Bab 6

Kehidupan Serina

1 jam kemudian, permainan terhenti, terlihat tubuh keduanya bergetar hebat. mereka sedang bahagia mendapatkan apa yg mereka inginkan.

"Bi ayo kita masuk kedalam mobil dulu! sangat banyak nyamuk di sini," ucap Erfan, badan nya sudah mulai gatal, karena gigitan nyamuk.

Bi Ayu terkekeh,

Merekapun masuk kedalam mobil, sambil membawa pakaian mereka. Di dalam mobil, mereka saling berpelukan.

"Bi Ayu kenal Serina gak?" tanya Erfan tiba-tiba.

"Tentu saja, bibi tau memangnya kenapa?" tanya Bi Ayu, dengan nada genit.

"Enggak bi," Erfan bingung, mau berkata apa.

"Jangan jangan, tuan muda suka ya sama Serina," ucap Bi Ayu, sambil menatap Erfan dengan tatapan curiga.

Erfan hanya tertawa kaku, sambil menundukan wajahnya, dia sedikit malu.

"Hey Serina sudah punya suami, sama kayak bibi, bedanya dia belum punya anak," ucap Bi Ayu dengan nada genit.

"Tapi jujur saja bi, aku menyukainya, apa lagi sekarang Serina bekerja di vila tempat tinggalku ." ucap Erfan, dia berkata dengan jujur.

"Kalo seperti enak, tuan muda tinggal goda saja, nanti lama lama pasti luluh. Tapi, untuk menjadikan wanita tuan muda pasti sulit, kecuali dia cerai dengan suaminya," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum nakal.

"Aku bukan hanya ingin tubuh nya bi, tapi juga ingin hatinya!" ucap Erfan, dengan nada serius.

"Bibi tidak bisa membantu tuan muda, tapi bibi hanya bisa memberi tahu tuan muda. Jika ingin meluluhkan Serina, cukup beri perhatian," ucap Bi Ayu, dengan nada serius, sambil menatap Erfan.

"Kenapa begitu bi?" tanya Erfan, penasaran.

Bi Ayu menghela nafas pelan,

"Dia sungguh wanita cantik yang tidak beruntung, suami nya tidak pernah memperhatikankannya. suaminya itu seorang pria bejat, dia menikahi Serina hanya ingin menidurinya," ucap Bi Ayu.

"Sial, ternyata begitu," Erfan merasakan panas dihatinya saat mendengar hal ter.

"Lihat saja, Serina bahkan tidak mampu membeli pakaian. Jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan pun harus mencari sendiri. Suaminya itu, tidak pernah memberi nya uang sepeserpun,"'Bi Ayu berkata dengan penuh rasa iba.

"Emm sialan, gak papa jika suaminya tidak bisa merawatnya, biarkan aku yang merawatnya," ucap Erfan.

"Tapi jika tuan muda sudah mendapatkan Serina, jangan lupakan Bibi loh!" ucap Bi Ayu dengan sedih.

"Tentu saja, aku akan meminta jatah ke bibi, saat ada waktu," ucap Erfan, sambil meremas gunung Bi Ayu.

"Ayo sayang main lagi, masih ada waktu," ajak Bi Ayu, tubuhnya sudah kembali panas.

"Bibi yang bergerak, goyangan bibi sangat nikmat," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

Permainan kembali dimulai, Giliran Bi Ayu yang memimpin permainan.

Suara kenikmatan dan benturan kulit bergema di dalam mobil. Goyangan wanita dewasa itu membuat Erfan candu.

Mereka bermain selama 30 mnt, kemudian mengakhiri permainan setelah mereka berhasil mencapi puncak bersama.

"Sayang ayo kita pulang, sudah hampir jam 8!" ucap Bi Ayu, sambil memakai pakaiannya kembali.

"Ayo bi!" balas Erfan.

Erfan memberi uang 1 jt kepada bi ayu. Tentu saja bi ayu tidak menolak. Erfan melajukan mobil nya, meninggalkan huntan tersebut. Sampai di jalan kampung mawar, Bi Ayu meminta turun seperti biasa. Sebelum Bi Ayu turun, mereka saling melumat sebentar.

"Kalo nanti pengen , datang aja ke warung," ucap Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Oke bi, tolong di rawat dada dan gua nya biar enak terus," ucap Erfan dengan nada nakal.

"Siap sayang," ucap Bi Ayu , lalu dia turun setelah dirasa aman.

Erfan kembali melajukan mobilnya.

Di tengah kampung, Erfan melihat bapak bapak yang sedang ronda malam. Erfan memberi uang 200 rb kepada mereka untuk membeli rokis, dan kopi. lalu melanjutkan perjalanannya.

"Tuan muda Erfan sangat baik, walau di kaya tidak pernah sombong," ucap salah satu bapak bapak,

"Iyah, semoga Tuan Muda Erfan selalu sehat, dan di lancarkan rezekinya,"

"Kemajuan ekonomi desa ini, sangat bergantung dengan tuan muda Erfan,"

Semua orang mengangguk, sambil menatap mobil Erfan yang sudah jauh.

Erfan pun sampai di vila, dia melihat masakan yang di masak Serina sore hari. Dia makan dengan lahap setelah makan Erfan pergi mandi lalu tidur.

====

1 minggu berlalu,

Selama 1 minggu ini, Erfan sangat sibuk karena pembukaan lahan baru, Erfan harus memikirkan rencana untuk lahan tersebut. Selama satu minggu Erfan sampai menahan birahi nya saking sibuknya tidak ada waktu sedikit pun.

Tapi dalam 1 minggu, Erfan sudah banyak mengenal karyawan wanita cantik dan juga warga sekitar. Hal yang membuat Erfan bahagia dalam satu minggu ini Serina mulai berubah. Dia bahkan berdandan cantik jika sedang berada di vila dan mau menggunakan pakaian yang di berikan Erfan.

===

Sore hari , Saat Erfan pulang dari kantor,

Erfan melihat di rumah warga yang bernama pak jaki ramai orang. Erfan pun menghentikan lalu keluar dari mobil, Erfan penasaran karena melihat wajah banyak orang sangat panik.

"Pak ada apa?" tanya Erfan . ke Pak RW yang kebetulan ada disana.

"Eh tuan muda, itu pak jaki penyakit jantung nya kambu," ucap Pak RW tersebut.

"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?" tanya Erfan, sambil mengerutkan kening.

"Ini juga sedang mencari mobil tuan muda , jika ingin menggunakan angkutan umum, hanya ada 2 kali pemberangkatan itu pun sudah tidak ada buat hari ini," ucap Pak RW.

"Sudah ada mobilnya?" tanya Erfan.

"Belum ada tuan muda, yang punya mobil kebetulan sedang tidak ada di rumah," jawab Pak RW.

"Ya sudah, tunggu sebentar. saya akan mengambil mobil yang cukup untuk banyak orang di perusahaan," Erfan berkata , lalu pergi dengan terburu-buru.

"Semuanya, yang mau ikut ke rumah sakit siap siap, tuan muda Erfan akan mengantar ke rumah sakit," ucap Pak RW dengan antusias.

"Pak gimana soal biayanya, kami tidak punya biaya," ucap Wanita dewasa, yang masih sangat cantik, dia adalah istri Pak Jaki yang bernama Resti.

"Tidak usah pikirkan itu dulu, yang penting kita bawa dulu Pak Jaki kerumah sakit," ucap Pak RW, karena Pak RW berpikir, dia masih memiliki uang yang diberikan Erfan.

Tidak lama, Erfan kembali membawa mobil Pajero yang tidak terawat, karena digunakan untuk mengangkut buah buahan dari kebun.

Para warga pun menggotong Pak Jaki masuk kedalam mobil.

"Ayo yang mau ikut masuk!" ucap Erfan.

Akhirnya Resti atau istri Pak Jaki, Pak RW, dan 3 tetangga masuk ke dalam mobil.

Erfan langsung melajukan mobil nya.

Saat mobil masuk ke jalanan besar, Erfan melajukan mobilnya lumayan kencang.

"Pak RW, Apakah kita harus memungut iyuran ke warga untuk biaya? atau mengajukan asuransi kesehatan?" tanya salah satu pri disana.

"Itu kita pikirkan nanti. Sekarang bukan waktunya memikirkan biaya," ucap Pak RW dengan tegas.

"Pak memang nya, ada masalah dalam hal biaya?" tanya Erfan santai.

"Iyah tuan muda, maklum Pak Jaki selama ini tidak bekerja karena penyakitnya. Hanya mengandalkan Istrinya yang bekerja di perusahaan anda menjadi petani," ucap Pak RW terus terang.

"Baiklah , kalian jangan khawatir urusan biaya saya akan bertanggung jawab!" ucap Erfan santai.

"Anda serius tuan muda?" tanya Pak RW.

"Tentu saja Pak RW, lagi pula Bu Resti karyawan saya, hal yang benar saya membantu beban nya," ucap Erfan.

Bu Resti yang mendengar hal tersebut sangat senang.

Akhirnya semua orang menghelanapas lega.

Bab 7

Bu Resti

Sampai di rumah sakit,

Erfan langsung memanggil perawat. Segera beberapa perawat mambawa Brankar. Para pria langsung menggotong Pak Jaki, lalu meletakkan nya Di Brankar degan gesit para perawat membawa pak Jaki ke dalam ruang IGD.

"Pak aku menunggu di luar pengen merokis, nanti kalo sudah selesai pemeriksaan, panggil saja aku," ucap Erfan.

"Baik tuan muda," jawab Pak RW.

30 menit kemudian,

Pak RW menghampiri Erfan, memberi tahu hasil pemeriksaan. Ternyata penyakit jantung Pak Jaki sudah sangat kronis, Entah berapa lama akan di rawat di rumah sakit.

"Kalo gitu, aku akan membayar biaya rumah sakit untuk 1 minggu terlebih dahulu," ucap Erfan.

"Baik, Terimakasih tuan muda," ucap Pak RW.

Erfan dan Pak RW pergi ke Resepsionis rumah sakit, Erfan membayar sebesar 20 juta untuk biaya perawatan selama satu minggu. jika ada tindakan berat, tentu harus menambah biaya.

Setelah membayar, Erfan menghampiri semua orang yang berada di depan ruang IGD.

"Bu Resti, saya sudah membayar perawatan suami ibu selama 7 hari, dan jika belum bisa pulang dalam 7 hari, saya akan membayar biayanya lagi," ucap Erfan .

"Terimakasih banyak tuan muda, jika tidak ada anda saya tidak tau bagaimana," ucap Bu Resti, terlihat kelegaan terlukis di wajahnya.

"Maaf saya tidak bisa menunggu disini, saya harus pulang. Besok ada yang harus saya kerjakan, Jika ada sesuatu hubungi saja saya," ucap Erfan, dengan ekspresi minta maaf.

"Tidak apa apa tuan muda, anda sudah membantu Pak Jaki begitu banyak. Urusan menunggu biar kami saja!" ucap Salah satu pria disana.

"Tuan muda saya mau ikut pulang dulu, tadi saya belum sempat mengemas pakaian," ucap Bu Resti.

"Baiklah. Ayo Bu!" jawab Erfan.

"Pak maaf merepotkan untuk menunggu suamiku." ucap Bu Resti, dengan ekspresi tidak enak.

"Tidak apa apa bu, anda bisa tenang," jawab Pak RW, sambil tersenyum.

Sebelum pergi, Erfan memberi uang 500 rb kepada Pak RW untuk membeli makanan, dan kopi, untuk semua orang yang menunggu pak jaki, lalu Erfan Dan Bu Resti pergi.

Semua orang sangat kagum dengan Erfan. Setelah Erfan pergi mereka terus memuji Erfan.

===

Erfan menyerir mobilnya, ditengah gelap malam.

"Tuan muda, apakah anda tidak lelah?" tanya Bu Resti sambil melirik Erfan.

"Tidak kok bu," jawab Erfan.

Karena Bu Resti penasaran, tentang biaya perawatan suaminya. Dia mengambil inisiatif, bertanya kepada Erfan.

"Berapa banyak yang tuan muda keluarkan untuk biaya?" tanya Bu Resti.

"Memang nya kenapa bu?" tanya balik Erfan.

"Saya bingung, untuk mengganti nya tuan muda," jawab Bu Resti, dengan nada lesu.

"Tidak usah dipikirkan bu, dan tidak perlu diganti juga," Erfan berkata, dengan santai.

"Tapi saya, tidak enak tuan muda," ucap Bu Resti, dengan nada tidak enak.

"Udah yang penting, Bu Resti pekerja dengan giat itu sudah cukup mengganti semua nya," ucap Erfan sambil tersenyum.

Bu Resti hanya bisa mengangguk,

Bu Resti beberapa kali menatap Erfan, matanya berkelilat dengan ketegasan.

Erfan menyadari tatapan Bu Resti tapi hanya mendiamkan nya.

"Tuan muda, apakah anda tidak kesepian di selama di kampung mawar?" ucap Bu Resti tiba-tiba.

"Maksudnya gimana bu?" tanya Erfan pura pura tidak mengerti.

"Masa tuan muda tidak mengerti," ucap Bu Resti, dengan nada yang sedikit genit.

Erfan menyeringai, dia tidak ingin berpura-pura lagi. Dia berkata dengan nada santai.

"Tentu saja kesepian bu, di sini sulit jika ingin mencari wanita yang mau di ajak tidur," ucap Erfan.

"Tuan muda belum lama saja disininya, belum mengenal banyak wanita. jika sudah banyak mengenal wanita, apalagi tuan muda punya uang, hal seperti itu sangat lah gampang,"'ucap Bu Resti, dengan nada penuh godaan.

"Apa Bu Resti mau, mencarikan wanita yang mau di ajak tidur? soal harga tidak masalah berapa pun," Erfan berkata penuh harap, karena dia sudah tidak tahan ingin di puaskan, jika tidak ada wanita lain Erfan akan mengajak Bi Ayu.

"Yang seperti apa? yang tuan muda suka?" tanya Bu Resti, sambil menatap Erfan dengan tatapan menggoda.

"Yang penting cantik dan tubuhnya menggoda, dan aku suka dada wanita yang besar!" jawab Erfan, sambil menyeringai nakal.

"Kalo Usia?" tanya Bu Resti.

"Usia tidak masalah," jawab Erfan.

"Aku ada beberapa wanita penyuka uang, nanti aku coba tawari mereka," ucap Bu Resti.

"Oke. Tenang saja jika Bu Resti mendapatkan wanita yang sesuai keinginan ku. Aku akan memberi uang buat Bu Resti," ucap Erfan sambil tersenyum nakal.

"Kalo menurut tuan muda, aku masuk gak ke tipe tuan muda," ucap Bu Resti, sambil menatap Erfan dengan tatapan penuh godaan.

"Masuk sih," jawab Erfan, sambil menyeringai nakal.

"Mau gak main sama aku? anggap saja sebagai ucapan terimakasih," ucap Bu Resti dengan nada genit.

"Aku tidak mau, jika ibu melayani saya hanya untuk terima kasih. Tapi jika ibu menginginkan uang aku mau bermain dengan Ibu," ucap Erfan, dengan nada serius.

"Ayo deh, kebetulan saya sangat butuh uang," ucap Bu Resti dengan tegas.

"Berapa yang ibu inginkan?" tanya Erfan.

"Gak papa 500 rb aja, tuan muda bisa main sepuasnya," ucap Bu Resti.

"Mau main dimana?" tanya Erfan, tanpa banyak berpikir, karena dia sudah sangat bergairah, sudah lama dia tidak bermain.

"Di mana saja, yang penting aman!" jawab Bu Resti.

"Disini tidak ada hotel," ucap Erfan.

"Tidak perlu hotel tuan muda, main di mobil juga bisa cari saja tempat yang sepi aja," ucap Bu Resti, dengan nada genit.

Erfan pun, mencari tempat yang benar benar sepi, jauh dari jalan besar. mobil pun terhenti, di area hutan yang sangat gelap.

"Ayo tuan muda, pindah ke belakang!" Bu Resti berkata sambil pindah ke bagian belakang mobil.

Mereka pun langsung berpelukan, Bu Resti mengambil inisiatif melumat bibir Erfan. tentu saja Erfan melawan dengan panas.

Tangan Erfan masuk ke dalam pakaian kaos Bu Resti, lalu meremas gunung Bu Resti dengan keras.

"shh ahhh enak tuan muda," Bu Resti mengerang nikmat, saat bibirnya terlepas dari bibir Erfan.

"Dada Bu Resti ternyata sangat besar, jika menggunakan dress pasti ibu sangat seksi," ucap Erfan dengan penuh nafsu. matanya menatap dada besar itu, dengan tatapan panas.

"Saya tidak bisa membeli pakaian seperti itu tuan muda ah ah," jawab Bu Resti, sambil mengerang nikmat.

"Nanti aku beliin deh," ucap Erfan, sambil terus meremas dada besar itu, sampai berubah berbagai bentuk.

"Shh ahh Jika dikasih pasti ibu terima," jawab Bu Resti, tanpa ragu.

Keduanya melepaskan pakaian mereka masing masing, dalam sekejap semua pakaian mereka terlepas.Erfan langsung menerkam wanita dewasa itu.

Pertempuran dimulai, mobil berguncang hebat di tengah kegelapan hutan. suara sura samar rintihan terdengar luar mobil.

1 jam kemudian, mobil tersebut kembali tenang.

Suasana di dalam mobil, begitu panas. Saking intens nya permainan, sampai keringat panas keluar sangat deras.

Bab 8

Serina Mulai Luluh ?

"Aku tidak menyangka, tuan muda sangat kuat," ucap Bu Resti dengan wajah penuh kepuasan.

"Apakah kamu puas?" tanya Erfan.

"Aku masih ingin, tapi istirahat dulu sebentar!" jawab Bu Resti.

"Kamu itu yah. Suami mu sedang di rumah sakit, kamu malah bersenang senang," ucap Erfan sambil meremas pantat montok Bu Resti.

"Salahkan tubuh ku, yang menginginkan belaian. sudah lama tubuh ini, tidak di belai," jawab Bu Resti, tanpa rasa bersalah.

"Kamu seperti jalang saja," ucap Erfan, sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku akan menjadi jalang, untuk tuan muda!" jawab Bu Resti, dengan nada genit.

Erfan tertawa, sambil menatap wanita itu.

"Haha, Jika ingin menjadi jalang ku, kamu harus merawat tubuh dengan baik!" ucap Erfan.

"Jika ada uang nya, tentu saja aku akan melakukannya," ucap Bu Resti, dengan terus terang.

"Uang bukanlah masalah," balas Erfan, sambil mengusap wajah wanita itu.

Setelah beristirahat sebentar, Erfan kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat tersebut.

"Anakmu berapa? pasti sudah punya anak kan?" tanya Erfan.

"Ada 2 sayang, keduanya wanita, yang pertama barumur 17 Thn masih sekolah Sma, yang ke 2 berumur 10 thn masih sd," ucap Bu Resti.

"Pasti yang SMA cantik!" ucap Erfan, sambil terkekeh.

"Tentu saja, dia menjadi salah satu primadona di sekolah," ucap Bu Resti, dengan bangga.

"Boleh kali, kenalin sama aku haha," Erfan terkekeh nakal.

"Nanti kamu tiduri lagi, mana tubuh anak ku sangat menggoda, ukuran dadanya tidak kecil loh," ucap Bu Resti dengan nada menggoda.

"Jika aku tiduri, bagaimana?" tanya Erfan, dengan nada main main.

"Jika anak ku mau, silahkan saja. tapi jangan sampai hamil!" jawab Bu Resti

"Kalo tidur bersama anak, dan ibu, sekaligus pasti sangat hot," ucap Erfan, sambil merangkul pundak Bu Resti.

"Kamu sangat nakal," Bu Resti tidak marah dia malah tersenyum nakal.

===

1 jam kemudian,

Mereka sampai di kampung mawar, Erfan mengantarkan pulang BU Resti. Sebelum Bu Resti turun dari mobil, Erfan memberi uang 1 jt, dan meminta ciuman. Dengan senang hati Bu Resti melayani Erfan, setelah selesai Bu Resti turun dari mobil, dan Erfan melajukan kembali mobilnya menuju Vila.

Sampai di vila,

Setelah Erfan makan dan bersih bersih, dia bersantai sambil menonton Tv di sisinya se botol anggur lokal menemani nya.

===

Pagi hari,

Erfan keluar dari kamar nya, dia sudah sangat rapih.

Saat Erfan menuju ke meja makan, dia melihat Serina yang sedang menata makanan. Serina memakai Dres yang di belikan Erfan membuat tubuh nya terlihat sangat menggoda.

Erfan menyeringai nakal, sambil mengendap ngendap.

Saat Sudah dekat, Erfan langsung memeluk Serina Dari belakang.

"AHHH," Serina kaget, secara refleks dia berteriak. Saat menyadari bahwa yang memeluknya adalah Erfan, dia berhenti berteriak.

"Kamu ini ngagetin aja," Serina berkata dengan kesal.

Erfan memeluk Serina dengan erat, sambil cengengesan.

"Pagi cantik," Ucap Erfan, dengan penuh keceriaan.

"Pagi juga tuan muda," jawab Serina, dia tidak melawan di peluk erat Erfan.

Erfan mengendus leher Serina lalu mengecup nya.

"Tuan muda jangan berlebihan," Serina mulai menolak, saat merasakan kecupan Erfan.

Walaupun sebenarnya Serina menginginkan nya, Tapi karena status nya yang sebagai wanita bersuami, dia terus menahan setiap godaan Erfan.

"Oke oke jangan marah," ucap Erfan, lalu melepakan pelukan nya, Karena Erfan tidak mau memaksakan kehendaknya, tapi dia akan terus berusaha menaklukkan Serina.

Selama sarapan, Erfan dibuat panas dingin, apalagi saat menatap belahan dada Serina yang begitu dalam.

Serina yang menyadari tatapan Erfan hanya pura-pura tidak tau. Kenyataannya Serina sudah mulai luluh, makannya dia mau memakai pakaian, dan menggunakan skin care, saat berada di vila Erfan. Semua itu agar Erfan mengagumi nya.

"Cantik, aku berangkat dulu!" ucap Erfan berkata, lalu berjalan pergi dengan penuh senyuman.

"Erfan, entah sampai kapan aku bisa bertahan dari godaan," ucap Serina dengan suara pelan, sambil menatap kepergian Erfan, dengan tatapan Rumit.

Erfan sampai di perusahaan,

"Selamat pagi tuan muda," ucap Para petugas keamanan.

"Pagi semua," sapa Erfan, dengan penuh keceriaan.

"Tuan muda, kenapa mobil yang bagus di tinggal di perumahan?" tanya Petugas Keamanan.

"Kemarin aku membantu salah satu warga, mengantar kerumah sakit," ucap Erfan.

Petugan keamanan yang berjaga pagi tidak tau, karena mereka ganti sif pada jam 3 sore.

Semua petugas keamanan mengangguk mengerti, lalu Erfan masuk ke kantor.

Hari ini, Erfan sangat santai tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan.

Karena jenuh, Erfan memutuskan untuk pergi ke kebun. Erfan mengajak Anne, untuk menemaninya berkeliling.

Mereka ber dua pergi ke kebun buah buahan menggunakan mobil pajero.

Erfan sangat terpesona dengan penampilan Anne hari ini, dia menggunakan dres hitam pendek tanpa lengan dengan kerah rendah, wajahnya di rias tidak terlalu terlalu over, tapi sangat mengoda.

"Nona, hari ini kamu begitu cantik," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

"Ahh, masa tuan muda?" Anne berkata sedikit malu.

"Serius tapi, emm sayang nya kamu sudah punya suami," Erfan berkata pura-pura sedih.

Deg

Hati Anne seketika kacau, Anne tidak menjawab, dia hanya diam karena bingung mau menjawab apa.

"Anne, ingat kamu memiliki suami," Anne hanya bisa menggumamkan kalimat tersebut, di dalam hatinya.

Tidak lama mereka sampai di parkiran mobil.

Mereka turun, lalu berjalan menuju tempat pertanian buah stroberi.

Terlihat banyak karyawan wanita sedang memetik Stroberi. Saat mereka melihat Erfan, mereka menyapa dengan sopan.

Erfan menyadari, ada beberapa wanita cantik yang berusaha mencari perhatiannya.

"Tuan muda apakah kamu mau makan stroberi?" tanya Anne.

"Tentu saja!" jawab Erfan.

Anne pergi mengambil Stroberi berkualitas terbaik yang telah di cuci.

"Ini tuan muda!" Anne menyodorkan semangkuk Stroberi.

Erfan memakan Stroberi tersebut, dia sangat puas dengan kualitas rasa Stroberi.

"Apakah enak tuan muda?" tanya Anne, dia sedikit gugup, karena takut Erfan tidak puas dengan kualitas stroberi tersebut.

"Sangat enak, ini sangat manis," puji Erfan sambil tersenyum puas.

Anne tersenyum lega.

"Kamu makan juga!" ucap Erfan kepada Anne.

Anne tidak menolak, dia memakan Stroberi tersebut. Terlihat ekspresi wajahnya sangat puas, dengan rasa stroberi tersebut.

"Sangat enak," Anne berkata dengan bahagia.

Erfan yang melihat Anne memakan Stroberi, sangat panas, apa lagi saat memasuk Stroberi ke bibir merahnya.

Erfan berusaha menenangkan hatinya, yang mulai bergejolak.

"Ayo pergi ke tempat lain!" ajak Erfan.

Mereka pun pergi ke pertanian buah Cerry,

Erfan sangat kagum dengan kualitas semua buah disana. Para karyawan pun sangat lega, saat melihat Erfan puas dengan kualitas buah.

Erfan dan Anne, berkeliling hampir ke 6 tempat buah yang berbeda. Setelah Erfan puas, dan juga Anne ada pekerjaan, merekapun kembali ke kantor.

Saat tengah hari, waktu istirahat makan. Erfan kembali ke Vila untuk makan siang.

Saat sampai di vila, Erfan melihat Serina sedang duduk sambil melamun. Erfan yang melihat itu, sedikit mengerutkan keningnya.

Erfan memeluk Serina dari belakang.

"Ada apa cantik? kok ngelamun?" tanya Erfan.

"Enggak kok," jawab Serina berusaha menyembunyikan sesuatu.

"Kalo ada masalah, bicara saja," ucap Erfan dengan lembut.

Serina berpikir sejenak, lalu dia menghela nafas panjang mengumpulkan keberanian.

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Goodnovel
Buka Semua Bab
Cari "B63600" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B63600
Salin

Hasrat Wanita Desa

Bab 6
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya