Logo
LELAKI YANG TERKHIANATI
LELAKI YANG TERKHIANATI

LELAKI YANG TERKHIANATI

32 Bab
Tamat
Dalam novel romance modern LELAKI YANG TERKHIANATI, Tarno pulang merantau demi kejutan manis, namun mendapati istrinya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Simak perjuangan Tarno menghadapi pengkhianatan ini dalam web novel yang penuh drama dan pilihan hidup sulit ini.
Bab 1 dari LELAKI YANG TERKHIANATI

Tarno sedang dalam perjalanan ke rumahnya saat ini dengan mengendarai mobil avanza hitam yang sengaja disewanya untuk perjalanan pulang. Dilihatnya lagi kalung yang sengaja dipesannya sebagai hadiah kejutan untuk istrinya, Susanti. Kalung berbandul hati dengan ukiran T&S, inisial Tarno dan Susanti sudah diukir di belakang bandulnya.

Lelaki berambut cepak, dengan beberapa helai uban yang mulai muncul itu tampak senyum-senyum sendiri membayangkan reaksi Susanti saat melihatnya pulang nanti. Ibu dari dua anaknya pasti akan sangat terkejut saat melihat Tarno masuk ke rumah dengan menyerahkan kalung kejutannya.

Tarno memang sengaja tidak memberitahu Susanti perihal kepulangannya untuk memberi kejutan pada wanita yang dicintainya itu. Lima tahun sudah Tarno merantau ke negeri orang untuk mencari uang demi merenovasi rumahnya. Susanti selalu mengeluh, rumahnya harus segera direnovasi karena setiap kali hujan atapnya selalu bocor sehingga lantainya yang masih terbuat dari tanah kerap kali becek. Awalnya Tarno hanya mengiyakan keluhan Susanti dan berjanji akan segera merenovasi rumah. Namun janji hanyalah janji, sampai dua tahun berlalu rumah tetap tidak direnovasi dan kondisinya semakin memprihatinkan.

Atap yang terbuat dari esbes semakin besar lubangnya sehingga setiap hujan air yang masuk semakin banyak. Setiap kali hujan deras rumah Tarno lebih mirip kebanjiran daripada disebut kebocoran.

Karena tak tahan, Susanti mengutarakan niatnya kepada Tarno supaya diizinkan kerja di luar negeri sebagai TKW agar bisa mengumpulkan uang untuk merenovasi rumah. Sebagai lelaki sejati, harga diri Tarno serasa diusik saat Susanti mengatakan keinginannya untuk menjadi TKW. Dia tidak rela jika wanita yang dicintainya harus bersusah payah bekerja sehingga setelah berpikir selama dua hari tiga malam akhirnya Tarno memutuskan bahwa dirinyalah yang akan berangkat ke luar negeri.

Sebelum berangkat, Tarno menitipkan Susanti pada Joko, sahabat yang dipercayainya untuk menjaga istrinya selama dirinya bekerja di luar negeri. Tarno khawatir jika terjadi sesuatu pada Susanti selama dirinya tidak ada. Apalagi saat itu anaknya yang kedua masih berumur setahun dan jauh dari sanak saudara. Tarno takut bila terjadi sesuatu saat dia tidak ada. Karena itu Tarno sudah berpesan pada Susanti untuk meminta tolong pada Joko butuh bantuan atau pertolongan.

Selama di luar negeri, Tarno selalu menanyakan pada Joko apakah Susanti baik-baik saja atau apakah ada tanda-tanda bahwa Susanti selingkuh darinya. Selama ini Joko selalu memberikan jawaban bahwa semuanya baik-baik saja dan dalam kondisi aman terkendali sehingga Tarno merasa lega, tidak pernah curiga sedikit pun.

Mobil Avanza hitam sudah memasuki gapura yang menjadi batas antar kota. Tarno sudah sampai di kotanya. Tak terasa perjalanan tinggal tiga puluh menit lagi. Tarno merasa sudah tidak sabar ingin cepat sampai ke rumahnya.

Selain membelikan kalung untuk Susanti, Tarno juga membelikan istrinya beberapa barang yang pernah dipesan Susanti sebelumnya. Tarno membelikan banyak mainan dan pakaian bagus untuk kedua putrinya. Tarno juga sudah menyiapkan hadiah untuk Joko, sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaga istrinya selama lima tahun terakhir. Dibelikannya sahabatnya kaos jersey dari klub sepak bola favoritnya dan sepasang sepatu untuk olah raga.

Tarno memberi tahu pak supir arah menuju rumahnya. Senyum tak henti terkembang di wajahnya.

“Belok kanan, Pak. Nanti kalau ada belokan lagi ganti belok kiri,” ucap Tarno pada pak supir yang tengah sibuk mengemudi.

“Stop disini dulu Pak. Aku mau ngasih kejutan buat istriku dulu.” Tarno menghentikan mobil yang dinaikinya di depan rumah tetangganya.

Tarno sengaja memarkir mobilnya di rumah tetangganya yang berjarak dua rumah dari rumahnya agar kejutan berjalan sempurna. Jika mendengar mobil berhenti di depan rumahnya maka Susanti akan mendengarnya dan penasaran untuk melihat siapa yang datang, sehingga rencana untuk memberi kejutan akan gagal.

Tarno berjalan dengan membawa kalung yang disimpan dalam saku. Senyumnya masih terkembang membayangkan ekspresi kaget di wajah istrinya saat melihatnya nanti.

Hari masih pagi saat Tarno sampai masih sekitar pukul 10.00 pagi. Tarno memang berangkat dari bandara sejak sebelum subuh agar tidak kesiangan sampai rumah. Dia sengaja memilih waktu anak-anaknya masih sekolah agar bisa menghabiskan waktu romantis bersama istrinya tanpa gangguan siapa pun, termasuk kedua putrinya sebelum mereka pulang sekolah.

Tinggal beberapa langkah sebelum Tarno tiba di depan rumahnya. Rumah yang beratap esbes itu telah menghilang berganti dengan rumah bercat hijau dengan atap genteng. Rumahnya juga sudah memiliki teras yang sudah dikeramik sekarang. Tarno tersenyum puas, usahanya untuk merantau ke negeri orang sudah membuahkan hasil.

Tarno sudah di halaman rumahnya sekarang. Dia berhenti sejenak untuk melihat rumahnya yang kini sudah berubah banyak dari yang diingatnya sebelum berangkat ke luar negeri. Saat melihat sekeliling, dilihatnya sebuah motor ninja yang tampak mengkilap terparkir di depan rumahnya. Motor yang masih tampak baru karena bodinya masih mulus dan nomer pelatnya yang bahkan belum tergores sama sekali. Tarno bertanya-tanya dalam hati, motor milik siapakah gerangan.

Tarno segera masuk ke rumah untuk melihat siapa yang datang. Pintu rumah tidak terkunci dan hanya ditutup biasa. Tarno melepas sepatunya dan menaruhnya di depan pintu saat melihat sepasang sandal lelaki yang teronggok manis di samping pintu. Rumah Tarno yang beralaskan tanah kini sudah berganti dengan keramik warna putih sehingga perlu melepas alas kaki saat akan masuk rumah.

Tarno segera membuka pintu dan masuk ke rumah. Ruang tamu dalam keadaan kosong dan tidak ada siapa pun disana. Lantas sandal milik siapa yang ada di depan pintu tadi. Lalu motor siapa terparkir di halaman rumahnya. Tamu yang dicari Tarno ternyata tidak ada di ruang tamu.

Dia melihat sekeliling ruangan. Rumah itu benar-benar sudah berubah total. Kursi sofa berwarna coklat mengisi sudut ruang tamu. Di depan sofa tampak televisi flat yang cukup besar, jauh berbeda dengan televisi yang dimilikinya dulu sebelum merantau. Hanya televisi tabung ukuran 22 inch yang layarnya hilang separo.

Tarno berjalan pelan menuju belakang rumahnya untuk mencari istrinya. Mungkin dia sedang di belakang dengan tamu pemilik motor yang terparkir di halaman rumah.

Saat melewati kamar tidurnya, Tarno mendengar suara tawa dari dalam. Suara tawa Susanti dan seorang lelaki yang terasa tidak asing di telinganya. Tarno mendekat ke kamar dan telinganya di dekatkan ke pintu agar bisa mendengar suara dari dalam lebih jelas.

“Iihh ... geli loh Mas, jauh-jauh sana.” Suara Susanti terdengar sangat manja.

“Geli tapi kamu suka kan. Tarno mana punya yang seperti ini,” sahut suara lelaki di samping Susanti.

“Apaan sih, bahas lelaki itu.”

Deg. Hati Tarno terasa sakit saat mendengar kata-kata Susanti barusan. Lelaki itu, katanya. Kenapa istrinya memanggilnya dengan sebutan lelaki itu.

“Oh iya, Tarno sudah kirim uang belum sayang?” kali ini suara lelaki yang terdengar.

Tarno sangat kenal dengan suara lelaki yang didengarnya barusan. Namun dia tidak mau berburuk sangka sebelum melihatnya sendiri. Sebenarnya dia sangat ingin mendobrak pintu dan masuk ke dalam kamar untuk melihat secara langsung. Namun dia urung dan ingin mendengarkan lagi apa yang sedang mereka bicarakan.

“Belum. Nanti kalau sudah dikirim pasti kukabari Mas. Jangan khawatir, buat cicilan si merah kan?”

“Iya sayang. Kamu kok pinter banget sih.”

“Iya donk. Kalau nggak pinter mana bisa aku bohongin Mas Tarno buat nerusin kontrak kerjanya dan jangan pulang dulu. Kalau dia pulang mana bisa kamu beli si merah yang sekarang terparkir di depan rumah.”

“Bener Dek. Kamu memang pintar sekali sayangku. Terus rayu Tarno supaya jangan pulang dulu sampai cicilan si merah lunas. Yah dua tahun lagi lah lunas. Selama itu kita juga bisa bersama terus kayak sekarang. Aku senang kamu pun terpuaskan hahahahha.” Suara lelaki itu terdengar sangat bangga saat mengatakannya.

Kuping Tarno sangat panas mendengar percakapan dua insan berlawanan jenis yang ada di dalam kamarnya sekarang. Amarahnya menggelegak laksana magma yang siap dimuntahkan seperti letusan gunung berapi. Napasnya memburu dan dadanya naik turun menandakan emosinya sedang di puncak sekarang.

Tarno bersiap masuk ke kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Dia menyiapkan diri untuk melihat sesuatu yang terburuk. Diaturnya napasnya yang tidak terkendali sekarang karena menahan amarah. Ditariknya napas panjang dan dihembuskannya pelan untuk meredakan emosinya. Dilakukannya hal itu berulang-ulang sampai akhirnya dia merasa cukup tenang.

Setelah merasa cukup tenang, Tarno membuka pintu kamarnya dengan pelan. Dilihatnya dua orang yang sangat dikenalnya dalam satu selimut dan tidak berpakaian sedang berpelukan diatas ranjangnya. Keduanya tampak kaget saat melihat pintu terbuka dan Tarno muncul setelahnya.

Meskipun sudah menyiapkan diri untuk hal yang terburuk, nyatanya Tarno tetap tidak kuat melihat pemandangan yang tersaji di depannya. Bibirnya kelu dan netranya mengembun. Kedua orang itu sedang sibuk mencari pakaian masing-masing yang berserakan di lantai. Lalu memakainya dengan tergesa-gesa. Tarno hanya bisa menutup mata dan menarik nafas dalam untuk menguatkan dirinya.

“Mas, ini tidak seperti dugaanmu,” kata Susanti yang tengah sibuk mengancingkan dasternya.

“Benar, No. Ini semua salah paham. Tidak seperti yang kamu lihat,” sahut lelaki yang tengah memakai celana panjangnya. Celana dalamnya masih teronggok di lantai tidak jauh dari tempat Tarno berdiri sekarang.

“Kutunggu kalian di ruang tamu,” jawab Tarno singkat.

Lelaki berambut cepak itu berjalan ke luar kamar menuju ruang tamu. Diusapnya setitik air di sudut matanya dengan ujung tangannya yang kasar karena kerja keras selama ini. Kulit Tarno memang lebih bersih daripada sebelum berangkat keluar negeri karena dia bekerja di dalam ruangan. Tidak seperti sebelumnya yang harus berpanas-panasan di bawah terik matahari yang menyengat dan membakar kulitnya langsung selama di sawah.

Kedua orang yang selama ini dipercayainya ternyata menusuknya dari belakang. Tarno benar-benar tidak menyangka keduanya tega melakukan ini padanya. Rencana untuk memberikan kejutan pada istrinya gagal, justru kini dia yang mendapatkan kejutan yang luar biasa dari istri dan sahabatnya sendiri.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Bukan Sampah
Aku Bukan Sampah
Dalam novel romance Aku Bukan Sampah, Berlian yang trauma harus berhadapan dengan takdir saat bertemu pria billionaire. Di tengah rasa rendah diri, ia harus memilih antara pemulihan atau luka baru. Temukan kisah perjuangan hidupnya dalam web novel modern yang penuh emosi ini.
Asmara Setelah Pernikahan Paksa
Asmara Setelah Pernikahan Paksa
Dalam novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa, Fei Livi terikat janji demi melunasi hutang ibu tirinya. Di genre romance modern ini, ia harus melahirkan anak sebelum pergi. Menghadapi suami yang belum move on, mampukah ia bertahan? Baca romance stories ini di platform web novel kami.
Cinta Beda Usia
Cinta Beda Usia
Dalam novel romantis Cinta Beda Usia, seorang janda menghadapi dilema moral dan konflik batin setelah tidak sengaja mendengar suara misterius dari kamar putranya yang berusia 18 tahun. Baca novel online modern ini untuk mengikuti kisah penuh ketegangan yang menguji batas hubungan keluarga.
GAIRAH TERLARANG
GAIRAH TERLARANG
Dalam GAIRAH TERLARANG, Lie terjebak pernikahan hampa hingga bertemu Dokter Danil yang membangkitkan hasratnya. Kisah romance novel ini mengulas pilihan sulit antara loyalitas atau kepuasan diri. Baca web novel modern novel ini untuk mengikuti perjalanan Lie mencari kebahagiaan sejati.
I'am Sorry, I love You
I'am Sorry, I love You
Dalam I'am Sorry, I love You, Mianhua terjebak cinta segitiga antara Lay dan Liu, cinta pertamanya yang mengira ia telah tiada. Romance novel ini mengikuti perjuangan Mianhua memulihkan ingatan dan memilih takdir di antara komitmen billionaire serta masa lalu yang kembali menghantui.
ISTRI YANG KUCAMPAKAN TERNYATA WANITA SUKSES
ISTRI YANG KUCAMPAKAN TERNYATA WANITA SUKSES
Dalam romance novel ISTRI YANG KUCAMPAKAN TERNYATA WANITA SUKSES, Dira menghadapi pengkhianatan suami dan adiknya. Ia berjuang membangun hidup baru yang mandiri. Temukan transformasi karier dan cinta di web novel modern ini sebagai salah satu fiction books pilihan pembaca.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pertemuan yang Ditakdirkan
Pertemuan yang Ditakdirkan
Ayahnya memaksa sang putrinya untuk mewakili saudara tirinya menikah dengan pria tua, jelek dan kaya itu, kalau tidak ayahnya tidak mau membayar biaya medis ibunya. Disaat semua orang mengira sang wanita itu akan menikah dengan pria tua yang jelek, tapi kaya, mereka tak menyadari kalau pria itu sangatlah ganteng, bahkan diam-diam membantu sang wanita. Tapi dalam perjalanan cinta ini, sang wanita akan memilih apa?
Mengejar Aib Tunangan, Eh Malah Baper?
Mengejar Aib Tunangan, Eh Malah Baper?
Vero yang sudah ditemukan ayah kandungnya, tiba-tiba menjadi putri keluarga bangsawan. Selama ini dia selalu menjunjung tinggi prinsip memiliki satu pasangan seumur hidup, jadi dia menolak menikah dengan tunangannya. Demi buktikan ke ayahnya bahwa dirinya benar, Vero memutuskan untuk pergi ke akademi yang didirikan tunangannya untuk membuktikan sifat buruk pria tersebut. Nggak disangka, di sana dia malah bertemu dengan teman masa kecilnya yang bernama Chandra. Sekarang dia harus buat keputusan untuk memilih Chandra atau tunangannya yang dirumorkan ingin berpoligami.
Dokter Bos Itu Ayah dari Anakku!
Dokter Bos Itu Ayah dari Anakku!
Saat dokter magang Molly melakukan cinta satu malam dengan seorang asing, ia mengira bahwa itu adalah hal yang akan berakhir pada malam itu juga. Namun, satu bulan kemudian, dia mengetahui dua kenyataan yang mengejutkan: dia hamil dari anak sang asing… dan pria tersebut ternyata adalah bos barunya, Dr. Graham Weston. Begitu rahasia Molly terungkap, rival-rivalnya pun bermuncul, termasuk keluarganya yang iri hati dan sosok dari masa lalu Graham, semuanya bermaksud memisahkan Molly dan Graham. Dengan tekanan yang meningkat dari berbagai sisi, bisakah mereka bertahan di tengah kekacauan itu dan menemukan cinta sejati dalam prosesnya?
[Versi suara dubbing] Kata Terakhir Milik Dia
[Versi suara dubbing] Kata Terakhir Milik Dia
Dalam keluarga dengan aturan ketat, nenek Buyut sebenarnya adalah teman kamar calon istri cucu Buyutnya. Calon istri tersebut ingin membalas dendam kepada orang yang dia tidak suka, tanpa menyadari bahwa orang lain bisa dengan mudah meruntuhkan mimpinya untuk memiliki keluarga kaya...
Strategi Bangkitnya Darah dan Cinta
Strategi Bangkitnya Darah dan Cinta
Seorang petani berusia paruh baya, Sena, menjadi muda kembali di tengah kekacauan perang berkat sebuah sistem yang dia miliki. Dalam perjalanannya, dia bertemu beberapa wanita cantik. Untuk bisa bertahan hidup, dia membuat kesepakatan dengan seorang jenderal wanita bernama Nara yang sedang terluka parah. Setelah itu, Sena dan Nara, yang menyamar sebagai pria, bergabung dengan pasukan militer. Dari situlah, dia memulai perjalanan untuk menjadi seorang pejuang dan penguasa.
Janji Masa Kecil
Janji Masa Kecil
Dia kehilangan pendengarannya karena dia, tetapi dia tidak tahu yang sebenarnya.