Logo
Ikuti Saja Mau-Nya
Ikuti Saja Mau-Nya

Ikuti Saja Mau-Nya

50 Bab
Tamat
Dalam novel modern Ikuti Saja Mau-Nya, seorang hamba menjalani skenario hidup tanpa keluh kesah demi menemukan jawaban terbaik. Ikuti kisah penuh keyakinan ini melalui web novel romance stories yang mengajarkan penerimaan atas takdir dan keputusan Tuhan yang tak terduga.
Bab 1 dari Ikuti Saja Mau-Nya

"Maaf ya, Pak. Di sini belum butuh karyawan baru," ucap seorang security yang bertugas.

Tubuhku lemas seketika, padahal menurut temanku kantor ini sedang membutuhkan seorang office boy baru, saking semangatnya aku bahkan tidak peduli meski jarak dari rumah cukup jauh.

"Iya Pak, tidak apa-apa."

Akhirnya hari ini aku kembali tanpa hasil, sudah hampir dua bulan masih juga belum ada pekerjaan baru yang kudapat.

Entah aku harus menghadapi Nayla—Istriku seperti apa, tidak tega rasanya terus membuatnya kecewa. Entah sisa berapa uang di tangannya, apakah bisa bertahan sampai aku kembali dapat pekerjaan?

Kunyalakan mesin motorku, sebaiknya hari ini kita sudahi dulu pencarian kerjanya, perutku sudah tidak bisa lagi diajak kompromi karena belum ada sebutir nasi pun yang masuk.

Aku Rahmadi, orang biasa memanggil ku Adi. Awalnya aku bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di salah satu kantor Advokat, namun sudah dua bulan ini majikanku memecatku secara sepihak. Saat kutanya alasannya, mereka bilang usiaku sudah terlalu tua untuk pekerjaan itu. Agak aneh memang, padahal pekerjaanku selalu beres dan tidak pernah bermasalah.

Bukan tanpa usaha, dari selatan hingga ke timur sudah kulalui demi mendapatkan pekerjaan baru segera. Namun, sepertinya Tuhan masih ingin melihat seberapa besar usahaku.

Meski ada uang pesangon, tapi jumlahnya tidak seberapa dan kini pasti sudah semakin menipis, apalagi kami harus membayar uang kontrakan setiap bulannya, entah akan cukup atau tidak sampai akhirnya aku bisa kembali berpenghasilan.

Aku merasa frustrasi, jika begini terus yang ada uang kami benar-benar habis. Bagaimana nasib istri serta kedua anakku, Safa dan Marwah? Bersyukurnya Tuhan menjadikan Nayla pendamping yang sabar, meski dalam kondisi sulit sekali pun.

Sempat ingin daftar menjadi pengemudi ojek online, tapi terkendala motor yang kumiliki hanyalah motor tua peninggalan almarhum bapak.

Bukan tidak ingin membeli motor baru secara kredit saat masih bekerja dulu, tapi gajiku saat itu tidaklah cukup untuk kebutuhan diluar kebutuhan pokok.

Aku dan Nayla mengutamakan kebutuhan anak-anak terlebih dahulu, baru setelahnya akan membeli barang pendukung, itu pun kalau masih ada sisa uang gaji.

Setibanya di rumah, Nayla ternyata sedang mengajari Safa membaca, sedangkan Marwah tengah asyik bermain dengan bonekanya. Mereka bertiga langsung menyambutku dengan hangat.

Melihat senyum dan tawa mereka membuat hatiku pilu. Jika mereka tahu bahwa hari ini aku kembali menelan pahit kegagalan, pasti senyum itu akan pudar.

"Dek, maaf ...."

Nayla langsung paham dengan kata itu saja, memang ada gurat kecewa tapi dia berusaha menutupinya sebisa mungkin.

"Ayo kita makan dulu, Bang."

Nayla langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan, seperti itulah dia, selalu berpura-pura tegar demi diriku.

Aku merasa bersalah padanya, semenjak menikah belum pernah sekali pun membahagiakannya. Padahal, sudah banyak hal yang dia lakukan untukku, termasuk melahirkan kedua putri kami yang sangat lucu.

Dia rela dimusuhi ibunya saat memilih menikah denganku. Ibunya bilang dia wanita bodoh yang mau menikah dengan lelaki masa depan suram sepertiku dan masih banyak lagi cercaan serta makian yang kami terima saat memutuskan untuk menikah dulu.

Meski begitu, Nayla terus meyakinkan ibunya dengan perlahan, sampai akhirnya kami bisa menikah dengan restunya, meskipun hingga kini ibu mertuaku masih memusuhiku.

Padahal, aku sudah bertekad akan menunjukkan bahwa aku bisa membahagiakan putrinya, tapi jika dia tahu kini bahkan menantunya ini seorang pengangguran, entah ucapan menusuk apalagi yang akan dia layangkan.

Saat kami memutuskan untuk mengontrak rumah saja, ibu mertuaku sempat marah besar. Dia berpikir kalau aku tidak akan sanggup dengan gaji yang hanya sedikit, tapi Nayla yang merasa kasihan padaku karena terus mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari ibunya, berusaha keras membujuk kembali orang tuanya agar melepas kami hidup mandiri.

Kupandangi motor butut warisan bapak, benda berharga satu-satunya yang bapak wariskan untuk putranya ini. Tidak ada lagi selain motor itu, ada pun rumah tinggal sudah diambil alih oleh Mbak Nani—kakak perempuanku.

Satu tahun sebelum meninggal, bapak pernah melakukan operasi jantung, mbak lah yang menanggung semua biaya rumah sakitnya. Jadi, saat bapak meninggal, Mbak Nani rasa dia paling berhak atas rumah itu, mengingat biaya rumah sakit saat itu belum bapak ganti.

Aku hanya merasa sadar diri, selama ini biaya hidup Bapak dan segala pengobatannya Mbak Nani lah yang menanggungnya, jadi aku tidak mau berharap lebih dengan rumah warisan bapak.

Ucapan ibu mertuaku benar, masa depanku suram, tidak ada yang bisa Nayla dapatkan dariku. Aku merasa egois karena ingin memilikinya seutuhnya, sedangkan aku tidak mampu untuk membalas segala pengabdiannya padaku.

Suami macam apa aku?

***

Hari ini sementara waktu aku ingin di rumah dulu, percuma juga jika terus berjalan tanpa tujuan pasti. Lagi pula aku tidak tega untuk terus meminta uang bensin, Safa dan Marwah saja sudah libur jajan dari kemarin lusa, sepertinya memang keuangan kami sudah semakin menipis.

Kukirimkan pesan kembali pada beberapa teman, tapi mereka juga belum memiliki informasi lowongan kerja. Mencari lowongan di internet pun terlalu banyak palsunya, susah sekali mencari kerja.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, setidaknya aku harus melakukan sesuatu agar tetap berpenghasilan, sebelum semuanya semakin memburuk.

"Nay!" seru ku.

Dia yang baru saja selesai memandikan Marwah langsung menghampiri. "Ya, Bang?"

"Sia uang tabungan kita, ada berapa?"

"Setelah dikurangi untuk bayar kontrakan, sekitar empat ratus ribu, Bang."

"Kita punya termos air panas, kan?"

Nayla mengernyitkan dahi, mungkin bingung juga dengan pertanyaanku. "Ada. Kenapa Bang?"

"Abang mau jualan kopi keliling, pakai alat yang ada saja."

Nayla tersenyum simpul. "Nayla terserah Abang saja, kapan mau mulai?"

"Mungkin nanti malam, biasanya banyak pengemudi ojek online mangkal. Abang pinjam uangnya seratus ribu, ya?"

"Iya, Bang. Silahkan."

Benar, disaat seperti ini aku harus memutar otak untuk mencari pundi rupiah, jika menunggu dapat panggilan kerja, entah sampai kapan.

"Ini uangnya, Bang," ucap Nayla seraya memberikan selembar uang seratus ribuan padaku.

"Terima kasih, Dek. Semoga berhasil. Amiin."

"Amiin."

Inilah yang kusuka dari Nayla. Dia selalu mendukung segala.keputusan yang kubuat, tanpa banyak bertanya atau mengeluh. Saat kondisi sulit seperti ini saja,dia tetap tenang. Padahal, aku uring-uringan setengah mati karena merasa khawatir.

"Abang jalan belanja dulu, ya."

"Hati-hati, Bang. Biar Nay siapkan dulu termos dan alat lainnya."

Aku hanya mengangguk pelan lalu segera bergegas pergi. Menafkahi Istri dan anak-anak adalah harga diriku sebagai seorang Suami, aku pasti bisa.

***

Kulihat jam di dinding sudah menunjukan pukul delapan malam, waktu yang tepat untuk segera bergegas pergi berjualan karena pada jam ini banyak yang tengah beristirahat sejenak.

Berbekal termos air panas, gelas plastik, kopi dan makanan ringan yang tadi kubeli, malam ini aku bertekad harus pulang membawa uang, entah besar ataupun kecil.

Aku tidak punya gerobak motor seperti penjual kopi keliling lainnya, tapi ada bekas peti telur menganggur. Akhirnya dengan itulah aku mengangkut semuanya meski harus sedikit dimodifikasi siang tadi.

"Hati-hati ya, Bang."

"Iya, Nay. Abang jalan dulu, ya."

Dengan mengucap Bismillah, kulajukan motorku menembus dinginnya udara malam, apalagi sore harinya memang sempat hujan deras, lengkap sudah.

Kususuri sepanjang jalan, setiap ada keramaian langsung saja aku berhenti, tapi ternyata sudah banyak penjual kopi yang mangkal di sana. Namun aku tidak menyerah, terus kulanjutkan perjalananku mencari tempat yang memungkinkan.

Setelah satu jam berkeliling kesana-kemari, akhirnya kuputuskan untuk mangkal disekitar Halte Bus. Memang tempatnya agak sepi, tapi setahuku disini sering ada driver ojek online mangkal, mungkin kini mereka masih sibuk mencari orderan.

Namun ternyata perkiraan ku salah, sudah dua jam lamanya aku mangkal hanya ada dua orang pembeli, bahkan hingga hari semakin larut pun tidak ada lagi tanda-tanda pembeli datang, hanya segelintir orang yang berlalu-lalang dan pergi.

Kulihat uang hasil berjualan tadi, jumlahnya tidak lebih dari dua puluh ribu saja, tapi waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus berjualan malam ini.

Kurapikan barang daganganku, lalu lintas juga sudah mulai sepi, berbahaya jika terus berjualan apalagi kondisi sekitar begitu sepi.

Sepanjang malam kulihat banyak tunawisma yang mulai berkeliaran mencari tempat untuk tidur, ada juga yang sudah tertidur pulas meski hanya beralaskan kardus bekas, tidak peduli pada hawa dingin yang menusuk tulang.

Yang membuatku pilu, saat melihat ada anak-anak juga yang ikut tertidur pulas di sana. Bagaimana jika aku dan keluargaku yang mengalami kesulitan seperti itu? Aku tidak bisa membayangkannya, tiba-tiba saja dadaku sesak memikirkannya.

Kondisi keuangan kami memang tengah sulit, tapi sebisa mungkin aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi. Anak dan istriku harus punya tempat berteduh dan perut yang kenyang, meski untuk semua itu harus kugadaikan tubuh dan jiwaku.

Setibanya di rumah, ternyata Nayla masih terjaga. Sayup dari luar kudengar dia tengah membaca lantunan ayat suci Al-Quran, begitu lembut sampai mampu membuatku merasa tenang.

TOK TOK TOK

"Assalamu'alaikum, Dek. Abang pulang."

Tidak butuh waktu lama, Nayla langsung membukakan pintu untukku. "Wa'alaikum Salam," jawabnya seraya meraih tanganku dan menciumnya dengan takzim.

Dia tidak bertanya apapun, dengan gesit Nayla membantuku merapikan peti tempat menyimpan termos.

"Dek, ini ...."

"Nanti saja dulu, Bang. Ngopi dulu, ya. Abang pasti capek."

MasyaAllah, lihatlah itu. Dia lah Naylaku, Istri yang begitu pengertian. Dia segera pergi kembali ke dapur, namun kini untuk membuatkanku segelas kopi.

"Kopinya, Bang."

"Makasih, Dek."

Kuseruput kopi buatannya, terasa lebih manis karena melihat senyum yang terus mengembang dari bibirnya.

"Nay."

"Ya, Bang?"

"Maafkan Abang, malam ini cuma dapat segini."

kuserahkan uang hasil berjualan yang hasilnya tak lebih dari dua puluh ribu, meski sebenarnya malu tapi aku tidak ada pilihan lain.

Nayla menerimanya dengan senyum mengembang. "Alhamdulillah."

"Maaf hanya segitu, Nay. Semoga saja besok lebih banyak lagi."

"Amiin. Abang yang semangat ya, besar maupun kecil nafkah dari Abang begitu berarti. Terima kasih sudah mau berusaha."

Tiba-tiba saja air mataku mengembun, ini adalah nafkah pertamaku untuknya setelah hampir dua bulan menganggur, meski kecil tapi dia menerimanya dengan wajah sesenang itu. Abang janji akan terus berusaha, Nay.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Gadis Pengantar Tidur
Gadis Pengantar Tidur
Dalam romance novel Gadis Pengantar Tidur, Maria terjebak pengkhianatan Richard yang menjualnya ke kamar 201. Kini, ia harus menjadi pendamping bagi Mark yang menderita insomnia. Temukan kisah pengabdian dan intrik ini dalam web novel modern yang penuh pilihan sulitnya pilihan hidup.
Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
Rina adalah seorang guru sejarah di sebuah SMA. Dia berusia 30 tahun, bercerai tanpa anak. Orang bilang dia mirip Demi Moore di film "Striptease". Tingginya 170 cm, berat 50 kg, dan payudara 36B. Semua muridnya, terutama yang laki-laki, sangat ingin melihat tubuh polosnya. Suatu hari, Rina harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya untuk tes rias wajah. Anto harus mengulang ulangan karena ketahuan menyontek di kelas. Anto juga dikenal dengan tubuhnya yang kekar karena sudah berlatih bela diri sejak SD sehingga harus menjaga kebugaran fisiknya. Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Dia diam-diam naksir dia. Itu sebabnya dia bermaksud memberinya beberapa "pelajaran tambahan" pada Minggu sore ini. "Sudah selesai, Anto?" Rina kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto sendirian selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang dilontarkannya. "Hampir, Nona." "Kalau sudah selesai, datanglah ke ruang tamu. Aku akan berada di belakang." "Oke." "Mbak Rina, aku sudah selesai," Anto memasuki ruang tamu dengan pekerjaannya. "Dimana Kak Rina?" "Dia di kamarnya Anto, sebentar," Rina mencoba membetulkan kausnya. Ia sengaja melepas branya untuk membangkitkan gairah muridnya. Di balik baju longgarnya, bentuk payudaranya terlihat jelas, terutama putingnya yang menonjol. Begitu dia pergi, mata Anto hampir melotot melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai, tidak seperti penampilannya biasanya di depan murid-muridnya. “Kenapa kamu tidak duduk dulu, biar aku periksa…” Wajah Anto memerah karena malu saat Rina tersenyum saat tatapannya terfokus pada payudaranya. "Bagus... bagus... Kamu bisa berbuat curang seperti itu?" “Maaf, Nona. Saya lupa belajar hari itu.” "Ah, benarkah?" "Anto, bisakah kamu membantuku?" Rina mendekat padanya di atas karpet. “Ada apa, Nona?” Tubuh Anto gemetar saat tangan gurunya memeluknya, sementara tangan Rina yang lain membelai area miliknya. "Tolong, bantu aku, dan berjanjilah untuk tidak memberitahu siapa pun." "Tapi...tapi...aku..." "Kenapa? Oh...kamu masih perawan?" Wajah Anto memerah mendengar perkataan Rina. "Ya." "Tidak apa-apa. Biarkan aku membimbingmu." Rina lalu duduk di pangkuan Anto dan Anto hanya menurut saja saat tubuh hangat gurunya menempel di tubuhnya. Dia bisa merasakan dada Rina mengeras. Keduanya berciuman mesra. Setelah memuaskan diri, Rina berdiri di hadapan muridnya yang masih tertegun. Rambut panjangnya tergerai seperti sutra di tubuhnya. "Ah, cepatlah Anto," erang Rina tak sabar. Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. "Anto...letakkan tanganmu di dadaku," dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina, merasakannya naik turun.
Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
Dalam Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas, Amy bangkit dari pengkhianatan dengan membawa enam anak kembar. Kini ia harus menghadapi CEO berkuasa di NorthHill dalam billionaire romance novels ini. Akankah rahasianya terjaga? Baca kisah seru ini di webnovel modern novel.
Menikahi Mantan Pacar Teman
Menikahi Mantan Pacar Teman
Dalam novel romance modern Menikahi Mantan Pacar Teman, Mei menghadapi dilema saat Juna melamarnya di tengah patah hati. Terjebak pernikahan tanpa cinta, mereka mencari kebahagiaan baru. Baca online novel ini untuk mengikuti kisah pilihan sulit dan konsekuensi di balik sebuah komitmen.
Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah
Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah
Dalam novel romantis modern Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah, Kirana dipermalukan di hari pernikahannya oleh Donny demi menghibur adik tirinya. Menolak hancur, Kirana memilih menikahi salah satu tamu yang hadir, memicu kepanikan mereka yang telah mengkhianatinya. Temukan kisah seru ini di Novel Web kami.
Naughty Neighbor
Naughty Neighbor
Dalam Naughty Neighbor, Rania meretas dari rumah demi uang hingga bertemu Zean, tetangga barunya yang misterius. Kisah romance modern ini penuh risiko saat pekerjaan rahasia Rania terancam terbongkar. Baca online novel penuh intrik ini untuk mengungkap rahasia di balik kedekatan mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Luka Masa Lalu, Cinta Masa Depan
Luka Masa Lalu, Cinta Masa Depan
Sylvia, putri dari keluarga kaya, kehilangan identitas dan hidupnya berantakan. Untuk biayai pengobatan ayahnya, dia terpaksa menjadi selingkuhan rahasia Chris. Menganggap Sylvia hanya pencari harta, Chris menyiksanya dengan penuh penghinaan. Di titik putus asa, Sylvia memutuskan untuk kabur. Usai nyaris dijadikan tumbal untuk pria lain, jalan hidupnya tak terduga bersilangan dengan keluarga Dixon, yang membuat identitas aslinya pelan-pelan terungkap. Justru ketika Sylvia pergi, Chris mulai menyadari cinta dan berjuang menebus kesalahannya. Meski hati Sylvia yang beku mulai mencair melihat perubahan Chris, keduanya masih harus menghadapi tembok besar perbedaan status dan salah paham masa lalu.
Istri CEO dengan Banyak Identitas
Istri CEO dengan Banyak Identitas
Kirana Jamal dijodohkan dengan salah satu dari tiga bersaudara keluarga Gunada, ini adalah wasiat kakeknya sebelum meninggal. Untuk mengelabui mereka, Kirana sengaja menyamar menjadi gadis desa miskin yang buruk rupa. Dia berniat membatalkan rencana perjodohan itu dan melanjutkan kehidupannya dengan damai. Namun, selain perjodohan, kekakenya juga ingin Kirana mencari orang tua kandungnya. Apakah rencana Kirana dapat berjalan dengan lancar?
[Versi Dub] Pernikahan Sang Dewa adalah Tipuan!
[Versi Dub] Pernikahan Sang Dewa adalah Tipuan!
Kisah ini mengikuti Meira Calli, seorang lulusan akademi kepolisian, yang secara sukarela menjadi Gadis persembahan demi mengungkap penipuan upacara “Pernikahan Sang Dewa” di desa lingga. Ia menyusup ke dalam pintu batu dan berhadapan dengan anggota sindikat kriminal, termasuk Yudha Wirata. Pada akhirnya, Meira berhasil membongkar kejahatan kepala desa dan kelompoknya yang memperdagangkan perempuan, serta menyelamatkan sang kakak, lina Calli, dan para perempuan yang disekap.
Jodohku Dicuri Ibu Mertua
Jodohku Dicuri Ibu Mertua
Setelah dicampakkan oleh mantan pacarnya, Lena malah tidur dengan CEO tampan. Tapi keesokan harinya, dia pun kabur. Sang CEO pun mencari-cari cewek misterius yang tidur dengannya itu. Tapi ibu mertua Lena yang licik akhirnya menyamar jadi dia dan mencuri posisinya sebagia istri CEO. Inilah kisah "yang dikira terlarang" oleh Lena dengan sang CEO tampan.
Ternyata Pemilik Kost-ku Adalah Master Legendaris!
Ternyata Pemilik Kost-ku Adalah Master Legendaris!
Riko, pemilik Ruang No. 8 di Kompleks Jaura, hidup sederhana dengan mengandalkan uang sewa rumah. Ia mengira dirinya hanyalah orang biasa. Tanpa ia sadari, Ruang No. 8 ternyata adalah lokasi terbaik untuk kultivasi, dan beberapa penyewanya adalah makhluk luar biasa. Ketika Grup Hisa mengetahui rahasia ini, mereka berusaha merebutnya dengan paksa, membuat Riko ketakutan. Namun, di balik ketidaktahuannya, Riko ternyata menyimpan kekuatan seorang ahli tingkat tinggi. Dengan bantuan calon istrinya, Ella, Riko mulai menyadari potensi besar yang tersembunyi dalam dirinya. Bersama, mereka melawan tekanan dari Grup Hisa. Saat kekuatan sejatinya bangkit, Riko berhasil mengalahkan semua musuh dan meraih kebahagiaan bersama Ella.
Ibuku Kembali sebagai Kucing
Ibuku Kembali sebagai Kucing
Setelah keluarganya menemukannya, Daniela hanya dihadapkan pada kebencian dan intrik dari Violet, anak angkat yang bahkan tega membunuh anak kucing kesayangannya. Saat Daniela berduka dalam badai, roh ibu angkatnya merasuki tubuh kucing itu disertai sambaran petir. Dengan bantuan ibu angkatnya yang hidup kembali, Daniela pun pergi dengan tegas untuk mencari kebahagiaannya sendiri.