Logo
Hati yang Kau Sakiti
Hati yang Kau Sakiti

Hati yang Kau Sakiti

71 Bab
Tamat
Dalam novel modern Hati yang Kau Sakiti, Kiran menghadapi pengkhianatan Arka yang memiliki anak dari wanita lain saat ia sendiri sedang hamil. Ia harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau bangkit dari luka. Baca romance novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Bab 1 dari Hati yang Kau Sakiti

Diajeng Kirana Ardani, wanita yang kerap disapa Kiran itu segera berdiri dari lantai yang dingin ketika ia mendengar suara pintu kamar terbuka. Wanita yang berusia 27 tahun itu mengangkat pandangannya dari lantai, melihat ke arah suaminya, Arka, yang telah pulang kerja. 

 "Mas, kamu sudah pulang?" 

 "Malam ini banyak pekerjaan yang harus diurus. Jadi, aku baru sempat pulang sekarang," jawab Arka sambil menaruh tas dan ponselnya di meja.

 Arkana Wirasena, anak tunggal dari almarhum Wirasena itu bekerja sebagai seorang manajer proyek di sebuah perusahaan konstruksi besar. Tanggung jawabnya besar, mulai dari mengawasi pembangunan hingga memastikan segala sesuatu berjalan sesuai jadwal. Hari-harinya sering kali dihabiskan di lokasi proyek, yang membuatnya selalu pulang larut malam, bahkan kadang tak pulang ke rumah.

 "Mas, aku ingin bicara," ujar Kiran, sambil mengangkat pandangannya, menatap ke arah Arka begitu gelisah.

 Arka yang sedang melepas kancing kemejanya, sejenak menghentikan aktivitasnya, dan menatap Kiran yang sedang berjalan ke arahnya. "Apa yang ingin kamu bicarakan?"

 Tepat di hadapan suaminya, Kiran menyodorkan sebuah alat tes kehamilan ke arah Arka. 

 Arka yang melihat itu, segera meraih alat berbentuk panjang tersebut dari tangan Kiran dengan wajah bingung. "Apa ini?"

 "Aku hamil, Mas."

 Wajah Arka seketika berubah menjadi marah mendengar itu. "Kenapa bisa kamu hamil? Bukannya kita sudah berjanji untuk menunda kehamilanmu?"

 Selama ini, Arka selalu meminta agar mereka menunda memiliki momongan terlebih dahulu, meskipun mereka sudah menikah selama lima tahun. 

 Sorot mata Arka yang berwarna coklat tajam menembus dinding hati Kiran. Tak ayal, Kiran selalu takut dengan sorot mata tersebut. Dia terdiam, bibirnya terkatup rapat, tubuhnya bergetar ketika mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.

 "Ayo jawab, kenapa kamu diam saja? Bukannya aku juga selalu menyuruhmu untuk minum pil KB?" Lagi, suara Arka semakin menggema di malam yang sudah larut.

 Kiran menundukkan kepalanya, ia mencoba mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. "Maaf, Mas. Aku sudah tidak minum obat itu lagi. Perutku kram bila minum obat itu."

 Arka terkejut mendengar penjelasan Kiran. "Kenapa kamu tidak bilang? Kenapa kamu diam saja?"

 "Aku takut, Mas," jawab Kiran, suaranya nyaris hampir tak terdengar. "Aku takut kamu marah, aku tidak tahu harus bagaimana."

 "Tapi seharusnya kamu bilang bila tidak minum obat itu lagi, setidaknya aku bisa mencegahnya!"

 Dengan perasaan kesal, Arka menjatuhkan bobot tubuhnya di tepi ranjang. Ia membuang test pack ke sembarang arah, tangannya segera menyanggah kepalanya yang terasa berat. Bagaimana tidak, beban di pundaknya semakin bertambah, belum lagi pekerjaan yang menguras tenaga, dan juga tagihan yang semakin membengkak.

 Baru sekitar tiga bulan lalu, ia membeli mobil impiannya dengan kredit, belum juga hutang bank, dan tagihan lainnya yang membuatnya pusing. Sekarang ditambah lagi dengan kehamilan dari istrinya.

Kiran memandang suaminya yang terlihat frustrasi. "Mas, kenapa kamu seperti ini? Seharusnya kamu bahagia, bukan? Kita akan memiliki anak." 

 Bukannya ucapan Kiran membuat Arka bahagia, tapi malah membuat lelaki itu murka. Arka mengangkat pandangannya ke arah Kiran dan menatapnya tajam. "Kamu tahu, aku ini sedang pusing! Aku sedang memikirkan bagaimana caranya membayar tagihan yang sudah membengkak, dan sekarang ditambah lagi dengan beban kamu yang sedang hamil," sergah Arka, tanpa ia sadari, ucapannya itu begitu menyakitkan di telinga Kiran.

 Kiran tertegun, ia tidak habis pikir dengan perkataan suaminya itu. Beban? Apakah suaminya menganggap anak yang dikandungnya itu adalah beban?

 "Mas, kenapa kamu bilang begitu? Anak itu adalah anugerah yang Tuhan kasih untuk kita. Seharusnya kamu bahagia, bukan kesal seperti ini. Kamu tahu, Mas, semua suami temanku merasa bahagia ketika tahu istrinya sedang hamil. Tapi kenapa dengan kamu?" Suara Kiran mulai terdengar putus asa. Wanita itu melanjutkan perkataannya lagi dengan kesal. "Di luar sana banyak orang yang mendambakan keturunan bahkan harus mengeluarkan uang banyak agar bisa memiliki anak. Harusnya kamu bersyukur!"

 Arka menghela napas panjang, mencoba untuk tenang, tetapi rasa frustrasi dan beban yang menghimpitnya masih terlalu besar. "Kiran, kamu tidak mengerti. Aku tidak bilang aku tidak bersyukur, tapi situasi kita sekarang ini ... semuanya sangat berat. Aku hanya tidak tahu bagaimana kita akan menghadapinya."

 Kiran meraih tangan suaminya, ia berjongkok di hadapan Arka, berharap suaminya mau menerima anak yang ada dalam kandungannya itu.

 "Aku tahu, Mas, kita sedang menghadapi banyak masalah. Tapi kita bisa melaluinya bersama. Aku butuh kamu dan anak kita juga akan membutuhkan kamu." 

 Arka menarik napas dalam-dalam, ia begitu frustrasi, bagaimana caranya agar Kiran bisa mengerti posisinya. Arka menggenggam tangan Kiran, lelaki itu menundukkan kepala, sebelum akhirnya berkata dengan suara bergetar. "Kiran, mungkin lebih baik kalau kita menggugurkan saja anak itu."

 Deg!

 Kiran tercengang, wajahnya memucat mendengar perkataan suaminya. Murka menguasai hatinya, jelas. Dia menarik tangannya dari genggaman Arka dan berdiri dengan cepat. "Apa?! Bagaimana bisa kamu mengusulkan hal seperti itu, Mas? Anak ini adalah darah daging kita! Darah daging kamu!"

 "Kiran, dengarkan aku dulu." Arka mendongak menatap Kiran yang sudah marah. "Aku hanya berpikir tentang bagaimana kita akan menghadapi semua ini. Kita tidak siap secara finansial, dan aku tidak ingin melihat kita semakin terpuruk."

 Kiran menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. "Kamu tidak berpikir tentang aku, tentang anak kita. Kamu hanya berpikir tentang dirimu sendiri dan masalahmu. Bagaimana bisa kamu meminta aku untuk menggugurkan anak yang baru hadir di rahimku?"

 "Bukan begitu, Kiran." Suara Arka mulai melemah. "Aku hanya ingin memastikan kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita di masa depan. Jika kita tidak siap sekarang, aku takut kita akan gagal sebagai orang tua."

 Kiran menggelengkan kepala, satu tetes air matanya akhirnya jatuh menggelinding menyatu dengan bibir tipisnya. Ia tak pernah menyangka bila suaminya akan berkata demikian. "Mas, tidak ada waktu yang sempurna untuk memiliki anak. Setiap orang tua pasti menghadapi tantangan. Tapi itu bukan alasan untuk menyerah sebelum kita mencoba. Anak ini adalah berkah, dan aku akan berjuang untuknya, dengan atau tanpa dukunganmu."

 Arka merasa terpukul oleh kata-kata Kiran. "Kiran, aku ...."

 "Aku tidak ingin mendengar alasanmu lagi, Mas. Jika kamu tidak bisa mendukungku dalam hal ini, maka aku akan melakukannya sendiri. Tapi aku harap kamu bisa melihat bahwa anak ini adalah bagian dari kita berdua, dan dia berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup."

 "Terserah kamu mau bilang apa, aku capek!" Arka berdiri dan langsung pergi dari hadapan Kiran. 

 "Mas, kenapa kamu seperti ini?"

 Kiran menatap kepergian suaminya dari hadapannya. Lelaki yang berusia 30 tahun itu memasuki kamar mandi, meninggalkannya dalam diam yang menyesakkan. 

 Sudah lima tahun mereka menikah, tapi suaminya itu terus saja meminta agar mereka menunda memiliki anak. Alasannya tetap sama, karena banyak tagihan yang harus dibayar. Namun, itu tidak membuat Kiran kehilangan harapan dan keinginan untuk menjadi seorang ibu.

 Setelah suaminya tak terlihat lagi dan menghilang dibalik pintu, tiba-tiba terdengar satu notifikasi dari ponsel Arka yang tergeletak di atas meja. 

 Pandangan Kiran tertuju pada layar ponsel yang sudah menyala, ia meraih ponsel tersebut. Mata coklatnya melebar ketika melihat sekilas pesan yang masuk. Tanpa sengaja, matanya menangkap beberapa kata yang membuat hatinya berdegup kencang.

 "Mas, kamu di mana? Kamu jadi ke mari, 'kan? Cleo demam, kita harus membawanya ke rumah sakit."

 Deg!

 Jantung Kiran terasa berdenyut nyeri ketika membaca pesan tersebut. "Siapa ini? Kenapa dia mengirim pesan seperti ini?" gumam Kiran, suaranya bergetar saat membaca pesan tersebut.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

 Aku sangat menginginkanmu
Aku sangat menginginkanmu
Dalam novel romance Aku sangat menginginkanmu, Ana terjebak antara Sebastián dan Gabriel setelah kecelakaan mengungkap kebohongan besar. Ungkap rahasia keluarga dan pengkhianatan dalam mystery story ini. Sebuah modern novel tentang pilihan sulit antara balas dendam atau penebusan.
Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
Dalam mafia novel Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali, Eleanor kehilangan statusnya dan kini berhadapan dengan Andreas yang ingin membalas dendam. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana nasib mereka berbalik dalam persaingan kekuasaan dan masa lalu yang penuh kebencian.
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Dalam Istri Rahasianya, Aib Publiknya, hidup seorang perawat hancur saat mengetahui suaminya, Bima, ternyata miliarder kejam Brama Wijaya. Terjebak dalam intrik billionaire romance novels, ia harus menghadapi kenyataan pahit sebagai rahasia yang ingin dilenyapkan oleh sang taipan di modern novel ini.
Istri yang Tak Diinginkan
Istri yang Tak Diinginkan
Baca novel romantis Istri yang Tak Diinginkan di webnovel ini. Feli terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Archer, yang menikahinya hanya demi balas dendam masa lalu. Menghadapi perlakuan dingin sang suami, perjuangan Feli untuk bebas menjadi misi hidup mati dalam novel modern yang penuh konflik ini.
Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
Dalam Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya, Anya menyamar jadi pengasuh demi membalas dendam pada Devan. Namun, saat mendekati Raditya, miliarder dingin ini, ia terjebak antara misi dan perasaan tulus. Baca billionaire romance novels ini di web novel favorit Anda.
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
Dalam novel romantis miliarder Penantian Yang Tak Kunjung Kembali, seorang istri memilih bercerai dan pergi membawa putranya setelah sang suami terus mengabaikan mereka. Simak kisah pencarian sang suami yang kehilangan kendali dalam novel modern yang penuh drama emosional ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ginjal Putriku, Ganti Nyawa Putramu
Ginjal Putriku, Ganti Nyawa Putramu
Di masa muda mereka, Jacob dan Nora membina kehidupan dan mengumpulkan harta bersama. Bertahun-tahun kemudian, Jacob lebih memihak Lydia, ibu dari anak di luar nikahnya, Brody, daripada Nora. Saat Brody membutuhkan transplantasi ginjal, Jacob memaksa putrinya sendiri, Josie, yang kondisi kesehatannya rapuh dan mengidap gangguan pendarahan, untuk menjalani transplantasi berisiko itu. Dia sama sekali mengabaikan permohonan dan tangisan Nora...
Anak Lucu Hoki Datang
Anak Lucu Hoki Datang
Sejak umur 6 tahun, Yaya, gadis yatim, difitnah sebagai pembawa sial oleh peramal, hingga ayahnya, Mario Guhara, meninggalkannya di hutan. Dia kemudian ditemukan Satrio Ridwan, putra kecil markas komandan, dan bertemu Lavin Ridwan, calon komandan. Yaya lahir dengan keberuntungan bawaan: bisa menyembuhkan penyakit, memanggil hujan, bahkan mengubah batu jadi emas. Berkat keberuntungannya, dia jadi pembawa hoki yang dikagumi semua orang!
Balas Dendam di Balik Oplas
Balas Dendam di Balik Oplas
Cerita ini dimulai dari seorang wanita yang tidak puas dengan akhir dari novel online dan berharap akhir kisah itu bisa lebih realitis. Setelah menyampaikan pendapatnya, dia malah masuk ke dalam novel itu sebagai tunangan dari karakter pertama yang akan mati. Demi bisa bertahan hidup, dia memutuskan untuk menjadi pasangan pemeran antagonis utama, sang tiran. Dia bahkan mengusulkan untuk nikah kontrak dengannya.
Ceraikan Aku untuk Terakhir Kalinya
Ceraikan Aku untuk Terakhir Kalinya
Hallie Bildner, seorang CEO sukses asal New York yang bertunangan dengan seorang politisi miliarder, terkejut mengetahui bahwa kekasih semasa SMA-nya belum pernah menandatangani surat cerai mereka. Dengan tekad untuk menyelesaikan masa lalunya, dia kembali ke kampung halamannya, hanya untuk menemukan bahwa mantan suaminya menyimpan dua rahasia besar: alasan sebenarnya dia menghancurkan hatinya dan kenyataan bahwa putri berusia 7 tahun itu adalah anak mereka. Saat perasaan lama muncul kembali, Hallie dihadapkan pada pilihan antara kehidupan yang telah dia bangun dan kehidupan yang telah dia tinggalkan.
Kumohon, Ceraikan Aku
Kumohon, Ceraikan Aku
Dewa Perang Bema, Ardi Pratama, yang takut menikah, menyamar sebagai satpam bernama Adrian Pratama atas perintah bibinya. Ia menikahi CEO dingin Maya Santoso, sengaja berulah agar diceraikan, namun diam-diam berulang kali menyelamatkannya. Tanpa sepengetahuan Maya yang mulai jatuh hati, suaminya itu ternyata sang Dewa yang selama ini ia diam-diam kagumi.
Tujuh Tahun Jadi Pengganti
Tujuh Tahun Jadi Pengganti
Semua orang mengira Bella mencintai Alec dengan tulus karena dia sering melindunginya dari bahaya dan rela menjadi sekretaris setianya. Namun, Bella hanya mendekatinya dengan menganggapnya sebagai pengganti Dean, kekasihnya yang telah tiada, dan untuk menepati wasiat terakhir Dean: merawat Alec selama tujuh tahun. Selama bertahun-tahun itu, Alec hanya diam saat Emma tanpa henti mempermalukan dan menyakiti Bella. Bella berulang kali mempertaruhkan nyawanya demi Alec dari balapan maut hingga lompatan parasut. Namun, saat Alec akhirnya menyadari perasaannya, Bella sudah lama lelah karena kecewa dan bertekad untuk pergi.