Bab 5

Belanja Untuk Wanita

Erfan dan Anne pun sampai di mal.

Mal tersebut hanya mal biasa, bahkan merek ternama, hanya ada beberapa.

"Apa tuan muda ingin membeli pakaian?" tanya Anne.

Erfan mengangguk,

Erfan mengajak Anne, pergi ke toko pakaian mewah, Anne hanya bisa mengikuti Erfan. Baru kali ini, Anne masuk ke tempat pakaian mewah, walau pun dia sering ke mal ini.

Saat anne melihat harga satu pakaian disana, dia sangat terkejut. Pakaian paling murah di sana berharga beberapa juta.

Erfan memilih beberapa pakaian yang di sukai, tanpa menyadari, keterkejutan sekretaris nya itu.

"Nona Anne kalo ada yang kamu suka ambil saja!" ucap Erfan, dengan nada santai.

"Tidak tidak tuan, harganya sangat mahal." ucap Nona Anne, buru-buru menolak.

"Udah, gak papa, ambil saja!" ucap Erfan, dia tidak peduli sama sekali, dengan harga beberapa juta itu.

Anne tetap menggelengkan kepalanya.

Karena Anne terus menolak, Erfan memilih 2 pakaian yang sangat bagus untuk Anne, dan Ares juga membeli 2 untuk Serina dan 2 untuk Bi Ayu.

"Tuan muda, anda membeli pakaian wanita sangat banyak," Anne berkata, sedikit bingung.

Erfan tidak menjawab, dia langsung membayar semua pakaian yang di beli dan juga Erfan membeli skin care wanita untuk Anne, Serina, dan Bi Ayu. Erfan mengeluarkan uang 120 jut untuk membeli semua hal yang dia inginkan.

"Nih untuk mu," Erfan memberikan 2 kantung belanja.

Saat Anne mau menolak, Erfan memelototi nya.

"Jangan menolak atau aku akan marah!" ucap Erfan, dengan nada serius, dan tatapannya mengandung kemarahan. tapi sebenarnya dia hanya berpura-pura marah.

"Baik baik tuan muda," Anne ketakutan, akhirnya menerima pemberian Erfan.

Anne mantap wajah Erfan, harinya menjadi kacau.

"Anne Anne, jangan berpikir yang tidak tidak, ingat kamu punya suami," gumam Anne dalam hati.

Setelah berbelanja, mereka meninggalkan mal.

Diperjalankan pulang, Anne terus mencuri curi pandang, tanpa sepengetahuan Erfan.

Erfan mengantarkan Anne, sampai ke depan gang untuk ke rumahnya, karena rumah Anne berada di tengah kampung.

Erfan pun melajukan mobilnya ke vila,

====

Keesokan hari,

Erfan keluar dari kamar, dia menuju keruangan makan. Ditangan nya, Erfan membawa 2 kantung belanja.

"Pagi Serina," sapa Erfan, dengan ceria.

"Pagi, tuan muda," sapa Serina, sambil tersenyum indah.

"Nih, untuk kamu," ucap Erfan, sambil memberikan 2 kantung belanja.

"Apa ini, tuan muda?" tanya Serina penasaran.

"Itu pakaian dan Skin care, kebetulan kemarin aku pergi ke kota, dan mampir ke mall untuk membeli pakaian. Aku melihat pakaian dan skin care itu, aku berpikir itu cocok untukmu," ucap Erfan santai.

"Tapi tuan muda, ini seperti nya sangat mahal," ucap Serina, dengan nada tidak enak.

"Enggak kok, udah terima saja oke!" ucap Erfan dengan tegas.

"Tapi suami ku pasti curiga, karena aku tidak pernah memakai pakaian bagus, dan skin care." ucap Serina, dengan nada tidak berdaya.

Erfan sangat kasihan kepada wanita ini. Serina sangat cantik, tetapi kehidupannya begitu kurang beruntung.

"Kalo kamu gak mau membawanya ke rumah, kamu bisa menyimpannya disini. kamu bisa memakainya saat berada di vila," ucap Erfan, memberi saran.

Wajah Serina sedikit memerah, dia menebak-nebak pikiran Erfan.

"Berati hanya tuan muda, yang bisa melihat ku memakai make up, dan makai baju bagus ini," ucap Serina wajahnya sedikit memerah.

Erfan terkekeh,

"Hehehe, begitulah," Erfan berkata, tanpa malu sama sekali.

Serina tidak menjawab lagi, dia hanya diam, entah apa yang di pikirkan.

Setelah mereka sarapan seperti biasa, Erfan pergi ke kantor.

Hari ini Erfan sangat sibuk, karena mengurus dokumen pembelian tanah, dan juga 15 truck yang dibelinya, datang pada siang hari.

Saking sibuknya, Erfan sampai tidak sempat pulang ke vila untuk makan siang. akhirnya, Serina mengantarkan makan siang ke kantor.

===

Jam 6 sore, Erfan baru menyelesaikan pekerjaannya.

Dia pergi dari kantor,

"Sangat melelahkan, aku butuh belaian," Erfan berkata sambil melajukan mobil nya keluar dari desa.

Erfan ingin pergi ke warung Bi Ayu, wanita dewasa ber anak satu itu.

Saat Erfan sampai di warung Bi Ayu, warung tersebut sedang ramai pengunjung.

Erfan menunggu, sampai semua orang selesai berbelanja di warung, barulah Erfan menghampiri Bi Ayu.

"Ehh, tuan muda kamu datang, ayo masuk!" sapa Bi Ayu dengan nada menggoda.

"Seperti biasa Bi, Kopi, sama Mie," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

"Apa enggak memesan pelayanan bibi?" tanya Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Itu nanti saja. sekarang ngopi dulu," Erfan berkata, sambil menyeringai nakal.

"Oke deh," jawab bi ayu, sambil bertingkah genit.

Sambil menunggu, Erfan menyalakan rokis nya.

"Tuan muda, hampir saja aku ketahuan, pada malam itu," ucap Bi Ayu sambil memasak.

"Emangnya kenapa bi?" tanya Erfan sedikit terkejut.

"Bibi pulang telat, tidak seperti biasanya. Tentu saja suami bibi bertanya untung saja bibi pintar membuat alasan," ucap Bi Ayu sambil terkekeh.

"Bagus lah bi," ucap Erfan, dia pun sedikit gugup, saat mendengar perkataan Bi Ayu tadi. Jika sampai ketahuan, itu akan sangat memalukan.

Mie dan kopi pun selesai, Bi Ayu meletakkan mie dan kopi di depan Erfan.

Bi Ayu duduk di sebelah Erfan.

"Bi nih aku ada hadiah buat bibi," ucap Erfan sambil memberikan 2 tas belanja.

"Apa ini tuan muda?" tanya Bi Ayu penasaran.

"Pakaian." jawab Erfan sambil tersenyum main main.

"Ini pasti masahal kan?" tanya Bi Ayu.

"Enggak kok. Aku berpikir, pakaian itu sangat cocok untuk Bi Ayu, jadi aku membelinya," ucap Erfan.

"Apa yang tuan muda ingin kan? sebagai gantinya," Bi Ayu berkata, dengan menggoda sambil mengelus paha Erfan.

"Apakah bibi mau? aku lagi pengen nih," ucap Erfan, dengan nada nakal.

"Boleh aja sih, tapi gak boleh lama lama, nanti kaya kemarin," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum menggoda.

"Mau main di mana," tanya Erfan, dengan tidak sabar, senjata miliknya itu, sudah sangat tegang sekarang.

"Tempat biasa aja!" ucap Bi Ayu sambil menatap dengan penuh godaan.

"Oke," Erfan menjawab, lalu buru buru menghabiskan mienya.

Seperti biasa, Erfan melajukan mobil nya sedikit ke depan ke tempat yang sepi. Tidak lama Bi Ayu datang langsung masuk kedalam mobil.

"Ayo tuan muda," ucap Bi Ayu, dengan nada genit.

Erfan langsung melajukan mobilnya.

Sampai di tempat biasa, mereka keluar dari mobil.

Erfan langsung memeluk Bi Ayu, lalu mendaratkan kecupan di leher Bi Ayu.

"Ahhh sayang," Bi Ayu mengerang nikmat.

Tangan Erfan, meremas gunung besar Bi Ayu dengan keras.

Mereka melakukan pemanasan, yang cukup lama. setelah dirasa cukup, permain inti pun dimulai. Erfan bermain dengan keras membuat Bi Ayu kewalahan.

Area tersebut dipenuhi suara ambigu yang membuat hati panas.

Bab 6

Kehidupan Serina

1 jam kemudian, permainan terhenti, terlihat tubuh keduanya bergetar hebat. mereka sedang bahagia mendapatkan apa yg mereka inginkan.

"Bi ayo kita masuk kedalam mobil dulu! sangat banyak nyamuk di sini," ucap Erfan, badan nya sudah mulai gatal, karena gigitan nyamuk.

Bi Ayu terkekeh,

Merekapun masuk kedalam mobil, sambil membawa pakaian mereka. Di dalam mobil, mereka saling berpelukan.

"Bi Ayu kenal Serina gak?" tanya Erfan tiba-tiba.

"Tentu saja, bibi tau memangnya kenapa?" tanya Bi Ayu, dengan nada genit.

"Enggak bi," Erfan bingung, mau berkata apa.

"Jangan jangan, tuan muda suka ya sama Serina," ucap Bi Ayu, sambil menatap Erfan dengan tatapan curiga.

Erfan hanya tertawa kaku, sambil menundukan wajahnya, dia sedikit malu.

"Hey Serina sudah punya suami, sama kayak bibi, bedanya dia belum punya anak," ucap Bi Ayu dengan nada genit.

"Tapi jujur saja bi, aku menyukainya, apa lagi sekarang Serina bekerja di vila tempat tinggalku ." ucap Erfan, dia berkata dengan jujur.

"Kalo seperti enak, tuan muda tinggal goda saja, nanti lama lama pasti luluh. Tapi, untuk menjadikan wanita tuan muda pasti sulit, kecuali dia cerai dengan suaminya," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum nakal.

"Aku bukan hanya ingin tubuh nya bi, tapi juga ingin hatinya!" ucap Erfan, dengan nada serius.

"Bibi tidak bisa membantu tuan muda, tapi bibi hanya bisa memberi tahu tuan muda. Jika ingin meluluhkan Serina, cukup beri perhatian," ucap Bi Ayu, dengan nada serius, sambil menatap Erfan.

"Kenapa begitu bi?" tanya Erfan, penasaran.

Bi Ayu menghela nafas pelan,

"Dia sungguh wanita cantik yang tidak beruntung, suami nya tidak pernah memperhatikankannya. suaminya itu seorang pria bejat, dia menikahi Serina hanya ingin menidurinya," ucap Bi Ayu.

"Sial, ternyata begitu," Erfan merasakan panas dihatinya saat mendengar hal ter.

"Lihat saja, Serina bahkan tidak mampu membeli pakaian. Jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan pun harus mencari sendiri. Suaminya itu, tidak pernah memberi nya uang sepeserpun,"'Bi Ayu berkata dengan penuh rasa iba.

"Emm sialan, gak papa jika suaminya tidak bisa merawatnya, biarkan aku yang merawatnya," ucap Erfan.

"Tapi jika tuan muda sudah mendapatkan Serina, jangan lupakan Bibi loh!" ucap Bi Ayu dengan sedih.

"Tentu saja, aku akan meminta jatah ke bibi, saat ada waktu," ucap Erfan, sambil meremas gunung Bi Ayu.

"Ayo sayang main lagi, masih ada waktu," ajak Bi Ayu, tubuhnya sudah kembali panas.

"Bibi yang bergerak, goyangan bibi sangat nikmat," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

Permainan kembali dimulai, Giliran Bi Ayu yang memimpin permainan.

Suara kenikmatan dan benturan kulit bergema di dalam mobil. Goyangan wanita dewasa itu membuat Erfan candu.

Mereka bermain selama 30 mnt, kemudian mengakhiri permainan setelah mereka berhasil mencapi puncak bersama.

"Sayang ayo kita pulang, sudah hampir jam 8!" ucap Bi Ayu, sambil memakai pakaiannya kembali.

"Ayo bi!" balas Erfan.

Erfan memberi uang 1 jt kepada bi ayu. Tentu saja bi ayu tidak menolak. Erfan melajukan mobil nya, meninggalkan huntan tersebut. Sampai di jalan kampung mawar, Bi Ayu meminta turun seperti biasa. Sebelum Bi Ayu turun, mereka saling melumat sebentar.

"Kalo nanti pengen , datang aja ke warung," ucap Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Oke bi, tolong di rawat dada dan gua nya biar enak terus," ucap Erfan dengan nada nakal.

"Siap sayang," ucap Bi Ayu , lalu dia turun setelah dirasa aman.

Erfan kembali melajukan mobilnya.

Di tengah kampung, Erfan melihat bapak bapak yang sedang ronda malam. Erfan memberi uang 200 rb kepada mereka untuk membeli rokis, dan kopi. lalu melanjutkan perjalanannya.

"Tuan muda Erfan sangat baik, walau di kaya tidak pernah sombong," ucap salah satu bapak bapak,

"Iyah, semoga Tuan Muda Erfan selalu sehat, dan di lancarkan rezekinya,"

"Kemajuan ekonomi desa ini, sangat bergantung dengan tuan muda Erfan,"

Semua orang mengangguk, sambil menatap mobil Erfan yang sudah jauh.

Erfan pun sampai di vila, dia melihat masakan yang di masak Serina sore hari. Dia makan dengan lahap setelah makan Erfan pergi mandi lalu tidur.

====

1 minggu berlalu,

Selama 1 minggu ini, Erfan sangat sibuk karena pembukaan lahan baru, Erfan harus memikirkan rencana untuk lahan tersebut. Selama satu minggu Erfan sampai menahan birahi nya saking sibuknya tidak ada waktu sedikit pun.

Tapi dalam 1 minggu, Erfan sudah banyak mengenal karyawan wanita cantik dan juga warga sekitar. Hal yang membuat Erfan bahagia dalam satu minggu ini Serina mulai berubah. Dia bahkan berdandan cantik jika sedang berada di vila dan mau menggunakan pakaian yang di berikan Erfan.

===

Sore hari , Saat Erfan pulang dari kantor,

Erfan melihat di rumah warga yang bernama pak jaki ramai orang. Erfan pun menghentikan lalu keluar dari mobil, Erfan penasaran karena melihat wajah banyak orang sangat panik.

"Pak ada apa?" tanya Erfan . ke Pak RW yang kebetulan ada disana.

"Eh tuan muda, itu pak jaki penyakit jantung nya kambu," ucap Pak RW tersebut.

"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?" tanya Erfan, sambil mengerutkan kening.

"Ini juga sedang mencari mobil tuan muda , jika ingin menggunakan angkutan umum, hanya ada 2 kali pemberangkatan itu pun sudah tidak ada buat hari ini," ucap Pak RW.

"Sudah ada mobilnya?" tanya Erfan.

"Belum ada tuan muda, yang punya mobil kebetulan sedang tidak ada di rumah," jawab Pak RW.

"Ya sudah, tunggu sebentar. saya akan mengambil mobil yang cukup untuk banyak orang di perusahaan," Erfan berkata , lalu pergi dengan terburu-buru.

"Semuanya, yang mau ikut ke rumah sakit siap siap, tuan muda Erfan akan mengantar ke rumah sakit," ucap Pak RW dengan antusias.

"Pak gimana soal biayanya, kami tidak punya biaya," ucap Wanita dewasa, yang masih sangat cantik, dia adalah istri Pak Jaki yang bernama Resti.

"Tidak usah pikirkan itu dulu, yang penting kita bawa dulu Pak Jaki kerumah sakit," ucap Pak RW, karena Pak RW berpikir, dia masih memiliki uang yang diberikan Erfan.

Tidak lama, Erfan kembali membawa mobil Pajero yang tidak terawat, karena digunakan untuk mengangkut buah buahan dari kebun.

Para warga pun menggotong Pak Jaki masuk kedalam mobil.

"Ayo yang mau ikut masuk!" ucap Erfan.

Akhirnya Resti atau istri Pak Jaki, Pak RW, dan 3 tetangga masuk ke dalam mobil.

Erfan langsung melajukan mobil nya.

Saat mobil masuk ke jalanan besar, Erfan melajukan mobilnya lumayan kencang.

"Pak RW, Apakah kita harus memungut iyuran ke warga untuk biaya? atau mengajukan asuransi kesehatan?" tanya salah satu pri disana.

"Itu kita pikirkan nanti. Sekarang bukan waktunya memikirkan biaya," ucap Pak RW dengan tegas.

"Pak memang nya, ada masalah dalam hal biaya?" tanya Erfan santai.

"Iyah tuan muda, maklum Pak Jaki selama ini tidak bekerja karena penyakitnya. Hanya mengandalkan Istrinya yang bekerja di perusahaan anda menjadi petani," ucap Pak RW terus terang.

"Baiklah , kalian jangan khawatir urusan biaya saya akan bertanggung jawab!" ucap Erfan santai.

"Anda serius tuan muda?" tanya Pak RW.

"Tentu saja Pak RW, lagi pula Bu Resti karyawan saya, hal yang benar saya membantu beban nya," ucap Erfan.

Bu Resti yang mendengar hal tersebut sangat senang.

Akhirnya semua orang menghelanapas lega.

Bab 7

Bu Resti

Sampai di rumah sakit,

Erfan langsung memanggil perawat. Segera beberapa perawat mambawa Brankar. Para pria langsung menggotong Pak Jaki, lalu meletakkan nya Di Brankar degan gesit para perawat membawa pak Jaki ke dalam ruang IGD.

"Pak aku menunggu di luar pengen merokis, nanti kalo sudah selesai pemeriksaan, panggil saja aku," ucap Erfan.

"Baik tuan muda," jawab Pak RW.

30 menit kemudian,

Pak RW menghampiri Erfan, memberi tahu hasil pemeriksaan. Ternyata penyakit jantung Pak Jaki sudah sangat kronis, Entah berapa lama akan di rawat di rumah sakit.

"Kalo gitu, aku akan membayar biaya rumah sakit untuk 1 minggu terlebih dahulu," ucap Erfan.

"Baik, Terimakasih tuan muda," ucap Pak RW.

Erfan dan Pak RW pergi ke Resepsionis rumah sakit, Erfan membayar sebesar 20 juta untuk biaya perawatan selama satu minggu. jika ada tindakan berat, tentu harus menambah biaya.

Setelah membayar, Erfan menghampiri semua orang yang berada di depan ruang IGD.

"Bu Resti, saya sudah membayar perawatan suami ibu selama 7 hari, dan jika belum bisa pulang dalam 7 hari, saya akan membayar biayanya lagi," ucap Erfan .

"Terimakasih banyak tuan muda, jika tidak ada anda saya tidak tau bagaimana," ucap Bu Resti, terlihat kelegaan terlukis di wajahnya.

"Maaf saya tidak bisa menunggu disini, saya harus pulang. Besok ada yang harus saya kerjakan, Jika ada sesuatu hubungi saja saya," ucap Erfan, dengan ekspresi minta maaf.

"Tidak apa apa tuan muda, anda sudah membantu Pak Jaki begitu banyak. Urusan menunggu biar kami saja!" ucap Salah satu pria disana.

"Tuan muda saya mau ikut pulang dulu, tadi saya belum sempat mengemas pakaian," ucap Bu Resti.

"Baiklah. Ayo Bu!" jawab Erfan.

"Pak maaf merepotkan untuk menunggu suamiku." ucap Bu Resti, dengan ekspresi tidak enak.

"Tidak apa apa bu, anda bisa tenang," jawab Pak RW, sambil tersenyum.

Sebelum pergi, Erfan memberi uang 500 rb kepada Pak RW untuk membeli makanan, dan kopi, untuk semua orang yang menunggu pak jaki, lalu Erfan Dan Bu Resti pergi.

Semua orang sangat kagum dengan Erfan. Setelah Erfan pergi mereka terus memuji Erfan.

===

Erfan menyerir mobilnya, ditengah gelap malam.

"Tuan muda, apakah anda tidak lelah?" tanya Bu Resti sambil melirik Erfan.

"Tidak kok bu," jawab Erfan.

Karena Bu Resti penasaran, tentang biaya perawatan suaminya. Dia mengambil inisiatif, bertanya kepada Erfan.

"Berapa banyak yang tuan muda keluarkan untuk biaya?" tanya Bu Resti.

"Memang nya kenapa bu?" tanya balik Erfan.

"Saya bingung, untuk mengganti nya tuan muda," jawab Bu Resti, dengan nada lesu.

"Tidak usah dipikirkan bu, dan tidak perlu diganti juga," Erfan berkata, dengan santai.

"Tapi saya, tidak enak tuan muda," ucap Bu Resti, dengan nada tidak enak.

"Udah yang penting, Bu Resti pekerja dengan giat itu sudah cukup mengganti semua nya," ucap Erfan sambil tersenyum.

Bu Resti hanya bisa mengangguk,

Bu Resti beberapa kali menatap Erfan, matanya berkelilat dengan ketegasan.

Erfan menyadari tatapan Bu Resti tapi hanya mendiamkan nya.

"Tuan muda, apakah anda tidak kesepian di selama di kampung mawar?" ucap Bu Resti tiba-tiba.

"Maksudnya gimana bu?" tanya Erfan pura pura tidak mengerti.

"Masa tuan muda tidak mengerti," ucap Bu Resti, dengan nada yang sedikit genit.

Erfan menyeringai, dia tidak ingin berpura-pura lagi. Dia berkata dengan nada santai.

"Tentu saja kesepian bu, di sini sulit jika ingin mencari wanita yang mau di ajak tidur," ucap Erfan.

"Tuan muda belum lama saja disininya, belum mengenal banyak wanita. jika sudah banyak mengenal wanita, apalagi tuan muda punya uang, hal seperti itu sangat lah gampang,"'ucap Bu Resti, dengan nada penuh godaan.

"Apa Bu Resti mau, mencarikan wanita yang mau di ajak tidur? soal harga tidak masalah berapa pun," Erfan berkata penuh harap, karena dia sudah tidak tahan ingin di puaskan, jika tidak ada wanita lain Erfan akan mengajak Bi Ayu.

"Yang seperti apa? yang tuan muda suka?" tanya Bu Resti, sambil menatap Erfan dengan tatapan menggoda.

"Yang penting cantik dan tubuhnya menggoda, dan aku suka dada wanita yang besar!" jawab Erfan, sambil menyeringai nakal.

"Kalo Usia?" tanya Bu Resti.

"Usia tidak masalah," jawab Erfan.

"Aku ada beberapa wanita penyuka uang, nanti aku coba tawari mereka," ucap Bu Resti.

"Oke. Tenang saja jika Bu Resti mendapatkan wanita yang sesuai keinginan ku. Aku akan memberi uang buat Bu Resti," ucap Erfan sambil tersenyum nakal.

"Kalo menurut tuan muda, aku masuk gak ke tipe tuan muda," ucap Bu Resti, sambil menatap Erfan dengan tatapan penuh godaan.

"Masuk sih," jawab Erfan, sambil menyeringai nakal.

"Mau gak main sama aku? anggap saja sebagai ucapan terimakasih," ucap Bu Resti dengan nada genit.

"Aku tidak mau, jika ibu melayani saya hanya untuk terima kasih. Tapi jika ibu menginginkan uang aku mau bermain dengan Ibu," ucap Erfan, dengan nada serius.

"Ayo deh, kebetulan saya sangat butuh uang," ucap Bu Resti dengan tegas.

"Berapa yang ibu inginkan?" tanya Erfan.

"Gak papa 500 rb aja, tuan muda bisa main sepuasnya," ucap Bu Resti.

"Mau main dimana?" tanya Erfan, tanpa banyak berpikir, karena dia sudah sangat bergairah, sudah lama dia tidak bermain.

"Di mana saja, yang penting aman!" jawab Bu Resti.

"Disini tidak ada hotel," ucap Erfan.

"Tidak perlu hotel tuan muda, main di mobil juga bisa cari saja tempat yang sepi aja," ucap Bu Resti, dengan nada genit.

Erfan pun, mencari tempat yang benar benar sepi, jauh dari jalan besar. mobil pun terhenti, di area hutan yang sangat gelap.

"Ayo tuan muda, pindah ke belakang!" Bu Resti berkata sambil pindah ke bagian belakang mobil.

Mereka pun langsung berpelukan, Bu Resti mengambil inisiatif melumat bibir Erfan. tentu saja Erfan melawan dengan panas.

Tangan Erfan masuk ke dalam pakaian kaos Bu Resti, lalu meremas gunung Bu Resti dengan keras.

"shh ahhh enak tuan muda," Bu Resti mengerang nikmat, saat bibirnya terlepas dari bibir Erfan.

"Dada Bu Resti ternyata sangat besar, jika menggunakan dress pasti ibu sangat seksi," ucap Erfan dengan penuh nafsu. matanya menatap dada besar itu, dengan tatapan panas.

"Saya tidak bisa membeli pakaian seperti itu tuan muda ah ah," jawab Bu Resti, sambil mengerang nikmat.

"Nanti aku beliin deh," ucap Erfan, sambil terus meremas dada besar itu, sampai berubah berbagai bentuk.

"Shh ahh Jika dikasih pasti ibu terima," jawab Bu Resti, tanpa ragu.

Keduanya melepaskan pakaian mereka masing masing, dalam sekejap semua pakaian mereka terlepas.Erfan langsung menerkam wanita dewasa itu.

Pertempuran dimulai, mobil berguncang hebat di tengah kegelapan hutan. suara sura samar rintihan terdengar luar mobil.

1 jam kemudian, mobil tersebut kembali tenang.

Suasana di dalam mobil, begitu panas. Saking intens nya permainan, sampai keringat panas keluar sangat deras.

Hasrat Wanita Desa

Bab 5
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya