilangan kesuciannya di pesta hotel. Novel modern ini mengikuti perjuangannya menghadapi kenyataan baru yang mengubah hidupnya. Temukan kisah lengkapnya dalam romance novel ini di antara daftar fiction books pilihan.
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil
Dalam novel misteri modern *Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil*, seorang ibu panik saat putrinya terkunci di dalam mobil di bawah terik matahari. Ketika suaminya mengabaikan panggilan demi anak wanita lain, taruhannya adalah nyawa sang putri. Baca novel online gratis ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Andai Bisa Menemani Hingga Hari Tua
Andai Bisa Menemani Hingga Hari Tua
Sewaktu muda, Rio penuh semangat, hatinya hanya untuk Eri. Mereka sekolah bersama, merintis bisnis bersama. Dia pernah janji akan menikahi dan mencintai Eri selamanya. Eri juga pernah janji selalu di sampingnya. Tapi waktu mengubah semuanya. Saat cinta sejati sepuluh tahun lalu berubah jadi pisau tajam, pisau ini akan melukai siapa yang paling dalam?
Balas Dendam di Balik Oplas
Balas Dendam di Balik Oplas
Cerita ini dimulai dari seorang wanita yang tidak puas dengan akhir dari novel online dan berharap akhir kisah itu bisa lebih realitis. Setelah menyampaikan pendapatnya, dia malah masuk ke dalam novel itu sebagai tunangan dari karakter pertama yang akan mati. Demi bisa bertahan hidup, dia memutuskan untuk menjadi pasangan pemeran antagonis utama, sang tiran. Dia bahkan mengusulkan untuk nikah kontrak dengannya.
Perselingkuhan Mematikan dengan Kakak Ipar Saya
Perselingkuhan Mematikan dengan Kakak Ipar Saya
Setelah dipaksa melakukan pertunangan tanpa cinta, Aurora mendapati dirinya terlibat dalam perselingkuhan yang beracun dan membuat ketagihan dengan saudara laki-laki tunangannya, Noah Hayes. Sementara itu, masa lalu yang ia tinggalkan mengancam akan menyusulnya.
Pertemuan Indah Setelah Badai
Pertemuan Indah Setelah Badai
Rea meninggalkan karier demi keluarga, tapi saat hamil lima bulan, doa dikhianati dan diusir suami bersama selingkuhannya. Setelah bercerai, dia menikah dengan Max, CEO muda yang membantunya bangkit. Dari pernikahan tumbuh cinta, dan bersama-sama mereka membalas dendam serta meraih sukses.
Setelah Cerai, Ku Bangkit Dengan 3 Kakakku
Setelah Cerai, Ku Bangkit Dengan 3 Kakakku
Setelah diusir suami dia malah ketemu keluarganya!   Kakak pertama adalah Raja,  kakak keduanya dokter jenius sedangkan kakak ketiganya adalah orang terkaya ?! Identitasnya sungguh luar biasa!
Hadiah Hera untuk Hati yang Terluka
Hadiah Hera untuk Hati yang Terluka
Hedda terbangun di rumah sakit setelah kecelakaan mobil, hanya untuk mendapati suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Hatinya yang hancur membuat dewi Hera, pelindung semua wanita, memberkati Hedda dengan 750 miliar. Hedda kembali ke kehidupannya, bertekad untuk membuat mantan suaminya yang curang dan selingkuhannya membayar, di samping itu ia juga jatuh cinta pada pria sempurna yang diberkati Hera untuknya.