Logo
KUNYIT DARI SARANJANA
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

79 Bab
Tamat
Dalam KUNYIT DARI SARANJANA, Lawen, pemuda Dayak Bakumpai, menjadi buronan di kota gaib. Ia harus bertahan dari kejaran Panglima demi mengungkap misteri di balik sayembara Raja. Nikmati fantasy novel penuh aksi ini sebagai salah satu adventure story terbaik di platform web novel.
Bab 1 dari KUNYIT DARI SARANJANA

Laki-laki dari Suku Dayak Bakumpai bernama Lawen berlari tunggang langgang, ia di kejar oleh pasukan dari manusia dan robot.

Ia tidak mengetahui apa kesalah yang di perbuatnya sehingga di kejar dan hendak mereka tangkap.

"Kamu berhenti, jangan lari." Teriak pemimpin pasukan itu.

Lawen tidak mau menuruti teriakan itu ia terus saja berlari, hutan di depan sama sekali tidak ia kenal.

Hutan ini sangat asing baginya karna sangat ketakutan akan di tangkap tanpa pikir panjang dengan langkah kencang masuk ke dalam hutan.

"Tuan kita tidak mungkin mengejarnya lagi, ini sangatlah berbahaya." Ucap salah satu prajurit yang mengejar Lawen.

"Manusia itu pasti akan mati kalau sudah memasuki hutan terlarang, ayo kita pulang kembali ke istana."

Rombongan prajurit itu putar balik meninggalkan Lawen yang terus berlari ke dalam hutan, cahaya matahari tidak bisa menembus dedaunan pohon yang semuanya berjejer menjadi satu. Batang pohon dan akar semuanya sangat besar saking besarnya bisa untuk membuat satu perahu hanya dengan satu akar pohon.

Semakin ke dalam semakin gelap, hingga mengganggu penglihatannya.

"Oh Tuhan dimana aku ini, kenapa tempat ini begitu asing bagiku. Dan apa mau orang orang itu hingga mengejarku sampai sejauh ini." Gerutu Lawen dalam hati.

Karena pandangan yang terbatas ia tersandung sebuah akar kayu yang besar, ia terjungkal di sela sela akar kayu.

Sendal yang tadi ia kenakan talinya terputus, lutut dan lengannya mengeluarkan darah segar.

"Ahhhh sakit."

Lawen mendesis ia terpuruk, rasa haus menyerang tenggorokannya namun tidak kunjung melihat ada mata air di sekitar posisinya.

Dengan sedikit pincang ia melanjutkan berjalan mungkin sa'at ini ia sedang terkena dehidrasi, sehingga nampak susah bernafas ia harus segera menemukan mata air agar tidak melukai tenggorokannya yang sudah mengering.

Lawen melihat ada daun Bajakah Tampala, ia memperhatikan warnanya putih kuning dan coklat. Lawen mendekat memastikan ciri khusus dari Bajakah Tampala, kalau Bajakah Tampal maka daunya berbentuk tajam dan bunganya berwarna merah muda, putih ungu dan berbentuk kecil. Tanaman Bajakah Tampala sering di manfa'atkan oleh orang Dayak sebagai obat-obatan trasisional untuk melawan penyakit kanker.

Tanaman Bajakah Tampala merambat di batang pohon kayu hingga sampai 50 meter ke atas.

Mandau yang menggantung di pinggangnya ia keluarkan untuk menebas akar Bajakah Tampala, ia memotong dari dua sisi membentuk seperti sedotan.

Akar Bajakah Tampala ia angkat lalu lidahnya ia julurkan mengaliri serat air dalam akar. Kandungan air dalam akar Bajakah Tampala sangat banyak dan memiliki rasa seperti air pegunungan segar dan dingin alami. Selain menghilangkan rasa haus di tenggorokan meminum serat air Bajakah Tampala, juga dapat mengurangi kram pada perut dan bagi wanita menghilangkan rasa nyeri saat haid.

Hari sudah mulai gelap Lawen khawatir kalau tidak keluar hutan secapatnya. Jika malam masih dalam hutan ia takut sewaktu-waktu hewan buas akan datang, apalagi sekarang kondisinya sedang terluka banyak darah segar keluar dari tubuh, memudahkan hewan predator mengendus keberada'annya.

"Anak muda sedang apa kamu? di wilayahku"

Seorang Kakek bertubuh bungkuk menggunakan tongkat tiba tiba muncul di belakang, sorot matanya menandakan ketidak suka'an nya dengan kehadiran Lawen.

"Saya tersesat Kek"

"Tersesat cuih.! Alasan kamu sudah sering aku dengar"

"Banyak manusia serakah yang sengaja masuk ke hutan ini, kalian para manusia hanya bisa merusak saja"

Kakek itu mengayukan tongkatnya ke sebuah akar kayu besar, dia bilang manusia lalu dia apa? apakah dia hantu? Lawen mencerna perkata'an Kakek tua itu. Ia tidak sadar bahwa kaki yang menupang tubuhnya gemetaran dan mulai meleh.

"Tunggu Kek sampean mau kemana?"

"Apa urusanmu menanyakan aku hendak kemana"

Kakek tua bertongkat berbalik badan meninggalkan Lawen seorang diri, keinginan Lawen yang hendak menanyakan jalan keluar di hutan ini tidak bisa ia utarakan mulutnya seakan terkunci untuk mengucapkan kata-kata. Kakinya pun tidak bisa di gerakan lagi hingga jatuh tak sadarkan diri.

"Oooo Lawen jangan tidur sa'at senja, pamali"

Enon membangunkan Lawen dari tidurnya, dalam rumah betang yang tidak ada sekat di dalam, untuk alas tidur hanya menggunakan tikar dari anyaman purun( Tanaman Rawa).

"Iya Uma Lawen sudah bangun"

Kata Uma dalam bahasa Dayak Bakumpai adalah panggilan untuk seorang Ibu.

Lawen sadar tadi hanya sebuah mimpi namun mimpi ini sudah yang ke 3 kalinya, ia tidak terlalu memikirkannya dengan cepat langsung turun tangga menuju sungai tidak jauh dari posisi rumah betang. Lawen mencuci muka lalu melompat ke dalam air membersihkan tubuhnya.

Dari ekor mata ia menangkap sosok Kakek bungkuk tadi, tapi setelah ia fokuskan pandangan tidak terlihat ada seseorang.

Ia bergegas keluar dari dalam air menyudahi mandinya.

Lawen mempercepat langkahnya masuk ke rumah betang karena hari sudah mulai gelap.

"Uma bau apa ini tercium seperti aroma sesuatu yang gosong terbakar"

Ia mengendus dengan hidungnya ke seluruh sudut dalam rumah betang.

"Uma tidak tau, mungkin saja aroma tungku perapian kita yang terbakar coba kamu periksa dulu"

Enon yang sedang asik menyusun daun sirih lalu mengoles kapur sedikit dan menggulungnya dengan buah pinang, tradisi manginang / menyirih sudah di lakukan masyarakat Dayak turun temurun.

"Sudah aku periksa Uma, tidak ada sesuatu yang terbakar dalam tungku"

"Hidungmu sudah bermasalah, itu akibat kamu sering tidur di waktu senja, pamali"

Lawen kesal dengan kata-kata Uma padahal ia sangat yakin aroma gosong tadi nyata, tapi setelah ia endus kembali tidak ada aroma gosong.

Lampu pelita berbahan bakar minyak tanah menjadi satu-satunya penerang di malam hari, ketika malam tiba perapin (obat nyamuk tradisonal) di hidupkan mengepul asapnya yang banyak, memenuhi ke seluruh sisi rumah betang. Membuat Uma Enom yang sedang menginang terganggu.

"Matikan perapin itu sebentar, nyamuk-nyamuknya juga sudah pergi"

Ucap Enon yang terbatuk-batuk.

Lawen mencipratkan air ke arah perapin, untuk mematikan nyala api dan mengurangi kepulan asapnya.

"Uma apa lauk buat kita makan malam ini"

"Ikan betok rebus ada di dalam tudung saji, kalau mau makan, makan lah dulu."

Lawen makan dengan lahapnya hingga ia lupa menyisakan ikan untuk Umanya, ikan gabus yang besar ia habiskan dari ekor sampai kepala tidak bersisa.

Setelah makan ia langsung menggelar tikar menggantung kelambu bersiap untuk tidur.

"Dasar anak itu, akhir-akhir ini sangat lahap makan. Sampai lupa menyisakan untuk ku"

Enon menggelengkan kepala mebuka tudung saji.

Enom kembali merebus ikan gabus, untuk lauknya makan, malam ini cuacanya sangat dingin.

Setelah setengah jam ia merebus ikan gabus namun tidak kunjung matang. Biasanya hanya perlu waktu 10 menit untuk memasak ikan gabus ini, pikir Enon.

Suara berdenyit terdengar seperti suara kuku yang mencakar dinding rumah, ia turun membawa lampu pelita melihat mahluk apa? yang membuat gaduh di rumahnya. Namun setelah ia melihat ke sekeliling rumah tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Kressss bakantan melompat dari bawah rumah berlari ke dalam semak semak.

Ia lega ternyata hanya binatang yang sedang mencari makan.

Setelah puas melihat lihat ia kembali masuk ke dalam rumah.

"Lawen cari kayu bakar di hutan, persedia'an kayu kita sudah menipis."

Masyarakat Dayak Bakumpai memasak hanya mengandalkan ranting kayu dari hutan sekitar, Lawen sehari-hari hanya bekerja mencari ikan, seminggu sekali ia akan masuk ke dalam hutan untuk mengumpukan ranting kayu untuk sekedar keperlua'an memasak.

"Sebentar Uma, Lawen masih memberi makan ayam."

"Ayam kamu itu sebaiknya di potong saja untuk lauk makan."

"Jangan Uma, ayam ini teman satu-satunya Lawen. Untuk lauk biar Lawen turun ke sungai mencari ikan Lagi."

Di sisi rumah ada seseorang yang melihat aktivitas Lawen ia mengendap endap layaknya seorang ninja, ia bersembunyi dari pohon ke pohon secepat kilat hingga tidak terlihat dengan mata normal.

Lanjung / tas di punggung Lawen sudah di pikul serta mandau sudah tergantung di sisi pinggangnya. Ia siap berangkat masuk ke dalam hutan mencari kayu bakar, dengan langkah santai berjalan menyusuri jalan setapak.

Di kampung ini hanya ada 30 rumah betang jarak rumah ke rumah lumayan jauh tidak seperti kampung yang kita lihat sekarang rumah-rumah berjejer saling berdempetan.

Alasan masyarakat Dayak Bakumpai membuat rumah jauh dari rumah lainnya, karena ingin dekat denan sungai dan juga ingin mencari tanah subur serta luas. Supaya bisa bercocok tanam, uang tidaklah penting bagi masyarakat Dayak Bakumpai karena segala kebutuhan sudah semuanya di sediakan oleh alam.

Jika ingin ikan hanya tinggal pergi ke sungai, jika perlu sayur dan daging pergi ke dalam hutan.

Setelah Lawen melewati pohon besar ia mendengar suara ranting patah akibat pijakan kaki di balik semak-semak. Terus ia perhatiakan dan menajamkan pendengaran, mandau ia keluarkan dari sarung sebagai bentuk ke waspada'an.

"Siapa disana.?"

Dengan langkah pelan mendekati ke arah semak semak, ia ingin melihat siapa? yang bersembunyi disana. Di dalam semak-semak ada pergerakan hingga membuat anak kayu bergoyang. Lawen mulai mengayunkan mandau menebas anak kayu buka jalan.

"Kreahhhh Weeuuukkk, Uweeekkek"

Di balik semak- semak ternyata dua pasang kera hutan yang sedang memadu kasih, Lawen tersenyum dan kembali menyarungkan mandaunya lalu melanjutkan jalan. Tidak lupa sebagai orang Dayak yang baik ia meminta ma'af kepada kera hutan yang telah tergangu dengan kehadirannya.

"Wal tunggu." Seorang laki-laki dari arah belakang memanggil Lawen.

Sebutan Wal dalam bahasa Dayak Bakumpai adalah kawan.

"Kenapa ada pa Cek, apa kamu juga ingin masuk ke hutan."

"Iya aku juga ingin ke hutan mencari kayu bakar."

Napas Ecek naik turun tersengal-sengal, setelah berlari kencang agar bisa menyusul Lawen.

"Ayo mari kita berangkat, nanti keburu gelap."

"Tunggu dulu biarkan aku sedikit mengambil napas."

Mereka berjalan bersama mesuk ke dalam hutan, hamparan hijau rumput ilalang yang di tiup oleh angin menambah keindahan pemandangan di dalam hutan. Ranting yang mereka temukan langsung di masukan ke dalam lanjung, mereka cukup jauh berjalan ke dalam hutan Lawen melihat tumpukan ranting kering yang cukup banyak, sehingga ia sangat antusias, tidak mudah untuk bisa mengambilnya ia harus melompati kayu besar yang tumbang agar bisa sampai di tumpukan ranting itu.

Tanpa di sadari hari mulai gelap dan merekapun terpisah, ia mencoba berteriak memanggil nama Ecek tapi tidak ada jawaban. Ia ingin kembali ke tempat dimana mereka tadi masih bersama namun tidak kunjung menemukan jalan. Padahal ia sering mondar-mandir di dalam hutan tidak biasanya kehilangan arah jalan.

"Ecek dimana kamu? apa kamu mendengarku."

Lawen terus berjalan mengayunkan mandaunya menebas apapun yang menghalangi jalan.

"Dimana Lawen, perasa'an tadi masih berada di belakang. Apa dia sudah pulang? cepat sekali menghilangnya."

Di tempat lain.

Ecek bergumam, ia kesal Lawen meninggalkannya. Mentang-mentang lanjungnya sudah terisi penuh tanpa pamit ia pergi.

Karena hari yang sudah mulai gelap Ecek bergegas menuju rumah betangnya padahal lanjung yang dia pikul belum terisi penuh, tidak biasanya butuh waktu lama mencari ranting kayu. Namun hari sedikit berbeda.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
Dalam novel modern "Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya", seorang istri diculik bersama mantan kekasih suaminya. Sang suami justru mengorbankannya demi menyelamatkan wanita lain, tanpa tahu sang istri tengah hamil. Baca novel online gratis bertema romance aksi penuh misteri ini sekarang.
Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
Dalam novel modern Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur, seorang istri sah dikeroyok akibat ulah suaminya. Baca novel online gratis misteri penuh aksi ini, di mana sang istri menuntut para pelaku dan menceraikan suaminya yang tidak tahu diri tanpa memberi sepeser pun harta.
Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
Dalam Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia, Aneisha harus bertahan dari siksaan Tuan Zu dan ketiga istrinya. Setelah melarikan diri, ia bertransformasi menjadi wanita tangguh. Baca kisah selengkapnya di mafia novel ini, sebuah romance stories penuh intrik dan aksi yang memukau.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan karier dan warisan ibunya akibat pengkhianatan suami dan putranya demi wanita lain. Novel modern ini mengikuti misinya melarikan diri dari sangkar obsesi. Baca kisah romance penuh aksi balas dendam ini di webnovel kami.
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Dalam Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!, Mireya, sniper Galaxy Hitam, mengincar nyawa Jenderal Arnold demi membalas dendam keluarga. Misi berbahaya ini menguji loyalitasnya di tengah konspirasi mafia novel dan aksi menegangkan. Baca romance novel penuh intrik ini di platform webnovel sekarang.
Karma sang pelakor
Karma sang pelakor
Dalam novel modern Karma sang pelakor, Christian bersaudara merencanakan pembunuhan demi membalas pengkhianatan suami mereka. Kematian tragis ini memicu Nathan bersaudara menyelidiki misteri tersebut. Ikuti aksi penuh intrik ini di webnovel yang menyajikan mystery story mendalam.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Terpikat Olehmu
Terpikat Olehmu
Karina dan Daniel menghabiskan malam bersama karena sebuah ketidaksengajaan, tetapi Karina berakhir dicampakkan. Setelah dua tahun membesarkan anaknya seorang diri, takdir kembali mempertemukan Karina dengan Daniel yang kini sebagai bos barunya. Daniel yang dikenal dingin dan acuh tak acuh justru menyadari dia perlahan terpikat oleh Karina. Namun, sampai kapan rahasia Karina tetap aman dari Daniel?
Cobaan Terakhir Sebelum Nikah
Cobaan Terakhir Sebelum Nikah
Kate sudah bersama Nick selama 6 tahun tanpa ada tanda-tanda nikah, hanya ada alasan tanpa akhir. Jadi Kate daftarkan diri ke sebuah acara realita di mana pasangan saling bertukar pasangannya. Dia pun dihadapi dengan 4 pria menarik. Inilah perjalanan Kate yang penuh drama dan godaan.
Istri Gemuk Dimanjakan
Istri Gemuk Dimanjakan
Dewi masuk ke dunia novel sebagai tokoh sampingan berbobot 100 kg. Demi mengubah nasib mati saat melahirkan, ia lepas dari sistem dan mencari suaminya. Dengan kecerdasan modern, ia membalikkan citra dan membuat Andi terguncang.
Menanti Bidadari Masuk Jebakan
Menanti Bidadari Masuk Jebakan
Di kehidupan sebelumnya, Jelita Hadiningrat menyembunyikan kekayaannya selama lima tahun demi cinta, tapi akhirnya dibunuh oleh pacarnya yang berengsek dan Yani Surya, nona muda palsu yang menyamar.
Kekasih Pengganti Tuan Moody
Kekasih Pengganti Tuan Moody
Pengantin pria adalah seorang lumpuh, dan pengantin wanita adalah seorang gelandangan. Orang-orang mengolok-olok mereka, tetapi sedikit yang mereka tahu, keduanya menyimpan rahasia mereka, menunggu saat yang tepat...
Takdir Jadi Bodyguard Sang CEO
Takdir Jadi Bodyguard Sang CEO
Sebastian, seorang penjaga keamanan, memulai kariernya dengan tanpa sengaja menyinggung Olivia, pewaris bisnis miliarder. Sebagai balasan, wanita itu menyelidikinya tanpa henti, didukung ancaman dari para pelamar kaya yang cemburu. Situasi ini membuat Sebastian semakin gelisah akan terbongkarnya identitas rahasianya. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Olivia saat dia ditugaskan khusus untuk melindunginya. Betapa terkejutnya Sebastian saat menyadari wanita yang dijaganya adalah sahabat masa kecilnya yang hilang. Pengakuan ini pun membawa mereka pada kebenaran kelam di balik pembantaian keluarga Sebastian di masa lalu. Kini, setelah menjadi prajurit tak terkalahkan, Sebastian memulai misi balas dendam untuk menghukum setiap orang yang bertanggung jawab atas tragedi keluarganya.