Logo
Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih

Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih

59 Bab
Tamat
Dalam romance novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih, mantan koki yang kini menjadi pengacara kembali menuntut balas. Setelah dikhianati demi wanita lain, ia meninggalkan hubungan beracun untuk membangun takdirnya sendiri. Baca kisah modern novel ini untuk melihat aksi balas dendamnya.
Bab 1 dari Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih

Demi tunanganku, Galih, aku rela mengorbankan karirku sebagai koki dan menelan ludah saat ia membatalkan rencana restoran kami untuk ke-52 kalinya. Aku menoleransi semua itu, bahkan saat ia lebih mementingkan model "rapuh" bernama Davina.

Namun, saat aku demam tinggi dan sangat membutuhkannya, ia justru mengirimiku sup tom yum udang-makanan favorit Davina.

Dia bahkan tidak ingat aku alergi seafood.

Tujuh tahun pengorbanan terasa sia-sia. Aku membuang kalung pemberiannya, mengundurkan diri dari pekerjaan, dan kembali ke kampung halaman untuk memulai hidup baru sebagai pengacara, identitas asliku yang selama ini kusembunyikan.

Galih yang panik akhirnya menyusulku. Ia bahkan berlutut di depan kantor baruku, melamarku di hadapan semua orang.

Aku menatapnya dingin, lalu dengan suara lantang aku berkata, "Aku tidak akan menikahimu karena kamu membatalkan pernikahan kita 52 kali. Aku tidak akan menikahimu karena kamu melupakan alergi seafood-ku. Dan aku tidak akan menikahimu karena kamu tidak pernah setia."

Aku akan menghancurkan harga dirinya, sama seperti ia menghancurkan hatiku. Mulai sekarang, aku adalah ratu atas takdirku sendiri.

Bab 1

Amira Suwito POV:

Ketika Galih Palgunadi membatalkan rencana pembukaan restoran impian kami untuk yang ke-52 kalinya, aku tahu ada yang tidak beres. Angka lima puluh dua. Itu bukan sekadar angka, itu adalah pengingat betapa seringnya aku menelan ludah dan memaafkan. Setiap kali dia mengatakan 'nanti', hatiku terasa diremas.

Saat itu aku sedang demam tinggi. Tubuhku menggigil hebat, tenggorokanku sakit, dan kepalaku berdenyut-denyut seperti ditusuk jarum. Aku hanya ingin bersandar pada bahu Galih, mencari sedikit kekuatan di tengah kekacauan ini. Restoran yang hampir jadi, impian kami berdua, kini terasa seperti beban yang menghimpitku sendirian.

"Aku butuh kamu, Galih," kataku lirih di telepon, suaraku serak dan parau. "Aku tidak enak badan. Kita bisa menunda ini, kan?" Jeda di ujung sana terasa seperti jurang yang menganga, menelan habis sisa harapanku. "Davina butuh aku, Mir," jawabnya, suaranya terdengar jauh dan terburu-buru. "Dia baru saja pingsan di lokasi syuting. Kamu tahu dia rapuh." Aku merasa seperti tidak pernah ada di daftar prioritasnya.

Aku melihat ke sekeliling, pada dinding-dinding bata ekspos yang baru saja kami pasang dengan susah payah. Aku menatap meja-meja kayu jati yang terukir indah, hasil pilihanku sendiri. Ini adalah tempat kami, atau setidaknya, aku berpikir begitu. Tapi kini, bayangan Davina Arsyad, model pendatang baru yang selalu diklaim 'rapuh' oleh Galih, menguasai ruang ini. Keberadaannya terasa lebih nyata daripada keberadaanku sendiri.

Ayah dan Ibu menelepon, nada suara Ibu dipenuhi kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan. "Amira, kamu baik-baik saja, Nak?" Suara Ibu terdengar lembut tapi tegang. "Ayah dengar Galih lagi sibuk sama model itu lagi." Aku hanya bisa mengangguk, padahal mereka tidak bisa melihatku. Air mata mulai menetes, bukan karena sakit fisik yang kurasakan, tapi karena luka yang jauh lebih dalam, mengoyak-ngoyak batinku.

Selama tujuh tahun ini, aku telah mengorbankan segalanya untuk Galih. Karier koki yang cemerlang, mimpi-mimpi pribadiku yang begitu berharga, semua kukesampingkan demi mendukungnya. Aku merancang menu restoran kami, membantunya mencari investor, bahkan membersihkan studio fotografinya saat ia lelah dan tak berdaya. Tapi siapa yang melihat itu? Siapa yang menghargai semua itu? Tidak ada.

Puncak kekesalan itu terjadi hari ini. Aku berada di lokasi restoran, mengecek pemasangan lampu gantung terakhir. Tanganku gemetar saat menggenggam getaran ponsel di sakuku. Galih. Dia membatalkan proyek ini lagi. "Davina pingsan, Mir. Aku harus membawanya ke rumah sakit," katanya terburu-buru, tanpa memberiku kesempatan sedikit pun untuk bicara atau membalas.

"Tapi... aku di sini, Galih. Sendirian," suaraku bergetar, hampir tidak terdengar. "Ini hari penting, kita harus memastikan semuanya beres!" Aku mencoba menjelaskan, berharap ia mengerti. "Davina lebih butuh aku," ulangnya, seolah itu adalah mantra ajaib yang bisa membenarkan segalanya. Tidak ada penjelasan lain, tidak ada permintaan maaf tulus. Hanya Davina. Selalu Davina.

"Aku janji, setelah Davina pulih, kita akan menyelesaikan ini. Kita akan menikah, Mir. Aku akan menebus semuanya," katanya, suaranya kini terdengar lebih halus, seperti madu yang terlalu kental dan lengket. Aku mendengarnya, tapi kata-katanya terasa hampa, menguap begitu saja. Pernikahan? Restoran? Hanya janji manis belaka yang tak pernah terwujud.

Sebelum aku bisa membalas, telepon sudah terputus. Sambungan mati. Dia pergi. Meninggalkanku sendirian di antara puing-puing impian kami yang baru saja kubangun dengan kedua tanganku.

Ini bukan pertama kalinya. Ingat angka 52? Itu bukan sekadar kebetulan. Ini adalah pola yang berulang, sebuah siklus penghancuran yang terus terjadi, dan aku, dengan bodohnya, selalu menunggu di ujungnya, berharap kali ini akan berbeda, berharap dia akan berubah.

Aku mengepalkan tangan kuat-kuat. Keringat membanjiri dahiku, bukan hanya karena demam, tapi juga amarah yang kini mulai membakar seluruh relung hatiku. Aku tidak menangis, tidak menjerit. Hanya sebuah dingin yang menusuk, menembus tulang-tulangku. Ini bukan aku. Aku tidak pernah sesabar ini.

Saat Galih kembali ke rumah malam itu, ia terlihat sangat lelah. "Maaf, Mir," katanya sambil membelai rambutku, seolah itu bisa menghapus segalanya. Aku memaksakan senyum tipis. "Tidak apa-apa," jawabku, suaraku datar dan hampa. Aku menatapnya, mencoba mencari tahu, apakah ada sedikit penyesalan di matanya. Aku tidak menemukan apa pun.

Dia terkejut. "Kamu tidak marah?" tanyanya, alisnya terangkat, seolah aku adalah teka-teki yang sulit dipecahkan. Aku hanya mengangkat bahu acuh tak acuh. Apa gunanya marah? Bukankah itu hanya akan menjadi salahku lagi?

"Aku tahu kamu sakit," katanya sambil menyerahkan sebuah kotak bekal berwarna biru. "Aku bawakan makanan favoritmu. Sup tom yum udang." Aku menatap kotak itu. Aroma pedas dan asam langsung menyeruak, menusuk hidungku. Makanan favoritku?

"Terima kasih," kataku singkat, tidak menatapnya, menghindari tatapannya. Hatiku terasa kosong, hampa tak berujung.

Setelah Galih kembali sibuk dengan ponselnya, seolah aku tidak ada, aku menatap sup di tanganku. Senyum pahit merekah di bibirku. Ini bukan makanan favoritku. Aku alergi seafood. Makanan ini... Makanan ini adalah favorit Davina. Kebohongan kecil yang menyakitkan. Dia bahkan tidak ingat hal sesederhana itu.

Sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk hati. Hadiah Galih saat kami merayakan ulang tahun pertama kami. Dulu, setiap melihatnya, hatiku berdesir, dipenuhi kebahagiaan. Kini, kalung itu terasa seperti rantai yang membelenggu, mencekik leherku. Pengingat akan janji-janji kosong dan pengorbanan yang tak dihargai.

Aku mencengkeram kalung itu kuat-kuat. Dingin dan berat di telapak tanganku. Tidak ada lagi kehangatan yang terpancar dari sana. Hanya beban yang teramat sangat.

Aku bangkit, berjalan ke tempat sampah di dapur, dan melemparkan kalung itu ke sana. Suara dentingan logam beradu dengan plastik. Bersamaan dengan suara itu, sesuatu dalam diriku ikut hancur dan mati.

Cukup. Tujuh tahun. Cukup. Semuanya berakhir sekarang.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

AKU MUNDUR, MAS!
AKU MUNDUR, MAS!
Dalam AKU MUNDUR, MAS!, Syafitri menghadapi konflik keluarga dan hasutan mertua yang merusak rumah tangganya. Lelah bertahan, ia memilih mundur demi kebahagiaan baru. Baca kisah romance modern ini di platform web novel kami untuk mengikuti perjuangan Fitri mencari keadilan hidup.
Cinta Lima Belas Tahun
Cinta Lima Belas Tahun
Dalam novel romantis Cinta Lima Belas Tahun, hubungan bahagia tokoh utama dengan Bagas Saputra selama 15 tahun hancur sejak kehadiran wanita lain. Bagas berubah drastis dan menuntut perceraian. Temukan perjuangan mempertahankan pernikahan ini di platform baca buku online gratis kami.
Cinta Yang Terenggut
Cinta Yang Terenggut
Dalam novel Cinta Yang Terenggut, Jonathan menghadapi dilema perceraian setelah sepuluh tahun menikah. Di tengah konflik, ia beralih ke sekretarisnya. Ikuti kisah billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan mempertahankan komitmen dalam modern novel yang penuh intrik.
Dosa Terindah
Dosa Terindah
Dalam novel Dosa Terindah, Andika melepas kemewahan demi Lisna, namun takdir memisahkan mereka. Saat bertemu kembali, Lisna milik pria lain. Ikuti perjuangan Andika mengejar cinta sejatinya dalam romance novel ini, sebuah billionaire romance books penuh rintangan dan pengorbanan.
Dua Wajah Suami Romantisku
Dua Wajah Suami Romantisku
Dalam Dua Wajah Suami Romantisku, Vanessa menghadapi konflik pernikahan berat saat kembaran suaminya muncul. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Eksa mempertahankan kesetiaan istrinya dari gangguan pihak ketiga. Baca webnovel modern ini untuk mengikuti lika-liku cinta mereka.
Duda Kuat
Duda Kuat
Dalam novel Duda Kuat, Satria menghadapi perceraian ketujuh karena stamina ranjangnya yang luar biasa. Pria ini harus mengungkap misteri obat dari sang kakek di tengah pencarian pasangan yang sanggup mengimbanginya. Baca romance novel dewasa ini sebagai pilihan fiction books terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kebobolan Anak Kembar Tiga Si Miliarder
Kebobolan Anak Kembar Tiga Si Miliarder
Karena butuh pewaris secepatnya untuk mengamankan posisinya di perusahaan, Oscar memutuskan untuk menggunakan jasa ibu pengganti. Tapi tanpa sengaja, spermanya malah terinjeksi ke Phoebe yang datang untuk periksa kandungan ke dokter kandungan. Agar Phoebe mau meneruskan kehamilannya, Oscar mengajaknya nikah kontrak. Dari sana, mereka berdua mulai menjalani hubungan yang penuh ujian...
Cari Istri ke Zaman Kuno
Cari Istri ke Zaman Kuno
Sony, seorang ahli teknik, terlempar ke dunia paralel di Desa Karang, Wilayah Awan, di bawah kekuasaan Dinasti Agung. Ia bereinkarnasi menjadi seorang pengrajin dari kasta rendah yang bahkan tidak memiliki nama. Pada usia 27 tahun, ia masih lajang dan menurut hukum Dinasti Agung, hukuman untuknya adalah pancung. Namun, begitu tiba, pemerintah setempat justru memberikannya seorang istri! Dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi modern dan pola pikirnya, ia bangkit dan akhirnya terungkap bahwa ia sebenarnya adalah sang Kaisar yang hilang. Namun, karena lebih mencintai kebebasan, ia menyerahkan tahta kepada adik perempuannya dan memilih pergi bersama keempat istrinya yang sedang hamil untuk hidup bahagia dan merdeka di tempat yang jauh.
[Versi suara dubbing] Jenius Reborn: Sumpah Balas Dendam
[Versi suara dubbing] Jenius Reborn: Sumpah Balas Dendam
Seorang remaja berbakat diakui pada usia 17 tahun, menyerahkan segalanya untuk keluarga tetapi dibingkai oleh master muda palsu, terbunuh secara tidak sengaja oleh keluarga sendiri, dan setelah rebirth, bersumpah akan membuat pelaku membayar!
Selamat Tinggal Mantan, Aku Kembali Menjadi Ahli Waris
Selamat Tinggal Mantan, Aku Kembali Menjadi Ahli Waris
Setelah dijebak karena dituduh selingkuh oleh saudara perempuannya dan kehilangan kepercayaan suaminya, ia menghadapi keputusasaan setelah mengalami keguguran tanpa ada yang bisa diandalkan. Namun, saudara kandungnya mengungkapkan bahwa dia adalah seorang pewaris miliarder, memberinya kesempatan untuk mendapatkan kembali statusnya. Saat dia kembali, kehadirannya mengejutkan mantan suaminya...
Kumohon, Ceraikan Aku
Kumohon, Ceraikan Aku
Dewa Perang Bema, Ardi Pratama, yang takut menikah, menyamar sebagai satpam bernama Adrian Pratama atas perintah bibinya. Ia menikahi CEO dingin Maya Santoso, sengaja berulah agar diceraikan, namun diam-diam berulang kali menyelamatkannya. Tanpa sepengetahuan Maya yang mulai jatuh hati, suaminya itu ternyata sang Dewa yang selama ini ia diam-diam kagumi.
Dapat Suami, Dapat Hadiah?
Dapat Suami, Dapat Hadiah?
Aubrey dan adik perempuannya, Hannah, menikahi kedua putra keluarga Powell demi imbalan besar. Aubrey yang tangguh secara fisik ditugaskan untuk mendisiplin sang adik yang playboy, sementara Hannah yang energik dan cerewet ditugaskan untuk menyembuhkan sang kakak yang pendiam. Namun, ketika mereka berdua hendak menyelesaikan perceraian dan mengambil hadiah, kedua saudara Powell justru bertindak cepat untuk menggagalkan rencana tersebut.