Logo
Istri Yang Tak Dirindukan
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

72 Bab
Tamat
Dalam Istri Yang Tak Dirindukan, seorang istri menanti suaminya pulang merantau selama lima tahun. Namun, kepulangan sang suami justru membawa talak dan pengkhianatan pernikahan. Simak kisah modern novel ini tentang perjuangan menghadapi kenyataan pahit dalam romance stories yang emosional.
Bab 1 dari Istri Yang Tak Dirindukan

"Mas Anan!"

Saat wajah lelaki yang kurindukan selama lima tahun kini datang menemuiku tepat berdiri di hadapanku.

Lelaki yang sangat kurindukan bertahun-tahun merantau kini telah pulang dengan membawa kesuksesan. Ia pulang dengan membawa mobil mewah bermerek dan memakai pakaian rapi. Seperti pekerja kantoran dan di tangan kirinya tersemat jam bermerek berharga mahal. Ia pulang membawakan oleh-oleh untuk kedua anakku.

"Mas," panggilku lembut.

Lelaki yang kurindukan masih tak bergeming menatap rumah yang dulu ia tinggalkan masih tetap sama, reot dan sudah tua. Bahkan tambalan atapnya pun masih terlihat bocor kala hujan datang dengan deras membasahi bumi.

"Mas Anan," panggilku lagi. "Lihatlah anak kita sekarang sudah besar! Nara putri kita, sudah berumur lima tahun sejak kepergianmu. Dia cantik bukan? Habib juga sudah berumur sepuluh tahun sejak Mas pergi merantau meninggalkan kami," ucapku sembari menggendong Nara putri bungsuku.

Mas Anan meraih Nara yang ada dalam gendonganku. Ia memeluk dan mencium Nara bertubi-tubi sembari meneteskan air mata. Mas Anan sudah lima tahun merantau di kota Jakarta. Ia tidak pernah sekali pun pulang kerumah gubuk tuaku. Tiap bulan hanya mengirimkan uang belanja yang ia titipkan pada tetanggaku yang kebetulan berdekatan dengan tempat tinggalnya. Jika aku rindu padanya maka aku akan meminjam telepon tetangga untuk menanyakan kabarnya.

"Ayi, aku hanya pulang sebentar untuk mengabarimu. Tapi, bukan untuk kembali padamu," ucapnya kemudian.

"Maksudnya?"

"Ayi Fradila, mulai sekarang kau, aku bebaskan dari kewajibanmu. Aku menalakmu. Surat perceraian segera akan aku urus. Masalah biaya kamu tidak usah kawatir aku yang akan menanggung semuanya," lanjutnya.

Jantungku berhenti berdetak seketika mendengar ucapan talak dari lelaki yang kurindukan selama bertahun-tahun. Bagai anak panah tepat mengenai jantungku, kata-kata talak itu membuat tubuhku lunglai seketika. Bak petir menyambar di siang hari Mas Anan dengan begitu mudah menjatuhkan kata talak tepat di hari kedatangannya.

Selama lima tahun aku menunggunya di sini kembali. Saat ia datang hanya menghadiahiku talak. Lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih tersebut telah memberiku dua orang anak. Saat ia pamit merantau untuk mengadu nasib putri bungsuku masih berumur tiga bulan. Dan yang sulung berumur lima tahun.

Masih kuingat saat melepas kepergiannya berjanji akan segera kembali membawa keberhasilan hidup yang lebih baik dan akan membawaku beserta kedua buah hati kami jika ia sukses dan bisa mempunyai rumah yang lebih layak dari yang sekarang aku tempati.

Rumah yang aku tempati adalah rumah peninggalan kedua orang tuaku yang sudah reot dan bocor di sana-sini. Dindingnya pun sudah lapuk digerogoti rayap. Para tetangga yang iba membantuku memperbaiki ala kadarnya dengan menempel dinding yang keropos dengan papan bekas seadanya.

"Dek, Mas pamit merantau. Jaga baik-baik anak kita! Jika nanti aku kembali dan berhasil akan kubawa kalian pindah ke rumah yang lebih bagus dari ini," ucapnya sembari mencium keningku.

"Sebenarnya aku keberatan Mas pergi merantau. Kami masih membutuhkanmu di sini Mas. Apalagi Nara masih berumur tiga bulan, ia masih membutuhkan kasih sayang ayahnya," kataku sembari menangis.

Dengan lembut Mas Anan mengusap air mataku yang menetes di pipi. Sementara Nara, bayi mungilku masih dalam gendongannya.

"Percayalah padaku. Aku akan kembali menjemputmu dan anak-anak jika sudah berhasil. Do'a'kan aku selamat sampai ke tujuan dan berhasil. Agar bisa membahagiakanmu dan anak kita berdua," bisiknya lembut.

Aku mengangguk. "Iya, Mas."

Kupeluk tubuh lelaki yang sangat kucintai selama lima tahun sudah menemani perjalanan hidupku mengarungi bahtera rumah tangga. Kulepas kepergiannya di ambang pintu bersama kedua permata hatiku. Mas Anan pergi dengan menumpang pada sebuah mobil pik up milik tetanggaku yang mengantar dan menjual barang dagangnya ke Jakarta tiap bulan.

Tetanggaku punya bisnis menjual buah pisang ke Jakarta setiap satu bulan sekali ia pasti akan menjual barang dagangannya bila sudah ada yang meminta banyak. Tidak hanya buah pisang yang menjadi bisnisnya, tapi juga buah jeruk yang ia ambil dari petani jeruk yang ada di daerah Berastagi. Kulepas kepergian lelaki yang sangat aku cintai dengan derai air mata. Senja itu menjadi kelabu saksi bisu melepas kepergian Mas Anan merantau ke kota Jakarta.

"Asalamualaikum, Bunda," ucap Habib yang baru pulang mengaji dari rumah Ustaz Rahman.

Ucapan salam Habib membuyarkan lamunanku.

"Waalaikumsalam, Nak," jawabku. Segera kuhapus air mata yang sedari tadi menggenang di pipiku dengan menggunakan hijab syar'i yang aku pakai.

Habib segera menyalamiku dengan tazim dan memciumnya. Begitu pula dengan Mas Anan tak lupa ia salami dan mencium punggung tangannya.

"Ayah," seru Habib.

Segera saja Habib menghambur dalam pelukkan ayahnya. Kerinduan yang sudah bertahun-tahun ia nantikan untuk bertemu dengan ayahnya kembali kini telah terobati. Sayang hari ini adalah hari terakhir ia akan memeluk ayahnya, karena setelah ini Mas Anan akan kembali ke Jakarta.

"Nak, kamu sudah besar dan tampan sekali. Ayah, bangga melihatmu menjadi anak sholeh. Tetaplah seperti ini! Jadilah anak yang berbakti pada orang tua," ucap Mas Anan mengusap rambut Habib.

"Ayah, aku sangat merindukanmu. Bunda juga," celotehnya. "Ayah, pasti pulang untuk menjemput Bunda dan kami' kan?"

Mas Anan menghela napas berat. "Maafkan Ayah, Nak. Ayah, kembali bukan untuk menjemput kalian. Tapi ...." Mas Anan menjeda ucapannya.

"Tapi, apa Yah?" tanya Habib penasaran.

"Ayah, kesini karena ingin bercerai dengan Bunda."

Aku hanya berdiri di pojokkan ruang tamu yang berukuran sempit sembari menyembunyikan tangisku. Aku tidak ingin kelihatan lemah di hadapan anak lelakiku.

"Nak, ayahmu hanya sebentar ke sini. Setelah ini ia akan kembali ke kota Jakarta. Setelah kamu besar nanti kamu bisa menemuinya di kota Jakarta," selaku.

Memberi pengertian padanya agar dia tidak berkecil hati karena ayahnya setelah ini tidak akan pernah kembali ke sini.

"Tapi, kenapa Bunda?" tanyanya lagi. "Ayah, barusan saja kembali sudah mau pergi lagi. Emang Ayah gak sayang sama kita?"

Ucapan Habib terasa menusuk-nusuk jantungku dengan ribuan jarum runcing yang tajam. Aku berusaha setegar mungkin di hadapan kedua buah hatiku agar tidak kelihatan lemah. Mas Anan hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Habib. Meskipun Habib hanyalah seorang bocah berumur sepuluh tahun tahun tapi Habib sangat cerdas. Di kelas satu sampai sekarang, ia selalu mendapat juara satu umum dalam semua mata pelajaran. Dalam mengaji Habib juga di percaya Ustadz Rahman untuk mewakilinya mengajar anak di bawah umurnya.

Setiap bulan Ustaz Rahman akan membayarnya dengan upah ala kadarnya sebagai jasa telah membantu meringankan pekerjaanya. Kami setiap hari hanya bertahan hidup dari pengiriman Mas Anan yang hanya dua ratus ribu per bulan. Itu pun ia kirim lewat tetangga Pak Nurmin yang biasa menjual barang dagangnya ke Jakarta melalui penyeberangan Lampung pelabuhan Bakauheni.

Tentu saja aku tidak bisa hanya mengandalkan hasil uang kiriman Mas Anan yang berjumlah sedikit. Setiap hari aku harus mengambil cucian warga Kampung dan menyetrikanya hingga rapi barulah mendapat upah untuk mencukupi kebutuhan dapur. Untuk biaya yang lainnya membayar uang sekolah Habib atau pun membayar tagihan listrik tiap bulan aku harus menjual kue dan menitipkannya ke warung-warung tetangga barulah bisa terbayar itu pun kadang kue buatanku banyak yang sisa.

Jika sudah sore hari barang daganganku tidak laku, aku akan memberinya pada anak panti yang di pimpin oleh Ustaz Rahman. Letak panti tersebut di ujung jalan kampung.

"Nak, Ayah dan Bunda sekarang sudah bercerai. Kami tidak akan mungkin bersatu kembali," jelas Mas Anan.

"Ayah, bercerai itu apa?" tanya Habib polos.

Mas Anan terdiam. Dia tidak mampu menjawab pertanyaan Habib yang mampu menohok hatinya. Dengan susah payah ia menelan salivanya.

"Sayang, suatu hari nanti kamu akan mengerti jika sudah besar," potongku memberi penjelasan.

Kuraih tubuh kurus Habib yang tinggi dan memeluknya dengan erat, tanpa terasa air mataku mengalir deras, sementara putri kecilku masih bermain dengan boneka pemberian ayahnya. Putri kecilku Nara tak sedikit pun bertanya tentang Mas Anan, karena memang sedari kecil ia tidak pernah melihat wajah Ayah kandungnya.

Berbeda dengan Habib yang saat itu sudah berusia lima tahun, ia sudah bisa mengenali wajah ayahnya. Hatiku terasa teriris-iris dengan pisau merasakan sakit dan perih yang begitu dalam saat lelaki tampan di hadapanku dengan mudah menghadiahiku talak.

Selama lima tahun lamanya aku menunggu kedatangannya kembali, tapi saat ia datang bukan manisnya cinta atau terobatinya rindu yang membara, aku dapatkan. Tapi kata talak yang ia hadiahkan.

"Nak, ini hadiah dari Ayah untukmu," Mas Anan mengeluarkan bungkusan dari peper bag dan memberikannya pada Habib. "Pakailah untuk mengaji!"

Sepasang baju koko dan peci hitam di keluarkan dari peper bag yang ia bawa tadi. Mas Anan memberikan Habib baju koko baru lengkap dengan pecinya. Ia memberikan baju itu pada Habib. Lalu, menghujani Habib dengan ciuman.

"Maafkan Ayah, Nak. Ayah belum bisa membahagiakanmu. Setelah kamu besar nanti Ayah harap kamu akan mengerti dan memaafkan Ayahmu ini," ucap Mas Anan lirih.

Setelah itu ia beringsut dari tempat duduknya hendak meninggalkan gubukku.

"Ayah," panggil Habib. Mas Anan seketika menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya.

"Jaga Bunda dan adikmu Habib! Jadilah anak yang sholeh dan membanggakan orang tua." Mas Anan mengucapkan kalimat itu dengan mata yang berkaca-kaca. Sedetik kemudian ia berlalu keluar dari gubukku dan masuk ke dalam mobil mewahnya.

Habib mengejar ayahnya yang sudah memasuki mobil dan memanggil nama Mas Anan dengan nyaring.

"Ayah, jangan pergi! Kami merindukanmu," ucapnya sambil berlari mendekati mobil Mas Anan.

Namun, Mas Anan tidak menghiraukan panggilan Habib yang memanggilnya sembari mengetuk pintu mobilnya. Mas Anan malah menutup kaca mobilnya dan melajukan menjauh dari gubukku.

Sekilas kulihat di mobilnya duduk seorang wanita cantik berkacamata hitam duduk di sebelahnya dengan tersenyum tipis. Mas Anan sudah mempunyai wanita lain yang lebih cantik hingga memilih membuangku dan meninggalkanku dengan anak-anak.

Kupeluk Habib yang masih menangis melepas kepergian ayahnya. Lambat-laun mobil Mas Anan hilang menjauh sampai yang terlihat hanya seperti titik hitam.

***

Bersambung.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bad Duda
Bad Duda
Dalam novel Bad Duda, Edeline berjuang melawan trauma masa lalu saat menjadi dokter magang bagi Elvis Dalton, duda arogan yang kejam. Kisah modern novel ini mengikuti upaya mereka menyatukan kepingan hidup yang hancur. Baca romance stories ini untuk melihat takdir mereka.
Buku Harian Seorang Pengacara Muda
Buku Harian Seorang Pengacara Muda
Dalam Buku Harian Seorang Pengacara Muda, Edward Cicero menghadapi dilema besar di sekolah hukum. Untuk memenangkan kasus melawan perusahaan asuransi, ia harus memilih antara melakukan kejahatan atau dikeluarkan. Simak kisah modern novel penuh intrik dan mystery story yang menegangkan ini.
Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
Dalam novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu, Sarah harus menghadapi pengkhianatan Dimas di tengah kehamilan. Sebagai modern novel yang emosional, ia berjuang melawan ambisi Citra. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Sarah mempertahankan harga diri di web novel populer.
My Crazy Man
My Crazy Man
Dalam My Crazy Man, Azura sang supermodel dingin harus menghadapi obsesi Devano Mackzie. CEO muda ini bertekad menaklukkan masa lalu kelam Azura dengan cara yang tak terduga. Ikuti billionaire romance novels ini di web novel Indonesia untuk melihat perjuangan cinta mereka yang penuh kejutan.
Obsesi dan Cinta
Obsesi dan Cinta
Dalam novel romance modern Obsesi dan Cinta, Lifah Putri Sanjaya, putri konglomerat yang bertunangan dengan Bara Wicaksono, harus menghadapi masa lalunya. Pertemuan tak terduga dengan Anggara Prampayoga di tempat kerja menguji kesetiaannya. Baca billionaire romance novels ini sekarang.
Scary Love
Scary Love
Dalam Scary Love, Jasson memburu pembunuh orang tuanya hingga ke kota seberang. Namun, misi balas dendam di romance novel ini terhambat saat ia menikahi gadis yang menyimpan rahasia kelam. Baca mystery story penuh konflik antara keadilan dan cinta di web novel yang menegangkan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Setelah Putus Cinta, Dimanjakan oleh Tiga Kakak Beradik
Setelah Putus Cinta, Dimanjakan oleh Tiga Kakak Beradik
Menjelang pernikahannya, dia dicampakkan oleh tunangannya. Namun, di pesta pertunangan, dia dikenali oleh tiga saudara laki-laki yang sudah lama hilang sebagai saudara kandung mereka. Ternyata dia adalah seorang pewaris yang kaya raya. Sejak saat itu, mereka yang mengganggunya akan menghadapi kemarahan saudara-saudaranya.
[Versi suara dubbing] Kembali ke Tahun 2010: Di Luar Penipuan
[Versi suara dubbing] Kembali ke Tahun 2010: Di Luar Penipuan
Seorang mahasiswa baru perguruan tinggi vokasional membunuh seseorang setelah pacarnya diperkosa dan dia dipenjarakan. Setelah mengetahui bahwa itu adalah penipuan, dia dilahirkan kembali, memutus hubungan dengan pacar buruknya, menyelamatkan teman masa kecilnya, memulai bisnis, menindak gengster, dan mencapai kesuksesan besar!
Pertarungan Cinta: Siapa yang Menang?
Pertarungan Cinta: Siapa yang Menang?
Sang tokoh utama, Jess Gonzales, harus menyeleksi 25 pria yang mendekatinya hingga tersisa empat orang yang benar-benar ingin ia kencani. Setelah ia membuat pilihannya, para pria yang ditolak mendapat kesempatan untuk mengacaukan kencan Jess demi hadiah uang tunai!
Terlahir Kembali: Menemukan Hatinya
Terlahir Kembali: Menemukan Hatinya
Pada hari Raegan menghembuskan nafas terakhirnya, Nate mengikat janji suci. Nate, putra sopir keluarga Fuller, telah menjadi objek belas kasihan Raegan karena latar belakangnya yang miskin. Dia telah mengikutsertakan Nate dalam perjalanan Maybach sehari-hari ke sekolah, membayar kebutuhannya dengan kartunya sendiri, menghadiahkan kemewahan kelas atas, dan bahkan memberikan perusahaan yang ditinggalkan ayahnya. Sementara dia menikmati kekayaan yang diberikannya dan menjalin hubungan romantis dengan orang lain, menyayangi pacarnya seperti ratu, dia memperlakukan Raegan hanya sebagai pelayan... Ketika Raegan, yang terserang penyakit parah, meminta untuk meminjam sejumlah uang darinya untuk pengobatan, dia menjawab tanpa ampun, "Bertahun-tahun aku terjerat denganmu telah menjadi mimpi burukku! Raegan, cepatlah mati." Dia benar-benar mati! Dan hanya pada saat kematiannya, dia baru mengetahui bahwa putra mahkota ibu kota, yang pernah dia tolak, telah menunggunya selama ini ...
Si Naga Sembilan Kembali
Si Naga Sembilan Kembali
Lima belas tahun silam, demi melindungi saudara seperjuangannya, Sony Wijaya bertarung sendirian hanya dengan sebilah pedang melawan sindikat bairawah tanah Kota Jira, hingga menjelma menjadi legenda dunia bawah tanah. Kini, usai bebas dari penjara, istri dan anaknya dihina oleh penjahat. Kembalinya sang raja membuat dunia bawah tanah kembali gemetar!
Cinta yang Buta
Cinta yang Buta
Dina yang baru saja menikah terpukul berat saat suaminya, Theo, jatuh koma. Yang membuatnya heran, adik Theo, Rory, yang juga baru sadar dari koma, tiba-tiba bersikap persis seperti Theo, bahkan tahu rahasia pernikahan mereka. Dina pun yakin bahwa ini adalah "koneksi spiritual". Namun, setelah Theo meninggal dan skandal Dina dengan Rory terbongkar, Dina baru tahu dirinya hamil. Ibu Rory yang sakit keras menuntut kebenaran, lalu Rory mengaku bahwa tidak ada pemindahan jiwa. Ternyata Rory telah menyimpan perasaan terhadap Dina selama bertahun-tahun, jadi dia memerankan diri sebagai kakaknya untuk bersama Dina. Meskipun ibunya memohon agar dia berhenti hidup sebagai pengganti, Rory tetap rela hidup sebagai bayang-bayang kakaknya, demi kebahagiaan wanita yang dicintainya.