Bab 7
Bu Resti
Sampai di rumah sakit,
Erfan langsung memanggil perawat. Segera beberapa perawat mambawa Brankar. Para pria langsung menggotong Pak Jaki, lalu meletakkan nya Di Brankar degan gesit para perawat membawa pak Jaki ke dalam ruang IGD.
"Pak aku menunggu di luar pengen merokis, nanti kalo sudah selesai pemeriksaan, panggil saja aku," ucap Erfan.
"Baik tuan muda," jawab Pak RW.
30 menit kemudian,
Pak RW menghampiri Erfan, memberi tahu hasil pemeriksaan. Ternyata penyakit jantung Pak Jaki sudah sangat kronis, Entah berapa lama akan di rawat di rumah sakit.
"Kalo gitu, aku akan membayar biaya rumah sakit untuk 1 minggu terlebih dahulu," ucap Erfan.
"Baik, Terimakasih tuan muda," ucap Pak RW.
Erfan dan Pak RW pergi ke Resepsionis rumah sakit, Erfan membayar sebesar 20 juta untuk biaya perawatan selama satu minggu. jika ada tindakan berat, tentu harus menambah biaya.
Setelah membayar, Erfan menghampiri semua orang yang berada di depan ruang IGD.
"Bu Resti, saya sudah membayar perawatan suami ibu selama 7 hari, dan jika belum bisa pulang dalam 7 hari, saya akan membayar biayanya lagi," ucap Erfan .
"Terimakasih banyak tuan muda, jika tidak ada anda saya tidak tau bagaimana," ucap Bu Resti, terlihat kelegaan terlukis di wajahnya.
"Maaf saya tidak bisa menunggu disini, saya harus pulang. Besok ada yang harus saya kerjakan, Jika ada sesuatu hubungi saja saya," ucap Erfan, dengan ekspresi minta maaf.
"Tidak apa apa tuan muda, anda sudah membantu Pak Jaki begitu banyak. Urusan menunggu biar kami saja!" ucap Salah satu pria disana.
"Tuan muda saya mau ikut pulang dulu, tadi saya belum sempat mengemas pakaian," ucap Bu Resti.
"Baiklah. Ayo Bu!" jawab Erfan.
"Pak maaf merepotkan untuk menunggu suamiku." ucap Bu Resti, dengan ekspresi tidak enak.
"Tidak apa apa bu, anda bisa tenang," jawab Pak RW, sambil tersenyum.
Sebelum pergi, Erfan memberi uang 500 rb kepada Pak RW untuk membeli makanan, dan kopi, untuk semua orang yang menunggu pak jaki, lalu Erfan Dan Bu Resti pergi.
Semua orang sangat kagum dengan Erfan. Setelah Erfan pergi mereka terus memuji Erfan.
===
Erfan menyerir mobilnya, ditengah gelap malam.
"Tuan muda, apakah anda tidak lelah?" tanya Bu Resti sambil melirik Erfan.
"Tidak kok bu," jawab Erfan.
Karena Bu Resti penasaran, tentang biaya perawatan suaminya. Dia mengambil inisiatif, bertanya kepada Erfan.
"Berapa banyak yang tuan muda keluarkan untuk biaya?" tanya Bu Resti.
"Memang nya kenapa bu?" tanya balik Erfan.
"Saya bingung, untuk mengganti nya tuan muda," jawab Bu Resti, dengan nada lesu.
"Tidak usah dipikirkan bu, dan tidak perlu diganti juga," Erfan berkata, dengan santai.
"Tapi saya, tidak enak tuan muda," ucap Bu Resti, dengan nada tidak enak.
"Udah yang penting, Bu Resti pekerja dengan giat itu sudah cukup mengganti semua nya," ucap Erfan sambil tersenyum.
Bu Resti hanya bisa mengangguk,
Bu Resti beberapa kali menatap Erfan, matanya berkelilat dengan ketegasan.
Erfan menyadari tatapan Bu Resti tapi hanya mendiamkan nya.
"Tuan muda, apakah anda tidak kesepian di selama di kampung mawar?" ucap Bu Resti tiba-tiba.
"Maksudnya gimana bu?" tanya Erfan pura pura tidak mengerti.
"Masa tuan muda tidak mengerti," ucap Bu Resti, dengan nada yang sedikit genit.
Erfan menyeringai, dia tidak ingin berpura-pura lagi. Dia berkata dengan nada santai.
"Tentu saja kesepian bu, di sini sulit jika ingin mencari wanita yang mau di ajak tidur," ucap Erfan.
"Tuan muda belum lama saja disininya, belum mengenal banyak wanita. jika sudah banyak mengenal wanita, apalagi tuan muda punya uang, hal seperti itu sangat lah gampang,"'ucap Bu Resti, dengan nada penuh godaan.
"Apa Bu Resti mau, mencarikan wanita yang mau di ajak tidur? soal harga tidak masalah berapa pun," Erfan berkata penuh harap, karena dia sudah tidak tahan ingin di puaskan, jika tidak ada wanita lain Erfan akan mengajak Bi Ayu.
"Yang seperti apa? yang tuan muda suka?" tanya Bu Resti, sambil menatap Erfan dengan tatapan menggoda.
"Yang penting cantik dan tubuhnya menggoda, dan aku suka dada wanita yang besar!" jawab Erfan, sambil menyeringai nakal.
"Kalo Usia?" tanya Bu Resti.
"Usia tidak masalah," jawab Erfan.
"Aku ada beberapa wanita penyuka uang, nanti aku coba tawari mereka," ucap Bu Resti.
"Oke. Tenang saja jika Bu Resti mendapatkan wanita yang sesuai keinginan ku. Aku akan memberi uang buat Bu Resti," ucap Erfan sambil tersenyum nakal.
"Kalo menurut tuan muda, aku masuk gak ke tipe tuan muda," ucap Bu Resti, sambil menatap Erfan dengan tatapan penuh godaan.
"Masuk sih," jawab Erfan, sambil menyeringai nakal.
"Mau gak main sama aku? anggap saja sebagai ucapan terimakasih," ucap Bu Resti dengan nada genit.
"Aku tidak mau, jika ibu melayani saya hanya untuk terima kasih. Tapi jika ibu menginginkan uang aku mau bermain dengan Ibu," ucap Erfan, dengan nada serius.
"Ayo deh, kebetulan saya sangat butuh uang," ucap Bu Resti dengan tegas.
"Berapa yang ibu inginkan?" tanya Erfan.
"Gak papa 500 rb aja, tuan muda bisa main sepuasnya," ucap Bu Resti.
"Mau main dimana?" tanya Erfan, tanpa banyak berpikir, karena dia sudah sangat bergairah, sudah lama dia tidak bermain.
"Di mana saja, yang penting aman!" jawab Bu Resti.
"Disini tidak ada hotel," ucap Erfan.
"Tidak perlu hotel tuan muda, main di mobil juga bisa cari saja tempat yang sepi aja," ucap Bu Resti, dengan nada genit.
Erfan pun, mencari tempat yang benar benar sepi, jauh dari jalan besar. mobil pun terhenti, di area hutan yang sangat gelap.
"Ayo tuan muda, pindah ke belakang!" Bu Resti berkata sambil pindah ke bagian belakang mobil.
Mereka pun langsung berpelukan, Bu Resti mengambil inisiatif melumat bibir Erfan. tentu saja Erfan melawan dengan panas.
Tangan Erfan masuk ke dalam pakaian kaos Bu Resti, lalu meremas gunung Bu Resti dengan keras.
"shh ahhh enak tuan muda," Bu Resti mengerang nikmat, saat bibirnya terlepas dari bibir Erfan.
"Dada Bu Resti ternyata sangat besar, jika menggunakan dress pasti ibu sangat seksi," ucap Erfan dengan penuh nafsu. matanya menatap dada besar itu, dengan tatapan panas.
"Saya tidak bisa membeli pakaian seperti itu tuan muda ah ah," jawab Bu Resti, sambil mengerang nikmat.
"Nanti aku beliin deh," ucap Erfan, sambil terus meremas dada besar itu, sampai berubah berbagai bentuk.
"Shh ahh Jika dikasih pasti ibu terima," jawab Bu Resti, tanpa ragu.
Keduanya melepaskan pakaian mereka masing masing, dalam sekejap semua pakaian mereka terlepas.Erfan langsung menerkam wanita dewasa itu.
Pertempuran dimulai, mobil berguncang hebat di tengah kegelapan hutan. suara sura samar rintihan terdengar luar mobil.
1 jam kemudian, mobil tersebut kembali tenang.
Suasana di dalam mobil, begitu panas. Saking intens nya permainan, sampai keringat panas keluar sangat deras.
Bab 8
Serina Mulai Luluh ?
"Aku tidak menyangka, tuan muda sangat kuat," ucap Bu Resti dengan wajah penuh kepuasan.
"Apakah kamu puas?" tanya Erfan.
"Aku masih ingin, tapi istirahat dulu sebentar!" jawab Bu Resti.
"Kamu itu yah. Suami mu sedang di rumah sakit, kamu malah bersenang senang," ucap Erfan sambil meremas pantat montok Bu Resti.
"Salahkan tubuh ku, yang menginginkan belaian. sudah lama tubuh ini, tidak di belai," jawab Bu Resti, tanpa rasa bersalah.
"Kamu seperti jalang saja," ucap Erfan, sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku akan menjadi jalang, untuk tuan muda!" jawab Bu Resti, dengan nada genit.
Erfan tertawa, sambil menatap wanita itu.
"Haha, Jika ingin menjadi jalang ku, kamu harus merawat tubuh dengan baik!" ucap Erfan.
"Jika ada uang nya, tentu saja aku akan melakukannya," ucap Bu Resti, dengan terus terang.
"Uang bukanlah masalah," balas Erfan, sambil mengusap wajah wanita itu.
Setelah beristirahat sebentar, Erfan kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat tersebut.
"Anakmu berapa? pasti sudah punya anak kan?" tanya Erfan.
"Ada 2 sayang, keduanya wanita, yang pertama barumur 17 Thn masih sekolah Sma, yang ke 2 berumur 10 thn masih sd," ucap Bu Resti.
"Pasti yang SMA cantik!" ucap Erfan, sambil terkekeh.
"Tentu saja, dia menjadi salah satu primadona di sekolah," ucap Bu Resti, dengan bangga.
"Boleh kali, kenalin sama aku haha," Erfan terkekeh nakal.
"Nanti kamu tiduri lagi, mana tubuh anak ku sangat menggoda, ukuran dadanya tidak kecil loh," ucap Bu Resti dengan nada menggoda.
"Jika aku tiduri, bagaimana?" tanya Erfan, dengan nada main main.
"Jika anak ku mau, silahkan saja. tapi jangan sampai hamil!" jawab Bu Resti
"Kalo tidur bersama anak, dan ibu, sekaligus pasti sangat hot," ucap Erfan, sambil merangkul pundak Bu Resti.
"Kamu sangat nakal," Bu Resti tidak marah dia malah tersenyum nakal.
===
1 jam kemudian,
Mereka sampai di kampung mawar, Erfan mengantarkan pulang BU Resti. Sebelum Bu Resti turun dari mobil, Erfan memberi uang 1 jt, dan meminta ciuman. Dengan senang hati Bu Resti melayani Erfan, setelah selesai Bu Resti turun dari mobil, dan Erfan melajukan kembali mobilnya menuju Vila.
Sampai di vila,
Setelah Erfan makan dan bersih bersih, dia bersantai sambil menonton Tv di sisinya se botol anggur lokal menemani nya.
===
Pagi hari,
Erfan keluar dari kamar nya, dia sudah sangat rapih.
Saat Erfan menuju ke meja makan, dia melihat Serina yang sedang menata makanan. Serina memakai Dres yang di belikan Erfan membuat tubuh nya terlihat sangat menggoda.
Erfan menyeringai nakal, sambil mengendap ngendap.
Saat Sudah dekat, Erfan langsung memeluk Serina Dari belakang.
"AHHH," Serina kaget, secara refleks dia berteriak. Saat menyadari bahwa yang memeluknya adalah Erfan, dia berhenti berteriak.
"Kamu ini ngagetin aja," Serina berkata dengan kesal.
Erfan memeluk Serina dengan erat, sambil cengengesan.
"Pagi cantik," Ucap Erfan, dengan penuh keceriaan.
"Pagi juga tuan muda," jawab Serina, dia tidak melawan di peluk erat Erfan.
Erfan mengendus leher Serina lalu mengecup nya.
"Tuan muda jangan berlebihan," Serina mulai menolak, saat merasakan kecupan Erfan.
Walaupun sebenarnya Serina menginginkan nya, Tapi karena status nya yang sebagai wanita bersuami, dia terus menahan setiap godaan Erfan.
"Oke oke jangan marah," ucap Erfan, lalu melepakan pelukan nya, Karena Erfan tidak mau memaksakan kehendaknya, tapi dia akan terus berusaha menaklukkan Serina.
Selama sarapan, Erfan dibuat panas dingin, apalagi saat menatap belahan dada Serina yang begitu dalam.
Serina yang menyadari tatapan Erfan hanya pura-pura tidak tau. Kenyataannya Serina sudah mulai luluh, makannya dia mau memakai pakaian, dan menggunakan skin care, saat berada di vila Erfan. Semua itu agar Erfan mengagumi nya.
"Cantik, aku berangkat dulu!" ucap Erfan berkata, lalu berjalan pergi dengan penuh senyuman.
"Erfan, entah sampai kapan aku bisa bertahan dari godaan," ucap Serina dengan suara pelan, sambil menatap kepergian Erfan, dengan tatapan Rumit.
Erfan sampai di perusahaan,
"Selamat pagi tuan muda," ucap Para petugas keamanan.
"Pagi semua," sapa Erfan, dengan penuh keceriaan.
"Tuan muda, kenapa mobil yang bagus di tinggal di perumahan?" tanya Petugas Keamanan.
"Kemarin aku membantu salah satu warga, mengantar kerumah sakit," ucap Erfan.
Petugan keamanan yang berjaga pagi tidak tau, karena mereka ganti sif pada jam 3 sore.
Semua petugas keamanan mengangguk mengerti, lalu Erfan masuk ke kantor.
Hari ini, Erfan sangat santai tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan.
Karena jenuh, Erfan memutuskan untuk pergi ke kebun. Erfan mengajak Anne, untuk menemaninya berkeliling.
Mereka ber dua pergi ke kebun buah buahan menggunakan mobil pajero.
Erfan sangat terpesona dengan penampilan Anne hari ini, dia menggunakan dres hitam pendek tanpa lengan dengan kerah rendah, wajahnya di rias tidak terlalu terlalu over, tapi sangat mengoda.
"Nona, hari ini kamu begitu cantik," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.
"Ahh, masa tuan muda?" Anne berkata sedikit malu.
"Serius tapi, emm sayang nya kamu sudah punya suami," Erfan berkata pura-pura sedih.
Deg
Hati Anne seketika kacau, Anne tidak menjawab, dia hanya diam karena bingung mau menjawab apa.
"Anne, ingat kamu memiliki suami," Anne hanya bisa menggumamkan kalimat tersebut, di dalam hatinya.
Tidak lama mereka sampai di parkiran mobil.
Mereka turun, lalu berjalan menuju tempat pertanian buah stroberi.
Terlihat banyak karyawan wanita sedang memetik Stroberi. Saat mereka melihat Erfan, mereka menyapa dengan sopan.
Erfan menyadari, ada beberapa wanita cantik yang berusaha mencari perhatiannya.
"Tuan muda apakah kamu mau makan stroberi?" tanya Anne.
"Tentu saja!" jawab Erfan.
Anne pergi mengambil Stroberi berkualitas terbaik yang telah di cuci.
"Ini tuan muda!" Anne menyodorkan semangkuk Stroberi.
Erfan memakan Stroberi tersebut, dia sangat puas dengan kualitas rasa Stroberi.
"Apakah enak tuan muda?" tanya Anne, dia sedikit gugup, karena takut Erfan tidak puas dengan kualitas stroberi tersebut.
"Sangat enak, ini sangat manis," puji Erfan sambil tersenyum puas.
Anne tersenyum lega.
"Kamu makan juga!" ucap Erfan kepada Anne.
Anne tidak menolak, dia memakan Stroberi tersebut. Terlihat ekspresi wajahnya sangat puas, dengan rasa stroberi tersebut.
"Sangat enak," Anne berkata dengan bahagia.
Erfan yang melihat Anne memakan Stroberi, sangat panas, apa lagi saat memasuk Stroberi ke bibir merahnya.
Erfan berusaha menenangkan hatinya, yang mulai bergejolak.
"Ayo pergi ke tempat lain!" ajak Erfan.
Mereka pun pergi ke pertanian buah Cerry,
Erfan sangat kagum dengan kualitas semua buah disana. Para karyawan pun sangat lega, saat melihat Erfan puas dengan kualitas buah.
Erfan dan Anne, berkeliling hampir ke 6 tempat buah yang berbeda. Setelah Erfan puas, dan juga Anne ada pekerjaan, merekapun kembali ke kantor.
Saat tengah hari, waktu istirahat makan. Erfan kembali ke Vila untuk makan siang.
Saat sampai di vila, Erfan melihat Serina sedang duduk sambil melamun. Erfan yang melihat itu, sedikit mengerutkan keningnya.
Erfan memeluk Serina dari belakang.
"Ada apa cantik? kok ngelamun?" tanya Erfan.
"Enggak kok," jawab Serina berusaha menyembunyikan sesuatu.
"Kalo ada masalah, bicara saja," ucap Erfan dengan lembut.
Serina berpikir sejenak, lalu dia menghela nafas panjang mengumpulkan keberanian.