Logo
Hingga Menjadi Kita
Hingga Menjadi Kita

Hingga Menjadi Kita

69 Bab
Tamat
Dalam novel Hingga Menjadi Kita, Nissa bertekad memenangkan hati Ilyas, guru mudanya. Melalui romance stories ini, ia menghadapi dilema antara obsesi remaja dan realitas dewasa. Akankah Ilyas memilih anak didiknya atau wanita lain? Baca kisah lengkapnya di web novel ini.
Bab 1 dari Hingga Menjadi Kita

"Nisa, letakkan cerminnya!" seruku, pada gadis berambut pendek itu.

Gadis itu mendongak, lalu menjawab dengan santainya. "Woke, Pak."

Kuembuskan napas berat. Harus sabar menghadapi siswi rewel itu. Kadang bersikap sopan, tetapi tidak jarang bersikap seenak jidat.

"Baik, sekarang buka halaman 55. Hari ini kita akan mempelajari Bab 5, tentang karya sastra puisi."

Para siswa menurut, tetapi lagi-lagi tidak dengan Nisa. Ia malah sibuk menyisir rambut sebahunya. Ada-ada saja yang dilakukan, membuatku geram.

"Nisa!" teriakku, sedikit emosi, "fokus pelajaran, jangan dandan terus!"

"Ashiaap!" Sisir yang dipegang, kini diletakkan di meja.

Aku berjalan mendekatinya, lalu menodongkan tangan untuk menyita barang yang mengalihkan perhatiannya itu ketimbang memperhatikanku.

"Sini, cermin dan sisirnya. Saya sita."

Wajahnya cemberut, lain dengan teman-temannya yang tertawa. "Kalau disita, Nisa pakai apa, dong? Emang Bapak mau gantiin yang baru?"

Haish!

Beli baru boleh saja. Masalahnya, memang ia mau dibelikan barang murah seharga di bawah lima puluh ribu? Dompet sedang masa kritis, bagaimana mungkin aku bisa menggantikan yang baru dan lebih mahal?

"Pak Sayang!"

"Eh!" Aku terlonjak. "Apa?"

Sorak-sorai dan tawa memenuhi seisi kelas. Memang aku pelawak yang patut ditertawakan? Kehidupanku saja sudah penuh jenaka. Namun, ketampananku menjadi plus-nya.

"Barusan kamu manggil saya apa? Coba ulangi!" desakku, membuat gadis itu menutup mulut menggunakan kedua tangannya.

Ia pikir, aku tidak mendengar?

"Manggil 'Pak Sayang', emang nggak boleh?"

Aku mendelik. Berani sekali mengatakannya.

"Kenapa harus ada kata 'Sayang'? Cukup panggil 'Pak' atau 'Pak Ilyas'."

Apa-apaan sembarangan menambahi embel-embel 'sayang'. Memang aku guru apa? Cukup dikenal sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang banyak fans di media sosial.

"Emangnya nggak boleh kalau anak didiknya sayang sama gurunya?" Pertanyaan konyol itu disambut suitan siswa lain.

"Boleh, tapi nggak gitu caranya. Saya nggak suka."

"Terus, sukanya yang kayak gimana?"

"Siswa yang nggak banyak tingkah. Kelihatan manis," kataku, sambil berlalu ke kursi guru.

"Berarti saya, dong?"

Aku berbalik, lalu menatapnya tajam. "Kamu?"

"Saya 'kan manis, Pak. Masih nggak mau ngakuin?"

Lagi-lagi, aku hanya bisa mengembuskan napas berat. Meladeni siswi itu, harus ekstra sabar. Untung aku bukan kang rayu seperti buaya pada umumnya, hanya kang baper yang pura-pura cuek di depan mereka. Aslinya? Ya, tetap biasa-biasa saja. Maksudnya baper kalau telat gajian.

"Iya, kamu manis." Gadis itu tersenyum, mengedip-ngedipkan matanya. "Tapi masih kalah sama gula."

Penghuni kelas tertawa serentak. Kulihat wajahnya memerah, mungkin menahan malu atau marah. Peduli apa, memang begitu kenyataannya. Berani mengawali, berani menerima akhir, bukan?

***

Jam pelajaran Bahasa Indonesia telah usai, itu berarti, waktunya pulang. Selesai berdoa dan menyalamiku, para siswa berbondong keluar kelas, kecuali Nisa. Dia memang suka cari perhatian, membuatku pegal meladeninya.

"Mana cerminnya, Pak?"

"Ada."

Gadis itu mendekat. "Mana?"

"Cermin kamu saya sita. Masak waktu pelajaran bawa barang begituan. Nggak teladan banget jadi siswa."

"Kata siapa saya nggak teladan?" tanyanya, mengerucutkan bibir.

Kumiringkan kepala, menatapnya yang masih menampakkan wajah masam. Sebenarnya manis, tetapi bukan seleraku. Dia terlalu bar-bar sebagai siswa perempuan kepada gurunya.

Bukan berarti tidak baik, hanya saja aku lebih suka wanita yang dewasa, umur dan pemikirannya.

"Kalau siswa teladan, apa prestasi yang bisa kamu banggakan sekarang?"

"Prestasi saya, mencintai Bapak."

Allahu Akbar!

Mengingat kejadian di kelas tadi, membuatku merenung di taman samping rumah ini. Bagaimana bisa seorang siswa mencintai gurunya sendiri? Apalagi guru baru sepertiku yang masih tiga bulan mengajar, wajar bukan kalau heran?

Tahu begitu, aku memilih kelas XI A yang terlihat kalem-kalem. Berbeda jauh dengan XI B yang membuatku lelah dan nyaris gila.

"Den Ilyas!" panggil Lili, anak Mbok Dami yang bekerja di rumahku. Rumah milik Mama, ding.

Aku yang semula fokus dengan koran, mendongak. "Sudah berapa kali saya bilang? Jangan panggil Den."

Gadis seusiaku itu menggaruk kepala. “I–iya, Den. Eh, Yas. Mau dibuatkan minum apa? Yang seger-seger kayaknya enak apalagi ini sedang sayang-sayangnya. Eh, siang-siangnya."

"Air putih hangat saja, Li. "

Gadis berambut panjang itu mengangguk, lalu berbalik. Aku menatap punggungnya yang menghilang di pintu.

Tak lama, ia datang membawa nampan berisi segelas air dan camilan. "Ini minumannya, Den. Eh, Yas."

Bisa kudengar embusan napasnya yang kasar. “Kenapa harus panggil nama langsung, sih? Kan, saya jadi ndak enak.”

“Nggak apa-apa. Kan, saya yang minta.”

Aku membalas dengan tersenyum, membuatnya malu-malu kucing. Kalau sedang seperti itu, ia terlihat seperti di bawah umurku dan kalau aku mengantarnya ke pasar kami sering dikira kakak adik. Anehnya, aku tidak marah, justru senang.

Sudah sejak lama, aku menginginkan seorang adik, tetapi harapan itu sirna. Papa meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan sampai sekarang, Mama tidak ada niat untuk menikah lagi, meskipun usianya bisa dibilang masih muda untuk ibu anak usia 23 tahun kurang.

"Ini cemilannya, jangan lupa dimakan, Yas,” ucapnya, membuatku tersadar. “Nanti kalau ndak makan, malah jatuh cinta. Eh, jatuh hati. Duh, maksudnya jatuh sakit."

Perempuan itu menjadi salah tingkah, seperti hari-hari sebelumnya. Semenjak aku pulang kuliah dari kota seberang dan memilih mengajar di kota kelahiran. Aku menahan tawa untuk tidak menyembur di depannya. Pipi yang sudah merona itu takutnya terbakar.

Aku mengangguk dan mengulas senyum. Ia tipe gadis cerewet, tetapi menyenangkan karena kadang bisa menghiburku yang sering pusing mengoreksi tugas anak-anak. Seperti gadis desa pada umumnya, ia sopan dan lembut. Tidak jarang pula membuatku senyum-senyum sendiri melihat tingkahnya.

Bukan suka, hanya saja aku senang, setidaknya Mbok Dami tidak sendirian lagi. Ia ditemani putrinya yang baru lulus kuliah dan mengisi waktunya untuk menunggu panggilan kerja. Aku salut dengan kerja keras assisten Mama yang sudah bekerja puluhan tahun itu. Beliau rela banting tulang demi mencari rezeki untuk pendidikan yang layak atas ketiga anaknya.

"Jangan lupa dimakan, ya. Saya tinggal dulu ke belakang. Kalau rindu, bilang. Ndak baik kalau dipendam." Setelah mengucapkan itu, ia berlalu tanpa menengok ke belakang.

Niatnya ingin memintanya menemani, tetapi kadung pergi, ya sudah. Besok lagi.

Menikmati tanaman yang rapi karena dirawat suami Mbok Dami, mataku termanjakan oleh keindahannya. Dasar, jomblo, bisanya manja sama tanaman. Sama istri kapan?

Sebenarnya aku bukan tipe orang yang muluk-muluk, walaupun termasuk kategori ganteng. Hidung tidak terlalu mancung atau pesek, bibir tipis yang merona dari lahir, bentuk wajah oval, tetapi bukan lonjong. Kata orang-orang, yang paling indah adalah bagian mata, hitamnya memabukkan.

Harapannya memiliki istri yang salihah, penurut, perhatian, dan tidak banyak omong atau protes. Sesimpel itu, tetapi nyatanya belum ada yang nyantol, maksudnya belum ada yang cocok di hati.

Bukan bermaksud mempromosikan diri, lebih tepatnya menjabarkan ciri-ciri seorang Ilyas Aldevaro, bukan Aldebaran di sinetron itu, muka saja yang mirip. Eh, enggak, ding. Masih gantengan aku.

Melihat gelas berisi air putih, gegas kuambil, lalu meneguknya hingga tandas.

"Jangan lupa dimakan, ya. Saya tinggal dulu ke belakang. Kalau rindu, bilang. Ndak baik kalau dipendam."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Asal kalian puas
Asal kalian puas
Asal kalian puas menyajikan konflik intens di balik kemewahan modern novel. Terjebak dalam pengkhianatan dan eksploitasi, sang protagonis menghadapi ambisi gelap Pak Arga. Baca billionaire romance novels ini untuk mengungkap misi bertahan hidup di tengah rahasia keluarga yang berbahaya.
Cinta Buta Gadis Mafia
Cinta Buta Gadis Mafia
Dalam mafia novel Cinta Buta Gadis Mafia, seorang pria harus menghadapi konsekuensi hidup bersama wanita yang menghancurkan pernikahannya. Ikuti lika-liku penuh risiko dalam modern novel ini saat loyalitas dan dendam beradu di dunia mafia yang kejam. Baca romance stories ini sekarang.
CINTA DI BALIK CADAR
CINTA DI BALIK CADAR
Dalam romance novel CINTA DI BALIK CADAR, Katrina yang kini muallaf kembali bertemu Reyhan setelah sepuluh tahun. Namun, rencana perjodohan dengan orang lain menjadi penghalang besar. Simak perjuangan cinta mereka di web novel modern ini bagi Anda yang ingin read books online free.
GAIRAH ISTRI SATU MILIAR
GAIRAH ISTRI SATU MILIAR
Dalam GAIRAH ISTRI SATU MILIAR, Sinta Maheswari dijual ayahnya kepada keluarga konglomerat demi melunasi utang. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, ia harus menghadapi suaminya yang kejam. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan Sinta di web novel modern ini.
Istri Kedua Sang Penguasa
Istri Kedua Sang Penguasa
Demi melunasi utang judi ayahnya, Aurora Safitri terpaksa menjadi istri kedua bagi Alvaro Ricolas dalam Istri Kedua Sang Penguasa. Ikuti kisah billionaire romance ini saat Aurora menghadapi realita pernikahan kontrak dengan pria kaya yang kesepian di web novel penuh intrik modern ini.
Menikah Akibat Salah Culik
Menikah Akibat Salah Culik
Dalam Menikah Akibat Salah Culik, Kirana terjebak dendam Rasta, seorang billionaire yang salah sasaran. Terjerat hutang dan fitnah, Kirana harus bertahan di tengah konflik kekuasaan. Simak kisah romance novel ini di platform web novel kami untuk mengikuti perjuangan Kirana menghadapi takdir.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pulang Sebagai Orang Kaya Baru
Pulang Sebagai Orang Kaya Baru
Setelah 20 tahun terpisah, Ivan Lionel menemukan orang tuanya, namun kini ia sudah menjadi CEO Grup Jayadi. Untuk menguji sifat mereka, ia menyamar sebagai pengantar makanan. Ternyata, orang tuanya lebih perhatian tanpa meremehkan identitasnya. Saat hendak mengungkapkan diri, pamannya mengundang mereka ke pesta pernikahan sepupunya. Merasa ada yang mencurigakan, Ivan memutuskan tetap menyamar dan membantu orang tuanya menguji sifat keluarga pamannya.
Ratu Serigala Bangkit dari Abu
Ratu Serigala Bangkit dari Abu
Nessa, Ratu Serigala rahasia, menyegel serigalanya agar dia bisa melarikan diri dengan jodohnya, Alfa Blaze Ashclaw. Tapi Blaze salah mengira tanda lahir pada putra mereka sebagai tanda Nessa berselingkuh dan menjadikan mereka budaknya. Saat nyawa putra mereka terancam, barulah Blaze menyadari kebenarannya, tapi apakah sudah terlambat?
Cinta yang Ditakdirkan: Nikahi Aku Lagi
Cinta yang Ditakdirkan: Nikahi Aku Lagi
Pada hari pernikahan, pengantin pria Sara, Kayden, tidak muncul dan dia menerima perjanjian perceraian. Dihadapkan dengan para tamu, dia harus menanggung semuanya sendirian. Tiga tahun kemudian, Sara telah berubah menjadi pengacara berbakat sementara Kayden, yang sekarang sukses dalam bisnis, kembali dari luar negeri dengan niat untuk bercerai. Pada hari kepulangannya, Kayden dengan penuh semangat mencari pengacara terkenal untuk menangani kasus perceraiannya, tidak menyadari bahwa pengacara ini adalah istrinya yang belum pernah dia temui. Di tengah kesalahpahaman, Kayden secara bertahap tertarik dengan kecerdasan dan keuletan Sara, sementara pesona Kayden juga membangkitkan perasaan pada Sara. Akankah mereka berakhir bersama?
[Versi suara dubbing] Utang dari Saudara Laki-Laki
[Versi suara dubbing] Utang dari Saudara Laki-Laki
Sang suami memalsukan kematian untuk menipu istrinya agar membayar kembali utang untuk majikannya, menyebabkan kematian putri mereka dan menginjak-injak abunya. Sang istri pergi dengan hati yang hancur; Dia menyesal, dan nyonya mendapat retribusi!
Sang Bos dan Tumbal Cintanya
Sang Bos dan Tumbal Cintanya
Nolan, bos dunia hitam, bersumpah untuk menikahi wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya. Namun, sebuah ramalan menyatakan dia ditakdirkan kehilangan istri dan anaknya. Untuk melawan takdir itu, dia memilih Allison, gadis berhati lembut, sebagai tumbal. Ironisnya, Nolan justru jatuh cinta pada Allison, tapi perasaan itu terpaksa disangkalnya. Tragedi pun tak terelakkan: Allison tewas saat melahirkan. Nolan hancur, dan lukanya bertambah dalam saat dia tahu bahwa Allison adalah sang penyelamat yang sesungguhnya. Bertahun-tahun berlalu. Sebuah pertemuan tak terduga mengungkap kebenaran yang mengguncang. Allison ternyata masih hidup. Kini, dengan tekad membara, Nolan bersumpah tak akan kehilangan wanita ini untuk kedua kalinya.
Takdir Menyatukan Kita Lagi
Takdir Menyatukan Kita Lagi
Di usia 16 tahun, ibu angkat Bailey menjual sel telurnya di pasar gelap hingga dia mandul. Beberapa tahun kemudian, saat bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah, dia menyelamatkan seorang gadis kecil dan bertemu ayahnya, triliuner rahasia. Pernikahan kilat mereka pun diuji dengan rahasia, pengkhianatan, dan dendam sang mantan istri.