Logo
Ketika Suami Membagi Cinta
Ketika Suami Membagi Cinta

Ketika Suami Membagi Cinta

83 Bab
Tamat
Dalam novel modern Ketika Suami Membagi Cinta, Arunika menghadapi keruntuhan rumah tangga saat Davin jatuh hati pada wanita lain. Meski Mireya mulai menjauh, Arunika memilih diam dalam luka. Temukan kisah pengkhianatan ini di web novel yang menghadirkan romance novel penuh konflik.
Bab 1 dari Ketika Suami Membagi Cinta

Hujan turun dengan deras di luar jendela, menimbulkan suara gemuruh yang bercampur dengan dentingan air mengenai atap rumah. Dari balik tirai tipis, Arunika Selvara menatap kosong ke arah gelap malam. Cangkir teh hangat di tangannya sudah lama dingin, uapnya lenyap sejak ia biarkan tanpa disentuh.

Di ruang tamu yang luas itu, hanya suara hujan dan detak jam dinding yang terdengar. Rumah sebesar ini seharusnya ramai dengan tawa dan obrolan keluarga, tapi malam itu yang tersisa hanyalah kesunyian.

Pintu depan tiba-tiba terbuka. Suara langkah sepatu bergema. Seorang pria tinggi dengan jas yang masih melekat di tubuhnya masuk dengan wajah tanpa ekspresi.

"Sudah larut," ucap Arunika pelan, hampir tanpa suara.

Davin Albrecht tidak langsung menjawab. Ia melepas jasnya, menggantung di dekat pintu, lalu berjalan melewati Arunika tanpa menoleh. Bau parfum asing yang samar tercium saat ia lewat, menusuk indera Arunika dengan getir yang sulit dijelaskan.

"Papa!" suara riang terdengar dari tangga. Mireya, gadis kecil berusia lima tahun, berlari turun dengan piyama bergambar kelinci. Matanya berbinar, seakan baru saja mendapat hadiah besar hanya karena ayahnya pulang.

Davin berhenti. Senyum tipis, jarang sekali muncul, terbit di wajahnya. Ia berjongkok, meraih Mireya dalam pelukan. "Sayang, sudah tidur?" tanyanya.

"Aku tunggu Papa pulang. Mama bilang Papa sibuk, tapi aku ingin kasih lihat gambaranku." Mireya menunjukkan kertas berwarna yang digenggamnya erat.

Arunika hanya bisa memperhatikan dari jauh. Senyum Mireya, tawa kecilnya, dan pelukan erat itu bukan untuknya. Hatinya menghangat sekaligus perih.

Davin menatap gambar itu. "Indah sekali. Kamu memang pintar."

Mireya tertawa kecil. "Aku gambar Papa, Mama, dan aku. Lihat, di sini kita bertiga pegang tangan."

Arunika menelan ludah. Dadanya terasa sesak mendengar kalimat sederhana itu. Gambar keluarga kecil yang tampak sempurna, meski kenyataan begitu jauh dari itu.

"Cantik sekali." Davin mengacak lembut rambut putrinya. "Sekarang, waktunya tidur. Papa antar, ya?"

"Boleh, Papa!" Mireya melompat kegirangan.

Arunika ingin ikut bicara, ingin mengatakan bahwa ia yang seharusnya menemani anaknya tidur. Tapi tatapan dingin Davin saat ia hendak membuka mulut membuatnya mengurungkan niat. Ia hanya duduk diam, memeluk cangkir kosong yang sejak tadi tidak berguna.

Langkah kaki mereka berdua naik ke lantai atas, meninggalkan Arunika sendirian di ruang tamu. Hanya dentuman hujan yang kembali mengisi ruang.

Beberapa menit kemudian, Davin turun lagi. Wajahnya datar, dingin, seolah senyum tadi hanyalah topeng untuk putri mereka.

"Kamu belum tidur?" suaranya terdengar datar, nyaris seperti pertanyaan basa-basi.

Arunika menoleh sekilas, lalu kembali menatap ke luar jendela. "Tidak bisa tidur."

Davin duduk di sofa seberang, mengambil tablet dari tasnya, langsung menatap layar. Tidak ada kelanjutan obrolan. Tidak ada pertanyaan lebih jauh.

Arunika menghela napas. "Kamu makan?"

"Sudah." Jawaban singkat.

"Dengan siapa?" Pertanyaan itu lolos begitu saja, meski ia tahu risikonya.

Tatapan Davin terangkat dari layar. Mata abu-abunya menusuk, dingin, penuh peringatan. "Apa gunanya kamu tahu?"

Arunika terdiam. Lidahnya kelu. Ia ingin marah, ingin menuntut, ingin menjerit bahwa ia tahu ada wanita lain bernama Selina yang kini menjadi bagian hidup Davin. Tapi ia menahan diri. Sudah terlalu sering ia melawan, dan hasilnya hanya luka baru.

"Aku hanya... khawatir," jawabnya pelan.

Davin tidak menanggapi. Ia kembali menatap layar, seolah Arunika hanyalah bayangan tak berarti.

Arunika menunduk. Tangannya gemetar memegang cangkir. Ia ingin sekali menanyakan apa Selina lebih baik darinya, apa Selina yang mampu membuat Davin tersenyum dengan tulus. Tapi suara itu terjebak di tenggorokan.

Keesokan paginya, rumah kembali sunyi. Davin berangkat lebih awal, seperti biasa. Mireya masih tertidur pulas, memeluk boneka kelinci kesayangannya.

Arunika berdiri di dapur, menyiapkan sarapan yang ia tahu tidak akan disentuh suaminya. Ia melakukannya bukan karena berharap Davin akan berubah pikiran, tapi lebih sebagai rutinitas yang sudah mendarah daging.

Saat ia tengah menuangkan susu untuk Mireya, telepon rumah berdering. Arunika mengangkat.

"Halo?"

"Arunika? Ini Clara."

Hatinya langsung terhentak. Nama itu seperti pisau. Clara Selina-wanita yang selama ini hanya ia dengar lewat bisik-bisik dan kabar samar, kini menyebut namanya secara langsung.

"Kenapa meneleponku?" suara Arunika bergetar.

"Aku hanya ingin bicara baik-baik. Tentang Davin."

Arunika menggenggam gagang telepon lebih erat. "Aku tidak perlu mendengar apa pun darimu."

"Tapi kamu harus tahu," suara Selina terdengar tenang, terlalu tenang. "Dia mencintaiku."

Arunika memejamkan mata. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Kata-kata itu seperti racun yang meresap dalam darahnya.

"Jangan hubungi aku lagi," ucapnya, lalu menutup telepon dengan tangan gemetar.

Tubuhnya bersandar pada dinding dapur. Napasnya berat, seperti baru saja kehilangan udara. Ia ingin berteriak, tapi yang keluar hanyalah isakan tertahan.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti bayangan. Davin semakin jarang pulang tepat waktu. Saat pulang pun, perhatiannya hanya untuk Mireya. Arunika merasa posisinya di rumah ini semakin menghilang.

Malam itu, saat Davin baru saja tiba, Arunika memberanikan diri bicara.

"Kita bisa bicara sebentar?" suaranya pelan.

"Besok. Aku lelah." Davin menanggalkan jas, berjalan ke arah tangga.

"Davin!" suara Arunika meninggi, untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Pria itu berhenti, menoleh dengan sorot tajam. "Apa?"

"Apa kamu masih ingin pernikahan ini? Atau kamu hanya menunggu aku yang menyerah?"

Keheningan panjang menyusul. Davin menatapnya lama, lalu berkata, "Kalau kamu mau pergi, pintunya selalu terbuka."

Arunika terdiam. Dadanya seperti diremas. Bukan hanya dingin, tapi juga kejam.

"Kalau bukan karena Mireya..." Davin menggantung kalimatnya, lalu berbalik naik ke atas.

Arunika berdiri mematung. Air matanya jatuh begitu saja. Ternyata, ia benar-benar hanyalah bayangan yang dipertahankan demi anak.

Malam itu, Arunika duduk di kamar Mireya, memandang putrinya yang tertidur pulas. Gadis kecil itu tersenyum dalam tidurnya, seperti tidak ada dunia yang lebih indah dari mimpinya.

Arunika mengusap rambut Mireya, membisikkan, "Mama akan selalu ada di sini. Untukmu. Apa pun yang terjadi."

Tapi jauh di lubuk hatinya, ia bertanya-tanya: sampai kapan ia bisa bertahan? Sampai kapan ia bisa pura-pura kuat, sementara hatinya hancur sedikit demi sedikit?

Dan justru di saat itu, di tengah keputusasaan, sebuah perasaan asing muncul. Ia sadar-di balik semua kebekuan ini, Davin belum benar-benar melepasnya. Ia masih bertahan, entah dengan alasan apa.

Dan itulah yang paling menyakitkan. Karena jika Davin benar-benar ingin pergi, mungkin rasa sakitnya tidak akan serumit ini.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ayah CEO Pengen Pelukan
Ayah CEO Pengen Pelukan
Dalam Ayah CEO Pengen Pelukan, Nadia terjebak malam panas dengan orang asing. Namun, Kresna sang miliarder merasa terhina saat diberi uang tip. Baca romance novel ini untuk melihat upaya Kresna memburu Nadia di billionaire romance books yang penuh intrik dan gairah modern novel.
CANDU CINTA CEO AROGAN
CANDU CINTA CEO AROGAN
Dalam CANDU CINTA CEO AROGAN, Erlan Levin terjebak pernikahan paksa akibat insiden tak terduga. CEO ini harus menghadapi konsekuensi hidup bersama gadis pilihan keluarga. Simak kisah seru di billionaire romance novels ini, salah satu web novel terbaik untuk dibaca online secara gratis.
Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
Dalam Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam, Brynn terjebak dalam kendali Lawrence. Saat mencoba bangkit di romance novel ini, sang billionaire justru mengklaimnya kembali di depan publik. Baca kisah modern novel ini untuk mengungkap rahasia di balik pernikahan Lawrence.
Disusui Madu
Disusui Madu
Dalam novel Disusui Madu, Wafa terjebak dalam dominasi Cindy saat menumpang di rumahnya. Konflik memuncak ketika Wafa dipaksa menjadi asisten rumah tangga hingga kehilangan putranya. Modern novel ini menyajikan mystery story tentang kehamilan Cindy yang mengancam keutuhan rumah tangga Wafa.
Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
Dalam Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan, seorang ahli strategi politik menghadapi perselingkuhan suaminya yang berulang. Romance modern ini berubah menjadi mystery saat ia berhenti mengoleksi buku langka dan mulai menyusun rencana balas dendam melalui keahliannya. Baca web novel ini sekarang.
Istri Keempat
Istri Keempat
Dalam Istri Keempat, Airin harus menikahi billionaire Saka Januar Pradipta sebagai istri terakhirnya. Romance modern ini mengungkap sisi manipulatif Airin yang tersembunyi. Baca webnovel seru ini untuk melihat bagaimana ia bertahan di tengah persaingan rumah tangga yang penuh intrik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Saat Cinta dan Hasrat Menyatu
Saat Cinta dan Hasrat Menyatu
Grace adalah seorang fotografer yang dipaksa bertunangan dengan seorang CEO bernama Victor. Awalnya Grace sangat menolak, jadi mengajukan tiga syarat, bahkan menganggap Victor adalah pria tak menarik. Akhirnya perhatian dan ketelitian Victor membuat Grace jatuh cinta padanya. Namun, Grace trauma dengan hubungan cinta yang disatukan keluarga, takut cintanya akan sia-sia dan dirinya tidak bisa terima, lalu bernasib yang sama seperti ibunya.
Reinkarnasi Pilot Jagoan (Sulih Suara)
Reinkarnasi Pilot Jagoan (Sulih Suara)
Theo, pilot jagoan di kehidupan sebelumnya, kembali ke usia delapan tahun, hari saat dia naik pesawat bersama ayahnya. Dia tahu pesawat itu akan jatuh dan menewaskan semua orang. Dengan tubuh kecilnya, dia harus mencegah tragedi, menyelamatkan ayah dan ratusan penumpang, meski peluang hidup hanya satu persen.
Antara Cinta dan Kenyataan
Antara Cinta dan Kenyataan
Jeevika dan Liam sudah menikah selama tiga tahun. Pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Jeevika memergoki Liam dan Esha, cinta pertama Liam, berselingkuh. Dengan hati yang hancur, Jeevika mengajukan perceraian dan mengembalikan identitasnya sebagai pendiri Grup MY. Dia berkali-kali menekan Esha dan orang-orang yang mencoba memanfaatkan situasi untuk naik ke atas. Dalam proses ini, Jeevika dan Liam akhirnya berhasil mengatasi kesalahpahaman mereka dan kembali bersama.
[Versi suara dubbing] Ikatan Terkutuk, Cinta yang Patah
[Versi suara dubbing] Ikatan Terkutuk, Cinta yang Patah
Tujuh tahun yang lalu, seorang damsel surgawi jatuh cinta pada seorang manusia biasa yang sial, membantunya menjadi jenderal tetapi ditinggalkan. Setelah meneteskan air mata yang menyakitkan hati, dia melenyapkan mantra dan kembali ke surga...
[Versi suara dubbing] Kebangkitan: Kebanggaan yang Belum Tertulis
[Versi suara dubbing] Kebangkitan: Kebanggaan yang Belum Tertulis
Dikeluarkan dan dibunuh dalam kehidupan lampanya, dia bangkit kembali, bersumpah melindungi keluarganya, menemukan cara baru untuk membalikkan nasib dan mencapai kemuliaan!
Jenderal, Istrimu Kabur Lagi! (Sulih Suara)
Jenderal, Istrimu Kabur Lagi! (Sulih Suara)
Semua orang mengira istri sang Jenderal Muda hanyalah gadis desa yang polos dan penurut. Ia bahkan berkata, “Istriku itu lembut, tidak tahu soal pengobatan atau senjata.” Tapi kenyataan berkata lain! Istrinya justru membuat para nyonya sosialita iri, menyembuhkan orang dengan keahlian pengobatan dan menumpas musuh dengan pistol di tangan. Sementara sang jenderal terus menyangkal dengan percaya diri—sambil berlutut. Sebuah romansa kocak antara suami halu dan istri luar biasa.