Logo
Jovanca Sang Penggoda
Jovanca Sang Penggoda

Jovanca Sang Penggoda

60 Bab
Tamat
Dalam novel modern Jovanca Sang Penggoda, seorang yatim piatu memanfaatkan kecantikannya demi keluar dari kemiskinan. Namun, aksinya memikat pria beristri justru menjebaknya dalam konflik rumit saat ia jatuh cinta pada pria lain. Baca romance novel ini untuk mengikuti pelarian Jovanca.
Bab 1 dari Jovanca Sang Penggoda

Bab 1 Prolog.

Seorang wanita dengan perut yang membuncit, dengan rambut yang dikucir kuda, membawa tongkat bisbol. Berjalan dengan kencang, tidak peduli dengan kondisi perutnya. Dia menggedor pintu rumah seorang wanita.

"Keluar kamu! Hei! Dasar jalang sialan! Aku akan mendobrak pintumu dan menghancurkan rumahmu jika kamu tidak segera membuka pintunya!" Wanita itu berteriak hingga otot lehernya terlihat.

Dari dalam gadis anggun itu berjalan degan malas dan membuka pintu.

"Ap..." Belum sempat dia selesai menyelesaikan ucapannya tongkat bisbol itu sudah melayang dikepalanya.

"Akh!" Gadis itu kesakitan dan terhuyung. Wanita bunting itu tetap ingin menyerangnya. Hingga pria yang diduga suaminya itu merebut tongkat bisbol tersebut dan membuangnya.

Sementara itu, gadis yang menjadi korban memegangi kepalanya yang terasa pening.

"Sialan! Bawa pergi wanitamu! Dasar, gila!" umpatnya.

Meski mulutnya tetap menteriaki gadis yang terluka itu, tetapi pria disampingnya berhasil membawa istrinya pergi dari rumah bercat putih itu.

Apa yang sebenarnya terjadi?

***

Sepasang heels dan tas beserta isinya berserakan di atas lantai. Suara gebrakan pintu tertutup dengan kasar memenuhi ruangan berukuran enam kali enam meter itu.

Seorang gadis berpostur tinggi dan memiliki kulit putih meremas rambut lurusnya yang kini berantakan akibat ulah perempuan baru saja keluar dari kamarnya tadi. Sebab, menganggap dia, Jovanca. Telah merebut kekasihnya yang sebentar lagi akan dinikahinya.

Dia menghempaskan tubuhnya pada kursi bulat diatas lantai. Penampilannya yang tidak karuan membuatnya terlihat mengerikan.

"Sial! Kenapa harus aku? Tidak bisakah, meminta mahasiswa lain? Gila!" umpatnya.

Wanita itu menatap sekeliling kamar sempit, sangat berantakan, dan tidak layak disebut dengan kamar. Dia bangkit, dan menghampiri koper yang ia letakkan di sudut ruangan.

Bersiap untuk mengikuti tour tahunan yang selalu diadakan di kampusnya. Dengan dalih mengadakan bazar amal. Namun, yang sebenarnya terjadi, adalah semua mahasiswa harus membayar uang berjumlah fantastis. Entah, ke mana perginya uang itu nantinya.

Bukan dia tidak mampu membayar, tetapi dia hanya malas harus berkumpul dengan banyak orang. Jovanca adalah tipe wanita yang suka menyendiri, dan bertindak seenaknya sendiri.

Dia tidak mau diatur, dan tidak akan bisa diatur. Hidup sendiri, di kota besar, bergaul dengan siapapun yang dia sukai. Meninggalkan mereka sesuka hatinya pula.

Beberapa barang telah siap dia kemas. Masih dengan baju yang sebelumnya, dia kenakan. Dia berkelit, untuk mengumpulkan, donasi, uang pembayaran, bus, dan juga jatah makan siang. Mengetuk kamar demi kamar asrama.

Namun, bukannya mengetuk, Jovanca, lebih pantas disebut, dengan menggedor, bak seorang rentenir yang menagih hutang.

Brak! Brak!

"Woy Buka!" teriakanya.

Wanita berkacamata, dengan rambut panjang, membuka pintu, salah satu mahasiswa, yang paling cupu dengan dandanan seperti anak TK. Rambutnya tidak pernah lepas dari kepangan.

"Bayar!" Jovanca, mengulurkan tangannya, meminta bayaran untuk tour dadakan itu. Ah– apa pantas disebut rekreasi, jika hanya sehari, semalam?

"Ehm– say– saya...." Gadis itu, tergagap, dia terlalu takut untuk menjawab pertanyaan, Jovanca.

"Apa?! Ikut tidak?! Tunggu– tidak ada yang boleh tinggal! Semua harus ikut, dan bayar padaku, cepat!"

Pinky, dia berlarian masuk ke kamarnya, dan mencari dompetnya dia mengambil beberapa lembar uang kertas, dan memberikan lima puluh dolar pada Jovanca. Tangannya masih sangat bergetar.

"Nice, cepat berkemas, dan turunlah!" Jovanca menyeringai, dan pergi. Menggedor pintu disebelah kamar Pinky.

Satu persatu dari mereka membayar. Benar benar tidak ada yang tertinggal karena Jovanca memaksa. Dia tidak mau mengeluarkan uang sendirian. Sementara salah dari mereka tidak dipungut biaya apapun.

Sebagai wanita yang mandiri ini sangat tidak adil untuk Jovanca. Jika, dia tidak diperintahkan untuk hal itu tadi. Gadis itu akan memilih untuk pergi ke kafe, dan bekerja.

Tepat, di kamar paling ujung, dan ditempati, oleh pria bertubuh gemuk. Jovanca bersiap mengangkat tangan, dan mengayun untuk mengetuk tetapi sesuatu terdengar dari balik pintu itu.

Jovanca mengurungkan niatnya untuk mengetuk ia memilih untuk memiringkan kepalanya, dan menempelkan telinga. Berniat menguping aktivitas di dalam kamar tersebut.

Bunyi keciplukan terdengar dengan jelas, bahkan napas yang memburu, sangat jelas didengar oleh gadis berambut merah itu. Jovanca, memicingkan matanya menajamkan pendengarannya guna mengetahui aktivitas apa yang dilakukan pria gendut.

Hah– Sialan! Terdengar lelaki itu menghembuskan napas lega disusul dengan umpatan. Jovanca semakin penasaran dia tanpa mengetuk pintu nekat langsung membukanya.

Begitu memasuki kamar itu betapa terkejutnya gadis badung itu. Mark berdiri di balik pintu kamar mandi, dan memegang sebuah cairan berwarna, putih. Celananya telah basah, dan pria itu pun berkeringat dengan hebat.

"Woy!" teriak, Jovanca.

Apa yang dilakukan oleh Mark si pria gendut?

Jovanca menerobos masuk kamar milik Mark, gadis itu berhasil mengejutkan pemilik kamar mereka saling tatap beberapa saat. Tatapan Jovanca tertuju pada benda yang dipegang oleh Mark.

"Sedang apa kamu?! Oh– aku tahu kamu– astaga! Fix. Aku akan sebar, bahwa kamu sering bermain main dengan sabun!" Jovanca membelalakkan matanya guna untuk menakut-nakuti Mark.

"Jo?! Sedang apa kamu di sini?" Mark terkejut dengan keberadaan wanita brutal itu.

Jovanca masih tertawa pikiran liarnya mulai menguasai diri. Matanya sampai berair karena tawanya tidak bisa dia hentikan.

"Wait! What do you think?! Jo? Ini tidak seperti yang kamu kira. Ak– aku...." Jovanca memotong ucapan pria gentong itu.

"Stop, semua sudah terbukti. Aku kira kamu sangat polos." Jovanca sama sekali tidak mau mendengar penjelasan lelaki itu.

Mulutnya masih terus mengejek tanpa mau mendengar apa yang lawan bicaranya ucapkan. "Jo, listen! Aku membersihkan kamar mandiku yang sudah sebulan tidak aku bersihkan. Keraknya membandel, dan– ini? Ini sabun yang aku gunakan untuk membersihkan lantainya. Aku terpeleset! Shit! Ini menyebalkan bukan? Buang pikiran burukmu itu!" sungut Mark.

Pria itu melemparkan sikat lantai juga sabunnya begitu saja. Acara membersihkan kamar mandi telah usai dia merasa begitu lelah. Tidak peduli dengan celana atau baju yang basah. Ia menghempaskan tubuhnya pada ranjang sempit miliknya.

Namun, Jovanca masih asyik tertawa dengan pikirannya apakah wanita seperti itu? Selalu tidak jauh pikirannya dari seks? Memalukan!

"Terserah! Apa yang kamu lakukan dikamarku?" Pertanyaan itu menyadarkan tujuan Jovanca akan tujuannya.

"Ups! Right! Bayar. Aku bertugas menarik semua uang tour buta' yang diadakan kampus ini," ucapnya sembari mengulurkan tangan.

Mark menatap telapak tangan gadis itu, dan mendengus dia baru saja membayar kelas private bahasanya. Kini laki laki itu harus kembali mengeluarkan uang lagi.

"Bolehkah aku tidak ikut? Please?" pinta Mark memelas. Meski dia tahu jawabannya adalah tidak. Jovanca tidak akan membiarkan temannya kaya sendirian.

"No!" Ia menjawab dengan singkat, dan menggeleng.

"Ck, come on Jo. Please, aku tahu kamu baik Please," bujuknya. Tanpa menyerah.

"No!" Jovanca kembali menolak. "Bayar sekarang atau aku akan mencari sendiri di tasmu?" Jovanca menoleh di mana tas Mark berada.

"Oh– menyebalkan." Pria itu bangkit, dan mendekati tasnya. Dia terpaksa membayar untuk hal yang tidak dia ketahui fungsinya.

"Memang, apakah kamu baru menyadari bahwa kuliah di sini sangat menyebalkan." Jovanca menyahut selembar uang kertas seratus dolar itu dan berlalu.

"Jo! Kembalian!" teriak Mark. Jovanca menoleh, dan hanya menyunggingkan senyum misterius yang entah apa artinya.

"Nanti!" balasnya kemudian. Semua itu membuat lelaki obesitas semakin merengut kesal.

***

Semua mahasiswa telah siap. Mereka membutuhkan dua bus untuk pergi ke tempat tujuan. Sebuah kota di ujung provinsi. Kota Mayoral. Tujuannya hanya sebuah motel kecil, dan keesokan harinya mereka akan membuka bazar di sebuah taman.

Hal yang bagi sebagian orang itu sangat tidak berguna termasuk Jovanca. Bazar amal, mereka tidak harus melakukan itu untuk membantu sesama. Bisa dengan langsung menunjukan bantuan pada yang bersangkutan bukan? Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh, Jovanca.

Namun, dia juga harus ikut serta. Sambil menyelam minum susu. Dia berharap ada sesuatu yang bisa mengalihkan kebosanan dari acara itu nantinya.

Butuh sekitar tiga jam untuk mereka tiba di motel terpencil Mayoral. Benar, terpencil karena itu sebuah sudut kota bahkan bisa disebut dengan perkampungan desa terpencil. Jarang dimasuki wisatawan atau orang dari luar kota.

Apa yang akan didapatkan oleh Jovanca di sana?

Bersambung...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Air Mata yang Kutumpahkan
Air Mata yang Kutumpahkan
Dalam Air Mata yang Kutumpahkan, Keira terpaksa menggantikan adik kembarnya menikahi Panji demi menutupi aib. Konflik memuncak saat tuduhan selingkuh muncul di romance novel ini. Baca kisah modern novel ini untuk melihat perjuangan harga diri Keira dalam balutan drama romance fiction books.
Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
Dalam novel romantis mafia "Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana", seorang mahasiswi menjadi kekasih rahasia Denis Sanggu. Saat Denis bertunangan demi aliansi dan memaksanya mempertaruhkan nyawa dalam Rolet Rusia, ia memilih pergi. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah pelarian dan penyesalan.
Arus yang Membuatku Liar
Arus yang Membuatku Liar
Dalam novel romantis Arus yang Membuatku Liar, seorang istri menghadapi situasi berbahaya saat suaminya mengaktifkan alat pengontrol di tempat umum ke tingkat tertinggi. Di tengah kerumunan, ia terjatuh lemas dan dikelilingi pria asing. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisahnya.
Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
Dalam novel romantis Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek, seorang wanita menghadapi prasangka buruk saat tiba di area kerja baru. Dianggap remeh oleh para pekerja yang mengincarnya demi kesenangan, ia harus bertahan demi tujuannya. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangannya.
Membalas Penkhianatan Istriku
Membalas Penkhianatan Istriku
Dalam Membalas Penkhianatan Istriku, Arief menghadapi perselingkuhan Jannah dengan Thalib. Modern novel ini mengungkap konsekuensi pengkhianatan saat Jannah terjebak pilihan sulit. Temukan kelanjutan nasib rumah tangga mereka dalam romance novel ini, salah satu fiction books pilihan pembaca.
Pengorbanan Cinta Sang Letnan
Pengorbanan Cinta Sang Letnan
Dalam Pengorbanan Cinta Sang Letnan, dua prajurit Kopassus terjebak konflik antara tugas negara dan perasaan pada gadis yang sama. Ikuti kisah romance penuh aksi ini di webnovel kami. Akankah persahabatan menang? Baca buku online free ini untuk mengungkap pilihan sulit para intelijen.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

CEO itu Ayah Anakku(Dubbing)
CEO itu Ayah Anakku(Dubbing)
Agar tidak dijodohkan, Niki Faris menyewa pria untuk menghamilinya. Tak dinyana, dia salah masuk kamar Fery Rehan, CEO super kaya. Niki melahirkan bayi kembar laki-laki. Namun, salah satu dari bayi itu diculik begitu lahir. Tujuh tahun kemudian, Niki mendapati anaknya yang hilang diasuh oleh Fery.
Gila karena Cinta
Gila karena Cinta
Tiga tahun lalu, Brenna menerima berita buruk tentang diagnosis kanker stadium akhir dan kebangkrutan keluarganya. Jadi, dia membuat keputusan yang menyakitkan untuk putus dengan Richard dan mengkompromikan martabatnya untuk mencari nafkah. Tiga tahun kemudian, Richard tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupan Brenna, berpapasan dengannya di sebuah klub. Cinta mereka yang menyayat hati ditakdirkan untuk bertahan selamanya.
[Versi suara dubbing] Reborn, Sekutu dan Akhir Bahagia
[Versi suara dubbing] Reborn, Sekutu dan Akhir Bahagia
[Versi suara dubbing] Reborn, Sekutu dan Akhir Bahagia
Pertarungan Hati Dua Saudara
Pertarungan Hati Dua Saudara
Mina dan Ethan tumbuh besar bersama dan berniat menikah sepulang Ethan dari medan perang. Namun, Mina dipaksa oleh ibu Ethan untuk menikahi adiknya Ethan. Tanpa mengetahui kebenaran, Ethan menculik Mina di hari pernikahannya. Ternyata, adiknya juga mencintai Mina begitu dalam, hingga persaingan mereka membuat kedua bersaudara itu saling melukai. Baru setelah Mina menyelamatkan nyawa Ethan dengan pengorbanan besar, perasaan mereka akhirnya terbuka. Mereka pun melepaskan segala kebencian dan menemukan kedamaian bersama.
Kehidupan Ini Lebih Bahagia
Kehidupan Ini Lebih Bahagia
Gini Leo menikahi Reza Tom yang berkhianat, dan Rini Leo menikahi pelajar miskin yang akhirnya jadi Perdana Menteri. Akhirnya Gini diasingkan, sementara Rini dapat gelar bangsawan. Mereka tewas saling bunuh. Kini Rini terlahir kembali, memperbaiki kesalahan, dan kembali dapat gelar.
Liarnya Dia​
Liarnya Dia​
Hanya karena tidak seandal adiknya dalam berakting, Tri Utami terus-menerus dirundung dan difitnah, hingga dijuluki 'sarang tuduhan' nomor satu sepanjang sejarah! Untuk membebaskan diri dari keluarga asuhnya, ia punya satu keinginan: menikahi musuh bebuyutan orangtuanya. Tak disangka, keinginannya benar-benar terwujud! Menjadi anak perempuan yang baik ternyata sulit, tetapi menjadi istri musuh keluarganya justru membuatnya kecanduan! Membalas dendam untuknya, hidupnya justru semakin sukses dan bersemangat!