Logo
Istri Bayaran Untuk Bos Galak
Istri Bayaran Untuk Bos Galak

Istri Bayaran Untuk Bos Galak

51 Bab
Tamat
Dalam Istri Bayaran Untuk Bos Galak, Cecil terjebak obsesi Devan meski kontrak telah usai. Sang miliarder menolak melepasnya dan mengancam konsekuensi permanen demi mempertahankannya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti pilihan sulit Cecil dalam romance novel modern yang penuh ketegangan.
Bab 1 dari Istri Bayaran Untuk Bos Galak

"Kondisi ibu kamu semakin menurun, Nak. Segera lunasi administrasi agar bisa dilakukan pencangkokan ginjal secepatnya atau nyawa ibumu tidak akan tertolong," ujar lelaki berjas putih yang berdiri tepat di samping pasien sekarat yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Dengan wajah cemasnya, perempuan cantik itu mengangguk lemah, meski ia tidak tahu bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak itu. "Baik, Dok. Lakukan yang terbaik untuk ibu saya. Akan saya lunasi secepatnya."

Dokter tampan yang terlihat seumuran dengan almarhum ayahnya itu mulai mendekat, mengusap bahu Cecil pelan, lalu tersenyum manis dan berkata, "Kamu yang sabar, ya? Sedikit banyak saya tahu bagaimana kehidupan keluargamu. Kamu memang anak yang hebat. Ibu kamu sering cerita tentang kehebatan putrinya ini. Tetap semangat! Setidaknya, dukungan kamu sangat dibutuhkan pasien untuk berjuang melawan penyakitnya. Kamu jangan menyerah dan jangan lupa berdoa, minta kesembuhan untuk ibumu. Sesungguhnya, hanya Dia yang Maha Menyembuhkan."

Cecil membalas senyuman itu tak kalah manis. Ia sangat bersyukur, karena dokter yang merawat ibunya ini adalah orang baik. Bahkan, beliau tidak pernah menolak jika dimintai bantuan. "Terima kasih banyak, karena Dokter sudah merawat ibu saya dengan sangat baik. Kalau boleh, saya mau merepotkan Dokter sekali lagi, saya minta tolong, titip Ibu sebentar, karena saya harus kembali bekerja untuk membayar biaya rumah sakit."

Dokter mengangguk, dengan senang hati laki-laki itu akan membantu Cecil yang membutuhkan bantuannya. "Silakan, Nak Cecil. Kamu anak baik dan berbakti. Tuhan akan selalu mempermudah langkahmu. Semoga kamu bisa secepatnya mendapatkan biaya untuk operasi ibumu."

"Aamiin. Saya permisi dulu." Setelahnya, Cecil pergi meninggalkan ibunya di ruangan bersama dokter yang merawat.

***

Cecilia Hutama. Gadis manis itu tengah melamun di ruang kerjanya. Pikirannya berkecamuk, memikirkan bagaimana caranya agar bisa mendapatkan uang banyak dalam waktu yang singkat. Ia tidak mungkin membiarkan nyawa ibunya dalam bahaya. Bagaimanapun juga, gadis itu harus berhasil mengumpulkan biaya operasi untuk Nira, perempuan cantik yang sudah melahirkan dan membesarkan dirinya selama ini. Hanya Nira satu-satunya keluarga yang Cecil punya, karena ayah Cecil sudah meninggal beberapa tahun lalu.

"Apa aku pinjam Bos saja ya, buat operasi Ibu?" gumam Cecil pada diri sendiri. Tidak ada pilihan lain, hanya bosnya yang bisa menjadi penolong saat ini.

Untuk sesaat, Cecil merasa diterpa angin segar. Namun detik berikutnya, ia menggeleng tegas setelah mengingat bagaimana bos galak itu memakinya kemarin.

"Nggak, nggak! Bos galak itu nggak mungkin mau ngasih bantuan. Aku musti gimana ya Tuhan?!"

Cecil pun mulai frustasi. Ditelungkupkan wajahnya di atas meja kerja sambil membayangkan wajah bosnya yang galak itu.

"Arghhh! Kenapa punya bos galak banget sih?! Aku mau pinjam uang ke man--"

"Siapa yang galak?!" Suara bariton memenuhi ruangan, Cecil pun terkesiap. Ia terlihat gelagapan.

Cecil mendongak, Jantungnya hampir copot saat melihat laki-laki itu sudah berdiri di hadapannya.

"P--pak Dev?" ucap Cecil terbata. Ia pun langsung menunduk, tidak berani menatap bos galaknya itu. Takut-takut, jika Devan marah lagi dengannya. Sementara sorot mata laki-laki itu menatap dingin ke arah Cecil, seperti ada dendam kesumat yang belum terbalas.

"Siapa yang kamu bilang galak?!" tanyanya sekali lagi. Ekspresi datarnya membuat suasana semakin mencekam.

"Bapak!" Tanpa sadar, Cecil keceplosan.

Laki-laki bernama Devan itu melotot tajam, membuat Cecil menutup mulutnya. Ia sadar sudah melakukan kesalahan yang fatal.

"Ma--maksud saya, tadi ada bapak-bapak di jalan, orangnya galak. Kakinya terinjak saja langsung marah." Bodoh! Baru kali ini Cecil merutuki otak briliannya itu. Bisa-bisanya ia memberi alasan yang tak masuk akal. Mana mungkin Devan percaya?

Devan menelisik mata Cecil. Perempuan itu terlihat tengah berdusta. Devan bisa melihatnya dari manik matanya yang bergerak gelisah. Lagian, ia tadi mendengar dengan jelas jika Cecil menyebut kata bos. Apa mungkin dirinya yang dimaksud? Batin Devan bertanya-tanya.

"Nggak usah alasan! Ke ruangan saya sekarang juga! Saya tunggu 5 menit!" Tanpa basa-basi, Devan berlalu meninggalkan Cecil yang masih mematung di tempatnya.

Cecil pun menghembuskan napas kasar. Ia harus siap menerima resiko yang akan dirinya dapatkan setelah ini.

Tak ingin membuat bosnya semakin marah, ia pun bergegas menuju ruangan CEO perusahan yang bergerak di bidang properti ini. Dengan langkah seribu, Cecil berjalan menuju ruangan Pak Direktur.

Tok ... tok ... tok ...

Suara ketukan terdengar dari luar.

"Masuk!" teriak seseorang dari dalam. Tentu saja itu Devan, satu-satunya orang yang berkuasa di kantor ini.

Cecil pun segera masuk saat pemilik ruangan mempersilakan dirinya masuk.

"Telat dua menit!" ucap sang CEO dengan ekspresi yang sama. Datar dan dingin.

Cecil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ya, memang telat dua menit. Tapi, ini terlihat berlebihan jika harus dipermasalahkan.

"Maaf, Pak. Jalan ke sini juga butuh waktu. Nggak langsung ngilang. Ruangan saya dan kantor Pak Devan, jaraknya cukup lumayan. Jadi, saya juga butuh waktu untuk jalan ke sini."

Devan tidak suka mendengar alasan. Apalagi bantahan. Karyawannya yang satu ini memang paling suka membangkang. "Jangan kebanyakan alasan! Saya tidak suka!"

Cecil pun berdecak dan memutar bola matanya. Hanya perempuan itu yang berani menantang Devan. "Ckck! Udah sih, Pak. Orang cuman telat dua menit. Hidup saya sudah rumit, jangan dipersulit!"

Cecil terlihat kesal. Kepalanya yang sudah pusing memikirkan pengobatan ibunya, menjadi semakin pening karena bos galaknya ini. Rasanya, ingin sekali ia makan orang.

Devan sendiri merasa heran dengan gadis manis yang bekerja di perusahaannya ini. Sama sekali tidak ada takut-takutnya dengan atasan. Justru terkesan seperti menantang, seolah tidak takut kehilangan pekerjaannya.

"Kok jadi galakan kamu? Di sini, bosnya saya, bukan kamu! Kalau sudah bosan bekerja, dengan senang hati saya akan pecat kamu!"

Cecil terkesiap. Matanya membulat dengan mulut terkatup rapat. Ia kemudian meraih tangan Devan, menciumnya dengan hormat sambil memohon karena pekerjaan ini sangat penting baginya. "Tolong jangan pecat saya, Pak. Maaf, kalau saya sudah kurang ajar sama Bapak. Tapi saya mohon, jangan pecat saya. Saya sangat butuh pekerjaan ini. Ibu saya terbaring kritis di rumah sakit. Kalau Bapak pecat saya, saya bayar rumah sakit dan pengobatan ibu saya pakai apa, Pak?"

Dengan terus mencium tangan Devan, Cecil berusaha merayu bosnya. Ia tidak bisa kehilangan pekerjaan ini. Bagi Cecil, kantor ini adalah harapan satu-satunya.

"Itu bukan urusan saya," ucap Devan acuh. Sebenarnya, Devàn tidak benar-benar berniat memecat Cecil karena perusahaan ini masih membutuhkan karyawan kompeten seperti Cecil. Ia hanya memberi pelajaran saja pada karyawannya yang suka membangkang itu.

"Pak, saya mohon dengan sangat, tolong jangan pecat saya. Saya benar-benar butuh pekerjaan ini. Ibu saya sedang sakit parah dan butuh perawatan intensif. Saya juga butuh uang untuk biaya operasi cangkok ginjal ibu saya. Saya mohon, Pak, jangan pecat sa--"

"Diam!" Perintah Devan membuat Cecil berhenti nyerocos.

Melihat Cecil yang sudah berhenti bicara, Devan ikut diam, lalu memperhatikan penampilan Cecil dari atas sampai bawah.

"Duduk!" titahnya kemudian.

Cecil yang masih gelisah dengan karirnya di kantor ini, masih terus berdiri mematung tanpa mengindahkan perintah atasannya, itu membuat Devan semakin geram.

"Kenapa masih berdiri?" ucap Devan dingin dan terasa menusuk di telinga.

"Ta--tapi, Pak?"

"Saya bilang duduk ya duduk!" bentak Devan membuat Cecil terkesiap. Gadis itu tertegun sampai susah payah menelan liur yang tercekat di tenggorokan.

Tak ingin mendapat masalah lebih runyam lagi, Cecil memilih untuk duduk. Ia menarik kursi yang ada di hadapan Devan.

"Baik, saya duduk."

Cecil hanya bisa merunduk dalam. Takut-takut jika Devan kembali murka padanya, pekerjaannya ini pasti akan hilang dalam sekejap dan posisinya akan digantikan dengan mudahnya.

"Kamu butuh uang?" tanya Devan dengan suara yang melembut, membuat Cecil menarik napas lega. Meski begitu, ia tidak berani mengangkat kepalanya.

"Iya, Pak," jawabnya hanya dengan sekali anggukan.

"Saya di sini, bukan di bawah. Ngapain nundukin kepala?!"

Dengan susah payah, Cecil berusaha untuk sabar. Ia harus bisa tahan emosi. Belum saatnya membantah bos galaknya yang ngeselin ini. Dengan kuat, gadis itu mencengkeram ujung roknya agar bisa lebih tenang.

Perlahan, Cecil mulai mengangkat kepalanya. Ditatapnya manik Devan dengan tatapan lembutnya. Kali ini, ia mengalah demi pekerjaannya yang dipertaruhkan. "Iya, Pak. Saya minta maaf."

Devan tersenyum samar. Ia merasa menang karena sudah berhasil membuat sekretarisnya yang songong itu menjadi tak berkutik.

"Ekehm." Suara deheman milik Devan, terdengar cukup horor di telinga Cecil. Gadis itu berusaha tenang dengan memilin ujung roknya hingga lecek.

Saat saling pandang, tanpa sengaja tatapan keduanya saling beradu. Devan menatap Cecil dengan sorot yang tajam, sementara gadis itu menatap manik Devan dengan tatapan sayunya. Devan bisa melihat ada sebersit kesedihan di balik tatapan milik Cecil.

"Emmm ... saya bisa bantu kamu membiayai semua pengobatan ibu kamu," Bak super hero,  Devan menawarkan bantuan pada Cecil. Tentu saja tidak gratis. Perempuan itu harus memberinya imbalan yang sepadan.

Mendengar itu mata Cecil berbinar. Ia sama sekali tidak menyangka jika bos galaknya ini ternyata masih punya sisi kemanusiaan yang baik. Ia merasa sedikit bersalah, karena penilaiannya pada laki-laki itu tidak sepenuhnya benar.

"Bapak serius?" tanya Cecil memastikan. Semoga saja, laki-laki itu beneran baik.

"Ya, tapi ada syaratnya."

Kedua alis Cecil bertaut. Bodoh! Ia merasa bodoh! Mana mungkin Devan mau membantunya dengan cuma-cuma? Pasti laki-laki itu sudah punya rencana licik. Tapi, Cecil tidak boleh egois. Demi ibunya, syarat apa pun akan dirinya lakukan.

"Apa syaratnya?" ucap gadis itu lantang. Ia tidak peduli dengan syarat yang Devan berikan. Bagi Cecil, nyawa ibunya jauh lebih penting sekarang.

"Jadi istri saya!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Akhir Cinta yang Getir
Akhir Cinta yang Getir
Dalam novel romantis miliarder Akhir Cinta yang Getir, Arissa dikhianati oleh Eldino Marven, kekasihnya yang pura-pura lumpuh demi menjadikannya pengasuh gratis. Setelah memergoki perselingkuhan Eldino, Arissa memilih pergi dan menerima kencan buta. Baca novel online gratis ini sekarang.
Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
Pasca diceraikan suami pelit, wanita miskin ini dipaksa menikahi duda kaya dalam Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu. Ia harus berjuang di tengah pernikahan tanpa cinta untuk meraih martabat. Baca kisah billionaire romance novels ini dan temukan takdirnya dalam web novel terbaru.
Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku
Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku
Dalam Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku, Vyora yang dikhianati memilih bangkit melalui bantuan pria misterius. Web novel bergenre romance modern ini mengisahkan ambisinya membalas rasa sakit kepada mantan suami. Temukan kisah billionaire romance novels penuh intrik ini.
Cinta dan Gairah 21+
Cinta dan Gairah 21+
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan kumpulan romance stories lintas profesi, mulai dari mahasiswa hingga CEO. Jelajahi tantangan hubungan dan ambisi dalam billionaire romance novels ini. Temukan dinamika hidup yang memikat dalam setiap bab web novel modern ini untuk memuaskan imajinasi Anda.
Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
Di novel romantis Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi, Valen rela melepas keluarganya demi memberikan perusahaan besar kepada suaminya setelah 13 tahun bersama. Namun, sebuah catatan rahasia mengungkap kebencian sang suami, mengubah pernikahan miliarder ini menjadi misteri penuh kebohongan.
Dicerai Suami, Dipinang Sultan
Dicerai Suami, Dipinang Sultan
Dicerai Suami, Dipinang Sultan mengisahkan Asha yang dibuang demi karier. Namun, pertemuannya dengan Rafael, sang duda kaya, mengubah segalanya. Dalam billionaire romance novels ini, temukan bagaimana Asha bangkit di web novel penuh pilihan hidup dan cinta yang baru.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Istri Badass yang Rendah Hati
Istri Badass yang Rendah Hati
Semua orang takut padanya di kota, tetapi dia menikahi seorang wanita pedesaan yang ternyata tahu tentang pengobatan, berkelahi, dan bahkan memiliki bagian dari sebuah perusahaan besar. Sang CEO menjadi takut pada istrinya, "Maaf, saya tidak akan mengintip identitas rahasiamu lagi!"
Jangan Ganggu Nenek
Jangan Ganggu Nenek
Harini Wulandari, Direktur Utama Grup Kejayaan, menyamar sebagai pengasuh di rumah anaknya selama lebih dari sepuluh tahun. Setelah menerima hinaan verbal dari cucunya, Ayu Prakoso, ia merasa sangat kecewa. Ia pun berhenti menahan diri, menarik kembali kekayaannya, membekukan rekening bank, mengungkapkan identitas aslinya, dan memutuskan hubungan dengan keluarganya. Kini, ia kembali memegang kendali atas grupnya dan memulai hidup baru, membuat keluarga yang tidak tahu berterima kasih itu menanggung konsekuensi pahit.
Kembalinya Ayah Demi Ibu
Kembalinya Ayah Demi Ibu
Setelah ibu Rudi meninggal karena kanker, Yuni, pacarnya Rudi didiagnosis leukemia. Tak ingin menambah beban, ia putus dengannya. Lima tahun kemudian, Rudi jadi dokter dan menemukan Yuni lewat putri mereka, lalu menyelamatkannya dengan obat buatannya.
Saatnya Jadi Nona Kaya!
Saatnya Jadi Nona Kaya!
Bella sudah berusaha keras untuk bisa menikah dengan Calvin, tapi dirinya ternyata dikhianati dan dibohongi selama bertahun-tahun. Rumah yang dia beli malah diberikan oleh Calvin kepada wanita bernama Siska. Setelah itu, Bella pun sadar, sebenarnya dia nggak perlu menikah dengan Calvin. Saat dirinya berdiri di Biro Urusan Sipil, dia bertemu dengan teman lamanya yang bernama Ken dan hal pertama yang Bella ajukan padanya adalah menikah dengannya. Setelah itu, Bella pun melaksanakan balas dendamnya kepada orang yang sudah menyakitinya!
Suami Saya yang Bodoh Menjadi Miliarder
Suami Saya yang Bodoh Menjadi Miliarder
Dia awalnya adalah seorang miliarder, namun sebuah kecelakaan menyebabkan dia kehilangan ingatan dan cacat. Diselamatkan oleh seseorang, dia memutuskan untuk menikahi cucu dari orang yang menyelamatkannya, sebagai rasa terima kasih. Namun, ketika dia terbangun, dia sangat membencinya, bahkan mengajukan gugatan cerai. Akhirnya, dia mendapatkan kembali ingatannya dan mendapatkan kembali statusnya sebagai miliarder. Lima tahun kemudian, dia datang menemuinya bersama anak mereka.