Logo
Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya
Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya

Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya

70 Bab
Tamat
Dalam Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya, Risa terjebak permainan licik tetangganya, Hardiman. Romance novel ini mengisahkan transformasi Risa dari istri polos menjadi tawanan hasrat terlarang. Baca kisah lengkapnya di webnovel populer ini untuk mengikuti konflik modern yang mencekam.
Bab 1 dari Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya

Risa adalah definisi sejati dari bunga desa-bukan karena kecantikan yang mencolok, melainkan karena kesederhanaan, kepolosan, dan sifat pemalunya yang menguar seperti aroma melati setelah hujan. Rambut hitamnya selalu terawat rapi, disanggul sederhana, dan matanya yang lebar menyimpan ketenangan yang hampir selalu tampak rapuh. Pada usianya yang baru menginjak dua puluh dua, ia telah menjadi istri dari Dika, seorang pria pekerja keras yang tak banyak bicara, sepuluh tahun lebih tua darinya, dan menjabat sebagai kepala urusan pembangunan di kantor desa.

Kehidupan mereka di desa Jatiwangi adalah sebuah simfoni kesederhanaan. Rumah mereka, yang terbuat dari kayu jati tua dan beratap genteng merah, terletak agak menjorok ke belakang dari jalan utama, dikelilingi oleh kebun singkong dan pohon mangga. Di sana, rutinitas adalah sebuah mantra yang menenangkan: Dika berangkat subuh, Risa menyiapkan bekal dan menunggu kepulangannya menjelang magrib. Mereka mungkin tidak memiliki kekayaan materi, tetapi mereka memiliki ketenangan yang sering kali hilang dari hiruk pikuk kota.

Risa mencintai Dika, bukan dengan gairah yang membakar, melainkan dengan ketulusan yang mendarah daging. Dika adalah pelindungnya, jangkarnya. Dia menyediakan keamanan, stabilitas, dan yang terpenting, rasa hormat. Di mata Risa, Dika adalah pria baik yang tidak pernah menuntut banyak, kecuali kesetiaan dan hidangan makan malam yang hangat.

Namun, di balik ketenangan itu, ada kerinduan yang samar. Dika, meski bertanggung jawab, adalah pria yang kaku dan jarang mengekspresikan perasaannya. Kehidupan pernikahan mereka terasa... datar. Malam-malam mereka lebih sering dihabiskan dalam keheningan yang nyaman daripada dalam obrolan hangat atau sentuhan mesra. Risa sering mendapati dirinya menatap langit-langit, bertanya-tanya apakah semua pernikahan hanya seperti ini: damai, tetapi kurang gairah. Ia tidak berani menuntut lebih, takut merusak keharmonisan yang telah susah payah ia bangun. Rasa bersalah akan pikiran itu selalu menahannya untuk tetap diam.

Kedatangan Tetangga Baru

Tiga bulan yang lalu, ketenangan Jatiwangi sedikit terusik-tentu saja, dalam artian yang baik-dengan kepindahan Hardiman. Rumahnya, yang terletak hanya tiga rumah dari Risa dan Dika, adalah bangunan beton modern minimalis yang terasa kontras dengan arsitektur tradisional desa.

Hardiman, atau yang akrab dipanggil "Pak Hardi" oleh warga desa karena usianya yang menjelang kepala empat, adalah seorang pengusaha sukses dari kota yang memutuskan untuk mencari ketenangan (katanya) di desa. Dia tampan, dengan garis wajah yang tegas dan tatapan mata yang tajam namun penuh senyum. Dia mengenakan kemeja rapi yang selalu beraroma parfum mahal, dan motor matic besarnya seringkali memecah keheningan gang desa.

Yang paling membuat Hardiman segera diterima adalah sikapnya yang ramah dan dermawan. Ia sering membagikan sembako, menyumbang untuk perbaikan mushola, dan selalu punya waktu untuk mendengarkan keluh kesah warga. Di mata Dika, Hardiman adalah aset desa, seorang warga kota yang membawa angin segar. Di mata Risa, Hardiman adalah sosok yang kontras dengan suaminya: ia riang, humoris, dan pandai merangkai kata.

Risa pertama kali berinteraksi dengannya saat Dika memintanya mengantarkan sekantong besar pisang hasil panen ke rumah Hardiman sebagai ucapan selamat datang resmi.

"Silakan masuk, Bu Risa. Terima kasih banyak, ini terlalu banyak," ujar Hardiman dengan senyum yang begitu tulus, nyaris memukau. Ia berbicara dengan intonasi yang lembut, berbeda dengan cara bicara Dika yang cenderung bernada perintah atau laporan.

Risa, seperti biasa, hanya menunduk malu, "Tidak apa-apa, Pak. Ini dari Mas Dika. Katanya biar Bapak kerasan."

"Saya sudah sangat kerasan. Terutama sekarang, setelah tahu tetangga saya seramah ini." Hardiman melirik sekilas ke mata Risa, kilatan singkat namun penuh makna yang membuat pipi Risa memanas. Itu adalah tatapan yang meluluhkan, sebuah jenis perhatian yang sudah lama tidak Risa rasakan.

Sejak saat itu, interaksi mereka mulai terjadi. Tidak sering, hanya kebetulan. Saat Hardiman menyiram tanaman, Risa sedang menyapu halaman. Mereka akan bertukar sapa singkat, namun setiap sapaan dari Hardiman selalu meninggalkan jejak, membuat jantung Risa berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya. Ia sering mencela dirinya sendiri karena respons tubuh yang tidak sopan itu. Aku sudah bersuami, selalu ia ingatkan.

Pertemuan Tanpa Sengaja

Puncak dari interaksi yang "tidak sengaja" ini terjadi pada suatu sore, sekitar pukul empat, saat matahari mulai condong ke barat, melemparkan bayangan panjang di jalan setapak.

Risa baru saja kembali dari warung di ujung desa. Ia membawa bungkusan plastik berisi telur dan bumbu dapur. Karena sibuk melihat jalanan yang licin sehabis hujan, ia tidak memperhatikan ada sepeda motor yang datang pelan dari arah belakang.

"Awas!" seru sebuah suara.

Tiba-tiba, sebuah tangan kuat mencengkeram lengan atas Risa dan menariknya cepat ke samping. Risa limbung, bungkusan di tangannya jatuh, dan ia berakhir menempel pada dada bidang seseorang.

"Maaf, Risa, kamu tidak apa-apa?"

Suara itu. Itu adalah Hardiman. Motor yang hampir menyerempetnya adalah seorang kurir yang sedang melaju kencang tanpa klakson.

Risa segera melepaskan diri, wajahnya merah padam. "Saya... saya tidak apa-apa, Pak Hardi. Terima kasih. Ya ampun, saya ceroboh sekali."

"Tidak, ini salah pengemudi itu. Untung saya ada di belakangnya." Hardiman berjongkok untuk memunguti telur yang pecah dan bumbu dapur yang tumpah. "Maafkan saya, harusnya saya lebih cepat menahanmu. Lenganmu pasti sakit."

Tanpa meminta izin, Hardiman membalikkan lengan Risa yang tertutup kain, memperlihatkan sedikit kemerahan bekas genggamannya yang kuat tadi. Jari-jari hangat Hardiman menyentuh kulitnya. Sentuhan itu begitu cepat dan tidak disengaja, namun terasa sangat intim. Risa merasakan gelombang listrik halus menjalar di lengannya, naik ke tengkuknya.

"Tidak, Pak. Saya tidak apa-apa," bisik Risa, nyaris tak bersuara. Ia menarik lengannya kembali, tidak tahan dengan kehangatan dan kedekatan yang berbahaya itu.

Hardiman berdiri tegak, membuang sisa-sisa telur yang pecah ke pinggir jalan. Senyumnya, yang biasanya riang, kini memiliki sedikit bayangan penyesalan dan kepedulian yang mendalam.

"Biarkan saya mengganti semua belanjaanmu. Tolong, jangan tolak. Ini sebagai permintaan maaf karena hampir mencelakakanmu."

Risa mencoba menolak, tetapi Hardiman sudah memegang lengannya, kali ini hanya di pergelangan, dan menariknya perlahan menuju rumah. "Ayo, Risa. Jangan mempersulitku untuk menjadi tetangga yang baik."

Di dalam rumah Hardiman-yang beraroma vanila dan peppermint, jauh berbeda dari rumahnya yang berbau kayu dan masakan-Hardiman memberinya uang tunai yang jauh melebihi harga belanjaannya, dan bahkan menawarkan Risa segelas air dingin.

Saat Risa hendak pamit, Hardiman menahannya di ambang pintu. "Risa," katanya, kali ini tanpa 'Bu' atau 'Pak', "Saya senang kamu aman. Jaga dirimu baik-baik. Kalau ada perlu apa-apa, jangan sungkan. Anggap saja aku... kakakmu di sini."

Ucapan itu terdengar tulus, sebuah tawaran persahabatan murni. Tapi bagi Risa, ada sesuatu di balik tatapan Hardiman-sebuah janji tersembunyi, sebuah pengakuan diam-diam bahwa dia melihatnya tidak hanya sebagai istri Dika, tetapi sebagai Risa yang utuh.

Ancaman Halus dan Garis yang Kabur

Setelah insiden itu, Hardiman mulai sering datang ke rumah Dika. Alasannya selalu profesional: berkonsultasi tentang izin pembangunan gudang, membahas iuran keamanan desa, atau sekadar membawakan oleh-oleh kopi. Dika senang dengan kedekatan ini. Ia melihat Hardiman sebagai mentor bisnis dan teman yang berharga.

"Hardiman itu orangnya pintar, Sa. Kita harus bergaul dengannya," kata Dika suatu malam sambil membaca koran. Risa hanya mengangguk sambil mencuci piring. Ia merasa tenggorokannya tercekat.

Namun, di sela-sela pertemuan bisnis dengan Dika, Hardiman mulai melancarkan ancaman halusnya.

Hardiman memiliki kebiasaan datang di saat Dika tidak ada. Suatu pagi, Dika sudah berangkat ke kota, dan Hardiman muncul di pintu.

"Pagi, Risa. Maaf mengganggu, aku cuma mau memastikan Dika sudah menerima berkas ini," katanya sambil menyerahkan amplop cokelat.

Risa mengambilnya, jarinya menyentuh jari Hardiman. Hardiman tidak melepaskan kontak itu dengan cepat. Ia menahan tangan Risa sedikit lebih lama.

"Kau tahu, Risa," bisik Hardiman, suaranya pelan dan mengarah pada rahasia, "Dika sangat beruntung memilikimu. Dia pria yang baik, tapi dia sibuk. Dia tidak melihat betapa cantiknya kamu saat sedang melamun di teras itu."

Risa terperanjat, matanya membulat. Ia sering melamun di teras setelah Dika pergi. Ia tidak tahu ada yang memperhatikan.

"P-Pak Hardi..."

Hardiman melepaskan tangannya, tersenyum sinis. "Aku hanya mengatakan kebenaran. Jangan cemas. Aku tidak akan memberitahu Dika kalau istrinya kurang perhatian," katanya dengan nada ringan, tetapi ada tekanan yang jelas di balik kata-katanya. Itu bukan pujian; itu adalah sebuah pengakuan bahwa dia tahu kelemahan pernikahan Risa.

Sejak saat itu, Risa merasa diawasi. Hardiman tidak lagi hanya menjadi tetangga yang ramah. Dia adalah predator yang sabar, yang bersembunyi di balik topeng kepedulian. Risa mulai merasa paranoid. Ia menghindari teras, menutup rapat jendela, dan sebisa mungkin tidak keluar rumah saat Dika tidak ada.

Suatu sore, Risa sedang menyiram tanaman saat Hardiman muncul di pagar. "Risa," panggilnya lembut.

"Ya, Pak Hardi?" jawab Risa, mencoba menjaga jarak.

"Aku butuh bantuan. Ada tikus di dapurku, dan aku benar-benar takut. Bisakah kamu..." Hardiman membuat gerakan memohon.

"Minta tolong Pak Rahmat saja, Pak. Beliau kan juru kunci," potong Risa cepat.

Hardiman tersenyum penuh arti. "Tapi aku ingin kamu, Risa. Lagipula, bukankah kita tetangga yang baik? Aku cuma butuh lima menit. Dika kan percaya padaku."

Kalimat terakhir itu-Dika kan percaya padaku-adalah pukulan telak. Itu adalah kode, sebuah pengingat bahwa kepercayaannya Dika adalah izin Hardiman untuk mendekati Risa. Risa tahu ia harus menolak, tetapi kepolosannya menjebaknya. Menolak akan menciptakan kecurigaan. Berarti ia mengakui adanya ketegangan.

Dengan napas tertahan, Risa meletakkan selang air. "Baik, Pak Hardi. Tapi sebentar saja."

Ia tidak tahu bahwa langkah kecil yang ia ambil menuju pintu rumah Hardiman adalah langkah pertama yang menghancurkan batas, yang akan membawanya ke dalam permainan terlarang yang ia tak pernah bayangkan. Di ambang pintu itu, Risa merasa seperti boneka yang tali-talinya sedang ditarik oleh kekuatan yang lebih besar dan licik. Ia, si polos Risa, baru saja membuka pintu ke dunia yang penuh kenikmatan terlarang dan candu.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Jauh di Luar Jangkauanmu
Aku Jauh di Luar Jangkauanmu
Dalam Aku Jauh di Luar Jangkauanmu, Delia bangkit menjadi CEO dan bos tambang setelah dikhianati mantan suaminya. Billionaire romance novel ini mengisahkan transformasi hidupnya bersama Caius demi membalas dendam. Baca kisah modern novel ini sekarang sebagai pilihan fiction books terbaik.
Aku Pasti Bisa Tanpamu
Aku Pasti Bisa Tanpamu
Dalam romance novel Aku Pasti Bisa Tanpamu, seorang istri berontak dari perlakuan buruk keluarga setelah suaminya berselingkuh. Diusir dari rumahnya sendiri saat hamil, ia berjuang membuktikan kemandiriannya. Baca kisah inspiratif ini di platform web novel modern kami sekarang.
Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
Dalam Fragile Heart (Hati yang Rapuh), Jasmine harus menghadapi masa lalunya saat Xavier kembali sebagai calon kakak iparnya. Ikuti perjuangan Jasmine dalam romance novel ini untuk memilih antara loyalitas keluarga atau perasaan lamanya dalam kisah modern novel yang penuh konflik.
Gairah Liar Perselingkuhan
Gairah Liar Perselingkuhan
Dalam Gairah Liar Perselingkuhan, Kaindra membalas pengkhianatan Tanika melalui hubungan rahasia dengan Fiona. Sebagai modern novel penuh intrik, ia menjerat Isvara demi mengungkap kebenaran. Simak kisah romance novel ini tentang manipulasi dan risiko hancurnya hidup dalam misteri yang kelam.
Kodrat (Menjadi Wanita)
Kodrat (Menjadi Wanita)
Dalam novel romance Kodrat (Menjadi Wanita), Reyna terpaksa menjadi istri kedua secara rahasia demi sahabatnya. Sebagai modern novel yang penuh konflik, ia harus memilih antara loyalitas atau identitasnya. Baca kisah lengkapnya di platform online novel ini sekarang.
Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
Dalam novel romantis modern "Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong", Oscar memaksa tunangannya meminum obat penghapus ingatan demi menemani cinta pertamanya yang sekarat. Namun, saat masa sebulan berakhir, efek obat itu justru menjadi permanen. Baca novel online misteri emosional ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Akhir Pencarian Sang Pewaris (Sulih Suara)
Akhir Pencarian Sang Pewaris (Sulih Suara)
Nova diculik seseorang di tengah badai saat dia berusaha membantu biaya pengobatan ibunya, Zoe, dengan berjualan keik pisang. Zoe yang merasa sangat kehilangan Nova tak henti-hentinya mencari Nova. 20 tahun kemudian Zoe menjadi sosok konglomerat berkuasa sementara Nova menjadi periset demi memenuhi janji membuatkan obat untuk ibunya. Takdir mempertemukan mereka dalam sebuah seremoni untuk mantan kekasih Nova yang mencuri penemuannya...
Black Myth: Guru Saya Adalah Wukong
Black Myth: Guru Saya Adalah Wukong
Dia dikhianati dan jatuh ke jurang dalam, tak disangka bertemu dengan Demon Saint legendaris, Sun Wukong! Dia menjadi muridnya, berlatih keterampilan ilahi luar biasa, dan melanjutkan jalan menuju keabadian. Bersama-sama, mereka tak terkalahkan, membalas dendam dan menyelesaikan urusan.
Di Khianati Kekasih, Dinikahi CEO
Di Khianati Kekasih, Dinikahi CEO
Tiga tahun kemudian mereka kembali bertemu. Kalimat pertama yang diucapkan Naura Tanaja pada Theo Mahendra, ""Pak Theo, ayo menikah kontrak."" Setelah rumah pernikahan ditipu dan dibawa kabur oleh pacarnya yang selama ini dia bantu, Tang Ning baru menyadari harga yang telah dia bayar. Karena sudah begini, lebih baik ganti pria saja. Di kantor catatan sipil, Theo menggenggam erat lengan Naura dan berkata,“Aku tidak pernah bilang tidak setuju.
Mantan Suami, Cinta Sejati
Mantan Suami, Cinta Sejati
Sadie dan Lydia, cinta pertama suaminya, Chase, diculik bersama. Lydia mengalami kekerasan dan hamil. Demi melindungi Lydia, Chase berbohong bahwa Sadie lah korbannya yang mengandung anak orang asing. Hancur hati, Sadie menceraikannya, membongkar kebohongannya, dan mengubur masa lalu kelam. Saat mereka bertemu lagi, Sadie telah menikah dengan rival Chase dan membangun keluarga bahagia. Kini Sadie paham, kebahagiaan tak dibangun di atas pengorbanan diri. Chase pun belajar, cinta kadang berarti melepaskan.
Ayah yang kalah jadi Orang Besar
Ayah yang kalah jadi Orang Besar
Dengan permintaan putri mereka Celia, Edo yang seorang veteran, dan Luna seorang CEO Grup Orion, menikah secara tiba-tiba. Mereka menghadapi cemoohan dari teman dan keluarga karena profesi samaran Edo sebagai petugas pencuci piring di restoran. Luna mendukung Edo saat ia selalu melindungi mereka dari berbagai ancaman. Edo dicap secara tidak adil sebagai seorang pembelot dan gila harta, Edo akhirnya mengungkapkan identitas aslinya sebagai pemimpin kelompok keadilan rahasia, 'PASUKAN PELINDUNG.' Ia menyembunyikan identitasnya untuk membasmi pengkhianat dan membubarkan organisasi jahat, sembari menjadi suami dan ayah yang setia.
Janji Sang Suami
Janji Sang Suami
Simon, sebagai CEO Grup Chuta, dulu rela mengorbankan kariernya demi menikahi Sloane. Namun setelah bertahun-tahun membina rumah tangga, cinta pertama Sloane tiba-tiba pulang kampung. Keduanya kembali menjalin hubungan terlarang, bahkan anak kandungnya Simon berbalik melawan Simon, menganggap pria lain sebagai ayahnya. Menghadapi istri yang tidak setia dan anak yang durhaka, kesabaran Simon akhirnya habis. Dia memutuskan untuk menceraikan Sloane dan mengambil kembali segala yang pernah dikorbankannya. Ketika Simon menegaskan kekuasaannya sebagai CEO dan mengumumkan keputusan perceraian, Sloane pun diliputi penyesalan yang sangat dalam.