Logo
KANDAS!
KANDAS!

KANDAS!

83 Bab
Tamat
Dalam novel modern KANDAS!, seorang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit saat hubungan yang diperjuangkan sekian lama akhirnya hancur. Ikuti perjuangan hidup dan pilihan sulitnya dalam romance novel ini, salah satu fiction books terbaru yang mengupas tuntas konsekuensi dari sebuah pengkhianatan.
Bab 1 dari KANDAS!

"Mas, apakah kamu mencintaiku?"

Pertanyaan itu kembali terucap dari bibirku. Menerobos begitu saja, sehingga membuat tatapan Mas Angga seakan menghujam ulu hati.

"Kamu menanyakan itu lagi? Apakah itu penting, Rum? Harusnya kamu lihat bagaimana aku berjuang mencari nafkah."

Aku hanya bisa menelan saliva, menunduk dalam-dalam. Seketika itu juga, kakiku bergetar merasa takut. Salah aku juga sudah memancing jengkel Mas Angga kembali.

Belum sempat aku pergi, Mas Anggara justru lebih dulu meninggalkanku. Huft! Ku hembuskan nafas yang sejak tadi mendesak. Agak plong, tetapi hatiku menjadi ngilu.

Memutar bola mata, agar genangan air bening yang mulai menggenang, tak jatuh mengotori wajah.

Tatapan pun aku alihkan pada Bilqis–putri kecil kami. Aku melangkah mendekati bayi enam bulan itu. Kuusap lembut kepalanya yang ditumbuhi rambut hitam yang indah. Untuk sesaat kesedihan pergi begitu saja.

Aku harus kuat! Meskipun Mas Angga tak pernah mengatakan kalimat yang aku rindukan itu. Setidaknya di depan mataku ada bukti. Ya, Bilqis adalah buah cinta kami.

Pernikahanku dengan Mas Angga bisa dikatakan masih seumur jagung. Bahkan, baru memasuki tahun kedua. Aku juga tidak pernah mengira, Allah justru menjodohkan aku pada pasangan yang dingin sepertinya.

Tidak ada kata ungkapan cinta. Tidak ada kata romantis, apalagi rayuan sekedar penarik bibir agar melengkung dengan senyuman yang manis. Kami memang dijodohkan, sehingga tidak pernah ada yang namanya pacaran. Jalan berdua seperti yang anak-anak muda lakukan. Jadi wajar bukan, jika aku tidak tahu bagaimana karakter dan tindak tanduknya.

Aku yang hanya anak yatim piatu pun, tidak mampu menolak tawaran dari Bu Yanti–pengurus panti. Semuanya berlangsung begitu cepat. Hanya lewat pertemuan yang tidak banyak, aku pun tidak banyak berontak. Aku yakin dengan pilihan Bu Yanti. Wanita itu sudah banyak berjasa padaku. Jadi, aku juga tidak mampu untuk menolak pilihannya.

Mas Angga hanyalah seorang teknisi listrik.

Namun, kala itu aku yakin sepenuhnya. Aku bisa bahagia hidup dengannya, dan dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Pernikahan kami berlangsung dengan sangat sederhana. Dilaksanakan di panti asuhan, tempat aku dibesarkan. Setelah aku halal menjadi istrinya, Mas Angga pun memboyong aku untuk tinggal seatap dengannya.

Walaupun hanya tinggal di rumah kontrakan sederhana. Setidaknya Mas Angga membuktikan dia sangat bertanggung jawab. Memberiku rumah untuk berteduh, dan memenuhi nafkah lahir dan juga batinku. Meskipun, tanpa kata ungkapan cinta yang selalu aku rindukan.

Tahun pertama pernikahan kami, semua terasa berat aku lalui. Impian memiliki pangeran yang bucin pada diriku, semua rontok oleh sikap Mas Angga. Aku terlalu obsesi atas cerita Bu Yanti semasa aku kecil dulu. Impian itu pun masih abu-abu. Apakah akan terwujud atau tidak akan pernah sama sekali.

Apa yang hendak aku katakan, ketika dia hendak memulai ritual bercinta pun, tak ada kata-kata indah yang membuat jantungku berdebar. Semua berlalu dan terjadi begitu saja.

Saat itu, aku pikir mungkin Mas Anggara masih malu-malu, atau mungkin belum terbiasa. Namun, setelah sekian bulan usai ijab kabul, tidak ada perubahan sedikitpun.

Aku masih terus berharap sikap cueknya sedikit demi sedikit terkikis oleh waktu. Ternyata tidak semudah itu. Sampai aku hamil anak pertama kami, bahkan sampai aku melahirkan.

Ketika tubuh bermandikan keringat, berjuang bertaruh nyawa, Mas Angga tak juga menyatakan rasa cintanya padaku. Dia hanya tersenyum lalu mengucapkan terima kasih. Setelah itu dia fokus pada Bilqis.

Aku hanya mengelus dada, seraya terus berdoa suatu saat Mas Angga mau berubah jadi pangeran impianku, seperti keinginan sewaktu aku kecil dulu.

Semoga saja.

*****

Pagi yang cerah menyambut hatiku yang hampa. Mempersiapkan bekal untuk Mas Angga, kemudian memandikan si kecil Bilqis.

Mas Angga tidak suka, apabila aku bangun terlambat, dan Bilqis belum wangi sebelum dia berangkat kerja.

"Mas, semuanya sudah siap. Mas mau sarapan dulu?"

Aku bertanya, seraya tersenyum semanis mungkin. Tentu saja aku tidak lupa memoles bibir dengan lipstik, dan membedaki wajah tipis-tipis. Wangi semerbak pun tidak ketinggalan. Aku selalu memakai parfum usai membereskan semuanya.

Itu aku lakukan untuk memikat hati sang pangeran.

"Tidak usah, Rum. Terima kasih."

Angga langsung mengambil tas kerjanya, tidak lupa dia menggendong Bilqis sebentar. Kemudian, dia segera pergi setelah memakai sepatu.

Aku hantarkan Mas Angga ke depan pintu, sambil menggendong Bilqis. Melambaikan tangan melepas kepergiannya.

Tidak ada kecupan di dahi. Tidak ada senyuman sebelum pergi. Tidak ada juga pelukan atau usapan lembut di ubun-ubun.

Aku masih bertahan menunggu saat indah itu tiba.

Tidak ingin berlama-lama di ambang pintu, aku segera masuk ke dalam kontrakan. Menyiapkan makan Bilqis yang sudah siap untuk disajikan, karena sudah siap aku masak.

Menyuapi Bilqis sambil terus memikirkan Mas Angga. Hati terus bertanya-tanya, kenapa dan kenapa. Aku rasa, aku tidak jelek untuk standar kecantikan wanita Indonesia. Aku ingin tahu sebabnya, niat untuk bicara hati ke hati pun terlintas.

"Hmmm mmmm ammm."

Celoteh Bilqis menyadarkan lamunan. Aku kembali memusatkan perhatian pada Bilqis. Saat ini, pasti Bilqis sangat membutuhkanku. Tidak ingin, kebucinan justru mencelakakan sang buah hati.

*****

Ketukan pintu yang terdengar nyaring membuatku bergegas keluar kamar. Acara ngelonin Bilqis segera aku akhiri. Lagipula bayi enam bulan itu sudah tertidur dengan sangat pulas.

Pintu terbuka, Mas Angga masuk setelah membuka sepatunya. Aku menyambut tas kerjanya dengan suka cita, dan kembali menutup pintu.

Semerbak bau keringat bukti perjuangannya untuk aku dan Bilqis, menguar begitu saja. Itu tidak pernah menjadi masalah untukku.

"Mas mau mandi dulu apa gimana?"

"Hmm, Bilqis sudah tidur?" tanya Mas Angga.

Bukannya menjawab pertanyaan yang diutarakan, Mas Angga malah balik melemparkan pertanyaan.

"Bilqis sudah tidur Mas."

"Baguslah," ucap Mas Angga melangkah ke kamar.

Ketika aku membereskan sepatu dan tas kerjanya, panggilan dari Mas Angga membuatku bergegas melangkah. Memasuki kamar dengan senyuman yang merekah.

"Ada apa, Mas?"

"Mumpung Bilqis sedang tidur, Rum."

Mas Angga berdialog dengan tatapan datar. Tak ada senyuman dari bibirnya yang seksi.

"Mas nggak mandi dulu? Biar lebih segar."

Aku berusaha mengingatkannya, bahwa dia baru pulang kerja dan masih bau keringat.

"Memangnya kenapa kalau belum mandi, Rum? Kamu keberatan?"

Aku memilih diam. Kalau sudah begitu, mengalah akan menjadi pilihan.

Aku sudah sangat paham apa yang diinginkan Mas Angga. Segera mengangguk untuk memenuhi ajakannya. Kalau bukan karena aku mencintainya, tentu saja aku akan menolak ajakannya. Bagaimanapun bau keringatnya membuatku tak nyaman. Namun, aku tidak ingin mempermasalahkan semua itu.

Suasana kamar berubah menjadi gelap. Itulah yang akan terjadi di setiap ritual ibadah kami. Mas Angga sudah membuka baju dan celana jeansnya. Aku segera membuka pakaian yang menempel di tubuh. Kemudian, segera mengambil posisi.

Aku terima semua sentuhan Mas Angga dengan perasaan yang bercampur aduk. Rasa tak enak bercampur dengan rasa ingin membuatnya bahagia. Aku tidak ingin Mas Angga kecewa.

Mas Angga sudah bersiap di posisinya, setelah melakukan pemanasan yang singkat. Sebenarnya aku belum siap, tetapi memilih mengalah agar Mas Angga tak kecewa.

Rasa perih dan tak nyaman sedikit aku rasakan, karena tubuh intim belum sepenuhnya siap untuk dimasuki. Namun, milik Mas Angga sudah terlanjur bersarang di dalam sana.

Tidak ada yang bisa aku lakukan, selain hanya berpura-pura menikmati permainan. Lagi, aku tidak ingin membuatnya kecewa. Beberapa saat berlalu, aku pun berpura-pura klimaks. Setelah itu disusul oleh erangan Mas Angga. Dia pun menindih tubuhku begitu saja.

Jari pun memilih untuk mengusap lembut, punggungnya yang basah oleh keringat. Setelah itu Mas Angga berguling ke samping.

Hening! Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Mas Angga. Begitu juga aku tidak berkata apa-apa. Aku hanya mencoba mengobati luka hatiku. Berperang dengan perasaan dan logika.

Apakah hubungan kami ini masih wajar? Mas Angga seakan tidak peduli akan apa yang aku rasakan. Di buku-buku novel yang aku baca, seharusnya setelah berhubungan Intim, pasangan suami istri akan mengobrol dan saling berpelukan. Sementara Mas Angga?

Sejurus kemudian, dengkuran Mas Angga membuatku semakin terusik. Pertanyaan yang sama pun kembali muncul.

"Apakah Mas Angga mencintaiku?" aku bertanya di dalam hati.

Percuma bertanya pada diri sendiri, aku pun hendak bangkit dari sisi Mas Angga. Namun, belum sempat aku bangun, Mas Angga mengucapkan kalimat yang membuatku terkejut. Aku tertegun.

"Mas Angga, apa yang kamu ucapkan?"

Bersambung ….

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Garwo, Satu Hati Sampai Nanti
Garwo, Satu Hati Sampai Nanti
Dalam Garwo, Satu Hati Sampai Nanti, pengabdian istri diuji oleh perselingkuhan. Romance novel ini mengisahkan perjuangan mempertahankan ikatan belahan jiwa saat kesetiaan dikhianati. Temukan kelanjutan kisahnya di web novel modern ini bagi pencinta online novel yang penuh konflik.
HATRED
HATRED
Dalam modern novel HATRED, seorang pemuda diasingkan setelah difitnah melukai saudaranya. Ia memulai adventure story penuh amarah untuk bertahan hidup di luar rumah. Saksikan perjuangannya mengungkap kebenaran dan konsekuensi bagi keluarga yang mengkhianatinya di web novel penuh aksi ini.
Janda Dua Anak Untuk Arjuna
Janda Dua Anak Untuk Arjuna
Dalam Janda Dua Anak Untuk Arjuna, Raisa berjuang membesarkan anak kembarnya sebagai sekretaris mandiri. Kisah romance modern ini membawa Raisa terjebak di antara dua pewaris billionaire, Samuel dan Arjuna, demi menghadapi masa lalu pahit bersama Lidya. Temukan kisah seru di web novel ini.
Mantan Kekasihku CEO Psikopat
Mantan Kekasihku CEO Psikopat
Dalam Mantan Kekasihku CEO Psikopat, Alya menghadapi realita pahit di Jakarta saat bertemu Dira, mantan kekasihnya yang kini menjadi atasan dingin dengan obsesi gelap. Baca romance novel ini untuk mengungkap rahasia masa lalu dalam billionaire romance novels yang penuh intrik dan kekuasaan.
Menantu yang Baik
Menantu yang Baik
Dalam novel romantis modern Menantu yang Baik, seorang istri berjuang mengatasi kebutuhan biologisnya yang sangat tinggi di masa ovulasi. Saat sang suami yang biasa memuaskannya harus pergi dinas luar kota selama setengah bulan, dia menghadapi siksaan hasrat. Baca novel online ini sekarang.
Nick
Nick
Dalam novel Nick, seorang singa informatika bersaing ketat dengan Salas Cano untuk merebut hati gadis kampung. Sebagai billionaire romance novels populer, kisah modern novel ini menyoroti ambisi dan persaingan bisnis dua pengusaha sukses demi cinta. Baca selengkapnya di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Anak Tercinta Ayah Rumah Tangga Miliuner
Anak Tercinta Ayah Rumah Tangga Miliuner
Grayson menyelamatkan seorang anak perempuan kecil dari kecelakaan, yang akhirnya anak ini beserta kakaknya masuk ke dalam hidup Grayson. Emma dan kakaknya, Lucas langsung menjodohkan Grayson dengan ibu mereka, Hailey. Walau Grayson tak tahu anak itu adalah anak kandungnya, dia secara sukarela menjadi ayah rumah tangga untuk jaga mereka. Sementara Hailey sama sekali tak tahu bahwa Grayson adalah pria yang tidur satu malam dengannya, apalagi Grayson itu kaya raya!
Dua Hari yang Mengubah Segalanya
Dua Hari yang Mengubah Segalanya
Olivia meninggalkan keluarganya yang kaya raya demi Rory, tapi saat hampir melahirkan dan nyawanya terancam, sifat aslinya muncul. Kemunculan teman baik Rory, Rebecca muncul dengan kenyataan yang menyedihkan. Bisakah ayahnya Olivia menyelamatkannya dan anaknya sebelum semua terlambat?
Duka di Balik Senyuman
Duka di Balik Senyuman
Video mesum milik Leona tersebar, dirinya yang merupakan nona keluarga kaya pun menjadi bahan cemooh semua orang. Hal tersebut membuat Leona sadar bahwa Gio, pacar yang sangat dia sayangi, adalah dalang dari perudungan yang sering kali ia alami. Gio nggak pernah mencintainya, semua hal yang dia lakukan hanya demi balas dendam atas penderitaan yang diterima kakaknya. Dengan putus asa, Leona pun menyetujui perintah ayahnya untuk menikah dengan pria buta dan gila...
Hati Sang Pahlawan (Sulih Suara)
Hati Sang Pahlawan (Sulih Suara)
Denis dipaksa orang tuanya dan Mila yang dicintainya untuk melepaskan masa depannya yang cerah ke Hanif demi balas budi. Denis yang sakit hati memutuskan untuk meninggalkan rumah. Setelah kepergiannya, Mila barulah menyadari kebenaran dari Hanif. Ia sangat menyesal dan gila-gilaan mencari Denis, namun di saat itu Denis sudah bersama orang lain.
Kini Mereka Menyesal, Tapi Aku Tidak
Kini Mereka Menyesal, Tapi Aku Tidak
Laura, anak kandung Keluarga Windsor terjebak dalam tragedi yang membuatnya mati. Semua itu adalah ulah adik angkatnya, Serena yang bisa mendengar isi pikiran Laura, menjiplak karya musiknya dan memfitnahnya. Setelah terlahir kembali dua jam sebelum kematiannya, Laura berjuang untuk menjatuhkan Serena, membersihkan nama baiknya, dan merebut kembali apa yang memang haknya!
Menaklukkan Hati Tunangan
Menaklukkan Hati Tunangan
Wahyu, pewaris tabib sakti, turun gunung untuk batalkan tunangan. Ia menyelamatkan CEO Zara, jadi pengawal pribadinya. Dengan ilmu medis dan bela diri, ia atasi krisis dan menemukan cinta sejati.