Logo
Heavy Heart
Heavy Heart

Heavy Heart

58 Bab
Tamat
Dalam novel Heavy Heart, seorang gadis dihantui memori kelam 13 tahun silam. Saat sosok Sakala muncul, ia terjebak antara kenyataan dan fiksi. Ikuti kisah romance penuh teka-teki ini dalam mystery story yang mendalam, salah satu fiction books yang menguji batas antara rindu dan rahasia.
Bab 1 dari Heavy Heart

Aku menangis kala itu. Saat alam bawah sadarku baru menguasai diriku setelah koma beberapa bulan yang lalu, aku menangis dengan sangat hebatnya. Aku kehilangan dia, aksara dalam kisahku. Aku kehilangan dia, diksi dalam puisi milikku. Bagaimana aku bisa menemukannya? Bahkan ketika semuanya terjadi tepat bersama denganku.

Saat itu, aku berlari dengan langkah kecilku yang baru sembuh dari rumah sakit yang selama ini menjadi tempatku untuk tertidur dan beristirahat. Namun, seseorang menahanku dan memelukku dengan erat.

"Nala, kamu jangan nangis. Udah, biarin dia tenang di sana yah nak?"

Dia Ayahku. Tapi, aku tetap tak bisa menengkan diriku. Seolah separuh duniaku telah menghilang ikut pergi bersama dirinya, Sakala. Laki-laki yang selalu bersamaku. Aku tak mau kehilangan dia, andai saat itu aku tak mengejar kupu-kupu indah sampai membuat kejadian menyeramkan ini terjadi.

Saat itu aku dan Sakala sedang bermain di taman. Seperti biasanya kami selalu bahagia setiap kali bertemu. Saat sedang asik bermain kami menendang bola nya terlalu jauh sehingga Sakala berlari untuk membawanya.

"Nala, kamu tungguin dulu ya? aku mau bawa bolana dulu," ucapnya sebelum pergi meninggalkanku yang hanya menganguk.

Benar namaku dan namanya hampir sama. Dia Sakala dan aku Shanala. Entah mengapa bisa sama, aku pun bahkan tak tahu alasannya. Namun, kedua orang tua kita memang sangat dekat karena itu juga kita berdua sering bermain dan tertawa.

Ada satu hal yang sangat istimewa, dia selalu memanggilku Sea. Katanya aku terlihat seperti lautan, aku seluas dan seindah lautan. Entah mengapa juga aku menyukai nama itu, Sea nama yang indah dari seseorang yang berada pada masa lalu yang indah juga.

Sakala belum juga kembali mengambil bola yang sedari tadi menjauh karena tendanganku. Awalnya aku yang akan mengambil bola itu, tapi Sakala melarangku. Katanya dia tak mau aku terluka sedikitpun, sehingga dia yang berlari dan mengambil bola yang pergi jauh tersebut.

Karena sangat lama, rasa bosan mulai menguasai diriku. Pada saat itu juga ada seekor kupu-kupu yang sangat cantik terbang dengan bebasnya. Awalnya aku hanya diam dan memperhatikan,  namun semuanya berubah ketika aku ikut mengikuti arah terbang kupu-kupu cantik itu. Mataku hanya menatap sayap indah yang menempel, tanpa memperhatikan sekeliling dan tempat yang aku pijak.

Sampai saat itu, aku tak mengingat apapun. Selain teriakan Sakal yang memanggil namaku dan juga darah yang ada di sekitar tubuh kita berdua. Seolah cahaya datang entah dari mananya. Semuanya menjadi putih dan aku terbangun hari ini.

Saat mendengar bahwa Sakala telah pergi jauh dariku, aku takut. Aku tak pernah membayangkan sosok itu pergi jauh dari hidupku, sejak saat itu aku tak pernah terbuka kepada siapapun. Meski aku masih sangat kecil, namun rasanya seperti aku memang telah jatuh cinta kepadanya. Aku tak bisa melupakan sedikitpun kenangan masa kecil bersamanya.

***

Hari ini hujan sangat lebat. Aku melamun sambil menatap air hujan yang turun dan membuat embun di sekitar kaca yang berada tepat di sebelahku.

"Nala!" teriak Audrey membuatku terkejut kaget.

"Ishh... Drey. Gue di deket lo, kenapa teriak?" ucapku kesal. Audrey sering kali menganggu sesi melamunku.

"Temenin ngantin yuk, gue bosen. Lo nggak bosen natap hujan mulu?" gerutunya. Mungkin dia kesal, karena setiap hujan turun aku akan berdiam diri dan menatap air hujan.

Sebenarnya, bukan tanpa alasan jika aku sering menatap air hujan. Hanya saja, dia dan kenangannya tersimpan juga dalam rintikan hujan. Setiap melihat hujan, aku merasa melihat dia juga datang ke dalam hidupku yang telah lama merindukannya.

"Nala!! Ihh gue sebel sama lo yah, di ajak ngobrol malah melamun lagi." Audrey menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat aku tak tahan untuk melihat kegemasan.

"Iyah Drey, ayo."

Audrey menarik tanganku, mengapitnya dengan tangan milik dia. Kita berjalan menelurusi koridor yang sepi, mungkin karena hujan semuanya tidak pergi untuk keluar? Ah, aku juga tak tahu. Hanya menebaknya saja.

Kita telah sampai di kantin. Aku dan Audrey selalu duduk di bangku dekat mba Yati. Supaya lebih mudah ketika akan memesan, apalagi perut Audrey tak pernah cukup untuk satu porsi makanan saja.

"Nal, Nala..." panggil Audrey membuatku menoleh menatap wajahnya.

"Temenin gue beli makanan yah ke supermarket nanti pulang sekolah?" pintanya sambil memegang tanganku erat.

"Gue mau ke toko buku Drey, apa lo lupa?"

Audrey cengengesan. Senyumnya yang aneh membuatku mengerutkan keningku aneh. Sekarang apa lagi yang akan di lakukan Audrey.

"Nala pliss... temenin gue yah yah? nanti gue temenin ke toko buku deh," bujuknya sambil menatapku dengan wajah imutnya.

"Iyah, terserah."

Audrey berteriak kegirangan. Membuatku malu seketika, sekarang semua orang telah berkumpul di kantin dan karena ulah Audrey semua pasang mata menatap kita aneh. Ya tuhan... mengapa Shanala harus berteman dengan Audrey.

Kantin yang berisik tambah berisik ketika kedatangan seseorang. Aku tak tahu dia siapa, namun sepertinya semua orang menyukai laki-laki itu. Aku hanya mengangkat bahuku acuh, jujur saja aku tak pernah peduli pada lingkungan sekitar apalagi terhadap hal seperti ini.

"Nala nala! Itu kak Kevan ganteng banget ya tuhan," teriak Audrey histeris.

Aku mengacuhkan Audrey yang berteriak dan melanjutkan sesi makanku yang terganggu oleh kebisingan kantin yang membuatku ingin mengumpat. Siapa sih Kevan itu, mengapa semua orang menyukainya? Shanala rasa Kevan biasa-biasa saja. Tapi, kenapa semua orang berteriak setiap kali bertemu dengannya?

"Drey," panggilku.

Audrey menoleh. "Hah? Kenapa lo?"

"Dia siapa? Kenapa pas dateng semua orang teriak? Berisik," ucapku menekankan kata berisik pada kalimat yang baru saja keluar dari bibirku.

"Hah? Lo nggak becanda kan Nala. Lo beneran nggak tahu kak Kevan? Astaga, lo kenapa nggak tahu gini sih? Lo kemana aja Nala."

"Apa sih Drey, gue beneran nggak tahu. Lagian dia nggak penting," ucapku cuek.

Audrey terdengar menghela nafasnya beberapa kali. "Kak Kevan itu cowok paling ganteng di sini, asal lo tahu dia kesayangan guru meski kadang yah sering ribut sana-sini."

"Gue baru tahu."

Audrey yang mendengar ucapanku mungkin terkejut saat mendengar apa yang aku katakan. Ku lihat dia menggelengkan kepalanya beberapa kali. Namun, aku tetap tak peduli dengan apa yang terjadi.

***

Setelah makan dari kantin. Sekarang aku berada di perpustakaan. Tempat paling nyaman yang pernah aku temui. Tapi, berbeda dari biasanya Audrey ikut bersamaku. Entah apa yang dia inginkan sekarang, tapi mereka berdua sedang tenang dan membaca beberapa buku yang ada di perpustakaan. Rasanya sangat tenang, apalagi perpustakaan adalah tempat paling sepi dan nyaman untuk menghibur diri atau mengisi jam istirahat yang masih tersisa.

Rasanya kepalaku mendadak pusing. Bayangan ketika hari kelam terjadi kembali datang dan itu membuatku sangat ketakutan. Aku takut, Sakala pergi meninggalkanku karena diriku. Aku meremas rok dengan kepala yang mulai memberat.

Sejak itu, aku tak tahu apa yang aku rasakan. Selain kegelapan yang meliputiku dan juga teriakan namaku, aku yakin dia adalah Audrey.

"Sea, kamu mau jadi pacar aku nggak" tanya dia sambil tersenyum dengan manisnya.

Kau tahu? Senyumnya sangat manis dan umur kita berbeda 2 tahun. Saat itu umurku 5 tahun, aku tak mengerti memang apa yang dia ucapkan saat itu. Pacar? Apakah itu sebuah makanan? Atau permainan yang mengasikan?

"Pacar itu apa, Kala?" tanyaku sambil menatap dia yang sedang memegang bunga.

"Aku juga nggak tahu Sea, tapi katanya pacar itu teman yang baik!" ungkapnya sambil memberikan bunga yang dia pegang.

Tanganku dengan langsung menerimanya tanpa berpikir panjang.

"Jangan pernah pergi yah, Sea."

Jantungku berdetak lebih cepat. Rasanya andrenalin ku berpacu sangat cepat. Mimpi itu lagi, mengapa aku terus memimpikan Sakala. Aku merindukannya, aku sangat-sangat merindukannya. Aku tak tahu bagaimana caranya aku bertemu dengan Sakala, selain berkunjung menuju pemakaman dirinya.

Mataku belum sepenuhnya tersadar. Samar-samar cahaya masuk ke dalam mataku, aku mengerjap beberapa kali dan melihat Audrey yang langsung berjalan dengan wajah khawatirnya.

"Lo nggak papa? Kenapa lo nggak bilang lo sakit Shanala Arkasea," ucap Audrey sambil memanggil nama panjangku.

Aku menggeleng melihat tingkahnya. Aku tahu dia mencemaskan diriku tapi, aku tidak apa-apa. Hanya saja tadi entah mengapa perutku dan kepalaku mendadak sakit. Meskipun sekarang perutku masih sedikit sakit, tapi tak separah saat tadi.

"Ya ampun Nala! Gue nanya bukannya di jawab malah bengong lagi."

"Gue nggak papa Drey, tadi kepala gue mendadak pusing. Maaf yah bikin lo khawatir, gantinya gue temenin lo pulang sekolah seharian."

Aku tahu itu hal sederhana. Tapi, Audrey selalu suka saat aku menawarkan diri untuk berjalan seharian dengannya. Mungkin dia sangat menyukai bagaimana dia mengganggu ku dan membuatku kesal.

"Hah? Beneran Nala? Fix nanti gue mau keliling mall! Ya ampun sayang Nala banget." Dia memelukku dengan sangat erat. Aku hanya terkekeh geli melihat reaksi nya yang berlebihan.

Sudah aku bilang, Audrey akan membuatku berjalan dan pastinya mengubah cara berpakaianku. Dia akan dengan senang hati mengajakku pergi menuju salon bersamanya.

"Jam berapa sekarang?" tanyaku tiba-tiba. Aku merasa harus menuju kelas hari ini.

"Masih jam 11 Nal," jawabnya.

Aku berusaha berdiri. Namun, Audrey menghalangiku. Kedua keningku berkerut.

"Jangan ke kelas plis, gue males pelajaran bapak itu. Dia kejam ih nggak nggak!"

Aku hanya menghela nafas dan kembali menidurkan badanku di atas ranjang UKS. Baiklah aku akan terdiam dulu dan yah menatap Audrey yang sedang memegang ponsel sambil tersenyum sesekali. Pasti Audrey sedang melayani para buaya yang menggodanya.

Aku merasa lapar sekarang. Untung saja di dekatku ada semangkuk bubur, tanganku mengambil mangkuk bubur itu dan memakannya perlahan. Melihatku yang sedang makan Audrey berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju arahku.

Dia merebut mangkuk bubur dan sendok yang sedang ku pegang. Lalu menyuapinya padaku. Astaga, aku kira aku salah memakan bubur! Aku bahkan mengira ini bubur miliknya.

"Audrey?"

"Makan aja, gue suapin. Biar makin sembuh sayang nya gue," ujar Audrey sambil terus menyuapiku dengan sesendok bubur.

Aku sedang memutuskan sesuatu. Hal yang tak pernah aku lakukan pada siapapun, bahkan ini kali pertamanya dia melakukan ini. Entah apa yang sedang ada di dalam pikiran Shanala. Dia hanya ingin menceritakan sebagian kisah masa lalunya kepada temannya Audrey.

"Drey, gue mau ngajak lo ke ke tempat dimana dia ada. Lo mau ikut?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Feng Na Na
Feng Na Na
Dalam Feng Na Na, seorang wanita terbangun secara misterius di dalam peti mati setelah dikhianati tunangannya. Mengusung genre fantasy dan mystery story, ia harus mengungkap rahasia kebangkitannya dalam balutan hanfu putih. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengikuti perjuangannya.
Hot Secret On The Rooftop
Hot Secret On The Rooftop
Dalam Hot Secret On The Rooftop, Angela mengungkap misteri di balik skandal atap kantor dan hubungan gelap bosnya. Di tengah tekanan tugas dan kejaran Mark, ia harus bertahan demi tantenya. Temukan kisah romance novel ini dengan baca buku online free untuk melihat akhir pilihan Angela.
Ketika Dusta dan Cinta Bertemu
Ketika Dusta dan Cinta Bertemu
Dalam novel modern Ketika Dusta dan Cinta Bertemu, dikhianati kekasih masa kecil membuat protagonis dinikahi Yohan, sang pewaris mafia. Namun, sebuah berkas rahasia mengungkap kebohongan Yohan yang mengorbankan dirinya demi Jessica. Baca novel online gratis genre novel mafia romantis ini.
Makanan Menjijikkan Dari Mertua
Makanan Menjijikkan Dari Mertua
Dalam novel horror Makanan Menjijikkan Dari Mertua, seorang suami terjebak dalam misteri kelam saat dipaksa bersekutu dengan iblis. Ia harus bertahan hidup di tengah teror ilmu hitam keluarganya. Baca mystery story ini di platform web novel kami untuk mengungkap rahasia mereka.
Missing You Like Crazy
Missing You Like Crazy
Dalam novel romance Missing You Like Crazy, Rania mencari kebenaran saat melihat sosok mirip suaminya yang hilang dalam kecelakaan pesawat. Ikuti kisah penuh intrik dalam modern novel ini saat ia mengungkap misteri identitas pria tersebut di antara tumpukan fiction books terbaik.
OLD & GOLD
OLD & GOLD
Pasca kejatuhan ayahnya, Carissa bekerja di The Golden's Arena milik Antoni Miller. Hubungan mereka memicu konflik keluarga dalam novel modern ini. Bersama Fahri, ia memulai adventure mengungkap misteri penggelapan dana. Baca kisah lengkapnya di web novel mystery romance ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Tak Biasa
Cinta yang Tak Biasa
Setelah kepalanya seperti ditendang keledai, Gisella tersadar! Rupanya dia hidup dalam sebuah novel, hanya jadi pemeran pembanding untuk sepupu kesayangan keluarga yang berakhir tragis. Untuk mengubah takdir, Gisella memutuskan menikahi William—sang konglomerat yang dijuluki ""psikopat dingin"" di luar—dan menjadikan peran istri sebagai pekerjaan bergaji tinggi. Demi alasan praktis, mereka pun memulai ""pernikahan percobaan"" yang sama sekali tidak normal.
Jangan Ganggu Putri Angkatku
Jangan Ganggu Putri Angkatku
Setelah dua puluh tahun disayangi dan dimanja oleh ayah angkatnya, Austin, Lily akhirnya bertemu kembali dengan orang tua kandungnya. Namun alih-alih kehangatan keluarga, yang dia terima justru penyiksaan dari mereka sendiri, ditambah kekejaman anak angkat mereka, Lillian, dan putra kandung mereka, Gavin. Ketika Austin mengetahui kebenaran yang pahit ini, dia langsung menetapkan Lily sebagai pewaris tunggalnya. Lalu, dengan membongkar semua kebohongan dan intrik keluarga itu, dia menghancurkan mereka hingga tak tersisa. Lillian berakhir di balik terali besi, sementara orang tua angkatnya yang kini jatuh miskin, terpaksa mengemis di pinggir jalan.
Saat Neraka Memanggil
Saat Neraka Memanggil
Setelah terjebak dalam reinkarnasi selama 3.000 tahun, Raja Neraka meninggalkan dunia bawah dalam kekacauan, dengan para pejabat hantu tertidur lelap. Dalam reinkarnasi terakhirnya, dia hidup sebagai seorang pengantar makanan yang berjuang keras, dibebani oleh kemiskinan dan penyakit ibunya. Menyusul serangan jantung fatal yang disebabkan oleh pelanggan yang jahat, dia dibawa kembali ke dunia bawah oleh utusan hantu, di mana dia mendapatkan kembali ingatan dan kekuatannya sebagai Raja Neraka. Hanya saja dia akan tetap di alam bawah atau kembali?
Kembali ke Zaman Modern sebagai yang Terkaya
Kembali ke Zaman Modern sebagai yang Terkaya
Ibunya jatuh dari gedung, tunangannya mengkhianati saya, dan dalam keputusasaan saya, dunia tiba-tiba mengalami hiperinflasi, dengan harga-harga yang meroket hingga jutaan kali lipat. Namun, kekayaannya tetap tidak terpengaruh, membuatnya menjadi orang terkaya di dunia.
Mantan Napi, Kini Istri Sejati
Mantan Napi, Kini Istri Sejati
Dipaksa menjadi 'pengantin keberuntungan' untuk membangunkan miliarder Zander Morris yang koma, Elara Switt dicampakkan begitu saja. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali sebagai pengasuh dan menemukan putra kembarnya dibesarkan oleh saudari tirinya, Nelly, yang kini menjadi istri idaman. Berbekal keahlian medis dan tekad baja, Elara menyusup ke rumah itu demi merebut kembali anaknya, membongkar semua kebohongan, dan membuat para pengkhianat membayar perbuatannya.
Maaf, Bayi Ini Bukan Punyamu
Maaf, Bayi Ini Bukan Punyamu
Jolene dan Rhys menikah karena dijodohkan, tapi lambat laun cinta tumbuh di antara mereka. Namun kebahagiaan itu sirna saat Nora, wanita yang sangat mirip dengan cinta pertama Rhys, tiba-tiba muncul. Demi membela Nora, Rhys berulang kali lukai hati Jolene, hingga akhirnya Jolene tak sanggup lagi bertahan. Dia memilih bercerai dan membesarkan anaknya sendiri. Dihantui penyesalan, Rhys berusaha merebutnya kembali, tapi Jolene telah menemukan kebahagiaannya sendiri.