Logo
LUKA HATI SEORANG IBU TIRI
LUKA HATI SEORANG IBU TIRI

LUKA HATI SEORANG IBU TIRI

30 Bab
Tamat
Dalam romance novel LUKA HATI SEORANG IBU TIRI, Raisa harus menghadapi kenyataan pahit setelah suaminya wafat. Ia kini terpaksa mengasuh bayi kandung mendiang suaminya di tengah duka. Simak kisah modern novel ini tentang tanggung jawab dan pilihan sulit dalam menghadapi rahasia masa lalu.
Bab 1 dari LUKA HATI SEORANG IBU TIRI

"Kenapa ayah selalu bohongi kita Bu," tanya Wilma, mukanya ditekuk dan tampak kesal, gadis kecil berusia lima tahun itu kecewa karena ayahnya gagal pulang.

      Raisa, wanita berusia 23 tahun itu menatap iba wajah putrinya. Azizur, suami Raisa semalam mengabarkan bahwa hari ini akan pulang dan berjanji akan mengajak mereka jalan-jalan, setelah seminggu suaminya itu keluar kota karena urusan pekerjaan dari kantornya.

      Wilma yang ceria membayangkan berbagai macam mainan baru, pagi sudah bersiap menunggu kepulangan ayahnya harus kecewa untuk kesekian kalinya setelah mendengar obrolan orang tuanya yang mengabarkan bahwa ayahnya gagal pulang.

     "Pekerjaan ayah belum selesai Nak, nanti kalau sudah selesai ayah pasti pulang," Raisa berusaha menjelaskan kepada Wilma.

      "Ayah bohong! Ayah nggak sayang sama Wilma!" seru Wilma sambil menangis terisak-isak, gadis kecil itu berlari masuk kembali ke kamarnya tanpa memperdulikan ibunya yang sedang berusaha membujuknya.

      "Sabar sayang, ayah pasti pulang kok, kita keluar jalan- jalan berdua yuk?" Raisa membujuk Wilma yang semakin keras tangisnya.

     Ddrrtt-ddrrrttt.

      Deringan telepon mengurungkan gerakan tangan Raisa untuk memeluk putrinya. Dalam hatinya berharap panggilan itu dari suaminya dan memberi kabar baik untuk dirinya dan Wilma.

       "Hallo, selamat pagi, apakah benar ini keluarga pak Azizur?" sebuah panggilan yang ternyata dari salah satu rumah sakit di kotanya membuat seluruh sendi Raisa seakan terlepas, badannya lemas ketika mendengar kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan.

      Raisa baru saja sampai di depan ruang UGD ketika pintu ruangan tersebut dibuka.

      "Ada keluarga bapak Azizur di sini?" tanya suster yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.

     " Ya, saya Sus,saya ist..."

       " Silakan masuk Bu, beliau ingin ketemu keluarganya, dan mengenai istrinya, satu jam yang lalu sudah melahirkan bayinya dengan selamat," ujar suster bernama Diva itu memotong kalimat Raisa.

      "Mma-maksud suster, istrinya?" tanya Raisa terbata-bata, dia menatap suster itu dengan tatapan tajam dan minta penjelasan.

      "Benar Bu, bapak Azizur mengalami kecelakaan karena terlalu laju mengemudikan mobilnya, mungkin setelah menerima panggilan dari kami, karena istrinya meminta kami untuk menghubunginya," jelas suster Diva, dan kemudian pamit pergi karena ada tugas lain.

       Tubuh Raisa lemas mendengar penjelasan suster Diva, lantai yang dipijaknya seolah berputar, tubuhnya oleng dan untung saja ada seseorang dengan sigap menangkap tubuh kurus Raisa, lalu menuntun dan mendudukkannya di salah satu kursi yang berada di dekatnya.

      "Minum dulu Mbak," ujar wanita paruh baya yang duduk di sebelah Raisa sambil menyodorkan sebuah botol kecil yang berisi air mineral. Raisa tak bergeming, pandangannya kosong.

      "Mbak?" Raisa tersentak ketika wanita itu memegang pundaknya dengan lembut.

       "Mbak kenapa, siapa yang sakit?" tanya wanita itu dengan ramah dan lembut.

      "Su-suami saya Bu," jawab Raisa lirih, tangisnya pecah saat itu juga.

      "Keluarga bapak Azizur, silakan masuk!" mendengar nama suaminya disebut Raisa baru sadar kalau dari tadi suaminya sudah menunggunya di dalam.

     Raisa menghela nafas dalam-dalam, lalu berdiri dan beranjak dari tempat duduknya, dan sebelum pergi  Raisa tak lupa mengucapkan terima kasih kepada wanita paruh baya berjilbab biru yang menolongnya tadi.

      Raisa terpaku di dekat tempat tidur, di mana suaminya terbaring tak berdaya. Kepalanya diperban, wajah penuh luka dan lebam membuat Raisa hampir tak mengenalinya.

      Amarah yang meluap mendadak sirna, beberapa pertanyaan yang hendak dilontarkan dia singkirkan karena iba melihat keadaannya.

     "Mas Aziz," Raisa memanggil suaminya dengan lirih. Air matanya tak terbendung lagi. Dia meraih tangan suaminya, diusapnya telapak tangan lelaki yang sudah menemani hidupnya selama enam tahun itu dengan lembut.

     "Ic-Ica," Raisa tersentak mendengar suara suaminya. Ica adalah nama panggilannya sejak kecil.

     "Iya Mas, ini aku di sini," sahut Raisa pelan, dia mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya.

      "Wil-Wilmma ma-na?" tanya Azizur terbata-bata. Tampak gurat kesedihan dan penyesalan di wajahnya karena rasa bersalah.

      "Wilma aku titipkan di rumah mbak Salina," jawab Raisa, Salina adalah kakak sulung Azizur yang rumahnya tak jauh dari rumah sakit.

      "Mma-maafkan maaass," ucap  Azizur tersendat-sendat, air matanya mengalir membasahi pipinya.

      "Kata dokter jangan banyak bicara dulu, mas harus istirahat biar cepat pulih," tutur Raisa dengan lembut, diusapnya air mata yang mengalir di pipi suaminya dengan pelan.

      "Tol- tolong ambil, am-mbil," dengan bibir bergetar Azizur berkata sambil menunjuk sesuatu di atas meja kecil yang terletak di sebelah tempatnya berbaring. Mata Raisa mengikuti arah yang ditunjuk suaminya, ada ponsel suaminya di atas meja kecil tersebut.

       Dengan tangan gemetar Azizur memegang benda pipih berwarna hitam miliknya, dan gemetar jari-jemari tangannya semakin ketara ketika membuka sebuah aplikasi di benda pipihnya itu.

     "Hes-Hesti," Azizur menunjukkan sebuah foto pernikahan dirinya dan seorang wanita dengan tangannya yang semakin gemetar. Bibirnya bergerak-gerak seperti hendak mengatakan sesuatu, dan hanya kata HESTI yang mampu terkeluar dari bibirnya.

       Raisa menatap foto-foto yang tersimpan di ponsel suaminya dengan pandangan nanar. Karena tak sanggup lagi untuk melihatnya, dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rasanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya. 

      Beberapa saat Raisa menyembunyikan tangisnya di balik kedua telapak tangannya. Suasana hening, tak ada suara atau hembusan nafas Azizur, Raisa menurunkan telapak tangan yang tadi ia gunakan untuk menutupi wajahnya dengan perlahan.

     Raisa terkesiap!

     Suaminya diam, kedua matanya terpejam, ponsel yang tadi dalam genggamannya tergeletak di atas perut suaminya.

      Raisa memegang tangan suaminya, terasa dingin, lalu digoncang-goncangkan tubuh suaminya sambil memanggil-manggil namanya, suaminya tetap diam dan tak bergeming. Dengan panik ditekannya tombol yang berada di dekatnya.

     "Innalillahiwainalilahi roji'un," ucap dokter yang baru saja memeriksa kondisi Azizur, yang disahuti oleh dua suster yang menyertainya.

      "Maafkan kami Bu, kami sudah berusaha semampu kami, tapi Allah lebih sayang terhadap pak Azizur,  kami turut berduka cita," ujar dokter itu dengan pelan, lalu mengarahkan apa-apa yang harus dilakukan oleh kedua suster tadi.

     Dengan sigap dan cekatan kedua suster itu mengurus jenazah Azizur, mereka menutup seluruh tubuh Azizur dengan selimut.

       Raisa diam terpaku, bergeming dari tempatnya berdiri. Pandangannya kosong. Dan ketika tempat tidur di mana jasad suaminya terbaring bergerak keluar, Raisa baru tersadar, ditatapnya jasad suaminya yang ditutup selimut itu semakin

menjauh dibawa oleh kedua suster dan petugas rumah sakit.

     "Mas Aziiizz!" Raisa menangis dan menjerit memanggil suaminya. Dia tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya, dia ingin berlari mengejar mereka yang membawa jasad suaminya, tapi kedua kakinya seolah terkunci di tempatnya berdiri.

     "Ibu," seorang suster datang menghampiri Raisa, dalam dekapannya ada bayi perempuan mungil yang dibedong warna biru muda.

      Raisa bergeming, pandangannya kosong menatap keluar ruangan. Lalu suster itu menyentuh pundaknya, hingga membuat Raisa terperanjat.

     "Maaf Bu, kami turut berduka cita atas meninggalnya bapak Azizur, dan ini anaknya pak Azizur," ujar suster yang tag namanya bertuliskan Yulia.

      Raisa mundur selangkah ketika suster Yulia mengangsurkan bayi mungil itu padanya. Dia menggelengkan kepalanya. Suster Yulia menatap bingung melihat sikap Raisa.

      "Saya nggak mau, itu bukan anak saya," tolak Raisa, diliriknya bayi mungil itu. Mengingat pengkhianatan yang telah dilakukan suaminya, timbul rasa benci melihat wajah mungil yang tak berdosa itu.

      "Tolong kerja samanya Bu, ibu bayi ini pergi setelah melahirkan tanpa memberi tahu kami, beliau meninggalkan bayinya dan ini," ujar suster Yulia sambil menyodorkan selembar kertas berwarna putih.

Raisa menerima kertas itu dan membacanya dalam hati.

       "Assallamualaikum Mas, maafkan saya karena tak bisa mewujudkan keinginanmu dan ibumu. Lahirnya Ziana mungkin mengecewakanmu, terutama ibumu. Oleh itu terpaksa saya pergi, tolong jaga dan sayangi Ziana walaupun kehadirannya tak di harapkan. Ziana darah dagingmu Mas. Saya doakan semoga mbak Raisa secepatnya hamil dan bisa menghadirkan seorang putra  untukmu, dan membuat bahagia ibumu.

Terima kasih atas segalanya."

HESTI

     Raisa menelan saliva setelah membaca surat tersebut. Kedua sudut matanya mengembun.

     "Jadi perempuan bernama Hesti itu nggak tahu kalau mas Aziz meninggal," gumam Raisa sambil melipat kembali kertas itu dan memasukkannya dalam tas kecilnya.

     "Ini bayinya Bu, dia cantik loh," ucap suster Yulia sambil menyerahkan balutan kain bedong berisi bayi mungil tersebut.

      "Saya bilang nggak mau, ya nggak mau Sus! Ini bukan anak saya!" Raisa menolaknya dengan kasar.

     Suster Yulia terkesiap, wanita yang dikenal orang sebagai suster cantik yang sabar itu tampak menghela nafas panjang, dia merasa kesal tapi berusaha mengendalikan emosinya.

     "Baiklah Bu, kalau memang ibu nggak mau menerima dan merawat bayi cantik tak berdosa ini..." suster Yulia sengaja menggantung kalimatnya, dia sengaja menunggu reaksi dari Raisa.

       Raisa melirik sekilas ke arah bayi mungil yang sudah diberi nama Ziana itu, dalam hatinya timbul perasaan iba, tapi di sisi lain hatinya merasa sangat sakit hati karena dikhianati oleh suami yang selama ini sangat dipercayai kesetiaannya.

      "Kami, pihak rumah sakit akan menyerahkan bayi cantik tak berdosa ini ke panti asuhan," ucap suster Yulia dengan nada tegas, karena Raisa diam tak bergeming dan tak menanggapi apa yang disampaikannya.

        "Terserah, itu bukan urusan saya Sus, karena itu bukan anak saya," sahut Raisa pelan, dalam diam dia mencuri pandang ke arah bayi mungil itu, dan saat itu juga kedua mata bayi itu terbuka seolah menatapnya dengan tatapan sayu.

       Mendengar ucapan Raisa, suster Yulia merasa geram, bergegas dia pergi dari hadapan Raisa tanpa sepatah kata pun, sambil berjalan didekapnya bayi mungil itu dengan erat, tanpa sadar air matanya mengalir di pipinya.

       "Kalau memang nggak ada yang mau merawatmu, biar ibu yang menjaga dan merawatmu Nak," ucap suster Yulia lirih sambil mencium pipi bayi mungil itu.

      "Suster! Tunggu!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
Pasca diceraikan suami pelit, wanita miskin ini dipaksa menikahi duda kaya dalam Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu. Ia harus berjuang di tengah pernikahan tanpa cinta untuk meraih martabat. Baca kisah billionaire romance novels ini dan temukan takdirnya dalam web novel terbaru.
Baby Daddy
Baby Daddy
Dalam novel Baby Daddy, Eva Sania harus mencari pria untuk memiliki anak demi memenuhi tuntutan ibunya. Bastian Cokro, CEO yang dirumorkan mandul, menjadi target utama dalam billionaire romance ini. Baca kelanjutan kisah mereka dalam web novel modern yang penuh dengan pilihan sulit.
Baby Han - (Gx G)
Baby Han - (Gx G)
Dalam novel Baby Han - (Gx G), Mikaela memulai hidup baru di Seoul sebagai desainer J.H Fashion. Namun, statusnya sebagai ibu hamil menarik perhatian Judith Han. Kisah romance modern ini membawa pembaca ke dalam dinamika lgbt book yang penuh ketegangan antara ambisi dan ketertarikan terlarang.
Let's Watch the Stars Forever
Let's Watch the Stars Forever
Dalam Let's Watch the Stars Forever, Ataya berjuang mencintai diri sendiri hingga bertemu seorang pria dengan hobi astronomi yang sama. Romance novel ini mengikuti perjalanan mereka mengejar mimpi di bawah bintang, menjadikannya pilihan fiction books yang menyentuh bagi pembaca modern.
Merebut Suami Sahabatku
Merebut Suami Sahabatku
Dalam romance novel Merebut Suami Sahabatku, Roy terjebak perselingkuhan dengan Miranda di belakang Lisa. Saat gairah memudar, Roy menyadari kesalahannya tepat ketika Miranda hamil. Simak kisah modern novel ini tentang pengkhianatan dan konsekuensi rumit dalam hubungan mereka.
Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup
Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup
Dalam Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup, Alina Wijaya mengungkap rahasia kejam suaminya, Bram. Romance novel penuh pengkhianatan dan modern novel bernuansa misteri ini mengikuti aksi balas dendam Alina melawan manipulasi keluarga palsunya. Baca kisah serunya di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

9 Dewi Hokiku
9 Dewi Hokiku
"Fero melamar Yuri di alun-alun setelah empat tahun berpacaran, namun ditolak karena tak selevel. Yuri pun memilih pewaris Grup Wigo dan menghina Fero. Tapi tiba-tiba sembilan wanita cantik datang membelanya. Dia diberi mobil mewah dan dimanjakan putri orang terkaya. Fero lalu membalas hinaan dan akhirnya baru tahu mereka kakak angkatnya! "
Satpam? Bukan, Aku Legenda
Satpam? Bukan, Aku Legenda
Gavin turun dari gunung untuk mencari teman masa kecilnya. Namun, dia malah menyelamatkan Kyla dari pembunuh bayaran dan terpaksa menikahinya secara terburu-buru. Dengan menyamar sebagai satpam, dia melindungi keluarga Kyla dan menghadapi musuh seperti Frank dan Ezra. Dia pun menemukan bahwa Ezra itulah yang membunuh ayahnya dan membakar panti asuhan. Karena itu, dia membangkitkan teknik pedang warisan klannya untuk membalas dendam. Dan dalam prosesnya, dia menyadari bahwa Kyla adalah teman kecil kesayangannya yang selama ini dia cari.
Bintang yang Paling Bersinar Adalah Dirimu
Bintang yang Paling Bersinar Adalah Dirimu
Setelah Fani Yadi membantu tunangannya menegosiasikan kontrak bisnis bernilai puluhan miliaran, dia menyaksikan sendiri tunangannya berselingkuh dengan adiknya. Keduanya bahkan muncul di hadapannya dengan berani, lalu nenek Fani Yadi dan ayahnya bersatu untuk memaksa membatalkan pertunangan dan menyerahkan tunangannya pada adiknya; Dalam keputusasaan, Fani Yadi bertemu dengan Fajar Candra, tuan muda Grup Candra, keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama dan memulai kehidupan baru bersama.
Jodohku Sang Komandan Kejam
Jodohku Sang Komandan Kejam
Tessa tiba-tiba terlempar ke dunia novel yang pernah dibacanya. Di sana kakaknya yang mengatur paksa pernikahannya, menjodohkannya dengan Josh, komandan muda yang ditakuti karena kecerdikannya yang tak kenal ampun. Namun, berbekal pengetahuan akan cerita asli dan kepintarannya, Tessa tak hanya bertahan, bahkan bersinar. Dia berani melawan Josh, lalu perlahan meluluhkan hati sang komandan dingin. Bersama, mereka menghancurkan konspirasi jahat musuh, menyelamatkan orang-orang tercinta dan masa depan negara.
Para Dewa
Para Dewa
"Protagonis pria bekerja keras tiap hari untuk memberikan kehidupan yang baik untuk istrinya. Tepat dihari perayaan pernikahan mereka, protagonis pria baru mengetahui jika istrinya telah berselingkuh. Mereka akhirnya bercerai dan protagonis pria mengungkapkan identitas aslinya dan bersumpah akan merebut kembali kemuliaannya."
Bangkit dari Abu: Permainan Hati dan Kuasa
Bangkit dari Abu: Permainan Hati dan Kuasa
Eleonora Vaughn, Putri Aurevia yang jatuh, mati dalam aib—harga untuk terbangun tiga tahun lebih awal, dikaruniai kesempatan kedua. Kini dia harus merencanakan kebangkitannya di negeri ini, mengakali setiap musuh yang pernah menyakitinya. Tapi dalam permainan mematikan kuasa dan balas dendam ini, langkah paling berbahaya justru saat hatinya direbut pria yang ingin dimanfaatkannya.