Logo
CINTA DAN PENGORBANAN
CINTA DAN PENGORBANAN

CINTA DAN PENGORBANAN

91 Bab
Tamat
Dalam CINTA DAN PENGORBANAN, Nezha berjuang mencari ibu kandungnya hingga bertemu Aretha. Hubungan modern novel ini diuji saat Nezha harus memilih antara cinta atau hutang budi. Temukan rahasia besar di lgbt book ini, salah satu romance stories yang penuh intrik dan pilihan sulit.
Bab 1 dari CINTA DAN PENGORBANAN

Siti Saudah, seorang wanita tua berusia 70 tahun, duduk di kursi plastik di sudut ruang praktik dokter. Tubuhnya yang ringkih sesekali menggigil, meski ruangan itu tidak ber-AC. Tangannya yang keriput menggenggam erat tas kecil di pangkuannya, seolah mencari pegangan di tengah rasa cemas yang menghantui.

Di hadapannya, seorang dokter muda dengan raut wajah penuh simpati tengah membaca hasil laporan medis yang baru saja dicetak.

"Bu Siti." suara dokter itu terdengar lembut, namun tegas, "hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan Ibu sudah cukup serius."

Siti menatap dokter dengan mata cemas, meski ia sudah menduga kabar buruk itu, tapi hatinya tetap tak siap. "Apa penyakit saya masih bisa disembuhkan, Dok?" tanyanya dengan suara bergetar.

Dokter itu menarik napasnya dalam-dalam, berusaha mencari kata-kata yang paling tepat.

"Penyakit Ibu sudah memasuki tahap lanjut. Berdasarkan hasil medis, usia Ibu mungkin hanya tersisa sekitar enam bulan. Tapi, ini hanyalah prediksi medis. Hidup dan mati seseorang hanya Allah yang menentukan. Saya menyarankan agar Ibu mempersiapkan diri dan fokus menjalani sisa waktu dengan tenang."

Kata-kata itu menghantam Siti seperti badai. Ia terdiam. Wajahnya yang biasanya tegar kini tampak rapuh. Pandangannya mengarah ke jendela, menembus tirai tipis yang bergoyang lembut diterpa angin. Ia mencoba mencari ketenangan dalam pikirannya yang kalut.

"Terima kasih, Dok," ucap Siti akhirnya, suaranya nyaris tak terdengar. Dengan langkah gontai, ia meninggalkan ruang praktik.

Siti berjalan dengan langkah gontai menyusuri jalanan menuju rumah kecilnya. Langit sore di desa itu berwarna jingga keemasan, memberikan kehangatan yang kontras dengan dinginnya hati Siti. Tas kain usang yang digenggamnya terayun perlahan mengikuti langkahnya. Sepanjang perjalanan, pikirannya tak lepas dari wajah cucunya, Vanezha, gadis yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

"Bagaimana nasibmu nanti, Nezha? Tanpa Nenek, siapa yang akan menjaga dan melindungimu?" batinnya. Air matanya jatuh tanpa ia sadari, membasahi pipinya yang telah dipenuhi kerut usia.

Setelah berjalan cukup jauh, Siti tiba di halaman rumahnya yang sederhana. Rumah berdinding kayu dengan pekarangan kecil yang dipenuhi bunga liar itu adalah saksi dari perjuangan hidup mereka selama ini.

Begitu masuk ke dalam, aroma nasi yang baru matang menyambutnya. Nezha, gadis mungil berusia tiga belas tahun, tampak sibuk mengaduk lauk sederhana di atas kompor kecil.

"Nenek! Sudah pulang? Aku udah masak nasi sama goreng tahu. Tapi sayurnya cuma kangkung, nggak apa-apa, kan?" ucap Nezha ceria sambil membawa piring ke meja kayu tua mereka.

Vanezha, atau yang akrab disapa Nezha, adalah gadis belia dengan tubuh mungil dan wajah cerah yang selalu memancarkan keceriaan. Rambutnya hitam legam dan diikat rapi ke belakang. Matanya berbinar, penuh semangat hidup meskipun kondisi mereka serba pas-pasan. Dalam keterbatasan, Nezha tumbuh menjadi gadis mandiri dan tak pernah mengeluh, membuat Siti semakin menyayanginya.

Siti duduk di kursi reyot di dekat meja, memperhatikan Nezha yang sibuk menyiapkan makanan. Senyumnya muncul, meski hatinya terasa berat. Pikirannya berkecamuk, bingung mencari cara untuk memastikan masa depan cucunya sebelum ajal menjemput.

"Ya Allah, aku harus bagaimana? Aku tak sanggup membayangkan Nezha hidup tanpa aku," gumamnya pelan.

Nezha yang memperhatikan wajah neneknya tampak murung, segera menghampiri. "Nenek, kenapa? Kok sedih? Nenek lagi mikirin apa sih?" tanyanya polos sambil menatap wajah Siti.

Siti terkejut, lalu cepat-cepat menghapus air matanya. Ia tak ingin membuat Nezha khawatir. "Ah, nggak apa-apa, Sayang. Nenek cuma capek saja. Sudah, yuk kita makan. Nenek sudah lapar," ujarnya sambil tersenyum, berusaha mengalihkan perhatian Nezha.

Nezha mengangguk, meski dalam hatinya ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan neneknya. Namun, ia memilih untuk tidak bertanya lebih jauh.

Keduanya duduk bersama menikmati makanan sederhana di meja kecil itu. Suara sendok dan piring beradu menjadi latar suasana sunyi mereka. Siti sesekali memandang Nezha dengan mata yang basah.

"Aku tidak boleh menyerah. Sebelum waktuku habis, aku harus memastikan Nezha punya masa depan. Aku harus menemukan Winda," tekad Siti dalam hati.

Malam itu, setelah makan malam sederhana mereka, Siti duduk di ranjangnya, menatap kosong ke dinding kayu yang retak. Angin malam masuk melalui celah-celah jendela, mengantarkan hawa dingin yang menusuk tulang. Pikirannya dipenuhi kenangan lama dan rencana besar yang kini menggantung di benaknya.

Ia masih ingat kabar yang pernah didapatnya dari Pak Darjo, tetangganya yang sering bepergian ke jakarta. Lelaki itu pernah memberitahunya kalau ia sempat melihat Winda, putrinya, di kawasan Pasar Senen, Jakarta. Winda bekerja menjaga toko sembako di sana, tapi Pak Darjo tak tahu pasti di mana anaknya tinggal.

"Jakarta itu luas. Kalau ia ingin mencari Winda, tentu butuh waktu, tenaga, dan keberanian'" ucap Pak Darjo kala itu.

Namun, hatinya sudah bulat. Cepat atau lambat, ia harus berangkat untuk mencari keberadaan putrinya.

Siti menoleh ke arah Nezha yang terlelap di atas kasur tipisnya. Gadis itu tidur nyenyak, memeluk bantal lusuh yang selalu setia menemani malam-malamnya. Wajah mungilnya tampak damai, meski hidupnya jauh dari kemewahan.

Air mata Siti kembali mengalir. "Nezha, kamu gadis yang kuat. Nenek nggak akan biarkan kamu hidup sendirian. Nenek akan berjuang untukmu, sampai napas terakhir," bisiknya dengan suara serak.

Kenangan pahit tentang Winda kembali menghantui pikirannya. Ia teringat malam itu, bertahun-tahun lalu, ketika Winda berdiri di depan pintu dengan bayi mungil di pelukannya, air matanya yang tak berhenti mengalir.

Flasback on.

"Mak, aku nggak bisa. Aku nggak sanggup. Nezha... Nezha lebih baik tinggal sama Emak," ujar Winda dengan suara bergetar.

Siti menatapnya dengan tatapan tajam. "Winda! Kamu ini bicara apa? Nezha Itu anakmu! Bagaimana bisa kau meninggalkannya?"

"Enggak, Mak! Aku nggak mau mengasuh bayi haram ini. Kalau Emak nggak mau, aku akan serahkan dia ke panti asuhan!" bentak Winda dengan nada putus asa.

Siti tercekat. Kata-kata itu bagai cambuk yang menghujam hatinya. "Winda, apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan barusan! Anak ini darah dagingmu!"

Winda menangis tersedu-sedu. "Mak, aku malu. Tetangga-tetangga sudah mencibirku. Hidupku sudah hancur, Mak. Aku nggak sanggup hidup seperti ini. Aku mau ke Jakarta. Aku mau memulai hidup baru di sana."

"Dan kau tega meninggalkan Emak sendirian?" Suara Siti melemah.

"Maafkan aku, Mak. Aku janji, setelah sukses nanti, aku akan kembali. Tolong restui aku, Mak. Aku mohon..." Winda berlutut, memohon restu dengan air mata yang terus mengalir.

Siti hanya bisa menghela napas panjang. Ia tahu hatinya tidak bisa menahan Winda lebih lama. "Baiklah. Kalau kamu memang mau ke Jakarta, pergilah. Tapi ingat pesan Emak, jaga dirimu baik-baik. Jangan lupakan kami di sini."

Winda mengangguk. "Iya, Mak. Insya Allah, aku nggak akan lupa."

Sejak malam itu, Winda pergi dan tak pernah kembali, Bayi kecil yang ia tinggalkan kini tumbuh menjadi gadis ceria yang mengisi hari-hari Siti. Tapi rasa rindu dan harapan untuk bertemu Winda lagi tak pernah padam.

Falsback off.

Siti menghapus air matanya. Dengan sisa tenaga dan waktu yang ia miliki, ia bertekad untuk pergi ke Jakarta, mencari Winda, dan memastikan Nezha tidak akan terlunta-lunta tanpa arahan.

"Ya Allah, beri aku kekuatan untuk melindungi cucuku. Aku hanya ingin melihat dia punya masa depan yang cerah," doanya lirih sebelum akhirnya ia merebahkan tubuh lelahnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Altair Onder de
Altair Onder de
Dalam Altair Onder de, Altair terjebak dalam pertukaran tubuh akibat takdir dewa. Novel fantasy ini mengisahkan perjuangan Altair menguasai mana dan identitas baru. Temukan kisah lgbt unik di web novel ini saat mereka merelakan hidup lama demi masa depan di adventure story yang penuh rahasia.
Bukan Sugar Baby
Bukan Sugar Baby
Dalam novel romance Bukan Sugar Baby, Tachi Gumama, seorang mucikari, meragukan kesetiaan billionaire Padrone Ricco pada istrinya. Saat tawarannya ditolak, rahasia tentang gadis simpanan mulai terkuak. Baca kisah modern novel ini untuk mengungkap kebenaran di balik kesetiaan sang tuan.
GAIRAH TENGAH MALAM
GAIRAH TENGAH MALAM
Dalam novel GAIRAH TENGAH MALAM, seorang fotografer alam dan pemandu lokal harus bertahan hidup di hutan Amazon. Menghadapi bahaya liar, mereka terjebak antara misi eksplorasi dan hasrat mendalam. Baca lgbt book penuh aksi ini sebagai pilihan fiction books terbaru Anda.
Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
Dalam Hot Love - Gairah cinta sesama wanita, Kara menguasai harta Veron setelah sabotase pesawat yang misterius. Saat FBI memburu bukti teror, ia terjebak cinta segitiga dengan Rose dan Rebeca. Temukan intrik lgbt book dan romance stories ini dalam balutan mystery story yang menegangkan.
Kontrak Cinta Terlarang
Kontrak Cinta Terlarang
Dalam Kontrak Cinta Terlarang, Celine terjebak rencana gila suaminya yang menyukai sesama jenis. Demi memiliki anak, ia dipaksa berhubungan dengan Jonathan. Simak kisah lgbt dan modern novel ini melalui webnovel yang penuh dilema serta pengkhianatan dalam sebuah romance novel yang provokatif.
Rara Series - Jerat Tanpa Tali
Rara Series - Jerat Tanpa Tali
Dalam Rara Series - Jerat Tanpa Tali, Rara terjebak hubungan rumit antara Jo dan Centia. Romance novel ini mengeksplorasi batas cinta dan kendali dalam pencarian jati diri. Temukan kisah intens tentang pilihan hidup dan kebebasan dalam lgbt book yang penuh dilema emosional ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pertemuan yang Ditakdirkan
Pertemuan yang Ditakdirkan
Ayahnya memaksa sang putrinya untuk mewakili saudara tirinya menikah dengan pria tua, jelek dan kaya itu, kalau tidak ayahnya tidak mau membayar biaya medis ibunya. Disaat semua orang mengira sang wanita itu akan menikah dengan pria tua yang jelek, tapi kaya, mereka tak menyadari kalau pria itu sangatlah ganteng, bahkan diam-diam membantu sang wanita. Tapi dalam perjalanan cinta ini, sang wanita akan memilih apa?
Maaf, Nelson—Kamu Bukan Pilihanku Lagi!
Maaf, Nelson—Kamu Bukan Pilihanku Lagi!
Dua belas tahun lalu, Yeni baru saja ditemukan oleh Keluarga Ultara dan dibawa pulang sebagai nona asli keluarga tersebut. Nelson pun jatuh cinta pada pandangan pertama saat mereka bertemu dan dirinya ingin mengejar Yeni. Namun, Yeni menolaknya karena latar belakang pria tersebut berasal dari desa.
Mantan Istri Gagal? Dia Penguasa Segalanya
Mantan Istri Gagal? Dia Penguasa Segalanya
Eleanor si jenius terlahir kembali dengan bakat luar biasa. Ia berani menceraikan Leo setelah dihina keluarganya. Kariernya di dunia game pun meroket, hingga memikat Julian yang dingin. Terkesan dengan ketangguhan Eleanor, Julian selalu mendukungnya, bahkan sampai menghadapi keluarga Leo. Di sisi lain, Eleanor tetap tenang dan tegas, sambil menjaga dan membantu karier Julian.
[Versi suara dubbing] Hakim Hidup dan Mati: 101 Hutang Cinta
[Versi suara dubbing] Hakim Hidup dan Mati: 101 Hutang Cinta
Seorang hakim yang dicari oleh tokoh-tokoh berkuasa mengalami berbagai kesulitan. Dia diselamatkan delapan tahun yang lalu, bersumpah akan memaafkan penyelamatnya 101 kali, melahirkan anaknya, tetapi menghadapi cinta tak berbalas dan identitasnya yang terungkap.
Aku Kembali Jadi Ibu Tiri Mantan
Aku Kembali Jadi Ibu Tiri Mantan
Di kehidupan sebelumnya, Bella dikhianati oleh tunangannya dan saudara tirinya. Dia kehilangan pertunangannya, dilecehkan oleh seorang penjahat, serta dicuri nilai ujian masuk perguruannya dan masa depannya. Hidupnya pun berakhir dalam sebuah kecelakaan medis yang dia rancang untuk membawa serta para pengkhianat itu. Namun, takdir memberinya kesempatan untuk membalaskan dendam. Terbangun di masa lalu, Bella kembali ke awal kedatangannya di kota, sebelum Trevor hadir dalam hidupnya. Kali ini, dia memilih pria yang lebih tua empat belas tahun sebagai suami, dan menggunakan posisi barunya untuk mengusir mantan tunangannya dari keluarga tersebut.
Jadi Malaikat Pelindung Ibuku
Jadi Malaikat Pelindung Ibuku
Sarah mengorbankan segalanya untuk keluarga, tapi dibalas dengan pengkhianatan. Setelah dia dan putri kecilnya Lindsey diusir, Sarah tewas karena kerja paksa. Demi biaya pemakaman ibunya, Lindsey menghadiri pesta pernikahan ayahnya, di sana dia dihina habis-habisan hingga nyawanya melayang bersama anjing kesayangannya. Namun, Lindsey kemudian secara ajaib terlahir kembali setahun ke masa lalu. Dengan memori masa depannya, dia membantu Sarah melihat kebenaran tepat waktu, mengubah nasib, dan meraih kebahagiaan bersama Terrence.