Logo
Jadi Istri Kedua Sang Ceo
Jadi Istri Kedua Sang Ceo

Jadi Istri Kedua Sang Ceo

46 Bab
Tamat
Dalam Jadi Istri Kedua Sang Ceo, Lania terbangun di dunia yang hancur oleh Dungeon setelah mencoba mengakhiri hidup. Kini ia harus bertahan hidup di tengah invasi monster. Ikuti kisah fantasy ini dalam web novel seru yang memadukan elemen LitRPG novels dengan intrik romance modern.
Bab 1 dari Jadi Istri Kedua Sang Ceo

Lania Herbert POVS

"Selamat tinggal Lania, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Aku malu mengungkapkannya, tapi ... aku mencintaimu!" kalimat yang aku tunggu agar bisa terucap dari bibir pria yang menjadi cahaya hidupku ini telah terwujud.Terpaku tanpa bisa berucap.

Mendengar kalimat itu, hatiku serasa digelitiki ribuan kupu-kupu, siapa yang tak bahagia, saat kalimat seperti itu terucap dari seseorang yang disukai? Semua terasa bagai mimpi. Seperti kesadaran kembali. Aku membalas; "Fer, a ..." belum sempat terucap, kedua tangannya langsung mendorong tubuhku ke pinggir jalan.

Jariku berusaha menggapainya. Tapi tak bisa! Tanganku terlalu pendek!Hanya ada satu pertanyaan di benakku. Kenapa dia melakukannya? Begitu melihat ekspresinya. Matanya menyipit, dengan sudut mata dipenuhi cairan bening yang siap untuk mengalir.

Tangannya melambai, seakan mengucapkan perpisahan.Tunggu?! Perpisahan? Aku kembali teringat ucapannya tadi. Selamat tinggal. Waktu terasa berhenti dan lambat. Namun kembali berlalu dengan cepat. Sangat-sangat cepat. Hingga aku tak sadar.Tiada waktu berlalu lama.

Suara klakson mobil terdengar. kemudian, menghempas tubuhnya dengan satu kedipan mata. Mataku terbelalak. Tubuhku tak mampu merespon, bahkan untuk bergerak saja tak bisa.

Sepercik rasa ngilu dan sakit merayap masuk memenuhi sudut hati. Teriakan orang-orang di sekitar mulai membuatku sadar. Melihat ke arah sekeliling. Banyak orang mengerumuniku. Aku sadar, jika saat ini sedang terbaring di pinggir jalan akibat dorongannya.

Mataku kembali membola dengan pandangan yang mulai berkaca-kaca. Pikiranku saat ini hanya ada satu. Fero! "Nak? Apa kamu tak apa?" Pertanyaan demi pertanyaan tak aku pedulikan. Tubuhku berusaha bangkit. "Fero!" seruku pelan. Tubuhku sakit. Tapi ini belum seberapa dengan apa yang Faro alami! Tuhan, jika kau ada, kabulkanlah harapanku.

Aku rela tersiksa di bawah tekananmu, aku rela menjalani takdir penuh darah darimu. Tapi jangan ambil Fero dariku! Kumohon! Hanya itu. Begitu aku bangkit dan berdiri dengan kedua kaki. Aku mulai melangkah.

Ke tempat banyak orang berkerumun. Fero-Fero-Fero dan Fero. Hanya itu yang penuh di dalam pikiranku saat ini. Aku berharap kamu selamat. Tanganku mengepal. Langkahku semakin cepat menuju keberadaannya. Aku menyingirkan orang-orang dan berusaha mencari jalan untuk bertemu dengannya. Sampai di tempat paling depan. Seluruh tubuhku bergetar. Gravitasi terasa semakin berat setiap detik melihatnya terbaring tak berdaya.

Rasanya begitu berat untuk berdiri. Kedua tanganku memegang mulut. Sesak dan hancur, tubuhnya dipenuhi cairan kental merah, matanya meringis seakan menahan rasa sakit luar biasa.

Langsung saja aku berlari mendekat dan duduk, sembari memangku kepalanya dengan rasa sesak. "Ni–a, ma–af a–ku tak bi–sa men–jadi cahaya la–gi untuk–mu," ungkapnya terbata-bata, mengulurkan tangan menyentuh wajahku.

Kuraih tangan itu dan menempelkannya pada pipi, menggerakkannya agar bisa mengelus. Perlahan, air mataku turun. "Jangan berkata seperti itu Fero, kamu ... kamu pasti bisa bertahan, harusnya ... harusnya aku yang berada di posisimu saat ini," sesalku menggenggam tangannya yang mengelus pipiku.

Kepala Fero bergerak menggeleng perlahan, tanda bahwa dia tak setuju dengan ungkapanku. "Ja–ngan ber–kata seper–ti i–tu, a–ku ba–hagia tak me–lihatmu ter–siksa rasa sakit ini," lirihnya disertai batuk darah.

Bukannya lega, kalimat seperti itu membuat hati, jiwa dan ragaku hancur di saat yang bersamaan. Apa hidup memang selalu seperti ini? Berkorban dan berkorban, namun akhirnya tak mendapatkan apa-apa.

Andai dunia memang adil, seperti yang banyak orang katakan. Kenapa itu tak berlaku pada kami. Kudekatkan wajah kami, hingga hidung saling bersentuhan, dan rambutku menjuntai, seakan membentuk tirai.

Bau amis, dan sakit dari luka tak lagi kupedulikan. "Fero, kamu harus selamat, oke. Tadi ... kamu bilang cinta padaku bukan. Jika iya, maka buktikan Fero. Bertahan, kita belum pernah melakukan kencan secara resmi. Lalu, kamu ingin pergi begitu saja? Seperti tak pernah terjadi apa-apa?" lirihku diiringi air mata.

Hancur sudah pertahananku. Rasa ini tak lagi bisa dibendung oleh kalimat seperti apa pun. Fero terdiam, tapi ia tetap menatapku penuh cinta dan sayang. Kenapa saat diungkapkan, ini menjadi pertemuan terakhir.

"Ni–a, cin–ta itu tak ha–nya pem–buktian atau ucapan, ta–pi ketulusan. A–ku me–nyelamatkan–mu tu–lus dari lu–buk hati terdalam."

Tak bisa kubalas kalimat itu. Di waktu bersamaan, sosoknya berhasil membuatku senang, takut dan khawatir yang tak pernah kurasakan di saat bersamaan. Seberapa kerasnya hidupku, rasa sakit yang lalu tak pernah dalam seperti luka saat ini.

Suara Ambulans menggema, para penonton menyingkir. Beberapa petugas dengan seragamnya datang, membawaku dan Fero ke dalam mobil mereka, dan langsung menuju rumah sakit. Selama perjalanan.

Genggaman tangan hangatnya tak pernah kulepaskan, aku ingin memberitahunya, di saat-saat seperti ini, tak akan pernah aku menjauh dari sisinya. Jika Fero melindungi, maka akulah yang akan menemani.

Tak perlu ada janji sakral yang perlu terucap, hanya dengan bersama seperti ini. Aku sangat berharap, bila waktu berhenti, dan membuat perasaan ini jadi abadi dalam kenangan bahagia. Lama-kelamaan. Tubuh Fero menggelinjang, dengan mata membola.

Aku langsung panik, dan mendekat ke tubuhnya, tanpa melepaskan genggaman tangnnya yang bergetar. "Fero?" panggilku. Tak ada respon. Kucoba memanggilnya sekali lagi. Tapi tetap tak ada respon.

Kugerakkan tubuhnya, tetap tak merespon. Hanya ada guncangan dahsyat pada tubuhnya. Aku terdiam. Kalimat yang terlintas dalam kepalaku saat ini hanya satu. Fero menghadapi sakratul maut.Aku menggelengkan kepala, menolak kalimat itu. Tak mungkin Fero meninggalkanku. Karena ia tadi mengucapkan kalimat cinta dan penuh pengertian padaku bukan. Namun, semakin menepis pemikiran itu.

Rasa takut kehilangannya semakin memenuhi setiap sudut ragaku. Mobil ambulans terasa berhenti. Mungkin kami sudah sampai. Pihak petugas medis membuka pintu dan menarik brankar Fero.

Mereka juga membawaku, dan menuntunku. Awalnya, terjadi pertentangan karena mereka ingin membawaku ke ruang pengobatan. Kalau itu terjadi, aku dan Fero akan berpisah. Tidak, kali ini tidak.

Perdebatan itu tak berlangsung lama, karena akhirnya mereka setuju. Aku ikut mendorong brankan Fero menuju ruang Unit Gawat Darurat. Disuruh menunggu di depan pintu. Raut cemas terlukis pada wajahku.Mondar-mandir ke sana kemari bagai setrika, sesekali mengintip melalui pintu kaca ruangan. Berharap bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana. Sayangnya, itu hanya harapan. Lampu merah terus menyala di atas pintu.

Menggigit kuku hingga bersih pun masih belum bisa membuat waktu berjalan cepat, agar para dokter keluar dan memberitahukan kabar baik padaku. Tuhan, jika memang kau ada. Tolong selamatkan Fero.

Kini aku tak butuh keluarga yang kuharap bisa mengerti. Aku hanya ingin, Fero selamat. Sebab, dia lebih berharga dari pada keluarga yang kutahu. Tak apa jika Engkau tak mengabulkan harapan lain dariku. Namun, aku memohon.

Aku memohon dengan sungguh-sungguh. Selamatkan Fero, dan buat dia kembali. Karena aku ingin berganti posisi, di mana ini giliranku melindunginya. "Nona, tolong jangan mondar-mandir seperti itu, pasien lain akan pusing melihatnya.

"Suara penuh perhatian dari suster mengacaukan lamunanku. Aku langsung menatapnya tajam.

"Persetan dengan pasien lain! Saya tak peduli mereka mati atau apa! Saya sama sekali tak peduli!" bentakku.Ceklek! Suara pintu terbuka, dan aku kembali menoleh. Kulihat, lampu operasi tetap berwarna merah. Bagaimana bisa? Kenapa mereka keluar. Padahal kan belum selesai?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Menjadi Luna Orang Lain
Aku Menjadi Luna Orang Lain
Dalam Aku Menjadi Luna Orang Lain, Sylvie meninggalkan klan setelah dikhianati Ethan. Saat Ethan mengira ia akan memohon kembali, Sylvie justru memulai adventure baru bersama Victor. Baca romance novel fantasi ini untuk melihat konsekuensi pengkhianatan dalam werewolf romance novels yang emosional.
Bertahan Hidup di Dunia Komik
Bertahan Hidup di Dunia Komik
Terjebak dalam Bertahan Hidup di Dunia Komik, Delisha merasuki tubuh putri bangsawan yang ditakdirkan tewas di tangan suaminya. Dalam web novel bergenre fantasy romance ini, ia harus menyusun rencana perceraian demi lolos dari sang villain. Simak kisah adventure seru ini di fiction fantasy novels.
Immortal Soul
Immortal Soul
Dalam Immortal Soul, Mo Wuji menantang takdir sebagai pemilik akar fana di dunia kultivator. Ikuti perjuangannya melampaui batasan dalam fantasy novel penuh aksi ini. Baca petualangan seru di webnovel ini untuk mengungkap rahasia kekuatan sejati dan perjalanan spiritual yang luar biasa.
Keabadian yang Tertunda Dendam
Keabadian yang Tertunda Dendam
Dalam Keabadian yang Tertunda Dendam, Wulan dan Mulan turun ke dunia setelah 300 tahun kultivasi. Sebagai fantasy novel penuh aksi, mereka harus memilih: meraih keabadian dengan membalas dendam ibu mereka atau hidup sebagai manusia. Temukan petualangan mereka di web novel ini.
Pemalas Penantang Dewi
Pemalas Penantang Dewi
Dalam fantasy novel Pemalas Penantang Dewi, Ken dibuang oleh Dewi Aria ke sarang monster. Mengandalkan kecerdasan untuk bertahan hidup, Ken kini terjebak di tengah perang besar antara manusia dan iblis. Temukan kelanjutan adventure story penuh aksi ini di web novel terbaru kami.
Petani Sukses
Petani Sukses
Dalam novel modern Petani Sukses, Amanda Santika membangun kerajaan pertanian dari nol setelah dikhianati. Namun, petualangan hidupnya berubah saat anaknya membawa pulang seorang pria misterius yang mirip dengannya. Simak kisah billionaire romance novel ini di platform read novels online.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bukan Dia, Tapi Kau
Bukan Dia, Tapi Kau
Cindy seorang anak pembantu yang rela mengubah dirinya demi cintanya pada Mark, tapi justru kehilangan arah. Saat kembali menekuni komik, dia menyadari cinta tulus Carl, dia pun menemukan kembali jati diri dan kebahagiaan sejatinya.
[Versi suara dubbing] Perpisahan yang Tidak Dapat Dibalikkan
[Versi suara dubbing] Perpisahan yang Tidak Dapat Dibalikkan
Ketiga saudari perempuan itu menjauh dari cinta lama mereka karena kebaikan yang palsu. Ketika mereka menyadari, dia sudah menikah dengan orang lain, melebihi batas penebusan...
Darah Sama, Takdir Berbeda
Darah Sama, Takdir Berbeda
Saudari kembar identik, Erin dan Elise, terpisah sejak kecil. Dua puluh tahun kemudian, Elise dikhianati sahabat dan suaminya, Damien, disiksa dan dilempar dari tebing hingga menghilang. Erin kembali untuk membalas dendam dengan mengambil alih hidup Elise. Namun Elise selamat, wajahnya rusak dan ingatannya hilang. Saat kembali, ia menemukan kakaknya yang tak dikenal menjalani hidupnya. Dendam, cinta, dan pengkhianatan bertabrakan. Bisakah mereka memulihkan ikatan sebelum terlambat?
Perjodohan Cinta Sejati
Perjodohan Cinta Sejati
Untuk menyelidiki misteri kematian istrinya, dia menyembunyikan identitasnya sebagai penjaga keamanan dan membawa anaknya ke saudara iparnya untuk melindunginya secara diam-diam. Tanpa diduga, adik iparnya mengeluarkan sebuah kartu hitam dan berkata, Satu juta, saya ingin menjadi ibu dari anak Anda!
Janda? Aku Tetap Menikahinya!
Janda? Aku Tetap Menikahinya!
Untuk menyelamatkan ibu mertua yang sakit parah, janda Melly Lauwis melakukan pengorbanan besar. Semalam di penjara, dia bertemu Hilman Yongki yang rela menusuk tangannya sendiri daripada mencemari dirinya. Setelah itu, Hilman setiap hari datang ke kios pangsit, kikuk mencoba menyenangkan dan melindungi Bu Melly. Setelah melewati banyak cobaan, ia akhirnya menyadari ketulusan Hilman, dan Hilman baru mengerti kedalaman perasaannya di saat genting. Dari lumpur, mereka saling menopang, satu mengajarkannya mencintai diri sendiri, yang lain memberinya rumah dan keluarga.
Monster Rakus Jatuh Dari Langit
Monster Rakus Jatuh Dari Langit
Di tahun ke-11 negara Misa, Tari, monster rakus kecil melarikan diri ke dunia fana dan diangkat menjadi putri Jenderal Dani. Dengan kemampuannya, dia berkali-kali menyelamatkan keluarga Dani hingga disayang ketiga kakaknya. Namun Cila, seorang pelintas novel, tidak terima alur cerita berubah dan bersekongkol dengan musuh Dani, tapi gagal. Akhirnya, Tari berhasil membangunkan istri Dani dan mereka hidup bahagia.