Logo
HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN
HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

84 Bab
Tamat
Dalam HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN, Inara terjebak hukuman Raka, pewaris arogan di billionaire romance novels ini. Saat dikhianati cinta dan sahabat, Inara mencari pelarian pada Raka. Namun, masa lalu dan ambisi keluarga Dhananjaya mengancam hubungan mereka dalam modern novel yang penuh intrik.
Bab 1 dari HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

Pyarr!

Nampan yang berisi secangkir kopi terlepas dengan sendirinya dari tangan Inara. Ingin sekali dia berteriak, tetapi lidahnya terasa kelu.

Manik mata cokelat miliknya seketika melebar ketika menangkap pergerakan dua sosok bayangan di atas sofa sana mampu membuatnya terkejut sekaligus miliknya di bawah sana ikut basah seketika.

Kontan sepasang sejoli yang sedang bermesraan dan saling bertukar saliva di depan sana menoleh ke arah sumber suara dan segera menghentikan aktivitas keduanya.

Raka Deanhan Dhananjaya, lelaki tampan berusia tiga puluh lima tahun yang terkenal dengan sifat angkuh yang dimilikinya. Dia adalah Direktur Utama di sebuah perusahaan tempat Inara bekerja.

Lelaki itu pun segera bangkit dari tubuh sang wanita dengan santainya seperti tak terjadi apa-apa. Baginya, itu sudah menjadi hal biasa, bahkan sering tertangkap basah oleh office girl lainnya sebelum Inara.

Sementara sang wanita yang sempat terlentang di bawah kungkungan Raka segera bangkit berdiri. Ia tampak geram dengan Inara karena begitu saja masuk tanpa permisi mengganggu kesenangannya. Dengan wajah ditekuk kusut, wanita itu segera mengancingkan kemeja yang tadinya memperlihatkan belahan dadanya yang padat berisi untuk sang atasannya dengan suka rela.

Raka mengangkat tangan dan kemudian mengayunkan pelan, ia memberi kode supaya Bella, sang sekretaris segera meninggalkan ruangan.

Bella berjalan menuju pintu keluar sambil menatap Inara dengan tatapan nyalang, ia dengan sengaja menabrakkan tangannya ke lengan gadis itu dengan kasar, sementara Inara hanya bisa tertunduk pasrah dengan perlakuan Bella, wanita cantik itu.

Inara bergeming menundukkan kepala, garis ketakutan membingkai wajahnya. Baginya ini seperti akhir dari segalanya, sudah dipastikan sang atasan akan memecatnya, padahal dia belum genap satu bulan bekerja. Seketika dia menelan saliva dengan susah payah ketika menyadari Raka perlahan berjalan mendekat ke arahnya.

"Ma-maafkan saya, Pak. Sa-saya akan segera membersihkannya." Inara membungkukkan badannya beberapa kali karena merasa bersalah. Secepat kilat ia memutar tubuhnya untuk menghindari kontak mata dengan Raka.

Namun, langkah Inara terhenti ketika tangan kekar Raka menggenggam pergelangan tangannya dan ... mereka berdua pun saling berhadapan. Kini jarak mereka semakin dekat, sorot mata saling bersilang pandang dan hanya ada bayangan Raka yang memenuhi indera penglihatan Inara.

Sumpah demi apapun mata Inara lumpuh seketika, hatinya terasa meleleh ketika melihat wajah Raka yang benar-benar tampan seperti malaikat yang terperangkap dalam wujud manusia, untuk pertama kalinya Inara bertemu lelaki super tampan seperti aktor top dunia yang digandrungi para kaum hawa.

Sedangkan selama hampir satu bulan bekerja, ia tidak pernah berani mengangkat wajahnya ataupun sekedar untuk melirik sekilas wajah Raka.

Mata Inara kian membesar ketika menatap isi di balik kemeja lelaki itu yang terbuka lebar sehingga memperlihatkan lekukan tegas otot tubuh Raka yang atletis, dilapisi bulu-bulu halus yang jarang. Seketika pipinya memanas yang ternyata isi di balik kemeja itu mampu membuatnya menggila.

"Apakah nyaman bersandar di sana." Sadar, secepat kilat ia segera menepis bayangan terkutuk yang mulai meracuni pikirannya. 'Ah, Ra. Kamu berpikir apa sih? Dia itu lelaki yang doyan main perempuan,' batin Inara merutuki dirinya sendiri

Namun, tetap saja, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Raka, seakan lelaki itu memiliki sihir yang mampu membuatnya untuk tetap terdiam di tempat. Ia sudah berusaha untuk tak terjebak, tetapi pesona Raka sungguh luar biasa mampu membuat gadis itu berkhayal di luar akal sehatnya, sungguh sebenarnya dia juga ingin berada di dalam pelukan Raka pasti dia akan sangat bahagia.

Sadar, ia menggeleng pelan menipis semua pemikiran yang semakin meliar dan tak terkendali. Namun, dalam sekejap Inara tersadar. Dia hanyalah gadis miskin yang kecantikannya pun tak bisa dibandingkan dengan para wanita yang pernah di kencani oleh Raka, tidak mungkin lelaki seperti Raka menginginkan dirinya.

"Kamu harus bertanggung jawab!" Suara bass yang terdengar jantan seperti lelaki dewasa pada umumnya menggema memenuhi ruangan.

Namun ternyata Inara tak mendengar celotehan Raka, di dalam pikiran gadis itu hanya dipenuhi wajah Raka seorang. Sangat sayang rasanya walau sedetik saja melewatkan kesempatan hari ini dapat menatap Raka dari jarak yang terlampau dekat.

"Apa kamu tuli? Aku bilang kamu harus bertanggung jawab!" Suara bass dari lelaki berwajah malaikat itu kembali menggema sebab gadis itu hanya berdiri terpaku menatapnya, kontan membuat Inara tersentak terbebas dari lamunan dan dengan cepat kembali ke alam nyatanya.

Inara kembali menundukkan kepala. "Bertanggung jawab? Bolehkah saya tahu kesalahan apa yang saya perbuat, Pak?" tanya Inara dengan ekspresi binggung.

Tentu saja Inara bingung, Raka sendiri yang menyuruhnya membawakannya secangkir kopi dan harus mengantarkannya saat ini juga. Dia bukan cenayang yang bisa memprediksi masa kini atau masa depan. Terlambat, matanya sudah ternodai dengan hal yang menjijikkan, tetapi juga diinginkan.

"Banyak! Pertama kamu tidak mengetuk pintu terlebih dulu ketika masuk ke dalam ruanganku. Kamu juga mengganggu kesenanganku. Bahkan kamu terlambat datang bekerja." Raka menatap Inara tajam sambil menaikkan satu alis matanya, ia ingin menuntut sebuah jawaban bahwa semua yang dikatakannya memanglah benar.

Inara mengerjakan mata, bagaimana mungkin atasannya bisa tahu kalau dia datang terlambat? Ia mulai bergidik ngeri membayangkan bahwa Raka mempunyai mata-mata dimana-mana sehingga ia harus lebih bersikap waspada.

Tanpa Inara sadari, selama hampir satu bulan terakhir. Raka memperhatikan cara kerja Inara setiap hari, ia bisa tahu Inara datang terlambat sebab belum ada secangkir kopi di atas mejanya tadi pagi saat dia datang. Padahal setiap pagi aroma khas kopi buatan Inara selalu terhidang di atas meja untuk menyambut kedatangannya.

"Bagaimana? Kamu sudah siap bertanggung jawab?" Raka kembali bertanya kepada Inara yang berdiri terpaku menatap dirinya.

Jantung Inara kian berdetak tak karuan, Inara tampak kesulitan menelan saliva, seolah terdapat duri yang tersangkut di tenggorokan.

Raka melepas tangan Inara dengan kasar, ia mengangguk pelan sambil memutar tubuhnya membelakangi Inara, kemudian memasukkan kedua tangannya ke saku celana. "Baik, aku anggap kediamanmu sebagai tanda kamu tidak setuju. Mulai besok kamu tidak perlu datang lagi untuk bekerja, mulai hari ini kamu dipecat."

"Ta-tapi, Pak." Dengan cepat Raka mengangkat tangannya, ia tidak mau mendengar apapun lagi pembelaan dari Inara.

Inara merasa itu tak adil untuknya, tetapi percuma saja ia bicara. Menurut cerita yang ia dengar bagaimana sifat Raka, lelaki itu tak akan menarik kata-katanya meskipun salah. Ia merasa menyesal kenapa dia harus masuk dalam ruangan Raka di saat kondisi seperti ini, andai saja ia tahu pasti dia lebih memilih berdiam diri di depan pintu.

Inara mengembuskan napas pasrah, dia berpikir lebih baik mencari pekerjaan lain. Meskipun, Alexa pasti akan kecewa padanya mengingat sahabatnya itulah yang membantunya mendapatkan pekerjaan, tetapi semuanya sudah terlanjur ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Bulir bening itu terus mendesak keluar dari pelupuk mata, tetapi sekuat tenaga ia bertahan. Menangis pun percuma itu tak akan merubah keadaan.

"Terima kasih atas kebaikan, Bapak, selama ini. Saya permisi, selamat siang." Dengan ekspresi kuyu, ia memutar tubuhnya dan melangkah menuju pintu keluar sambil menahan genangan bulir bening yang terus mendesak ingin keluar.

Raka mengerutkan kening dalam, sepertinya dia salah perhitungan. Seharusnya Inara melakukan apapun untuknya demi mempertahankan pekerjaan, tetapi apa yang terjadi ternyata di luar ekspektasinya.

Tidak ingin kehilangan kesempatan yang datang, dengan cepat Raka meraih pergelangan tangan Inara dan menghimpit tubuh gadis itu ke sisi tembok.

Mata Inara membesar ketika bibir Raka menyentuh bibirnya. Antara rasa takut, marah dan jijik menjadi satu merasuk ke dalam hati dan pikirannya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
Dalam Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu, Anisa membalas dendam atas pengkhianatan suaminya. Takdir mempertemukannya dengan Fras, CEO miliarder yang menyamar. Baca romance novel penuh intrik ini di platform online novel kami untuk mengikuti kisah cinta dan perjuangan mereka.
Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
Dalam Bukan Menantu Idaman Mama, seorang pewaris billionaire harus memilih antara loyalitas keluarga atau cintanya pada Alya. Konflik pecah saat ia menentang rencana bisnis ibunya demi pernikahan impian. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka di platform web novel kami.
Dendam Putri Liar Sang CEO
Dendam Putri Liar Sang CEO
Dalam Dendam Putri Liar Sang CEO, pengkhianatan Fahreza memicu misi pembalasan. Setelah dibuang demi wanita lain, sang putri kembali untuk menghancurkan Murni Group dari dalam. Baca kisah billionaire romance novels ini, sebuah modern novel penuh intrik dan konsekuensi dari cinta yang mati.
Di Jodohkan Dengan Om Galak
Di Jodohkan Dengan Om Galak
Dalam novel romance Di Jodohkan Dengan Om Galak, Nessa terikat kontrak pernikahan setahun dengan Arga, seorang CEO dingin. Di tengah bayang-bayang masa lalu sang billionaire, mereka harus memilih antara berpisah atau mempertahankan cinta. Baca web novel ini selengkapnya.
Gairah Ceo Arogan
Gairah Ceo Arogan
Dalam Gairah Ceo Arogan, Adam Longthen murka akibat pengkhianatan istrinya. Saat anak buahnya membawa pulang wanita bernama Alin yang mirip istrinya, sebuah mystery muncul. Ikuti billionaire romance novels ini untuk mengungkap kebenaran di balik identitas asli wanita tersebut di webnovel.
Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
Dalam novel romance modern ini, Julian Evans sang CEO berjuang menaklukkan hati Mia Sanders. Terikat balas budi, sang sekretaris mengabaikan perasaan demi loyalitas. Temukan kisah billionaire romance novels ini dalam Jadilah Milikku, Nona Sekretaris untuk melihat akhir perjuangan cinta mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Papa, Lima Buah Hatiku Datang!
Papa, Lima Buah Hatiku Datang!
Abigail Thorne dijebak oleh adiknya sendiri dan dipaksa menikahi Roderic Graham. Di malam pernikahan mereka, Abigail tanpa sengaja melukai suaminya hingga cacat dan diusir dari keluarga itu. Lima tahun kemudian, dia kembali — sebagai dokter ajaib dengan lima anak yang cerdas. Roderic Graham, pria yang pernah menolaknya, kini tak mampu menahan ketertarikan pada wanita dan anak-anak itu, tanpa sadar merekalah keluarga yang selama ini ia cari.
[Versi suara dubbing] Pasangan Cinta yang Jahat
[Versi suara dubbing] Pasangan Cinta yang Jahat
Dia menulis bosnya sebagai umpan dalam sebuah novel, lalu secara tidak sengaja melakukan perjalanan bersamanya ke dalam cerita sebagai seorang tiran dan "istri kedua iblis". Bosnya memaksanya untuk tinggal untuk menghindari bahaya; mereka menghadapi krisis bersama, menumbuhkan perasaan, dan akhirnya menjadi penguasa yang dicintai, menjaga kerajaan secara bersama-sama!
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Eksperimen Terakhirnya: Penyesalan Mereka
Eksperimen Terakhirnya: Penyesalan Mereka
Leia Sutton, yang dulunya merupakan mahasiswa kedokteran yang sangat dihormati, sangat dihargai oleh rekan-rekannya di laboratorium—hingga kedatangan Maya Newman. Terjerumus dalam intrik Maya, reputasi Leia hancur, dan lima rekan yang dulunya dia percayai mengkhianatinya dan meninggalkannya. Menjadi sasaran publik, kejatuhannya berujung pada penjara dan kematian yang penuh kesepian. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Lahir kembali dengan pengetahuan tentang masa lalunya, Leia menolak untuk mengulangi kesalahan yang sama.
Sahabatku, Cintaku
Sahabatku, Cintaku
Dia telah mengikutinya selama 7 tahun dan akhirnya memutuskan untuk menyerah.
Penguasa Iblis, Identitas Putrimu Terbongkar
Penguasa Iblis, Identitas Putrimu Terbongkar
Jeno dan putrinya, Alsa, menyelamatkan dunia saat Katak Penelan Langit dari zaman kuno muncul. Alsa mengatasinya dalam sekejap dan mengejutkan para kultivator. Namun demi menghindari kehebohan dan pengejaran, Jeno sadar bahwa mereka harus menyembunyikan identitas.