Bab 4

Masih Nikmat

1 jam berlalu, akhirnya mereka mencapai puncak bersama sama. Tubuh mereka mengejang hebat sambil berpelukan erat, suara kenikmatan keduanya bergema di tempat tersebut.

"Kamu sangat hebat tuan muda," puji Bi Ayu tangannya mengelus lembut wajah Erfan.

"Kamu juga, masih sangat nikmat," ucap Erfan, lalu mengecup bibir Bi Ayu.

Setelah beristirahat beberapa menit, sambil bermesraan, mereka kembali berpakaian. Erfan memberikan uang Cash sebanyak 2 juta, yang membuat Bi Ayu sangat senang.

Erfan melajukan mobil nya, dari tempat tersebut.

Rumah Bi Ayu, ternyata ada di kampung mawar.

Bi Ayu meminta turun, di pintu masuk ke kampung mawar, agar tidak ada yang mencurigainya.

Setelah Bi Ayu turun, mobil Erfan melaju pergi.

Sampai di vila, Erfan membersihkan diri, lalu bersantai di sisi kolam berenang.

"Huh. seperti kekuatan uang, berpengaruh banyak di sini!" ucap Erfan, sambil menyeringai nakal.

====

Pagi hari tiba,

Erfan keluar dari kamar, dengan pakaian yang sudah rapi, siap ke kantor.

"Sarapan sudah siap, tuan muda," Serina berkata, sambil menata makanan di meja makan.

"Ayo sarapan!" Erfan berkata sambil duduk.

Serina yang sudah biasa sarapan bersama Erfan, tentu tidak menolak.

Selama sarapan, Erfan terus menatap wanita cantik, yang sedang menyantap makanan itu.

Serina menyadari Ares yang terus menatapnya, tetapi dia tidak mempermasalahkannya. Dia hanya fokus dengan makanannya, berpura-pura tidak menyadari tatapan Erfan.

"Kenapa yah tuan muda terus menatap ku? apa dia menyukai ku? tapi itu tidak mungkin ah," gumam Serina dalam hati.

"Serina, jika kamu perawatan pasti semakin cantik," ucap Erfan, secara tiba-tiba.

Serina yang mendengar perkataan Erfan sedikit terkejut. Wanita itu berusaha berpikir positif, tidak terlalu menyangkut pautkan, dengan perasaan Erfan kepadanya.

"Aku tidak mampu perawatan tuan muda, jangan kan perawatan beli pakaian pun susah!" Serina berkata terus terang.

"Mau gak kalo perawatan?" tanya Erfan santai.

"Nanti kalo aku cantik, terus tuan muda menyukai ku bisa bahaya!" Serina berkata, dengan main-main.

"Iyah juga sih. penampilan kamu seperti ini juga aku sudah sering terpancing," ucap Erfan dengan berani.

Serina tidak menjawab, dia hanya menikmati makanan tenang. Tapi hatinya tidak setenang apa yang ada di permukaan.

Setelah selesai sarapan, Erfan berangkat ke perusahaan.

Semua pegawai, menyapanya dengan hangat, dan ada beberapa wanita cantik, yang mulai berusaha menarik perhatiannya.

Erfan masuk kedalam ruangannya,

Tok tok tok

"Masuk!"

Anne masuk kedalam ruangan Erfan. Anne datang bersama seorang pria paru baya, tapi masih terlihat gagah.

"Tuan muda, ini adalah pak RW Kampung Mawar," Anne memperkenalkan.

"Oh, halo pak RW, Saya Erfan," Erfan menyapa dengan sopan.

"Salam kenal,'tuan muda Erfan," ucap Pak RW sambil tersenyum.

"Salam kenal juga pak, Silahkan duduk!" ucap Erfan.

Mereka pun duduk dengan senyaman mungkin. Erfan mengambil inisiatif, untuk bertanya tujuan Pak RW menemuinya.

"Ada keperluan apa yah? Pak RW, datang kemari?" tanya Erfan, dengan ramah.

"Ini tuan muda, soal tanah untuk memperluas lahan pertanian tuan muda. sebenarnya ada beberapa lahan milik warga, jadi tidak semua lahan kosong itu milik pemerintah." jawab Pak RW menjelaskan.

"Oh jadi seperti itu," Erfan mengangguk mengerti.

"Apakah warga tidak mau menjualnya?" tanya Erfan.

"Saat saya menanyakan kepada mereka. jika anda dibeli dengan harga sedikit lebih tinggi, mereka setuju untuk menjualnya," jawab Pak RW.

"Tidak masalah, berapapun itu. yang penting mereka tidak merasa terpaksa," ucap Erfan dengan nada serius.

Pak RW sangat kagum, dengan sikap dan sifat Erfan.

"Tuan muda, jika keseluruhan luas tanah yang siap di beli, ada sekitar 2 kilometer persegi," ucap Anne.

"Berapa uang yang harus saya keluarkan?" tanya Erfan.

"5 miliar!" jawab Anne.

"Apa kamu serius, itu tidak terlalu rendahkan?" Erfan terkejut.

"Memang harga tanah di desa ini, masih tergolong murah tuan muda." Anne menjelaskan.

"Oke. untuk membayar, apa ingin uang Cash, atau transfer?" tanya Erfan.

"Jika tanah milik warga, mereka ingin Cash saja, dan jika tanah milik negara lebih baik di transfer saja tuan muda," jawab Anne.

Erfan mengangguk,

"Berapa? jumlah uang untuk membeli tanah milik Warga?" tanya Erfan.

"500 juta, tuan muda," balas Anne.

"Baiklah, aku tidak mempunyai uang cash sebanyak itu. sepulang kerja kamu antar aku ke bank terdekat!" ucap Erfan, kepada Anne.

"Baik tuan muda," balas Anne sambil mengangguk kepalanya.

Erfan mengeluarkan segepok uang dari bawah mejanya, lalu memberikan kepadan Pak RW.

Pak RW terkejut, saat diberi uang yang sangat banyak. Dia bertanya dengan nada kaku, kepada Erfan.

"Tuan muda ini?" tanya Pak RW bingung.

"Itu untuk bapak. terimakasih, telah membantu perusahaan saya." jawab Erfan sambil tersenyum.

"Ini, terlalu banyak, tuan muda," ucap Pak RW, dengan nada tidak enak.

"Sudah pak, pakai lah uang nya, untuk keluarga bapak," balas Erfan.

Akhirnya Pak RW menerima.

Pak RW dan Anne pergi dari ruangan Erfan.

===

Sore hari,

Ares dan Anne pergi dari perusahaan,

Mobil sport lamborghini, melaju pelan di jalanan desa.

"Tuan muda, kota cukup jauh membutuhkan waktu 1 jam," ucap Anne.

"Tidak masalah!" jawab Erfan.

Anne mengangguk sambil tersenyum,

"Jalan disini sangat bergelombang, sepertinya aku harus mengganti mobil!" ucap Erfan.

"Mobil tuan muda, cocok untuk di kota jika dipakai di kampung, bisa penyok penyol nanti," ucap Anne sambil terkekeh.

"Iyah, sangat disayangkan, jika mobil kesayangan ku rusak," ucap Erfan, dengan nada sedih.

1 jam kemudian, Mereka sampai di Bank.

Karena Erfan nasabah prioritas, bank tersebut memperlakukan nya dengan baik, mereka tidak berani berlama lama. Erfan mengambil uang cash 1 miliar. Erfan sengaja mangambil lebih, karena Erfan sudah ke habisan uang Cash juga.

Tidak lama, uang 1 miliar sudah tersedia.

Erfan pergi dari bank bersama Anne.

Di dalam mobil, Erfan memberikan uang 50 juta kepada Anne.

"Itu komisi untuk mu!" ucap Erfan, dengan santai.

"Tuan muda, ini terlalu banyak!" ucap Anne, dia sangat terkejut, dan ada rasa gembira, saat melihat uang sebanyak itu.

"Sudah terima saja," ucap Erfan.

Anne hanya bisa menerima dengan kebahagiaan, kali ini dia mendapat uang sebesar ini.

"Nona Anne apakah disini ada mall?" tanya Erfan Kepada Anne.

"Ada tuan muda, tapi tidak sebesar Mall di kota." jawab Anne.

"Tidak masalah, ayo kita kesana!" ucap Erfan.

Mereka pun pergi menuju ke mal.

Bab 5

Belanja Untuk Wanita

Erfan dan Anne pun sampai di mal.

Mal tersebut hanya mal biasa, bahkan merek ternama, hanya ada beberapa.

"Apa tuan muda ingin membeli pakaian?" tanya Anne.

Erfan mengangguk,

Erfan mengajak Anne, pergi ke toko pakaian mewah, Anne hanya bisa mengikuti Erfan. Baru kali ini, Anne masuk ke tempat pakaian mewah, walau pun dia sering ke mal ini.

Saat anne melihat harga satu pakaian disana, dia sangat terkejut. Pakaian paling murah di sana berharga beberapa juta.

Erfan memilih beberapa pakaian yang di sukai, tanpa menyadari, keterkejutan sekretaris nya itu.

"Nona Anne kalo ada yang kamu suka ambil saja!" ucap Erfan, dengan nada santai.

"Tidak tidak tuan, harganya sangat mahal." ucap Nona Anne, buru-buru menolak.

"Udah, gak papa, ambil saja!" ucap Erfan, dia tidak peduli sama sekali, dengan harga beberapa juta itu.

Anne tetap menggelengkan kepalanya.

Karena Anne terus menolak, Erfan memilih 2 pakaian yang sangat bagus untuk Anne, dan Ares juga membeli 2 untuk Serina dan 2 untuk Bi Ayu.

"Tuan muda, anda membeli pakaian wanita sangat banyak," Anne berkata, sedikit bingung.

Erfan tidak menjawab, dia langsung membayar semua pakaian yang di beli dan juga Erfan membeli skin care wanita untuk Anne, Serina, dan Bi Ayu. Erfan mengeluarkan uang 120 jut untuk membeli semua hal yang dia inginkan.

"Nih untuk mu," Erfan memberikan 2 kantung belanja.

Saat Anne mau menolak, Erfan memelototi nya.

"Jangan menolak atau aku akan marah!" ucap Erfan, dengan nada serius, dan tatapannya mengandung kemarahan. tapi sebenarnya dia hanya berpura-pura marah.

"Baik baik tuan muda," Anne ketakutan, akhirnya menerima pemberian Erfan.

Anne mantap wajah Erfan, harinya menjadi kacau.

"Anne Anne, jangan berpikir yang tidak tidak, ingat kamu punya suami," gumam Anne dalam hati.

Setelah berbelanja, mereka meninggalkan mal.

Diperjalankan pulang, Anne terus mencuri curi pandang, tanpa sepengetahuan Erfan.

Erfan mengantarkan Anne, sampai ke depan gang untuk ke rumahnya, karena rumah Anne berada di tengah kampung.

Erfan pun melajukan mobilnya ke vila,

====

Keesokan hari,

Erfan keluar dari kamar, dia menuju keruangan makan. Ditangan nya, Erfan membawa 2 kantung belanja.

"Pagi Serina," sapa Erfan, dengan ceria.

"Pagi, tuan muda," sapa Serina, sambil tersenyum indah.

"Nih, untuk kamu," ucap Erfan, sambil memberikan 2 kantung belanja.

"Apa ini, tuan muda?" tanya Serina penasaran.

"Itu pakaian dan Skin care, kebetulan kemarin aku pergi ke kota, dan mampir ke mall untuk membeli pakaian. Aku melihat pakaian dan skin care itu, aku berpikir itu cocok untukmu," ucap Erfan santai.

"Tapi tuan muda, ini seperti nya sangat mahal," ucap Serina, dengan nada tidak enak.

"Enggak kok, udah terima saja oke!" ucap Erfan dengan tegas.

"Tapi suami ku pasti curiga, karena aku tidak pernah memakai pakaian bagus, dan skin care." ucap Serina, dengan nada tidak berdaya.

Erfan sangat kasihan kepada wanita ini. Serina sangat cantik, tetapi kehidupannya begitu kurang beruntung.

"Kalo kamu gak mau membawanya ke rumah, kamu bisa menyimpannya disini. kamu bisa memakainya saat berada di vila," ucap Erfan, memberi saran.

Wajah Serina sedikit memerah, dia menebak-nebak pikiran Erfan.

"Berati hanya tuan muda, yang bisa melihat ku memakai make up, dan makai baju bagus ini," ucap Serina wajahnya sedikit memerah.

Erfan terkekeh,

"Hehehe, begitulah," Erfan berkata, tanpa malu sama sekali.

Serina tidak menjawab lagi, dia hanya diam, entah apa yang di pikirkan.

Setelah mereka sarapan seperti biasa, Erfan pergi ke kantor.

Hari ini Erfan sangat sibuk, karena mengurus dokumen pembelian tanah, dan juga 15 truck yang dibelinya, datang pada siang hari.

Saking sibuknya, Erfan sampai tidak sempat pulang ke vila untuk makan siang. akhirnya, Serina mengantarkan makan siang ke kantor.

===

Jam 6 sore, Erfan baru menyelesaikan pekerjaannya.

Dia pergi dari kantor,

"Sangat melelahkan, aku butuh belaian," Erfan berkata sambil melajukan mobil nya keluar dari desa.

Erfan ingin pergi ke warung Bi Ayu, wanita dewasa ber anak satu itu.

Saat Erfan sampai di warung Bi Ayu, warung tersebut sedang ramai pengunjung.

Erfan menunggu, sampai semua orang selesai berbelanja di warung, barulah Erfan menghampiri Bi Ayu.

"Ehh, tuan muda kamu datang, ayo masuk!" sapa Bi Ayu dengan nada menggoda.

"Seperti biasa Bi, Kopi, sama Mie," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

"Apa enggak memesan pelayanan bibi?" tanya Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Itu nanti saja. sekarang ngopi dulu," Erfan berkata, sambil menyeringai nakal.

"Oke deh," jawab bi ayu, sambil bertingkah genit.

Sambil menunggu, Erfan menyalakan rokis nya.

"Tuan muda, hampir saja aku ketahuan, pada malam itu," ucap Bi Ayu sambil memasak.

"Emangnya kenapa bi?" tanya Erfan sedikit terkejut.

"Bibi pulang telat, tidak seperti biasanya. Tentu saja suami bibi bertanya untung saja bibi pintar membuat alasan," ucap Bi Ayu sambil terkekeh.

"Bagus lah bi," ucap Erfan, dia pun sedikit gugup, saat mendengar perkataan Bi Ayu tadi. Jika sampai ketahuan, itu akan sangat memalukan.

Mie dan kopi pun selesai, Bi Ayu meletakkan mie dan kopi di depan Erfan.

Bi Ayu duduk di sebelah Erfan.

"Bi nih aku ada hadiah buat bibi," ucap Erfan sambil memberikan 2 tas belanja.

"Apa ini tuan muda?" tanya Bi Ayu penasaran.

"Pakaian." jawab Erfan sambil tersenyum main main.

"Ini pasti masahal kan?" tanya Bi Ayu.

"Enggak kok. Aku berpikir, pakaian itu sangat cocok untuk Bi Ayu, jadi aku membelinya," ucap Erfan.

"Apa yang tuan muda ingin kan? sebagai gantinya," Bi Ayu berkata, dengan menggoda sambil mengelus paha Erfan.

"Apakah bibi mau? aku lagi pengen nih," ucap Erfan, dengan nada nakal.

"Boleh aja sih, tapi gak boleh lama lama, nanti kaya kemarin," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum menggoda.

"Mau main di mana," tanya Erfan, dengan tidak sabar, senjata miliknya itu, sudah sangat tegang sekarang.

"Tempat biasa aja!" ucap Bi Ayu sambil menatap dengan penuh godaan.

"Oke," Erfan menjawab, lalu buru buru menghabiskan mienya.

Seperti biasa, Erfan melajukan mobil nya sedikit ke depan ke tempat yang sepi. Tidak lama Bi Ayu datang langsung masuk kedalam mobil.

"Ayo tuan muda," ucap Bi Ayu, dengan nada genit.

Erfan langsung melajukan mobilnya.

Sampai di tempat biasa, mereka keluar dari mobil.

Erfan langsung memeluk Bi Ayu, lalu mendaratkan kecupan di leher Bi Ayu.

"Ahhh sayang," Bi Ayu mengerang nikmat.

Tangan Erfan, meremas gunung besar Bi Ayu dengan keras.

Mereka melakukan pemanasan, yang cukup lama. setelah dirasa cukup, permain inti pun dimulai. Erfan bermain dengan keras membuat Bi Ayu kewalahan.

Area tersebut dipenuhi suara ambigu yang membuat hati panas.

Bab 6

Kehidupan Serina

1 jam kemudian, permainan terhenti, terlihat tubuh keduanya bergetar hebat. mereka sedang bahagia mendapatkan apa yg mereka inginkan.

"Bi ayo kita masuk kedalam mobil dulu! sangat banyak nyamuk di sini," ucap Erfan, badan nya sudah mulai gatal, karena gigitan nyamuk.

Bi Ayu terkekeh,

Merekapun masuk kedalam mobil, sambil membawa pakaian mereka. Di dalam mobil, mereka saling berpelukan.

"Bi Ayu kenal Serina gak?" tanya Erfan tiba-tiba.

"Tentu saja, bibi tau memangnya kenapa?" tanya Bi Ayu, dengan nada genit.

"Enggak bi," Erfan bingung, mau berkata apa.

"Jangan jangan, tuan muda suka ya sama Serina," ucap Bi Ayu, sambil menatap Erfan dengan tatapan curiga.

Erfan hanya tertawa kaku, sambil menundukan wajahnya, dia sedikit malu.

"Hey Serina sudah punya suami, sama kayak bibi, bedanya dia belum punya anak," ucap Bi Ayu dengan nada genit.

"Tapi jujur saja bi, aku menyukainya, apa lagi sekarang Serina bekerja di vila tempat tinggalku ." ucap Erfan, dia berkata dengan jujur.

"Kalo seperti enak, tuan muda tinggal goda saja, nanti lama lama pasti luluh. Tapi, untuk menjadikan wanita tuan muda pasti sulit, kecuali dia cerai dengan suaminya," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum nakal.

"Aku bukan hanya ingin tubuh nya bi, tapi juga ingin hatinya!" ucap Erfan, dengan nada serius.

"Bibi tidak bisa membantu tuan muda, tapi bibi hanya bisa memberi tahu tuan muda. Jika ingin meluluhkan Serina, cukup beri perhatian," ucap Bi Ayu, dengan nada serius, sambil menatap Erfan.

"Kenapa begitu bi?" tanya Erfan, penasaran.

Bi Ayu menghela nafas pelan,

"Dia sungguh wanita cantik yang tidak beruntung, suami nya tidak pernah memperhatikankannya. suaminya itu seorang pria bejat, dia menikahi Serina hanya ingin menidurinya," ucap Bi Ayu.

"Sial, ternyata begitu," Erfan merasakan panas dihatinya saat mendengar hal ter.

"Lihat saja, Serina bahkan tidak mampu membeli pakaian. Jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan pun harus mencari sendiri. Suaminya itu, tidak pernah memberi nya uang sepeserpun,"'Bi Ayu berkata dengan penuh rasa iba.

"Emm sialan, gak papa jika suaminya tidak bisa merawatnya, biarkan aku yang merawatnya," ucap Erfan.

"Tapi jika tuan muda sudah mendapatkan Serina, jangan lupakan Bibi loh!" ucap Bi Ayu dengan sedih.

"Tentu saja, aku akan meminta jatah ke bibi, saat ada waktu," ucap Erfan, sambil meremas gunung Bi Ayu.

"Ayo sayang main lagi, masih ada waktu," ajak Bi Ayu, tubuhnya sudah kembali panas.

"Bibi yang bergerak, goyangan bibi sangat nikmat," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

Permainan kembali dimulai, Giliran Bi Ayu yang memimpin permainan.

Suara kenikmatan dan benturan kulit bergema di dalam mobil. Goyangan wanita dewasa itu membuat Erfan candu.

Mereka bermain selama 30 mnt, kemudian mengakhiri permainan setelah mereka berhasil mencapi puncak bersama.

"Sayang ayo kita pulang, sudah hampir jam 8!" ucap Bi Ayu, sambil memakai pakaiannya kembali.

"Ayo bi!" balas Erfan.

Erfan memberi uang 1 jt kepada bi ayu. Tentu saja bi ayu tidak menolak. Erfan melajukan mobil nya, meninggalkan huntan tersebut. Sampai di jalan kampung mawar, Bi Ayu meminta turun seperti biasa. Sebelum Bi Ayu turun, mereka saling melumat sebentar.

"Kalo nanti pengen , datang aja ke warung," ucap Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Oke bi, tolong di rawat dada dan gua nya biar enak terus," ucap Erfan dengan nada nakal.

"Siap sayang," ucap Bi Ayu , lalu dia turun setelah dirasa aman.

Erfan kembali melajukan mobilnya.

Di tengah kampung, Erfan melihat bapak bapak yang sedang ronda malam. Erfan memberi uang 200 rb kepada mereka untuk membeli rokis, dan kopi. lalu melanjutkan perjalanannya.

"Tuan muda Erfan sangat baik, walau di kaya tidak pernah sombong," ucap salah satu bapak bapak,

"Iyah, semoga Tuan Muda Erfan selalu sehat, dan di lancarkan rezekinya,"

"Kemajuan ekonomi desa ini, sangat bergantung dengan tuan muda Erfan,"

Semua orang mengangguk, sambil menatap mobil Erfan yang sudah jauh.

Erfan pun sampai di vila, dia melihat masakan yang di masak Serina sore hari. Dia makan dengan lahap setelah makan Erfan pergi mandi lalu tidur.

====

1 minggu berlalu,

Selama 1 minggu ini, Erfan sangat sibuk karena pembukaan lahan baru, Erfan harus memikirkan rencana untuk lahan tersebut. Selama satu minggu Erfan sampai menahan birahi nya saking sibuknya tidak ada waktu sedikit pun.

Tapi dalam 1 minggu, Erfan sudah banyak mengenal karyawan wanita cantik dan juga warga sekitar. Hal yang membuat Erfan bahagia dalam satu minggu ini Serina mulai berubah. Dia bahkan berdandan cantik jika sedang berada di vila dan mau menggunakan pakaian yang di berikan Erfan.

===

Sore hari , Saat Erfan pulang dari kantor,

Erfan melihat di rumah warga yang bernama pak jaki ramai orang. Erfan pun menghentikan lalu keluar dari mobil, Erfan penasaran karena melihat wajah banyak orang sangat panik.

"Pak ada apa?" tanya Erfan . ke Pak RW yang kebetulan ada disana.

"Eh tuan muda, itu pak jaki penyakit jantung nya kambu," ucap Pak RW tersebut.

"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?" tanya Erfan, sambil mengerutkan kening.

"Ini juga sedang mencari mobil tuan muda , jika ingin menggunakan angkutan umum, hanya ada 2 kali pemberangkatan itu pun sudah tidak ada buat hari ini," ucap Pak RW.

"Sudah ada mobilnya?" tanya Erfan.

"Belum ada tuan muda, yang punya mobil kebetulan sedang tidak ada di rumah," jawab Pak RW.

"Ya sudah, tunggu sebentar. saya akan mengambil mobil yang cukup untuk banyak orang di perusahaan," Erfan berkata , lalu pergi dengan terburu-buru.

"Semuanya, yang mau ikut ke rumah sakit siap siap, tuan muda Erfan akan mengantar ke rumah sakit," ucap Pak RW dengan antusias.

"Pak gimana soal biayanya, kami tidak punya biaya," ucap Wanita dewasa, yang masih sangat cantik, dia adalah istri Pak Jaki yang bernama Resti.

"Tidak usah pikirkan itu dulu, yang penting kita bawa dulu Pak Jaki kerumah sakit," ucap Pak RW, karena Pak RW berpikir, dia masih memiliki uang yang diberikan Erfan.

Tidak lama, Erfan kembali membawa mobil Pajero yang tidak terawat, karena digunakan untuk mengangkut buah buahan dari kebun.

Para warga pun menggotong Pak Jaki masuk kedalam mobil.

"Ayo yang mau ikut masuk!" ucap Erfan.

Akhirnya Resti atau istri Pak Jaki, Pak RW, dan 3 tetangga masuk ke dalam mobil.

Erfan langsung melajukan mobil nya.

Saat mobil masuk ke jalanan besar, Erfan melajukan mobilnya lumayan kencang.

"Pak RW, Apakah kita harus memungut iyuran ke warga untuk biaya? atau mengajukan asuransi kesehatan?" tanya salah satu pri disana.

"Itu kita pikirkan nanti. Sekarang bukan waktunya memikirkan biaya," ucap Pak RW dengan tegas.

"Pak memang nya, ada masalah dalam hal biaya?" tanya Erfan santai.

"Iyah tuan muda, maklum Pak Jaki selama ini tidak bekerja karena penyakitnya. Hanya mengandalkan Istrinya yang bekerja di perusahaan anda menjadi petani," ucap Pak RW terus terang.

"Baiklah , kalian jangan khawatir urusan biaya saya akan bertanggung jawab!" ucap Erfan santai.

"Anda serius tuan muda?" tanya Pak RW.

"Tentu saja Pak RW, lagi pula Bu Resti karyawan saya, hal yang benar saya membantu beban nya," ucap Erfan.

Bu Resti yang mendengar hal tersebut sangat senang.

Akhirnya semua orang menghelanapas lega.

Hasrat Wanita Desa

Bab 4
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya